Minggu, 27 November 2016

Sinopsis Night Light Episode 1 Part 1

PS : All images credit and content copyright :MBC

Lee Se Jin berlari ketakutan di tengah jalan, dengan hujan yang sangat deras. Wajahnya terlihat kebinggungan sampai akhirnya menghentikan mobil yang berjalan didepanya. Seo Yi Kyung turun dari mobil dengan payungnya berdiri didepan Se Jin.
Sayang sekali, padahal kau suka sekali pada gaun itu.” komentar Yi Kyung dengan tatapan dingin
Kau sudah tahu dari dulu. Kau sengaja membawaku ke sana meski kau sudah tahu yang sebenarnya, kan? Bagaimana perasaanmu kalau kau jadi aku?” ucap Se Jin dengan nada marah
Kau bisa flu. Perasaan itu juga uang, jadi gunakan dengan hemat.” Kata Yi Kyung lalu masuk ke dalam mobilnya.
Tiba-tiba sebuah batu terlempar ke arah kaca mobilnya, retakan besar pun terlihat. Se Ji dengan sengaja melemparnya untuk melampiaskan rasa kesalnya. 


[1 minggu lalu - Malam lelang amal ]
Jo Sung Mook, Sekertaris Yi Kyung memberitahu 5 menit lagi, acara akan dimulai. Yi Kyung bertanya apakah  Daftar namanya sudah dikonfirmasi. Sung Mook mengatakan sudah dan Mereka yang menerima undangan akan ikut berpartisipasi.
Sudah kuduga. Bau busuk cepat menyebar.” Ucap Yi Kyung sinis, Sung Mook memberitahu kalau semua sudah menunggunya.
Setahun lamanya waktu terbuang demi hari ini. Tak masalah kalau mereka kita biarkan menunggu 3 menit.” Kata Yi Kyung dingin. 

Disebuah ruangan terlihat banyak yang sudah berkumpul, seperti para pertinggi perusahaan besar. Yi Kyung masuk sempat menyapa Ketua Son dan beberapa orang juga sempat mengucapkan selamat. Yi Kyung datang ke sebuah ruangan, sudah ada Son Ui Sung, pria setengah baya. Son Ki Tae pria yang lebih muda dan juga Son Ma Ri anak dari Ki Tae.
Terima kasih telah meluangkan waktu di sela-sela kesibukan Anda.” Ucap Yi Kyung ramah di dalam ruangan yang terasa dingin.
“Direktur... Apakah  Anda baru dari Paris? Kalung itu belum masuk Korea.” Kata Ma Ri melihat kalung yang dipakain Yi Kyung, Yi Kyung hanya memberikan senyuman. Ma Ri langsung merengek pada ayahnya ingin pergi ke paris, Ki Tae mengeluh anaknya itu berisik.
Baru beberapa hari yang lalu kau shopping besar-besaran ke Maroko. Kalau kau berniat mengatasi kemiskinan, pakai saja uang tunai. Kalau seperti ini, repot sekali.” Ucap Ki Tae kesal, Ketua Son meminta anaknya bisa menjaga sikap.
Menggunakan kesempatan ini untuk membangun hubungan baik juga pekerjaan.” Tegas Yi Kyung dengan senyuman lalu pamit pergi. 

Ki Tae mengumpat kesal merasa Yi Kyung berpikir dirinya itu hebat. Ketua Son yakin Yi Kiyung itu karena tak tahu obat apa yang dijual di dalam botolnya. Ki Tae binggung dengan perkataan ayahnya.
Dia bahkan belum setahun kembali ke Korea, tapi perusahaan sudah berkembang pesat. Tak lama lagi, donasi juga akan meningkat. Kalau seperti ini terus, cepat atau lambat dia akan menduduki kepala kita.” Ucap Ketua Son melirik pada Yi Kyung yang sedang menyapa direktur lainya. 
Dia hanya seorang wanita.” Ucap Ki Tae merendahkan
“Apa Kau masih punya wajah untuk mengatakan itu pada Asosiasi Dana Rahasia? Kenapa kau bisa bilang begitu? Cepat tangani sebelum perusahaan lain belum memanfaatkannya.” Tegas Ketua Son, tiba-tiba Ma Ri melihat seseorang dan langsung bergegas pergi. 

Seorang pria ditarik oleh Ma Ri, dengan mengumpat kalau ia sudah gila dan berani datang ke tempat seperti ini. Kim Hong Suk memberitahu kalau datang bukan karena Ma Ri tapi mengantikan ayahnya. Ma Ri mempertegas pada Hong Suk,
“Apa Kau mau mengusikku? Aku takkan peduli.” Tegas Ma Ri, Saat itu Se Jin datang memanggil Hong Suk
“Sayang.... kau sudah datang?” sapa Hong Suk, Se Jin bertanya siapa wanita itu dengan tatapan sinis, Hong Sung mengaku kalau Ma Ri hanya kenalanya saja jadi tak perlu dikhawatirkan. 
Ma Ri melirik sinis mendengarnya, Se Ji melihat dasi Hong Sung dengan memperbaikinya dan memujinya kalau nanti ketampananya berkurang. Ma Ri menahan amarah karena membuat muak melihatnya sambil mengumpat. Se Jin tak terima mendengarnya.
Dia ini pengecut. Lalu Kau mau bagaimana? Satu bulan yang lalu aku main-main dengannya.” Ucap Ma Ri, Se Jin sempat kaget lalu berkomentar seperti tak peduli. Ma Ri tak percaya melihat reaksi Se Jin yang santai.
“Apa Kau menyesal sekarang? Kalau kau masih menghargai mantan pacarmu jangan permainkan ketulusan orang lain dengan perkataanmu itu.” kata Se Jin menyindir, Ma Ri berteriak marah.
Tak usah berteriak... Aku bisa saja menamparmu.” Tegas Se Jin lalu meraih tangan Hong Suk agar bisa masuk bersama. Hong Suk pun mengikutinya. 


Se Jin masuk dan Hong Suk berkumpul dengan teman-temanya, Yi Kyung melihat Se Jin dan terus menatapnya. Se Jin kebinggungan bertanya ada apa menatapnya, Yi Kyung tetap saja menatapnya seperti melihat seseorang yang dikenalnya.
Kenapa? Apa Kau kenal  dengan aku?” tanya Se Jin binggung
Aku tahu gaun itu. Karya Park Kyeong Ja,   Aku juga punya gaun ini dulu. Karena Nyonya dari Grup Nam Dong menginginkannya, jadi kulepaskan. Tapi sepertinya, Nyonya itu sekarang terlihat lebih muda.” Ucap Yi Kyung
Kau pasti salah lihat karena gaunnya mirip.” Kata Se Jin gugup dengan gaun merahnya.
Tidak.... Ada satu hal yang takkan bisa kulupakan. Entah gaunnya, atau orangnya.” Ucap Yi Kyung mendekat
“Jadi  Mau bagaimana? Kubilang tidak, tapi kau juga takkan percaya.” Kata Se Jin percaya diri
Sayang sekali. Aku takkan ke tokonya untuk memastikannya.” Balas Yi Kyung, Sung Mook memberitahu Semuanya sudah siap. Yi Kyung lalu berkomentar kalau Gaunnya sangat cocok untuk Se Jin lalu berjalan meninggalkanya. 

Se Jin mendekati Hong Suk bertanya apakah mengenal wanita tadi, Hong Suk memberitahu kalau Acara hari ini direkomendasikan oleh perusahaannya dan ayahnya bilang Yi Kyung adalah wanita yang sangat berbakat. Se Jin menatap Yi Kyung yang pergi meninggalkanya dengan tatapan seperti tak mengenalnya. 

Di sebuah ruangan, semua petinggu sudah berkumpul.
Setelah lelang sumbangan memasuki lelang resmi mereka akan tandatangani perjanjian. Dan akan memberikan harga lebih rendah dari harga pasaran saat bertransaksi.” Jelas Sung Mook
Kalau harga lelang 100 juta lalu hanya dibutuhkan 10 juta kan?” ucap Ki Tae dengan melihat brosur yang dipegangnya, Sung Mook mengatakan akan mengurusnya. KiTae melihat hadiahnya juga bagus sekali!
Tidak... Ini suap..” ucap Yi Kyung blak-blakan, semua yang ada diruangan menatapnya.
Sebagai anggota pertama yang tinggal di luar negeri, aku tahu kalian sudah banyak bekerja keras untuk membuka pangsa pasar di Korea. Kami akan mendukung artis pendatang baru untuk memperkuat galeri ini.  Aku sangat bersyukur.” Kata Yi Kyung
Ketua Son memotongnya, menegaskan mereka masih belum memutuskan. Jung Mook mulai berbicara kalau mereka sudah ajukan biaya pada Asosiasi. Uang tunai dan obligasi sepenuhnya yang mereka kirimkan, setelah  Setelah perusahaan menjalankan bisnis di Korea dari kinerja satu tahun lalu, sudah melebihi dari syarat yang diajukan Asosiasi.
Sebelum itu, ada satu hal. Di mana posisi Ketua Seo sekarang? Kudengar dia menentang ini.” ucap Ketua Son
“Direktur secara hukum di Korea itu aku.” Kata Yi Kyung
“Apa Kau pernah dengar kalau orang-orang mengintimidasi dengan kekuasaan? Harimau tidak pernah agresif. Kau yang melewati batas. Jangan naif,  Direktur Seo. Kalau bukan karena Ayah-mu, kau bukan siapa-siapa. Minta ijin dulu padanya. Kalau tidak, aku takkan bicara pada Asosiasi. Bahkan karirmu di Korea harus dibenahi.” Tegas Ketua Son 


Ketua Son lebih dulu keluar dari tempat dan menanyakan cucunya, Ki Tae memberitahu anaknya yang ingin main dengan temannya. Yi Kyung mengucapakan pada Ketua Son untuk bertemu lain waktu dan saat itu maka akan mendapatkan melihat tandatangan ayahnya. Ketua Son terlihat tak peduli langsung masuk ke dalam mobil.
Aku sudah memilih beberapa, jadi kirimkan padaku.” Bisik Ki Tae pada Sung Mook. Yi Kyung makin sinis melihat dua pria yang membuatnya jengkel.
Tak usah terlalu khawatir. Kalau perusahaan lain satu per satu secara perlahan meyakinkan...” kata Sung Mook
Semuanya melihat ekspresi mata Ketua Son, Yakin kemana angin akan condong Peluru berlapis pun tidak akan berguna dan Hanya bisa menggunakan cambuk.” Ucap Yi Kyung memberikan perumpanan. 

Di dalam ruangan sudah dimulai acara lelang, Se Jin duduk disamping Hong Suk terlihat mesra dengan memegang tanganya, Ma Ri yang duduk disampingnya terus melirik sinis. Dari kejauhan Yi Kyung melihat gerak-gerik Se Jin seperti membuatnya terkesan. Se Jin mengangkat tangan ingin melakuka lelang.
Ini buatan tangan Pengrajin Kyoto. Sebenarnya Hong Suk ingin beri ini pada mantan pacarnya.” Kata Se Jin, Hong Suk kaget melihat cermin yang dikeluarkan Se Jin, Se Jin buru-buru membuat Hong Suk diam.
Tapi untungnya jadi milikku. Tapi Karena keinginan Hong Suk, aku ingin memenangkan lelangnya.” Ucap Se Jin. Ma Ri makin sinis melihat hadiah untuknya diberikan pada Se Jin.
Pembaca acara mulai melelang  Cermin tangan hasil kerajinan tangan terkenal dari Jepang. Se Jin menyebut angka 1 juta. Ma Ri tak mau kalah menaikan tawaran jadi 1,1 juta won.  Se Jin naik 1,2 juta won. Ma Ri menjadikan 1,5 juta won. Se Jin dengan lirikan sinisnya berani mengeluarkan 2 juta Won.

Hong Suk binggung apa yang sedang dilakukan Se Jin sekarang, Se Jin mengatakan ingin melakukan sampa Ma Ri masuk dalam perangkapnya karena ingin wanita itu sedikit menderita. Yi Kyung tiba-tiba mengajukan angka 3 juta won. Se Jin kaget karena diluar dugaan. Pembawa acara ingin menutup lelang, Yi Kyung sepert memberikan kode.
Se Jin dengan berani menyebut angka 4 juta Won, Ma Ri sudah tak bisa menahan amarahnya dengan berdiri menyebut angka 5 juta won. Pembaca acara bertanya apakah ada yang ingin menawar, Se Jin mengaku dengan senyuman liciknya kalau Tidak bisa naik lagi. Akhirnya lelang ditutup dan cermin jatuh ke tangan Ma Ri seharga 5 juta, Ma Ri terdiam seperti baru menyadari sudah melakukan sesuatu yang fatal. 


Se Jin pergi ke bagian ruangan make up, Ma Ri yang mabuk mendekatinya meminta agar Se Jin jujur berapa harga sebenarnya cermin itu. Se Jin pikir kalau Ma Ri mengetahuinya pasti akan kaget,  Ma Ri pikir Se Jin itu tak mengenal siapa dirinya.
Dibalik orang tua yang kaya, aku tak tahu cara menakuti anak cengeng.” Ejek Se Jin
Ma Ri pikir Se Jin itu mau mati ditanganya, ketika ingin memukul dengan tas malah membuat badanya jatuh dan akhirnya cermin yang baru dibelinya langsung pecah. Ia menangis harus kehilangan uang 5 juta dan akhirnya cerminya pecah begitu saja sampai akhirnya tertidur karena efek dari mabuknya. 

Yi Kyung masuk ke ruangan dengan memastikan kalau Ma Ri sedanbg tak sadar, lalu berkomentar ini Menyedihkan sekali karena Menghabiskan banyak uang untuk segala hal. Se Jin mengaku kalau itu barang murah,  yang adan di Dongdaemun dengan harga 5 ribu won saja.
Kalau berakting jadi pacar, harusnya lakukan sampai akhir, kau Tak punya tanggung jawab. Tapi, memicu kecemburuan dalam lelang ternyata lumayan juga.” Ucap Yi Kyung sambil memakai bedaknya.
Terima kasih, tapi akting jadi pacar selama 5 menit sudah berakhir. Aku dibayar sesuai pekerjaanku.” Kata Se Jin
“Apakah Uangnya cukup untuk gaunmu? Harusnya kau mengkalkulasinya lebih dulu.” Ucap Yi Kyung menyindir
Se Jin heran Kenapa merasa Yi Kyung selalu mengikutinya padahal selama ini tak mengganggunya. Yi Kyung mengaku  Kebetulan itu tak bisa terelakkan lalu memberikan kartu nama dengan menyuruh Se Jin menelpnya kalau tertarik karena  Setidaknya Se Jin dapat pahala. Se Jin bertanya untuk apa menelpnya.
Yi Kyung memberitahu  Berhubungan dengan wanita itu. Se Jin pikir tak perlu karena  tidak menerima komisi lanjutan dan itu prinsipnya. Yi Kyung pun bisa mengerti lalu bergegas pergi. Se Jin tak lupa mengucapkan Terima kasih sudah membantu saat lelang dan melihat kartu nama Direktur Seo Yi Kyung. 


Hong Suk berjaga-jaga didalam mobil dan sempat menjauhka para ahjussi yang akan mendekat. Se Jin akhirnya keluar dari mobil dan sudah berganti pakaianya, Hong Suk pikir bisa mengantarnya. Se Jin menolak karena bisa naik kereta. Hong Suk melihat sudah larut malam.
Kim Hong Suk.... Lakukan ini pada pacarmu saja. Aku hanya melakukannya untuk dibayar.” Ucap Se Jin lalu menadahkan tangan untuk bayaranya, Hong Suk pun memberikan amplopnya. Se Jin menghitung lalu bergegas pergi tapi kembali membalikan badan.
Jangan jadi pemalu. Kau akan bertemu wanita 100 kali lebih baik dari gadis cengeng itu. Fighting...” ucap Se Jin memberikan semangat, Hong Suk pun terlihat ikut bersemangat walaupun sedih tak bisa mengantar Se Jin pulang.
Se Jin buru-buru pergi Butik Park Kyeong Ja tapi ternyata sudah tutup dan bergegas pergi ke bagian belakang, temanya Sa Hyun berlari mendatanginya, Se Jin langsung memeluk temanya dan mengembalikan gaun yang di pinjamnya.  Sa Hyung mengaku tak bisa tenang karena Se Jin. Se  Jin mengaku gaunya tak kotor dan meminta maaf pada temanya. Sa Hyun pun kembali masuk ke dalam toko. 

Se Jin memasangkan plester preda sakit pada punggung bibi Jang Sook Hee. Bibi Jang mengaku hanya punya dua tangan, tapi Ada 12 orang yang menunggu walaupun begitu tetap saja harus melakukan  dengan baik dengan mengosok semua punggung dengan teliti.
“Bibi bukan satu-satunya penggosok badan di sauna di negeri ini.
 kata Se Jin selesai menempelkan plester.
Kau tak perlu khawatir soal sewa bulan ini, Aku mungkin bisa membayarnya.” Ucap Se Jin memberikan amplop uang pada bibinya. Bibi Jang binggung bagaimana Se Jin bisa mendapatkanya.
Tadi, Ibu Seok Ah menelpon. Aku sudah bilang sebelumnya, kan? Kalau sewa bulan depan berakhir, jadi dia ingin menaikkan harga sewa.” Ucap Bibi Jang terlihat masih khawatir
Se Jin ingin tahu naik jadi berapa harga sewanya. Bibi Jang pergi ke dapur sambil mengatakan tak tahu menurutnya lebih baik tak bertanya karena tak memiliki uang, sambil mengeluh lalu berteriak memanggil anaknya Shin Song Mi untuk ikut minum bersama. Se Jin langsung melarang menyuruh keponakanya agar belajar saja.
“Kau Tunggu saja. Aku akan dapat kembali uangnya.” Ucap Se Jin menyakinkan bibinya.
“Apa Kau mau buat masalah? Sudahlah... Lupakan saja. Kau bisa saja di penjara.” Kata Bibi Jang khawatir
Tidak akan... Aku akan minta Direktur membayar gajiku.” Kata Se Jin yakin, Bibi Jang tak yakin karena  Gaji takkan dibayar kalau tak punya uang. Se Jin tetap saja akan mengambil uangnya. 


Esok hari
Se Jin pergi ke sebuah roku, terlihat sudah banyak orang yang berkumpul dengan mengeluh kalau sudah membayar penuh uang keanggotaan tapi pemilik malah kabur. Lalu terlihat dibagian depan [Pengumuman. Sementara tutup karena masalah pribadi. Mohon pengertiannya]
Seorang pria mengeluh karena sudah membayar selama 6 bulan, Se Jin panik dengan mengendor pintu tapi terkunci rapat, seseorang mengenai wajah Se Jin sebagai pegawai di kantor itu dengan menariknya karena ingin tahu keberadaan Direkturnya. Se Jin berteriak meminta dilepaskan karena ia juga belum mendapatkan gaji selama 2 bulan. 

Yi Kyung sedang melihat berkasnya, Sung Mook bertanya apakah tak masalah kalau sendirian karena mungkin saja diusir di depan pintu.. Yi Kyung pikir tak perlu khawatirkan itu lalu menyuruh Sung Mook agar mencari informasi dari berkas yang diberikanya. Sung Mook melihat itu adalah [Katalog Properti]
“Apa ini mengenai Direktur Son Ki Tae ?” kata Sung Mook
Orang kompeten tapi serakah pasti akan dapat masalah. Son Ki Tae atau Son Ma Ri. Selidiki mereka berdua, pasti ada sesuatu.” Perintah Yi Kyung, Sung Mook mengerti akan menyelidikinya.

Saat itu tatapan Yi Kyung melihat pada TV yang ada di mobilnya, [Breaking News- Ketua Park Moo Il dipanggil Kejaksaan] tapi wajahnya terlihat dingin dan hanya diam saja. Sung Mook melihatnya dan sengaja memperbesar volumnya.
Diduga korupsi serta penggelapan pajak pembelaan Park Moo Il Hoejang protes terhadap vonis uji coba penahanan bulan depan. Pernyataan pembelaan akan menunggu keputusan pengadilan. Menurut ahli hukum,  protes dalam persidangan ini sulit dihindari oleh Ketua Park. Park Il memimpin dari tahun 2012 sampai 2016
Saat itu juga Seorang pria tampan mengemudikan mobilnya, Park Gun Woo seperti bisa mengetahui tentang berita tersebut. 


Disebuah ruangan
Ketua Park Mo Il mengunakan baju tahanan seperti orang yang hilang ingatan bernyanyi “Sersan Kim yang kembali dari Vietnam” Gun Woo duduk didepan ayahnya tersenyum melihatnya, sementara Park Mo Sam sang adik duduk didepanya dengan wajah tegang.
Kalau kau menyerah begitu saja, maka tidak akan ada penundaan eksekusi, Hyungnim.” Ucap Mo Sam, Ketua Pak seperti tak peduli dan terus menyanyi.
Mereka masih menunggu. Kita bisa mencabut perjanjian Dubai. Bebas karena jaminan sakit sebelum...” ucp Mo Sam langsung disela oleh Tuan Park
Gun Woo.... Ngomong apa dia?” sindir Ketua Park pada adiknya. Mo Sam sempat terdiam
“Kau Harus pertimbangkan perasaan orang lain juga, denbgan Menyuruhku menyembunyikan ekorku dan berbaring di lantai. Begitukah maksudmu?” kata Ketua Park marah
Mo Sam meminta kakaknya jangan bersikap seperti ini,  Ketua Park mengatakan tentang Jaminan sakit, yaitu seperti Diinfus di kursi roda Dan pura-pura di depan reporter, menurutnya lebih baik adiknya itu tak perlu bicara lagi karena mungkin tak akan setuju.
Entah 3 atau 5 tahun, aku akan makan kongbap(Makanan di penjara)” ucap Ketua Park pasrah untuk masuk penjara
Pikirkan umurmu, Hyungnim. Tekanan darahmu naik.” Kata Mo Sam lalu berteriak pada Gun Woo karena hanya diam saja

Kalau perlu aku akan masuk peti dan Aku takkan menyerah soal Dubai.” Tegas Ketua Park,  Mo Sam meminta kakaknya agar menyerah tapi Ketua Park tetap tak ingin dan tak bisa.
Jangan menyerah... Ayah lakukan yang harus dilakukan. Tidak ada yang bisa melawan kau yang keras kepala.” Komentar Gun Wool
Seandainya aku keluar dan menyerah soal Dubai, maka aku akan mencabut kepalanya. Kau mengerti?” ucap Ketua Park memperingatkan adiknya, Gun Woo tersenyum lalu memberitahu ayahnya kalau  sudah tak ada kongbap lagi dan bertanya apaah ayahnya masih bisa makan. 

Gun Woo kembali ke ruangan dengan melepaskan jas dan bersadar di kursi, dengan menopang kepalanya. Sekertarisnya, Moon Hee Jung bertanya apakah Tak ada kemajuan soal Ketua Park. Gun Woo memberitahu  Semua jalan ke koridor sudah diblokir, dan ayahnya tetap takkan menyerah jadi Tidak ada jawaban.
Park Moo Sam beberapa hari ini menemui Dae Seong Il untuk berita mingguan. Kalau ketua park  mengubah opini publik...” ucap Hee Jung langsung disela oleh Gun Woo
Itu semua bohong. Paman belakangan bertemu Direktur anak perusahaan pura-pura jadi adik yang baik. Perlahan-lahan mulai melakukan tindakan. Kalau hukuman ayah sudah diputuskan, dan jadi orang pertama yang mengontrol Grup ini.” cerita Gun Woo yang mengetahui apa yang sudah dilakukan pamanya.
Gun Woo tahu Pamanya itu  sudah lama menginginkan Grup ini, Hee Jung tak berharap akan secepat ini memulai perjuangannya. Gun Woo pikir Pamanya itu  tak perlu berjuang karena Usia sudah menggerogoti tubuhnya dan ayah takkan bisa bertahan hidup selama 3 tahun di penjara, karena ia  akan keluarkan ayahnya sebelum vonis dijatuhkan.
Maka kita harus melepaskan karir di Dubai.” Kata Hee Jung

Aku bisa saja menyerah, tapi Ayah tak mau melakukanya. Grup Mujin yang berbasis di Timur Tengah adalah milik mendiang paman yang kedua. Kau juga mengalami kesulitan dengan Mengikuti Samchon yang workaholic, pergi ke Iraq. Dubai.” Kata Gun Woo berdiri dengan menatap keluar jendela.  
Itu sudah lama sekali.” Kata Hee Jung
Belajar di luar negeri hanya alasan untuk kabur, Paman kedua berkata begitu padaku.Lakukan sesuai kata hatimu dan nikmati. Atau mungkin aku takkan bisa kembali ke tempat itu.” ucap Gun Woo menatap keluar jendela

Yi Kyung pergi sebuah jembatan dan melihat sungai dengan perahu kecil didepanya, teringat kembali kenanganya saat masih muda.
Flash Back
Ia duduk di pinggir sungai dengan Gun Woo yang memetik gitarnya, lalu melirik pada Yi Kyung yang sibuk menulis pada bukunya. Yi Kyung melirik sinis karena tak ingin Gun Woo melihat yang dituliskanya, lalu membalikan badanya. Gun Woo dengan sengaja bersandar di punggung Yi Kyung dengan terus memetik gitarnya, Yi Kyung seperti menikmati petikan gitar dari Gun Woo. 

Yi Kyung pergi ke sebuah rumah seperti sedang menunggu seseorang, seorang wanita berbaju kimono meminta agar Yi Kyung pulang saja karena “dia” tak mau menemuinya. Yi Kyung meminta agar memberitahu akalu tetap akan menunggu lalu berjalan-jalan di sepanjang tanaman Bongsai dan melihat salah satunya seperti kering.
Ia langsung berjalan masuk ke dalam lorong rumah, si baju kimono terlihat panik mencoba menghentikanya. Yi Kyung membuka pintu kamar dan melihat ayahnya, Seo Bong Soo terbaring tak berdaya dengan infus yang tergantung. Tuan Seo melihat anaknya yang datang langsung menyuruhnya pergi dari rumanya.
Wanita berkimono panik melihat Tuan Seo seperti kehabisan nafas lalu memintanya agar tetap tenang, Yi Kyung sedikit berkaca-kaca melihat ayahnya yang terbaring tak berdaya. 

Wanita berkimono memberitahu kalau Sebulan sudah Tuan Seo keluar dari rumah sakit dan Semua rehabilitasi harus dilakukan di rumah. Awalnya ia ingin menelp Yi Kyung , tapi Yi Kyung sudah tahu ayahnya pasti bersikukuh tak boleh beritahunya.
“Setelah Nona pergi, beliau sama seperti robot. Siang malam selalu bekerja. Saat ambruk hari itu, beliau bilang ada meeting penting.” Kata Wanita berkimono, Yi Kyung bisa tahu dengan siapa ayahnya bertemu. 

Disebuah bar, Yi Kyung diberikan sebuah koper dan juga pistol diatas meja. Seorang pria memberitahua kalau Yi Kyung mau au mengambil uang dari Kim Mo Yang, yaitu membutuhkan keberanian. Lalu mengeluarkan semua peluru dengan memberitahu kalau hari ini adalah satu  dibanding enam.
Pertama, beri uang pada orang-orang yang kehilangan. Kau pasti tak tahan beberapa putaran. Kita lihat, seberapa beraninya gadis kecil ini.” ucap Tuan Kim sengaja menaruh pistol dikepala seperti ingin menakutinya, tapi Yi Kyung hanya menatap diam.
Kita ganti aturannya. Setelah menembak, tak perlu mengubah pelatuknya. Jadi Lebih cepat ketahuan siapa pemenangnya.” Kata Yi Kyung menaruh pistol disamping kepalanya.
Pertunjukan yang menarik.” Ucap Tuan Kim lalu terdiam karena Yi Kyung ternyata berani melakukanya.
Tersisa 3 putaran. Sekarang menyerah atau...” kata Tuan Kim selesai menarik pelatuknya dan Yi Kyung tanpa takut langsung mengambil pistol menarik pelatuknya dengan memberitahu kalau sisanya hanya dua saja.
Tuan Kim sempat gemetar dan tetap menarik pelatuknya, Yi Kyung kembali mengambil pistolnya, Tuan Kim malah bertanya apa yang akan dilakukan Yi Kyung sekarang karena itu tembakan terakhir jadi sudah pasti ada pelurunya. Yi Kyung pikir Yang menyerah pertama kalah dan itu aturannya. Tuan Kim memperingatkaan Yi Kyung Jangan sombong dan merasa ingin mati. Yi Kyung berani menarik pelatuk dan tak terjadi apapun pada dirinya.
Sebelumnya, Yi Kyung bisa melihat tangan Tuan Kim yang menaruh peluru ditanganya dan memasukan peluru kosong. Ia memperlihatkan pada Tuan Kim kalau mengunakan trik itu untuk menipu ayahnya. Tuan Kim menghela nafas panjang mendengarnya.
Jadilah rendah hati saat berhadapan dengan uang. Ayahku mengajarinya padaku. Jadi Tak usah main menggunakan trik ini lagi. Kali ini lakukan dengan benar.” Ucap Yi Kyung memasukan peluru asli pada pistol
“Hei.. Kau sudah gila? Hentikan.” Kata Tuan Kim panik, Yi Kyung sudah lebih  dulu menarik pelatuhknya dan memberikan pistolnya karena sekarang giliranya. Tuan Kim melonggo tak percaya bertanya siapa sebenarnya Yi Kyung itu.
Aku datang mengambil uangku.” Tegas Yi Kyung
Berapa banyak uang yang kau pertaruhkan untuk hidupmu? Apa ayahmu juga mengajari itu?” ejek Tuan Kim, Yi Kyung langsung mengambil pistol dan menodongkan pada Tuan Kim. Semua anak buah Tuan Kim siap untuk menembak Yi Kyung
Lebih berhargai dari sepuluh juta jiwa. Tuhan yang bisa dilihat dengan mata telanjang adalah uang. Meskipun itu 100 won” tegas Yi Kyung 
Bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar