Jumat, 18 November 2016

Sinopsis Weightlifting Fairy Kim Bok Joo Episode 2 Part 2

PS : All images credit and content copyright :MBC
Tuan Jung sedang membereskan kotak dalam apotik, saat itu tiba-tiba Joon Hyung datang dengan mengagetkan ibu dan bapaknya di depan pintu, ia pun tersenyum melihat keduanya kaget lalu masuk ke dalam apotik, lau mengeluh lapar pada ibunya.
“Apa Kau belum makan malam?” tanya Ibu Joon Hyung.
Aku tidak punya waktu.”kata Joon Hyung, Ibunya kasihan melihat anaknya yang semakin kurus saja. Ayahnya pun mengajak mereka makan enak malam ini.
Joon Hyung pergi ke dalam kamarnya, dengan menatap sapu tangan yang sudah ditemukan lalu menaruh dalam lemari. Ia melihat beberapa kartu pos yang masih di simpanya [Dear Joon Hyung - Selamat Natal! Dari Ibu] Ia terlihat sedih seperti kenangan dari ibu kandungnya. 

Joon Hyung dan kakaknya berlomba renang bersama, tapi hasilnya Jae Yi yang memenangkanya. Joong Hyung mengumpat kesal karena harga dirinya seperti hancur dan tidak bisa percaya itu hampir saja bisa mengalahkanya, da menegaskan kaalu ia adalah perenang profesional.
Hei, aku tahu kau mengalah padaku. Beraninya kau mencoba membodohiku. Aissh.... Kau jadi semakin berani, Joon Hyung.”keluh Jae Yi, Joon Hyung tertawa karena ternyata terlihat jelas.
Tapi aku harus bilang, kau lebih baik dari kebanyakan orang amatir.” Puji Joo Hyung, Jae Yi mengaku  sudah berenang secara teratur.
Aku tahu. Bukankah kau seorang dokter? Bagaimana bisa kau sangat atletik? Kau terlalu sempurna sampai terlihat menjengkelkanku. Kau bahkan tahu banyak tentang musik klasik.” Ejek Joon Hyung.
Kau sangat hebat saat berenang.” Balas Jae Yi, Joon Hyung pikir tak seperti itu.
Jika aku benar-benar bagus,maka aku tidak akan didiskualifikasi setiap saat.” Ucap Joo Hyung lalu keluar dari kolam renang, Jae Yi binggung melihat adiknya yang tak seperti biasanya. 

Joon Hyung duduk sendirian, Jae Yi mendekatinya sambil minum bir lalu bertanya khawatir tentang start itu. Joon Hyung pikis itu sudah pasti, karena Semua yang dilakukan adalah berenang da benar-benar stress tentang itu.
Hyung. Jika aku tidak berenang, apa aku akan jadi mahasiswa biasa? Mungkin aku akan bekerja paruh waktu dan pergi jalan-jalan.” kata Joon Hyung.
Apa kau ingin pergi jalan-jalan?” tanya Jae Yi, Joon Hyung mengataka bukan itu maksudya.
Berenang tidak berjalan terlalu lancar. Aku merasa tidak dapat istirahat.” Ungkap Joon Hyung.
Jae Yi menebak kalau Joon Hyung itu merindukanya, yaitu sang ibu.  Joon Young pikis selalu merindukan Ibu mereka itu sangat hebat. Jae Yi menjelaska kalau tidak membicarakan tentang ibu mereka itu. Joon Young menyangkal menurutnya ia bukan anak kecil yang akan merindukan ibunya lalu mengajak untuk segera pulang. 

Pelatih Choi masuk ke dalam ruanga latihan menyalakan lampu dan masuk ke dalam ruagan, melihat Pelatih Yoon tertidur di ruangan mencoba membangunkanya dengan memukul botol minuman. Pelatih Yoon pun terbangun, Pelatih Choi mengeluh pelatih Yoo tertidur diruangan lagi da menurutnya harus tidur di rumah.
Jika kau terus melakukan ini, itu akan jadi kebiasaan.” Kata pelatih Choi. Pelatih Yoon merasa  pasti ketiduran dan melihat Pelatih Choi datang lebih cepat.
“Pelatih.... Kenapa kalian berdua tidak kembali bersama?” ucap pelatih Choi, Pelatih Yoon tak mengerti.
Maksudku, dia menjadi penjamin bagi temannya bukanlah sebuah dosa. Bagaimana bisa kau bercerai dengannya hanya seperti itu? Kau tidak bisa terus seperti ini. Kau banyak minum karena merindukan anak-anakmu. Kau juga membayar banyak untuk biaya anak-anakmu. Bukankah istrimu hanya belanja di pusat perbelanjaan yang mahal?” kata Pelatih Choi kesal
Pelatih Yoon heran melihat rekannya terlihat sangat marah,  Pelatih Choi menegaskan tidak marah tapi hanya mengatakan ini karena sangat menyebalkan. Pelatih Yoon melihat istrinya itu  sedikit tidak dewasa karena masih muda. Pelatih Choi mengejek kalau  Hanya karena masih muda bukan berarti tidak dewasa.
Maafkan aku jika ini bukan posisiku untuk mengatakan ini. Jangan menghabiskan uangmu lagi sekarang. Aku akan mencari cara untuk menghemat keuangan kita. Ayolah, kau tidak bisa melakukannya sendiri. Aku akan membuatnya berhasil dan Kau harus tidur di rumah mulai sekarang.” Ucap pelatih Choi, Pelatih Yoon tak mau membahasnya memilih untuk pergi ke toilet. 


Bok Joo membawa kantung belanja sambil mengeluh  seharusnya membelikannya untuk mereka dan menurutya apakah yang wanita lakukan sampai layak mendapatkan ini. Ia melihat kolam dan kembali melemparka koin lalu berdoa,  Joon  Hyung melihat dari kejauhan lalu mendekatinya.
Apa yang kau harapkan? Apakah Medali emas?” kata Joon Hyung, Bok Joo mengatakan itu bukan urusanya.
Kau benar. Semoga berhasil latihannya, dan jangan sampai terluka.” Ucap Joon Hyung lalu pergi. Bok Joo binggung dengan sikap Joon Hyung yang tak seperti biasaya. 

Pelatih Yoon sedang melatih semua anak didiknya,  Pelatih Choi datang minta maaf karena terlambat dan membawa makanan ringan dengan wajah bahagia. Semua pun melihat kimbap, Pelatih Choi tahu mereka sudah mencerna sarapanmu jadi mengajak mereka istirahat sebentar dan makan.
Ia juga memberikan satu pada pelatih Yoon, tapi pelatih Yoon menolaknya. Pelatih Choi tahu temanya itu belum sarapan. Pelatih Yoon megaku sudah makan sup dengan nasi lalu bertanya kapan mendapatkan makanan ringan ini. Pelatih Choi binggung menjelaskanya. Sun Ok berkomentar rasa kimbap tidak sama dan berpikir itu bukan dari toko yang mereka biasa beli.
Aku mendapatkannya dari toko yang berbeda. Bukankah rasanya enak?” kata Pelatih Choi, semua berkometar rasanya tak  enak, tapi pelatih Choi pikir rasanya tak masalah untuknya.
Ini berbeda.... Aku sama sekali tidak menyukainya. Rasanya aneh Dagingnya rasanya tidak sama dan Baunya buruk.” Ucap semua anak,  Pelatih Choi merasa tak ada yang berbeda menyuruh semua makan saja

Joon Hyung kembali berlatih dengan teman-temanya. Tae Kwon mengopres kepalaya merasa mungkin akan membuat kehilangan semua rambutnya dan ingin memberikan pada temanya, tapi kompresaya malah diambil oleh Ki Suk.
Jung Joon Hyung. Aku dengar kau ditawari untuk jadi pasangan latihan pribadinya Tae Hoon.” Ucap Ki Suk sinis, Tae Kwon kaget dan Joon Hyung pun tak kalah sinis
Aku dengar kau menolaknya, Wah... Kau sangat keren. Kau bahkan menolak tawaran dari perenang terkenal Kau harusnya menerimanya da bisa mendapat banyak uang dengan menjadi pasangannya. Kau juga bisa pergi ke luar negeri dengan Tae Hoon. Bukankah itu lebih baik? Memiliki kepercayaan diri yang tinggi bisa jadi hal yang buruk.”ejek Ki Suk lalu melempar kompresanya. 

Tae Kwon yang masih kaget mengumpat Ki Suk itu  Benar-benar sociopath dan yakin kalau Ki Suk itu merasa rendah diri padanya. Joon Hyung seperti merasakan kembali sakit dikepalaya, lalu mencoba untuk bertahan. Tae Kwon panik melihat temanya tapi Joon Hyung seperti masih bisa mengontrolya. 

Jae Yi dan Ko Ahn Young berada di ruangan medis, Ahn Young mengangkat kakinya mencoba untuk menempelkan plester sambil membahas  menawarkan psikoterapi untuk Joon Hyung... tapi beberapa atlet menolak ide untuk mendapatkan terapi.
Bukankah kau memiliki bakat... untuk membuat orang menerima saranmu dengan bertingkah ramah? Cobalah dulu.” Kata Ahn Young, Jae Yi tertawa mendengarnya.
Itu terdengar seperti perintah.” Ucap Jae Yi, lalu melihat Ahn Young menempelkan plester di kaki yang tak rapih.
Aku akan melakukannya.” Kata Ahn Young merasa tak enak hati, tapi Jae Yi tetap ingin membantu memasangkanya. 

Joon Hyung masuk ruangan medis, lalu melihat sang kakak dengan Ahn Young padahal menghubunginya lebih dulu. Jae Yi tersenyum, merasa adiknya itu pasti terkejut. Ahn Young mengaku terkejut melihat Jae Yi membeli kopi, tapi ternyat ingin bertemu dengan adiknya.
“Hei.... Tidak mungkin.... Aku mampir karena sedang ada di sekitar situ.” Kata Jae Yi
Kita sudah saling bertemu pagi ini.” kata Joon Hyung, Jae Yi pikir tak ada salahya mereka saling bertemu lagi
Kalian berdua benar-benar. Kenapa kau tidak membuat film tentang cinta persaudaraan?”ejek Ahn Young
Tidak, kami sebaliknya. Dia baik tapi tidak menarik, dan aku jahat tapi sangat menarik.” Kata Joon Hyung, Jae Yi pun ingin memasukan tissue ke dalam mulut adiknya yang bawel. 

Keduanya keluar dari ruangan medis, Jae Yi mengaku sudah sedikit memikirkannya lalu mengusulkan adiknya  bertemu terapis karena megkenal beberapa terapis yang terkenal jadi adiknya harus mendapat rekomendasi.
Apa itu yang kau pikirkan setiap saat? Kau mengkhawatirkan dirimu sendiri terlalu sering.” Ucap Joon Hyung
Itu lebih baik daripada tidak bertemu siapapun. Banyak atlet juga menemui terapis.” Kata Jae Yi meyakinkan.
Aku mengerti, jadi sms aku jika kau sudah membuat janji. Aku akan mencobanya.” Ucap Joon Hyung, Jae Yi tersenyum karena adiknya memutuskan melakukannya karena yang terpenting adalah mencobanya. 

Keduanya berdiri didepan pintu dan melihat hujan deras, Jae Yi mengeluh tidak membawa payung. Joon Hyung memberikan payung yang dibawanya karena akan lari saja. Jae Yi melihat Hujannya tidak terlalu besar jadi mereka bisa berbagi payung. Joon Hyung menolaknya dan berlari pergi.
Bok Joo akan pergi dan melihat pengumuman dan melihat itu meja rias yang sama denga miliknya,  (Meja Rias Hilang- 16 November, seseorang mencuri meja riasku. Tolong kembalikan itu.) Bok Joo berteriak pada ayahnya ternyata mengambil meja rias bukan membelinya. 

“Ayah... Kenapa kau mengambilnya dari jalanan? Kita tidak begitu miskin.” Ucap Bok Joo kembali kerumahya.
Aku benar-benar mengira kalau seseorang membuangnya.” Ucap Tuan Kim memegang meja rias dengan wajah sedih.
Bok Joo mengeluh ayahnya benar-benar membuatnya gila,  karena  ayahya yang sudak mengambil benda-benda dari jalan dan mereka itu bukan tempat rongsokan. Tuan Kim mengerti dan  akan mengembalikannya tapi saat mengangkatnya terlihat tak kuat,  Bok Joo pikir ayahnya tak perlu melakukan karena nanti akan pingsan.  Tuan Kim bingung karena Dae Ho pergi untuk bermain billiard.

Akhirnya Bok Jo membawa meja riasnya, mengeluh harus melakukan karena tingkah ayahnya, dengan membawa ke rumah mereka. Lalu bertanya-tanya kenapa hujan tak berhenti. Sampai di depan penyebrangan, Bok Joo mendongka kelapanya karena tiba-tiba kepalanya ditutupi payung.
“Apa kau perlu bantuan?” tanya Jae Yi sudah ada disampingnya, Bok Joo binggung tiba-tiba melihat seorang pria ada disampingnya.
Itu kelihatan berat.” Ucap Jae Yi, Bok Joo pikir tak masalah sampai akhirnya mereka pun menyebarang jalan bersama dengan Jae Yi terus berbagi payung bersama.
Kemana kau akan pergi? Jika kau pergi ke arah kiri maka aku bisa berjalan denganmu.” Kata Jae Yi, Bok Joo merasa tak enak menyuruh Jae Yi pergi saja
Orang-orang akan membicarakanku mengatakan kalau seorang pria membuat seorang wanita membawa ini.” kata Jae Yi, Bok Joo kaget karena Jae Yi menganggap dirinya seorang wanita.
Biar aku membantumu.” Ucap Jae Yi, Bok Joo pikir tak perlu
Dia juga memiliki suara yang bagus..” gumam Bok Joo, Saat itu mobil lewat dan menyiramkan air, Jae Yi denga cepat berusaha menghalanginya.
Hatiku sudah gila... Ayoo... Tenanglah. Dia akan dengar seberapa cepat kau berdebar.” Gumam Bok Joo 

Akhirnya Bok Joo membiarka Jae Yi membawakan meja untuknya dengan matanya yang terus menatap ke arah Jae Yi. Ia menaruh meja riasnya di depan orang yang menaruh pengumuman lalu mengucapkan Terima kasih banyak.
Jae Yi pikir tak masalah karena jalanya itu searah, Bok Joo ingin mengembalikan payungnya tapi Jae Yi menyuruh agar membawanya saja  Bok Joo menolak karena akan pergi ke arah depan jalan, Jae Yi melihat jaraknya cukup jauh. Bok Joo pun akhirnya mengambil payungnya dan sempat salah arah karena gugup.
“Dia bilang Wanita? Dia memanggilku Wanita....” ucap Bok Joo bahagia, lalu ponselnya berdering dan Sun Ok menelp, Bok Joo berteriak kaget dan langsung berlari. 

Bok Joo masuk ke IGD dan melihat semua teman-temanya terlihat berbaring di bagian depan rumah sakit. Bahkan Nan Hee sampai tergolek lemah di ranjang rumah sakit, Bok Joo datang bertanya ada apa dengan tim angkat besi, Sun Oh memberitahu semua tim merasa kesakitan. Bok Joo melihat pelatih Yoon dan terlihat karena panik sampai hanya mengunakan sandal kananya saja.
Mereka sekarang baik-baik saja. Ini karena kimbab yang mereka makan, jadi keracunan makanan dan hanya perlu disuntik.” Ucap pelatih, Bok Joo bisa bernafas lega lalu memberitahu pelatihnya tak mengunaka sandal.
Ah, kapan aku kehilangannya? Sepertinya usia Bertambah tua membuatku jadi pelupa.” Kata pelatih Yoon mencari sandal lainya. Bok  Joo melihat Pelatih Choi hanya diam merasa pasti sangat takut
Kita sudah makan kimbap setiap hari. Ada apa dengan itu hari ini? Pelatih Choi.  Itu dari Restoran Snack Gajah, kan? Kita harus komplain.” Ucap Bok Joo akan menelpnya.
Tidak....Itu aku.,,, Aku yang membuat kimbap itu. Semuanya jad keracunan karena kimbab yang kubuat. Aku seharusnya tidak membelinya dari tempat obral. Aku merasa sangat bersalah.” Ucap Pelatih Choi sambil menangis, semua terlihat menahan rasa sedihnya begitu juga pelatih Yoon. 

Nan Hee kembali ke kamarnya dibawa oleh Sun Ok, Bok Joo hera melihat Sun Ok itu baik-baik saja dan bertanya berapa banyak kimbap yang dimakanya. Nan Hee merasa Sun Ok  memiliki perut yang kuat karena Gadis desa itu dulunya memakan  segalanya.
Kau pasti merasa lebih baik, padahal dia tadi.tidak bisa bicara” ejek Sun Ok, Nan Hee merasa sekarag  kehilangan lemak di perutnya.
Bok Joo.... Apa maksudmu dengan Pelatih Choi yang membuat kimbapnya sendiri? Apa dia mencoba untuk...” ucap Nan Hee mulai curiga, Bok Joo mengingatkan kalau mereka tahu pelatihnya itu.
Kenapa dia melakukan itu?” ucap Sun Ok juga bertanya-tanya, Bok Joo tak tahu lalu tiba-tiba menelp seniornya  Woon Gi. 

Pelatih Yoon meminta maaf pada pelatih measa kalau semua terjadi karena dirinya tidak kompeten. Pelatih Choi pikir temanya agar tak berkata seperti itu karena semua adalah kesalahanya, Untuk menghemat uang, membeli bahan-bahan yang sudah kadaluarsa.
Tidak.... Aku seharusnya bisa menyelamatkan.... semua budget kita.” Kata Pelatih Yoon, tiba-tiba semua atlet datang menemui pelatih mereka.
Kalian semua harus istirahat, Jangan lupa meminum obat. Kecuali Bok Joo, kalian semua harus ambil hari libur besok.” Kata Pelatih Yoo
Profesor, kami sudah dengar... semuanya dari Bok Joo. Kami tidak tahu kalau budgetnya dipotong dan seharusnya lebih pengertian.” Ucap Woon Gil, dua pelatih menghela nafas.
Kau tahu aku memiliki mulut yang besar. Kami melakukan rapat untuk membahas ini.” ucap Bok Joo lalu Sun Ok pun maju membaca hasil rapat.

Kami hanya akan makan snack setiap 3 hari sekali. Kami hanya akan memakan kimbap atau burger da juga sudah memutuskan untuk membeli sosis... dengan uang kami sendiri untuk membeli makanan ringan jika kami lapar. Kami akan membeli ukuran yang sedang, bukan yang besar. Kami juga sudah setuju untuk menggunakan tisu toilet dan perlengkapan lainny dari asrama dan bukannya dari sini. Dan kami hanya akan makan malam bersama setelah pertandingan. Bok Joo bisa mendapatkan diskon  50 persen di restoran ayamnya.  Itulah hasilnya.” Ucap Sun Ok
Pelayan Yoon mengumpat semua anak didiknya itu bodoh, lalu memarahi mereka semua yang bisa melakukan meeting tentang ini dan ingin memberika pelajaran. Woon Gi tahu kalau mereka menghabiskan  banyak uang untuk makanan jadi dengan senang hati menerimanya dan tidak memikirkan tentang harganya dan akan lebih pengertian mulai sekarangse serta akan bekerja keras!
Kami akan melakukan yang terbaik!” teriak semuaya dengan penuh semangat.
Ini, juga pasti berlalu... dan jadi kenangan yang berharga. Bahkan bisa memotivasi kami untuk bekerja keras.” Kata Woon Gi
Ayo kita membalikan keadaan ini... dengan melakukan yang terbaik saat turnamen.” Kata Pelatih Yoon, semua pun setuju mendengarnya.
Kalian semua percaya diri, kan? Berapa banyak medali emas yang harus kita dapat?” ucap Pelatih Yoon, Bok Joo menjawab serius, pelatih Yoon tertawa mengajak mereka agar bisa mendapatkan 3 buah. 




Bok Joo masuk ke kamarnya perlahan melihat Si Ho sudah tertidur, perlahan menaruh payung diatas meja dan membaringkan tubuhya, senyuman terlihat karena mengingat saat Jae Yi menghalanginya ketika terkena cipratan air.
Ia pun perlahan membuka payungnya kembali dan bisa merasaka senyuman Jae Yi yang berdiri disampingnya. Perlahan kembali menutup payungnya, saat itu Si Ho seperti terganggu dengan menutup wajahnya mengunakan selimut. Bok Joo menaruh kembali payungnya dengan wajah bahagia diatas meja. 
Joon Hyung melihat lembaran kertas ujian, Psikiater memberika secangkir kopi dan yakin kalau Joon Hyung merasa  Testnya sangat panjang, Joon Hyung mengaku kalau ingin muntah karena seperti ujian masuk universitas. Dokter memberitahu kalau  Ini adalah tes dasar yang di butuhkan untuk konseling jadi meminta agar bisa bertahan.
Mari kita bicara setelah kita mendapatkan hasilnya... Kau memang seorang perenang yang menjanjikan. Beban yang aku rasakan lumayan berat jdi Kau harus menyelesaikannya dalam waktu satu jam.” Ucap Dokter lalu bergegas pergi. Joon Hyung tak percaya melihat lembaran kertas yang masih banyak. 

Bok Joo berlari ke luar dari ruang latihan denga wajah panik sebelumnya Dae Hoo menelp memberitahu agar segera pulang memberitahu tentang ayahnya. Ia berlari masuk ke dalam restoran dan tak melihat ayahnya, tapi ayahnya sedang ada dikamanyat.
“Apa kau pikir Ayah sakit?” ejek Tuan Kim yang sudah ada dikamarnya, Bok Joo bisa bernafas lega melihat ayahnya.
Kami membohongimu. Ayahmu mengerjaimu untuk menunjukkan meja rias yang baru.”kata Dae Hoo, Bok Joo kesal denga keduanya lalu melihat meja rias yang baru dikamarny lalu merasa menyukai warnanya karena terlihat klasik.

Bok Joo berlari ke luar dari ruang latihan denga wajah panik sebelumnya Dae Hoo menelp memberitahu agar segera pulang memberitahu tentang ayahnya. Ia berlari masuk ke dalam restoran dan tak melihat ayahnya, tapi ayahnya sedang ada dikamanyat.
“Apa kau pikir Ayah sakit?” ejek Tuan Kim yang sudah ada dikamarnya, Bok Joo bisa bernafas lega melihat ayahnya.
Kami membohongimu. Ayahmu mengerjaimu untuk menunjukkan meja rias yang baru.”kata Dae Hoo, Bok Joo kesal denga keduanya lalu melihat meja rias yang baru dikamarny lalu merasa menyukai warnanya karena terlihat klasik.
***
Bok Joo akhirnya akan kembali ke asrama dan melihat sosok Jae Yi berlari menyebrangi jalan dengan arah yang berbeda, lalu ia pun mengikuti kearah Jae Yi berjalan, Ternayata Jae Yi pergi ke sebuah gedung. Bok Joo mengintip dari depan pintu melihat beberapa wanita memangilnnya Dokter Joo.
Apa pasienku sudah datang?” tanya Jae Yi, perawat mengataka belum dan Jae Yi masih memiliki 10 menit. Bok Joo terlihat sedih dan keluar dari klinik.
Dia sangat tampan dan ramah karena seorang dokter. Kenapa itu membuatku merasa tertekan? Apa yang aku harapkan?” ungkap Bok Joo sedih seperti tak bisa mendapatka cinta Jae Yi.
Terdengar terikan Sun Ok dan juga  Nan Hee megajaknya agar makan sekarang karea Menu hari ini adalah sup daging, kesukaannya. Bok Joo sempat terdiam memikirkan nasibnya, lalu bergumam agar berhenti bermimpi.
Dia seorang dokter da Dia berbeda kelas denganmu.”gumam Bok Joo lalu berjalan mendekati temanya, tapi baru beberapa langkah malah membalika badannya, dua temanya binggung melihat Bok Joo malah pergi. 

Klinik J Weight.
Perawat memanggil nama Bok Joo untuk masuk, lalu memberitahu Dokter pasienya sudah datang. Jae Yi kaget melihat Bok Joo karena bisa mengingatnya, Bok Jo membenarka kalau bertemu beberapa hari lalu.
Apa kau sampai dengan selamat saat itu? Apa tanganmu baik-baik saja?” ucap Jae Yi, Bok Joo mengaku kalau ia baik-baik saja. Jae Yi pun merasa senang mendengarnya karena khawatir membawa benda yang berat.
Apa kau disini untuk konseling? Sepertinya.. kita memiliki ikatan yang spesial.” Ungkap Jae Yi lalu menyuruh Bok Joo duduk.
Dokter.... Apa kau menyukai Messi?”ucap Bok Joo mengikuti cara Nan Hee, Jae Yi binggung dan Bok Joo kembali mengulang pertanyanya.
bersambung ke episode 3
 FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar