Rabu, 23 November 2016

Sinopsis The Man Living In Our House Episode 10 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS
Acara pun dimulai, seorang MC memberitahu kalau para pria sedang membuatkan dumpling untuk mereka dan akan memanggil tamu untuk hari ini yaitu Nine By Nine, grup penyuka pangsit.  Mereka pun mulai memperkenalkan diri masing-masing.
Apa kau memiliki cerita yang berhubungan dengan pangsit?” tanya si wanita
Aku pikir mungkin itu karena... seperti pangsit, kami lucu, sepenuh hati, dan dicintai oleh semua orang.” Kata Si wanita
Si penulis memberikan isyarat pada MC agar bertanya, MC pun  menanyakan harapkan dari acara hari ini. Anggota Nine mengatakan  akan mengungkapkan betapa lezatnya Pangsit Hong. Yoon Kyu pun membawakan pangsit untuk mereka, tapi karena pertama kalinya matanya malah menatap kamera sutradara langsung berteriak “cut” meminta agar Jangan melihat kamera. Semua pun hanya bisa mengeluh kesal. 

Duk Bong terus melihat ke arah Na Ri yang duduk dibelakang dengan wajah murung, lalu mengajak unuk pergi ke sebuah tempat peristirahatan yang disukainya. Yeo Joo bersemangat untuk mereka membeli udon.
Duk Bong tidak suka tempat peristirahatan.” Kata Na Ri sinis
Lalu kenapa kau menawarkan? Na Ri tidak suka orang yang pilih-pilih. Tapi Ide bagus. Belajar untuk menyukai tempat peristirahatan.” Bisik Yeo Joo
“Hei... Yeo Joo. Apa kau tahu kursi apa itu? Ini adalah kursi di mana kau memastikan... pengemudi tidak tertidur.” Ucap Na ri
Katakan, "Aku tidak tertidur bersamamu di dalam mobil." Sekarang.” Bisik Yeo Joo, Duk Bong menghela nafas mendengarnya.
Aku akan tetap diam. Jadi Kau boleh bicara apapun yang kau mau.” Kata Na Ri tak peduli. 


Nan Gil dan Yoon Kyu sudah ada disamping kamera, Pembawa acara pun menyuruh  Nine By Nine sekarang akan mencicipi pangsitnya. Mereka berkomentar kalau rasanya enak dan melihat isinya yang sangat nikmat
Kulitnya jelas diuleni dengan cinta. Aku merasa tidak enak kalau kita memakannya sendiri. Boleh kami meminta beberapa untuk dibawa?” ucap Na Young
Na Young, kenapa kau tidak mewakili kelompokmu... dan menunjukkan kepada kami ekspresi wajah tentang bagaimana rasanya?” kata Pembawa acara, Na Young dengan gaya centilnya memberikan tanda cinta begitu juga yang lainya. Pembawa acara meminta agar tolong bacakan cerita khusus di balik Pangsit Hong.
Pangsit Hong dibuka di Seulgi-ri... hampir 20 tahun yang lalu, sama dengan usiaku. Kami sedang mencari pendirinya, Hong Sung Kyu, yang menghilang pada suatu hari.” Ucap Na Young 


 Paman Shin ada diruangan tuan Bae, Pengacara Kim  memberitahu kalau Dengan kesaksian dari Paman Shin dan keponakannya maka mereka  akan memenangkan persidangan. Paman Shin ingin membahas tentang Na Ri yag cukup pemarah jadi... , tapi Tuan Bae lebih dulu melirik sinis padanya. Akhirnya Paman Shin akan berusaha menyakinkanya.
Pengacara Nan Gil... adalah putra dari ketua Greenland, Kwon Duk Bong.” Kata Wan Shik masuk ruangan, Tuan Bae kaget mendengarnya.
Dia tidak berlatih lagi, jadi membutuhkan sedikit waktu untuk mencari tahu.” Ungkap Tuan Bae 
Saat itu Na Ri sudah ada dirumah, Paman Shin menelp disamping Pengacara Kim dan Tuan Bae yang mencoba untuk menyakinkan kalau bisa mendapatkan kesaksian. Paman Shin bertanya kalau Na Ri. akan bersaksi untuknya, karenauntuk memastikannya satu kali lagi.
Na Ri ingin tahu keberadaan pamanya sekarang, Paman Shin pikir dimana lagi dan meminta agar bisa kembali pulang  ke rumah setelah persidangan. Na Ri terdiam mendengarnya.
Baiklah. Apa Kau akan bersaksi? Maka semuanya akan baik-baik saja.” Ucap Paman Shin ketakutan dengan tatapan Bae dan juga pengacara Kim 

Nan Gil berjalan keluar menemui Duk Bong, Duk Bong mengatakan sudah melihat kalau tanggal persidangannya sudah ditetapkan dan bertanya apakah Nan Gil tidak akan meminta bantuan. Duk Bong pikir kenapa ia harus  mempertahankan seorang pengacara yang mengincar tanahnya dan sudah jelas pasti akan kalah.
Apa itu yang kau percaya? Kau hanya tahu bagaimana perasaanmu tentang Na Ri dan meremehkan perasaanku kepadanya. Kau pasti merasa gugup. Ini pertama kalinya aku bergerak perlahan dan berhati-hati untuk berjaga-jaga, jangan sampai aku merusak semuanya dengan seorang gadis.” Kata Duk Bong
Aku tidak meremehkan perasaan orang lain.” Tegas Nan Gil
Ayo kita menangkan dulu persidangannya. Kita harus menang... dan tetap menjadi ayah dan anak tiri. Aku akan ke Seoul besok untuk meminta Na Ri bersaksi.” Ucap Duk Bong, Nan Gil seperti tak peduli memilih untuk masuk kembali ke dalam restoran. 


Nan Gil duduk dalam restoran, Hoon masuk dengan Han Yi memberitahu  sudah memeriksa rumah sakit yang disebutkan, dan mereka memiliki catatan kematian Hong Sung Kyu. Nan Gil pikir dua anak buahnya tak prlu mencari lebih jauh lagi karena  harus bertanya sendiri.

Yoon Kyu melihat ketiganya masih di dalam restoran dan bertanya apakah mereka tak pulang. Semua hanya diam. Yoon Kyu yang tak tahu apa-apa melihat mereka bertiga sangat tenang dan Nan Gil yang begitu murung dengan mengejeknya seperti kesepian dan merasa hampa karena di tingal Na Ri.
Isi saja seperti pangsit.” Ucap Yoon Kyu bercanda, Nan Gil melirik sinis, Yoon Kyu langsung meminta maaf dan memilih untuk pulang. 

Duk Bong bertemu dengan Na Ri di cafe, dengan memesan americano. N a Ri pu mulai meminumnya. Duk Bong bertanya Apa Na Ri masih berpikir tentang ya atau tidak untuk berkencan dengannya. Na Ri merasa  tidak pernah mengatakan akan berpikir tentang hal itu.
Ingatanmu baik, dan begitu juga keyakinanmu. Aku sudah memikirkannya, dan kupikir mungkin kau keliru tentang aku.” Ucap Duk  Bong, Na Ri bertanya tentang apa maksudnya.
Aku hanya mencoba untuk tampil percaya diri, tapi mungkin akan kelihatan sombong. Aku hanya mencoba untuk jujur, tapi bisa saja terdengar sinis. Aku bekerja keras, tetapi mungkin kau berpikir kalau aku hidup dari orang tuaku. Aku meminta kau untuk berkencan denganku karena aku benar-benar menyukaimu, tapi mungkin aku kelihatan impulsif dan tidak berpikir.” Kata Duk Bong
Aku tidak salah tentangmu.” Ucap Na Ri terlihat sedikit gugup, Duk Bong senang mendengarnya.
Kalau begitu pertimbangkan untuk kembali berkencan denganku.” Kata Duk Bong dan menyelesaikan nanti saja karena sekarang akan bicara sebagai  pengacara Ko Nan Gil.
Duk Bong mengatakan kalau Nan Gil ingin Na Ri bersaksi untuknya, Na Ri kaget apakah Nan Gil benar-bena mengatakanya. Duk Bong mengaku kalau Nan Gil tidak mengatakannya,tapi berpikir kalau Nan Gil yang memang menginginkanya.
Pihak yang kau pilih akan menang. Kesaksianmu adalah yang paling penting, jadi kau memilih... pihak mana yang akan kau ambil.” Ucap Duk Bong
Bagaimana kalau aku tidak memihak?” tanya Na Ri
Kalau begitu klienku, Ko Nan Gil, lebih mungkin untuk menang. Tanahnya akan dilindungi, tetapi kalian akan tetap menjadi ayah dan anak.” Ucap Duk Bong, Na Ri seperti memikirkan tentang keputusanya. 


Nan Gil dan anak buahnya berjalan mencari informasi, teringat dengan perkataan Wan Shik dengan memberikan secarik kertas “Hanya keluarga yang bisa meminta sertifikat kematian. Tapi... wanita ini mendapatkan sertifikat kematian Hong Sung Kyu.
Hoon melihat sebuah jalan mengajak mereka agar berbelok, mereka pun masuk ke sebuah toko penjahit. Si bibi melihat tiga peria langsung bertanya Apa mereka ingin menjahit sesuatu. Nan Gil langsung bertanya apakah ada yang bernama Kim Jung Sook. Si bibi mengaku kalau itu namanya.
Kalau begitu... apa kau mengenal Hong Sung Kyu?” tanya Nan Gil
Kenapa kau bertanya tentang seseorang yang sudah lama meninggal?” kata Bibi Kim sinis
Boleh kami tahu kapan dia meninggal?” tanya Hoon penasaran, Bibi Kim pikir mungkin sudah lima tahun.
Apa kau memiliki foto dirinya?” tanya Hoon pensaran, Si bibi denga ketus menurutnya tak mungkin menyimpan foto orang yang sudah mati. Nan Gil pun mengajak anak buahnya untuk segera pergi. 

Nan Gil keluar dari tempat jahit, teringat kembali dengan percakapanya dengan Na Ri saat di rumah sakit “Haruskah aku mencari ayahku? Ibu mungkin terluka kalau dia mendengar ini, tapi aku tidak membenci ayahku. Lalu Na Ri pun berharap agar ayahnya bisa menonton acara yang dibawakan oleh Nan Gil dan  dan merasa cemburu.
Hoon melihat Nan Gil terlihat gelisah menenangkan kalau semua itu hanya kecelakaan jadi bukan kesalahannya. Nan Gil terlihat berusaha untuk tetap tenang. 

Nan Gil masuk ke dalam kamarnya, teringat kembali saat melihat ayah Na Ri yang jatuh dengan bersimba darah, tangisnya pun tumpah karena selama ini ditahanya. Ponsel milik ibu Na Ri berdering, Nan Gil melihat itu telp dari Na Ri dan akhirnya mengangkatnya.
Aku senang kau memiliki ponsel itu. Mungkin besok penerbangan terakhirku. Ibuku dan aku berjanji untuk naik  penerbangan terakhirku bersama-sama. Jadi Ambillah tempatnya.” Ucap Na Ri, Nan Gil mengerti dengan menahan tangisnya.
Ini akan menjadi penerbangan terakhirku dan yang pertama untukmu. Sebenarnya, aku sudah memesan penerbangan, jadi kau tidak bisa menolak. Mari kita pergi sejauh mungkin sebelum sidang.” Kata Na Ri, Nan Gil kembali menyetujuinya dan membuat agar suaranya tak terdengar bergetar. 

Nan Gil pergi ke sebuah brangkas yang ada di meja kerjanya, lalu memberikan mengambil sebuah USB yang disimpanya. Seperti sudah merencanakanya sesuatu.
Esok Harinya, Nan Gil sudah pergi ke bandara Penerbangan domestic tapi terlihat sangat gugup dengan duduk dibangku mengeluarkan obatnya, seperti tak sanggup menahan gejala paniknya. Tapi teringat kembali perkataan Na Ri “Ini akan menjadi penerbangan terakhirku dan yang pertama untukmu.

Duk Shim kaget mendengar Nan Gil melakukan perjalanan dan bertanya kemana akan pergi,  Yoon Kyu juga tidak tahu karena Nan Gil dengan canggung berkata, "Aku akan melakukan perjalanan semalam," dan langsung pergi. Duk Shim makin penasaran dengan siapa Na Ri pergi.
Hei, pekerja paruh waktu, jangan mencoba untuk tahu terlalu banyak. Tapi aku suka dia melakukanya, karena  Bos kami tidak pernah mengambil cuti. Jadi kita harus mengertii.. dan menerima bahwa dia pantas mendapatkan perjalanan ini. Mari kita bekerja keras bahkan tanpa ada dia di sini, mengerti?” ucap Yoon Kyu, Duk Shim hanya bisa cemberut tak bisa melihat Nan Gil. 

Nan Gil akhirnya masuk ke dalam pesawat dan mencari-cari bagian tempat duduknya, dan terlihat gugup ketika akan memasang sabuk pengaman, Saat itu tiba-tiba seseorang menyapanya. Nan gil kaget melihat Na Ri yang memakai pakaian seragam dan terlihat cantik, senyumanya pun terlihat.
Penumpang yang duduk di barisan pintu keluar harus membantu pramugari dalam keadaan darurat untuk membantu penumpang lain keluar dari pesawat dengan aman. Kalau diperintahkan oleh pramugari, jadi silahkan buka pintu darurat.” Ucap Na Ri, Nan Gil mengangguk mengerti, Na Ri pun mengucapkan terimakasih. 

Nan Gil sudah menunggu didepan bandara, Na Ri keluar dengan menarik kopernya sudah berganti pakaian dan bertanya Bagaimana penerbangan pertamanya. Nan Gil mengaku  sangat menakutkan dan heran dengan Na Ri bisa naik pesawat  setiap hari.
Ko Nan Gil yang legendaris tidak mungkin takut terbang.” Ejek Na Ri, Nan Gil tak ingin membalasnya.
Ayo kita lakukan apapun bersama selama 24 jam ke depan.”Ajak Na Ri dengan penuh semangat
Keduanya pun menaiki taksi keluar dari bandara, Na Ri melewati jalan dan terkesima dengan melihat laut luas yang sangat indah, Nan Gil pun terlihat bahagai karena selama ini hanya tinggal didesa. 

Duk Bong sedang berkerja diruangan dan melihat ponselnya kalau Yeo Joo kembali menelpnya. Yeo Joo mengaku tidak tahu apa yang harus mengatakan ini setelah Duk Bong menjebaknya dengan kencan buta. Duk Bong meminta agar Yeo Joo mengatakan dengan singkat karena sedang sibuk.
Hari ini adalah penerbangan terakhir Na Ri.” Ucap Yeo Joo lalu memanggil Duk Bong berpikir sudah menutup telpnya, Duk Bong mengatakan masih  mendengarkan.
Dia berbagi penerbangan terakhirnya... dengan Nan Gil. Mungkin perjalanan semalam.” Ucap Yeo Joo, Duk Bong langsung menutup ponselnya, Yeo Joo merasa Duk Bong mungkin menganggap bahwa seakan-akan dunia akan berakhir lagi

Na Ri dan Nan Gil berjalan ke tepi pantai, Na Ri pikir mereka berdua melakukannya dengan baik. Tapi sekali lagi, rata-rata orang tidak menunggu sidang. Nan Gil merasa tidak bisa mengatakan itu sebelumnya, dan mengucapakan terima kasih untuk penerbangan pertamanya.
Jangan berpikir tentang apa pun. akan sia-sia untuk melewatkan pemandangan yang indah ini karena kau terganggu.” kata Na Ri mulai berjalan
Mereka mengatakan Eskimo memiliki beberapa kata untuk salju. Bagiku, aku punya banyak kata-kata yang berarti "Hong Na Ri"... karena aku selalu melihat dan memikirkanmu.” Kata Nan Gil
Katakan kepadaku apa artinya "Hong Na Ri".” Ucap Na Ri
Berpura-pura tidak merasa sakit setelah terkena ketapel, Membaca sambil berjalan, Mengejar bel penjual tahu, Meniup dandelion, Menari dengan kupu-kupu.” Kata Nan Gil mengingat kenanganya dengan Na Ri
“Apa Kau melihat aku menari dengan kupu-kupu?” ucap Na Ri tak percaya

Aku juga melihatmu berbicara dengan pohon.” Kata Nan Gil, Na Ri bertanya apa yang di dilakukan saat masih muda.
Kau masuk perguruan tinggi, setelah minum di sore hari.” Ucap Nan Gil, Na Ri tak percaya kalau Nan Gil juga masih melihatnya saat kuliah.
Nan Gil tahu saat itu Na Ri yang mengumpat pada Pohon,  dengan berteriak "Minggir! Kenapa kau selalu berdiri di sini? Dasar Kau wanita jahat!" Na Ri menyangkalnya merasa tidak melakukan hal seperti itu lalu mengelitiknya, Nan Gil pun membalas dengan mengendong Na Ri lalu ingin menjatuhkan ke laut. Na Ri meminta agar menjatuhkanya, keduanya pun berlari di bibir pantai dengan wajah bahagia.
Tersandung saat melihat awan. Kehilangan rumah masa kecilmu. Menggali tanah yang beku. Hal yang paling indah di dunia. Hong Na Ri.” Gumam Nan Gil menatap Na Ri yang terlihat bahagia bergandengan tangan denganya. 


Yeo Joo dan teman pria Duk Bong terlihat gugup dengan melakukan kencan buta, akhirnya Yeo Joo lebih dulu bicara kalau tidak terbiasa untuk kencan buta, jadi ini terasa canggung. Si pria melihat Yeo Joo  tidak terlihat seperti akan pergi kencan buta. Yeo Joo sempat kaget, lalu si pria merasa sudah terlalu jujur.
“Pasti Ada yang terjadi. Apa yang terjadi antara kau dan Duk Bong?” tanya si pria
Dia berpacaran dengan seorang rekan pramugari yang dekat denganku.” Cerita Yeo Joo, Si pria menyimpulka kalau semua  Ini adalah konspirasi.
Duk Bong tidak berkencan.” Kata Si pria, Yeo Joo binggung kenapa tak bisa berkencan. Si pria semakin yakin ada sesuatu yang terjadi antara mereka berdua.
Kau tidak tahu apapun tentang dia. Dan dari sosok, suara, dan wajahmu” ucap Si pria mengaku kalau sudah  mulai lagi, terlalu jujur. Yeo Joo penasar kenapa Duk Bong tidak berkencan
Kalau dipikir-pikir, kau kelihatan seperti dia. Aku benar-benar jadi merinding” ucap Si pria, Yeo Joo menahan amarahnya bertanya dirinya itu mirip siapa. 

Nan Gil membawakan selimut untuk Na Ri ketika mereka duduk di cafe tepi pantai. Na Ri merasa ingat mengutuk pohon itu dengan berteriak “Kau harus mati, Kau tahu terlalu banyak tentang aku.” Nan Gil merasa itu semua Hanya seseorang yang mencintai seseorang tanpa harapan yang tahu benar tentang orang itu.
Aku mencintaimu tanpa harapan untuk waktu yang sangat lama, jadi tahu kau dengan cukup baik.” Ucap Nan Gil
Kenapa kau memilih cinta seperti itu?” tanya Na Ri
Karena aku tidak ada.... Karena itu tidak terlalu sakit.... Tidak ada yang aku harapkan atau inginkan darimu. Aku bahagia dengan apa adanya kita.” Ucap Nan Gil
Bukan aku. Aku akan bersaksi untuk pamanku. Aku ingin kita menjadi pasangan biasa yang berkencan, mencintai, dan berencana untuk menikah. Perjalanan ini adalah awalnya. Jadi kita bisa melakukan apapun hari ini.” kata Na Ri sambil menyandarkan kepala di bahu pacarnya, Nan Gil seperti merasa gugup tapi membiarkaya. 


Beberapa mobil polisi dan juga dari kejaksaaan masuk ke dalam DaDa Finance, pengacara Kim Do Suk, sebagai Da Da Finance sudah berdiri didepa pintu. Jaksa memberitahu kalau sudah  menerima banyak keluhan dari pinjaman ilegal, jadi menerima surat perintah pencarian. Pengacara Kim seperti tak bisa berbuat apa-apa dan membiarkaan semua mengeledah ruangan. Tuan Bae pun melihat dari ruangan CCTV.
Mereka memiliki bukti pinjaman illegal dari dua tahun yang lalu.” Kata Pengacara kim
Bagaimana kau akan mengatasinya?” tanya Tuan Bae terlihat sedikit gugup
Aku bisa mengakhirinya dengan denda.” Kata pengacara Kim
Nan Gil melakukannya sebagai protesterhadap persidangan.” Ucap Wan Shik menyimpulkan
Aku meninggalkannya sendirian, jadi dia pikir aku sudah tua. Aku tidak tahu kenapa orang berpikir kau menjadi lemah karena usia.” Kata Tuan Bae terlihat marah. 

Duk Shim menyelonong masuk kamar kakaknya memberithu Nan Gil dan Na Ri melakukan perjalanan bersama-sama dan menurutnya sangat menjengkelkan bahakn tidak tahu sampai itu terjadi pada kakaknya, Duk Bong mengeluh adiknya yang tak mengetuh pintu dan berjanji akan melakukan saat masuk kamar adiknya.
Kurasa ini pertama kalinya kau ada di kamarku” ucap Duk Bong, Duk Shim seperti baru menyadarinya lalu melihat sekeliling kamar kakaknya yang tak pernah di datanginya.
Kau pasti benar-benar mencintai tuan Ko. Hatimu hancur, jadi kau datang untuk menemui kakakmu.” Keluh Duk Bong
Apa kau baik-baik saja? Kau tidak benar-benar menyukai Na Ri, kan?” ucap Duk Shim merasa Duk Bong seolah-olah tak peduli.
Duk Shim. Kau akan tahu setelah kau dewasa, tapi ada masa dimana kau berpikir itu adalah akhirnya. Itu adalah saat kau pergi, maka Kau tidak menyebut itu sebuah perjalanan.” Ucap Duk Bong, Duk Shim seperti tak mengerti, Duk Bong pikir salah sudah mengataka hal seperti itu pada anak kecil lalu menyuruhnya keluar. 


Na Ri dan Nan Gil duduk bersama, lalu Na Ri bertanya apakah mereka hanya akan berpegangan tangan saat tidur. Nan Gil pikir kenapa mereka harus Berpegangan tangan karena memiliki dua kamar. Na Ri menghela nafas lalu berbaring di lantai.
Kalau kau berbaring setelah makan” ucap Nan Gil dan keduanya sama- sama menyebut “kau akan menjadi sapi.” Lalu tertawa.
Ibu membesarkan dua ekor sapi.” Kata Na Ri, Nan Gil pikir  Lebih dari dua karena Semua anak-anak di panti asuhan menganggapnya ibu mereka
.
Aku ingin melihat ibuku tersenyum seperti bunga.” Kata Na Ri akhirnhya kembali duduk lalu meminta agar Na Ri mengatakan dan Jangan bertele-tele.
Aku sudah mengatakan semuanya.” Kata Na Ri, Nan Gil mengaku ingin  mengatakan sesuatu.
Kau akan mendengar segala sesuatu tentang aku di persidangan.” Ucap Nan Gil, Na Ri pikir lebih baik tidak perlu pergi
Nan Gil pikir lebih baik Na Ri pergi  dan dengarkan itu semua lalu mengaku kalau  pernah masuk penjara, Na Ri benar-benar kaget mendengar pengakuan Nan Gil. 


Flash Back
Nyonya Shin menemui Nan Gil yang ada di penjara, melihat kalau keadaan baik. Nan Gil mengaku  merasa damai karena bisa kembali ke rumahsetelah keluar. Nyonya Shin pun menyuruhnya agar Nan Gil datang dengan memastikan kalau  sudah belajar cara membuat pangsit
Aku membuat pangsit lebih baik daripada kau. Kau tahu itu.” ejek Nan Gil sambil bercanda. Nan Gil pun akan masuk ke dalam ruangan dan melihat Nyonya Shin yang keluar dengan menatap Nan Gil menahan tangisnya.

Aku senang karena Ibu, tapi dia sering menangis karena aku. Aku pikir semuanya dimulai dengan aku. Itu sebabnya aku benar-benar ingin melindungi tanahnya.” Cerita Nan Gil, Na Ri bisa mengerti maksud cerita Nan Gil jadi bisa berhenti sekarang.
Aku minta maaf karena sudah memintamu untuk pulang hari itu. Aku minta maaf karena mengatakan bahwa aku mencintaimu. Aku minta maaf sudah memintamu... untuk menunggu.” Kata Nan Gil
Hentikan. Jangan katakan lagi.” Ucap Na Ri lalu keluar dari ruangan. Nan Gil pun datang mendekati Na Ri yang sedang berdiri di balkon. 

Kita berjalan-jalan dan melihat laut bersama-sama, tapi hati kita terlalu berbeda. Apa yang kau ingin aku lakukan?” ucap Na Ri
Aku memiliki keyakinan bahwa kau akan membuat keputusan yang tepat.” Ucap Nan Gil
Apa kau tahu kenapa aku ingin mencari ayahku?” tanya Na Ri
Nan Gil teringat dengan cerita Bibi Kim “Dia sudah meninggal... pada tahun kami menikah. Mungkin sudah lima tahun.” Na Ri memberitahu kalau ayahya itu  akan membuktikan bahwa mereka tidak memiliki hubungan keluarga, padahal  sudah melupakan dia selama bertahun-tahun.
Kenapa aku bisa membutuhkan ayahku karena seseorang yang aku cintai? Tapi begitulah aku sekarang. Aku tidak bisa menjadi bijaksana jadi Aku akan memutuskan untukmu.” Ucap Na Ri
Tanah itu milik Ibu, jadi sekarang itu milikmu. Jangan sampai kita kehilangan tanah itu kepada siapa pun.” Ucap Nan Gil, Na Ri terlihat kesal dan ingin pergi. Tiba-tiba Nan Gil pun memanggilnya.
Na Ri... Aku mencintaimu... Meskipun... Aku tidak pernah bisa mengatakan itu lagi, aku akan mencintaimu.” Ungkap Nan Gil,Na Ri terdiam mendengar pengakuan cinta dari Nan Gil.

Ruang sidang
Yang Mulia, mereka berduanya sebenarnya bukan pasangan yang sudah menikah. Dan Juga, korban terbesar dari pernikahan palsu ini, yang menolak untuk menerima pernikahan itu, ada di sini hari ini. Aku ingin memanggil Hong Na Ri, putri dari Shin Jung Im, untuk berdiri.” Ucap Jaksa penuntup.
Na Ri berjala masuk dengan wajah gugup, sempat melirik pada Nan Gil yang duduk bersebelahan dengan Duk Bong. Sementara pamanya duduk dengan pengacara Kim. Jaksa pun berdiri didepan Na Ri yang sudah duduk dikursi sebagai saksi.
Nona Hong Na Ri. Apa ibumu... pernah bercerita tentang Ko Nan Gil?” tanya jaksa, Na Ri menjawab tidak
Apa ibumu pernah memberitahumu bahwa dia menikah dan mengalihkan kepemilikan tanah dan restorannya?” tanya jaksa, Na Ri menjawab tidak
Apa kau pernah mendengar tentang hutang ayahmu?” tanya Jaksa, Na Ri juga menjawab tidak
Menurutmu... apakah pernikahan ini tidak sah?” tanya Jaksa, Na Ri terdiam.
Ia mengingat dimalam sebelumnya dengan Nan Gil dan perkatanya. “Na Ri Aku mencintaimu. Bahkan jika aku tidak pernah bisa mengatakannya lagi, aku akan mencintaimu. Bahkan kalau kita tidak bisa mengatakan kita saling mencintai, mari kita berhenti di sini.
Menurutmu... apakah pernikahan ini tidak sah?” tanya jaksa kembali, Na Ri pun seperti memikirkan jawabnya lalu saling menatap pada Nan Gil 
bersambung ke episode 11 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar