Rabu, 16 November 2016

Sinopsis The Man Living In Our House Episode 8 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS

Dong Jin dan Ran Sook keluar cafe dan sudah melihat Na Ri yang pergi mengemudikan mobil. Dong Jin tak percaya karena  Na Ri biasanya tidak seperti itu. Ran Sook ingin tahu  Kesalahan apa yang dilakukan  Dong Jin kali ini.
Aku bersamanya selama sembilan tahun, dan belum pernah melihat dia seperti itu. Semua itu bukan karena aku.” Ucap Dong Jin karena Na Ri panik akibat Nan Gil, Ran Sook ingin menelp Na Ri karena khawatir.
Jangan meneleponnya agar dia bisa fokus mengemudi. Dia akan pergi ke kota kelahirannya.” Kata Dong Jin
Itu sangat jauh. Kenapa dia pergi?” tanya Ran Sook binggung
Aku meragukan itu, tapi khawatir karena Na Ri sedang tidak dalam kondisi yang baik. Tolong hentikan dia menemui Nan Gil.” Pinta Dong Jin

Ran Sook yang kesal ingin pergi dan melihat Yeo Joo baru saja keluar dari cafe, akhirnya kembali bicara dengan Dong Jin.
Apa kau berpikir bahwa Na Ri merasa sangat kesulitan ? Dia sangat tertekan sampai tidak bisa melihat. Dia Berpura-pura menjadi baik-baik saja tidak berarti dia dalam benar-benar baik-baik saja. Aku mengatakan ini agar setidaknya kau merasa menyesal.” Ucap Ran Sook dan akhirnya pergi. Yeo Joo mendekati Dong Jin
Jangan menyesal, karena Na Ri sedang menemui pria lain. Lagipula Na Ri juga tidak ingin kembali bersamamu.” Kata Yeo Joo, Dong Jin hanya menatap Yeo Joo dengan menghela nafas dan akan pergi.
Apa kau akan pergi... tanpa meneleponku?” tanya Yeo Joo sinis. Dong Jin mengatakan akan menelepon setelah menyelesaikan semuanya.
Aku kira itu setelah kau mencoba segala cara untuk bisa kembali bersama Na Ri.” Kata Yeo Joo sinis
Dong Jin sekarang bisa tahu pria macam apa yang ditemui Yeo Joo selama ini dan menegaskan kalau yang harus dilakukan Yeo Joo  hanya menunggu sebentar lagi, tapi kenapa ia bisa menunjukkan sisi terburuknya tanpa memberikanya waktur waktu. Yeo Joo tak terima menurutnya Dong Jin yang harus lebih memikirkan tentang dirinya sendiri.
Kau hanya butuh 1 hari untuk mengkhianati waktu 9 tahun bersamanya. Kau begitu mudah. Aku kecewa dengan selera Na Ri.” Ucap Yeo Joo Sinis
Kau benar kakalau kau melihat sisi terburukku. Aku tidak berbeda dari semua pria... yang kau kencani sebelumnya. Jadi Mari kita berpisah dan melanjutkan hidup.” Ucap Dong Jin lalu bergegas pergi.

Yeo Joo hanya terdiam saat itu ponselnya berdering, Ibunya menelp memberitahu kalau Ayahnya dirawat di rumah sakit lagi. Tubuh Yeo Joo langsung lemas dan menangis, sementara Dong Jin meninggalkan cafe dengan mobilnya terlihat penuh rasa kecewa. 

Yoon Kyu duduk didepan Duk Shim yang sedang melipat kotak untuk dumpling. Duk Shim tapi tetap mengarankan pandanganya pada Nan Gil yang berkerja didapur tanpa mau berkedip. Yoon Kyu yang melihatnya mengeluh pada Nan Gil  bisa langsung mempekerjakannya setelah mewawancarainya. Nan Gil keluar dari restoran untuk membuang sampah.

Na Ri pun menginjak rem saat sampai di depan rumahnya, wajah tegangnya terlihat. Nan Gil kaget melihat Na Ri mengemudikan mobil, dengan membuka pintu mobil bertanya apakah Na Ri mengemudikan sendiri sampai ke desa. Na Ri mengatakan sengaja datang untuk memberitahu sesuatu saat keluar mobil, kakinya terlihat lemah.
Apa kau mengemudi dalam kondisi seperti ini? Bagaimana kalau kau mengalami kecelakaan dan menyakiti orang lain?”teriak Nan Gil marah

Aku sampai dan masih hidup,kan? Kita tidak harus berkelahi seperti pasangan. Mereka tidak boleh tahu.” Kata Na Ri lalu mencoba masuk rumah.
Diam-diam Duk Shim melihat dari kejauhan, dengan wajah sinisnya  mengatakan tidak suka semuanya tentang Na Ri, dan mengeluh Nan Gil yang tidak mengatakan kalau statusnya itu ayah tirinya dan sesulit itukah   untuk memperjelas semuanya

Duk Bong melihat buku (Perbandingan fasilitas rekreasi) lalu membahas tentang  Ketua Kwon memperluas resort secara konyol menurutnya Setelah hal itu ketahuan, maka beberapa orang dari keluarganya akan ditangkap. Soon Rye hanya terdiam, Duk Bong pikir lebih baik kembali ke Amerika.
Ketua Kwon melarang keluarganya meninggalkan Korea.” Kata Soon Rye, Duk Bong kesal dengan ayahnya yang  bisa melakukan itu Duk Shim mengirimkan pesan pada kakaknya kalau Na Ri kembali ke rumahnya.
Tentang ibu Na Ri yang tidak kau sukai... Dia kelihatan polos seakan tidak tahu tentang uang itu, tapi kapan dia membeli semua tanah itu?” ucap Duk Bong
Haruskah aku memeriksanya?” kata Soon Rye terlihat bersemangat
Aku meminta kau untuk memberitahuku apa yang kau ketahui. Dan sudah waktunya kau berhenti bersikap misterius.” Tegas Duk Bong,  Soon Rye mengatakan akan memeriksanya dan bergegas pergi
Duk Bong heran dengan Soon Rye karena belum juga  berhenti bersikap misterius dan tidak ada yang mendengarkannya. Duk Shim kembali mengirimkan pesan Aku bekerja di toko pangsit mulai hari ini. Duk Bong mengeluh adiknya itu memang  berantakan sekali.

Na Ri langsung meminum ari dari teko di kulkas, Nan Gil mengeluh Na Ri yang tidak menelp saja jadi tidak perlu mengendarai mobil sampai ke desa bahkan akan melakukan penerbangan besok pagi. Na Ri tahu jadi tak begitu ingat bagaimana bisa sampai ke tempat ibunya.
Aku pasti sudah gila tentang Ko Nan Gil.” Ungkap Na Ri
Tapi tidak apa-apa karena kau aman. Jangan pernah melakukan hal itu lagi.  Aku tidak ingin kau jadi gila...” kata Nan Gil disela oleh Na Ri
Aku mendengar kau pingsan di depan Dong Jin.” Ucap Na Ri, Nan Gil menyangkalnya merasa Dong Jin melebih-lebihkan.
Kau juga pingsan di depanku.” Kata Na Ri, Nan Gil tetap mengelak kalau itu bukan disebut pingsan dn Na Ri itu juga melebih-lebihkan.
Aku mempertaruhkan hidupku untuk datang ke sinis, ingin mendapatkan jawaban. Jangan bercanda. Hal yang sama terjadi padamu dua kali. Jangan mengatakan itu adalah alergi matahari dan katakan saja yang sebenarnya, Ada apa denganmu?” Kata Na Ri dengan wajah serius.

