PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Selasa, 22 Oktober 2019

Sinopsis Melting Me Softly Episode 8 Part 1

PS : All images credit and content copyright : TVN
Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 


Dong Chan dan Mi Ran naik mobil trotoar, seorang kakek menyanyikan lagu “Apa yang salah dengan usia-ku? Usia tidak masalah dalam hal cinta Kita semua memiliki satu hati Kita semua tahu cara mencintai Kau benar-benar cinta dalam hidupku. Ini adalah usia yang tepat untuk mencintai, Usia yang tepat untuk mencintai”
Keduanya terlihat gugup, Mi Ran pun tak berani menatap Dong Chan. Saat itu jalan tak rata membuat Mi Ran hampir jatuh. Dong Chan menahanya agar tak jatuh, keduanya makin canggung.  
[Episode 8: Menggoda dan Melawan]

Didalam mobil, keduanya terlihat masih gugup sampai akhirnya mereka sama-sama ingin menyalakan radio. Tapi di lagu yang diputar malah berbau tentang Kiss, keduanya makin gugup. Akhirnya Dong Chan memilih untuk mematikan radio.
“Aku ... Aku pikir kita harus ...melihat lokasi syuting ... lain kali saja.” Ucap Dong Chan gugup. Mi Ran menganguk setuju dengan menatap kearah luar jendela. 

Saat sampai dirumah, Mi Ran buru-buru turun dari mobil sambil mengucapkan Terima kasih. Dong Chan menahanya bertanya  Apakah tidak punya sesuatu untuk dikatakan kepadanya. Mi Ran mengaku tidak punya.  Dong Chan terlihat bingung dan Mi Ran langsung bergegas pergi.
“Hei tunggu.  Tapi... Wahh... Dia luar biasa... Apa masalahnya?” ucap Dong Chan heran. 

Di kantor
Ha Young tak percaya kalau  Dong Chan dan wanita itu pergi ke sana sendirian. Hyun Gi menjelaskan Ini pekerjaan asisten direktur  untuk membantu sutradara menemukan lokasi syuting yang tepat. Ha Young terlihat sinis mendengarnya.
“Ha Young, apakah kau masih memiliki perasaan untuk Dong Chan?” tanya Hyun Gi.
“Ku pikir aku tidak perlu menjawab pertanyaan itu.” Kata Ha Young santai.
“Tidakkah kau pikir dia sedikit keluar dari batas usia-mu? Aku tahu itu tren sekarang untuk berkencan dengan wanita yang lebih tua, tapi mari kita bersikap realistis di sini.” Kata Hyun Gi
“Perhatikan apa yang kau katakan. Dia menetapkan standar sendiri. Dia tidak peduli apa yang dipikirkan orang lain.” Keluh Hyun Gi.
“Itu sebabnya aku jatuh cinta padanya.” Ungkap Ha Young, Hyun Gi mengaku bukan itu masalahnya.
“Ya tentu saja. Itu bukan masalah sebenarnya.” Kata Hyun Gi tak ingin berdebat. 


Dong Chan masuk ke kantor melihat kursi Mi Ran yang kosong, saat itu Mi Ran menelp seperti gugup dan tak bisa banyak bicara. Dong Chan akhirnya lebih dulu bicara kalau Hari ini, jangan khawatir tentang hal lain dan istirahat saja.
“Maafkan aku. Aku benar-benar tidak punya apa-apa untuk dikatakan, tetapi ku pikir aku setidaknya harus meminta maaf.” Kata Mi Ran.
“Kau sebenarnya minta maaf untuk apa?” keluh Dong Chan. Mi Ran menjawab karena mencium Dong Chan jadi harus meminta maaf.
“Apa Kau menyesal?” tanya Dong Chan tak percaya. Mi Ran mengaku dirinya itu akan mati.
“Aku ingin mencium seseorang sebelum aku mati. Tapi aku tidak mati. Aku akhirnya tetap hidup.” Ungkap Mi Ran.
“Baik...Aku lega bahwa kau tidak mati. Untuk saat ini, Kau bisa beristirahat. Kita bisa bicara lagi lain kali.” Ucap Dong Chan.
“Maksud kau apa? Mari kita selesaikan sekarang saja. Apakah kau akan menerima permintaan maafku?” tanya Mi Ran.
“Apakah itu sesuatu yang harus kau minta maaf? Itu yang aku pikirkan.” Kata Dong Chan.
Mi Ran pikir Dong Chan menolak lalu mengeluh kalau rekanya itu sangat pelit padahal sedang sekarat. Dong Chan heran dengan Mi Ran mengeluh apa lagi, Mi Ran mengerti kalau akan menunggu hukumannya tak peduli dengan yang dilakukan Dong Chan.  Dong Chan memanggil Mi Ran tapi telpnya sudah ditutup,
“Apa itu tadi? Apa yang dia inginkan? Apa yang harus aku lakukan? Seharusnya aku mati saja di sana.  Aku sangat kesal. Aku sangat malu!” jerit Mi Ran kesal. 



Dong Chan terlihat bingung kembali mengangkat telpnya. Young Tak menelp, Dong Chan langsung bertanya apakah sudah bertemu eksekutif NIS itu. Young Tak mengaku Itu sebabnya memanggil Dong Chan dan jadi apakah sedang sibuk sekarang. 

Dong Chan akhirnya pergi ke kantor polisi,  Young Tak dengan wajah serius memberitahu kalau Nikolai meninggal tahun lalu jadi Karena dia adalah kandidat presiden terkuat, orang berusaha menutupi ini karena alasan politik.
“Tapi mereka percaya dia dibunuh  oleh pihak lawan. CIA bilang begitu.” Jelas Young Tak
“Lalu apakah Nikolai yang meledakkan mobil Profesor Hwang?” tanya Dong Chan.
“Aku pikir bukan. Rupanya, ada buku tentang orang-orang yang  yang telah dia bunuh selama masa mafia. Ini seperti sebuah epik yang dimiliki mafia. Itu tidak dipublikasikan, tetapi dikatakan, selama serangan Profesor Johnson McCarthy, dia mengaku telah membunuh . Profesor Hwang yang merupakan bantuannya.” Jelas Young Tak.
“Jadi maksudmu pada 1984, dia yakin Profesor Hwang sudah mati?” tanya Dong Chan. Young Tak membenarkan.
“Aku tahu itu... Nikolai bukan pelakunya.” Ungkap Dong Chan. Young Tak pikir Dong Chan itu punya firasat.
“Aku tidak yakin. Aku akan tahu pasti setelah Profesor Hwang mendapatkan kembali ingatannya. Bagaimanapun, aku akan pergi.” kata Dong Chan lalu bergegas pergi. Saat itu seseorang mengintip dari belakang, seperti anak buah dari Tuan Lee. 

Di taman kampus, Dong Hyuk menunggu transferan dari Young Sun tapi sepertinya tak masuk. Akhirnya Ia berpikir mencari apartemen studio atau atap karena harus tinggal di dekat cintanya jadi  Mi Ran harus sering melihatnya dan harus terbiasa dengannya.
“Aku akan merencanakan nasibku sendiri.” Ucap Dong Hyuk lalu mencari Apartemen studio
Tiba-tiba Dong Hyuk melihat iklan Apartemen studio, lalu melihat itu tempat yang dulu ditempat oleh Mi Ran. Ia lalu berteriak bahagia karena  Tuan Keberuntungan ada di pihaknya, karena atap rumah Mi Ran kosong pada saat ini.
“Para dewa sedang melakukan yang terbaik untuk membantu kehidupan cintaku. Aku tidak percaya ini. Ini adalah takdir.” Ucap Dong Hyuk bahagia. 


Tuan Ko sedang mempersiapkan makanan menerima telp dari yang tak dikenal. Dong Hyuk mengaku menelepon untuk mengatakan  bahwa tertarik pindah ke atap rumah. Tuan Ko tak percaya kalau cepat sekali iklanya dilihat.
“Tapi asal kamu tahu, kami lebih suka penyewa kami adalah seorang mahasiswa. Dan jika mungkin, itu perempuan. Berapakah usia Anda?” tanya Tuan Ko
“Usia-ku 44 tahun.” Ucap Dong Hyuk. Tuan Ko meminta maaf dan mengaku hanya tertarik ...
 “Aku bukan mahasiswa, tapi aku seorang profesor.” Kata Dong Hyuk. Tuan Ko menganguk mengerti kalau Dong Hyuk adalah Profesor.
“Iya. Aku perlu mengalami kehidupan di rumah atap. Aku sedang mempelajari korelasi antara isolasi dan emansipasi psikologis. Aku ingin berkunjung. Apakah kamu punya waktu?” ucap Dong Hyuk. 

Dong Chan sedang mengemudikan mobilnya menerima telp dari tuan Kim Hong Suk. Hong Suk menelp menanyakan keberadaan Dong chan  Apakah melakukan pekerjaan lapangan dan Apakah ingin makan malam dengannya. Dong Chan langsung setuju.
“Apakah dia setuju untuk datang? “ tanya Tuan Kim. Hong Suk menganguk.
“Dia selalu patuh kepadaku... Anda tahu, aku banyak membantunya di masa lalu.” Kata Hong Suk bangga.
“Jangan konyol. Cukup dengan menggertak padahal kita berdua tahu dia. Aku tahu dia bukan tipe yang suka menjilat dari orang lain.” Ungkap Tuan Kim. Hong Suk menganguk setuju.
“Kau harus mendapatkan sisi baiknya.” Kata Tuan Kim. Hong Suk menganguk mengerti.
“Ini adalah hari yang penting bagi kita  untuk bertemu dengan penyelamat kita.” Kata Tuan Kim. Hong Suk agar bingung dengan kalimat  "Penyelamat"
“Menjadi pintar tidak akan membuatmu jauh dalam politik.Juga tidak berbelas kasih. Tetapi uang akan membuatmu jauh.” Kata Tuan Kim. Hong Suk mengaku sudah tahu. 



Di dalam mobil, Dong Chan bertanya-tanya dengan Kim Hong Suk “Kenapa dia bersikap sangat ramah?” lalu teringat dengan Mi Ran ingin tahu apa yang dilakukan, Apakah dia baik-baik saja.Ia mengaku  khawatir ketika Mi Ran diam dan ketika menelepon.
“Dia adalah inti dari kekhawatiranku.” Ucap Dong Chan mengingat saat Mi Ran mengatakan “Aku hanya ingin mencium seseorang sebelum aku mati.”
“Mungkinkah itu ciuman pertamanya? Tidak mungkin.. Tidak mungkin. Tidak.” Ucap Dong Chan yakin 

Di dalam kamar, Mi Ran terdiam mengingat dengan ciumanya hanya bisa menjerit kesal sendiri. Ia akhirnya keluar kamar untuk mengambil es batu, Tuan Ko memberitahu kalau  sedang menyiapkan sup kacang kedelai untuk makan malam dan Nam Tae menelpon, mengatakan dia menginginkannya.
“Aku menjadi sangat panas, jadi biarkan aku mencari udara segar.” Kata Mi Ran
“Mari kita pergi bersama setelah makan malam.” Ucap Tuan Ko, Mi Ran menolak karena akan pergi sendiri.
“Aku tidak layak untuk makan.” Kata Mi Ran, Tuan Ko heran dengan tingkah anaknya.
“Kau akan mematahkan gigimu. Bersikaplah lembut. Kita memiliki kandidat untuk atap rumah kita. Apa kau mau ikut denganku?” ucap Tuan Ko.
“Tidak, terima kasih. Aku tidak pandai menilai seseorang. Aku adalah sampah.” Ungkap Mi Ran akhirnya keluar rumah sambil membawa segelas air dengan penuh es batu. Saat itu Dong Hyuk berjalan masuk ke dalam rumah dengan wajah bahagia. 


Hong Suk dan Tuan Kim sudah menunggu di dalam restoran. Dong Chan akhirnya masuk ke dalam restoran. Tuan Kim berdiri menjabat tangan Dong Chan kalau pasti mengenalnya yaitu Kim Si Seok. Dong Chan mengaku kenal dan sudah lama tak bertemu.
“Aku ingat bagaimana kau menyebabkan keributan saat pertama kali bergabung. Mereka mengatakan direktur variety show  lebih tampan daripada aktor. Reporter dan karyawan wanita di stasiun jungkir balik untuk dirimu.” Ucap Tuan Kim. Hong Suk menganguk setuju.
“Orang mengira dia masuk hanya karena ketampanannya mengingat kembali ketika aku dulu adalah kepala  dan dia adalah presiden stasiun.” Ucap Hong Suk
“Kau, Pilihlah yang akan kau makan.” Kata Tuan Kim. Dong Chan menganguk mengerti melihat buku menu.
“Aku mau "menu hari ini". Seorang pegawai sepertiku  tidak berani untuk memiliki sesuatu yang semahal ini. Jangan khawatirkan aku . dan memiliki apa yang kalian inginkan.”ucap Dong Chan. Keduanya terlihat gugup
“Aku mendengar ada hukum baru-baru ini tentang batas biaya hiburan adalah 30 dolar atau kurang. Dunia ini telah menjadi tempat yang lebih baik, bukan?” kat Dong Chan. Hong Suk memohon agar Dong Chan menjaga sikapnya.
“Aku akan membayar makananku sendiri. Omong-omong, apakah Anda memiliki rencana untuk melakukan politik? Aku bukan penduduk daerah Anda. Kau tidak harus berinvestasi padaku.”ucap Dong Suk pada Hong Suk.
Saat itu terdengar bunyi suara pintu diketuk, Hong Suk langsung berdiri karena seseorang yang ditunggu akhirnya datang juga. Tuan Lee masuk ke ruangan minta maaf karena terlambat. Dua tuan Kim pun langsung menjabat tangan.
“Dia adalah Pemimpin Lee Seok Du dari Unsung Group.” Ucap Hong Suk. Dong Chan sedikit kaget melihat Tuan Lee sambil menjabat tanganya.
Keduanya duduk berhadapan, Dong Chan menatap wajah Tuan Lee dan yakin kalau itu wajah yang sama dalam lab Prof Jo. 

Dong Hyuk dengan bangga memberikan cap pada surat Kontrak Sewa Real Estate dengan Pemilik: Ko Yu Han, Penyewa: Hwang Dong Hyuk. Tuan Ko memberitahu kalau Putrinya juga kuliah di universitas ini. Dong Hyuk mengaku tahu dan Tuan Ko terlihat bingung.
“Ah.. Maksudku, benarkah?” kata Dong Hyuk berpura-pura tak mengenalnya.
“Sebenarnya, Aku memiliki seorang putra yang berusia lebih dari 30 tahun  tetapi memiliki mentalitas anak di bawah 10 tahun. Itu sebabnya aku memutuskan untuk menyewakan rumah atap.” Jelas Tuan Ko.
“Bravo!  Kerja bagus. Aku sangat senang Anda melakukannya.” Ucap Dong Hyuk menjerit bahagia.
“Anda tampak seperti pria yang sangat ceria.” Komentar Tuan Ko seperti agak canggung.
“Iya. kau akan mengenal aku lebih banyak pada waktunya tapi aku pria yang baik.” Ucap Dong Hyun bangga. Tuan Ko menganguk mengerti dan akan melihatnya nanti.
“Kau dapat berbicara dengan santai kepadaku... Ayah.. Tolong izinkan aku memanggilmu seperti itu. Aku ingin.” Ucap Dong Hyuk.
Tuan Ko terlihat bingung tapi tak bisa berkata-kata lalu melihat Mi Ran dan berusaha memanggilnya. Dong Hyuk panik dan langsung menundukan kepalanya. 


Dong Chan mengemudikan mobilnya mengingat saat bertemu dengan Tuan Lee  lalu bergumam “Mereka sangat mirip satu sama lain. Tinggi mereka, bentuk tubuh, dan bentuk wajah juga.”
Ia sampai dirumah tapi teringat kalau belum menyalakan AC kamarnya, lalu bergegas menyalakan dari mobilnya dan turun dari mobilnya. Sementara Mi Ran sibuk berbicara sendiri dikamarnya.
“Matahari baru akan terbit besok. Aku akan mengabaikannya seperti aku baik-baik saja dengan itu.  Itu lebih seperti diriku.” Ucap Mi Ran dan melihat telp dari Dong Chan dengan nama “Kampret yang berhati dingin”
Tapi saat Mi Ran akan mengangkatnya, telp Dong Chan mati. Dong Chan didalam kamarnya berpikir mereka itu jadi canggung dan melupakan hal itu. Ia pun berpikir akan mengirim SMS sebagai gantinya.
“Kau tidak harus mengambil suntikan penurun demam ... lebih dari sekali sehari. Karena kau sudah mengambil bidikan hari ini, Kau tidak boleh mengambil yang lain. Aku seharusnya memberitahumu sebelumnya. Walaupun telat, aku juga harus minta maaf.”
“Aku juga sedikit keluar batas hari ini.” Kata Dong Chan.
“Apa yang dia maksud dengan itu? Kenapa dia keluar batas dari itu? Mengapa?  Mengapa? Apakah dia yang tersinggung oleh ciumanku?” kata Mi Ran bingung setelah membaca pesan Dong Chan.
“Aku sedikit keluar batas hari ini.” Tegas Dong Chan dengan wajah serius.
“Mungkin dia menyukainya.” Kata Mi Ran malu-malu. Dong Chan kembali menegaskan sedikit keluar batas dari itu  hari ini.
“Apakah itu membuatnya gembira? Apa yang dia maksud? Mengapa?  Mengapa? Mengapa?” ucap Mi Ran binggung.
Dong Chan merasa frustasi berpikir harus tidur saja. 

Malam hari, Prof Hwang tertidur pulas, tiba-tiba terbangun dan matanya terbuka lebar. Akhirnya berjalan keluar kamar tapi tiba-tiba tubuhnya terjatuh. Nam Tae terbangun dan melihat Prof Hwang sudah tak ada ditempat tidur.
Tuan Hwang sudah tertelungkup di lantai, Nam Tae melihat kakinya sengaja diikatkan pada kaki Tuan Hwang agar tak kabur. Tuan Hwang seperti tak sadakan diri setelah terjatuh. 

Pagi hari Dong Chan duduk di dalam ruangan, Nona Ko memanggil Dong Chan memberikan ice kopi. Dong Chan mengucapkan Terima kasih. Nona Ko meminta agar berbicara dengan santai dengannya. Dong Chan pikir Nona Ko  sudah melakukannya.
“Aku akan memanggilmu senior Dong Chan jika kau mengizinkanku.” Ucap Nona Ko mengoda
“Bukankah kau sudah memanggilku dengan seperti itu?” komentar Dong Chan. Saat itu ternyata diam-diam Mi Ran melihat dengan wajah heran. 

Dong Chan menyapa Mi Ran lebih dulu. Mi Ran membalas dengan wajah tertunduk. Dong Chan memberitahu Mi Ran kalau u dapat menerima permintaan di situs web untuk muncul di acara mereka. Mi Ran masih saja terus menundukan kepala.
“Karena kaulah yang menanganinya, hubungi Tim Manajemen  untuk mempelajari cara mengelolanya.” Jelas Dong Chan. Mi Ran menganguk mengerti.
Dong Chan heran melihat Mi Ran yang masih terus menunduk, sampai akhirnya Mi Ran melihat Dong Chan sengaja menatapnya dari bawah, lalu mengangkat wajahnya dan berpura-pura mencari sesuatu 

Hyun Gi datang menyapa semua pegawainya, mengatakan punya pengumuman khusus sebelum mereka mulai bekerja lalu membagikan semua lembaran. Dong Chan terlihat gugup memberikan lembaran kertas karena Mi Ran tak ingin menatapnya.
“Kalian tahu ada kasus pelecehan seksual  di Departemen Drama, kan? Aku baru saja menerima pedoman baru. Setiap departemen menerima instruksi spesifik. Mulai dari sekarang, Kalian tidak dapat melakukan kontak fisik dengan staf lain.” Jelas Hyun Gi.
“Terutama tidak diperbolehkan menyentuh wanita. Ingat itu. Aku sudah ekstra hati-hati. Karena Direktur Ma kuno, Aku memutuskan untuk menekankan ini terutama kepadanya.” Kata Hyun Gi. Dong Chan menatap sinis.
“Nona So, kau mengenakan gaun hari ini. Kau harus selalu berpakaian seperti ini... Kau memiliki kaki yang sangat indah... Cut.  Komentar semacam ini juga dianggap pelecehan.” Jelas Hyun Gi
“Jangan pergi ke rekan perempuan kalian dan pijat bahu mereka untuk mengatakan bahwa mereka melakukan pekerjaan dengan baik..” perintah Hyun Gi.
“Direktur Jung sangat diminati di Departemen Drama, tapi dia mencium asisten sutradara sambil mabuk. Dia diskors, dan dia akan dikirim ke penjara. Kalian harus menekan keinginan kalian.” Ungkap Hyun Gi.
“Apakah ini hanya pelecehan seksual jika seorang pria mabuk mencium seorang wanita? Bagaimana jika seorang wanita mencium seorang pria saat mabuk?” tanya pegawai pria.
Nona So menjawab Semuanya sama, Hyun Gi mengeluh  Mengapa seorang pria membiarkan seorang wanita menciumnya di luar kehendaknya dan apakah dia bodoh. Dong Chan langsunng tersedak mendengarnya, Mi Ran hanya bisa tertunduk.



Semua keluar ruangan sambil terus membahas, Dong Chan berjalan di belakang melihat pesan yang masuk ke dalam ponselnya. Mi Ran mengirim pesan “Bisakah kita bicara?” Dong Chan membalikan badan dan bingung karena Mi Ran sudah tak ada dibelakanganya.
“Aku akan menunggu di ruang editing.” Tulis Mi Ran, akhirnya Dong Chan pun pergi ke ruang editing dan Mi Ran sudah menunggu.
“Maafkan aku.” Ucap Mi Ran langsung. Dong Chan tak habis pikir ingin tahu  menyangkut apa permintaan maafnya.
“Maksudku Aku memulai kontak fisik yang tidak diinginkan pihak lawan. Aku minta maaf atas hal tersebut.” Kata Mi Ran merasa bersalah.
“Kau mungkin satu-satunya wanita di dunia ini  yang akan meminta maaf setelah mencium seorang pria.” Ucap Dong Chan.
“ Sementara kita dalam hal itu, Aku akan memberi-mu diskon 1,5 juta dolar. Stasiun berutang padaku  70 juta dolar. Aku akan mengambil 1,5 juta dolar.” Kata Mi Ran.
“Apakah ciuman bernilai 1,5 juta dolar?” ucap Dong Chan tak terima.
“Ini jelas tidak bernilai banyak. Aku tahu itu terlalu banyak, tetapi aku perlu melakukan ini untuk membuat diriku merasa lebih baik.” Kata Mi Ran.
“1,5 juta dolar? Apakah aku terlihat seperti lelucon?  Apakah aku terlihat mudah bagimu?” kata Dong Chan marah.
“Tidak seperti itu. Jika aku pikir kau mudah, Aku tidak akan memberikan diskon besar. Aku akan menyebutnya hanya dengan 150 dolar.” Jelas Mi Ran.
“Mengapa kau tidak menciumku 10 kali  dan beri aku diskon 15 juta dolar?” ucap Dong Chan.
“Tidak apa-apa. Aku tidak berniat melakukan lebih banyak.” Ucap MiRan. Dong Chan merasa Mi Ran itu benar-benar gila.
“Apakah kau memperlakukan seseorang sebagai objek hasrat seksual?” sindir Dong Chan.
“Tidak mungkin. Sejujurnya, aku juga tidak terlalu senang. Aku membuang ciuman pertamaku seperti itu. Bagaimanapun, aku yakin aku sudah cukup meminta maaf. Ku harap kau menerimanya.” Jelas Mi Ran.
“Terima apa?  Hei, menerima apa?” keluh Dong Chan lalu mengejar Mi Ran yang sudah keluar lebih dulu. 



Dong Chan menarik Mi Ran ke sisi gedung dan tak ada orang. Mi Ran panik. Dong Chan pikir kalau  melarikan diri tidak akan menyelesaikan ini.  Mi Ran heran karena Percakapan mereka sudah selesai. Dong Chan pikir Mi Ran  terus berusaha menepisnya, tetapi ia dilecehkan secara seksual.
“Aku pikir kita perlu membicarakan hal itu. Apa Kau menyesal telah menciumku di luar kehendakku?” kata Dong Chan.
“Kau biasanya memberi tahu seseorang bahwa kau menyesal ketika kau secara tidak sengaja menginjak kaki mereka, memukul kepala mereka dengan sesuatu atau mabuk dan menggigit lengan mereka seperti ini. Itu adalah hal-hal yang biasanya kau harus minta maaf.” Jelas Mi Ran.
“Tapi ciuman ... Apakah ciuman sedikit berarti bagimu? Biarkan aku memberi tahu kau sesuatu.  Mencium seseorang  adalah sesuatu yang emosional. Aku... Aku belum pernah memiliki gadis yang mencium aku lebih dulu. Jadi aku perlu waktu untuk memahami apa yang terjadi.” Ungkap Dong Chan.
“Tapi sepertinya kau menganggapnya sebagai lelucon. Apakah kau melecehkanku sekarang?” kata Dong Chan.
“Aku tidak menganggapnya sebagai lelucon. Aku benar-benar malu. Itu sebabnya aku mengatakan semua itu. Aneh bagiku  untuk meminta maaf dengan tulus, tapi aku tidak bisa bercanda tentang hal itu dan bertindak seolah itu bukan apa-apa juga.” Jelas Mi Ran.
Dong Chan bisa mengerti, Mi Ran pun meminta maaf. Dong Chan kesal karena meminta maaf lagi bahkan muak dan lelah mendengar-mu meminta maaf lalu berbisik memperingatakan sebaiknya tidak  membual tentang hal ini kepada siapa pun.
“Mengapa aku perlu sesumbar tentang hal ini? Kaulah yang seharusnya tidak berkeliaran tentang hal ini.” Ungkap Dong Chan.
“Kenapa di dunia aku harus membual tentang hal ini? Aku dicium oleh seorang gadis ketika aku tidak mengharapkannya. Aku merasa sangat terhina.” Kata Dong Chan.
Saat itu Tuan Kim dan Hyun Gi melihat keduanya berpikir sangat mirip dan Tidak heran mereka bertarung sepanjang waktu. Hyun Gi pikir kalau  Mereka seperti kembar.
“Aku minta maaf karena membuatmu merasa dipermalukan. Aku minta maaf.” Ucap Mi Ran masih saja merasa bersalah.
“Izinkan aku bertanya sesuatu kepadamu. Kau mengatakan kepadaku kau mencium aku karena kau ingin  mencium seseorang sebelum kau mati, kan? Lalu bagaimana jika kau  dengan orang lain dalam situasi yang tepat seperti itu?” kata Dong Chan.
“Apakah kau pikir kau masih akan mencium orang itu? Jawab aku. Apakah kau akan melakukan hal yang sama kepada orang lain?” kata Dong Chan menatap Mi Ran.
“Apa itu penting?” tanya Mi Ran, Dong Chan menegaskan kalau Itu penting. Karena akan memutuskan apakah akan menerima permintaan maafnya atau tidak  berdasarkan jawabannya. Keduanya saling menatap lebih dalam.
“Tidak... Jika aku dengan pria lain, Aku tidak akan menciumnya.” Kata Mi Ran. Dong Chan menganguk mengerti dan berpikir Mi Ran yang tidak perlu meminta maaf  langsung bergegas pergi. Saat itu suhu tubuh mereka mulai naik. 


Yoo Ja kaget mengetahui Mi Ran . terjebak dalam kapsul beku. Kyung Ja membisikan kakakinya kalau tidak bisa mengatakan ini kepada siapa pun. Yoo Ja berjanji tidak akan mengatakannya. Kyung Ja teringat seusatu dengan kesukaanya.
“Aku perlu membuat vlog aku hari ini. Aku perlu menunjukkan semua orang kehidupan sehari-hariku hari ini.” Ucap Kyung Ja mengeluarkan ponsel dan juga tongsisnya.
“Halo semuanya. Ini Kyung Ja. Aku ingin memperkenalkan pada kalian . kakak perempuan ku hari ini. Namanya adalah Park Yu Ja. Dia dulunya seorang peramal. Tapi sekarang, dia seorang diaken. Dia telah menjalani kehidupan yang sangat dramatis.” Ucap Kyung Ja.
“Izinkan aku memperkenalkan pada kalian kepada Kakak-ku.I ni Park Yu Ja, kakak perempuanku. Katakan halo, Yu Ja.” Kata Kyung Ja.
“Halo saudara-saudaraku.. Semoga Tuhan memberkati kalian semua. Amin. “ kata Yoo Ja
“Kami akan menuju ke stasiun penyiaran  setelah kami selesai minum teh kami.” Kata Kyung Ja. 


Tuan Park masuk ruangan memberitahu Ha Young perlu berbicara dengan seseorang, karena menonton berita kemarin dan menelepon untuk memberi tahu mereka sesuatu. Ia yakin kalau orang itu tak bercanda. Ha Young akhirna mengangkat telpnya.
“Aku tahu siapa yang mengebom mobil Profesor Jo. Aku tahu siapa pelakunya.” Ucap seorang wanita gugup.
“Apakah sulit bagimu untuk memberi tahu pada kami siapa yang menelepon?” tanya Mi Ran. Si wanita membenarkan.
“Lalu aku akan pergi ke tempatmu.” Kata Ha Young, Si wanita menolak dan  akan menemuinya di stasiun penyiaran.
“Aku ingin bertemu denganmu sesegera mungkin. Tapi ada satu syarat. Aku ingin Direktur Ma Dong Chan ikut denganmu.” Ucap si wanita. 

Dong Chan sibuk berbicara dengan tim lain lalu menatap Mi Ran yang sibuk mengelolanya di ponselnya, setelah itu meminta agar mereka memberikan daftarnya setelah  selesai.
“Apakah kamu pikir kau bisa melakukannya?” tanya Dong Chan. Mi Ran mengaku bisa karena itu seperti halnya sepotong kue.
“Apakah semuanya sepotong kue untukmu?”keluh Dong Chan akhirnya duduk disamping Mi Rna.
“Kau seharusnya tidak menjelajahi web terlalu banyak di ponselmu.” Kata Dong Chan. Mi Ran ingin tahu alasanya.
“Apakah ini akan membuat suhu tubuhku naik?” tanya Mi Ran. Dong Chan menegaskan bukan seperti itu.
“Ada jumlah terbatas berapa banyak Wi-Fi yang dapat kita gunakan setiap hari. Jadi jika kau menggunakan terlalu banyak, orang lain di kantor  tidak akan dapat menggunakan Internet. Orang tidak akan dapat menjangkau semuanya. Itu akan menjadi distopia.” Jelas Dong Chan. Mi Ran seperti tak percaya.
“Ya, Aku serius... Kami memiliki sejumlah data yang dapat kami gunakan untuk setiap hari. Jadi jika kau menggunakan terlalu banyak data, yang lain tidak akan dapat menggunakan Internet.”ungkap Dong Chan.
“Aku belum pernah mendengarnya sebelumnya. Mengapa ada batasannya? Lalu bagaimana dengan layanan data tanpa batas?” kata Mi Ran.
“Ini tidak terbatas... tapiIni sangat terbatas. Jadi jangan berpikir tentang  menggunakan ponselmu untuk mengelola halaman web dari jarak jauh. Duduk saja di sini dan gunakan komputermu.” Perintah Mi Ran.
“Apakah layanan ini tidak terbatas untuk komputer?” tanya Mi Ran. Dong Chan membenarkan.
“Aku pikir itu hanya berlaku untuk ponsel. Stasiun penyiaran tidak menghasilkan banyak uang saat ini. Dan sepertinya layanan Wi-Fi sangat mahal. Maka ku pikir aku harus bekerja sama.” Kata Dong Chan.
“Ya tentu saja.  Menjadi kooperatif sangat penting bagi seorang magang.” Ucap Mi Ran.
“Jadi jangan pergi ke mana pun dan menulis daftar casting. Panggil semua orang di daftar dan pilih kandidat.” Perintah Dong Chan. Mi Ran menganguk  mengerti.
***
Bersambung ke Part 2

 Cek My Wattpad... Stalking 

      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar