PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Senin, 23 Oktober 2017

Sinopsis The Package Episode 4 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS
Ma Roo berjongkok melihat So So yang menangis sambil berjongkok di dalam gereja.
“Aku perlu tahu, Apa dia tersenyum atau menangis. Aku harus melihatnya sebelum aku pergi.” Ungkap PM
Flash Back
“Aku harus segera menemukannya. Aku tidak punya waktu. “ ungkap PM menyakinkan Direktur lalu bergumam kalau akan lebih baik jika tidak mengingatnya
Di saat SMA, PM melawan beberapa pria dan terlihat sangat berani sampai akhirnya polisi datang dan membawanya kantor polisi.

“Aku memiliki seseorang di sisiku, tidak peduli apa yang terjadi.” Gumam PM lalu melihat seorang wanita masuk, ia mengatakan kalau bukan wanita itu.
Si wanita khawatir melihat PM melihat keadaanya lebih dulu, lalu So So datang. PM menganggap So So sebagai Juru selamat dan pahlawan, bahkan Pilar hidupku. So So melihat adiknya terlihat sangat marah karena sudah memperingatakan agar jangan berkelahi.
“Sudah ku katakan, mereka memulainya lebih dulu!” ucap Adik So So. So So pikir adiknya tidak merasa menyesal.
“Ahjushi, aku butuh pistolmu.. Cepat Berikan padaku!” ucap So So sudah tak tahan lagi. Adiknya menarik kakaknya agar tak melakukanya.
“Kau tidak merasa buruk atas apa yang kau lakukan!” teriak So So marah. Adiknya mengaku kalau ia sekarang  merasa buruk!

“Dia adalah pilar hidupku dan juga kuat. Aku hanya bisa mengandalkannya.” Gumam adik So So  
Ketiganya keluar dari kantor polisi, Adik So So meminta pada kakaknya agar Jangan beritahu Ibu dan Ayah. So So hanya melirik sinis.
“Noona-ku.. Bahkan ketika aku berbohong tentang perjalanan sekolah untuk pergi berlibur dengan pacarku...”
So So mengantar keduanya ke halte bus, Adiknya meminta jangan bilang pada Ibu dan Ayah. Pacar adiknya juga meminta agar tak memberitahu orang tuaku juga. So So hanya bisa menendang kaki adiknya karena kesal.

“Bahkan saat dia membuat rapor bohongan.”
So So sibuk didepan komputer menganti nilai jadi A dan Adikknya tetap meminta agar jangan bilang pada Ibu dan Ayah. So So pergi ke sebuah bengkel mobil dengan bagian depan yang hampir lepas.
“Dan saat aku mengalami kecelakaan dengan mobil Ayahku.”
Adiknya kembali mengulangi perkataan untuk tak memberitahu ayah dan ibunya. So So menahan kesal melihat tingkah adiknya. 

“Dia setia Dan dia juga keras kepala.”
So So memberitahu kedua orang tuanya ingin pergi keluar negeri. Adiknya seperti baru bangun melihat kakaknya yang bersikukuh ingin pergi keluar negeri. Ibunya tahu anaknya hanya ingin pergi dengan pacarnya yang berengksek. Ayahnya terlihat sangat marah.
“Alasannya sempurna. Dia dalah Ratu atas penalaran. Apa itu ungkapan yang tepat?” gumam adik So So 

Keduanya pergi ke tempat bermain air dan adiknya mengambil foto dengan sang kakak. Keduanya benar-benar terlihat sangat akrab. Adiknya bertanya apakah pria itu yang ditakdirkan untuk bersama kakaknya. So So mengatakan tidak.
“Bukan itu? Kupikir peramal keberuntungan memberitahumu tentang takdirmu.” Kata Adik So So 
“Takdir itu tidak ada di dunia ini. Takdir adalah apa yang aku pilih untuk masa depanku. Aku berangkat besok.” Ucap So So. Adiknya kaget mendengarnya.
“Jika dia tidak mengatakan itu..” gumam Adik So So. So So mengikuti ucapan adiknya agar tidak memberi tahu Ibu dan Ayah.
“Jika aku tidak mendengarnya...”

Direktur melihat adiknya sangat frustasi dan Seharusnya memberi tahu keluarganya tapi malah merahasiakannya. Adik So So mengaku aklau percaya pada kakaknya. Direktu pikir itulah alasan adik So So bisa jatuh, dengan mengibaratkan  Yesus mati karena ditusuk dari belakang oleh muridnya Meski, dia kembali hidup.
“Tapi dia masih Noona-ku. Noona-ku tidak akan pernah menjadi hal buruk bagiku.”ungkap adik So So yang sangat menyayangi kakaknya. 

[Episode 4- Semuanya akan berhasil, selama Kau tidak mengacaukannya lagi.]

Ma Roo telihat gugup akan menepuk So So atau tidak, sampai akhirnya So So berhenti menangis mengangkat wajahnya. Ma Ro memberitahu aklau a sudah datang dan bertanya apakah sudah selesai menangis. So So menatap Ma Roo dengan wajah sedikit kaget lalu bertanya  Kapan datang ke tempat itu.  Ma Roo mengaku kalau Sebelum So So mulai menangis.
“Situasi dan perasaan ini... Aku lega. Aku tidak sendiri. Aku merasa ada seseorang yang memegangku. Tapi... Aku sangat malu.” Gumam So So membayangkan dirinya yang akan terjatu dari tebing. 

Posisi badan So So ada dibawah dan kakinya di pegang oleh Ma Roo, melihat Ma Roo menatap bagian bawah dalam bajunya menyuruh agar pergi saja, Ma Roo memalingkan wajah mengatakn akan pergi. Tapi So So yang tak bisa melakukan apapun meminta agar jangan pergi.
“Oke, Tidak akan.”kata Ma Roo tetap memang kaki So So agar tak terjatuh.
“Aku menyuruhmu pergi.” Kata So So yang serba salah dengan posisinya.  

“Jangan tinggal di sini, tapi jangan pergi juga.” Gumam So So lalu akan pergi dan ingin memegang Ma Roo untuk membantunya.
Tapi Ma Roo malah menghindari tubuhnya agar So So tak menyentuhnya. So So yang terlalu lama berjongkok akhirnya terjatuh. Ma Roo panik menanyakan keadaan So So yang terjatuh.
“Aku minta maaf. Aku memiliki respon yang bagus. Aku seorang atlet.” Ucap Ma Roo.
“Jika kau memiliki respon yang bagus, bukankah kau harusnya menangkapku? Kau menghindariku sehingga bisa menyelamatkan diri.” Keluh So So kesal dan berdiri sendiri. Ma Roo meminta maaf.
“Aku akan menangkapmu lain kali.” Kata Ma Roo ikut berjalan mengikuti So So
“Tidak apa-apa. Aku tidak mempercayai pria.” Kata tegas So So
“Kenapa kau tidak mempercayai pria?” tanya Ma Roo
“Pria bukan orang yang bisa kau percaya.” Jawab So So.
“Temanku menceritakan sesuatu yang lain.” Ucap So So 

Flash Back
Ma Roo minum bersama temanya, Si Maknae memberitahu  Ada dua jenis wanita di dunia ini yaitu Wanita yang seharusnya tidak dipercayai, dan wanita yang tidak dapat dipercayai. Menurutnya Wanita tidak bisa dipercaya.
So So ingin tahu alasanya. Ma Roo mengatakan Tidak tahu, menurutnya temanya itu Mungkin tidak mengerti wanita. So So mengejelaskan Wanita tidak mempercayai pria karena mereka mengenalnya dengan baik.
“Kita sebagai pria tidak saling percaya karena tidak mengenalmu, tapi kau mengenal pria” kata Ma Roo

“Itulah sebabnya hubungan itu tragis, Sama seperti Romeo dan Juliet.” Kata So So
“Bukankah itu sebuah tragedi karena mereka meninggal?” ucap Ma Roo
“Akan lebih tragis jika mereka hidup. Juliet berusia 14 tahun dan Romeo berusia 17 tahun. Coba Bayangkan jika mereka menikah. Apa yang orang-orang tahu? Dan di atas itu semua, orang tua mereka tidak akur. Mereka mungkin lebih bahagia karena keduanya meninggal.” Ucap So So
“Tidak benar mengatakan bahwa mereka bahagia ketika meninggal. Dan Kau seharusnya tidak mengatakannya di kaki malaikat.” Ucap Ma Roo menunjuk ke bagian atas gereja. So So kaget dan terdiam. 


Flash Back
So So pergi ke peramal tarot memberitahu kalau  Hasilnya  sama lagi dan Pasti itu takdirnya yaitu akan bertemu dengan cinta abadi di kaki malaikat. So So binggung apa maksud Di kaki malaikat. So So ingin mencoba pergi ke peramal lain hasilnya sama.
“Cinta sejatimu ada di kaki malaikat. Kau akhirnya akan menemui cinta abadimu di kaki malaikat.” Ucap semua peramal yang didatanginya.
“Aku datang karena  ingin tahu dimana letak kaki malaikat itu.” Tanya So So datang ke peramal pertamanya.
“Kau bilang Malaikat? Kami tidak menyembah malaikat. Dan Aku tidak tahu.” Ucap si peramal. 

Ma Roo memberitahu kaki malaikat itu ada dibagian atas gereja, yaituSanto Michael sang Malaikat Agung dan agak jauh juga. So So terus melihat ke arah atas dan seperti berharap cinta sejatinya akan datang.
“Jika kita naik ke sana, kita akan ada di kaki malaikat.” Kata Ma Roo. So So sempat melamun sampai Ma Roo memanggilnya.
“Bisakah kita naik ke sana?” tanya Ma Roo. So So menjawab tak bisa. Ma Roo bertanya apakah terlarang.
“Mereka menutupnya demi keamanan dan pelestarian budaya. Dan juga tidak berencana untuk membukanya di masa depan.” Kata So So 
“Itu buruk, padahal Aku ingin melihatnya. Oh.. Yah.. Aku harus kembali ke Korea besok, karena Ada pekerjaan di kantor. Apa aku bisa menukar tiket pesawatku?” ucap Ma Roo
“Mungkin saja , tapi kau tidak bisa mendapatkan pengembalian uang untuk perjalanan.” Jelas So So
“Tidak masalah. Ini salahku untuk pergi saat aku tidak memilikinya. Bagaimanapun, malam ini adalah malam terakhirku di Perancis.” Ungkap M Roo
So So bertanya Ma Roo ingin segelas anggur. Ma Roo binggung dimana mendapatkanya karena semua Bar ditutup. So So mengatakan kalau  ada yang menjual anggur di hotel. Ma Roo kaget mendengar kalau itu di hotel dan hanya berdua saja.
“Apa ada... orang lain di sekitar sini?” kata So So lalu berjalan lebih dulu. Ma Roo pun mengikutinya. 


So So pergi ke sebuah tempat bernama Hotel dalam sebuah gang, lalu menyuruh Ma Roo menunggu diluar saja karena akan membelikan anggurnya. Ma Roo gugup didepan hotel karena So So mengajak minum anggur di hotel.
Dalam khayalanya, keduanya minum anggur dalam hotel dengan So So yang mengunakan pakaian sebelumnya. Ma Roo terlihat ketakutan melihat So So setelah minum mengeluarkan cambuknya. 

So So keluar dari hotel memberikan sebotol anggur,  Ma Roo menyadarkan diri kalau ini Tidak mungkin terjadi dan tidak benar. So So pikir tak masalah karena melakukan ini kadang-kadang ketika memiliki seseorang yang dekat dengannya. Ma Roo seperti tak yakin, So So berusaha menyakinnya.
“Jangan merasa terbebani.” Kata So So. Ma Roo pikir mana mungkin tak bisa seperti itu. So So ingin tahu alasan Ma Roo merasa terbebani.
“Ada Pria, wanita, hotel, malam, alkohol. Ini adalah lima sempurna. Apa yang akan terjadi setelah itu?” kata Ma Roo yang berpikiran liar.
“Hei.. Apa yang kau katakan? Ikut aku cepat! Di mana-mana sudah tutup, jadi ini satu-satunya tempat untuk mendapatkan anggur. Apa kau orang sesat yang hanya memikirkan hal itu? kata So So kesal berjalan lebih dulu. Ma Roo pun akhirnya mengikutinya.

Direktur dan adik So So minum bersama, seperti keduanya mulai akrab. Direktur pikir adiknya tahu kalau So So memiliki kepribadian yang kuat yitu Gadis yang mencuri uang dan kartu orang tuanya untuk melarikan diri dari rumah jadi mana mungkin akan kembali ke rumah.
“Aku yang mencurinya dan Noona tidak tahu soal itu. Noona tidak tahu kalau ada kartu dan uang di sana.” Akui Adik So So. Direktur kaget. 

Flash Back
So So akan pergi dengan pacarnya dan sudah ada dibandara. Adiknya  menaruh tas di koper kakaknya, lalu memeluk So So meminta agar menjaga diri. Setelah berkata pada kakak iparnya sebelum pergi.
“Adikmu yang lebih muda ini biasa mengatakan "Jika kau membuat Noona-ku menangis, Kau akan mati."” Ucap Adiknya.
“Tidak akan. Jangan khawatir.” Kata si kakak ipar dan terlihat wajah itu adalah pria yang memberikan alamat So So setelah Adik So So keluar dari penjara. Keduanya pun berpelukan.
“Tapi kau harus khawatir. Jika kau membuatnya menangis, maka Aku benar-benar akan membunuhmu.” Ancam adik SoSo. Kakak iparnya terlihat terkejut.
“Kalian harus menjaga diri” ucap adik ipar So So. Akhirnya So So pamit dengan pacarnya untuk pergi ke Prancis tanpa memberitahu orang tuanya lebih dulu. 

Adik So So yang kesal langsung menghabiskan satu gelas anggur. Direktur mengeluh meminta adik So So bisa mengHargai minumanya, karena minuman Anggur Perancis mahal harganya.
“Jika dia pergi seperti itu, seharusnya dia hidup bahagia. Aku mendapat telepon darinya. Dia menangis tanpa mengatakan apapun, jadi aku berteriak padanya. Aku menyuruhnya berhenti menangis, dan akan membunuhnya jika dia menangis. Aku tidak tahu itu akan menjadi panggilan telepon terakhir kami.” Cerita Adik So So
“Hei, Kau seharusnya datang ke Perancis untuk mencarinya saat itu.” Ucap Direktur. Adik So So mengatakan kalau tidak bisa.

Flash Back
“Hei.. Kenapa kau menangis? Kukatakan padanya bahwa aku akan membunuhnya jika kau menangis! Kenapa kau menangis?” teriak Adik So So sedang wamil pulang naik bus dengan pacarnya. So So hanya menangis dengan pemandangan menara Eiffel.
“Itu karena bajingan itu kan? Dimana dia? Dimana bajingan itu?” teriak Adik So So sangat marah sambil memukul bangku bagian depanya.
Direktur pikir itu keputusan bagus karena tidak mencoba kabur. Adik So So So mengaku pernah mencobanya, dengan melompat ke dinding unit militer, tapi tertangkap. Direktur hanya terdiam karena adik So So memang berani.

“Kalau aku tahu Bae Young Goo meninggalkan Noona-ku setelah mendapatkan posisi di Korea. Aku tidak bisa diam.” ucap Adik So So marah
“Dengarkan aku... Ada banyak orang dalam situasi serupa di negara ini. Itu sebabnya film Perancis... Benar-benar membosankan.” Ucap Direktur.
“Omong-omong... dimana Noona-ku?” tanya Adik So So ingin bertemu dengan kakaknya.
“Aku akan memberikan beberapa saran sebagai sosok kakak laki-laki. Ini adalah hal terpenting yang harus Kau lakukan sebagai keluarga, yaitu Kau harus menunggunya... Tunggu dia diam-diam, tanpa sepatah kata pun. Karena Kenapa? Keluargamu akan kembali pada akhirnya... Kecuali istriku... Dia masih belum kembali.” Ucap Direktur akhirnya curhat dengan masalah menyuruh adik So So kembali minum saja. 


So So berjalan sambil minum winer dari botol menceritakan pada umumnya orang biasa menangis saat tinggal di luar negeri dan Hal itu biasa terjadi karena merindukan teman dan keluarganya. Ma Roo ingat kalau So So mengatakan tidak punya keluarga.
“Itulah sebabnya. Aku lebih merindukan mereka. Lalu Ma Roo, kenapa kau datang sendiri?” tanya So So
“Ya begitulah. Kenapa kau membeli cambuk itu?” tanya Ma Roo
“Kenapa kau membawa lingerie wanita?” balas So So
“Siapa orang yang mengejarmu?” tanya Ma Roo kembali
“Kenapa kau selfie dengan ekspresi itu?” balas So So
“Apa kau berimigrasi ke Perancis?” tanya Ma Roo
So So bertanya alasan Ma Roo yang ingin pulang mendadak,  Ma Roo membalas kapan So So kembali ke Korea, Keduanya saling bertanya tanpa mau ada yang menjawab. So So menyuruh Ma Roo minum saja anggurnya.

Kyung Jae sudah menyiapkan anggur dan juga gelas, lalu memeluk So Ran dari belakang, So Ran menoleh kebelakang, Kyung Jae kaget untuk kedua kalinya karena So Ran kembali mengunakan masker hitam.
“So Ran, kita ada di Perancis. Mari kita lebih romantis.” Keluh Kyung Jae. So Ran setuju dan meminta agar menciumnya lebh dulu. Kyung Jae mendekat tapi lebih dulu membuka masker wajah pacarnya. So Ran mengomel karena maskernya padahal akan kering dan seharunya Kyung Jae bisa menunggu.
“Kudengar matahari terbit indah di sini. Mari kita lihat besok pagi.” Kata So Ran menunjuk ke arah geraja yang ada di jendela kamar.
“Tapi dia menyuruh kita untuk tetap bersama.” Kata Kyung Jae. So Ran pikir kalau mereka hanya sebentar.
“Hei, bagaimana kalau kau tersesat? Kau tidak bisa berbahasa Inggris.” Kata Kyung Jae
“Aku bisa berbicara bahasa Inggris sehari-hari.” Kata So Ran.
Kyung Jae buru-buru menghabiskan wine dalam gelas, langsung setuju akan pergi dan menurutnya kalau ingin melihat matahari terbit, harus tidur lebih awal dan langsung mengendong So Ran untuk dibawa ke tempat tidur.
“Ini Sama seperti pecinta Perancis...” bisik Kyung Jae mengoda. So Ran bingung lalu mengaku kalau harus buang air besar dan meminta agar diturunkan.
“Aku tidak pergi selama tiga hari disini, jadi Aku harus pergi saat aku bisa.” Kata So Ran bergegas masuk ke dalam kamar mandi. Kyung Jae terlihat menahan kesal duduk di pinggir tempat tidur akhirnya membuka pintu kamar mandi.
“Hei, Kau terlalu lelah tadi malam, dan Kau harus buang air besar malam ini. Bagaimana kau bisa seperti itu setelah kita sampai sejauh ini? Apa sulit menahannya?” teriak Kyung Jae marah. So Ran meminta agar Kyung Jae mengambilkan ponselnya karena bosan. Kyung Jae langsung mengambilkan ponsel So Ran, tanpa menolaknya.
“Hei, aku tidak akan melihat matahari terbit!” teriak Kyung Jae. So Ran malah heran melihat Kyung Jae yang kesal padahal seharusnya bisa menghiburnya.
“Tidak tahulah... Aku tidak ingin melawan kotoran.” Ucap Kyung Jae kesal. So Ran mengeluh karena Kyung Jae membuatnya jadi tak bisa fokus. 


Pagi Hari
Semua mengambil foto diatas jembatan dengan latar belakang gereja. So So memberitah kalau  Ini adalah salah satu tempat di mana bisa melihat keindahan Mont Saint-Michel dan karena panoramanya. Yeon Jung terlihat seperti fotographer mengambil foto Hyun, sementara So Ran terlihat kesal melihat Kyung Jae yang sibuk dengan ponselnya.
“Air pasang datang dua kali sehari di dekat Wihara. Ada penumpukan pasir. Jadi konservasi lingkungan membangun tempat ini.” Jelas So So mengajak akan menuju wihara setelah selesai memotret.

Bus kembali berjalan So So menjelaskan Sejarah Mont Saint-Michel kembali terjadi 1.300 tahun dan satu-satunya tempat yang tidak terpengaruh oleh tentara Inggris. Ma Roo terus berdiri didekat So So mendengarkan dengan wajah serius.
“Selama Perang Seratus Tahun antara Perancis dan Inggris. Itulah kenapa ini adalah tempat suci bagi orang Perancis Dan juga harga diri mereka.” Ucap So So akhirnya mereka semua pun turun 

“Wow, alangkah baiknya memanggang daging di sini.” Ungkap Tuan Oh kembali. Istrinya kembali berkata agar suaminya berhenti mengatakan itu.
“Hampir semua turis Korea hanya datang ke sini selama sehari. Tapi kita akan di sini selama dua hari.” Kata So So. Tuan Oh pikir tempat kali ini besar.
“Tidak. Ini kecil, tapi sangat indah. Kita akan melihat-lihat dengan berkelompok hari ini, dan bebas untuk besok. Dan Apa kalian melihat patung perunggu di atas gereja?” ucap So So. Beberapa orang tak bisa melihatnya.
“Patung yang sulit dilihat adalah Saint Michael the Archangel. Uskup mengatakan bahwa dia diperintahkan untuk membangun wihara ini dalam mimpinya. Pertamanya, dia tidak mendengarkan karena itu hanya mimpi. Tapi itu muncul lagi, dan ketiga kalinya dia memimpikannya.” Jelas So So
“Dia mengernyitkan dahinya karena tidak mau mendengarkan. Dan jari itu ditepis, lalu membangunkannya dari mimpinya. Legenda yang sama diceritakan di Italia pada abad keempat...” kata So So
“Ada banyak legenda seperti itu” ungkap Hyun. Yeon Jung mengatakan kalau ada banyak di seluruh dunia.
“Saat itulah mereka mulai membangun wihara. Produk terindah dari wahyu Tuhan dan kepercayaan manusia Yaitu Mont Saint-Michel. Jadi Ayo kita masuk ke dalam.” Ucap So So 




So So berjalan disamping Ma Roo, So Ran melihat keduanya kembali membahas dengan Kyung Jae kalau Ada sesuatu di antara keduanya. Kyung Jae yang sibuk dengan ponselnya bertanya apa maksud ucapanya. So Ran yakin kalau pasti ada dan bisa mencium keduanya memiliki sesuatu.
“Hei, Kau baunya lebih buruk... Kau malah buang kotoran.” Keluh Kyung Jae. So Ran ingin marah tapi saat itu ponsel Kyung Jae kembali berdering. Kyung Jae langsung mengangkatnya dan mengatakan kalau sedang ada di Perancis. 

Ma Roo menanyakan tentang tiket pulangnya, So So memberitahu sudah bilang ke perusahaan kalau Ma Roo akan kembali hari ini jadi akan mengirim mobil pukul 1 siang, dan Ma Roo bisa pergi setelah makan siang.
“Aku akan memeriksa  apa lagi yang masih tertinggal. Tapi, Apa sangat mendesak dan kau harus pergi sekarang?” ucap So So.
“Itu karena kerjaan.” Kata Ma Roo singkat So So membahas tentang Sisa perjalanannya.
“Aku tahu, tidak dapat dikembalikan.” Kata Ma Roo sudah menjadi konsekuensinya.
“Bukan itu. Jangan merasa buruk kalau kehilangan sisanya. Jika kau melakukannya, maka itu akan menjadi penjaramu.” Ucap So So. Ma Roo binggung apakah ia akan dipenjara.
“Tidak... Orang cenderung terjebak di tempat yang belum mereka kunjungi. Kudengar itu terjadi pada orang-orang yang pulang ke rumah setelah di tengah jalan.” Kata So So. 


Direktur dan adik So So tertidur di sofa setelah banyak minum. Direktu mengeluh mendengar suara ponselnya di pagi hari dan menyebut nama So So. Adik So So langsung terbangun mendengar nama kakaknya dan sengaja menguping.
“Aku sudah cek bursa tiket, jadi jangan lupa kirim mobil jam 1 siang.” Ucap So So
“Aku mengerti. Apa kau mengatakan kepadanya bahwa tiketnya tidak dapat dikembalikan?” kata Direktur. So So mengatakan itu sudah pasti.
“Dia setuju untuk membayar biaya proses tiket dan penyewaan mobil. Aku akan memulai tur sekarang.” Ucap So So lalu menutup telpnya.
Direktur pun menaruh ponselnya setelah berbicara dengan So So, Adik So So bertanya pada Direktur keberadaan kakaknya lagi. Direktu masih setengah sadar memberitahu So So ada di Mont Saint-Michel dan Ada masalah di sana. Adik So So akhirnya diam-diam kabur dari kantor, Direktur seperti tak sadar kalau adik So So yang pergi. 

“Apa dia layak mendapatkan ini? Dia meninggalkan keluarganya dan melarikan diri. Dia sama buruknya dengan bajingan itu.” Gumam Adik So So berlari untuk pergi bertemu dengan kakaknya.
Flash Back
Di ruang pertunjukan, Keluarga Yoon sudah siap menonton lalu seorang keluar dan berdiri diatas panggung. Adik So So kaget ternyata itu kakak iparnya yang meninggalkan kakaknya, sedang menyanyi diatas panggung. Ia langsung berlari ke panggung memberikan pukulan pada mantan kakak iparnya.
“Dimana Noona-ku? Dimana kau meninggalkannya? Aku bilang  akan membunuhmu.” Teriak Adik So So marah. Dua orang pengawal datang menarik Adik So So untuk menjauh di kakak iparnya.
“Jika Tuhan membiarkanku membunuh dua orang Aku akan membunuh bajingan itu dua kali.” Gumam Adik So So lalu berhenti karena kebinggungun cara bisa ke Mont Saint-Michel. 

“Saat aku memandu turis, Aku telah mendengar ini berulang kali. Perancis bisa hidup berkat nenek moyang mereka. Perancis menghasilkan banyak uang, hanya dari aset budaya mereka. Namun, Perancis beruntung memiliki keturunan mereka daripada nenek moyangnya.”

“Upaya keturunan untuk melindungi dan melestarikan semuanya, Menciptakan Perancis yang ada sekarang ini. Dengan pembangunan kembali dan rekonstruksi. Mereka mencegah sejarah mereka hancur.”
So So menjelaskan dengan lancar dan  banyak peninggalan sejarah yang terawat, dijadikan objek wisata sejarah. 
“Sebuah bisnis kesehatan dimulai pada era Napoleon. Dan pada waktu itu, seorang koki wanita menemukan telur dadar. Ini menjadi sangat terkenal, dan menetapkannya sebagai keahliannya. Kita akan makan siang di sini. Haruskah kita melihat-lihat sekarang?” ucap So So mengajak mereka untuk masuk lebih dulu. Tuan Oh mengeluh apakah memang bagus tempatnya, sang istri meminta Tuan Oh tak banyak komentar.

“Sekarang ini adalah masakan terkenal di dunia. Namun mereka masih menggunakan metode yang mereka gunakan 128 tahun yang lalu Dan mereka membuatnya sendiri.” Jelas So So membawa mereka ke bagian dapur terbuka.
Ada beberapa pekerja yang bertugas mengaduk adonan omellete, lalu yang lainya memangang omellet dalam tungku seperti dibakar dan masih mengunakan metode lama. 

Mereka berjalan menanjak, Tuan Oh yang tak sabar menyuruh istrinya agar cepat. Nyonya Han seperti kelelahan, Ma Roo menjaganya agar Nyonya Han tak terjatuh. So So memberitahu kalau mereka sudah sampai dirumah Bertrand du Guesclin.
“Ini adalah rumah dinas militer. Dan itu terlihat sama seperti pada Abad Pertengahan. Istri Bertrand du Guesclin adalah seorang peramal. Sebelum suaminya pergi berperang, Dia membacakan keberuntungannya untuk meramalkan hasilnya.” Jelas So So dengan gambaran yang ada drumah Bertrand. 

“Ada film yang menjadi hits di Korea. Pernahkah kalian menonton "Mad Max"?” tanya So So. Hyun mengatakan sudah pernah menonton. Yeon Jung ingin tahu dengan siapa. Hyun menyuruh Yeon Jung agar memikirkan urusanya sendiri saja.
“Kau melihat ini di filmkan, Ini adalah sabuk kesucian. Selama Perang Salib, saat tentara pergi berperang. Mereka meletakkan benda ini pada istri mereka. Itu untuk mencegahnya agar istrinya tidak menipu mereka. Tapi mereka mengatakan bahwa para istri memanggil tukang kunci untuk membukanya.” Jelas So So pada sebuah benda seperti gembok bentuk celana.
“Bisakah orang melakukan rutinitas mereka dengan menggunakan itu?”tanya Ma Roo
“Aku tidak yakin. Aku belum mencobanya. Sekarang kalian bisa Ambil beberapa gambar, dan temui aku di pintu masuk dalam 10 menit.” Ucap So So.
Yeon Jung masih sibuk ingin tahu Hyun pergi menonton dengan siapa. Hyun mengatakan kalau Yeon Jung tidak perlu tahu.

Mereka semua sudah keluar, Tuan Oh mengeluh pada So So karena Ma Roo yang belum keluar karena mereka harus bergegas ke tempat berikutnya. Istrinya pikir belum 10 menit. So Ran terlihat kesal melihat Kyung Jae yang selalu sibuk dengan ponselnya.
“Ini Sudah waktunya, jadi dia akan segera keluar.” Ucap So So akhirnya datang karena melihat Ma Roo yang belum keluar. Tuan Oh mulai mengumpat kesal karena Ma Roo selalu saja telat datang.
“Apa kalian ingin mendengar cerita lucu? Ini adalah cerita legendaris di sekitar sini.” Ucap So So. Saat itu Ma Roo sedang didepan sabuk kesucian.
“Lima tahun yang lalu, seorang turis ingin mencoba sabuk kesucian.” Cerita So So. Semua kaget dan
“Dia pastilah orang yang penasaran. Kau tahu pasti ada orang yang ingin mencobanya semua karena penasaran.” Ucap So So. Ma Roo melihat tak ada orang disekeliling, akhirnya mencoba sabuk kesucian dan mengambil foto selfie.
“Tapi kau tidak boleh memakainya, Tidak ada kuncinya. Polisi, walikota, dan menteri datang dan membuat keributan. Tapi dia harus menahannya selama lima jam sampai tukang kunci datang.” Kata So So. Ma Roo ingin melepaskanya, tapi tak bisa terbuka dan mengumpat kesal.
“Mereka mencoba menyembunyikannya dengan membodohi sejarah Mont Saint-Michel. Tapi dia kabur.”cerita So So
Tuan Oh memastikan kalau bukan orang Korea. So So mengaku kalau bukan, Tuan Oh pikir Itu memalukan dan akan merusak reputasi mereka.  So So mengatakan akan menuju ke tujuan berikutnya. Tuan Oh melihat Ma Roo yang belum datang juga kembali mengomel Ma Roo yang terlambat setiap saat. So So pikir akan masuk memanggilnya jadi meminta mereka menunggu.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


1 komentar:

  1. Haha ma roo kepo sih,rasain tuhh😆😆😆😆😆

    BalasHapus