Senin, 14 November 2016

Sinopsis Shopping King Louie Episode 16 Part 2

PS : All images credit and content copyright :MBC
Joong Won sedang bersantai di rumahnya menerima pesan dari Ma Ri dengan bergambar Hati, dengan wajah heran membalasnya “Nn Baek... Apa kau bermaksud mengirimkannya untukku?” Ma Ri kebingungan membalasnya.
Ini perasaanku padamu. Aku akan mengirimkannya satu padamu setiap hari” tulis Ma Ri
Kenapa kau mengirimkan perasaanmu padaku?” balas Joong Won
Karena aku ingin.” Ucap Ma Ri, Joong Won seperti santai menyuruh Ma Ri lebih baik tidur saja. Ma Ri tersenyum merasa rencananya itu berhasil. 

In Sung berbaring sendirian di kamarnya sambil menangis, teringat saat duduk bersama di depan piano bersama Louie.
Flash Back
Louie bertanya pada In Sung apakah ia menyukai Ma Ri. In Sung tersipu malu dan bertanya balik apakah itu terlihat jelas. Louie mengangguk dan memastikan kalau In Sung memang benar-benar menyukai Ma Ri, In Sung mengakuinya.
Ada satu hal yang harus kau tahu.... Ma Ri menyukai Tn Cha...” ucap Louie, In Sung kaget mendengarnya.
Aku pikir kau harus tahu kebenarannya. Ini terserah padamu apakah kau masih menyukainya atau tidak. Tetaplah pertahankan jika kau bisa mengatasinya, tapi berhentilah sekarang jika kau tidak sanggup.” Saran Louie.

Apa kau tahu... kenangan tidak terlupakan seperti apa... yang aku dan Ma Ri bagi? Aku bahkan berpura-pura kalau aku kentut untuk menyelamatkan wajahnya. Itu tidak mungkin.”cerita In Sung sedih
Aku hanya tidak ingin kau patah hati. Itulah kenapa aku memberitahumu sekarang. Tapi Itu pilihanmu untuk mempertahankannya atau tidak. Ini semua terserah padamu.” Kata Louie
In Sung masih menangis lalu seperti bertanya pada Ma Ri apa yang harus dilakukanya sekarang dan Pertemuan mereka itu.... Lalu ia bangun dari tidurnya menyakinkan kalau  hanya hidup satu kali jadi akan memberikan semuanya pada Ma Ri lalu mengucapkan Aku mencintaimu, Ma Ri.


Louie tertidur dikamarnya, mengingatkan kembali saat Pelayan Kim dan Heo menjadi pasangan yang menikah lalu membayangkan dirinya bersama Bok Sil menuruni tangga dan mereka pun berciuman sebagai sepasang pegantin. Louie tersenyum-senyum sendiri membayangkanya.
Aku juga harus segera menikah.” Kata Louie lalu akhirnya tak bisa tidur dan pergi ke lemari pakaiannya.

Louie mencoba salah satu baju sambil berkata Bok Sil, menikahlah denganku.Tapi menurutnya itu tak cocok. Ia mencari baju lainya, sambil berkata Bok Sil, ayo kita hidup bersama. dan merasa bagus. Ia mengambil baju lain dengan berkata “Bok Sil Ayo kita makan bersama seumur hidup kita. Berpikir bajunya itu tak pas.
Bok Sil... Tinggallah disisiku selamanya.Ucap Louie dan melihat pakaian itu tak bagus di matanya lalu  berpikir lagi apa yang harus dikatakannya.
Bok Sil.... Mulai hari ini, kau adalah wanitaku... ucap Louie menatap cermin , tapi menurutnya itu sangat mengelikan dan terlihat frustasi. 


Joong Won masuk ke dalam gedung sambiil berteriak marah di telp berbicara pada ibunya kalau tidak peduli apakah dia dokter atau bukan dan tetap tidak mau pergi kencan buta. Ia menegaskan akan menemukan seseorang yang disukai dan berkencan dengannya dengan bebas jad meminta ibunya itu menyerah saja karnea tidak bisa mengontrol hal ini.
Tiba-tiba seorang wanita berkepang dua berdiri didepanya, Joong Won bergumam dalam hati kalau wanita itu terlihat seperti mata-mata Korea Utara lalu bertanya-tanya apakah wanita itu memang datang untuknya. Ketika Joong Won akan pergi, si wanita menghalangi jalanya.
Apa yang kau lakukan sekarang?” teriak Joong Won marah, Si wanita meminta agar Joong Won bisa meluangkan waktu beberapa menit saja. Joong Won menjerit heran dan Si wanita langsung menariknya untuk duduk bersama.
Kau benar-benar gila.” Teriak Joong Won kesal dan ingin pergi.

Belilah ginseng.” Ucap sai wanita, Joong Won terdiam mengingat saat pertemuan pertama kali dengan Bok Sil, caranya dengan mengalangi jalanya dan meminta agar membeli Ginseng liar yang dibawa dalam bajunya.
Ini mungkin tidak terlihat spesial, tapi ini adalah ginseng berusia 15 tahun. Jadi Lihatlah dulu.” Kata si wanita, Joong Won teringat kembali dengan Bok Sil
Ini tidak terlihat terlalu spesial, tapi ini benar-benar ginseng berusia 50 tahun. Aku datang ke Seoul hari ini, tapi tasku dicuri di dalam kereta. Ucap Bok Sil saat ada di Stasiun kereta.
Apa tasmu juga dicuri... saat kau datang di Seoul?” tanya Joong Won, Si wanita terlihat binggung.
Kenapa kau tiba-tiba menyuruhku membeli ginsengmu?” tanya Joong Won, Si wanita menarik Joong Won agar duduk dan melihatnya.

Lihat ini. Kepalanya menjelaskan... kalau ini asli atau bukan.” Ucap Si wanita memperlihatkan ginseng dalam kopernya, Joong Won ingat dengan Bok Sil yang dulu juga melakukan hal yang sama.
Aku menanamnya sendiri. Jika kau tidak membelinya, kau akan menyesal. Kau bahkan tidak perlu memeriksanya. Ini benar-benar ginseng asli.” Ucap si wanita, Joong Won mengatakan sudah mengetahuinya, Si wanita binggung bagaimana Joong Won bisa mengetahuinya.
Aku tahu karena aku memiliki banyak pengalaman dengan ginseng liar. Jadi katakan padaku kenapa kau menyuruhku membeli ini.” kata Joong Won mengingat saat dengan Bok Sil 
Ini adalah ginseng liar yang sangat langka. Kau tidak akan bisa menemukan ginseng liar seperti ini meskipun kau berpergian... ke seluruh negeri atau seluruh dunia! kata Bok Sil saat itu mencoba menyakinkan Joong Won agar bisa menyakinkanya.
Apa alasannya? Apa ini juga adalah ginseng liar langka?” ucap Joong Won merasa wanita itu akan sama yang dikatakan dengan Bok Sil. Tapi si wanita merasa tak mengerti yang dikatakan, Joong Won pun ingin tahu sebenarnya apa yang ingin dikatakannya.
Sebenarnya, orangtuaku... tiba-tiba jatuh sakit. Jadi, aku benar-benar membutuhkan uang.” Cerita Si wanita
Joong Won bertanya berapa harga yang ingin dijualnya,  Si wanita mengatakan tidak mau menjualnya, Joong Won kaget. Tapi si wanita ingin  ingin kontrak dengan Singsingline. Joong Won bergumam si wanita itu sangat berani, lalu bisa mengerti kalau wanita itu datang bukan menjual tapi menginginkan kontrak.
Keluargaku memiliki ladang ginseng. Kau mungkin tahu kalau Geumsan terkenal karena ginsengnya.” Cerita Si wanita, Joong Won mengejek wanita itu  benar-benar seperti sales.

Aku harus mengurus keluargaku, jadi tidak punya waktu untuk menjelaskan semua detailnya. Ada pepatah yang mengatakan, "Buatlah langkah perlahan." Karena aku sudah ada disini, jadi akan memberimu klien yang bagus. Sepertinya kau memiliki mata yang bagus, jadi aku tidak akan mengatakan apapun lagi.” Kata si wanita
Dia benar-benar memiliki kemampuan. Gumam Joong Won, lalu menanyakan alasan si wanita ingin berkerja sama  dengan Singsingline
Karena Singsingline adalah yang terbaik dan Aku seharusnya mengenalkan diriku dulu... Namaku adalah Wang Mong Sil. Wang Mong Sil.” Ucap Mong Sil. Joong Won melihat wajah Mong Sil seperti bersinar dimatanya.
Selamat tinggal, Go Bok Sil.... Selamat tinggal.... “ gumam Joong Won dan Mong Sil pun mengulurkan tangan sambil berkata akan menantikan bekerja sama dengannya. Keduanya pun sepakat melakukan kerja sama. 


Bok Sil memasak ramyun, Louie datang ke rumah melihat Bok Nam sedang santai. Bok Nam menyapa kakak iparnya mengatakan ingin istirahat di rumah hari ini karena Jalanan terlalu rama di akhir pekan. Bok Sil mengatakan membuat ramyeon jadi mengajak mereka makan bersama karena Bok Nam bilang ingin makan ramyeon. Bok Nam dengan bangga kalau dirinya itu hebat, Louie hanya bisa mengangguk dengan wajah cemberut.
Aku ingin mengajak Bok Sil makan diluar.” Keluh Louie kesal. Bok Sil lalu menyuruh dua pria itu segera menyiapkan meja.
Ketiganya makan bersama dan terlihat sangat menikmatinya walaupun hanya ramyun. 

Nyonya Hong baru selesai memperbaiki video mencoba menyalakan dan matanya berkaca-kaca melihat video yang ditontonya. Louie dengan mulut penuh makananya bertanya kenapa Nyonya Hong menelpnya. Nyonya Hong mengatakan kalau ia punya hadiah untuk Louie. Louie pun bertanya apa itu hadiahnya.
Louie menonton video sendirian dan matanya menangis tak percaya melihatnya, seperti video yang membuatnya tak percaya dan sangat terharu. 

Louie memanggil Bok Sil lewat pesanya, Bok Sil membalas apakah Louie tidak bisa tidur lagi, Louie menuliskan sangat bersemangat dan jantungnya berdebar sangat keras. Bok Sil bertanya tentang apa itu. Louie mengatakan tentang  menonton film. Bok Sil bertanya film apa.
Kita mengatakan  akan menonton film bersama tapi kita belum melakukannya.” Tulis Louie,
Bok Sil mengingat terakhir kali mereka menonton film, keduanya keluar lebih dulu karena filmnya  terlalu menyeramkan dan itu adalah film pertama yang pernah ditonton. Louie mengaku kalau sengaja membawa Bok Sil menonton film itu karena gratis dan mengajak agar mereka menonton yang tidak menyeramkan lain kali. Louie setuju.
Aku akan bilang tidak pada film horror.” Tulis Bok Sil tak ingin mengulangi yang kedua.
Ini sesuatu yang menyentuh.”balas Louie. 


Louie mengajak Bok Sil masuk ke sebuah bioskop, Bok Sil binggun melihat dalam studio theater yang kosong dan hanya mereka berdua. Louie mengaku kalau  menyewa satu studio. Bok Sil kaget mendengarnya. Louie merasa  ingin menontonnya hanya dengannya. Bok Sil ingin tahu ini film tenang apa. Louie mengengam tangan Bok Sil dan melihat film sudah mulai.
Spanduk bertuliskan (PERAYAAN 30 TAHUN PUSAT PERBELANJAAN GOLD) seorang pembawa acara memberitahu akan memulai upacara  perayaan 30 tahun Pusat Perbelanjaan Gold dan semua orang sudah  menerima semua hadiah gratis dari mereka jadi sekarang bersiap untuk inti acaranya. Terlihat Nenek Choi, serta keluarga Baek ada diatas panggung.
Kami akan memilih penerima dari kotak musik edisi terbatas....  yang dibuat untuk perayaan 30 tahun Gold Group lewat undian berhadiah. Untuk merayakan hari jadi kami yang ke-30, kami hanya membuat 30... kotak musik saja.” Ucap si pembawa acara
Bok Sil yang melihatnya heran, bertanya apakah ini film yang ingin ditontonya. Louie membenarkan dan meminta Bok Sil melihatnya. Si pembaca acara memberitahu Hanya ada dua kotak musik lagi yang tersisa, kotak  ke 29 jatuh pada nomor undian 81, lalu Kotak nomor 30 adalah pada Nomor 77. Seorang wanita yang sedang hamil dengan suaminya naik keatas panggung mengendong anak perempuanya.
Baju itu adalah...” ucap Bok Sil melihat baju yang selama ini tak ingin melepaskanya.
“Wanita itu adalah ibumu dan pria itu adalah ayahmu.” Kata Louie, Bok Sil berkaca-kaca melihatnya.
Nyonya Choi memberikan kotak musik berharap tidak menghilangkannya dan menjaganya untuk waktu yang lama. Bok Sil kecil pun menerimanya,  Nenek Choi melihat ibu Bok Sil sedang menunggu kelahiran anak yang lain. Lalu bertanya apakah sudah menentukan nama bayinya. Ibu Bok Sil memberitahu namanya  Go Bok Nam. Nyonya Choi pun tersenyum lalu mendoakan mereka. Mereka berempat pun foto bersama sebagai kenang-kenangan. 

Bok Sil menangis melihat wajah ayah dan ibunya yang tak pernah diingatnya, Louie menatap Bok Sil lalu memeluknya, Bok Sil dengan bersandar di dada Louie tak percaya ayah dan ibunya tersenyum, seperti melihat foto itu memberikan senyuman padanya. Louie melihat Bok Sil itu memang mirip dengan ibunya.
“Bok Sil... kau harus terus menontonnya... Sesuatu yang penting menunggumu.” Ucap Louie
Video terlihat seperti mengarah pada Louie yang sedang menangis, Ma Ri datang dengan ibunya. Nyonya Hong binggung melihat Louie yang menangis, Louie merengek bertanya Dimana miliknya. Nyonya Hong binggung bertanya apakah kehilangan sesuatu, Louie menanyakan kotak musiknya karena ingin kotak musik melihat Bok Sil yang masih kecil memegang kotak musik bersama ayah dan ibunya. Nyonya Hong menjelaskan  Hanya yang terpilih lewat undian bisa mendapatkannya.
Ma Ri ikut merengek ingin kotak musik juga, Nyonya Hong memarahi karena Ma Ri malah ikut-ikutan dan memintanya untuk berhenti menangis, tapi Ma Ri tetap saja menangis. Nyonya Hong pun meminta pelayan agar menjaga Ji Sung dan mengajak Ma Ri pergi agar tak menangis. Ji Sung tetap ingin kotak musiknya.

Oppa, jangan menangis.” Ucap Bok Sil yang memberikan kotak musik miliknya pada Louie.  
Apa kau memberikan ini padaku? Siapa namamu?” kata Louie, Bok Sil yang masih kecil menyebut namanya. Louie mendengarnya “ Koboshi” lau Bok Sil pun berlari ke arah ibu dan ayahnya dengan memuji kalau anak mereka memang  anak yang baik dan mereka pun pergi.
Louie melihat Bok Sil yang pergi dengan orang tuanya, tersenyum lalu memanggil “Koboshi” dan melambaikan tangan, Bok Sil sempat menengok melihat ke arah Louie. Louie pun dengan wajah tersenyum memutar kotak musiknya

Kau pasti sangat terkejut.” Ucap Louie lalu memberikan kotak musik miliknya dan dibawanya bertuliskan (KOBOSHI)
Jangan menangis, Koboshi.” Kata Louie sama seperti yang dikatakan Bok Sil waktu mereka masih kecil. Ia memutar kotak musiknya dan terlihat seperti Louie dan Bok Sil yang masih kecil duduk bersama menonton film, dengan Louie dan Bok Sil sudah dewasa saling bergandengan tangan

Keduanya berjalan menaiki tangga rumah dengan mata Louie yang terus menatap Bok Sil.
Koboshiku yang ada dalam kotak harta karunku...ada di depan mataku sekarang.” Gumam Louie
Louie tidak melupakanku dan selalu mengingatku setiap saat. Terima kasih pada hatinya, kami bisa bertemu kembali setelah menjelajahi... jarak yang jauh untuk waktu yang lama. Itulah yang aku percaya.” Gumam Bok Sil yang menatap Louie
Keduanya saling menatap dengan senyuman, Louie merasa udara sangat dingin dan mengajaknya untuk segera masuk. Bok Sil setuju lalu berjalan masuk dengan menaiki tanga ke atap rumah. 

Keduanya berbaring dilantai sambil berpegangan tangan, Louie merasa seperti kembali ke kampung halamannya. Bok Sil pun mengucapkan selama datang kembali pada Louie. Louie duduk mengatakan penasaran tentang sesuatu. Bok Sil bertanya apa itu
Ketika tidak ada yang mempercayaiku, maka kau percaya padaku. Apa aku terlihat sebegitu dapat dipercayanya untukmu?” tanya Louie
Ketika aku tumbuh dewasa, tidak ada yang pernah mengatakan padaku kalau aku bisa bersandar pada seseorang. Aku harus... menghidupi Bok Nam dan nenekku sebagai kepala keluargaku. Dan Kau adalah orang pertama yang mengatakan kalimat itu padaku. Apa yang kau katakan... membuatku merasa terhibur. Itu membuatku merasa aman.” Cerita Bok Sil, Louie mengenggam erat tangan Bok Sil.

Bok Sil.... Aku akan... mengatakan kalimat itu... padamu... selama sisa hidupku.. Jadi Percayalah padaku.” Kata Louie, Bok Sil tersenyum dengan mata berkaca-kaca mengucapkan terimakasih.
Keduanya saling berpelukan, Louie pun membisikan sangat mencintainya, Bok Sil membalas kalau ia juga sangat mencintainya. Louie menatap Bok Sil dengan merapihkan rambut Bok Sil lalu menciumnya. 
THE END 


FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted        

8 komentar:

  1. Hapy ending yg mengharukan,jarang jarang ada drama yg hapy ending tapi bisa buat mata berair kaya gini....gumawooo eonni udh nulis sinopsis y di tunggu kelanjutan drama yg lain y y eonni๐Ÿ’‘๐Ÿ’‘๐Ÿ’‘๐Ÿ’‘๐Ÿ’‘๐Ÿ’‘๐Ÿ’‘๐Ÿ’‘

    BalasHapus
  2. Makasih sinopsisnya..
    Ow.. KOBOSHI itu Go Bok Sil (bicara anak kecil). Haha! Penulis ceritanya keren ya? I very like it. Poki-poki banget endingnya... <3:) // bye..

    BalasHapus
  3. Udah mulai sadar pas louie bilang arti koboshi itu diambil dari nama seorang anak perempuan yang tersenyum manis, aku langsung berpikir pasti go bok sil dan bener aja hehe
    Btw suka sama drama ini, gak ada satupun akhir yang bikin nyesek untuk semua pemain, dan alur ceritanya ringan.
    Makasih untuk sinopsis nya

    BalasHapus
  4. Seneng banget dengan ceritanya yg simple tapi romantis bikin orang ingat kan rasanya jatuh Cinta.. ๐Ÿ’•Seo in guk๐Ÿ˜˜gumawoo..

    BalasHapus
  5. Seneng banget dengan ceritanya yg simple tapi romantis bikin orang ingat kan rasanya jatuh Cinta.. ๐Ÿ’•Seo in guk๐Ÿ˜˜gumawoo..

    BalasHapus
  6. Wuaaa.. daebak. So far, drama ini masuk list drama dengan ending yang manis. Ugh... manis banget.... bisa diabetes euh... hehe..

    Gomawo mba Dyah sudah bekerja keras membuat recap drama ini. Moga segera ketemu seo in guk lagi.. hihi...
    Oiya, ada yang tau judul lagu yang dinyanyiin louie?

    BalasHapus
  7. Wuaaaa, suka baget sama ni drama. Daebak. Karakter louie menggemaskan. Ternyata koboshi adalah boksil, pantesan boneka yg dianggep louie boksil itu menggunakan boneka anjing. daebak dah, jalan cerita yang ringan, dan kisah yang romantis dan unsur komedinya itu lo. Gak bosen2 ngulang ni drama. Seo inguk sama nam jihyun. Kyaaaaa cocok banget >-< ^^ ..

    BalasHapus