Nan Gil mendekati Na Ri lalu melihat dahinya berkeringat, merasa Na Ri itu pasti benar-benar mempertaruhkan hidupnya. Na Ri meminta agar Nan Gil  Jangan menghindari pertanyaan itu dan jawab saja. Nan Gil langsung memeluk Na Ri dengan erat. Na Ri menegaskan  tidak akan menyerah. Nan Gil tahu kalau Na Ri tidak akan menyerah dan akan memberitahunya, tapi meminta agar mereka tetap berpelukan selama satu menit.
Apa itu sesuatu yang serius?” tanya Na Ri, Nan Gil mengatakan tidak lalu mengandeng tanganya untuk duduk bersama didepan meja makan.
Ada seorang pemain bisbol yang bernama Steve Blass. Dia adalah seorang pelempar bola yang hebat. Suatu hari, tiba-tiba semua lemparannya terpukul. Lengannya tidak terluka, tapi dia melempar bola dengan lucu. Sebuah penyakit diberi nama menggunakan namanya.” Cerita Nan Gil, Na Ri bingung apa yang dibicarakanya.
Aku pikir, diriku memiliki penyakit Ko Nan Gil. Aku tidak sakit, tapi kadang merasa ada gejala yang muncul.” Cerita Nan Gil. Na Ri pikir itu  seperti gangguan panik?
Ini adalah campuran dari gangguan panik, gangguan stres pasca-trauma, dan gangguan kecemasan. Kedengarannya serius karena kata-kata yang hebat, Tapi gejala itu tidak pernah muncul saat aku di sini.” jelas Nan Gil

Na Ri bertanya apakah ganguan itu  hanya terjadi di Seoul. Nan Gil membenarkan dan itu terjadi  sampai sekarang. Na Ri bertanya apa yang akan dilakukan Nan Gil  saat itu terjadi. Nan Gil mengatakan hanya bertahan sampai bisa bernapas. Na ri bertanya apakah sudah menemui dokter dan meminum obat, Nan Gil mengangguk.
Aku juga punya pertanyaan. Bagaimana kau bisa mengkhawatirku saat kau berkendara ke sini sendirian? Apa kau pikir aku sakit parah?” tanya Nan Gil
Aku fokus pada mengemudi dan tidak bisa berpikir.” Ungkap Na Ri
Tidak apa-apa kalau kau ingin melarikan diri.” Ucap Nan Gil, Na Ri merasa Nan Gil berpikir dirinya akan melarikan diri hanya karena sakit
Aku menyesalinya. Aku seharusnya tidak meneleponmu untuk membawa bukunya. Aku seharusnya menyembunyikan perasaanku darimu. Aku sangat senang merasa seperti bermimpi beberapa kali sehari. Tapi aku menyesa” Kata Nan Gil, Na Ri menanyakan alasanya.

Aku menjadi penyakitnya. Itu terjadi... karena masa laluku yang gelap, lembab, dan bau. Aku menyesal, khawatir kau akan mengetahuinya.”kata Nan Gil
Mari kita tidak menggali masa lalu masing-masing. Mari kita mengabaikannya bahkan jika kita melihatnya. Aku juga tidak bangga dengan masa laluku.” Ungkap Na Ri santai
Nan Gil menegaskan kalau yang dikatakan serius karena ini kesempataan Na Ri untuk menjauh darinya. Na Ri pikir  Pasti sulit bagi pemain bisbol, karena semua orang melihatnya, tapi dia harus berdiri di sana tanpa bisa melarikan diri. Ia melihat Penyakit  Nan Gil sepertinya jauh lebih baik dari itu karena memiliki tempat untuk bersembunyi.

Nan Gil menanyakan tempatnya, Na Ri menyebut kalau itu dirinya, karena Nan Gil membaik saat ada di sampingnya, jadi ia akan menyembuhkan Nan Gil, Nan Gil mengejek Na Ri yang selalu suka pamer. Na Ri tiba-tiba berkata “Maukah kau menikah denganku?” Nan Gil melonggo mendengar seperti dilamar oleh seorang wanita.
Aku seharusnya mengambil foto dari wajahmu sekarang.”ejek Na Ri lalu mengeluarkan tabung yang dibawanya dari Seoul.
Ini sebuah puisi yang aku tulis di kelas lima.” Kata Na Ri 

Flash Back
Nan Gil masuk ke dalam kelas yang kosong, lalu diam-diam mengambil puisi yang ada di dinding dengan judul  ("Pernikahan" oleh Hong Na Ri) setelah itu berlari menemui Ibu Na Ri yang sudah menunggu di lapangan. Ia meminta agar Nyonya Shin Berjalan perlahan-lahan, agar tidak ada yang menyadari keberadaannya. Nyonya Shin mengerti dan mengucapkan terimakasih.
Kenapa kau memintaku untuk mencuri?” tanya Nan Gil
Na Ri mengatakan dia akan merobeknya besok.” Ucap Nyonya Shin, Nan Gil heran kenapa Na Ri ingin merobeknya.
Anak laki-laki selalu mengikutinya... dan mengolok-olok  denganmemintanya untuk menikahi mereka.” Cerita Nyonya Shin,  Nan Gil melihat kaau Mereka kekanak-kanakan.
“Kau benar. Mereka kekanak-kanakan Tapi Nan Gil tidak kekanak-kanakan.” Kata Nyonya Shin
Na Ri yang kekanak-kanakan. Kenapa merobek hasil karyanya hanya karena  diolok-olok?” ucap Nan Gil 
Nyonya Shin membenarkan dan memberitahu kalau sangat suka puisi dengan judul  ("Pernikahan" oleh Hong Na Ri) jadi akan menyembunyikan ini lalu memberikannya kepada tunangan Na Ri nanti. Nan Gil pun meminta agar Nyonya Shin menyembunyikan dengan baik dan memberikan padanya. Nyonya Shin tersenyum dan berjanji akan memberikannya  nanti.

Nan Gil melihat kembali puisi yang berjudul pernikahan. Na Ri memastikan  Anak laki-laki yang membantu ibunya mencuri puisi ini adalah Nan Gil. Nan Gil hanya terdiam, Na Ri yakin itu pasti Nan Gil dengan bangga merasa  seharusnya menjadi penyair karena Puisi ini sempurna. Nan Gil hanya tersenyum karena Na Ri kembali membanggakan dirinya.
Aku akan memberikannya kepadamu karena kau mencurinya untukku.” Ucap Na Ri 

Yeo Joo masuk ke ruangan UGD,  Si pemilik biro pernikahan menelp memberitahu Yeo Joo kalau Ibu Dong Jin membatalkan pendaftarannya, karena anaknya akan pergi ke Hong Kong bersama seseorang, bahakn sudah memperkenalkannya kepada teman-temannya dan berencana untuk segera memperkenalkannya kepada orang tuanya.
Aku pikir kau akan segera menikah. Selamat!” kata si bibi terlihat bahagia, Yeo Joo hanya bisa menangis karena hubungan putus akibat kesalahanya sendiri.
Saat itu ibu dan ayahnya sudah ada di ruangan UGD, Sang ibu memberitahu kalau suaminya itu  mengatakan akan mati, tapi tidur dengan nyenyak. Yeo Joo menatap ayahnya yang tertidur meminta agar  berhenti membawa ke ruang gawat darurat.
Aku sudah memberitahumu bahwa asuransi tidak mencakup ini. Apa kau tidak merasa kasihan kepadaku?” ucap Yeo Joo menangis merasa tertekan dengan keadaan keluarganya.,
Aku kasihan kepadamu. Bagaimana mungkin aku tidak kasihan? Cepatlah bertemu dengan seseorang agar kau bisa meninggalkan Korea.” Kata ibunya, Yeo Joo hanya bisa menahan tangisnya. 

Keduanya keluar dari rumah, Nan Gil merasa kalau Na Ri itu sangat jatuh cinta kepadanya, karena mencuri mobil temannya setelah mendengar kalau ia pingsan. Na Ri mengelak kalau mencuri mobil.  Nan Gil melihat na Ri yang mempertaruhkan hidupnya dan bahkan tidak berpikir ada pekerjaan besok.
Kau mengatakan bahwa aku membuatmu jadi gila. Apa yang akan kau lakukan?” kata Nan Gil marah, Na Ri teringat kembali kata-kata Yeo Joo “Laki-laki muda memiliki lebih banyak harga diri daripada yang kau kira.
“Sekarang Dengarkan aku. Aku mengakuinya.... Aku mencuri mobil milik temanku, mempertaruhkan hidupku dengan mengemudikannya, tidak berpikir tentang pekerjaan, dan gila tentangmu. Apa yang harus aku lakukan?” kata Na Ri mengakuinya.
Aku hanya memberitahumu untuk sadar. Kenapa kau mau mengakuinya?” kata Nan Gil binggung
Tidak. Aku mengakui apa yang benar.” Kata Na Ri, Nan Gil terlihat gugup mengalihkan pembicaraan dengan menawarkan dumpling karena hari ini adonan kulitnya dibuat sangat enak.
Jawab aku karena aku sudah mengakuinya. Apa yang harus aku lakukan?”kata Na Ri merengek.
“Baiklah... Aku menjadi sedikit gila karena kau. Aku hanya punya mata untuk satu gadis dalam hidupku. Aku bahkan tidak pernah melirik gadis lain.” Tegas Nan Gil
Na Ri tersenyum mendengarnya karena  Itulah jawaban yang diharapkan sambil memeluk pundak Nan Gil, meminta agar pacarnya itu harus lebih sering mengatakan hal ini di dunia yang klise, lalu tiba-tiba keduanya saling berpandangan saat Na Ri mengajak untuk makan dumpling bersama. Suasana terasa gugup dan Na Ri pun melepaskan pelukanya.
Jangan sampai sakit Dan jangan menahannya.” Pesan Na Ri, Nan Gil berjanji tidak akan melakukanya. 


Keduanya berjalan keluar rumah dan Na Ri melihat spanduk besar bertuliskan  (Biarkan pembangunan ramah lingkungan menghidupkan kembali wilayah kita!) Na Ri binggung melihat spanduk dari  "Komite Promosi Pembangunan Seulgi-ri?" dan bertanya kapan didirikanya. Nan Gil mengatakn baru saja dan dibentuk  secara tiba-tiba.
Ayo kita pergi secara terpisah. Masuklah lebih dulu ke restoran” kata Na Ri
Mereka bahkan melihat kita berpelukan jadi Bersikap normal saja.” Ucap Nan Gil
Kalau begitu apa kita harus bergandengan dengan memegang lenganmu?” goda Na Ri, Nan Gil buru-buru masuk ke dalam restoran. 

Nan Gil masuk restoran dengan disambut manis oleh Duk Shim, Na Ri pun masuk disambut oleh semua pegawai dengan senyuman. Duk Shim menatap sinis melihat Na Ri yang datang dengan membawakan minum diatas meja menanyakan apakah ingin beberapa pangsit, Na Ri mengajak mereka agar bisa bicara.
Apa kau meminjam baju-baju dari nona Soon Rye?” kata Na Ri, Duk Shim sedikit berpikir dan mengerti yang dimaksud adala Nona Kwon, lalu membalasnya dengan sinis kenapa menanyakanya.
Apa kau sudah membuat surat permintaan maafmu?” ucap Na Ri, Duk Shim langsung bersikap ramah dengan memangilnya Unnie.

Nan Gil datang membawakan dumpling meminta agar memakanya perlahan,  Na Ri mulai memakanya bertanya pada Duk Shim Apa kakaknya tahu kalau ia bekerja di sini. Duk Shim mengaku sudah mengiriminya pesan teks. Na Ri teringat dengan perkataan Duk Bong agar meluangkan waktu karena ada yang haru dibicarakan.
Kapan museumnya tutup?” tanya Na Ri, Duk Shim mengatakan  Museum buka sampai malam.
Kalau kau mengunjunginya, maka dia akan sangat senang melihatmu.” Ucap Duk Shim ingin Na Ri segera pergi.
Na Ri akan pergi tapi Nan Gil lebih dulu datang menyuruh Na Ri duduk kembali karena  belum selesai makan. Na Ri megatakan akan pergi ke museum. Nan Gi menyuruh Na Ri tetap duduk dan menyelesaikan makannya. Duk Shim yang melihatnya tak bisa marah hanya meminum air  untuk meredakan amarahnya. 


Na Ri menelp Duk Bong memberitahu kalau ada di museum sekarang.  Duk Bong seperti meminta agar Na Ri datang keruanganya. Saat itu Na Ri melihat Soon Rye dan memanggilnya,  lalu minta maaf karena datang tanpa memberitahu. Soon Rye dengan sinis mengatakan tak masalah
Aku selalu berpikir semua pakaianmu cantik dan Kau masih kelihatan cantik memakainya.” Kata Na Ri
Aku memakainya bukan supaya terlihat cantik.” Balas Soon Rye sinis, Na Ri pikir benar.
“Kau Harus ada alasan kenapa kau terus mempertahankan gaya yang sama. Katakan kepadaku alasannya.” Ucap Na Ri, Soon Rye pikir kenapa  harus mengatakannya
Kau membuatku penasaran dengan mengatakan... bahwa kau memakainya bukan untuk kelihatan cantik.” Kata Na Ri
Kalau aku memberitahumu, Apa kau akan menjual tanah Pangsit Hong?” ucap Soon Rye mengajak berunding, Na Ri pikir kenapa ia harus menjualnya
Putrinya mirip dengan ibunya, kau lebih baik tinggalkan Nan Gil sendiri agar dia bisa hidup bebas.” Tegas Soon Rye lalu bergegas pergi.

Duk Bong melihat Na Ri yang sudah datang lalu mengajak keruanganya. Na Ri bertanya pada Duk Bong apa yang Soon Rye lakukan sebelum bekerja di  museum. Duk Bong mengaku  tidak tahu tentang masa lalunya dan berpikir haruskah bertanya padanya. Na Ri pikir tak perlu membahasnya lagi.
Kenapa kau tertarik kepadanya? Dia membenci ibumu.” Kata Duk Bong heran,
Dia memintaku untuk menjual tanahku.” Ucap Na Ri, Duk Bong melihat Soon Rye itu sudah  bekerja keras.
Apa yang ingin kau katakan kepadaku?” tanya Na Ri
Duk Shim ingin menjadi lebih dekat denganmu... saat dia menulis surat permintaan maaf.” Jelas Duk Bong, Na Ri binggung kenapa denganya.

Setelah di dekat denganmu, maka dia akan memata-mataimu untukku. Aku yakin itu bukan pilihan kata yang baik. Tapi Aku hanya mengikuti apa yang dia katakan.” Jelas Duk Bong, Na Ri merasa tidak memiliki banyak rahasia.
“Apa Kau bisa mengambil keuntungan dari itu dan menjadi mata-mata ganda? Berpura-pura menjadi dekat dengan dia dan memata-matai rahasianya untukku.” Ucap Duk Bong
Na Ri binggung mendengarnya, Duk Bong  ingin tahu apa terjadi sesuatu dengan adiknya di Seoul dan kenapa terus menyendiri tanpa teman. Na Ri melihat Duk Bong itu seorang kakak yang baik. Duk Bong mengelak kalau adiknya sangat mengganggu dan ingin mengusirnya.
Saat itu ponsel Duk Bong berdering dan wajahnya terlihat tegang saat menerima telp, setelah itu  memberitahu Na Ri Ada sesuatu yang mendesak yang terjadi di keluarganya. Na Ri mengerti dan pamit pergi. Duk Bong panik mencoba menelp adiknya tapi tak diangkat  lalu berpikir kalau adiknya itu benar-benar bekerja di Pangsit Hong


Duk Shim sedang asyik menatap Nan Gil yang sedang mengaduk adonan kulit dumpling, wajahnya bersemu merah. Pesan dari Na Ri masuk ke ponsel Nan Gil “Datanglah ke rumah kaca.” Senyuman Nan Gil terlihat dan bergegas pergi, lalu Duk Shim sedih karena Nan Gil pergi meninggalkan restoran.
Apa kau menemui teman dari lingkunganmu?” tanya Nan Gil melihat Na Ri sudah menunggu di padang ilalang
Kau mengatakan kepadaku untuk melakukan apapun yang aku mau. Apa kau khawatir?” ejek Na Ri, Nan Gil hanya terdiam lalu berjalan bersamaan, tangan mereka saling bersentuhan, keduanya terlihat gugup dan Nan Gil ingin mengenggamnya tapi mengurungkan niatnya. 

Duk Bong datang menemui adiknya, dengan nada marah karena Duk Shim tak mengangkat telpnya. Duk Shim mengatakan  sedang bekerja. Duk Bong mengajak adiknya untuk  pergi ke Seoul. Duk Shim kembali mengajak kakanya agar bisa bernegosiasi.
“Jika Kau membiarkan aku bekerja, dan aku akan ikut ujian masuk perguruan tinggi.” Ucap Duk Shim
Jangan berdebat dan ikut saja.” Kata Duk Bong, Yoon Kyu melihatnya dengan wajah tak percaya kalau si pemilik museum robot adalah kakak Duk Shim
Aku tidak ingin pergi ke Seoul dan akan pindah segera setelah lulus.” Ucap Duk Shim
Cepat! Kita harus pergi ke rumah sakit. Ibu dirawat di rumah sakit.” kata Duk Bong, Duk Shim terlihat shock bertanya ada apa dengan ibunya

Duk Shim menangis sangat keras di mobil, Duk Bong melihat adiknya menyuruh minum agar lebih tenang dan menyakinkan kalau Semua akan baik-baik saja. Duk Shim tahu ibunya mengalami gegar otak dan memikirkan nanti kalau tidak mengenali mereka.
Aku hanya mengatakan hal-hal buruk kepadanya. Bagaimana kalau dia tidak bangun?” ucap Duk Shim terus menangis
Saat itu Yeo Joo sedang dirumah sakit untuk membayar biaya rawat ayahnya, saat itu Duk Bong dan Duk Shim masuk ke dalam rumah sakit dengan wajah khawatir. Yeo Joo melihat keduanya dan bertanya-tanya siapa wanita yang bersama Duk Bong seperti  kelihatan tidak asing.


Na Ri melihat tanaman seladanya merasa  semua sudah bukan bayi lagi dan siap untuk dimakan. Nan Gil mengaku bekerja keras untuk menumbuhkan semua itu, tapi Na Ri hanya berpikir untuk memakannya. Na Ri mengaku cemberu dengan semua tanaman seladanya, karena bisa mendengar dan melihat Nan Gil  setiap hari.
Ada aroma khusus di rumah kaca. Ini bau yang kuat dari tanaman basah. Saat aku merindukanmu, maka aku ingat bau ini. Selada di restoran mengingatkanku padamu. Mentimun di Gimbap juga mengingatkanku padamu. Aku ingin lari padamu saat itu, tapi aku menahan diri. Aku menahan diri saat aku ingin menelepon atau mengirimimu pesan teks. Aku menahan diri saat aku merindukanmu.” Akui Na Ri
Kalau begitu aku bukan satu-satunya.” Balas Nan Gil, Na Ri bertanya apakah mereka  harus menyelesaikan semuanya
Tentu, lakukan apapun yang kau mau. Aku akan baik-baik saja.” Kata Nan Gil

Bisakah kau Menyelesaikan masalah registri keluarga kita. Kita jangan menjadi keluarga agar bisa bersama-sama.” Ucap Na Ri
Nan Gil menolaknya, Na Ri pikir dugaanya benar karena Nan Gil pasti  akan mengatakan tidak. Nan Gil mengaku butuh waktu jadi Tunggu sampai menyelesaikan semuanya. Na Ri heran kenapa Nan gil bisa menolak gagasan itu tanpa berpikir, Nan Gil hanya meminta agar Na Ri bisa menunggunya. Na Ri pikir harus kembali sebelum hari gelap dan mengajaknya pergi.
Apa kau ingat yang dibutuhkan untuk... hubungan jarak jauh seperti langkah kaki petani?” kata Na Ri
Aku akan mengirimimu pesan teks dan mengirim foto dan emoticon... bahkan saat aku sibuk, akan meneleponmu. Jadi datanglah kapan pun kau merindukanku. Aku akan pergi menemuimu kapanpun jiak kau ingin melihatku.” Ucap Nan Gil
Aku akan menunggu mulai dari sekarang.” Kata Na Ri, Nan Gil menarik lengan Na Ri dan kembali memberikan ciumanya. 


Keduanya berjalan dengan bergandengan tangan, tiba-tiba Nan Gil melihat Tuan Bae yang sudah menunggu dengan Wan Shik. Lalu ia menyuruh Na Ri agar pergi lebih dulu. Na Ri yang tak mengenalnya bertanya siapa pria itu, Nan Gil menyuruh Na Ri agar cepat pergi saja. Na Ri  menurut tapi menatapnya dari kejauhan. Tuan Bae pun mendekati Nan Gil.
Aku mengerti kenapa orang-orang memperebutkan tanah ini. Ternyata pemandanga Cantik” ungkap Tuan Bae
Aku tidak tahu kau akan datang lagi ke sini.” kata Nan Gil sinis
Saat kau semakin tua, maka kau menjadi cemas tentang hal-hal kecil. Kata-kata seperti "Bagaimana kalau seseorang mengambil sesuatu dariku?" "Apa yang harus aku lakukan dengan anakku yang tidak mau mendengarkan?"  Kalau aku sakit, maka aku akan sengsara.” Ungkap Tuan Bae

Ayo kita cepat selesaikan ini. Ini akan mudah, melihat kalian berpegangan tangan di mana-mana.” Kata Tuan Bae
Aku akan membayar biaya pokok dan biaya hukum kepadamu.” Ucap Nan Gil
Kau mengatakan itu seolah-olah tidak tahu cara kerjanya. Bunga yang sudah terlambat... maka tidak bisa ditangani secara hukum.” Sindir Tuan Bae, Nan Gil mengajak untuk bicara dikantornya. Na Ri tetap melihat dari kejauhan

Aku tidak tahu kartu apa yang kau miliki, tapi kau tidak seharusnya terlibat dalam hal ini. Apa kau tahu... apa yang kau lakukan kepada Hong Na Ri?” ucap Tuan Bae, Nan Gil mendekat bertanya apa yang sudah dilakukanya pada Na Ri.
Apa kau ingat insiden Euljiro Printer? Dia jatuh dari lantai dua dan meninggal... saat melarikan diri.” Kata Tuan Bae, Mata Nan Gil berkaca-kaca dengan tangan dikepalkan. 

Flash Back
Seorang pria yang sedang ada diatap mengancam Nan Gil agar tak mendekat, Nan Gil terlihat sudah berdarah dibagian kepalanya. Wan Shik dkk datang, Si pria terlihat panik dan langsung melompat, Nan Gil tak bisa mencegahnya dan melihat si pria terlihat meninggal dengan kepala penuh darah.
Tuan Bae pikir Nan Gil tak tahu siapa pria itu, Nan Gil seperti merasakan gejala paniknya datang, Tuan Bae memberitahu kalau pria itu adalah ayah Na Ri yaitu Hong Sung Kyu.
Kau tidak seharusnya berada di sini, berpura-pura menjadi ayah Hong Na Ri.”kata Tuan Bae, Nan Gil mendengarnya suara yang bergema.
Na Ri menatap dari kejauhan dengan gumaman puisi yang dituliskanya, Aku mencintaimu, awan seperti permen kapas. Aku mencintaimu, bunga-bunga liar yang tersembunyi. Aku mencintaimu, sinar matahari yang memantul di danau. Aku mencintaimu, pohon-pohon tinggi. Maukah kau menikah denganku?
Bersambung ke episode 9 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted        

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar