Rabu, 02 November 2016

Sinopsis The Man Living In Our House Episode 4 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS
Nan Gil tersenyum meliat Na Ri yang keluar dari rumah, Na Ri menyuru Nan Gil segera masuk ke dalam rumah, Nan Gil mengerti tapi saat berjalan malah jatu ke pundak Na Ri. Tangan Na Ri refleks memeluk Nan Gil karena takut jatuh, wajahnya terlihat tegang seperti merasakan sesuatu.
Na Ri.... Percaya saja kepadaku.... Percayalah kepadaku.” Ucap Nan Gil seperti orang yang mengingau dalam tidurnya.
Dia ingin aku percaya tentang apa kepadanya?” kata Na Ri binggung. 

Sebuah mobil lewat, Nan Gil buru-buru mendorong Na Ri agar tak tertabrak tapi akhirnya malah ia jatuh berbaring ditanah dengan keadaan mabuk. Na Ri panik menanyakan keadaan Nan Gil. Ternyata mobil Duk Bong yang tak sengaja berjalan tanpa melihat ada orang lalu keluar melihat keadaan Nan Gil.
Kenapa kau mengemudi dengan begitu ceroboh... Dia hampir terluka, kau harusnya lebih berhati-hati.” Teriak Na Ri kesal lalu tersadar kalau orang itu adalah Duk Bong
Maafkan aku. Tadi terlihat sangat gelap, jadi aku tidak melihatmu.” Kata Duk Bong mengaku salah
Nan Gil bangun memegang lengan Na Ri memastikan kalau anaknya itu baik-baik saja, Na Ri mengaku kalau ia baik-baik saja. Duk Bong merasa bersyukur karena tak satu pun dari mereka yang terluka.
Apa yang kau lakukan di malam hari? Ini bukan hanya kesalahanku.” Teriak Duk Bong melihat keduanya terlihat sangat dekat, Na Ri buru-buru melepaskan tangan Nan Gil dan Nan Gil merasa kalau ia mabuk lalu masuk ke dalam rumah dengan berjalan sempoyongan. 

Duk Bong mencium bau badan Na Ri bertanya apakah ia juga minum,  Na Ri mengaku kalau hanya minum sedikit karena hari Ini ulang tahun ibunya, Duk Bong mengejek kalau bukan hanya sedikit tapi banyak, karena bau alkohol yang sayang menyengat.
Kenapa kau menunjukkan cintamu kepada keluarga di jalanan?” keluh Duk Bong kesal
“Ah.... Kita ada di jalanan.... Aku kira kau boleh pergi sekarang.,,, Berkendara dengan aman.” Ucap Na Ri ramah dengan senyuman lalu
Apa dia lucu karena sedang mabuk?” kata Duk Bong seperti merasakan sesuatu saat melihat Na Ri tersenyum,
Maaf. Na Ri.... Aku akan ke Seoul sebagai pengacaramu dan akan mengajukan keluhan ke pengadilan. Pertarungan akan dimulai sekarang. “ kata Duk Bong, Na Ri tak berkomentar memili untuk bergegas masuk ke dalam rumah.
Dia selalu mengatakan apa yang dia mau tapi tidak pernah merespon.” Kelu Duk Bong masuk ke dalam mobilnya lalu pergi. Sementara Duk Shim keluar dari persembunyian mengumpat sinis pada Na Ri adala si Penyihir yang menggoda semua orang dan memiliki pria di semua tempat.

Nan Gil mencuci wajahnya agar sadar dari mabuknya, lalu melihat Na Ri yang masuk dan berteriak supaya Na Ri berhenti melangkah. Na Ri pun berani menatap ayahnya. Nan Gil mengaku  benci untuk minum, karena menjadi bodoh saat minum dan menjadi mabuk sangat mengganggu.
Aku hanya tidak bisa mengerti. Kau memanggil pecundang itu untuk membuatku minum, kan?” kata Nan Gil,
Kenapa kau ingin membuatku mabuk?” ucap Na Ri menyangkalnya.
Biarkan aku memberimu peringatan sebagai ayah tirimu. Berhenti bersikap seperti kau baik-baik saja. Ini tidak seperti kau putus setelah satu atau dua tahun. Kau pasti sudah melalui begitu banyak hal bersama-sama. Lalu Dia juga ada di sana saat pemakaman.Aku yakin hatimu terasa sakit. Masa lalu pasti membuatmu merasa sakit.” ucap Nan Gil, Na Ri lalu bertanya lalu apa yang dinginkanya.
Jangan hanya marah, Tapi Hibur dirimu... dan lihat ke dalam dirimu. Bermeditasi dan temukan kedamaian.” Kata Nan Gil
“Kau bilang  "Jangan hanya marah. Renungkan dan menemukan kedamaian."” Ucap Na Ri sedikit memikirkanya dan akhirnya menyetujuinya, dan kembali bertanya apa lagi, Nan Gil mengataan “Memaafkan” Na Ri binggung.
Aku tidak akan pernah menerima tikus itu! Tidak saat aku masih hidup! Kau bersikap menyebalkan. Disaat aku mencoba untuk membantu kalian bisa kembali bersama-sama. Jadi Mulai hari ini, aku tidak tahan lagi kepadanya!” tegas Nan Gil
Apa yang tidak bisa kau tahan lagi?” tanya Na Ri heran
Dia plin-plan, berbohong, dan tidak tahu... betapa beruntungnya dia. Dia tidak bisa menangani minuman keras... dan tidak bisa mengendalikan dirinya pada usianya.” Ucap Nan Gil marah
Na Ri tersenyum mendengarnya seperti memiliki orang yang membelanya, Nan Gil malah melihat ucapanya menyinggung Na Ri, dan mengeluh Dong Jin itu memiliki senyum yang aneh dan berisik saat makan. Na Ri berjalan pergi sambil berkata kalau boleh mencoba semua cara yang bisa dilakukan Nan Gi, tapi tetap saja tidak bisa mempercayainya.
Dia mengatakan, "one shot," tapi tidak menyelesaikan minumannya. Bahunya juga tidak rata. Coba Lihatlah teman juniormu. Dia harus datang jauh-jauh ke sini untuk mengantarnya pulang. Pria itu tipe yang akan membuat pasangannya menderita.” Ejak Nan Gil, Na Ri melirik sinis. Nan Gil ingin pergi tapi Na Ri menyuruhnya untuk berhenti.
“Kau bilang Teman juniorku? Kurasa kau sangat mabuk. Yah.. Kau Begitu mabuk sampai tidak bisa berjalan lurus. Tapi kau melihat teman juniorku dengan sangat teliti.” Kata Na Ri menyindir
Tidak, tidak. Aku tidak tahu siapa yang kau maksud.” Kata Nan Gil menyangkal
Apa itu mematahkan hatimu karena teman juniorku yang malang...harus datang jauh-jauh ke sini untuk mengantarnya pulang?” ejek Na Ri, Nan Gil berpura-pura kepalaya terasa sakit. 


Yeo Joo akhirnya mengemudi sampai Seoul dan berada diparkiran, lalu melihat Dong Jin tertidur pulas di kursi belakang dan berusaha menyadarkanya, tapi Dong Jin tak juga terbangun. Ia membuka pintu mobil belakang kembali memanggil Dong Jin agar bangun, tetap saja pacarnya itu tak bergeming. Si rubah yang licik pun mencari sesuatu dari badan Dong Jin, dan menemukan ponsel lalu mengecek dibagian pesan dengan ibunya.
Dong Jin.... Na Ri tidak menjawab teleponnya.” Tulis ibunya, Dong Jin membalas “Dia sedang sibuk.
Bagaimana perencanaan pernikahannya?” balas ibunya, Dong Jin mengatakan sedang dipersiapka
Apa sesuatu terjadi pada Na Ri?” tanya ibunya “Dia tertekan karena ini hari ulang tahun ibunya.” Balas Dong Jin
Aku harus pergi menemuinya.” Tulis ibunya, Dong Jin pikir nanti saja lain kali.
Yeo Joo terlihat sangat marah, lalu mencari folder foto dan masih menyimpan foto Dong Jin dan Na Ri, buru-buru ia memilih semua foto bersama Na Ri dan langsung menghapusnya, setelah itu memasukan kembali pada saku celana dan meninggalkan di parkiran. 

Duk Shim sudah menganti pakaian lalu dengan sengaja melompati pagar rumah Na Ri dan masuk ke dalam kamar Nan Gil.  Sementara Na Ri sibuk membuat kunci dari tutup kaleng tuna yang sudah membuatnya dari selotip. Duk Shim melihat Nan Gil sedang tertidur dan sempat membiarkan, tapi akhirnya ia menutup Nan Gil selimut dan juga bantal.  Nan Gil sempat terbangun samar-sama matanya seperti melihat Na Ri yang keluar dari kamarnya.
Na Ri berhasil membuat kunci keluar dari rumahnya, Duk Shim buru-buru bersembunyi di semak-semak. Na Ri memastikan dari kamar Nan Gil lebih dulu kalau ayahnya tertidur pulas, lalu kembali ke dalam rumah. Duk Shim berdiri didepan pintu langsung bersandar di dinding. Na Ri seperti tak menyadari karena gelap.
Akihirnya Na Ri pun masuk ke dalam gudang dengan kunci yang dibuatnya, saat itu Duk Shim mengambil kesempatan dengan wajah penuh dendam langsung menutup pintu dan menguncinya. Na Ri panik berteriak  bertanya Apa ada seseorang di luar sana karena dirinya terkunci di gudang. Duk Shim dengan sinis kalau perang dimulai dan mengumpat kalau Nan Ri itu playgirl. Na Ri berteriak memanggil Nan Gil karena berpikir ayahnya itu yang menguncinya. 

Nan Gil terbangun dari tidurnya lalu tersadar ia sudah tertidur dengan mengunakan bantal dan juga selimut, lalu bertanya-tanya jam berapa sekarang. Ia pun pergi ke meja kerja ingin melihat ponselnya, pesan masu ke dalam ponselnya (2 upaya masuk yang gagal) dan waja Na Ri terlihat dari depan komputernya.
Nan Gil ingin menghapus fotonya, tapi melihat wajah Na Ri yang terlihat jelas akhirnya tersenyum dan membiarkanya. Ia mengambil minum di dapur, lalu teringat semalam bersama Dong Jin yang mabuk memanggil Na Ri lalu menariknya sampai keluar dari rumah untuk sampai ke dalam mobil. Dan jatuh ke pelukan Na Ri. Nan Gil terlihat kesal sendiri karena tingkahnya yang mabuk membuatnya menjengkelkan. 

Nan Gil menyiram tanaman, lalu menatap rumah Na Ri berpikir apakah ia harus membangunkanya sekarang, tapi menurutnya tak perlu Pikiran kembali berubah kalau harus membangunkannya. Sementara Na Ri menahan dingin tidur dengan beralaskan koran dan juga kain tipis didalam gudang.
“Na Ri.... Sudah waktunya untuk bangun. Apa kau merasa baik-baik saja? Apa kau ingin minum air?” ucap Nan Gil didepan pintu, tak ada sahutan lalu saat membuka pintu kamar tak melihat siapapun.
Dia sudah pergi... Aku harap aku tidak melakukan sesuatu yang salah.” Kata Nan Gil keluar dari rumah, Na Ri terbangun mendengar ada suara dan langsung berlari ke depan pintu gudang.
Hei, Nan Gil!!!! Keluarkan aku!!! Nan Gil, kau dengar aku ‘kan? Aku tahu kau ada di sana!” teriak Na Ri marah. Nan Gil yang mendengar suara Na Ri langsung mendekati pintu gudang.
Apa yang kau lakukan di sana? Bagaimana kau bisa masuk? Pintu Ini terkunci.” Kata Nan Gil binggung, Na Ri menyuruh Nan Gil segera membukakan pintunya. 

Nan Gil membuka pintu dan Na Ri buru-buru keluar seperti tak ingin terkunci di dalam.  Nan Gil binggung Kenapa Na Ri tidur di gudang. Na Ri malah marah karena Nan Gil melakukan ini padanya, karena menurutnya  percobaan pembunuhan.
Bagaimana kalau terjadi sesuatu? Bagaimana kalau aku mengalami serangan jantung atau ada api di dalam gudang? Aku akan mati di dalam gudang!” teriak Na Ri marah
Aku... Aku tidak tahu... Apa yang terjadi?” ucap Nan Gil bingung
Jangan katakan kalau kau pingsan, Kau tidak ingat, kau tidak tahu apa-apa atau sesuatu seperti itu.” teriak Na Ri kesal
Apa kau mengatakan kalau aku menguncimu di sana? Kenapa aku harus melakukannya?” tanya Nan Gil heran
Niatmu mungkin tiba-tiba muncul Atau mungkin kau berpura-pura mabuk.” Ucap Na Ri
Nan Gil menegaskan bukan ia yang melakukannya, lalu bertanya apaka ia yang menyeret Na Ri ke gudang lalu menyeretnya, lalu menunjuk kunci miliknya dan menemukan kunci palsu yang dibuat Na Ri. Na Ri langsung pura-pura merasa kedingin dan tak tahu apapun.
“Jadi Kau membuatku mabuk untuk mendapatkankunci itu, kan? Ini Sangat Jelas, kau menggunakan pemantik api dan menaruh isolasi di atasnya. Sebenarnya Ada apa denganmu? Apa kau melihatnya di internet?”  ucap Nan Gil marah Na Ri memastikan kalau memang bukan Nan Gil yang melakukanya.
Nan Gil pikir dirinya itu tak munkin melakukan itu, lalu teringat Tadi malam, bertanya apaka Na Ri tidak datang ke kamarnya. Na Ri mengatakan kalau ia terkunci tapi Nan Gil yakin kalau seseorang ada di kamarnya. Keduanya saling menatap bertanya-tanya siapa sebenarnya yang datang dan masuk ke dalam kamar Nan Gil serta mengunci Na Ri. 


Duk Shim pergi ke sekolah dengan berjalan kaki, tatapan sinis saat melewati rumah Na Ri. Sementara Na Ri dan Nan Gil sedang mengamati jejak didepan gudang, Nan Gil melihat adalah jejak sepatu pria dan mengatakan kalau itu jejak miliknya.
Na Ri juga melihat jejak kakinya dan menemukan sebuah jejak kaki dan itu terbukti kalau Nan Gil adalah pelakunya. Nan Gil menegaskan kalau ini jejak kaki baru, lalu melihat kembali jejak kaki lain dengan ukuran yang kecil.
Apa itu seorang wanita?” ucap Na Ri menduga-duga, Nan Gil berpikir mungkin Seorang pria dengan kaki kecil, Na Ri yakin kalau itu seorang wanita. Nan Gil tiba-tiba menengok dan keduanya saling menatap begitu dekat.
Na Ri langsung menjaukan badanya terlihat gugup dan berpura-pura merasa kedinginan dan bergegas pergi. Nan Gil tersenyum melihat tingkah Na Ri yang terlihat gugup. 

Nan Gil membawakan secangkir air saat Na Ri baru keluar dari kamar mandi. Na Ri pun langsung meminumnya lalu melihat Nan Gil sudah memakai pakaian yang rapih, lalu meminta Nan Gil menunggu kalau memang mau pergi ke tempat ibunya. Nan Gil setuju karena Na Ri bisa pergi ke Seoul dari tempat ibunya.
Kau menyukainya kalau aku pergi ke Seoul, tapi Aku tidak pernah kembali.” Tegas Na Ri marah
Dia tidak memiliki kontrol atas emosinya.” Keluh Nan Gil. 

Dong Jin sudah tertidur di lantai mobilnya, lalu terbangun dan kebingungan karena sudah ada didalam mobil lalu merasakan semua badanya terasa sakit ketika bangun. Ia pun masuk ke dalam rumah ruma dan dikagetkan dengan Yeo Joo sudah ada didalam rumahnya, Yeo Joo kembali berakting dengan mata berkaca-kaca.
Kau pasti tidak ingat apapun.” ucap Yeo Joo sedih, Dong Jin bertanya seperti tak percaya kalau Yeo Joo mengemudikan mobilnya sampai ke seoul.
Aku tidak bisa membawamu ke atas  sendirian, tapi aku tidak bisa meminta bantuan orang lain pada saat itu, jadi aku harus datang ke kamarmu sendirian. Aku membuat beberapa sup, jadi makanlah untuk sarapan.” Ucap Yeo Joo sengaja ingin memberikan perhatian, Dong Jin melihat sudah terlihat makanan yang tertata rapih.
Sejujurnya, Aku tidak ingat apapun dari semalam” ucap Dong Jin, Yeo Joo mengaku kalau Tidak ada yang terjadi tadi malam dengan melakukan gerakan merapihkan bajunya. Dong Jin terlihat panik karena berpikir sesuatu pasti terjadi.
Kalau bukan karena aku, Adik Na Ri mungkin sudah membunuhmu.” Kata Yeo Joo, Dong Jin binggung dengan Yeo Joo yang menyebutkan adik Na Ri
“Dan Juga, kau perlu untuk memperbaiki mobilmu. Na Ri dan adiknya seperti preman...” kata Yeo Joo marah lalu tersadar kalau ia harus bersikap manis didepan Dong Jin
Dong Jin seperti merasa shock karena benar-benar tak ingat apapun, Yeo Joo pikir mereke harus menerima entah mereka memukul.. atau memarahi kita karena memang melakukan kesalahan. Dong Jin ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi, Yeo Joo mengaku  tidak banyak bicara dan tidak bisa memberitahunya karena seharusnya tidak membicarakan ini.


Yeo Joo keluar dari kamar dengan senyuman liciknya, Dong Jin yang masih kebinggungan berteriak memanggil Yeo Joo sebelum masuk ke dalam lift. Ketika menarik tangan Yeo Joo, Yeo Joo merasakan kesakitan dan terlihat dibagian pergelangan tangan suda di beri penahan rasa sakit. Dong Jin langsung panik bertanya siapa yang melakukan padanya. Yeo Joo tak menjawab memilik pergi dengan senyuman rubahnya, Dong Jin pun pasti berpikir Na Ri melakukan sesuatu yang kejam pada Yeo Joo. 

Na Ri dan Nan Gil melakukan doa untuk ibu Na Ri di tempat abu ditempatkan. Na Ri terlihat bersin-bersin dan masih merasa kedinginan, Nan Gil memberikan minuman hangat sambil mengeluh kenapa Na Ri pergi ke gudang padahal sudah mau musim dingin.
Aku tidak perlu menyembunyikan apapun, tapi aku pikir ada begitu banyak rahasia di rumahku.” Ucap Na Ri, Nan Gil pun tak peduli
Kita sudah melalui beberapa masalah sejauh ini, tapi terima kasih karena sudah bersamaku untuk ulang tahun. Satu tahun sudah cukup, jadi kau bisa berhenti di sini.” kata Na Ri, Nan Gil binggung apa yang ingin dikatakan Na Ri sebenarnya.
Kau masih muda. Apa kau ingin tinggal di sini selama sisa hidupmu?” kata Na Ri heran
Sudah aku katakan....Aku akan tinggal di sini sampai pohon di pinggir danau tumbuh tinggi.” Ucap Nan Gil.
Na Ri ingin tahu Ada apa dengan pohon itu dan menjadi ayah tirinya sekarang. Nan Gil ingin Na Ri mendengarkan perkaatan sekarang karena benar-benar berkata sangat serius, bertanya Apa yang akan terjadi bila petani membeli sekop, yaitu pertani akan membalik tanah, menabur, dan pada akhirnya panen. Na Ri setuju dengan itu.
Tidak ada yang mengharapkan bahwa dia akan memukul seseorang dengan itu. Karena itulah aku menjadi ayah tirimu.” Tegas Nan Gil, Na Ri benar-benar tak mengerti.
Dan jangan menggeledah kamarku lagi.” Perintah Nan Gil, Na Ri kaget karena Nan Gil bisa mengetahuinya
“Begitu juga tempat-tempat lain juga. Kau tidak akan menemukan apapun.” tegas Nan Gil.
Apa kau yakin tidak ada yang bisa ditemukan? Apa kau tidak berpikir bahwa aku menemukan sesuatu.. yang bisa menjadi petunjuk dari gudang?” sindir Na Ri
Nan Gil menyuruh Na Ri Berhenti menggertak, karena hanya bisa menggigil kedinginan. Na Ri bisa mengerti dengan memikirkan siapa yang menguncinya sampai menggigil sepanjang malam dan punya waktu karena ada banyak hal untuk diselidiki.
Aku mengambil kembali kata-kataku bahwa aku tidak akan pernah datang kembali... ke rumah itu, karena itu rumahku. Aku akan datang kembali setiap kali aku mau, jadi sebaiknya kau siap. Mengerti?” ucap Na Ri sedikit mengancam lalu berjalan pergi, Nan Gil langsung berpulang. 


Restoran Hong sudah penuh dengan pelanggan, Yong Kyu melihat Nan Gil pulang terburu-buru merasa tidak seperti ada di masa muda yang penuh badai dan bertanya-tanya Kenapa Nan Gil  begitu agresif hari ini. Nan Gil mencari petunjuk di gudang, terdengar teriakan dari jendela diatas gudang.
Apa yang kau lakukan di sana? Kita memiliki cukup isian tapi tidak cukup adonan kulitnya” teriak Yong Kyu, Nan Gil hanya bisa menghela nafas panjang karena harus menundanya.
Na Ri di dalam bus melihat video marketing yang dibuat oleh Nan Gil dengan model Yong Kyu “Kita hanya membuat pangsit buatan tangan. Rahasia Pangsit Hong dimulai dari adonannya.” Sampai promois memulai layanan pengiriman nasional dan Beli 1 dan gratis 1. Na Ri heran tak melihat Nan Gil dalam video lalu melihat salah satu foto dan ingin memperbesar gambarnya, lalu tersadar dengan pikiran kalau tak boleh melakukan itu. 

Duk Bong bertemu dengan seorang dokter psikolog, dengan bertanya apa Duk Bong tertarik pada pria. Duk Bong balik bertanya apakah ayahnya, ketua Kwon yang ingin bertanya tentang Hal itu. Dokter Lee membenarkan. Duk Bong mengaku kalau “sudah menyelidiki seorang pria selama beberapa bulan. Dokter Lee terlihat kaget
“Tempat ini memang bagus, tapi kenapa butuh waktu begitu lama? Dia Benar-benar pria yang misterius.Aku mulai penasaran...untuk mengetahui semua tentang dia, bahkan Segala sesuatu tentang dia.” Cerita Duk Bong, Dokter Lee terlihat sedikit ketakutan.
Masalahnya adalah... dia memiliki seorang anak perempuan.” Kata Duk Bong sengaja membuat penasaran, Dokter Lee menyimpulkan pria itumemiliki seorang anak perempuan
Duk Bong teringat saat Na Ri mengatakan dengan senyuman “Aku kira kau boleh pergi sekarang, Berkendara dengan aman.” Lalu ia pun tersenyum sendiri mengingatnya. Terdengar bunyi suara bel, Duk Bong pikir Waktu berjalan cepat dan pamit pergi.
Dokter Lee langsung menuliskan catatan dikomputernya, Duk Bong tiba-tiba sudah ada disampingnya ingin memastikan Dokternya  tidak menceritakan kisahnya kepada siapa pun, Dokter Lee mengatakan kalau tak akan melakukanya. 


Na Ri sedang bersiap-siap dengan pakaian ke dalam koper, Duk Bong menelep menanyakan apakah Na Ri sudah sadar sekarang, Na Ri mengaku kalau kemari malam tak ada ada artinya sambil memakan kimbap yang dibelinya. Duk Bong mendengar suara Na Ri yang sedang mengunyah lalu  bertanya apakah sedang makan sesuatu
Maaf... Aku harus makan sesuatu sebelum bekerja. Jadi Ada apa?” ucap Na Ri
Aku berkata akan mengajukan keluhan jadi Keluarlah dengan stempelmu.” Perintah Duk Bong, Na Ri mengaku sedang terburu-buru tapi Duk Bong langsung tak mau tahu langsung menutup telpnya , ia melihat sebuah sapu tangan diatas meja dengan jahitan nama Ko Nan Gil 1-3

Flash Back
Ibu Na Ri menjahit diatas kain sambil mengeluh karena jahitanya itu tak lurus, dan harus mengulangnya. Na Ri yang sedang ada didekat ibunya berpikir Ini akan lebih cepat kalau dijahit dengan tangan.
Na Ri melihat kembali jahitan disapu tangan seperti ibunya sengaja menjahitkan semuanya untuk Ko Nan Gil.


Nan Gil membereskan semua barang didalam gudang dan menutup kembali mesin jahit dengan kain yang digunakan Na Ri semalam untuk selimut, lalu melihat buku-buku yang ada diluar dengan nama  (Nama: Hong Na Ri, Ko Nan Gil) lalu bertanya-tanya kenapa barang-barang itu ada diluar.
Paman Shin tiba-tiba datang menemui Nan Gil, melihat paman Na Ri yang datang Nan Gil terlihat kesal karena suda meminta untuk tidak pernah datang. Paman Shin mengatakan Mereka sudah tahu bahwa kakaknya meninggal Dan mereka mengirimi Na Ri dokumennya. Nan Gil terlihat kaget
bersambung ke part 2 
 FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar