Selasa, 22 November 2016

Sinopsis The Man Living In Our House Episode 9 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS

Nan Gil kembali berjalan pulang saat itu melihat sosok Na Ri yang mengunakan jaketnya mengambil foto didepan restoran, tapi saat menyadarinya kalau bukan Na Ri hanya halusinasinya saja. Si wanita pun masuk ke dalam restoran dan dua temanya sudah menunggu dengan menyuruhnya duduk, mereka pun mulai mencoba dumpling buatan Nan Gil
Kulitnya lembut dan sangat berair. Diisi dengan aroma daging. Mengagumkan.” Komentar perempuan kuncir dua.
Aku punya perasaan yang baik tentang tempat ini Bahkan blogger yang pelit memberikan pujian untuk tempat ini.” balas teman yang duduk disebelahnya.
Itu belum semuanya. Apa itu sudah semuanya? Apa kau pencicip makanan? Seorang kritikus makanan Atau anggota laboratorium makanan?” sindir si wanita berkacamata, Dua wanita didepanya langsung tertunduk

Kau penulis untuk berbagai acara, Hanya karena kami melakukan acara makanan, apa kau menukar tawa untuk rasa? Kau harus melihat tawa yang ada dan bukan rasanya. Berapa kali harus aku katakan?” kata si wanita berkacamata, keduanya tertunduk mengerti.
Jangan membuatnya lebih jelas. Bersikaplah alami. Berpura-pura sedang menganalisa rasanya...dan melihat para pekerja. Apa kau tidak bisa melihatnya?” kata si wanita kacamata dan dua yang lainya ikut melihat berkerja tampan yang ada didapur terbuka.
Mereka melihat pegawainya semua sangat luar biasa. Lalu si wanita kacamat menunjuk pada Nan Gil yang keluar dengan pakaian chefnya, Ia mengoceh tentang tulisannya. "Bisakah pria ini tampan membuat rasa semacam ini? Semuanya terdepan. Mereka meningkatkan popularitas.. Dengan mempekerjakan pria tampan. Ternyata Ini palsu."
Orang-orang akan banyak berkomentar.” Ucap Si wanita kacamata, keduanya pun melihat itu ide Luar biasa.
Tapi ini tidak palsu. Ini benar-benar lezat. Ini adalah sebuah permata tersembunyi yang tidak pernah.. ada di televisi Rasanya sangat luar biasa dan penuh dengan pesona. Ini akan banyak ditonton. Bagaimanapun... Sepertinya pemiliknya... menolak untuk melakukan acara TV. ” Kata si wanita kacamata melirik pada Nan Gil yang ada didapur.
Dua wanita pun merasakan hal yang sama, lalu si wanita menyakinkan kalau bagaimana pun merka tidak boleh menyerah karena Sebuah restoran yang masih murni tidak pernah tampil di TV maka adalah jackpot dan sangat langka, dan sekarang mereka memiliki sebuah madu dan perangkap jadi gunakan itu sebagai “Perangkap madu.” 

Si wanita kacamata mendekati Yoon Kyu memberitahu mereka adalah penulis dari "Tiga Besar Raja Makan" dengan memberikan kartu namanya, lalu memuji dumplingnya sangat lezat dan ingin melihat restoran ini dalam acara mereka.
Yoon Kyu melihat nama Lee Mi Sun dan merasa sebuah kehormatan karena bisa tampil di TV, lalu berteriak memangil Nan Gil kalau ketiganya penulis dari "Tiga Besar Raja Makan" dan ingin mereka ikut diacaranya, Nan Gil datang langsung menolak kalau mereka tidak melakukan acara TV. Tiga wanita itu binggung seperti rencana mereka tak berhasil. 

Ketiganya pun keluar dari restoran, Si wanita kacamata mengerti kalau Nan Gil menolak hari ini tapi merkea akan kembali tiga kali lagi dan tidak pernah menyerah. Si wanita pirang mengaku kalau itu seperti Tiga kali pukulan lalu wanita si kuncir dua mengaku mereka “Three Musketeers.” Dua yang lainya terlihat malu.
Kau seharusnya tidak menjadi seorang penulis. Ini Memalukan sekali.” Keluh dua wanita lainya lalu bergegas pergi. Nan Gil melihat mereka pergi dan terlihat sedih karena kembali mengingat Na Ri seperti menyapanya dari depa restoran seperti sebelumnya.
Kau yang mengusir mereka. Kenapa kau kelihatan sangat sedih? Bos. Apa kau berpura-pura jual mahal?” kata Yoon Kyu lalu memuji Nan Gil itu memang  sangat pintar.
Haruskah aku mendapatkan nomor mereka dan menjadi teman? Haruskah aku mengirimi mereka beberapa pangsit? Kita harus harus berdandan kalau masuk TV.” Kata Yoon Kyu bersemangat, Nan Gil melirik dingin sampai akhirnya Yoon Kyu terunduk meminta maaf karena terlalu takut untuk berbicara.
Nan Gil akan masuk restoran dan kembali melihat bayangan Na Ri melambaikan tanganya, merasa itu hanya halusinasinya dan akan masuk. Yoon Kyu tiba-tiba memberitahu kalau anaknya itu sedang melambaikan tangan dan berpikir akan mengabaikannya. Nan Gil membuka matanya lebar-lebar dan menyadari kalau Na Ri memang datang dan langsung tersenyum menghampiriya. 


Na Ri melihat Nan Gil berpikir harus membuat wajah yang kejam setelah berdandan, Nan Gil tersenyum bahagia melihat Na Ri yang datang dan bertanya kenapa tak langsung datang ke restoran. Na Ri menyuruh Nan Gil diam seperti es yang membeku.
“Ini ternyata Benar-benar senyum lebar yang kau berikan kepada semua wanita itu. Kau berlatih di depan cermin, kan?” ucap Na Ri sinis, Nan Gil mengaku kalau  tidak tersenyum. Na Ri pun bertanya siapa wanita itu.
Penulis dari sebuah acara TV.” Ucap Nan Gil seperti tak peduli.
Apa Pangsit Hongs akan masuk TV?” kata Na Ri terlihat bersemangat,Nan Gil memberitahu kalau sudah menolaknya.
Kenapa? Kau seharusnya melakukannya.” Ucap Na Ri heran, Nan Gil mengaku tak mau melakukanya.
Lakukan pertunjukan, dapatkan uang, dan lunasi hutang. Kalau semua berjalan dengan baik, maka kita juga bisa menjalankan waralaba.” Kata Na Ri penuh semangat.
Nan Gil tetap tak mau melakukanya, Na Ri padahal berharap Ayah akan melihat pertunjukannya dan merasa cemburu, lalu akan tahu setelah dia melihat sinyal dari mereka. Nan Gil hanya bisa diam, Na Ri membahas kalau Nan Gil yang mengatakan  mengirimi pesan teks, tapi yang ditulisnya hanya "Selamat malam." "Makan dengan baik." "Jangan sakit."
Apa itu terdengar seperti hubungan jarak jauh?” ucap Na Ri kesal, Nan Gil tertunduk seperti musik yang sedang dihukum gurunya.

Aku sudah belajar cara mengemudi sekarang dan juga belajar caranya bertani. Aku mungkin akan belajar bagaimana caranya membuat kue. Aku menjadi lebih dan lebih seperti kau.” Kata Na Ri bangga
“Aku juga mengalami banyak perubahan suasana hati akhir-akhir ini. Aku menjadi lebih seperti kau.” Balas Nan Gil
Haruskah aku mengemasi barang-barangku dan pindah lagi kesini?” kata Na Ri bahagia.
Aku memiliki lebih banyak perubahan suasana hati dan membuat keputusan yang buruk.”ejek Nan Gil
Aku memiliki hal-hal yang harus dilakukan dan sesuatu untuk dikatakan. Ayo kita berjalan-jalan.”ajak Na Ri 


Na Ri berjalan ke bagian pinggir danau dengan berjejer tulisan dibagian pinggirnya, lalu bercerita sering datang bersama ayahnya saat masih kecil. Dan selalu menulis, "Biarkan aku menjadi seorang pramugari." Nan Gil berkomentar Keinginan Na Ri menjadi kenyataan.
Setelah Ayah pergi, aku datang sendiri dan menulis, "Tolong beritahu ayah, kalau aku pulang." Aku hanya mendapatkan 1 dari 2 keinginanku.” Ungkap Na Ri sedih, Nan Gil pun hanya bisa diam. 

Paman Shin bertemu lagi dengan Tuan Bae bersama dengan Wan Shik , Tuan Bae Atidak tahu Nan Gil akan pergi menemui Paman Shin dan  merasa sangat marah karena Paman Shin malah mengatakan sesuatu yang begitu konyol. Paman Shin binggung.
Hong Sung Kyu sudah lama meninggal. Kami sudah mengkonfirmasi sertifikat kematiannya. Kita bisa bicara dengan lebih rinci nanti jadi Makan sedikit.” Ucap Tuan Bae, Paman Shin terlihat ketakutan dan juga binggung.
Apa kau naif... atau kau bodoh? Kalau Nan Gil pergi, maka itu akan menjadi tanah milikmu. Kenapa kakakmu memiliki semua tanah orang tuamu?” ucap Tuan Ba, Paman Shin pikir membenarkan.
Dan kenapa kau tidak merasa khawatir... tentang satu-satunya keponakanmu? Apa kau akan membiarkan dia tinggal bersama Nan Gil? Seorang pria dan wanita bisa terikat untuk satu sama lain.” Ucap Tuan Bae, Paman Shin pun hanya bisa terdiam. 

Nan Gil melihat cafe yang unik dengan semua terbuat dari kayu lalu menanyakan alasan mereka sampai datang sejauh ini dan ingin tahu apa yang ingin dikatakan Na Ri sekarang. Na Ri bertanya kenapa mereka  tidak bisa lebih dekat dan tidak bisa seperti pasangan lain, Nan Gil menjawab itu karena dirinya.
Kau benar.... Masa lalu yang kelam dan karena kau harus melindungi tanah ini Dan karena kau ayah tiriku. Kau membuat terlalu banyak hambatan yang tidak bisa kau lewati.” Ucap Na Ri
Itu semua bukan hambatan. Tapi aku.” Kata Nan Gil

Setelah aku pergi ke Seoul, yang aku pikirkan adalah... apa yang kita katakan dan wajahmu. Aku sudah benar-benar jatuh cinta kepada Ko Nan Gil, jadi jangan repot-repot berusaha untuk menjadi ayah tiriku. Jangan memikirkan masa lalu, Jangan meminta maaf.” Ucap Na Ri
Ini tidak semudah itu. Aku merasa seperti seperti orang jahat. Aku biasanya hanya melihat dari jauh.” Ucap Nan Gil. Na Ri pikir Itu sebabnya ia harus tetap sangat dekat.
Nan Gil..... Aku cinta padamu.” Ungkap Na Ri yang mengaku perasaan cintanya lebih dulu. Nan Gil terdiam menantap Na Ri. 


Nan Gil mengingat saat Na Ri yang masih sekolah duduk diatas permaianan, tiba-tiba dijahili oleh anak laki-laki. Nan Gil pun melawan dengan melemparkan batu mengunakan ketapelnya.
Ketika beranjak remaja, Nan Gil pun berbohong memberikan payungnya untuk Na Ri dan pulang kerumah hujan-hujanya. Saat sudah dewasa, Nan Gil dengan muka lebam hanya berani melihat Na Ri dari kejauhan, sementara Na Ri sedang berjalan dengan wajah bahagia dengan Dong Jin.
Keduanya saling menatap dan akhirnya Nan Gil dengan gugup meminum kopi Na Ri tersenyum melihat tingkah Nan Gil yang gugup. 

Duk Bong bicara dengan Soon Rye memberitahu Kakeknya yang memiliki tanah Pangsit Hong. Soon Rye terlihat melotot kaget, Duk Bong bertanya apakah Soon Rye mengetahuinya. Soon Rye mengaku tak mengetahuinya.  Duk Bong merasa ada sesuatu yang aneh.
Semua tanah di sekitar sini milik kita, tapi kenapa tidak dengan tempat ini?” ucap Duk Bong melihat peta dan hanya kawasan bagian pangsit Hong, Soon Rye hanya diam saja.
Pada saat seperti ini, aku senang... kau adalah orang yang akan menutup mulutnya. Jadi Baca semua dokumennya.” Kata Duk Bong, Soon Rye pun bergegas mengambilnya. Ponsel Duk Bong berdering, ternyata telp dari Yeo Joo. 

Yeo Joo baru masuk ke dalam restoran dan kaget ternyata Duk Shim juga ada didalam restoran lalu bertanya Apa yang dilakukan disini, Duk Shim pikir itu yang harus ia tanyakan lebih dulu. Sementara didepan restoran, Wan Shik melihat Nan Gil menyapanya dengan berpura-pura kalau mengira tinggal di daerah itu.
Nan Gil menyuruh Na Ri untuk segera masuk saja. Na Ri melihat kejauhan, lalu Nan Gil pun mengajak Wan Shik agar masuk bersama ke dalam mobil. Na Ri hanya bisa terdiam dengan wajah binggung. Duk Bong baru datag dengan mobilnya langsung mendekati Na Ri. 

Duk Bong bertanya Siapa orang itu, Na Ri memberitahu kalau itu dari   Da Da Finance. Duk Bong melihat ini cara yang Ilegal untuk muncul seperti ini jadi lebih baik Laporkan mereka. Na Ri yang penasaran ingin mendekat untuk membuka pintu mobil. Duk Bong langsung menahanya.
Kau sulit sekali. Jangan bicara dengan orang-orang seperti mereka. Ayo masuk ke dalam.” Ajak Duk Bong, Na Ri hanya terdiam dan akhirnya masuk ke dalam restoran, Nan Gil Dan Wan Shik sempat melihat dari dalam mobil. 

Wan Shik memberitahu  Hanya keluarga yang bisa meminta sertifikat kematian Tapi seorang wanita mendapat sertifikat kematian Hong Sung Kyu. Nan Gil melihatnya kertas yang diberikanya, Wan Shik merasa Nan Gil itu suda tak waras.
Kenapa kau bisa menjadi ayah tirinya... setelah membunuh ayah kandungnya?” ucap Wan Shik sengaja ingin membuat Nan Gil merasa bersalah.
Kalau aku yang membunuhnya, maka aku pasti sudah dihukum.” Balas Nan Gil
Kami menyembunyikanmu.” Ungkap Wan Shik
Terlepas dari itu, karena kau muncul di depan Na Ri, maka Aku mengatakan kepada tuan Bae tentang rahasiamu.” Ucap Nan Gil mengancam
Hei, dia selalu di sini setiap kali aku datang.” Teriak Wan Shik, Nan Gil pikir itu masalah Wan Shik lalu keluar dari mobil. Wan Shik terlihat benar-benar kesal dengan sikap Nan Gil. 

Nan Gil baru keluar dari mobil langsung di panggil oleh Duk Bong, Duk Bong memperingatkan Nan Gil kalau tidak memiliki rencana, maka akhiri saja. Nan Gil tak banyak komentar memilih untuk masuk ke restoran.
Yeo Joo sudah duduk di meja, Duk Shim merasa kalau Yeo Joo itu akan bertemu dengan kakaknya, Yeo Joo menceritaka kalau karena Duk Shim baju dan sepatunya rusak jadi harus menebusnya. Duk Shim pun menyuruh Yeo Joo untuk segera pergi setelah makan. Saat itu Duk Bong datang, Yeo Joo langsung melambaikan tangan. Duk Bong menyuruh Yeo Joo untuk segera pergi. 

Saat itu Wan Shik tiba-tiba masuk restoran dengan wajah penuh amarah bertanya keberadaan Nan Gil, Yoon Kyu bertanya siapa pria yang berani masuk, Wan Shik langsung memberikan pukulanya. Semua wanita yang melihatnya ketakutan, Yeo Joo panik mengajak Duk Bong untuk segera pergi saja meninggalkan restoran. Duk Bong seperti risih karena Yeo Joo mendorongnya.
Nan Gil akhirnya keluar melihat Wan Shik yang sudah melukai pegawainya, Wan Shik menegaskan kalau ia bukan orang yang sama. Nan Gil langsung menarik Nan Gil pergi. Joon melihat Yoon Kyu yang terluka, Yoon Kyu mengaku Tidak sakit, tapi merasa benar-benar kacau. Saat itu Na Ri baru masuk restoran melihat Nan Gil yang menarik Wan Shik masuk kamarnya. 

Tidak disini, Aku tidak akan pernah... kembali ke tempatku. Jadi... Jadi tolong! Tolong aku. Tolong!” ucap Nan Gi terus mencengkram tangan Wan Shik, Na Ri mendengar teriakan Nan Gil hanya bisa diam dengan wajah sedih lalu memilih untuk pergi.
Tolong bantu aku.... Aku akan menyimpan rahasiamu... Jadi Anggap saja sebagai hadiah ulang tahun.” Kata Nan Gil melepaskan cengkramnya,Wan Shik malah mengejeknya lalu berjala pergi. 


Duk Shim meminta maaf pada semua pelanggan yang dibuat ketakutan dan akhirya meninggalkan restoran. Wan Shik keluar dari kamar langsung menatap sinis pada Yoon Kyu terlihat  memiliki luka dibagian wajahnya, lalu meninggalkan restoran.
Aku tahu kalau...rasa sakit fisik bersifat sementara, tapi rasa sakit psikologis tetap ada. Kekerasan menghancurkan jiwamu. Apa aku harus berhenti dari restoran bodoh ini?” ucap Yoon Kyu, Duk Shim melihat Yoon Kyu berpikir akan membersihkanya. Yoon Kyu hanya bisa diam karena tak ada yang mempedulikanya.
Na Ri terdiam dikamarnya, teringat kembali ucapan Nan Gil “Tidak disini. Aku tidak akan pernah... kembali ke tempatku. Jadi... Jadi tolong! Tolong aku.” 

Yeo Joo ingin menuangkan wine, Duk Bong menolak karena  harus mengemudi. Yeo Joo pun meminum wine sendiri dengan berisikap manis memberitahu kalau Duk Shim juga ada direstoran  jadi merasa tidak enak karena mereka pergi sendirian. Duk Bong pikir itu tak penting karena ia dan adiknya sudah terbiasa dengan itu.
Keluargaku menyedihkan, dan keluargamu ternyata sangat tidak bermartabat.” Komentar Yeo Joo
Sulit untuk memiliki uang dan martabat sekaligus.”balas Duk Bong dingin
Apa kau ingin menjadi teman? Aku tidak punya teman. Kau tahu segalanya tentang keluargaku, jadi aku merasa... nyaman seperti tidak ada yang perlu disembunyikan.” Kata Yeo Joo agar bisa lebih dekat dengan pria kaya.

Na Ri adalah satu-satunya teman yang aku butuhkan, kita hanya bertemu hari ini jadi  akan membayar untuk sepatu dan pakaianmu.” Tegas Duk Bong yang tak ingin dekat dengan Yeo Joo
Relakan saja Na Ri.... Dia sedang jatuh cinta. Ini keputusan Cukup besar untuk berhenti dari pekerjaannya. Tapi kasihan Na Ri. Ternyata Dia berkencan dengan orang yang berbahaya.” Cerita Yeo Joo, Duk Bong kaget mengetahui  Na Ri berhenti bekerja?
Dia mengambil cuti, tapi itu hampir seperti berhenti bekerja. Saat berkaitan dengan cinta, maka wanita melompat dengan kepala terlebih dulu. Betapa bodohnya dan Pria yang malang. Wajahnya terlihat seperti... dunia baru saja berakhir.” Komentar Yeo Joo menyindir, Duk Bong hanya diam saja. 


Na Ri melihat foto ibunya, lalu berbicara pada sang ibu  bertanya  Apa arti dari tempat ini untuk Nan Gil?” saat itu Nan Gil datang bertanya apa yang sedang dilakukanya. Na Ri mengaku  sedang berbicara dengan Ibu. Nan Gil pun mengajak makan malam bersama dengan memperlihatkan adonan Mie  untuk makan Sujebi.
Keduanya sibuk didapur, Nan Gil membuat adonan dan Na Ri memohon sayuran sambil terus menatap Nan Gil. Akhirnya Nan Gil bertanya kenapa menatapnya, apakah ingin mengatakan sesuatu. Na Ri menyangkalnya. Saat itu terdengar bunyi bel rumah. 

Paman Shin bertemu dengan Wan Shik didalam mobil, Wan Shik berbisik agar Lakukan dan bicara tentang ayah Hong Na Ri, lalu memberitahu kalau Ayahnya Hong Sung Kyu sudah meninggal dan mengatakan yang sebenarnya. Paman Shin terlihat kaget dan kebingungan. 

Na Ri yang membuka pintu kaget melihat Yeo Joo datang dengan Duk Bong seperti orang mabuk. Duk Bong menyuruh Yeo Joo Jangan berpura-pura mabuk karena minum sedikit anggur. Na Ri tak tahu alasan mereka berdua  bisa minum anggur bersama-sama, tapi kenapa Yeo Joo harus datang ke rumahnya.
“Ahh... Adikmu juga ada di sini.” ucap Yeo Joo masih bertingkah mabuk menunjuk pada Nan Gil
Berhenti mengatakan, "adik". Aku tahu kau mencoba untuk berpura-pura mabuk agar kau bisa tidur di sini.” kata Na Ri, Yeo Joo pun akhirnya bersikap biasa.
Na Ri... Adikmu berbahaya.... Kenapa kau harus berhenti karena pria seperti...” ucap Yeo Joo dan Na Ri langsung menutup mulutnya sambil mengeluh hanya juniornya itu yang mabuk. Nan Gil akhirnya mendekat bertanya apakah Na Ri berhenti berkerja.
Dia mabuk. Aku tidak tahu apa yang dia katakan. Benarkan?” ucap Na Ri mencoba membuat Nan Gil tak membahasnya.
Kenapa Na Ri harus berhenti bekerja? Dia selamanya pemimpin kami.” Kata Yeo Joo 

Na Ri akhirnya mendorong Yeo Joo ke arah tangga, Yeo Joo menatap Na Ri merasa seniornya itu harus berterima kasih kepadanya, Na Ri pikir kenapa  harus Berterima kasih. Yeo Joo sengaja menyaringkan suara kalau Na Ri dan Dong Jin sudah putus sejak dulu.
Cinta tidak akan memudar Bahkan tidak ada untuk bisa memudar. Lalu Aku mengakhirinya untukmu. Sementara Kau jatuh cinta, jadi Aku membiarkanmu bertemu adikmu.” Kata Yeo Joo sengaja menyindir
Kenapa kau membicarakan masa lalu? Naik dan tidurlah.” Kata Na Ri panik langsung mendorongnya agar naik. 

Nan Gil melihat Duk Bong langsung menyuruhnya untuk pergi. Duk Bong ingin pergi tapi kembali bicara dengan Nan Gil,  mengatakn akan melakukan sesuatu, tapi ingin bertanya terlebih dahulu. Nan Gil bertanya apa yang ingin dilakukanya.
Aku akan memberitahumu nanti. Kau tahu bahwa karena kau menikah dengan ibunya Na Ri, maka Kau dan Na Ri tidak akan pernah bisa bersama,kan?  Aku menyukai Na Ri jadi Aku ingin mendengar pendapat ayah tirinya.” Ucap Duk Bong blak-blakan.
Lalu kenapa kau menemui temannya?” balas Nan Gil
Kalau aku tidak menemui temannya, apa kau akan mendukungku? Aku pasti sudah kesal kalau kau mengatakan, ternyata "Putriku hanya peduli kepada ayahnya." Tapi aku kira kau akan mempertimbangkannya demi dia.” Kata Duk Bong percaya diri.
Tidak.... Aku mempertimbangkan apa kita bisa berteman, tapi kurasa tidak.” Kata Nan Gil
Aku juga tidak ingin menjadi temanmu.” Balas Duk Bong, keduanya saling menatap sinis. 

Yeo Joo mengeluarkan semua alat riasnya diatas meja dengan mengeluarkan sebuah cream. Na Ri melihat dengan berkomentar pada Yeo Jo yang berbuat baik, dengan tidak mengatakan kepada Nan Gil tentang cuti kerjanya. Yeo Joo mengaku tidak sebodoh itu.
Apa itu? Apa semua kosmetik itu untuk satu malam?” tanya Na Ri melihat banyak cream
Aku melakukan malam ini dengan bagian yang paling minimum. Kau harus memakainya setiap hari agar kulitmu tetap sehat dan tidak boleh malas.” Ucap Yeo Joo sinis , Na Ri merasa kalau Orang-orang tidak berubah.

Nan Gil sudah menyiapkan dua mangkuk mie diatas meja, Na Ri datang bertanya apakah Duk Bong sudah pergi. Nan Gil dengan sinis bertanya apakah mereka akan makan bersama seperti tak suka dengan pertanyaan Nan Gil.
Perubahan suasana hatimu sedang memburuk. Kau akan menjadi seperti aku,yaitu terkena stres dan keriput.” Kata Na Ri lalu mencoba makan kuah dari mie buatan ayah tirinya dan langsung memberikan jempol sebagai tanda kalau rasanya enak. Nan Gil hanya bisa tersenyum melihatnya. 

Keduanya duduk di ruangan depan, Nan Gil terlihat sedih karena mengingat berkelahi  dengan Wan Shik di depan pelanggan. Na Ri melihat Wan Shik itu bukan temannya.  Nan Gil mengaku kalau yang dikatakan Duk Bong benar kalau ia  dulu adalah orang yang seperti itu. Na Ri pikir Nan Gil tidak perlu memberitahu segalanya.
Apa arti dari rumah ini... dan Pangsit Hong untukmu? Apa ini semua lebih penting daripada aku? Haruskah aku cemburu dengan tempat yang penuh dengan kenangan darimu?” tanya Na Ri
Semua yang ada di sini... bagiku adalah Hong Na Ri.” Akui Nan Gil
Kalau begitu lihat Hong Na Ri yang sebenarnya yang ada di depanmu.” Kata Na Ri, keduanya saling menatap Nan Gil pun ingin mendekat untuk menciumnya. 


Tiba-tiba terdengar teriakan dari Paman Shin, yang sangat marah karena keduanya ingin berciuman. Keduanya kaget melihat Paman Shin yang datang. Paman Shin langsung mencengkram baju Nan Gil dan menyuruhnya untuk keluar dari rumah sekarang. Na Ri langsung menarik tangan pamanya agar bisa melepaskan dari leher Nan Gil.
Kemana saja kau?” tanya Na Ri, Paman Shim akhirnya melepaskan karena mendengarkan ucapan keponakanya.
Na Ri, dengarkan aku.... Aku meminta pembatalan perkawinan. Para saksi palsu... juga setuju untuk membantu. Ibumu dan aku semua tertipu.” Kata Paman Shin, Nan Gil berteriak marah
Beraninya kau meninggikan suaramu kepadaku?!! Sudah jelas kau sedang tertipu, Apa dia menggodamu dengan berpura-pura menjadi ayahmu?” kata Paman Shin seperti ingin menyakinkan Na Ri
Apa kau tahu sudah berapa lama sejak aku melihatmu terakhir kali?” ucap Na Ri dan  mengajak mereka bicara berdua saja. Paman Shin meminta Na Ri untuk diam saja.
Baiklah. Kau boleh menyimpan tanahnya, rumahnya, dan semuanya! Tapi tidak keponakanku. Mengerti? Dan itu Tidak di saat aku masih hidup. Mengerti?” ucap Paman Shin tak ingin Na Ri jatuh pada Nan Gil
Nan Gil langsung medorong Paman Shin yang ingin mencengkramnya bertanya alasan kenapa tak boleh, Na Ri terlihat binggung. Nan Gil pun mengingatka yang sudah dilakukan Paman Shin, Paman Shin sengaja memancing Na Ri kalau Si kurang ajar ini mengusir dan tidak membiarkan ada dirumah kakaknya. Nan Gil hanya bisa menghela nafas panjang.
Na Ri... Ayahmu sudah lama meninggal.” Ucap Paman Shin. Nan Gil kaget Paman Shin bisa bicara seperti itu begitu juga Na Ri.
Aku mengatakan sesuatu kepadanya... yang kau rahasiakan dari dia! Memangnya kenapa?” kata Paman Shin menantang.,
Kau berkata kalau melihatnya musim semi lalu. Kalau dia sudah lama meninggal, bagaimana kau bisa melihat dia?” kata Nan Gil tak percaya.
Aku tidak pernah melihat siapapun!” ucap Paman Shin menyangkalnya.
Na Ri mengaku mengingat juga, kalau pamanya mengatakan kepada Ibu dan dirinya kalau melihat ayahnya yang  masih berjudi. Paman Shin dengan gugup mengaku kalau sudah keliru dan sudah memeriksa sertifikat kematiannya.
Siapa yang menunjukkan kepadamu sertifikat kematian ayah?” tanya Na Ri binggung. Nan Gil mengajak paman Shin untuk bisa bicara berdua saja. Nan Ri langsung melarangnya.
Ini adalah tentang ayahku jadi Paman dan aku perlu bicara.” Tegas Na Ri
Na Ri, kau belum melihat ayahmu selama lebih dari 20 tahun, Jadi jangan sedih...” ucap Paman Shin berusaha untuk menyakinkan.
Aku tidak sedih. Tapi bagaimana bisa kau tiba-tiba muncul dan mengatakan dia sudah mati?” ucap Na Ri heran
Paman Shin akhirnya haya bisa meminta maaf dan ingin Na Ri  Berpura-pura saja kalau tidak mengatakan apa-apa. Na Ri berteriak marah karena tak mungkin bisa menganggap seperti itu, Paman Shin heran Na Ri bisa berteriak padanya.
Aku tinggal bersamamu selama 20 tahun. Apa aku lebih buruk dari ayahmu... yang meninggal dan meninggalkan ibumu dan kau sendirian?” teriak Paman Shin frustasi. 

Yeo Joo yang sedari tadi mendengar keributa dibawa, bertanya-tanya apa sebenarnya yang dikatakan Paman Shin tentang ayah dan  berpura-pura menjadi ayah Na Ri
Na Ri akhirnya memberikan minuman untuk pamanya, Paman Shin membawakan selembar kertas merasa Nan Gil bisa mengerti,   menurutnya Setelah pergi ke pengadilan, maka Nan Gil selesai dan meminta keponakanya itu jangan khawatir tentang hal itu. Na Ri bertanya apa yang dibawa oleh pamanya.
Aku ingin menuntutnya” ucap Paman Shin.
Apa kau mengerti? Kau tahu tanggalnya, kan? Jangan berpikir untuk lari.” Ucap Paman Shi memperingatkan Nan Gil
Aku tidak memiliki niat untuk lari. Jangan biarkan Da Da Finance memanipulasimu. Ini tanah milik Ibu dan Sekarang, itu tanah Na Ri.” Tegas Nan Gil.
Apa yang begitu penting tentang tanah itu? Hidup harus terus berjalan.” Ucap Paman Shin seperti sengaja ingin membuat Nan Gil menyerah.

Kenapa kau bisa mengatakan itu?” sindir Nan Gil sengaja berjalan mendekat.
Paman Shin merasa Nan Gil berusaha mengancamya, lalu memperingataka Na Ri agar Jangan bergaul dengan si brengsek Nan Gil,   karena Kegelapan dari Nan Gil akan menular padanya,  Bahkan jangan berbicara dan  Jangan merendahkan dirimu sendiri dan semua ini hanya mencoba untuk menyelamatkanya. Ia hanya ingin Na Ri bisa  memihak kepada di pengadilan.
Banyak hal yang harus aku persiapkan untuk siding jadi Percayalah kepadaku. Aku harus pergi mempersiapkan persidangan.” Ucap paman Shin bergegas pergi. Na Ri pun berlari mengejarnya keluar rumah, Nan Gil hanya bisa diam karena kekacauan makin terjadi. 

Paman Shin berhenti didepan rumah memberitahu Pengacaraku akan menghubunginya dan memberika surat itu pada Na Ri, serta meminta agar harus memihak kepadanya. Setelah itu buru-buru meninggalkan rumah seperti tak ingin rasa gugupnya terlihat.
Na Ri melihat sebuah surat tuntutan pengadilan dan ketika berbalik melihat Nan Gil sudah ada didepan rumah, keduanya saling menatap seperti terlihat mencoba untuk bisa saling mempercayainya.
bersambung ke episode 10 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted        

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar