Kamis, 24 November 2016

Sinopsis The Legend of the Blue Sea Episode 3 Part 1

PS : All images credit and content copyright : SBS

Si putri duyung melewati tebing yang tinggi, wajahnya tersenyum melihat ke langit dengan lampion yang berterbangan. Saat itu Dae Ryung pu datang dengan perahunya mendekati si ikan duyung, lalu bertanya siapa namanya. Si putri duyung memberitahu nama Sae Wa.
Kakakku meninggal waktu aku masih kecil..., dan nama kakakku itu Sae Wa. Itu artinya...” ucap Dae Ryung di lanjutka oleh Sae Wa
Artinya... ..."anak yang periang dan bersinar." Ada seseorang yang menamaiku nama itu. Haruskah aku menceritakan kisah itu?” kata Sae Wa. 


Flash Back
Musim panas, 20 tahun lalu. Ada seorang anak yang berasal dari Hanyang mengunjungi rumah keluarga ibunya untuk bermain di pantai.
Beberapa anak kecil sedang bermain-main di tepi pantai, seorang anak kecil menantang temanya untuk bisa berenang ke tengah laut.Si anak kecil mengaku bisa melakukanya. Mereka merasa kalau anak kecil itu Bohong dan menyuruhnya untuk mencoba agar berenang.
Si anak kecil pun berenang ke tengah laut, tapi akhirnya malah membuatnya tenggelam, sampai akhirnya datang seorang putri duyung kecil yang datang menyelamatkanya.
Keduanya pun sudah ada ditepi pantai, Si anak kecil memberitahu namanya Dam Ryung dan bertanya pada si putri duyung siapa namanya, Si putri duyung kecil hanya diam saja karena tak tahu namanya. Dae Ryung pikir kalau memang tak punya nama maka akan memberikan nama.
Namamu Sae Wa saja. Artinya "anak yang periang dan bersinar."”  Ucap Dam Ryung, keduanya pun terlihat bermain bersama di pantai dengan bahagai seperti teman sebayanya.
Setelah musim panas itu..., anak itu kembali pulang ke rumahnya di Hanyang.  Tapi setiap kali dia punya kesempatan, maka dia mencoba kembali ke pantai. “ 

Dam Ryung merengek denga membaringkan tubuhnya di lantai karena meminta agar bisa pergi, ibunya terlihat binggung melihat tingkah anaknya. Sang ayah berpikir sejenak, tapi akhirnya memutuskan agar membiarkan anaknya untuk datang ke rumah kakek dan neneknyy.
“Tapi setelah pulang dari rumah kakek-nenekmu di Heupgok, maukah kau belajar yang rajin?” ucap sang ayah, Dae Ryung langsung duduk tegak dengan penuh semangat mengatakan akan belajar yang rajin.

Dam Ryung datang ke pantai menemui Sae Wa dengan berbagi makanan da juga menebar kelompak bunga yang terlihat sangat indah di terbangkan oleh angin laut, keduanya terlihat sangat bahagia.
Anak itu memberi makan si putri duyung makanan daratan yang belum pernah dimakannya... dan dia menunjukkan pada si putri duyung hal-hal yang indah untuk pertama kalinya. “ 

Beberapa tahun kemudian, mereka terlihat mulai remaja. Dam Ryung memberitahua Setengah bulan lagi, ada putusan calon pengantin (di mana tertulis Empat rukun pengantin pria dan wanita) yang dikirim ke rumahnya, Sae Wa seperti tak mengerti. Dam Ryung memberitahu kalau ia akan menikah.
Apa itu menikah?” tanya Sae Wa binggung
Aku harus hidup dengan perempuan lain. Aku hanya bisa melindungi dan menyukainya.” Jelas Dam Ryung
Berarti, kau tidak bisa datang ke pantai lagi?” ucap Sae Wa sedih
Aku tidak tahu.  Apa Kau tidak bisa hidup di daratan?” ucap Dam Ryung sangat berharap
Kalau aku sudah dewasa, barulah aku bisa hidup di daratan. Katanya kalau putri duyung ke daratan, ekornya berubah jadi kaki.  Tapi, tidak sekarang.” Ucap Sae Wa
Aku tidak ingin meninggalkanmu. Aku tidak ingin melindungi dan menyukai perempuan lain. Aku selamanya tidak ingin hidup bersamanya, kalau bukan kau.” Kata Dam Ryung
Sae Wa pikir tak ada yang bisa dilakukan karena tak  mungkin tinggal di daratan dan Dae Ryung juga tak bisa tinggal di laut. Dae Ryung hanya bisa terdiam dan saat itu Sae Wa terlihat menangis. Sae Wa pun kembali ke lautan dengan rasa sedihnya, Dae Ryung seperti kebingungan dan disampingnya terlihat sebuah mutiara yang ditinggalkanya. 

Dae Ryung akhirnya menikah dengan istri pilihanya, saat malam tiba terlihat si istri yang sudah mulai mengantuk. Tapi Dae Ryung memilih untuk keluar kamar dan pergi dengan kudanya.
Pada malam pertama pernikahan mereka..., si anak itu meninggalkan kamar pengantinnya. Dia menunggang kuda selama beberapa hari, menuju lautan.
Dam Ryung berteriak memanggil Sae Wa di pantai tapi wanita yang bisa menemuinya tak kunjung muncul, Ia terus berjalan ke tengah lautan dan harus tenggelam karena tak bisa berenang. Dam Ryung akhirnya bisa melihat Sae Wa datang yang menolongnya, lalu menciumnya.
Anak itu tahu.Bahwa putri duyung pasti akan muncul untuk menyelamatkannya , yang tidak bisa berenang.Tapi dia tidak tahu rincian apa yang penting. Putri duyung memiliki kemampuan khusus.  Yaitu .. Dengan mencium manusia, mereka dapat menghapus kenangan akan mereka dari manusia. Dan saat itulah..., putri duyung itu menghilangkan ingatan anak tersebut, seperti buih ombak.
Dam Ryung tersadar sudah ada di tepi pantai dan binggung kenapa bisa ad ditempat itu, semua orang mengerubunginya. Seperti ingatanya hilang dengan Sae Wa

Dam Ryung memberitahu kalau istrinya,  meninggal karena penyakit paru-paru setelah menikah. Sampai di waktu kematiannya, sang istri sangat membencinya karena melarikan diri pada malam pertama mereka. Ia tapi  tidak bisa ingat walaupun sudah berkali-kali berusaha mengingat alasan dirinya bisa lari dimalam itu.
“Jadi Apa akulah..., ...si anak itu?” tanya Dam Ryung, Sae Wa hanya diam saja. 

Joon Jae yang tenggelam pun di tolong oleh Sim Chung dengan memberikan ciumanya, saat itu ingata Joon Jae yang memberikan payung seperti tak melihat siapapun dan Sim Chung pergi begitu saja. Ketika di kejar-kejar Joon Jae yang memarahi Sim Chung karena tak mengikutinya, lalu Sim Chung memberikan sebuah buang dan Joon Jae langsung membuangnya dan pergi seperti hanya sendirian dikejar oleh gangster. 

Joon Jae terbangun di tepi pantai dengan sadarkan diri, seperti tersadar dengan ucapan Sim Chung “ Aku mencintaimu”. Ia pun tersadar dengann terbatuk-batuk karena meminum banyak air, dan melihat tak ada orang disekelilingnya.
Ia mengingat sebelumnya hanya sendirian masuk ke dalam hotel, menaiki sepeda, dikejar oleh gangster dan menaiki mobil hasil dari uang Thomas. Dan akhirnya melompat dari atas tebing, seperti sengaja terjun ke lautan.
Ah, kenapa juga aku terjun dari sana? Ugh! Aku pasti sudah gila!” ucap Joon Jae heran lalu tersadar di tanganya dan binggung kenapa memakai gelang itu. 

Joon Jae akhirnya menaiki pesawat dan ditawari secangkir wine, tatapan matanya mengarah pada lautan lepas dibawahnya. Sementara Sim Chung melihat pesawat yang terbang diatasnya mencoba mengikutinya dengan berenang, tapi sepertinya ia tak bisa mengikuti arah pesawat yang berjalan sangat cepat. 

Bandara
Joon Jae keluar dengan topi yang menutupi wajahnya dan pakaian hitam, berita di TV disiarkan dalam bandara.
Berita terkini. Seorang tersangka pembunuhan yang dipenjara di pusat penahanan Seoul...yang kabur telah berada di bawah perawatan medis. Pihak berwajib telah merilis foto tersangka pembunuhan, Ma Dae Young, yang berusia 40-an.
Wajah Tuan Ma terlihat dari camera CCTV, Joon Jae menunggu di depan pintu dengan melihat seorang pria menjadi pria sebagai valley, untuk memarkirka mobilnya. Tuan Ma seperti sedang menyamar menjadi valley, Joon Jae melihat dari kejauhan dan mendekatinya, tapi ternyata hanya ingin menghentikan taksi yang ada dibelakang. 

Joon Jae datang ke sebuah rumah, Nam Do kaget melihat Joon Jae kembali dan berteriak tak menyangka kalau hidup kembali. Joon Jae melihat temanya menyuruhnya agar mendekat, Nam Do menenangkan kalau sudah menduga Joon Jae akan pulang hidup-hidup jadi karena itu tidak mengangkat telepon darinya. Joon Jae langsung memukul Nam Do melampaiskan rasa kesalnya.
Hei! Kau bahkan tidak tahu betapa aku mengkhawatirkanmu. Bodoh...” ucap Nam Do membela diri
Jadi apa itu sebabnya kau memasuki rumah ini seolah-olah ini rumahmu? Jika aku tidak bisa kembali selamanya, pasti kau mau gunakan rumah ini seolah ini punyamu, 'kan?” kata Joon Jae memiting lehernya, Nam Do meminta agar Joon Jae bisa melepaskan tanganya. 

Keduanya pun masuk ke dalam rumah dan terlihat Tae Oh duduk santai dengan memainkan gamesnya. Joon Jae merasa kalau semua orang memang tidak bisa dipercaya. Nam Do menyuruh Joon Jae untuk menaruh tas dan Tak usah malu-malu. Joon Jae pikir tak mungkin malu karena memang ini adalah rumahnya.
Hei! Apa kau meretas passcode rumahku?” teriak Joon Jae kesal pada Tae Ho
Hei, bukannya tidak ada rumah di Korea yang yang tak bisa diterobosi Tae O?” ucap Nam Do dengan membawakan sepiring buah untuk temanya.
“Yah.. Aku sudah mengerti sekarang. Jadi, keluarlah kalian sekarang juga!” ucap Joon Jae kesal, Nam Do merengek kemana mereka akan pergi karena  Rumahnya dan rumah Tae O sudah dideteksi!
Hanya ini rumah yang belum dideteksi karena kau sudah pindah dan menghapus alamatnya. Hei, si Nyonya Jang Jin Ok dari Myeong Dong Capital itu ternyata orang yang sungguh percaya sekali pada ungkapan tegas "Aku bisa melakukannya!" Dia bisa melakukan segalanya!” jelas Nam Do
Joon Jae hanya diam saja denga memakan buahnya, Nam Do berbisik pada Joon Jae kalau Ini antara kita berdua saja ada sesuatu yang penting untuk mereka bicarakan. Joon Jae binggung karena tak mengingatnya, Nam Do langsung menarik Joon Jae pergi keluar balkon, Tae O melihatnya tapi seperti tak peduli dan kembali mainkan gamesnya. 

Joon Jae binggung dengan Nam Do yang terus menariknya keluar balkon, Nam Do meminta Joon jae melihat benda itu, Joon Jae bingung karena tak mengerti. Nam Do meminta agar Jangan pura-pura bodoh di depannya, karena berpikir Joon Jae tidak  kembali Seoul karena benda itu jadi membuatnya khawatir sekali.
Benda itu... apa?” tanya Joon Jae binggung, Nam Do memberitahu maksudnya itu benar seharga 6 triliyun won mereka. Joon Jae masih tak mengerti dan ingin istirahat
Hei, gelangnya! Gelang jadite, yang  tekstur, kekerasan, transparansi, dan warnanya seperti asli.” Ucap Nam Do, Joon Jae balik bertanya darimana Nam Do mengetahuinya.
Mana aku tahu? Bukannya kau sendiri yang bilang begitu.” Ucap Nam Do, Joon Jae merasa tak mengatakan seperti itu, Nam Do heran melihat Joon Jae seperti ingin berpura-pura menyangkalya.,
“Yah.... Kau bilang kau menipu seorang perempuan di Spanyol.” Kata Nam Do menyakinkan, Joon Jae tak percaya karena dalam ingatanya. tak mungkin bertemu dengan seorang wanita
Orang lain mungkin akan percaya kau. Mereka semua mungkin bakal dibodohi oleh kau. Tapi hanya aku disini yang tak bisa dibodohi. Janganlah begini, Joon Jae.” Kata Nam Do
Joon Jae binggung karena tak bertemu dengan wanita di spanyol. Nam Do menceritakan Joon Jae sendiri yang cerota kaalu bertemu dengan wanita  bodoh dan aneh

Di dasar laut, Sim Chung dengan kacamata hitam dan tas kerangnya terlihat pamit pergi pada temanya-temanya dengan melambaikan tanganya. Sementara di balkon, Nam Do melihat pesan yang dikirimkan Joon Jae dengan gambar tangan Sim Chung yang mengunakan gelang kuno.  Joon Jae merasa bisa gila dengan hal ini, Nam Do pikir dirinya mungkin yang lebih gila sekarang.
Hei, apa kau itu kembali dari Hollywood, bukannya Spanyol? Keterampilan akting-mu makin bagus saja!” ejek Nam Do, Joon Jae pikir bukan seperti itu,
Aku tidak pernah mengirim SMS tersebut. Dan aku bahkan tidak pernah bertemu dengan perempuan aneh.” Kata Joon Jae yang tak sadar kalau semua ingatanya hilang.
Jadi apa kau tidak punya gelangnya?” tanya Nam Do penasaran, Joon Jae mengaku kalau memilikinya.
Lihat, 'kan?! Kau punya gelangnya! Kau juga tak bisa mengenali benda yang biasa! Darimana kau dapat gelang itu? Apa Kau tak bisa mengingatnya juga?” kata Nam Do, Joon jae mengaku tak mengetahuinya karena ingatanya hilang.
Hei, Joon Jae.... Aku bukan hanya tidak tahu apa yang kau bicarakan, tapi aku juga bahkan tidak ingin tahu. Perlihatkanlah benda itu. Kita harus menaksir benda itu dahulu.” Ucap Nam Do, Joon Jae pikir nanti saja.
Nam Do kesal kenapa harus nanti, Joon Jae menjelaskan Situasinya tidak baik sekarang jadi hanya merasa tidak nyaman dengan cara itu dan akan melihatnya nanti dan masuk ke dalam rumahnya kembali . Nam Do berteriak kalau dengan senang hati mengambil semua kegelisahannya jadi meminta agar Joon Jae memberikan gelang iu jadi bebanya  akan segera hilang

Sim Chung keluar dari lautan dan melihat bulan sudah muncul, lalu mengingat saat di mobil bertanya apakah Joon Jae akan segera pergi ke Seoul. Joon Jae memberitahu kalau itu adalah tempat tinggalnya dan Sim Chung harus ikut juga.
Flash Back
Bukannya aku merayumu pergi ke Seoul. Jadi jangan salah paham dan dengarkan ini. Di Seoul, ada begitu banyak hal yang kauinginkan. Misalnya, restoran yang enak. Kau itu suka makan banyak dan  juga sering kelaparan. Selain itu , ada Sungai Han disana. Pada musim gugur, kembang api dinyalakan disana. Aku menyaksikan indahnya kembang api itu dari tempat yang bagus di Lantai 63.” Cerita Joon Jae melihat saat itu sangat indah.

Aku akan mengajakmu menyaksikan kembang api bersama.” Kata Joon Jae, Sim Chung seperti tak percaya mengajaknya bersama.
Ya, bersama denganku…. Kau sudah janji!!! Sebuah janji itu haruslah ditepati!” kata Joon Jae, Sim Chung yang tadi menatapnya hanya menangguk, lalu Joon Jae mengartikan kalau Sim Chung sudah berjanji

Janji ada untuk ditepati.” Kata Sim Chung, Joon Jae pun memujinya.
Saat itu juga, Joon Jae yang tertidur lelap terbangun seperti mendengar suara “Aku mencintaimu.” Dan akhirnya terbangun dengan wajah kaget bertanya-tanya siapa suara wanita itu dengan memegang dadanya yang berdegup kencang. 

[3 Bulan Kemudian]
Joon Jae terbangun dari tidurnya lalu menyalakan TV, terlihat acara talk show dengan bintang tamu seorang pria yang sudah tua. Si pembawa acara membahas Konsep dari  pembangunan perumahan masih baru berkembang di Korea jadi meminta pria itu untuk menjelaskanya.
Anggap saja  pencetus atau developer perumahan menggunakan imajinasinya untuk mencipkatan sesuatu yang mustahil menjadi ada. Biasanya pengukur tanah akan memeriksa kompleks apartemen atau...” ucap si pria dan Joon Jae memilih untuk mematikan Tvnya seperti enggan untuk melihatnya. 

Tuan Heo Gil Joong sedang bermain golf dengan temanya, lalu sementara para istri mereka sedang berada di pinggir lapangan. Nyonya Kang Seo Hee hanya duduk diam sementara yang istri lainya sibuk mengambil foto dan memuji Nyonya Kang itu seperti yang model ada di majalah, Nyonya Kang hanya merendahkan diri dan mereka pun makan bersama.

Belakangan ini, banyak anak perempuan terlalu banyak maunya. Mungkin karena aku masih kuno, jadi lebih suka anak laki-laki. Anak perempuan memang manis, tapi anak laki-laki adalah tiruan ayahnya. Makin tumbuh besar dia, maka makin mirip dia denganku. Keturunan itu memang hal yang luar biasa!” ucap si pria dengan terus mengoceh, istrinya terlihat panik melihat raut wajah Tuan Heo dan istrinya
Aku tadi terima telepon dari Ibu mertua, sepertinya ini masalah penting. Dan dia bilang ini darurat...” kata istrinya lalu mengajak suaminya pergi. 


Sang suami binggung kenapa istrinya malah menarik pergi, Sang istri meminta agar suaminya bisa menjaga ucapanya karena Ada rumor beredar kalau CEO Heo merawat anak yang bukan anak kandungnya. Si suami kaget mendengarnya.
Wanita yang tadi itu, Kang Seo Hee itu istri keduanya. Wanita itu mengusir istri pertamanya dan membawa anaknya dan dia tidak mau pergi darisana. Dan anak pertamanya CEO Heo kabur dari rumah, dan mereka belum pernah dengar kabar dari anaknya lagi. Apa Kau tidak tahu sama sekali?” ucap si wanita kesal, Suaminya mengaku tak tahu sama sekali.
Sudah kubilang berhentilah baca koran, melainkan bacalah majalah! Hal-hal seperti itu adalah keharusan di bidang pekerjaan ini!” ucap Si istri kesal
“Apa Kau pikir aku belum merana juga? Aku tadi membangga-banggakan orang itu; apa kau tak lihat aku ini tunduk di hadapannya?” ucap si suami, Istrinya tahu dengan hal itu.
Jadi ia ingin merkea bisa  harus memandang hal yang lebih penting,. Si suami penasaran dengan anak kandung Tuan Heo  menurutnya Pemberontakan anak itu terlalu kelewatan dan sudah gila. 


Joon Jae membuka kulkas dan melonggo melihat isinya yang kosong lalu bertanya siapa yang mengambil birnya, Nam Do berbaring dengan menonton TV mengangkat kaleng bir yang baru saja di minumnya. Joon Jae lalu melihat ke bagian freezer dan juga kosong dan bertanya kemana es krim miliknya, ternyata Tae O sudah mengambil dan berjalan ke ruangan permainan.
“Apa Kalian belum juga angkat kaki dari rumah ini? Ini sudah lebih dari 3 bulan!” teriak Joon Jae kesal
Hei, mana mungkin kami bisa pergi? Orang Myeongdong Capital sedang mencari kami. Mereka kira kau itu sudah mati, makanya  tidak mengikuti dan mencarimu! Aku takut mereka mengikuti  kita sampai ke ujung dunia.” Ucap Nam Do
Jadi apa Kau mau tinggal di sini selamanya?” jerit Joon Jae kesal melempar bantalnya, Nam Do pikir tak perlu berlebihan seperti itu.
Kita harus bekerja cari target baru lagi. Aku juga tidak nyaman disini dan  bukan tipe orang yang tidur makan bersama pria dalam satu rumah. Jadi Pengertianlah sedikit.” Ucap Nam Do, Joon Jae menghela nafas panjang. 

Di tengah laut, tiga orang nelayan menikmati ikan segar dan juga soju, tiba-tiba Sim Chung menepi dengan memegang bagian pinggir kapal.Ketiganya kaget melihat ada manusia yang mendekati kapal mereka.
Bagaimana caraku agar bisa pergi ke Seoul? Seoul ada dimana?” tanya Sim Chung
Bukannya Seoul cuma lurus saja lalu belok kiri disana?” ucap salah satu pria
Bukan, kau harus pergi searah laut barat... kemudian belok kanan.” Kata nelayan lainya.
Sim Chung mengerti lalu mengucapkan Terima kasih. Si nelayan binggung berpikir Sim Chung yang ingin berenang sampai ke Seoul karena mereka ad di pulan jeju jadi lebih baik naik saja. Sim Chung menolak, Sema binggung dan salah satunya berpikir Sim Chung itu haenyeo? (penyelam wanita desa Korea di Jeju) tapi yang lainya pikir wanita itu monster air

Di tepi pantai terlihat para ibu-ibu membersihkan sampah-sampah yang hanyut dan terlihat beberapa sandal. Pemimpin kelompok berteriak agar mereka harus istirahat, karena Sebentar lagi kita akan menciptakan keajaiban Musa. (terbelahnya Laut Merah)
Saat itu juga jalan yang di tertutup air pasang mulai terlihat semua menjerit itu seperti sebuah “Keajaiban Musa” lalu mereka dibuat binggung melihat ada sosok wanita yang berjalan di tengah mendekati mereka. Salah satunya berpikir wanita itu datang dari arah ari pasang menurutnya muncul dari air, tapi yang lain percaya si wanita datang dari pulang seberang.
Sim Chung mendekati para Ahjumma dan bertanya apakah tempat ii namanya Seoul.  Si ketua mengatakan bukan, Sim Chung mengeluh kalau masih jauh dan sangat Melelahkan sekali, karena sudah berenang jauh-jauh sampai mau muntah rasanya. Bibi yang lain datang memberitahu kalau mereka akan pergi ke Seoul. 

Papan bertuliskan [Selamat Datang di Seoul] Sim Ryung turun dari bus yang mengantarnya, lalu melihat banyak orang yang lalu lalag didepanya degan berjalan sangat gesit,
Disini orang lebih banyak daripada ikan asin. Bagaimana cara menemukan Heo Joon Jae disini?” ucap Sim Ryung  binggung. 

Joon Jae pergi ke bagian rahasia dari dress roomnya, ada banyak pakaian seragam lengkap di simpannya dengan semua profesi, lalu mengambil baju pilot dan juga topinya. Setelah itu ia pergi ke pakiran dan terlihat mobil-mobil dengan berbagai jenis perkerjaan sampai ambulance terpakir dengan rapi.
Hari ini Nyonya Jang Jin Ok akan latihan golf jam 1 siang. Dan jam 3:30   dia perawatan massage di spa Gangnam Empire. Setelah kita sampai, kau pergi ke atap dan langsung meretas lift-nya.” Kata Nam Do
Hyung, tetaplah periksa jadwalnya siapa tahu ada yang berganti jadwalnya.”  Kata Joon Jae
Sudah kuduga, kau  terkadang butuh istirahat. Aku senang kita bekerja lagi.” Ungkap Nam Do sebelum masuk mobil
“Kau bilang senang?! Setelah ini, kemasi barang kalian dan pergi dari rumahku!” ucap Joon Jae tak ingin digangu lagi. 

Sim Chung mencoba bertanya pada orang yang lalu lalang apakah mengenal Heo Joon Jae, tapi semua orang pasti tak akan ada yang mengenalnya. Sementara Joon Jae sudah ada di mobil, Nam Do merasa tak menyangka mereka kita akan bertemu dengan orang yang kita tipu di tempat golf.
Tapi aku belajar waktu pertama kali... Kalau aku lebih cepat dari Usain Bolt.” Komentara Nam Do
Kau pikir Seoul itu besar, kan? Tapi nyatanya cuma setelapak tangan. Selama kita hidup, maka semua orang  saling berpapasan, Hanya saja orang  tidak tahu kenyataan itu.” ucap Joon Jae. 

Sim Ryung yang kebinggungan berjalan dengan mengambil semua brosur yang disebar pada jalan. Saat itu melihat sebuah warung tenda yang menjual odeng. Si bibi bertanya apa yang dinginkanya, Sim Ryung menunjuk odeng.
Bibi memberitahu  harganya 1.000 won.  Sim Ryung binggung lalu memberikan kertas yang terlihat harga 1000 won. S bibi mengomel karena meminta uang, lalu menyuruhnya pergi saja kalau tak punya uang.  Mobil Joon Jae yang berhenti di lampu merah melewati Sim Ryung begitu saja tanpa disadarinya.
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted        

Tidak ada komentar:

Posting Komentar