Rabu, 16 November 2016

Sinopsis The Man Living In Our House Episode 8 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS
Duk Bong mengantar Na Ri sampai depan rumah, mengatakan kalau akan membeli buku itu untuknya. Na Ri menegaskan harus buku itu. Duk Bong pikir Na Ri segera mengambil bukuny dan kembali keluar karena akan menunggunya. Na Ri menolak dan meminta jangan menungguny.
Kalau aku tidak menunggu, maka aku tidak akan memiliki kesempatan lain. Kalau itu membuatmu tidak nyaman, maka aku akan ada di museum. Telepon aku setelah kau selesai. Perasaanku kepadamu bukan lelucon.” Kata Duk Bong dengan wajah serius
Aku tidak akan ke sana hanya untuk buku itu.” jawab Na Ri, Duk Bong pun menyepakatinya.
Aku akan kembali ke Seoul agar kau merasa nyaman. Bagaimanapun, luangkan juga sedikit waktu untukku. Sudah aku katakan. aku harus bicara denganmu.” Ucap Duk Bong
Na Ri mengerti dan langsung turun dari mobil, Duk Bong ikut mengantarnya dan berteriak agar Na Ri untuk meneleponnya kali ini. Na Ri bergegas masuk ke dalam rumah, Duk Bong mengeluh berpikir Na Ri setidaknya menjawabnya kali ini. 

Na Ri datang kembali melihat buku-bukunya yang ada diatas meja, Nan Gil tiba-tiba ada dibelakang berkomentar tidak mengira Na Ri akan datang. Na Ri mengaku akan mengambil buku-bukunya. Nan Gil mengatakan kalau  menelepon bukan karena buku.
Aku berkata pada diriku sendiri, "Kalau Na Ri kembali, aku akan menceritakan semuanya."” Ucap Nan Gil, Na Ri pun ingin Na Gil memberitahukanya.
Kau bertanya apa kau adalah cinta pertamaku... dan apa aku masih menyukaimu, kan? Sejak aku masih kecil dan bahkan sekarang, itu benar” kata Nan Gil
Lalu kenapa kau mengatakan sudah mengakhirinya?” tanya Na Ri
Aku merasa tidak enak.” Ungkap Nan Gil, Na Ri ingin tahu alasanya.
Karena mencintaimu, Na Ri.... Maafkan aku.” Ucap Nan Gil lalu mendekat dan mencium Na Ri sebagai tanda perasaanya. 

Duk Bong mengemudikan mobilnya, wajahnya terlihat santai dengan mendengarkan musik, lalu menganti dengan musik yang lebih membuatnya nyaman, tiba-tiba mobilnya hampir saja menabrak mobil didepanya. Wajahnya akhirnya tak bisa menahan perasaan kesal yang ditahanya, dengan memukul stir mobil.
Kenapa hari ini begitu menjengkelkan?” keluh Duk Bong benar-benar kesal 

Nan Gil menyapu halaman, Na Ri mengikutnya dari belakang bertanya Kenapa Nan Gil meminta maaf karena sudah mencintainya, apakah sebelumnya mendengar pengakuan atau permintaan maaf. Nan Gil mengatakan keduanya.
Ada sebuah film berjudul "Love Story" yang... dibuat lama sebelum kita dilahirkan.” Kata Na Ri, Nan Gil tahu. Na Ri binggung karena mengetahuinya dan keduanya pun menjawab karena Nyonya Shin menyukainya.
Kalau begitu... kau pasti tahu dialog yang terkenal dari film itu. "Kau tidak harus meminta maaf untuk cinta." Saat turun salju, apa kita harus melakukan perang bola salju seperti mereka? Kita bisa berbaring di salju, dan memakannya juga.” Ucap N Ri
Aku tidak pernah melakukan sesuatu yang begitu dangkal dalam hidupku.” Ungkap Nan Gil
Ada begitu banyak hal klise yang belum pernah kau lakukan. Aku rasa kau hanya harus melakukannya bersamaku.” Kata Na Ri,
Nan Gil tersenyum mendekatinya dan ingin menciumnya, saat itu Yoon Kyu datang berteriak agar mereka mulai  yang terakhir, wajahnya langsung berpaling dan buru-buru kembali ke restoran dengan wajah gugup karena melihat keduanya akan berciuman. Nan Gil dan Na Ri terlihat canggung. 

Duk Bong bertemu dengan Dokter  Lee bertanya Apa ketua Kwon sedang mendapatkan konseling juga. Dokter Lee membenarkan. Dokter Lee mengeluh Orang yan sudah tua itu sulit menurutya ayahnya itu terlalu bodoh, karena Semua yang dilakukan adalah kebohongan dan merasa ayahnya berpikir bisnis adalah lelucon
Dia mendapatkan begitu banyak uang, tapi dia menyebutnya sebuah penginapan. Aku merasa muak karena aku ingat bahwa darahnya mengalir dalam diriku. Aku takut menjadi tua.” Ungkap Duk Bong, Dokter lee mencatat dalam bukunya. 
Pastikan kau memberitahu ketua apa yang sudah aku katakan. Kalau dia mengganggu bisnisku dan menyebutnya sebuah penginapan, Aku akan benar-benar menghancurkan dia.” Tegas Duk Bong
Selain ayahmu, apa ada hal lain yang mengganggumu?” tanya Dokter Lee
Duk Bong teringat saat Na Ri meminta agar jangan menunggunya, dan sebelumnya mengatan “Kalau aku memberitahumu itu, maka kau akan menunggu jawabannya.” Lalu akhirnya mengaku kalau ada yang menganggu, Dokter Lee terlihat sangat serius ingin mendengarnya.

Lakukan sesuatu tentang Duk Shim. Perubahan suasana hatinya lebih besar dari gelombang. Dia menjadi begitu emosional. Hanya melihat dia rasanya berat untukku. Ini pasti lebih sulit baginya.” Ungkap Duk Bong
Apa kau merasa bertanggung jawab kepada adikmu?” tanya Dokter Lee, Duk Bong mengaku tidak sama sekali.
Kalau aku merasa bertanggung jawab untuk dia, bukankah itu berarti aku memiliki masalah mental?” kata Duk Bong berdiri dari tempat duduknya.
Ketua lebih suka kau kembali menjadi seorang pengacara daripada...” kata Dokter Lee dan Duk Bong langsung menjatuhkan semua buku-buku didalam rak dengan penuh amarah.
Kenapa? Apakah itu Untuk membersihkan kekacauan yang disebabkan oleh keluargaku? Kenapa aku harus melakukan itu?” ucap Duk Bong didepan Dokter Lee dengan penuh kemarahan. 


Nan Gil mengantar Na Ri sampai ke halte dengan wajah cemberut, Na Ri melihat wajah Nan Gil meminta agar  Jangan membuat wajah itu karena terlihat Seperti sangat menyesalinya. Nan Gil mengaku hanya tidak bisa percaya.
Ini akan terasa seperti mimpi pada awalnya, tapi setelah kita kembali pada kenyataannya dan kau melihat aku semakin keriput karena kurang tidur dan stres, maka kau mungkin akan kecewa.” Ucap Na Ri dan merasa sudah tertekan.
Itu tidak akan terjadi padaku. Bagaimanapun, kalau kau menyesali keputusanmu setelah kembali ke Seoul, lebih baik katakan kepadaku. Aku tidak apa-apa dengan itu.” kata Nan Gil
“Apa Kau tidak masalah dengan hal apa sebenarnya?” kata Na Ri, Nan Gil pikir tak masalah Dengan segalanya.
Boleh aku tiba-tiba berhenti menelepon?” tanya Na Ri, Nan Gil menganguk.
Boleh aku bertemu pria lain?” tanya Na Ri, Nan Gil mengangguk pasti
Boleh aku berkunjung tanpa menelepon?” kata Na Ri, Nan Gil mengangguk.

Apa kau akan datang kalau aku meminta padamu?” ucap Na Ri, Nan Gil menganguk.
Apa kau mau melakukan semua yang aku minta?” kata Na Ri, Nan Gil kembali menganguk.
Apa kau akan mati kalau aku memintamu?” ucap Na Ri, Nan Gil merasa pernyataan itu terlihat Norak
Na Ri merasa semua ini  adalah bagaimana semuanya dimulai dengan mengucapkan Selamat datang di dunia yang kekanak-kanakan. Ia merasa kalau Hubungan jarak jauh seperti tanaman yang tumbuh dan Nan Gil mengatakan kalau tanaman tumbuh, dengan mendengar langkah kaki petani dan itu sama dengan hubungan.


Tumbuh dengan kepentingan masing-masing. Jadi Kirimkan pesan teks dan foto bahkan jika kau sedang sibuk. Kirimkan emoticon hati dan kekanak-kanakan.” Ucap Na Ri, Nan Gil mengerti.
Apa kau tidak akan menulis ini?” kata Na Ri, Nan Gil mengaku tak bawa pena jadi  akan mengingatnya. Yaitu akan mengirim teks, foto, dan emoticon hati yang kekanak-kanakan.
Jangan menjawab dengan serius saat aku berbicara kekanak-kanakan.” Pesan Na Ri lalu melihat busnya datang dan pamit pergi. 


“Apa Mereka akan merindukanku?” ucap Nan Gil tak percaya, Na Ri pikir tidak karena mereka mungkin muak dengan Nan Gil, Keduanya tertawa, Na Ri merasa leluconya itu lucu, Nan Gil menyetujuinya.
Aku tahu apa yang ada di pikiranmu. Mari kita memperlakukan satu sama lain seperti yang kita lakukan sekarang. Kita bukan anak kecil jadi lakukan saja seperti yang biasa kita lakukan. Kita memiliki banyak hal untuk diurus, jadi lanjutkan saja seperti ini.” ucap Na Ri, Nan Gil mengerti.
Aku akan mengurus semuanya, jadi kita lanjutkan saja seperti ini.” kata Nan Gil

Aku tidak akan mengejar rahasia Ibu. Aku akan percaya itu bukan sesuatu yang perlu  diketahui. Mari kita bergerak maju.” Ucap Na Ri, Nan Gil mengangguk setuju.
Na Ri menyuruh Nan Gil untuk turun di halte berikutnya karena tak mau  berjalan jauh. Nan Gil pun turun di halte Ahsin-ri dengan menatap Na Ri yang melambaikan tangan padanya. Na Ri pun duduk menatap lurus ke depan seperti akan bersiap menjalani hubunganya dengan Nan Gil. 


Nan Gil keluar dari kamarnya, Dua pekerjaanya sudah datang menemuinya. Nan Gil merasa keduanya itu  akan mengawasinya karena  akan sendirian hari ini. Joon pikir Nan Gil tahu kalau  tidak mendengarkan orang lain. Han Yi mengaku  hanya mendengarkan Joon.
Ketiganya keluar dari restoran dan akan naik ke dalam mobil. Nan Gil memutuskan untuk melewatkan hari ini. Joon kaget mendengarnya dan akhirnya mengangguk mengerti. Nan Gil duduk diatas ayunan melihat nama (Kim Wan Shik) yang menelpnya. 

Wan Shik mencoba menelp Nan Gil tapi tak diangkat lalu melaporkan pada Tuan Bae kalau Nan Gil  tidak menjawabnya. Tuan Bae pikir Nan Gil pasti sedang banyak pikiran, karena tahu mantan anaknya itu bukan jenis orang yang akan melanggar janji atau yang akan menghindari panggilan telepon.
Apa dia takut dengan yang akan aku katakan kepadanya Atau... dia tidak nyaman dengan paman duduk di sana?” ucap Tuan Bae mengarahkan pandangan pada Paman Shin, wan Shik pikir akan mencoba meneleponnya
Aku sudah tidak melakukan ini untuk waktu yang lama. Apa aku harus membuat kekacauan pada usia seperti ini? Kalau kau sampai membuatku terlihat seperti idiot lagi, maka aku akan mengambil kepalamu terlebih dulu.” Ucap Tuan Bae marah, Wan Shik dan Paman Shin terlihat sangat ketakutan melihatnya. 


Nan Gil duduk diatas ayunan melihat Wan Shik kembali menelpnya, teringat kembali kata-kata Na Ri sebelumnya “ "Kau tidak perlu meminta maaf untuk cinta." Saat turun salju, haruskah kita melakukan perang bola salju seperti mereka? Kita bisa berbaring di salju, dan memakannya juga.
Aku tidak pernah melakukan sesuatu yang begitu dangkal dalam hidupku.” Ucap Nan Gil
Ada begitu banyak hal klise yang belum kau lakukan. Kurasa kau hanya harus melakukannya bersamaku.” Kata Na Ri
Nan Gil mengingat perkataan Na Ri menyakinkan dirinya kalau akan melakukan semuanya bersama Na Ri

Na Ri berjalan di bandara dengan wajah bahagia dan bertemu dengan semua teman pramugarinya. Shi Eun panik melihat wajah Na Ri yang akhirnya bertemu kembali. Na Ri panik merasa wajahnya itu terlihat lelah. Shi Eun mengelengkan kepalanya karena Na Ri seperti makan kolagen setiap hari karena sangat  bercahaya.
Atau apa kau menggunakan botol pelembab setiap hari?” ucap Juniornya, Na Ri hanya tersenyum.
Atau kau berkencan?” ucap Junior lainya menebak, Na Ri sempat gugup dan mengaku semuanya karena udaranya.
Saat itu Yeo Joo baru datang langsung melirik sinis dan pergi, Shi Eun benar-benar emosi melihat sikap juniornya dan memita agar Na Ri Bersiap-siap dan bergabung dengan mereka nanti. Mereka pun berpisah jalan. 


Na Ri akan pergi dan Yeo Joo langsung menghalanginya memberitahu kalau  sudah putus dengan Dong Jin. Na Ri rasa merasa tidak berada dalam suatu hubungan untuk melaporkan hal-hal seperti itu, teringat kembali saat Nan Gil mengatakan hal yang sama “Kita tidak berada dalam suatu hubungan untuk mengatakan hal-hal seperti itu.” wajahnya pun tersenyum mengingatnya.
Apa kau tidak tahu?” ucap Yeo Joo dengan melihat senyuman Na Ri merasa seniornya itu senang mendengarnya.
Kau tidak bisa menyembunyikan kegembiraanmu. Apa kau akan kembali bersama Dong Jin?” kata Yeo Joo sinis
Aku sudah melemparkan potongan sampah itu ke dalam tong sampah.” Tegas Na Ri menunjuk pada Yeo Joo
Bisakah kau memperkenalkan aku kepada teman di lingkunganmu?” kata Yeo Joo
Bukankah kau pintar dalam menemukan seorang pria untuk dirimu sendiri?” sindir Na Ri
Yeo Joo bertanya apakah ia boleh berkencan denganya,  Na Ri menegaskan kembali kalau mereka  tidak berada dalam suatu hubungan untuk mengatakan hal-hal seperti itu. Yeo Joo menyebut  Restoran pangsit milik adik Na Ri sepertinya populer. Na Ri berteriak marah, mengatakan kalau tak akan memperlakukannya sebagai manusia
Apa kau tahu bahwa adikmu adalah kelemahanmu? Siapa pun bisa melihat kau tertarik kepadanya. Jangan pernah menunjukkan perasaanmu kepada pacar yang lebih muda. Jangan meneleponnya terlebih dulu, tutup kalau dia menelepon, dan bersikaplah kejam. Lelaki muda memiliki lebih banyak harga diri daripada yang kau kira. Hal itu akan bertahan lebih lama hanya saat mereka menyukaimu.” Pesan Yeo Joo dengan mata liciknya.
Apa aku sudah menunjukkan ketertarikanku terlebih dulu?” kata Na Ri memalingkan wajahnya berpikir

Nan Gil sebelumnya menatap Na Ri sambil berkata “Karena mencintaimu, Na Ri. Maafkan aku....” lalu menciumnya. Na Ri kembali tersenyum mengingat kenanganya,  merasa kalau itu tidak penting. Yeo Joo cemberut melihatnya. Pesan dari Dong Jin masuk ke ponsel Na Ri Ayo kita bertemu sebelum aku berangkat ke Hong Kong. Aku punya sesuatu dari ibumu yang ingin aku kembalikan.Yeo Joo mengumpat keduanya itu  menyedihkan lalu berjalan pergi. Na Ri heran kenapa juniornya malah berkomentar seperti itu.


Nan Gil memegang ponselnya dan terlihat gelisah, saat ponselnya berbunyi langsung ingin melihatnya ternyata pesan dari Yoon Kyu, “Bos, ayo kita mulai mengaduk adonan.” Nan Gil melihat Yoon Kyu mengirimkan pesan padahal berdiri didekatnya.
Apa kau jadi terobsesi dengan ponselmu pada usiamu?”ejek Yoon Kyu, Nan Gil tak menanggapi dengan masuk ke dalam rumah.
Na Ri mengambil gambar dalam rumahnya, dan ingin mengirimkan pesan pada Nan Gil “Sebuah proyek untuk mempelajari kehidupan Na Ri di Seoul.” Tapi mengurungkan niatnya. Lalu bertanya-tanya Kenapa tidak mengirim pesan teks setelah meminta untuk melakukannya.
Na Ri akhirnya menelp Nan Gil menanyakan kabarnya, Nan Gil mengaku baik. Na Ri berpikir Nan Gil itu mengingatnya. Nan Gil bertanya mengingat apa. Na Ri bertanya kenapa Nan Gil tidak mengirim pesan teks, foto dan emoticon hati yang kekanak-kanakan. Nan Gil pikir  Na RI ingin semuanya tetap sama.
Apa itu berarti kau tidak menelepon atau mengirim pesan teks? Apa kau bermain keras untuk mendapatkan?” keluh Na Ri
Aku tidak pernah melakukan... Aku kira sudah melakukannya beberapa kali baru-baru ini.” ucap Nan Gil

Aku akan bertemu Dong Jin setelah kembali dari penerbangan berikutnya. Dia pindah ke Hong Kong untuk bekerja jadi ingin mengatakan sesuatu untuk terakhir kalinya.” Jelas Na Ri
Kau tidak perlu memberitahu aku semua hal itu.” ucap Nan Gil santai
Na Ri tahu bisa melakukan apapun yang di inginkan, lalu ingin mengaku rasa rindunya, tapi tiba-tiba teringat ucapan Yeo Joo “Jangan pernah menunjukkan perasaanmu kepada pacar yang lebih muda.” Lalu mengubah kalimatnya.
Aku tahu kau merindukanku, tapi bertahanlah di sana.” Kata Na Ri yang tak ingin memperlihatkan perasaan yang sebenarnya.
Kata-kata Yeo Joo kembali datang “Jangan pernah meneleponnya terlebih dulu dan tutup kalau dia menelepon.” Akhirnya Na Ri pun mengucapkan salam perpisahan dan langsung menutup telpnya. Tapi setelah itu kesal sendiri karena harus mendengar kata-kata Yeo Joo. Nan Gil menelpnya, Na Ri tersenyum bahagia karena triknya itu berhasil.
Aku pikir kau akan menunjukkan kepadaku Na Ri yang ada di Seoul.” Ucap Nan Gil
Kalau begitu tunjukkan kepadaku seberapa baik keadaan seladanya.” Balas Na Ri 


Nan  Gil tersenyum melihat foto-foto yang ada didalam pesawat yang masih kosong, lalu Na Ri pun mengirimkan pesan “Ini adalah rumahku.” Dengan gambar foto rumahnya “Ini adalah pekerjaanku.” Sebuah lorong di dalam pesawat. “Ini adalah cafe milik temanku yang sering aku kunjungi.” Dengan foto cafe.  Setelah itu Nan Gil membuat video call sedang berada didepan selada yang ditanam oleh Na Ri
Aku juga membiarkan mereka mendengar langkah kakiku hari ini.” kata Nan Gil, Na Ri mengungkapkan sangat rindu dengan tanaman bayinya. 

Na Ri melihat foto-foto yang dikirimkan Nan Gil padanya dengan senyuman bahagia, mengungkapkan hampir tidak bisa menyebut ini sebuah hubungan rahasia. Yeo Joo tiba-tiba datang bertanya  apa ayam jago hari ini sudah bangun dan langsung mengambil ponsel dari tangan Na Ri dan pergi, Na Ri mengumpat marah dan langsung mengejarnya.
Yeo Joo membaca pesan (Dari Dong Jin, Temui aku di kafe Ran Sook setelah bekerja.) Na Ri dengan penuh amarah mengambil ponselnya, berpikir kalau Yeo Joo  beruntung sekarang karena memakai seragamnya dan berjalan pergi. 

Sebuah spanduk besar terlihat dan semua orang berteriak melakukan demo “Pangsit Hong menghentikan pembangunan kota kita.” Soon Rye sibuk mengambil foto sebagai laporan kalau sudah melakukan demonstrasi karena hanya restoran Hong yang tak mau menjual tanahnya.
Berhenti bersikap egois.” Teriak seseorang, Semua pun meminta agar mereka berhenti.
Duk Bong yang melihatnya merasa tindakan seperti ini sangat memalukan sekali lalu menelp Ketua Kwon, kalau ingin melakukan sesuatu, maka berhenti mengganggu para staf dan meminta agar  berdiskusi dengan terlebih dahulu. Semua orang berteriak melakukan demo. 

Yoon Kyu melihat Duk Shim yang datang dengan style yang berbeda tanpa kacamata tapi bisa mengetahui kalau ia adalah pelanggan setia Pangsit Hong, lalu bertanya-tanya Apa yang terjadi dengan pakaiannya dengan berkomentar kalau itu tak sesuai. Duk Shim memperlihatkan selembaran   (Lowongan untuk staf dapur yang berpengalaman)
Aku datang untuk melamar posisi itu.” kata Duk Shim, Yoon Kyu mengeluh Duk Shim sudah mengambilnya.
Aku harus menyingkirkan semua pesaing.” Ucap Duk Shim, Yoon Kyu mengambil selembaran dari tangan Duk Shim.
“Kau bisa lihat tulisan "Kami membuka lowongan untuk staf dapur yang berpengalaman.Aku pikir teks itu cukup besar dan jelas.” Kata Yoon Kyu
Apa aku terlihat kurang berpengalaman dalam hal ini? Kau bahkan bukan pemiliknya.” Sindir Duk Shim, Yoon Kyu berteriak memangil Nan Gil, Duk Shim buru-buru merapihkan penampilanya. 

Keduanya pun duduk bersama, Nan Gil memberitahu mereka  membutuhkan seseorang untuk membantu di musim dingin karena akan sibuk saat masa rehat. Duk Shim mengerti dengan gaya manisnya. Nan Gil mengatakan  kalau ada syaratnya. Yeo Joo meminta agar memberitahunya.
Apa kau melihat staf museum di luar? Mereka bahkan memiliki spanduk jadi Laporkan tentang hal itu.” kata Nan Gil, Duk Shim sempat kaget
Seperti yang kau ketahui, aku tidak dekat dengan kakakmu. Jadi Biarkan seperti itu.” saran Duk Shim
Yoon Kyu datang mendengar percakapan keduanya dan bertanya siapa kaka Duk Shim. Nan Gil pikir Kakak Duk Shim itu  akan menentangnya untuk bekerja di sini. Duk Shim menatap Nan Gil seperti merasakan namanya terus-terus dipanggil dan wajahnya terlihat tersipu malu.
“Jadi Dapatkan izin darinya.” Kata Nan Gil, Yoon Kyu masih penasaran bertanya siapa kakak Duk Shim tapi tak ada yang mengubrisnya.
Aku tidak perlu izin karenaakan pindah segera setelah aku lulus.” Kata Duk Shim, Yoon Kyu binggung dan tetap bertanya siapa kakak laki-lakinya itu.
Kurasa kau tidak bisa bekerja di sini.” kata Nan Gil, Duk Shim langsun setuju  akan mendapatkan izin darinya dan bertanya apakah ia bisa mulai pelatihan hari ini. Yoon Kyu ingin tahu siapa kakak Duk Shim tapi keduanya malah meninggalnya begitu saja. 


Na Ri masuk ke cafe bertanya pada pelayan keberadaan Ran Sook, Pelayan mengatakan akan segera datang. Lalu di dekat jendela sudah ada Dong Jin yang menunggunya, saat Na Ri datang langsung meminta maaf. Na Ri pun hanya diam. Dong Jin menawarkan minuman tapi Na Ri menolaknya dan Dong Jin memilih untuk memesannya dan kembali duduk bersama.
Menurutmu berapa kali kita melewatkan kesempatan untuk menikah?” kata Dong Jin, Na Ri hanya diam seperti enggan membahasnya.
“Apa Saat kau lulus dan mendapatkan pekerjaan? Atau Saat aku pergi ke Amerika untuk pelatihan? Apa Saat aku dipromosikan Atau... sebelum ibumu meninggal?”kata Dong Jin, Na Ri meminta agar  Berhenti bicara omong kosong.
Tahukah kau... kalau kau menolak semua kesempatan itu? Aku pasti terlihat seperti pengecut, Rasanya sakit akhirnya kita putus karena aku. Aku ingin berbagi beban denganmu.” Kata Dong Jin, Na Ri pun mempersilahkannya.

Hanya kita yang tahu sembilan tahun yang kita habiskan bersama tidak ada artinya.” Ucap Dong Jin, Nan Ri tak ingin Dong Jin berlama-lama meminta agar mengatakan yang ingin dikatakanya.
Saat aku mengatakan akan melamarmu, ibumu datang ke kantorku dan memberiku ini.” ucap Dong Jin memberikan sebuah tabung, Na Ri kaget bertanya kapan ibunya datang.
Setelah kau pergi untuk penerbangan... dan sebelum dia mendapatkan kecelakaan.” Akui Dong Jin, Na Ri membuka tabung dan melihat isinya selembar kertas. 
Flash Back
Dong Jin menemui Ibu Na Ri yang sudah menunggu di lobby, merasa  teka ena pada ibu mertuanya karena tidak perlu datanga karena bisa mengunjunginya dan mengajaknya makan siang bersama, Nyonya Shin pikir tak perlu karena  harus segera pergi.
Aku datang karena ingin memberikan sesuatu. Ini adalah rahasia dari Na Ri. Masukkan ke dalam bingkai... dan gantung di dinding rumahmu setelah menikah.” Kata Nyonya Shin, Dong Jin bertanya apa isinya.

Tidak, jangan dibuka di sini dan Buka saja di rumah, Karena Ini adalah yang aslinya. Aku meminta putraku untuk mencurinya.” Ucap Nyonya Shin melarang Dong Jin membukanya.
Dong Jin binggung siapa yang dimaksud putranya, lalu teringat Nyonya Shin memiliki banyak anak sebagai relawan  dan bertanya apakah tidak masalah  meminta anak-anak.. untuk mencuri sesuatu untuknya. Nyonya Shin pikir Dong Jin tahu kalau dirinya itu  seorang ibu yang buruk tapi benar-benar ingin melakukannya dan akan mengerti setelah melihatnya.
Na Ri melihat sebuah puisi  ("Pernikahan" oleh Hong Na Ri) dengan nada marah bertanya kenapa Dong Jin tidak memberikan ini sebelumnya. Dong Jin merasa kalau mengembalikan maka  akan benar-benar mengakhiri semuanya di antara mereka jadi itu sebabnya menundanya. Na Ri pikir sekarang sudah berakhir dan menyuruh Dong Jin pergi karena  akan menemui Ran Sook.
Ada satu lagi.... Aku pikir akan lebih baik untuk memberitahumu sendiri... daripada kau mendengarnya dari orang lain. Aku akan pergi ke Hong Kong bersama Yeo Joo dan belum memberitahunya. Tapi Aku memberitahumu terlebih dulu.” Ucap Dong Jin
Itu sangat hebat. Aku berharap orang-orang tidak berguna seperti kalian akan tinggal bersama-sama. Ini adalah balas dendamku.” Kata Na Ri, Dong Jin merasa perkataan Na Ri itu sangat kasar
Pergilah sebelum semua menjadi semakin buruk.  Aku membiarkanmu pergi karena kau bersikap baik kepada ibu.” Kata Na Ri
Apa yang akan kau lakukan... dengan rumah itu? Apa Nan Gil masih mengklaim bahwa itu miliknya?” tanya Dong Jin, Na Ri pikir Nan Gil lebih baik urus aja urusanya sendiri.
Apa Nan Gil... sakit?” tanya Dong Jin, Na Ri binggung,

Dong Jin menceritakan Saat melihat Nan Gil di Seoul karena pamannya, kelihatan aneh. Na Ri teringat saat ke kantor DaDa, Nan Gil tiba-tiba jatuh pingsan lalu Nan Gil mengaku kalau alergi terhadap sinar matahari. Na Ri dengan wajah panik bertanya apa yang aneh dari dirinya. 
Saat itu Yeo Joo tiba-tiba masuk ke dalam cafe, Seorang pria yang duduk melihat Yeo Joo seperti terkesima, Si wanita yang duduk didepanya terlihat marah berpikir pria itu kalau Yeo Joo membuat jantung berdebar. Yeo Joo langsun duduk ditengah-tengah, Dong Jin kaget melihat Yeo Joo yang datang berpikir Na Ri yang  meneleponnya

Aku melihat pesan teks di telepon Na Ri.” Kata Yeo Joo, Na Ri ingin tahu apa yang aneh dari Nan Gil
Na Ri, pria ini terdaftar di biro pernikahan. Kriteria utamanya adalah harta wanita. Pada akhirnya, dia adalah seorang pecundang yang ingin mencari seorang gadis kaya.” Ucap Yeo Joo membuka semuanya, Dong Jin binggung karena ia  tidak tahu itu
Apa ibumu mendaftar di belakangmu? Kau juga anak mama.” Sindir Yeo Joo sinis
Bagaimana dia bisa sakit?” teriak Na Ri ingin tahu mengenai Nan Gil. Si wanita yang duduk bersama dengan pria melihat Yeo Joo ternyata masih hidup seperti itu
Aku tidak bisa menahan diri kalau berkaitan dengan ketidakadilan.” Ucap si wanita, mantan Yeo Joo menahanya mengajak agar mereka pergi berbelanja saja.

Dong Jin memberitahu Nan Gil hampir pingsan dan kelihatan pucat. Na Ri bertanya apakah Nan Gil pergi ke rumah sakit. Dong Jin meberitau Nan Gil langsung naik taksi dan pergi. Na Ri berteriak marah karena seharusnya sudah mengatakan sebelumnya. Dong Jin heran melihat Na Ri yang terlihat marah padanya.
Kau kalah kalau kau marah.” Ucap si wanita yang akhirnya menyuruh Na Ri kembali duduk
Kau membuat wanita lain menangis lagi, Nona Do. Apa kau masih terlibat dalam cinta segitiga?” sindir si wanita, Yeo Joo tak mengenal siapa wanita itu.
“Apa Kau tidak ingat aku mempermalukanmu di pesawat?”kata si wanita, Yeo Joo mengingat saat di tarik rambutnya oleh si wanita berambut pendek dalam pesawat dan wanita itu adalah salah satu penumpang.
Apa kau tidak tahu bahwa kegagalan mengajarkan keberhasilan? Kau tidak belajar dari kegagalanmu, kan?” sindir si wanita pada Yeo Joo.

Apa keadaan ini terasa canggung dalam situasi sekarang? Aku bisa melihat bahwa kau tidak mengerti tapi aku mengerti bagaimana perasaanmu.” Ucap Do Yeon yang melihat Na Ri sibuk menelp, tapi Na Ri tak peduli karena mencoba untuk menelp Nan Gil dengan wajah khawatir.  Mantan Yeo Joo mengajak Do Yeon pergi
Kau jatuh cinta kepadanya, tapi kenapa kau tidak menyapa? Aku dengar kau belum mengembalikan mobilnya. Cepat Kembalikan.” Kata Do Yeon, Yeo Joo menahan amarahnya, Dong Jin hanya mendengarnya.
Mantan Yeo Joo pikir tak perlu membahasnya karena harga mobil itu juga tidak terlalu mahal lalu meminta maaf. Na Ri tetap sibuk dengan menelp Nan Gil karena tak juga diangkat. Do Yeon kesal karena pacarnya itu malah meminta maaf pada Yeo Joo, menurutnya Jangan meminta maaf setelah menghabiskan begitu banyak untuknya

Ran Sook baru datang dan melihat dari kejauhan ada Dong Jin juga, lalu mendekati Na Ri bertanya apa yang terjadi. Na Ri yang melihat temanya datang meminta agar meminjam mobilnya dan bergegas pergi. Dong Jin melihat kepergian Na Ri dengan wajah sedih, Yeo Joo pun bisa merasakan. Sementara pasangan Do Yeon memulai pertengkaran.
Aku sudah bosan dengan kau bersikap seperti ini.” teriak mantan Do Yeon
“Apa kau bilang?!! Kau harus berada di sisiku di saat-saat seperti ini.” teriak Do Yeon  lalu ingin menampar Yeo Joo karena menganggap semua kesalahanya. Dong Jin menahan tanganya.
Orang-orang bisa saja mengambil video dan memasukannya di internet. Apa kau ingin orang lain mengolok-olokmu?” kata Dong Jin, Yeo Joo hanya bisa menatapnya.
Ran Sook bertanya pada Dong Jin apakah Na Ri bisa mengemudi karena  mengambil kunci mobilnya padahal sudah lama tidak mengemudi. Dong Jin buru-buru berlari keluar dari cafe dengan wajah panik, Ran Sook pun mengikutinya. Yeo Joo makin cemberut melihat Dong Jin seperti masih memperdulikan Na Ri.
Kau baru saja membayar deposit untuk mobil itu. Aku menyingkirkannya karena harus membayarnya selama 60 bulan. Dasar... Orang kaya memang pelit.” Ucap Yeo Joo marah, Si pria tertunduk malu dan Do Yeon pun seperti salah menduga
Kalian berdua memiliki selera yang buruk untuk bergaya. Terakhir kali, aku membiarkannya karena saat itu kami ada di pesawat. Apa kau ingin memulai perkelahian? Aku tidak peduli pakaianku sobek atau tidak... karena milikku tidak semahal milikmu.” Tegas Yeo Joo
Apa pembayaran cicilan 60 bulan itu memang ada?” kata Do Yeon mengajak pacarnya untuk segera pergi meninggalkan Yeo Joo. 
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted        





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar