PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Selasa, 11 Desember 2018

Sinopsis Clean With Passion For Now Episode 5 Part 1

PS : All images credit and content copyright : JBTC

“Aku tak tahan melihatmu, keluar sekarang juga. Keluar dari kantor dan perusahaanku sekarang!” teriak Sun Kyeol. Oh  Sol tak bisa berkata apa-apa lagi hanya berjalan pergi, Sek Kwon pun hanya bisa diam dan terlihat kaget. 

Oh Sol pergi menemu ibunya, ada foto dan nama ibunya  [Jung Hye Won] lalu berbicara pada menanyakan kabar ibunya apakah baik-baik saja. Ia pikir kalau sekarang terlihat cantik, karena sengaja memilih pakaian tercantik untuk datang menemui ibunya hari ini.
“Bagaimana? Apa Sudah kelihatan seperti wanita? Kau mengkhawatirkanku sepanjang waktu karena tak rajin mandi dan ceroboh. Tapi Ibu tetap seperti dulu... Cantik... Ibu sangat cantik, ini benar-benar menyebalkan.” Ungkap Oh Sol sambil tersenyum.
“Sejujurnya, aku mengalami hari yang berat. Jika aku tak berhenti menjadi atlet saat itu dan terus lanjut,menurutmu apa yang akan terjadi? Medali sialan itu. Aku terlihat bodoh, kan? Kenapa kau masuk ke dalam karena medali itu?” ucap Oh Sol akhirnya tak bisa menahan sedih nya.
“Aku sungguh tak ingin menangis hari ini. Coba kau lihat, Aku tak pakai kacamata hitam yang kupunya setiap kali datang. Jika tahu akan menangis, seharusnya kubawa. Ibu, aku akan segera kembali.” kata Oh Sol
Saat menaruh bunga untuk ibunya, kaget melihat ada youghurt yang ditaruh pada bunga tempat ibunya. Oh Sol yakin ada yang datang lalu berlari keluar dari krematorium, tapi ternyata melihat siapapun. Choi Gun bergegas sembunyi sebelum ketahuan oleh Oh Sol. 


 [Episode 5: Sweet and Tangy Yogurt]
Oh Sol menaiki tangga yang sangat banyak dan berhenti diatas karena kakinya terasa sakit, lalu mengeluarkan Youghurt dari tempat ibunya ingin tahu siapa pria yang menaruh minuman kesukaan ibunya. Sementara Choi Gun menaiki tangga sambil mengeluh.
“Apa ini Biara Shaolin ? Sejujurnya aku tak bisa terbiasa menaiki tangga ini.” Keluh Choi Gun lalu melihat Oh Sol duduk sendiri dengan pakaian yang tak biasa.
“Ini hari istimewa untukmu? Kau terlihat cantik.” Komentar Choi Gun. Oh Sol juga berkomentar yang sama karena Ini hari spesial untuk Choi Gun juga.
“Kau terlihat seperti orang yang berbeda.” Puji Oh Sol. Choi Gun dengan bangga kalau dirinya terlihat keren.
“Aku tak pernah berkata begitu. Aku hanya mengatakan kau terlihat berbeda. Lalu Apa itu? Tas plastik hitam itu tak cocok dengan pakaianmu.” Kata Oh Sol melihat bungkusan plastik.
“Oh ini? Bukan apa-apa.” Ucap Choi Gun tak boleh Oh Sol melihatnya.
“Jika enak, ayo makan bareng... Apa itu? Biar kulihat. Wah, serius.” Kata Oh Sol menarik isi plastiknya dan ternyata isinya adalah Youghurt. Choi Gun mengaku kalau menderita sembelit parah.
“Yah, hari ini...kudengar peringatan kematian ibumu.” Ucap Choi Gun mengalihkan pembicaraan. Oh Sol kaget Choi Gun bisa tahu.
“Ahjeossi memberitahuku.” Kata Choi Gun. Oh Sol mengeluh ayahnya yangmemberi tahu seseorang yang tak ada hubungannya dengan keluarga.
“Astaga, kau menyakiti perasaanku... Bagaimana bisa kau berkata aku tak ada hubungannya dengan keluargamu? Bagaimanapun, kita makan dan tidur bersama.” Ucap Choi Gun
“Astaga, kau mencoba menghancurkan masa depanku? Yah, memang benar kita tidur di bawah atap yang sama. Kau di lantai bawah dan aku di lantai atas.” Keluh Oh Sol
Choi Gun memberikan youghurt miliknya, Oh Sol menolak karena sudah memilikinya lalu bertanya pendapat Choi Gun apa yang ada diatangna ini. Choi Gun menjawab dengan santai itu Yogurt. Oh Sol membenarkan Tapi menurutnya kalau minuman ini sangat istimewa.
“Ini menghiburku.” Akui Oh Sol. Choi Gun ingin tahu bertanya apakah itu  "Menghibur"
“Ketika masih kecil, ibuku memberiku yogurt setiap kali aku menangis. Begitu dia memberiku, aku berhenti menangis segera. Seseorang datang dan meninggalkan yoghurt di hari peringatan kematian ibuku setiap tahun. Setiap tahun selama enam tahun terakhir. Aku tak tahu siapa, tapi sebotol kecil yogurt ini membuatku tenang.” Cerita Oh Sol
“Aku merasa seolah ibuku datang meninggalkannya untukku. Hari ini aku merasa begitu kuat. Aku ingin menangis, tapi rasanya sangat manis dan tajam sampai-sampai tak bisa menangis.” Ungkap Oh Sol. Choi Gun menatap Oh Sol seperti bisa mengerti kesedihan tetanganya. 




Sun Kyeol melihat harga action figure seharga “5.800.000 won” Sek Kwon masuk ruangan memberitahu sudah berhasil mendapatkan Figur yang persis sama Tapi dari luar negeri, jadi setidaknya butuh seminggu. Sun Kyeol mengucapkan terimakasih dan mempersilahkan pergi.
“Tentang Oh Sol, CEO ... “ ucap Sek Kwon dan Sun Kyeol memperingataan kalau yakin sudah memberitahu untuk tak membicarakannya di depannya.
“Hari ini, peringatan kematian ibunya. Dia bilang harus pergi ke suatu tempat di sore hari. Kupikir dia ingin pergi mengunjungi ibunya di columbarium.” Ucap Sek Kwon 

Sun Kyeol duduk diam dalam ruangan seperti sudah melakukan keselahan.
Flash Back
“Apa-apaan sekarang ini? Pakaian dan makeup itu bahkan tak cocok untukmu. Apa Kau punya semacam kencan buta sesudah bekerja Atau apa kau akan menggoda klien yang kelihatan bagus?” ucap Sun Kyeol marah.
“Perkataanmu kelewatan.” Kata Oh Sol menahan tangis.

Sun Kyeol seperti sangat menyesal dengan ucapanya, sampai akhirnya Geum Ja mendekatinya beberapa kali. Sun Kyeol merasa kalau tak salah karena tak tahu jadi tak bisa dikritik padahal tak tahu. Geum Ja terus mendekat seperti memberikan teguran.
“Baiklah.... Baiklah, Geum Ja-ssi. Aku akan pergi. Tapi Aku harus melakukan ‘kan?” ucap Sun Kyeol yang menganggap vacum cleaner sebagai temanya. 


Oh Sol dan Choi Gun berjalan bersama, Choi Gun pikir kaki Oh Sol terluk karena terlihat kesulitan berjalan. Oh Sol menyangkal mengaku hanya  Sepatunya yang membuat kakinya sakit karena tak pernah memakai sepatu hak. Choi Gun pikir tak seperti itu.
“Jika dilihat-lihat, aku bisa tahu itu bukan karena sepatumu. Sepertinya ligamen di pergelangan kakimu ketarik.” Komentar Choi Gun.
“Kau terdengar seperti dokter.” Ejek Oh Sol, tiba-tiba Choi Gun jongkok dan menyuruh Oh Sol untuk naik ke punggungnya. 
“Apa yang kau lakukan sekarang?” tanya Oh Sol heran dengan Choi Gun.
“Aku akan memberimu tumpangan. Tetangga harus saling membantu.” Kata Choi Gun.
“Wah, gila. Dasar Kau cabul.” Ejek Oh Sol. Choi Gun pikir hanya mencoba bersikap baik tapi Oh Sol maalh memanggilnya cabul.
“Kau tak harus bersikap baik kepadaku dengan cara ini. Jika kau ingin membantu, pura-pura saja tak pernah dengar apa yang kukatakan tadi. Kau bisa bersikap seperti biasanya. Kau mendapatkan semua sentimental tanpa alkohol setetespun.” Ucap Oh Sol sambil kembali berjalan.
“Beberapa orang memposting sesuatu di media sosial pada larut malam, dan mereka sangat menyesal di pagi harinya. Tapi Bagaimana aku harus menumpahkan ini? Sesudah memberitahumu hal-hal itu, aku menyesal melakukannya, dan aku ingin kau melupakan yang kau dengar.” Ungkap Oh Sol
“Hei, tetanggaku sayang . Aku harus mengatakan, kau sangat lucu.” Komentar Choi Gun, Oh Sol tak percaya Choi Gun memanggil  "Tetanggaku sayang"
“Omo, kenapa kau memanggilku "sayang"? kata Oh Sol heran.
“Yah, karena tak ada orang lain di sini.” Kata Choi Gun. 



Saat itu nama Oh Sol di panggil, Oh Sol kaget melihat Sun Kyeol datang ke area rumahnya. Choi Gun melihat Sun Kyeol mengenal wajah Sun Kyeol sebagai CEO di tempat Oh Sol berkerja, karena sudah pernah bertemu.
“Siapa?” tanya Sun Kyeol heran. Choi Gun memberitahu kalau  Waktu mengantar Oh Sol karena mabuk, Ia dan adiknya bertemu dengan Sun Kyeol.
Sun Kyeol mengingat saat Oh Sol yang mabuk melihat Choi Gun si cabul datang juga, lalu melihat pria dengan training warna kuning dan juga komik dewasa ditanganya.
“Si Cabul.” Ucap Sun Kyeol, Choi Gun heran karena semua orang memanggilnya cabul
“Dengar, aku bukan orang cabul. Wanita ini dan aku tinggal di rumah yang sama. Kami makan dan tidur bersama...” ucap Sun Kyeol. Oh Sol panik meminta agar Choi Gun pergi saja. Sun Kyeol terlihat kaget.
“Aku pergi. Tapi Apa yang salah dengannya? Beraninya dia memanggilku cabul? Luar biasa... Apa orang itu mabuk?” ucap Choi Gun kesal
“Ada perlu apa kemari?” tanya Oh Sol, Sun Kyeol kebingungan ingin mengatakan. 


Sun Kyeol gelisah duduk di bangku taman, Oh Sol datang membawa minuman merasa beruntung karena Ada mesin penjual otomatis di dekat taman. Sun Kyeol menolak karena memang cinta kebersihan,  Oh Sol sempat bingung tapi akhirnya memilih untuk akan minum semuanya. Keduanya duduk bersebelahan dan terlihat gugup.
“Permisi...Kenapa datang jauh-jauh selarut ini? Apa ada yang ingin di katakan padaku?” tanya Oh Sol
“Yah, itu tak penting... Ini tentang Action Figure... Bagaimana kau akan memberiku kompensasi? Gil O Sol-ssi, kau mungkin tak mampu membayar.” Ucap Sun Kyeol berdiri dengan nada tinggi.
“Apa Karena itu kau datang? Berapa harga barang itu? Berapa harga yang kau bayar?” tanya Oh Sol binggung
“5.700.000 won.” Kata Sun Kyeol, Oh Sol melonggo kaget mendengarnya.
“Lupakan... Datang kerja saja tepat waktu besok.” Kata Sun Kyeol. Oh Sol melonggo untuk kesekian kalinya.
“Aku terlalu keras sebelumnya... Mohon maaf... Maafkan aku..” akui Sun Kyeol lalu melihat kaki Oh Sol
Ia menanyakan apakah kakinya baik-baik saja. Oh Sol kaget dan mengaku baik-baik saja. Sun Kyeol memarahinya, karena Jika Oh Sol terluka karena klien mendorongnya, maka seharusnya memberi tahu perusahaan. Ia memarahi Oh Sol yang bodoh dan membiarkannya.
“Aku tak bisa menemukan waktu yang tepat untuk memberitahumu. Lagipula, itu salahku juga.”ucap Oh Sol
“Apapun yang terjadi, Aku tak bisa membiarkan siapa pun menyentuh karyawanku. Pokoknya, bekerja seperti biasalah besok. Untuk menebus kerusakan, kau harus mengatasi kekurangan... Maksudku, kau harus bekerja keras. Jadi Pulanglah sekarang.” Kata Sun Kyeol lalu berjalan pergi. Oh Sol terlihat bingung. 




Sun Kyeol berjalan pergi wajahnya tak bisa menahan senyumanya, saat itu Oh Sol melihat kucing yang mendekatinya lalu memberikan sosis sebagai hadiah dan membelinya hanya untuk kucing itu. Diam-diam Sun Kyeol melihat dari kejauhan.
“Ini Enak’kan? Hei... Kucing, bagaimana penampilanku hari ini? Aku cantik, kan? Aku harap kau berpikir begitu.” Ucap Oh Sol mengajak bicara kucing. Sun Kyeol menatap Oh Sol seperti tak menyangka penyuka kucing.

Sek Kwon memberikan kotak action figur baru dengan sertifikat karena bisa melihat kartu registrasi dan nomor serinya. Si pria melihat kalau itu memang produk yang tepat seperti tak percaya kalau Sun Kyeol bisa mendapatkannya. Saat akan pergi, Sek Kwon menahanya.
“Baiklah kalau begitu... Sekarang sesudah menerimanya, giliranmu untuk menunjukkan kepada kami.” Ucap Sun Kyeol menatap ke arah jendela ruanganya. Si pria bingung.
“Kau punya CCTV di rumah. Aku sudah memastikan karyawanku bertanggung jawab karena merusak Figure. Apa kita punya diagnosis cedera pergelangan kaki Gil O Sol?” ucap Sun Kyeol
“Sepertinya cukup serius... Perawatan akan memakan waktu lebih dari empat minggu.” Ucap Sek Kwon
“Tim hukum kami berencana mengajukan tuntutan penyerangan dan kerusakan fisik.” Kata Sun Kyeol
“Tuntutan? CEO, aku agak emosi hari itu... Aku baru tahu sesudahnya Aku tak tahu bagaimana itu berakhir di sana...Maafkan aku, CEO.. Tolong biarkan kali ini saja.” Ucap Si pria sambil berlutut.
“Yah, baiklah... Tapi aku bukanlah orang yang seharusnya memaafkanmu. Kau harus meminta maaf kepada karyawanku langsung.” Kata Sun Kyeol. Si pria binggung.



Si pria akhirnya menemui Oh Sol mengaku hari itu sedikit terbawa suasana dan meminta maaf. Oh Sol pikir Jangan khawatir dan itu semua salahnya. Si pria merasa bukan seperti itu, tapi semua salahnya karena meletakan Figure itu di tempat yang salah.
“Aku sangat menyesal... Tolong maafkan aku.” Ucap Si pria langsung berlutut
“Kau tak harus melakukan ini... Tak masalah. Berdirilah.” Kata  Oh Sol panik. saat itu Si pria melirik ke arah Sun Kyeol di ruangan yang memperhatikanya. 

“Sesudah membuat keributan dan menendangnya seperti itu, Ap dia meminta maaf padanya secara langsung? Apa  CEO berkepribadian ganda?” komentar Jae Min tak percaya.
“Kau mungkin belum tahu. CEO sebenarnya orang yang berhati lembut.”kata Dong Hyun.
“Kau bilang Berhati lembut? Itu hal terlucu yang pernah kudengar tahun ini.” Keluh Jae Min kesal sambil membersihkan kaca. 

Oh Sol sedang sibuk membersihkan jam besar diatas tangga, Young Sik meminta agar Oh Sol turun karena ia yang  akan melakukannya. Oh Sol menyuruh Young Sik diam dan membuang sampah saja.  Young Sik kela melihat Oh Sol yang keras kepala sekali.
“Aku akan segera kembali... Kau harus berhati-hati.” Ucap Young Sik. Oh Sol kembali mengeluh Young Sik itu berisik dan menyuruh pergi saja.
“CEO, kau di sini... Kami hampir selesai.” Sapa Young Sik melihat Sun Kyeol berjalan dengan Sek Kwon.  Sun Kyeol pun memuji pegawainya yang sudah Kerja bagus.
“Gil O Sol, kau bekerja sangat keras. Apa Kakimu baik-baik saja sekarang?” tanya Sek Kwon.
“Kakiku?... Ya. Aku cukup kuat.” Kata Oh Sol bangga tapi tiba-tiba kehilangan keseimbanganya dan jatuh dari tangga.
Semua kaget, Sun Kyeol melihatnya langsung menangkap Oh Sol yang akan terjatuh. Dengan dua tanganya, Sun Kyeol bisa menangkap Oh Sol sebelum jatuh ke tanah, keduanya saling menatap dan Sun Kyeol seperti tak percaya kalau takut bersentuhan dengan Oh Sol.
Flash Back
Dokter Daniel Choi, ternyata adalah Choi Gun memberitahu  Gejala-gejala gangguan stres akut biasanya menghilang dalam waktu empat minggu, jadi Sun Kyeol tak perlu terlalu khawatir.
“Tapi ada satu pengecualian. Meskipun itu bukan bidangku, itu adalah kondisi dalam pengobatan oriental... Lovesickness....” Ucap Choi Gun.
“Itu terjadi ketika kau sangat cinta. Itu menyebabkanmu memikirkan seseorang berulang kali dan tak teratur, sama seperti PTSD Meskipun sangat langka, jika kau beralih menjadi lovesick, itu mungkin benar-benar membantu mengobati ocdmu.” Jelas Choi Gun.


Sun Kyeol seperti tak percaya bisa menolong Oh Sol bahkan memegangnya, Oh Sol terlihat masih bingung, Oh Sol mengaku baik-baik saja. Jae Min, Dong Hyuk, Young Sik dan Sek Kwon seperti masih tak percaya melihatnya.
“Aku memegang wanita yang penuh kotoran dan keringat, kenapa aku baik-baik saja?” gumam Sun Kyeol binggung akhirnya menurunkan Oh Sol
“Gil O Sol-ssi, apa kau baik-baik saja?” tanya Sun Kyeol. Oh Sol menganguk dan terlihat masih shock.
Tiba-tiba sebuah lap melayang dari tangga, Oh Sol meminta agar Sun Kyeol menghindar tapi telat. Lap warna pink sudah jatuh diatas wajah Sun Kyeol,  Sek Kwon dkk kembali kaget. Sun Kyeol menarik lap dari wajahnya binggung lalu jatuh pingsan. Semua pun panik. 

Oh Sol kaget kalau Sun Kyeol itu Mysophobia. Jae Min heran Oh Sol tak tahu padahal sudah memberitahu di jamuan makan malam tim. Ia mengibaratkan Sun Kyeol itu Karakter baru Marvel Comics ', Mr. Jang dari Cheongso Yojeong.
“Yah, aku hanya berpikir, dia agak rewel.”ucap Oh Sol
“Dia bukan hanya rewel. Dia punya masalah serius. Setiap dia panik, dia berkelahi melawan seseorang di jalan. Apa kau Tahu insiden note?” kata Jae Min. Oh Sol bingung apa itu maksudnya.
“Itu terjadi ketika CEO SMP.” Cerita Jae Min. 

Flash Back
“Hadiah utama, Jang Sun Kyeol di Kelas 3-3. Siswa mencapai hasil yang luar biasa dalam kompetisi matematika dan layak mendapat hadiah ini. Kepala Sekolah Park Jeong Jae.”
Sun Kyeol sudah siap diatas panggung menerima hadiah dari kepala sekolah.
“Dia pasti sangat pintar. Dia memenangkan semua jenis hadiah sepanjang waktu. Tapi Kau tahu apa yang terjadi?” komentar Jae Min.
Kepala Sekolah memberikan selamat, Sun Kyeol yang sangat fobia dengan bakteris langsung menempelkan alamat rumahnya pada note diatas hadiahnya meminta agar mengikirim melalui pos dan mengingatkan jangan lupa membayar ongkos kirimnya, padahal sudah mengunakan sarung tangan. 

Oh Sol tak percaya menurutnya Jae Min terlalu melebih-lebihkannya. Jae Min kesal Oh Sol yang tak percaya dan menceritakan  Hal pertama apa yang di katakan bayi sejak lahir yaitu menangis., tapi Sun Kyeol mengatakan hal yang berbeda.
“Apa gunting itu sudah didesinfeksi?” ejek Jae Min membayangkan Sun Kyeol menjadi bayi.
Dong Hyun keluar dari minimarket meminta Jae Min untuk berhenti  membuat CEO  terlihat seperti orang aneh. Jae Min pikir CEO Memang orang yang aneh dan mengeluh dengan tatapan sinis Dong Hyun. Young Sik hanya diam sambil makan cemilan.
“Kau selalu memihaknya dan merusak suasana. Katakan padaku yang sebenarnya. Apa Kau mata-mata? Apa Agen rahasia ? soerang Informan? Kau seharusnya tak berpihak pada yang berkuasa. Kita semua harus bekerja sama dan...” ucap Jae Min kesal lalu melihat Jae Min makan sendiri.
“Apa kau membeli itu hanya untuk diri sendiri? Biar kucicipi.” Ucap Jae Min merampas cemilan. Young Sik kesal karena semua makanan hilang.
“Ngomong-ngomong, kudengar dia pergi ke AS sebenarnya untuk perawatan, bukan untuk belajar. Apa itu Rochester? Mereka dikenal untuk perawatan OCD, tapi kukira itu tak berhasil.” Ucap Jae min
“Siapa yang memberitahumu itu?” tanya Dong Hyun. Je Min mengaku  cerita itu sebenarnya  sudah terkenal.
“Kalau dipikir-pikir, aku merasa sedikit kasihan padanya. Dia tampan, tinggi, dan keluarganya kaya. Kepribadiannya terkadang agak sulit, Tapi dia hampir sempurna... Sayangnya.. Apa dia punya mysophobia?” ucap Jae Min
“Aku penasaran bagaimana orang semacam itu bisa menangkap O Sol. Dengan tangan kosong, pada saat itu.” Kata Young Sik. Jae Min juge merasakan hal yang sama.
“Aku jatuh tepat di depan matanya... Itu pasti insting.” Ucap Oh Sol yakin.
“Dia akan menghindar dan itu Biasanya. Selain itu, kau sedang bersih-bersih, dipenuhi kuman dan keringat.” Kata Jae Min. Oh Sol yakin itu salah.
“Mungkinkah... CEO ...punya perasaan...” komentar Jae Min mendekati Oh Sol lalu merasakan bau sesuatu.
“OhSol, Apa kau mencuci rambutmu hari ini?” tanya Jae Min. Oh Sol mengaku belum seperti tak masalah. Jae Min mengeluh menyuruh Oh Sol mencium bau rambutnya sendiri.
Oh Sol pun meminta Young Sik agar mencium rambutnya, Young Sik langsung menjerit dan mengeluh kalau bau sekali. Jae Min tak percaya banyak membaca skenario untuk film roman akhir-akhir ini tapi menurutnya kepalanya penuh dengan romansa konyol.



Sun Kyeol berbaring ditempat tidurnya lalu membuka matanya perlahan,  Nyonya Cha melihat Sun Kyeol panik melihat Sun Kyeol sudah sadar lalu memanggil Sek Kwon kalau anaknya sudah bangun. Sun Kyeol akan bangun tapi kepalanya seperti masih terasa sakit.
“Jangan bangun, tetap di tempat tidur.” Kata Nyonya Cha, Sek Kwon datang memastikan kalau Sun Kyeol baik-baik saja.
“Kau bahkan tak tahan melihat hal-hal kotor. Kemarin-kemarin kotoran burung, dan kali ini kain lap. Ada apa dengan semua kesialan yang kau alami tahun ini?” keluh Nyonya Cha
“Aku tahu kau benci berada di rumah sakit, jadi aku membawamu pulang.” Ucap Sek Kwon
“Aku senang kau melakukannya. Ini bahkan bukan pertama kalinya bagiku.” Akui Sun Kyeol
“Sejujurnya, aku sedikit terkejut. Aku tak membayangkan kau akan menangkap O Sol sesingkat itu. Apa gangguan obsesif-kompulsifmu menjadi lebih baik sekarang?” tanya Sek Kwon
“Jika kukatakan lebih baik, aku tak akan berbohong, kan?” ucap Sun Kyeol lalu keluar dari kamarnya. 


Sun Kyeol pergi ke dapur mengambil minum, Nyonya Cha menduga itu karena Daniel dan sudah berbicara dengan murid Dr. Fore, ingin tahu apa yang dikatakan. Sun Kyeol menjawab kalau itu Penipu. Nyonya Cha binggung karena mendengar Daniel Choi berbakat.
“Karena kau sudah melihat, kenapa tak pergi sekarang? Kau lebih suka itu, kan?” ucap Sun Kyeol sinis
“Aku akan mengantarmu... Ayo pergi...” kata Sek Kwon pada Nyonya Cha.
“Aku membawa buah kesukaanmu. Jangan melewatkan makanan dan jika butuh lauk, aku akan mengirim pembantu rumah tangga.” Kata Nyonya Cha.
“Kau tahu aku akan membuangnya. Berhenti membawa barang-barang ke sini. Itu membuat rumahku berantakan.” Kelh Sun Kyeol.
Sek Kwon meminta agar Nyonya Cha pergi saja. Nyonya Cha dengan kesal menegaskan kalau akan pergi.  Sek Kwon pun membawakan tas untuk Nyonya Cha sebelum Sun Kyeol benar-benar marah. 

Nyonya Cha akan masuk mobil, ingin membahas apa yang dimaksud itu nama Oh Sol, atau apa pun nama aneh itu yaitu Orang yang Sun Kyeol tangkap. Sek Kwon terlihat  bingung menjelaskan. 

Oh Sol berbicara di telp kalau mengaku tak tahu mysophobia CEO-nya sangat parah, bahkan menciumnya untuk keluar dari keadaan yang memalukan. Ia pikir kalau dirinya yang melakukan percobaan pembunuhan,  Joo Yeon membenarkan tapi menurutnya Sun Kyeol  masih menyelamatkan Oh Sol dengan kondisinya seperti itu.
“Dia seperti Ghandi atau Dalai Lama. Dia memperlakukan kekerasan dengan non-kekerasan. Dia harus memenangkan Hadiah Nobel.” Ucap Joo Yeon.
“Hei... Kenapa kau selalu seperti ini padahal serius? Terserah, lupakan saja.” Kata Oh Sol lalu memberitahu kalau  sedang dijalan.


Sek Kim tiba-tiba turun dari mobil tepat saat Oh So sampai tepi jalan dan menyapanya. Oh Sol binggung bertanya siapa pria yang menyapanya.  Akhirnya Oh So sudah duduk di depan seorang wanita yang tak dikenalnya ingin tahu siapa itu. Sek Kim menjawabnya kalau Oh Sol tak pelu tahu.
“Tapi kaulah yang membawaku ke sini... Aku harus tahu setidaknya... Apa Ibunya CEO Cha?”ucap Oh Sol menatap dalam-dalam wanita didepanya.
“Dia bertanya bagaimana kau tahu.” Ucap Sek Kim berbicara setelah Nyonya Cha membisikan sesuatu ditelinganya.
“Aku pernah melihatmu di perusahaan kami. Kupikir kau juga terlihat sangat cantik saat itu. Melihatmu dari dekat seperti ini, kau terlihat lebih cantik. Kau sangat stylish, dan terlihat sangat mirip model.” Puji Oh Sol
“Pembohong.”jawab Sek Kim tapi sepertinya Nyonya Cha belum membisikan sesuatu.
“Dia mendengar putranya terluka karena kau.” Kata Sek Kim. Oh Sol ingin tahu apakah CEO Cha baik-baik saja.
“Aku akan pergi menengoknya segera sesudah bekerja.” Kata Oh Sol
“Dia bilang tak perlu... Dia memberitahumu untuk tak mendekati CEO” ucap Sek Kim.
“Mendekatinya? Tapi, kenapa Ahjussi yang bicara bukannya dia? Dia dan aku hanya bertatap muka terus.” Keluh Oh Sol
“Itu karena dia ingin menunjukkan pada Agassi bahwa dia berada pada level yang sama sekali berbeda darimu dan membuatmu merasa tersinggung.” Kata Sek Kim. Nyonya Cha menatap sinis, Sek Kim meminta maaf karena terlalu jujur. 



Sun Kyeol baru saja kembali dari rumah sakit, Dokter pikir Mungkin tak nyaman, tapi Sunharus menjaga lengannya selama dua minggu. Ia lalu menelp Sek Kwon memberitahu kalau sedang ada di jalan menuju kantor dan baru saja mampir ke rumah sakit.
“Tidak, bukan apa-apa. Hanya saja lenganku sedikit sakit. Ya, sampai ketemu lagi.” Ucap Sun Kyeol
Saat itu Sek Kim keluar dari restoran terlihat panik mengelap keringetnya, saat itu Sun Kyeol melihat Sek Kim bertanya sedang apa disekitar kantornya. Sek Kim terlihat panik.
Bersambung ke part 2
Udah baca tulisan sinopsis aku 'kan.. hihihi... 
Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe akhir tahun ini 

Cek My Wattpad... Stalking 



Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar