PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Rabu, 05 Desember 2018

Sinopsis Clean With Passion For Now Episode 4 Part 1

PS : All images credit and content copyright : JBTC

Oh Sol mencium Sun Kyeol dengan sangat berani, Do Jin melihatnya akhirnya bisa percaya dengan wajah kesal memilih untuk pergi. Oh Sol masih mencium Sun Kyeol walaupun Do Jin sudah pergi. Setelah beberapa saat Oh Sol pun menjauh, Sun Kyeol terlihat sangat shock tiba-tiba dicium oleh wanita yang paling jorok dalam hidupnya. 

Sun Kyeol terbaring dengan banyak alat di ruangan VVIP, lalu membuka matanya. Sek Kwon melihat Sun Kyeol sudah duduk melihat Sun Kyeol sudah sadar lalu memanggil dokter agar segera datang
“Sek Kwon,  apa yang terjadi? Kenapa aku disini?” tanya Sun Kyeol binggung.
“Apa Kau tak ingat? Aku membawamu kesini karena tiba-tiba pingsan.” Kata Sek Kwon. Sun Kyeol tak percaya kalau pingsan.
Sun Kyeol mengingat saat Oh Sol menciumnya, lalu tiba-tiba langsung merasa mulai dan bergegas masuk toilet. Sek Kwon makin panik melihat Sun Kyeol saat itu dokter dan perawat datang.
“Berhenti! Jangan mendekat... Aku baik-baik saja.... Aku mohon Jangan mendekat.” Ucap Sun Kyeol tak ingin di dekati oleh orang lain. 


Oh Sol gelisah dalam ruangan tunggu, Jae Min dan Young Sik memikirkan yang terjadi dan berpikir kalau Sun Kyeol menderita penyakit serius. Oh Sol seperti merasa bersalah memilih untuk pergi. Young Sik bertanya mau kemana.  Sun Kyeol terlihat binggung, saat itu Dong Hyun menerima telp.
“Halo.. Kami masih di kantor... Kami akan beres-beres lalu pergi. Baiklah.” Ucap Dong Hyun.
“Siapa?Apa Sek Kwon ? Bisakah kita pulang sekarang?”tanya Jae Min melihat Do Hyun menutup telp
“Ayo pulang lebih awal.” Kata Dong Hyun., Oh Sol ingin tahu apa yang terjadi dengan Sun Kyeul sekarang.
“Dia sadar. Katanya baik-baik saja dan kita tak perlu khawatir.” Ucap Dong Hyun. Oh Sol bisa bernafas lega 

Sun Kyeol sudah menganti bajunya, Sek Kwon meminta Sun Kyeul untuk tetap dirumah sakit satu hari lagi sesuai permintaan dokter. Sun Kyeol menolak karena ia pingsan hanya karena Shock. Sek Kwon mengerti dan ingin tahu apa penyebab Sun Kyeol pingsan.
“Kotoran.” Ucap Sun Kyeol Sek Kwon binggung dan kaget. Sun Kyeol mengaku terkena kotoran.
“Kotoran burung raksasa mendarat di bibirku, Makanya itu, ayo pergi saja dan kau urus prosedur pulang sekarang... Sebenarnya, aku mungkin akan lebih sakit jika tinggal di sini lebih lama lagi.” Kata Sun Kyeol. Sek Kwon pun tak bisa mengatakan apapun lalu bergegas pergi. 

Sun Kyeol sedang memakai celananya mendengar suara ketukan pintu, lalu menyuruh masuk sambil bertanya apakah Sek Kwon Sudah menyelesaikan prosedur untuk pulang. Saat membalikan badan, Sun Kyeol terkejut melihat yang datang Oh Sol. Oh Sol pun juga terkejut.
“Kenapa kau... Apa yang kau lakukan di sini?” ucap Sun Kyeol panik memakain celanya.
“Yah, aku... Aku sangat khawatir. Apa kau Sudah selesai?” kata Oh Sol membalikan badan. Sun Kyeol kesal buru-buru memakain celana dan mengikat jubah mandinya.
“Aku sangat terkejut karena kau tiba-tiba pingsan. Mungkinkah... Kau menderita penyakit?” kata Oh Sol
“Penyakit? Apa Kau tak lihat kenapa aku pingsan?” ucap Sun Kyeol

“Apa Aku harus tahu? Mungkinkah... Karena ulahku?” kata Oh Sol binggung, Sun Kyeol tak ingin membahasnya.
“Apa yang membawamu kesini? Apa Kau punya sesuatu untuk dikatakan? Cepat katakan lalu pergi.” Tegas Sun Kyeol
“Nah, tentang apa yang terjadi hari ini... Terima kasih Dan maaf. Aku ingin segera meminta maaf, tapi kau tiba-tiba pingsan. Aku tahu itu pengalaman yang tak menyenangkan bagimu. Seharusnya aku tak melakukan hal seperti itu, terlepas dari situasinya. Aku melakukannya tanpa berpikir.” Kata Oh Sol menjelaskan
“Apa Menurutmu ini patut dimaafkan? Kenapa aku harus terikat dengan kehidupan cintamu yang rumit dan melalui semua ini? Kenapa?” ucap Sun Kyeol kesal
“Aku Mohon maaf dan Bingung aku harus ngomong apa lagi.” Kata Oh Sol
“Keluar. Aku tak tahan bernapas di ruang yang sama denganmu. Itu kotor dan menjijikkan. Mengerti?” ucap Sun Kyeol
“Apa Katamu "menjijikkan"? Aku datang jauh-jauh ke sini karena khawatir. Yang kau katakan ini agak kasar.” Komentar Oh Sol
“Apa Aku bersikap kasar? Aku tanya, Gara-gara siapa aku disini?” ucap Sun Kyeol marah
“Itu hanya ciuman... maksudku... Itu hanya kecupan di bibir.Kenapa mempermasalahkan itu?” keluh Oh Sol
“Kau bilang "Hanya"? "Hanya ciuman"? Kau harus Dengar,  Kau bahkan belum mandi sesudah bersih-bersih. Kau menciumku ketika penuh dengan keringat dan debu. Dengan kata lain, kuman pada kulitmu seperti staphylococcus aureus, E. Coli, salmonella, dan bakteri yang menyebabkan pneumonia dan influenza bisa datang kepadaku.” Ucap Sun Kyeol sangat anti dengan bakteri.


“Dan Juga bakteri pada pakaian penuh debumu ada Corynebacterium Dermabacter, dan Roseburia bisa menyerangku. Apa Sudah mengerti?” teriak Sun Kyeol
Oh Sol melonggo mencoba mengulang yang dikatakan Sun Kyeol adalah “Roseburia” . Sun Kyeol mengatakan kalau ada lagi yaitu mulut Oh Sol juga penuh dengan bakteri yang bisa menyebabkan gigi berlubang dan infeksi gusi!
“Syukurlah aku pingsan karena syok psikologis. Bagaimana jika aku mati? Apa yang akan kau lakukan?” kata Sun Kyeol
“Tapi, aku tidak seperti koloni bakteri.” Komentar Oh Sol binggung. Sun Kyeol setuju kalau Oh Sol adalah koloni bakteri.

“Ya, kau benar. Itulah dirimu... Kenapa kau tak mengganti namamu? Alih-alih Gil O Sol, Gil... "Si Kotor Gil" akan sempurna.” Kata Sun Kyeol
“Si Kotor Gil... Apa... Kau... Memanggilku "Kotor"?” kata Oh Sol menahan amarah. Sun Kyeol membenarkan kalau Oh Sol tak salah dengar.
Oh Sol tak habis pikir Sun Kyeol bisa mengatakan hal itu, saat itu Sek Kwon masuk ruangan memberitahu kalau sudah menyelesaikan prosedur, lalu melihat Oh Sol bertanya alasan datang karena tak tahu kalau pegawai barunya itu akan datang. Oh Sol dan Sun Kyeol saling membuang muka.
“Kenapa kalian terlihat kesal? Apa terjadi sesuatu?” tanya Sek Kwon, Keduanya hanya diam dan terlihat masih marah. 

Oh Sol duduk sambil makan cumi dan juga bir wajahnya terlihat masih sangat marah. Joo Yeon berbicara di telp seperti seorang pria mengajak pergi di akhir pekan tapi ia selalu menolak dengan alasan yang dibuat-buat mengakusedang mengerjakan disertasiku saat ini jadi Nanti akan menghubungi sesudah disertasinya diterbitkan dan menyudahi telpnya.
“Apa Pikirmu aku gila? Kenapa aku harus menghubungimu? Astaga, idiot ini tak bisa membaca yang ditulis.” Keluh Joo Yeon lalu melihat temanya. Sibuk mencari sesuatu di ponselnya
"Streptococcus mutans." Ini kontributor utama kerusakan gigi bersama dengan laktobasilus. Terutama saat ciuman, Pertukaran air liur tak bisa dihindari, Sehingga seseorang menjadi rentan terhadap infeksi bakteri dan virus Seperti tuberkulosis, sifilis, dan rubella." Kenapa membaca ini?” kata Joo Yeon binggung.

“Joo Yeon, apa aku itu tak menarik? Apa aku terlihat kotor? Apa aku terlihat seperti koloni bakteri berjalan?” ucap Oh Sol ingin tahu
“Kau bilang "Kotor"? Apa yang kau bicarakan? Sebenarnya, mungkin kadang-kadang.” Akui Joo Yeon, Oh Sol berteriak marah. Joo Yeon meminta maaf.
“Apa yang terjadi? Apa Kau sakit?” tanya Joo Yeon, Oh Sol mengaku sakit karena hal memalukan.
“Aku sangat terhina sampai kepalaku sakit. Dadaku sesak, Pleksus solarku tersumbat, Aku merasa seperti akan mati.” Ungkap Oh Sol. Joo Yeon binggung dan ingin tahu apa masalahnya dan meminta agar menjelaskan lebih detail
“Aku mencium CEO “akui Oh Sol. Joo Yeon kaget mendengarnya  dan ingin tahu bagaiam kejadian apakah mereka tidur bersama atau hanya ciuman saja.

“Siapa yang merayu duluan? Bagaimana kau merayunya? Katakan padaku!” ucap Joo Yeon dengan mengebu-gebu.
“Aku menciumnya tiba-tiba.” Akui Oh Sol. Joo Yeon tak percaya karena menurutnya pria itu memiliki standard lainya.
“Oh Sol, tak kusangka kau begitu., Ini Tak bisa dipercaya.” Ungkap Joo Yeon.
“Wah,...sepertinya aku kebanyakan menonton drama.” Keluh Oh Sol. Joo Yeon mengeluh kenapa berpikir seperti itu.
“Yah, aku bertemu Do Jin Sunbae tadi ketika aku sedang bekerja dan sejujurnya, aku sangat malu. Aku sudah bilang kepadanya untuk tak pernah menghubungiku lagi karena aku berkencan dengan seseorang dan sibuk dengan pekerjaan. Lalu dia melihatku seperti itu” cerita Oh Sol
“Dan Si Brengsek itu benar-benar meremehkanku. Pada saat yang sangat memalukan itu, aku melihat CEO berjalan menghampiriku.” Ungkap Oh Sol. Joo Yeon berpikir Oh Sol berlari lalu menciumnya Seakan pacarnya.
Oh Sol membenarkan, Joo Yeon langsung berkomentar Oh Sol itu gila tapi keren menurutnya Ketika bidikannya besar maka Oh Sol harus mendorong ke depan, mengaku sangat suka dengan strategi Oh Sol, lalu ingin tahu apa yang terjadi sesudah ciuman itu
“Aku yakin itu akan menyakiti harga diri Lee Do Jin. Tapi bagaimana dengan CEO? Apa yang terjadi? Beri tahu aku semuanya.” Tanya Joo  Yeon mengebu-gebu

“Dia pingsan.” Kata Oh Sol. Joo Yeon binggung Sun Kyeol itu pingsan sesudah ciuman
“Rupanya, dia mengalami syok karena aku terlalu kotor. Aku baru saja mengunjunginya dari rumah sakit dan mengusirku, karena aku terlalu kotor. Jadi Aku ke sini sesudah diusir.” Ucap Oh Sol marah lalu meminum bir sampai habis.
“Akan kumusnahkan.... Akan kumusnahkan semuanya!” kata Oh Sol meremas kaleng birnya.

Sun Kyeol mencuci tangan dan memegang bibirnya lalu teringat kembali saat Oh Sol menciumnya. Wajahnya langsung panik, sambil marah kaena Si Kotor Gil yang berani menciumnya. Akhirnya Ia mengosok gigi dengan cepat.
“Aku sudah menjaga kebersihan mulutku selama 29 tahun dan kau menghancurkan semuanya. Si Kotor Gil.. Akan kumusnahkan... Aku takkan pernah memaafkanmu... Si Kotor Gil.” Ucap Sun Kyeol terus mengosok giginya. 

Oh Sol pulang ke rumah dengan wajah lelah. Tuan Gil menyapa anaknya pulang. Oh Sol bertanya mau pergi kemana. Tuan Gil pikir anaknya sudah tahu kalau akan bekerja. Oh Sol hanya terdiam mengetahui kalau ayahnya itu berbohong.
“Kau jangan lupa kunci pintu sebelum tidur.” Ucap Tuan Gil akan pergi berkerja.
“Ayah... Hati-hati... Jangan memaksakan diri.” Kata Oh Sol. Tuan Gil pun menganguk hanya tersenyum lalu berjalan pergi. 

Tuan Gil kembali ke kantor dengan papan di dadanya   ["Sesudah menjanjikan kontrak permanen padaku, mereka memecatku secara tak adil."] melakukan demo sendirian. Oh Sol melihat dari kejauhan merasa kasihan.
“Selamat malam, Manager... Kenapa melakukan itu pada kami? Kau melanggar janjimu.” Ucap Tuan Gil menahan Manager baru keluar dari kantor.
“Aku tak punya pilihan... Tolong cobalah untuk mengerti.” Ucap Manager.
“Manager. Ini berbeda dari apa yang kau janjikan padaku.” Kata Tuan Gil memohon. Tapi Manager tak pedul malah mendorong Tuan Gil sampai terjatuh.
Oh Sol menahan tangis melihat ayahnya, Tuan Gil melihat ponselnya yang juga terjatuh dan rusak. Oh Sol akhirnya mendekati ayahnya mengajak untuk pulang. Tuan Gil kaget melihat anaknya datang. Sudah cukup, ayah. Oh Sol mengajak ayahnya berhenti dan pulang saja karena sudah larut.

Oh Sol dan Tuan Gil pun minum bersama,  Tuan Gil menceritakan kalau Beberapa orang mungkin berpikir Ia membuat keributan untuk hal tak berguna Tapi menurutnya Ia bisa membesarkan dan memberi makana anak –anaknya  berkat tempat kerja itu.
“Tapi Tak ada yang bisa kulakukan lagi. Bersih-bersih satu-satunya hal yang dapat kulakukan. Aku tak punya pilihan.” Ungkap Tuan Gil
“Ayah tampaknya lebih polos daripada aku. Jika kau bisa mendapatkan pekerjaan kembali seperti itu, maka aku akan mendapatkan pekerjaan lebih awal. Aku menghasilkan uang sekarang. “ ucap Oh Sol
“Jadi Ayah istirahat saja di rumah. Putrinya lulus kuliah, mendapat pekerjaan, dan O Dol memenangkan kompetisi. Kenapa harus khawatir?” kata Oh Sol menenangkan ayahnya.
“Ternyata Putriku sudah dewasa... Lalu... apa kau menyukai tempat kerjamu? Apa sebenarnya yang kau lakukan di sana?” tanya Tuan Gil
“Yah, ini pekerjaan kantor... Semua perusahaan kecil hampir sama.” Kata Oh Sol
“Baiklah... Kau harus berhenti menjadi atlet.. Ayah minta maaf.” Ungkap Tuan Gil menahan tangis. Oh Sol mengeluh ayahnya bersikap seperti itu lagi.

“Berapa kali harus kuberitahu, aku berhenti karena menginginkanya? Kait Punya Oh Dol sebagai atlet dalam keluarga sudah cukup.” Kata Oh Sol menyakinkan ayahnya.
“Hari Peringatan ibumu akan datang. Bagaimana bisa menghadapinya dengan keadaan seperti ini? Aku sangat malu.” Ungkap Tuan Gil
“Kenapa memalukan hal yang tidak perlu? Itu salahnya karena pergi begitu cepat.” Ucap Oh Sol. Tuan Gil pun sedi karena istrinya harus pergi secepat itu lalu meminta anaknya agar minum perlahan.
“Siapa yang mengajarimu banyak minum?” keluh Tuan Gil. Oh Sol pikir sudah tahu jawabanya yaitu ayah dan juga ibunya. 



 [Audisi Terbuka "Prince Maker"]
Jae Min duduk di depan kamera, tiga orang seperti juri sudah duduk didepanya. Ia mulai berakting dengan wajah penuh amarah dan terlihat sangat berlebihan. Salah satu juri seperti tak suka meminta Jae Min berhenti. 

Young Sik dkk kembali bersih-bersih,  lalu Young Sik bertanya pada Jae Min darimana dengan berpakaian seperti itu. Jae Min hanya diam dengan wajah cemburut. Young Sik mengeluh Jae Min seperti tak mendengarnya karena tak menjawabnya.
“Sudah kubilang, abaikan saja aku.” Ucap Jae Min turun dari tangga. Young Sik heran dengan sikap Jae Min yang terlihat sinis.

“Hei, jangan ganggu dia... Jae Min pasti sudah gagal audisi lain.jadi Beri dia waktu.” Jelas Dong Hyun. Young Sik bingung audisi apa itu.
“Dia ingin menjadi aktor. Apa Kau tak tahu?” kata Dong Hyun. Young Sik pun mulai mengejak.
“Apa dia Pikirnya, siapa saja bisa menjadi aktor?” ejek Young Sik. Jae Min mendenagrnya tak terima.
“Apa kau pikir aku hanya "siapa saja"? Apa aku terlihat mudah karena aku membersihkan dan bercanda denganmu di sini?” ucap Jae Min. Young Sik mengaku tak mengatakan itu.
“Aku pikir Hanya saja tak mudah menjadi aktor. Kenapa kau tak menjadi lebih realistis dengan tujuanmu?” ucap Young Sik
“Apanya yang realistis? Apa yang kau maksud dengan bilang "realistis"? Apa maksudmu, berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya sampai akhirnya kau bisa bekerja di kantor, memakai kemeja? Menikah dengan seseorang yang baik, punya anak, dan dikejar oleh waktu selama sisa hidupmu.. Apa itu realistis?” ucap Jae Min dengan nada tinggi.  Young Sik bingung melihat Jae Min yang marah,
“Jika itu yang kau maksud, Kau diKejar olehmu sendiri! Kejar gadis itu, Eun Hee atau apapun namanya, seumur hidupmu Dan berhenti ikut campur dalam hidupku.” Kata Jae Min marah. 

Sun Kyeol sedang merapihkan pakaian di cermian, tiba-tiba wajah Oh Sol muncul di cermin dengan gaya imut. Sun Kyeol menjerit kaget dan berpikir kalau dirinya pasti sudah gila lalu bergegas keluar dari dress room.

Oh Sol datang dengan makan roti dan minum susu, lalu berpapasan dengan Sun Kyeol yang baru datang. Oh Sol menyapa Sun Kyeol lebih dulu karena bosnya. Sun Kyeol melihat mulut Oh Sol yang berantakan karena da remah roti di sekitar mulut. Oh Sol membersihkan dengan lidahnya.
“Wahh.... Apa yang anak ini lakukan? Dasar aneh” keluh Sun Kyeol saat menatap bibir Oh Sol lalu bergegas pergi.
“Pagi-pagi begini kenapa dia ngajak berkelahi?” ucap Oh Sol dan terus makan sarapanya. 


Young Sik memanggil Jae Min meminta maaf atas kejadian kemarin. Ojae Min tak peduli berjalan pergi. Young Sik meminta Jae Min Jangan marah, karena seperti pengecut. Jae Min meminta agar Young Sik  jangan mengganggunya.
“Ini pertama kalinya aku melihat seseorang yang ingin menjadi aktor. Ketika kau bilang kepadaku itulah impianmu, aku sangat terkesan. Kupikir kau hanya suka bermalas-malasan sepanjang waktu.” Ungkap Young Sik
“Sesudah aku berhenti menjadi atlet, aku tak pernah memikirkan masa depanku... Jangan menyimpan dendam. Kau membuatku malu.” Akui Young Sik
“Kulihat resumemu di perusahaan kemarin. Kau Lahir pada tahun 1998, Apa itu Tahun Macan?” ucap Jae Min. Young Sik terlihat panik
“Yah... Ada yang salah dengan pendaftaran keluargaku.” Akui Young Sik. Jae Min tak percaya
“Jangan bertingkah lagi didepanku... Oke?” tegas Jae Min. Young Sik pikir Jae Min tak marah karena itu lalu dengan sopan memanggilnya Hyung.


Sun Kyeol duduk di ruanganya tiba-tiba melihat Oh Sol yang ada diruangan, seperti banyak “Si Kotor Gil “ dalam ruangan duduk dan berdiri dimanapun. Sun Kyeol menjerit ketakutan menyemprotkan spranya karena tak ingin terkena bakteri.
“Kau bahkan tak menyikat gigi!.. Enyah!.. Jangan mendekat... Jangan lakukan ini padaku!” jerit Sun Kyeol panik.
“CEO... Ada apa pagi-pagi begini? Apa Kau baik baik saja?” tanya Sek Kwon binggung. Sun Kyeol pun tersadar dan seperti kelelahan dengan halusinasi ketakutannya. 

Jae Min mengoda Young Sik berpikir ada Hujan. Young Sik sadar kalau Jae Min sedang menjahilinya, Keduanya pun akhirnya bermain air. Oh Sol tak mau kalah bersama Dong Hyun juga saling menyemprotkan air. Sun Kyeol melewati jendela melihat pegawainya main air dan senyumannya terlihat.
“Aku iri pada masa muda mereka.. Cuacanya cukup dingin. Tapi mereka kelihatannya sangat bahagia, benarkan?” komentar Sek Kwon.
“Apa Kau tahu berapa banyak orang sekarat karena kekurangan air di dunia ini? Ya ampun... Kau harus melatih karyawan agar lebih baik... Bagaimana mereka bisa bermain air selama jam kerja?” keluh Sun Kyeol
“Jika CEO menyimpan air yang di gunakan untuk mandi selama 4 jam, itu akan sangat membantu masalah kelangkaan air di dunia.” Sindir Sek Kwon
“Maaf, tapi apa yang baru saja kau katakan?” kata Sun Kyeol. Sek Kwon berpura-pura tak mengatakan sesuatu?


Jae Min berlari kabur tak sengaja bertemu dengan Sun Kyeol, Oh Sol memegang selang menyemprotkan air tanpa sadar kalau mengenai Sun Kyeol. Sek Kwon panik meminta berhenti tapi Oh Sol terus menyemprotkan air sampai akhirnya  Oh Sol membuka mata tersadar kalau Sun Kyeol sudah ada di depanya.
“CEo... Kau baik-baik saja?” ucap Oh Sol panik akan mendekati Sun Kyeol
“Jangan sentuh aku! Kau membuatku merasa kotor.” Kata Sun Kyeol marah dan bergegas pergi. Sek Kwon dan Jae Min tak bisa berkata-kata.
“Kotor? Kenapa dia selalu berkata begitu ketika melihatku? Apa dia Pikir, dia itu yang paling bersih?” keluh Oh Sol lalu kebingungan dengan nasibnya sekarang. 

Sun Kyeol sudah berganti pakaian, Sek Kwon pikir walaupun Sun Kyeol itu marah menurutnya sedikit kasar mengatakan kotor pada Oh Sol. Sun Kyeol pikir tak masalah karena  melihat sesuatu yang kotor dan menyatakan fakta.
“Sek Kwon, apa kau tak pulang?” ucap Sun Kyeol lalu berjalan pergi.
“Apa ada insiden antara dia dan O Sol? Dia tampaknya sangat sensitif.” Kata Sek Kwon penasaran. 

Sun Kyeol mulai berpikir kalau terlalu kasar pada Oh Sol lalu mendengar Oh Sol sedang berbicara di ruang pegawai. Oh Sol Pikir kalau Sun Kyeol membenci dirinya sekarang, menurutnya kalau tahu ini akan terjadi maa tak akan pernah melakukan itu.
“Aku juga menyesalinya.” Ucap Oh Sol, Sun Kyeol melihat Oh Sol menepuk-nepuk wajahnya berpikir sedang menangis?.
“Bagaimana aku tak menyesalinya?” kata Oh Sol saat itu Oh Sol dipanggil lalu pergi menemui managernya.

Sun Kyeol mendekati meja Oh Sol melihat alat make up berantakan dan bertanya-tanya apa itu kertas biru-biru diatas meja. Oh Sol datang melihat Sun Kyeol bertanya sedang apa. Sun Kyeol kaget, Oh Sol meminta maaf dan langsung membereskan alat makeup-nya.
“Gil O Sol... Serbet biru apa itu?” ucap Sun Kyeol bingung. Oh Sol mengeluarkan kertas minyak dari tempatnya.
“Ini disebut...kertas minyak.. “ kata Oh Sol. Sun Kyeol seperti tak mengetahuinya.
“Coba Lihat? Ini sangat berguna untuk menyingkirkan minyak di wajah. Kau tahu, kan? Apa CEO mau mengunakanya?” ucap Oh Sol memberikan selembar kertas minyak. Sun Kyeol binggung
“Kau bisa menggunakannya di pipimu. Ini menghilangkan minyak... Dan kertas yang ini masih bersih.” Ucap Oh Sol. Sun Kyeol menjauh.

Saat itu air bertiup dan membuat kertas minyak yang ada diatas meja langsung berterbangan. Oh Sol panik begitu juga Sun Kyeol karena semua mengandung bakteri. Tiba-tiba kertas minyak bekas Oh Sol menempel didahu Sun Kyeol
“Cepat Singkirkan ini. Singkirkan ini dariku!” teriak Sun Kyeol menjerit panik. 
Di dalam kamar mandi, Sun Kyeol mencuci dahinya berkali-kali sambil mengumpat agar enyah dari kertas minyak yang kotor.  Ia mengeluh dengan yang dilakukan Oh Sol pada dahinya.
“Gil O Sol! Dahiku sudah terkontaminasi oleh kertas minyak yang kotor” jerit Sun Kyeol kesal. 

Sun Kyeol akan membaca buku berjudul [Penerangan untuk Pemuda] lalu melihat tulis "Biru Transparan". Ia teringat kembali saat Oh Sol menawarkan kertas minyak dan itu sangat berguna untuk menyingkirkan minyak wajah.
“Aku pasti sudah gila... Sepertinya aku akan gila.”jerit Sun Kyeol membuang bukunya karena ketakutan.
Ia teringat saat Oh Sol yang makan dengan terburu-buru memasukan semua makanan ke dalam mulutnya, lalu mereka sempat berciuman. Sun Kyeol terlihat sangat jijik dengan mulutnya yang terkena bakteri.
Bersambung ke part 2
Udah baca tulisan sinopsis aku 'kan.. hihihi... 
Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe akhir tahun ini 

Cek My Wattpad... Stalking 



Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar