PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Rabu, 05 Desember 2018

Sinopsis Fluttering Warning Episode 9 Part 1

PS : All images credit and content copyright : MBN

Woo Hyun gelisah di dalam ruangan mengukur kayu lalu teringat kejadian sebelumnya.
Flash Back
Woo Hyun melihat Yoo Jung bertemu dengan Hye Joo lalu menariknya meminta maaf dan meminta agar pergi lebih dulu. Hye Joo menatap sinis melihat Woo Hyun menarik Yoo Jung. Yoo  Jung enggan pergi tapi melihat tatapan Woo Hyun akhirnya pergi keluar ruangan.
“Aku tak tahu apa hakmu mencampuri kehidupanku, tapi Kang Hye Joo, hentikanlah. Bila ada yang ingin kukatakan, pada dunia ataupun orang yang kucintai, akan kukatakan sendiri. Aku takkan membuat dia dengar dari orang lain. Jadi tak perlu ikut campur lagi.” Tegas Woo Hyun
“Tanggal pertunangan kita sudah ditetapkan.” Ucap Hye Joo sebelm Woo Hyun keluar ruangan.
“Tak kenal takut dan tak punya harga diri. Ini Benar-benar tak punya harapan. “keluh Woo Hyun lalu keluar dari ruangan. Hye Joo terdiam menatap sinis. 


Di dalam mobil Yoo Jun mengeluh karena  setiap kali kehidupan asmaraku selalu bermasalah dan berpikir kalau hanya ia yang berpikir seperti ini. Ia lalu teringat kembali saat bicara dengan Hye Joo

Flash Back
“Kau tak tahu latar belakang atau riwayat keluarga Woo Hyeon, kan? Kau harus tahu agar kau sadar kalau kau lancang mendambakan pria yang jauh di luar jangkauanmu.” Ucap Hye Joo
Yoo Jung ingin tahu kenapa Hye Joo mengatakan Pria yang jauh di luar jangkauannya dan ingin tahu  Sehebat apa latar belakang Woo Hyun sampai dirinya tak punya peluang.
“Ibu Woo Hyeon berasal dari keluarga yang sangat terkemuka, tapi jatuh cinta pada ayah Woo Hyun yang miskin. Kemudian keduanya lari bersama, tapi ayah Woo Hyun  tak tahan dengan siksaan keluarga ibu Woo Hyeon, makanya dia pergi. Lalu ibu Woo Hyun harus membesarkannya sendirian,Woo Hyun tumbuh dengan baik. Kemudian keluarga ibunya menjodohkannya dengan putri Kanghan Group.” Pikir Yoo Jung menduga-duga tentang Woo Hyun.
Ia merasa kalau duganya benar lalu menerima telp Sung Hoon merengek tak bisa makan dan  kelaparan.



Sung Hoon sudah masuk restoran, Yoo Jung masuk terlihat binggung  melihat suasana restoran  benar-benar enak dan Tak ada orang lain jadi menurutnya terasa sangat aneh. Sung Hoon mengaku  Hari ini hari adalah  yang sangat penting baginya.
“Hari yang penting? Ultahmu... Tunggu, bukan hari ultahmu, sudah lewat. Ada apa? Apa terjadi sesuatu?” ucap Yoo Jung penasaran.
“Sudah lama ingin kukatakan ini padamu, tapi kita sama-sama sibuk, dan banyak yang terjadi, dan sekarang kita di sini.” Kata Sung Hoon.
“Ada apa? Apa ini perbincangan serius yang kau maksud? Kenapa wajahmu muram?” tanya Yoo Jung heran.
“Selama sepuluh tahun bersamamu, aku sering mempertimbangkan hal ini tiap kali melihatmu.” Akui Sung Hoon
“Apa Sesuatu yang harus kau pertimbangkan? Cepat katakan. Kau membuatku bingung.” Kata Yoo Jung makin penasaran.
“Aku tak suka laki-laki.” Akui Sung Hoon. Yoo Jung kaget tak mengerti maksudnya. 


Flash Back
Sung Hoon dan CEO Han melihat Yoo Jung dari kejauhan. CEO Han menceritakan Yoo Jung ceria dan baik hati, tapi sangat pemalu. Terutama di dekat pria, karena  merasa tak nyaman. Jadi meminta Sung Hoon  perhatian dan bersikap baik padanya.
Yoo Jung sedang berlatih sendirian dalam set syuting,  Sung Hoon melihat dari kejauhan dan terlihat gugup, lalu perlahan mendekati Yoo Jung menyapanya seperti ingin menjalak berteman.
“Kau tak suka pria karena mereka terobsesi padamu, selalu mengikutimu dan mempersulit hidupmu, kan? Tapi denganku, kau tak perlu mengkhawatirkan hal itu. Aku suka pria.” Akui Sung Hoon. Yoo Jung akhirnya berani menatap Sung Hoon. 


“Dulu aku masih muda, jadi tak paham maksudmu Dan aku agak bingung. Kau tahu. Kau sepertinya punya banyak wanita, jadi agak aneh kalau gay. Tapi kemudian, aku bersyukur dan senang karena kau memberitahuku.” Ucap Yoo Jung masih terlihat binggung.
“Yoo Jung.. Itu bohong... Aku tak suka pria.” Kata Sung Hoon. Yoo Jung tak mengerti maksudnya.
“Kenapa kau... Kau... Kenapa kau bohong soal seperti itu?” tanya Yoo Jung terlihat shock.
“Aku ingin dekat denganmu dan berada di sisimu, walau dengan cara seperti itu.” Kata Sung Hoon. Yoo Jung terlihat masih shock.


Woo Hyun dalam ruang kerjanya teringat kembali yang dikatakan Hye Joo “Tanggal pertunangan kita sudah ditetapkan.” Lalu ia mengingat yang dikatakan ayahnya tentang Hye Joo  “Semakin dilihat, dia lumayan juga. Melihat levelnya, dia cukup mampu menutupi masalah kelahiranmu.” Tangan Woo Hyun hanya bisa memukul buku dengan wajah penuh amarah.
Yoo Jung pulang ke rumah melihat CEO Han sudah menunggu, karena merasa sangat lelah meminta untuk bicaranya besok saja. Saat itu  Woo Hyun menelp tapi tak diangkat. CEO Han bisa menebak kalau itu Woo Hyun yang menelp.
“Hari ini aku dikejutkan oleh banyak hal sampai hatiku mulai terasa sakit. Sampai kapan akan kau sembunyikan?” ucap CEO Han memberikan foto saat mereka sedang berkencan.
“Aku akan memberitahumu. Aku ingin memberitahumu dan berpacaran dengan dukunganmu.Aku tak bisa melepaskan Woo Hyun.” Akui Yoo Jung
“Aku tahu Cha Woo Hyun orang yang baik... Tapi kau tak bisa bersamanya.” Tegas CEO Han melarang
“Apa Karena kau cemas Kang Hye Joo akan mempersulit kita?” kataa  Yoo Jung. CEO Han kaget Yoo Jung bisa tahu.
“Apa Cha Woo Hyun memberitahumu?” ucap CEO Han menduga. Yoo Jung mengaku kalau baru bertemu dengan Kang Hye Joo.
“Lalu? Apa Kau akan terus pacaran dengan Cha Woo Hyun? Kalau sudah bertekad, Kang Hye Joo mampu menghancurkan kita.” Tegas CEO Han
“Aku tak takut... Dan Woo Hyun bilang dia akan menghentikannya. Eonni, jantung berdebar hanya karena mendengar nama Cha Woo Hyun... Jantungku berdebar. Adi Mana mungkin kulepaskan?” jelas Yoo Jung
“Yoo Jung, walau bukan Cha Woo Hyun, cinta akan datang lagi tapi kalau kehilangan kesempatan menjadi aktris, maka berakhir sudah. Jadi Akhiri hubunganmu dengan Cha Woo Hyun.” Ucap CEO Han. Yoo Jung tak banyak komentar memilih untuk masuk kamar. 



Woo Hyun memilih untuk membaca buku untuk menghilankan rasa frustasinya. Yoo Jung baru selesai mandi melihat CEO Han belum pulang padahal tadi mengaku akan pergi. CEO Han pikir Yoo Jung tak bilang akan mengakhiri hubungannya dengan Cha Woo Hyun.
“Aku tak mau bohong padamu.” Kata Yoo Jung, CEO Han tak percaya Setelah semua kebohonganmu
“Mulai sekarang aku takkan menyembunyikan karena berat dan tak nyaman. Ponsel, laptop dan dompetmu.. Aku ambil semuanya. Semua kusita. Aku akan melacakmu dengan GPS, dan memeriksa kotak hitam di mobilmu.” Tegas CEO Han
“Eonni, kau kenapa?!” keluh Yoo Jung. CEO Han mengatakan kalau sudah menyuruh Joo Won, So Ra dan Yoo Joon mengawasi Yoo Jung 24 jam sehari
“dan aku juga akan makan dan tidur di asrama untuk mengawasimu. Asal tahu saja.” Tegas CEO Han. Yoo Jung tak percaya dengan sikap CEO Han.
“Lakukan sesukamu!” ucap Yoo Jung marah dan memilih untuk masuk kamar. 


Yoo Jung diam-diam mengendap mengintip dari depan pintu kamar adiknya tapi Yoo Joon sibuk bermain dengan ponselnya. Ia mengeluh adiknya yang belum tidur padahal Biasanya jam sebegini sudah tidur.
Reporter Joo sedang mengambil foto dengan kameranya, Reporter Nam sedang tertidur seperti mengingau lalu bangun dengan wajah terkejut. Reporter Joo juga ikut kaget,Reporter Nam meminta maaf karena sudah mengangetkanya.
“Kini aku akan buka mata lebar-lebar dan memotret, kau beristirahatlah. Ini sudah berhari-hari.” Ucap Reporter Nam
“Kadang derita hati mengalahkan derita tubuh. Aku harus mencari uang.” Ucap Reporter Joo
“Aku juga. Entah harus setua apa sebelum keluar dari pekerjaan ini. Aku akan melakukan pekerjaan ini sampai nafas terakhirku.” Ucap Reporter Nam
“Kalau terlalu berat cari partner lain.” Kata Reporter Joo, Reporter Nam menolak dengan nada tinggi. Reporter Joo sampai kaget menyuruh tak perlu berteriak. Reporter Nam menegaskan tak ingin mencari partner lain. 


Woo Hyun terdiam dalam rumahnya menatap keluar jendela lalu menerima telp dari seseorang. CEO Han menemui Woo Hyun di cafe, suasana terasa tegang, lalu memberitahu kalau Mulai sekarang takkan bisa berhubungan dengan Yoo Jung.
“Bila kalian terlihat bersama setelah mengumumkan perpisahan, apa yang akan mereka katakan?” tegas CEO Han. Woo Hyun ingin bicara “Bersama Yoo Jeong... “ tapi disela oleh CEO Han.
“Bahkan saat ini banyak gunjingan kenapa kalian berpisah padahal tampak bahagia.Apa yang akan dikatakan orang kalau mendadak kalian kembali bersama?” ucap CEO Han
“Benar, aku yang bertindak mendadak dan membalik keadaan.” Akui Woo Hyun
“Karena bila tak kulakukan, kita akan terus diserang Kang Hye Joo.” Ucap CEO Han. Woo Hyun pikir Hal itu takkan terjadi lagi.
“Tidak. Mata publik dan Kanghan Group tak bisa diatasi hanya dengan kehendakmu. Kalian terlalu sulit untuk satu sama lain. Hanya untuk cinta, terlalu banyak yang harus diperbaiki.” Kata CEO Han menentang hubungan keduanya.
“Aku tak peduli apa yang harus kulepaskan atau harga yang harus kubayar.” Ucap Woo Hyun ingin bertanggung jawab.
“Tidak, aku tak mau Yoo Jung harus membayar harganya. Yoo Jung sudah kehilangan beberapa peluang yang menjadi titik balik pentingnya sebagai aktris. Cha Woo Hyun, kalau kau benar-benar menyayangi Yoo Jeong, lepaskanlah dia.” Kata CEO Han lalu pamit pergi. Woo Hyun hanya bisa terdiam. 



CEO Han bicara dengan Ketua Kang di telp,  Ketua Kang memberitahu kalau Dana investasi akan disetujui hari ini ajdi bisa memeriksanya besok tepat sebelum bank buka. Tuan Cha ikut mendengarkan dengan wajah serius. Ketua Kang memberitahu kalau totalnya 75 miliar.
“Lanjutkan sesuai rencana dan tunggu perintahku. Soal konfirmasi status ayah Woo Hyun, pastikan harus berhasil walau harus merugikan ibu Woo Hyun.” Perintah Tuan Cha. Ketua Kang mengerti.
“Soal informasi saham atau properti lahan yasan yang kuberikan pada Woo Hyun, tekankan pada tim hukum agar merahasiakannya supaya Kepala Direktur Go Kyung Eun tak mengetahuinya.” Perintah Tuan Cha
“Aku sudah memberikan instruksi tersebut.” Kata Ketua Kang
“Dokumen asli yang kita susun mengenai warisan Woo Hyun, serahkan apa adanya. Sampaikan bahwa setelah kutanda-tangani, bocorkan bukti dan rumor yang kulakukan, kemudian baru diungkapkan.” Pinta Tuan Cha. Ketua Kang menganguk mengerti.  Tuan Cha bertanya-tanya apakah Hye Joo bilang akan datang. 


Hye Joo berjalan dilorong bertemu dengan Nyonya Goo bersama dengan sekertarisnya menyapa dengan sopan.  Nyonya Goo menyindri Hye Joo yang Tanpa berpikir keluar masuk kantor ketua Cha dan itu pasti membuat keadaan tak baik. Akhirnya mereka bicara di taman dalam ruangan.
“Ada yang perlu diketahui ketua, jadi aku datang melapor.” Ucap Hye Joo
“Kau bukan anggota dewan direktur Choego Group. Apa yang bisa kau laporkan padanya? Apa Woo Hyun masih pacaran dengan Yoon Yoo Jung? Takkan bisa kalau aku tak tahu perbuatanmu, kan?” kata Nyonya Go. Hye Joo membenarkan.

“Hye Joo. Apa kau pernah bayangkan seperti apa hidupmu bersama pria yang hatinya menjadi milik wanita lain? Itu Yang terburuk. Kau masih belum terlambat, jadi pikirkanlah lagi. Sebagai sesama wanita, kuberi nasehat... Jadi Dengarkanlah.” Kata Nyonya Go. Hye Joo menganguk mengerti.
“Ibu kandungmu, Apa dia bekerja di dunia hiburan malam waktu bertemu Ketua Kang? Agar kau diterima di Kanghan, dia sampai mencoba bunuh diri, dan kini dia beremigrasi.” Ucap Nyonya Goo menyindir

“Kenapa mengungkit masalah itu?” kata Hye Joo menahan amarah .
“Aku memberitahumu bahwa aku tertarik hingga mencari informasi tentangmu. Kau memulai perang dan berencana menyingkirkan anakku,jadi aku harus berbuat sejauh itu, kan? Mari hidup dengan anggun, Hye Joo.” Ucap Nyonya Goo lalu melangkah pergi
“Semakin kau memprovokasiku, maka semakin kau hancurkan anakmu.” Ungkap Hye Joo dengan penuh tatapan dengan 


Hye Joo menemui Tuan Cha dalam ruangan memberikan bukti foto. Tuan Cha mengetahui  Mereka merilis artikel perpisahan tapi Woo Hyun dan Yoo Jung masih berhubungan. Hye Joo membenarkan.  Tuan Cha bertanya apakah Hye Joo menyuruh orang membuntuti Woo Hyun.
“Tidak, ketua... Aku kebetulan menemukan hasil rekaman paparazzi. Aku sudah memblokir artikelnya dan membeli fotonya.” Kata Hye Joo. Tuan Cha memujinya.
“Tak ada manfaatnya namanya terlalu sering disebut. “ kata Tuan Cha
“Woo Hyun terus melihat orang lain dan Kepala direktur membenciku. Rasanya berat dan tak nyaman, ketua.” Ungkap Hye Joo seperti ingin meminta pembelaan.
“Kepala Direktur Go Kyung Eun adalah nyonya di Choego Group dan ibu Se Hyun. Sepertinya Woo Hyun mencuri posisi Se Hyun. Kau seperti sayap yang kupasangkan pada Woo Hyun. Menurutmu apa dia akan suka padamu?” kata Tuan Cha. Hye Joo ingin menjelaskan.
“Dia akan menggunakan karismanya, waspada terhadapmu dan berusaha menyingkirkanmu. Karena itu cara menghentikan jalan Woo Hyun.” Ucap Tuan Cha.
“Tolong aku, ketua.” Pinta Hye Joo. Tuan Cha meminta maaf tak bisa membantu.
“Aku tak bisa mencampuri perselisihan itu. Seumur hidup kau akan melawannya, begitu menjadi bagian keluarga kami. Bila sejak awal kau tak mampu menghadapi, maka kau takkan bisa bertahan. Maka aku juga tak bisa mengakuimu.” Ucap Tuan Cha. Hye Joo menahan emosinya.
“Gadis ini, akan kubereskan.. Aku juga akan membuat Woo Hyun berdiri di sisimu. Namun, soal ibu Se Hyun, harus kau hadapi sendiri.” Tegas Tuan Cha. Hye Joo hanya bisa berkaca-kaca. 


CEO Han membuat bagan [Rapat Darurat Strategi Manajemen Rencana Aktris Yoon] menurutnya Semua mungkin bisa menebak alasan merkea mengambil langkah manajemen seperti ini jadi tak perlu dijelaskan. 
“Dia dilarang menggunakan ponselnya atau meminjam ponsel orang lain” ucap CEO Han. Tiga orang anak buah Yoo Jung menganguk mengerti.
“Dia juga dilarang menggunakan telepon kantor. Dilarang menggunakan komputer.” Tegas CEO Han.
“Apa tak terlalu ekstrem? Yoo Jeong Nuna takkan mau tinggal diam.” komentar Yoo Joon
“Jangan sampai dia lolos dari pengawasan kalian, dalam kondisi apapun. Siapapun yang mengizinkannya melanggar larangan atau lengah mengawasinya akan segera dikeluarkan. Ingat baik-baik.” Tegas  CEO Han
“Lalu hubunganku dengannya sebagai keluarga juga akan berakhir?” tanya Yoo Joon.
“Kau kira itu tak mungkin, kan? Kalau Yoo Jung jatuh, maka kita semua akan jatuh bersamanya. Aku bisa mengorbankan salah satu dari kita demi kebaikan bersama.” Ucap CEO Han mengancam. Yoo Joon pikir  Ini terlalu kejam.
“Pada saat Yoo Jung pulang dari jadwalnya, akan kuperiksa kotak hitam di mobilnya dan memeriksa semua lokasinya.” Tegas CEO Han. Joo Won dkk menganguk mengerti.
“Semua harus waspada!” kata CEO Han. Joo Yoon pikir Ini pasti benar-benar darurat

Yoo Jung berusaha mengambil ponsel So Ra untuk menelp, So Ra memohon jangan mengambilnya karena bisa dapat masalah kalau Yoo Jung seperti itu. Yoo Jung berusaha kabur keluar dari mobil saat itu juga Joo Won datang menghalanginya.

Yoo Jung berjalan dengan Sung Hoon dan CEO Han, keduanya sibuk dengan ponselnya Yoo Jung berusaha untuk kabur  tapi saat itu juga Joo Won bisa menghalanginya. CEO Han dan Sung Hoon melihat dari depan pintu menatap sinis. 
Akhirnya Yoo Jung mogok makan, Joo Won, So Ra, Yoo Joon membawa makanan tapi Yoo Jung menolaknya dan tak mau makan. CEO Han juga meminta agar makan tapi Yoo Jung tetap tak mau makan.

Woo Hyun masuk ke restoran Sup Pollack Young Hee lalu menyapa Tuan Yoon sedang menyapanya menyuruh duduk dan akan mengambil makanan. Woo Hyun pun duduk dengan wajah lesu, Tuan Yoo melihat Wajah Woo Hyun kelihatan lebih kurus.
“Apa Ibumu bilang tak suka padanya?” tanya Tuan Yoon
“Tidak. Dia sudah bertemu ibuku, dan ibuku menyukainya.” Akui Woo Hyun
“Kau benar-benar... Setelah bertemu denganmu, aku tahu sedikit situasi keluargamu. Tapi hidup dengan memendam sesuatu yang tak dapat dikatakan itu sulit.” Kata Tuan Yoon

“Aku bisa karena itu masalahku. Tapi ayah tersiksa karena menyimpan rahasiaku, kan?”ucap Woo Hyun
“Tak ada yang menyiksa... Di usiaku, kadang sering lupa... Aku sudah lupa semua.” Ucap Tuan Yoo lalu menyuruh Woo Hyun agar makan saja dengan lahap
“Ayah, nanti tolong bungkuskan ikan panggang dan lauk kukus.” Kata Woo Hyun. Tuan Yoo menganguk menyuruh Woo Hyun cepat makan sambil menatap wajah Yoo Jung pada poster. 

Yoo Jung keluar dari rumah melihat menu makanan diatas meja lalu ada sebuah amplop diatas meja [Orang yang sangat ingin kau temui meninggalkan ini untukmu.] wajahnya tersenyum bahagia berpikir kalau itu pasti Woo Hyun yang memberikanya.
[Setiap hari aku melihatmu lewat drama dan film,] dan aku tak melupakanmu walau sehari pun. Makan teratur dan bertahanlah. Jangan sakit. Maaf tak bisa menepati janji menemuimu di lokasi syuting. Kali ini, aku akan menepati janji untuk pergi ke pantai bersama. Aku takkan membuatmu menunggu lama, aku janji. Aku sangat merindukanmu.]

“Aku sangat merindukannya.” Ucap Yoo Jung langsung memakan dengan lahap. Sementara Woo Hyun dalam rumahnya seperti sedang tak nafsu makan. 

Yoo Jung duduk sendirian, Sung Hoon mendekati Yoo Jung memberikan minuman lalu memberitahu kalau Tim butuh waktu untuk mengatur pencahayaannya jadi mengajak untuk jalan-jalan sebentar. Keduanya pun berjalan bersama dengan daun yang menguning dan berguguran. 

“Apa Kau benar-benar takkan bicara denganku? Walau kau tertawa dan ceria bersama Joo Won, So Ra, dan yang lainnya di set, dulu kau selalu cerita padaku ketika dalam kesulitan atau waktu kepanasan, kedinginan atau mengantuk.” Ucap Sung Hoon.
“Kau bukan yang dulu, jadi mana mungkin aku bisa begitu? Aku tahu perasaanmu. Mana mungkin kukatakan kalau aku kesulitan karena Woo Hyun? Kepalaku semakin pusing karena pengakuanmu, jadi mana mungkin kuceritakan padamu?” ungkap Yoo Jung
“Maaf aku menambah kesulitanmu.” Kata Sung Hoon merasa bersalah.
“Sung Hoon... Aku tak mau kehilangan sahabat yang paling kusayang.” Kata Yoo Jung
“Kenapa kau kehilangan aku? Kau mendapat pacar yang seperti sahabatmu. Jangan mempersulit keadaan. Aku tak tahu perasaanmu pada Cha Woo Hyun Tapi perasaanku padamu takkan berubah.” Tegas Sung Hoon.
Yoo Jung ingin bicara tapi Sung Hoon lebih dulu bicara,  Sung Hoon menegaskan kalau akan menunggu Yoo Jung lalu bergegas pergi. 


Reporter Park melihat Reporter Joo akan masuk lokasi syuting. Reporter Joo melihat cara pakaian Reporter Park  bertanya  mencari informasi dari siapa, sampai berpenampilan seperti itu karena gaya itu  sudah terlalu kuno. Reporter Joo pikir harus seperti ini agar tak mencolok.
“Apa Kau masih mencurigai Yoon Yoo Jung? Mereka sudah berpisah.” Kata Reporter Joo menyakinkan.
“Itu artikel buatanmu. Firasatku mengatakan itu tak benar. Apa Kau takkan menjawab walau aku tanya kebenarannya?”sindir Reporter  Park
“Artikelku adalah kebenarannya.” Tegas Reporter Joo lalu bergegas masuk lokasi syuting
“Sudah pasti tak benar. Pupilmu membesar waktu mengatakannya. Jadi Aku akan mengali di pihak Cha Woo Hyun saja.” Kata Reporter Nam

Woo Hyun memeriksa pasien memberitahu  Perawatan ini untuk mengisi kolagen dan Hasilnya akan terlihat sekitar dua minggu lagi. Istri Dokter Ahn mendampingi Woo Hyun agar melakukan perawatan lanjutan.
Tiba-tiba Woo Hyun merasa lemas dan hampir jatuh, Istri Dokter Ahn panik lalu memanggil suaminya untuk datang ke ruang perawatan. Woo Hyun mengaku baik-baik saja.
Dokter Ahn datang dengan terburu-buru, Istrinya memberitahu kalau Woo Hyun tiba-tiba merasa pusing waktu berdiri jadi meminta mengobatinya.  Dokter Ahn membantu Woo Hyun untuk bangun. 

Akhirnya Woo Hyun berbaring dengan diberikan infus. Dokter Ahn tahu kalau Woo Hyun tak makan siang dan berpikir kalau sudah  sama sekali tak makan karena itu Gejala dehidrasi dan malnutrisi. Istri Dokter Ahn terlihat sangat khawatir.
“Nama penyakitnya penyakit cinta!” tegas Dokter Ahn. Istri Dokter Ahn pikir akan menghubungi Yoo Jung
“Mi Sun, kurasa kali ini lebih baik kita tak ikut campur.”kata Dokter Ahn.
“Aku tak bisa menghubunginya. Ponsel dan komputernya diambil dan diawasi 24 jam sehari.” Ungkap Woo Hyun
“Ya Tuhan. Sama saja artinya Yoo Jeong dikurung. Waktu kita akan menikah, keluarga kita menentang. Makanya kita dikurung.” Ucap Mi Sun
“Tapi aku... menggunakan simpananku untuk membeli jalan keluar. Aku membebaskannya lalu kami lari ke Gangwon-do bersama. Dia sangat bahagia sehingga menciumku dan memelukku dan sebagainya. Pokoknya setelah itu, mereka langsung setuju. Jadi kau harus mengambil langkah besar untuk membalikkan keadaan. Lakukan!” ucap Dokter Ahn mengebu-gebu. Woo Hyun hanya diam saja. 


Polisi datang ke YJ Entertaiment, kalau mereka sudah mengamankan file dari 120 CCTV yang terpasang di sekitar lokasi kejahatan dan juga memeriksa lebih dari 150 rumah di sekitar area. Tapi masih belum ada titik terang, selain itu juga mengajukan permintaan analisis cara berjalan pelaku.
“Kalau begitu, apa belum ada terduga pelaku penusukan?” tanya CEO Han
“Tim penyidik kami berusaha keras, tapi belum ada kemajuan. Kami juga sangat tertekan.” Ucap Polisi
“Karena semuanya berusaha keras, maka akan segera terpecahkan. Kuserahkan pada kalian... Dan ini. Foto Aktris Yoon yang baru sudah keluar. Detektif Choi, kudengar kau anggota klub penggemar Yoo Jung, Cinta Yoo Jung.” Ucap CEO Han memberikan bingkisan.
“Ya, sebenarnya aku salah satu pendirinya.” Ungkap Polisi Choi bahagia.
“Kami tak menjual ini padamu, jadi tak perlu khawatir. Yoo Jeong minta aku memberikannya padamu.” Kata CEO Han. Polisi Choi mendekap foto Yoo Jung dengan wajah bahagia.
Bersambung ke part 2
Udah baca tulisan sinopsis aku 'kan.. hihihi... 
Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe akhir tahun ini 

Cek My Wattpad... Stalking 



Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar