PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Jumat, 01 Maret 2019

Sinopsis Touch Your Heart Episode 8 Part 2

PS : All images credit and content copyright : TVN

Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 
Moon Hee kembali ke cafe, menegaskan kalau pria itu tak bisa bermain-main dengan hati orang seperti itu dan mengeluh dengan pria itu bisa bersikap seperti itu. Si pria tak bisa lagi menahan amarahnya.
“Apa Aku pernah mengajakmu kencan? Aku Tak pernah bilang hal itu. Apa kau benar-benar berpikir aku menyukaimu?” ucap Si pria. Saat itu Yoon Hyuk datang terlihat marah.
 “Aku ingin tahu pria seperti apa yang membuatku ditolak. Sampah ini, benarkah alasanmu menolakku?” ucap Yoon Hyuk. Si Pria tak terima dianggap sampah.
“Aku tak akan membiarkanmu mengambil wanita seperti dia dariku. Karena orang seperti dia terlalu hebat untukmu.” Kata Yoon Hyuk lalu menarik Moon Hee keluar cafe. 


Moon Hee melonggo melihat tanganya ditarik Yoon Hyuk sampai keluar cafe. Yoon Hyuk tersadar melihat tanganya menyentuh Moon Hee lalu melepaskanya.
“Pengacara Dan, aku tahu ini bukan waktu terbaik untuk memberikan saran ini, kedepannya pertimbangkan kepribadian ketika jatuh cinta pada pria dan bukan hanya pada wajah.” Saran Yoon Hyuk. Moon Hee melonggo.
“Ada banyak orang baik di dunia ini, apa alasanmu mengejar sampah seperti dia? Jadi Pulanglah dengan selamat.” Pesan Yoon Hyuk lalu melangkah pergi.
“Terima kasih...” teriak Moon Hee. Yoon Hyuk melambaikan tangan seperti tanda kalau tak masalah untuknya. 

Manager Gong melonggo karen Yoon Seo yang harus ikut workshop dan heran kenapa harus menghadirinya padahal bukan karyawan sungguhan. Yoon Seo mengaku tak tahu alasanya menurutnya bisa saja workshop muncul dalam drama.
“Aku perlu mengalami hal yang nyata untuk dapat membuat adegan lebih nyata.” Kata Yoon Seo senang
“Kau terlalu banyak berkemas agar lebih nyata. Apa kau akan jalan-jalan ke Eropa? Bukankah ini terlalu banyak untuk perjalanan semalam? Kenapa kau bawa bath bomb?” keluh Manager Gong melihat isi koper Yoon Seo
“Ini Bagus untuk insomnia... Aku akan mandi busa sebelum tidur.” Ucap Yoon Seo
“Jika kau membawanya ke workshop, orang akan berpikir kau kemewahan. Kau akan berbagi kamar mandi  bahkan Mandi dibatasi sekitar tiga menit.” Jelas Manager Gong. Yoon Seo panik karena hanya bisa mandi tiga menit.
“Bagaimana bisa kubiarkan orang yang tak mengerti ikut ke sana? Aku sangat gelisah.. Jadi Oppa akan bantu membungkus satu koper saja. Aigoo, ini kebanyakan.” Ucap Manager Gong memisahkan beberapa barang. Yoon Seo panik karena banyak barang yang dibutuhkan.
“Oh ya, ada hal penting yang tak boleh kau lupakan... Martabatmu sebagai aktris. Jangan membuat masalah saat mabuk dan tetap berkelas.” Tegas Manager Gong. Yoon Seo menganguk mengerti. 


Tuan Yeon berbicara dengan semua pegawai kalau Workshop itu penting tapi begitu juga kesehatan mereka. Jung Rok tersenyum membaca pesan Yoon Seo kalau hampir sampai. Tuan Yeon memberikan ginseng merah pada Jung Rok bertanya tentang pakaianya.
“Pengacara Kwon , bagaimana workshop fashionku? Bukankah terlihat berkelas dan trendi?” kata Tuan Yeon bangag.
“Tidak, sepertinya tak ada keduanya.”kata Jung Rok. Tuan Yeon mengejek Jung Rok tak tahu apa-apa soal fashion
“Ada fashionista sungguhan.”teriak Hae Young. Tuan Yeon pikiryang lebih muda tahu yang dibicarakan.
“Bukan kepada CEO Yeon, Aku bicarakan Yoon Seo” kata Hae Young menunjuk ke arah pintu. 

Jung Rok menatap Yoon Seo berjalan layaknya artis dengan kacamata hitam dan juga koper seperti fashion airport, semua melonggo melihat kecantikan Yoon Seo. Tuan Yeon berkomentar Yoon Seo bersinar terang di luar kantor.
“Melihatnya setiap hari membuatku lupa, dia benar-benar seorang dewi.” Kata Yoon Hyuk 
“Itu maksudku... Aku ingin memukul diriku sendiri karena lupa.”ucap Tuan Yeon. Jung Rok menahan rasa cemburu melihatnya.
“Maafkan aku. Aku orang yang paling lambat.” Kata Yoon Seo menyapa semua pegawainya.
“Yang penting kau ada di sini sekarang.” Kata Tuan Yeon memberikan extra gingseng untuk Yoon Seo dan mengucpakan Terima kasih sudah datang.
“Aku yang harusnya berterima kasih. Kali pertama bagiku mengikuti perjalanan group.” Ucap Yoon Seo penuh semangat.
“Apa Sungguh? Waktu sekolah pun tak pergi?” tanya Eun Ji tak percaya.
“Di SMP, aku harus istirahat karena usus buntuku. Waktu SMA, aku tak bisa pergi karena debutku sebagai aktor.Aku belum pernah bepergian ke mana pun dalam grup sebelumnya. Itu sebabnya aku sangat senang dengan workshop ini.” Ungkap Yoon Seo
“Jika sudah bersiap, ayo berangkat! Biar kubantu membawanya.” Kata Tuan Yeon. Yoon Seo saling menatap dengan Jung Rok terlihat bahagia. 

Mereka semua turun di rest area. Jung Rok heran melihat Yoon Seo yang tak ikut turun. Yoon Seo merasa area istirahatnya terlalu ramai. Tuan Yeon tahu kalau Orang-orang sedikit merepotkan
“Meskipun aku putus asa karena ingiin kencing, akan kutahan dan menemanimu.”  Kata Yoon Hyuk
“Aku juga. Aku akan menemanimu juga.” Ucap Dua pegawai. Yoon Seo meminta semua makan sesuatu saja. dan hiruplah udara segar.
“Aku akan kencing dan segera kembali.” kata Tuan Yeon begitu juga yang lain. Jung Rok akhirnya menutup pintu dan mendengar Yoon Seo kalau merasa Kue ikan pasti lezat.

Jung Rok pergi ke toko kue ikan lalu membelinya, senyuman sumringah akan membawakan makanan untuk pacaranya. Tapi saat itu dua anak magang berjalan cepat melewatinya, lalu Yoon Hyuk dan tiba-tiba dibelakangnya Tuan Yeon yang membawa banyak kue ikan ditanganya.
“Kelihatannya kau suka kue ikan.. Oh Yoon Seo, silakan terima ini.” Ucap Tuan Yeon memberikan pada Yoon Seo.
“Ini bukan apa-apa, terima buket ini...” kata Tuan Yeon bangga. Yoon Hyuk melihat Tuan Yeon yang tak memberikan saus.
“Namun aku tak lupa sausnya. Agar kau bisa memilihnya, kusiapkan dengan botolnya.” Ucap Tuan Yeon tak mau kalah.
“Punyaku ada mustard di atasnya.” Kata Yoon Hyuk bangga, Jung Rok hanya bisa berdiri dibelakang melihatnya.
“Aku tak membawa mustard karena kau alergi terhadapnya.” Kata Tua Yeon. Yoon Hyuk pun makan membuangnya.
“Dia tak suka sesuatu yang menjijikkan.” Kata Tuan Yeon. Yoon Seo hanya binggung memilih siapa yang akan memakanya. 


Jaksa Im masuk kantin melihat Yeo Reum duduk sendirian lalu sengaja mendekatinya. Ia yakin Yeo Reum  sudah dengar kalau ia sedang mengurus Kasus Im Yun Hee,  menurutnya Akan lebih bersih jika ia yang mengurusnya dari awal.
“Gara-gara seorang kolega yang ambisius, akan sangat melelahkan.”komentar Jaksa Im lalu melihat Se Won datang dengan Jaksa Lee dan memanggilnya. 

Se Won dan Jaksa Lee akhirnya duduk bersama,  Jaksa Lee mmemberikan banayak daging untuk Se Won seperti memberikan perhatian. Se Won mengeluh Jaksa Lee yang tak memakannya Jaksa Im berkomentar keduanya sepertinya cukup dekat.
“Orang mungkin berpikir kalian berdua berkencan.” Ucap Jaksa Im
“Kami berdua masih muda, Apa tidak boleh?” kata Jaksa Lee bahagia. Jaksa Im setuju melihat keduanya terlihat serasi jadi menyuruhnya berkencanl,
“Aku akan mencoba yang terbaik... Tapi begitu bolehkah Sunbae-nim?”tanya Jaksa Lee pada Yeo Reum. Se Won terlihat marah.
“Apa Kau perlu izinku?” tanya Yeo Reum dingin.  Jaksa Lee pikir tak perlu.
“Tetap saja, kupikir aku harus bertanya apa aku diizinkan mendekatinya.” Ucap Jaksa Lee.
“Maka jangan mendekatinya.” Ucap Yeo Reum. Jaksa Lee kaget ingin tahu alasanya. Se Won terlihat senang mendengarnya.
“Tidak peduli seberapa keras kau mencoba, maka kau tak akan mendapatkan apa yang kau inginkan. Kau akan sangat kecewa.” Ucap Yeo Reum karena tahu Se Won masih menyukai lalu beranjak pergi. Se Won terus tersenyum. 

Akhirnya Yoon Seo dkk sampai di Gunung Seoun, Yoon Seo terpana melihat pemandangan yang sangat bagus karean Saat syuting, biasanya tinggal sendirian di kamar hotel jadi melihat mereka bisa berkumpul  rasanya seperti sedang berkemah, jadi merasa sangat senang.
“Ini Menarik, kan? Tempat ini bagus, tapi ada tempat lain yang menakjubkan di belakang sana.” Ucap Eun Ji
“Benar, ada jalan setapak yang sangat bagus di sana. Bagaimana jika kita jalan-jalan?” ucapTuan Lee. Semua pun setuju.
“Baiklah. Mari membongkar barang dahulu, lalu jalan-jalan.”kata Tuan Yeon.
Tuan Lee menatap Eun Ji dari belakang. Hee Young langsung bertanya apakah Tuan Lee sangat menyukainya. Tuan Lee terlihat binggung. Hee Young  tahu kalau suka Eun Ji. Tuan Lee menyangkal. 
Akhirnya mereka berjalan menaiki gunung, Hae Young merasa sudah lelah. Eun Ji menyuruh juniornya harus berolahraga secara teratur. Tuan Yeon menanyakan Yoon Seo apakah merasa lelah.  Yoon Seo dengan nafas terengah-enga mengaku tidak lelah dan Ini sangat menyenangkan.
“Ini pertama kalinya aku jalan-jalan dengan banyak orang. Aku senang.”ungkap Yoon Seo
“Oh Yoon Seo-ssi, kau seperti Putri Ann dalam "Roman Holiday". Kau muak dengan keluarga kerajaan dan melarikan diri. Maka kau merasakan kebahagiaan dari kehidupan yang sederhana ini.” Kata Tuan Yeon
“Aku merasa terhormat.. Aku sangat suka Audrey Hepburn...”kata Yoon Seo lalu tiba-tiba terbatuk.
“Sepertinya kau flu.” Kata Jung Rok panik. Yoon Seo pikir seperti itu karena ternyata udaranya sangat dingin.
Jung Rok ingin memberikan penghangat tangan tapi Pil Gil lebih dulu memberikan penghangat elektrik dan lebih bagus dari bungkusan panas yang terbuat dari kain murah. Yoon Seo senang karena terasa hangat.  Pil Gil pun memberikan Yoon Seo. Jung Rok pun kembali menaruh penghangat di saku jaketnya.
Yoon Seo terlihat masih kedinginanya, Jung Rok ingin memberikan jaketnya tapi Tuan Yeon sudah memberikanya melihat Yoon Seo tampak kedinginan dan meminta agar tak mengkhawatirkan dengan yang dipakainya. Yoon Hyuk tiba-tiba menarik Jung Rok untuk menjauh.
“Sepertinya tenggorokannya Sekertaris Oh kering.." kata Jong Wan. 
"Minumlah vin chaud... Sangat cocok untuk cuaca dingin... Pagi ini, aku ingat ketika minum vin chaud di Sungai Seine Paris dan menyiapkan minuman khusus ini...Aku sangat senang melakukannya.”ucap Yoon Hyuk.
“Ini Enak sekali... Sepertinya tubuhku terasa hangat.” Kata Yoon Seo meminumnya.
“Semua orang khawatir dia kedinginan. Bagaimana bisa kau diam seperti itu dengan tangan di saku? Kau hanya menatap dengan tatapan kosong, kan? Apa Kau tak kasihan sama Oh Yoon Seo ?” sindir Tuan Yeon pada Jung Rok.
“Benar.... Kita semua pergi untuk beli kue ikan untuknya, tapi hanya dia yang kembali dengan tangan kosong. Jika aku, maka aku akan perhatian pada sekretaris pribadiku.” Ucap Yoon Hyuk mengejek. Jung Rok hanya diam saja.

“Pengacara Kwon , hatimu sangat dingin! Oh Yoon Seo  sepertinya sangat kedinginan, jalan-jalannya sudahi, mari kembali. Mari bersiap untuk pesta barbekyu.” Kata Tuan Yeon lalu memanggil Tuan Lee dkk yang sudah berjalan jauh agar kembali turun untuk BBQ



Semua mengelurkan makanan yang dibawa, Jung Rok melihat mereka  membawa begitu banyak minuman. Tuan Yeon mersa tak lihat Oh Yoon Seo dan ingin tahu keberadaanya. Hae Young mengatakan Yoon Seo pergi ke kamarnya karean akan bersiap untuk pesta barbekyu. Yoo Hyuk melonggo melihat Yoon Seo datang dengan gaun dan tas kecil.
“Kenapa memakai gaun?”tanya Tuan Yeon. Yoon Seo pikir  akan ada pesta barbekyu di malam hari.
“Apa Bukan sekarang? Kenapa kalian tak berganti pakaian? ApaTak mengganti gaun dan tuksedo?” kata Yoon Seo. Jung Rok menahan senyumanya.
“Pesta barbekyu di workshop, bukan pesta beneran. Kita hanya memanggang daging leher babi dan minum soju dan bir. Jadi Kau Bisa mengenakan pakaian senyamannya saja.” Ucap Tuan Yeon
“Jadi Pesta itu seperti itu... Aku tak tahu... Jadi Aku akan berganti segera.” Kata Yoon Seo malu bergegas kembali ke kamar.
“Bukankah Oh Yoon Seo kadang sangat polos?” komentar Tuan Yeon. Eun Ji juga merasa Yoon Seo tampak seperti orang yang sangat polos.
“Benar. Pada awalnya, kupikir dia akan sangat dingin dan bergaya, tapi sebenarnya dia imut.” Kata Hae Young. Yoon Hyuk tak menyangka Yoon Seo yang datang dengan mengenakan gaun.
“Kenapa kau tersenyum? Itu Menakutkan.” Komentar Tuan Yeon. Jung Rok langsung memperlihatkan wajah dingin lalu mengeluh Tuan Yeon yang membeli banyak keripik untuk mengalihkan pembicaraan. 


Jung Rok akan menyalakan api dan Yoon Seo mendengar dengan senyuman, seperti bahagia dekat dengan pacaranya. Yoon Hyuk datang dengan bangga kalau menyalakan api   mungkin bukan apa-apa, tapi membutuhkan pengetahuan.
“Pertama, aku harus melihat ke arah mana angin bertiup.. Aku harus membalikkan punggungku ke arah sini... Dan kemudian... Kulihat kau memilih kayu bakar yang bagus... Aku akan memanaskan ini selama tiga detik.”kata Yoon Hyuk yakin dan mulai menghitung, tapi api tak berhasil menyala.
“Ada apa ini? Kucoba sekali lagi.” Kata Yoon Hyuk menahan malu. Yoon Seo meminta agar bisa mencobanya karena terlihat sangat menyenangkan.
“Apa Kau ingin mencoba? Kau bisa mencobanya untuk bersenang-senang. Aku yakin itu akan sangat sulit.” Kata Yoon Hyuk memberikan gasnya.
Yoon Seo berjongkok menyalakan api, menghitung selama 3 tiga detik dan api langsung menyapa. Jung Rok menahan tawa. Yoon Hyuk pikir Yoon Seo orang pramuka. Yoon Seo melihat  seperti api unggun dan tak pernah barbekyu di luar ruangan seperti ini wajahnya terlihat sangat bahagia. 

Akhirnya mereka berkumpul di meja, Tuan Yeon mengajak mereka  bersulang menyuruh mereka makan karena sudah menyiapkan babi korea khusus untuk pegawainya. Ia merasa mereka  sudah membawa perubahan besar dalam industri firma huku dan raksasa baru dari industri firma hukum.
“Untuk Firma Hukum Always! Bersulang!” teriak Tuan Yeon dan semua pun mengangkat gelas sambil minum. Jung Rok dan Yoon Seo saling melirik.
“Karena suasana sudah diatur, Akan kumulai penghargaan upacara "Always Awards".” Ucap Tuan Yeon penuh semangat
“Always Awards? Apa itu?” tanya Yoon Seo binggung. Tuan Lee menjelaskan mereka  selalu mengadakan upacara penghargaan selama workshop. Yoon Seo terlihat senang mendengarnya.
“Ini bukan apa-apa. Karena kalian sudah bekerja sangat keras untuk Always, dan jika kalian menerima penghargaan di workshop, itu akan membuat suasana hati jauh lebih baik. Ini semua dari hatiku yang tulus sebagai CEO.”Ucap Tuan Yeon
“Kalau begitu mari kita mulai upacara penghargaannya. Pemenang pertama.. Kwon Jung Rok! Ayo Tepuk tangan! Nama penghargaan ini.. "Penghargaan Penjualan Nomor Satu"!”kata Tuan Yeon menyerahkan penghargaan.
“Apa aku semacam orang asuransi? Nomor satu dalam penjualan?”keluh Jung Rok menerima penghargaan. Tapi Tuan Yeon pikir nama yang lumayan kece. 

“Sebagai hadiah, sudah disiapkan dua buku.. Salah satunya "Panduan Humor bagi Orang bodoh". “kata Tuan Yeon. Jung Rok hanya bisa menghela nafas. Semua pun memberikan semangat.
“Pemenang berikutnya, Pengacara Choi Yun Hyuk... Bernama, "Besok aku akan mendapatkan penghargaan nomor satu". Kuharap tahun ini kau bekerja keras dan mengikuti Pengacara Kwon  dan menjadi pengacara nomor satu.” Kata Tuan Yeon, Semua pun tepuk tangan.
“Baiklah. Walau sulit, tapi mulai saat ini aku akan mengabaikan keadilan atau kewajibanku dan menjadi pengacara yang bisa meningkatkan laba kita.” Ucap Yoon Hyuk memberikan sambutna.
“Berikutnya, Pengacara Dan Moon Hee.. Bernama, "Penghargaan berhenti menjadi pemalu". Kata Tuan Yeon. Moon Hee kaget menerimanyatapi Yoon Hyuk malah tertawa mengejek.
“Pengacara Yang Eun Ji, "Penghargaan kau selalu konsisten". Nama penghargaan ini, "Penghargaan wajahmu saja yang menakutkan". Meski wajahmu menakutkan, kau mengurus pekerjaanmu dengan sangat lancar. Aku bangga.” Kata Tuan Yeon memberikan pada Eun Ji dan Tuan Lee 

“Penghargaan terakhir adalah "Penghargaan idola meja informasi". Ayoo Tepuk tangan... Kami sudah menyiapkan dua tiket untuk konser.” Kata Tuan Yeon memberikan pada Hae Young. Hae Young pun terlihat senang.
“Ini akan menjadi akhir dari Always Awards, tapi aku berubah pikiran. Aku sudah menyiapkan penghargaan khusus untuk kesempatan ini. Penghargaan khusus! Penghargaan khusus hari ini jatuh pada... Oh Yoon Seo!” kata Tuan Yeon
“Sungguh? Apa Kau memberiku penghargaan juga?”kata Yoon Seo kaget. Tuan Yeon pun meminta Yoon Seo untuk maju.
“Sebagai hadiah, kami sudah menyiapkan sepasang sandal yang nyaman untuk kau kenakan di kantor. "Penghargaan Vitamin Always". Tepuk tangan!” kata Tuan Yeon bahagia
“Karena menerima reaksi yang antusias, aku akan membaca apa yang tertulis di penghargaan ini. "Pemenang Penghargaan Vitamin Always, Oh Yun Seo. Sebagai manyan dewi alam semesta, dia mengatasi kesulitan Dan mengabdikan yang terbaik dengan senyum cerah dan ceria. Dia menjadi seseorang yang dibutuhkan di Always, dia vitamin yang kita butuhkan di firma ini, dan kami mempersembahkan penghargaan ini padanya." Ucap Tuan Yeon menyerahkan pada Yoon Seo
“Terima kasih... Aku tak yakin apa aku memenuhi syarat untuk menerima penghargaan ini. Akan tetapi... Kedepannya, aku akan menganggapnya sebagai motivator untuk bekerja lebih keras, dan menerimanya dengan senang hati.” Kata Yoon Seo terlihat bahagia.
“Mendengarkan pidato Oh Yoon Seo seperti ini, bukankah seperti upacara penghargaan akhir tahun di TV? Dia seharusnya terus memakai gaun itu.” Komentar Yoon Hyuk. Yoon Seo terlihat malu, Jung Rok tersenyum melihat Yoon Seo yang bahagia menerima penghargaan juga. 

Jung Rok berbicara di telp kalau akan menyesuaikan jadwal dengan jaksa dan menghubunginya, lalu melihat Yoon Seo membawa banyak minuma. Yoon Seo memberitahu kehabisan bir, jadi membawa lebih banyak. Jung Rok pikir Yoon Seo terlihat sangat bahagia hari ini.
“Ya, sangat... Semuanya adalah pertama kalinya bagiku, sangat menarik. Dan semua orang tampak sangat baik. Mereka semua baik padaku.” Kata Yoon Seo
“Aku ingin menjadi baik juga...” kata Jung Rok dan saat itu Tuan Yeon dkk datang bertanya apa yang sedang mereka lakukan. 

“Kenapa kalian semua kembali?” tanya Yoon Seo heran. Tuan Yeon pikir semakin dingin dan  semua orang tampak lelah dan  Sudah larut malam jadi mengajak masuk rumah saja.
“Sepertinya ada sesuatu di mataku.. Adakah yang punya cermin?” tanya Tuan Yeon pada semuanya.
Yoon Seo mengaku mengaku punya lalu memberikan cerminnya,  Tuan Yeon melihat Cerminnya indah mirip pemiliknya dan berjanji akan mengunakan dengan baik dan mengembalikannya kepada Yoon Seo. Jung Rok melihat Yoon Seo yang memberikan cermin kesayanganya pada orang lain. 

Eun Ji sudah mengeluarkan alas tidur dari lemari, Yoon Seo bertanya apakah mereka akan tidur karena ia belum mau tidur. Hae Young mengajak mereka untuk mengobrol sedikit sebelum tidur.
“Omong-omong, Apa kalian tidak ngidam sesuatu yang pedas? Kita terus makan daging, jadi perutku terasa agak berminyak.”ucap Yoon Seo
“Lalu bagaimana kalau kita makan mie pedas? Aku membeli bahan tadi karena kupikir kita mungkin memakannya untuk camilan malam”kata Eun Ji
“Kau memang sesuatu Pengacara Yang... Kau sangat siap seperti halnya kau di tempat kerja.” Puji Hae Young. Akhirnya Eun Ji pun pergi keluar dari kamar.

Mereka pun makan ramyun bersama, Yoon Seo melihat Moon Hee  makan sambil melamun berpikir kalau Kelihatannya suasana hatinya tak baik juga dan ingin tahu masalahnya.  Hae Young pikir Sepertinya Moon Hee. putus dengan pacarnya.
“Bagaimana kau tahu?” kata Moon Hee kaget. Hae Young pikir sudah tahu dengan sikap Moon Hee.
“Kau selalu melihat ponsel untuk menunggu pacarmu mengirim SMS. Tapi sekarang, kau hanya menatap kosong dan terus menghela nafas Dan itu berarti kau punya pacar lagi.” Ucap Hae Young
“Apa yang terjadi? Sebelumnya Kau tampak sangat bahagia.” Ucap Yoon Seo sedih
“Itu... Ternyata dia tak pernah benar-benar menyukaiku. Dia hanya memanfaatkanku karena menghadapi tuntutan hukum dengan pemilik gedung.” Cerita Moon Hee. Yoon Seo langsung mengumpat marah.
“Aku terkejut mendengar seorang aktris mengatakan sesuatu seperti itu. “ ucap Moon Hee melonggo.
“Itu... Itu membuatku sangat marah. Pengacara Dan sangat menyukainya. Benar, kan? Bagaimana bisa orang memanfaatkan perasaan yang tulus?” ucap Yoon Seo sedih.
“Aku tak akan pernah jatuh cinta lagi. Mulai sekarang, hatiku akan istirahat sementara.” Ucap Moon Hee seperti lebih tenang ada yang membelanya. 


Di Rumah Pria.
Jong Hwa keluar dari kamar mandi memberitahu Tidak ada lagi handuk yang tersisa di kamar mandi dan hanya ada satu yang terakhir ditanganya.  Pil Gil langsung mengomel kalau Jong Hwa  harus mengeringkan diri dengan pakaiannya sendiri atau semacamnya.
“Apa yang akan seniormu gunakan?” kata Pil Gil. Tuan Yeon mengeluh meminta agar Pil Gil berhenti bereaksi berlebihan.
“Tadi kudengar ada banyak handuk di akomodasi wanita Kau minta sama mereka.”ucap Tuan Yeon. Jong Hwa mengerti akan langsung menelepon mereka. Pil Gil pikir ini bukan masalah besar.
“Apa yang kau lihat? Dari tadi senyum-senyum.” Tanya Tuan Lee pada Yoon Hyuk.
“Aku melihat foto grup kita yang tadi... Bukankah Oh Yoon Seo  sangat cantik?” kata Yoon Hyuk menunjuk foto Yoon Seo yang dizoom. Jung Rok terlihat bangga. 
“Dia sangat cantik Selain itu, dia juga sangat baik. Dan punya hati yang murni. Aku sudah menyukainya, tapi aku lebih menyukainya.” Kata Jong Hwa
“Makanya itu... Aku penasaran pria seperti yang akan berkencan dengannya. Sekalian bicarakan ini, aku sungguh mencari tipe pria ideal Sekertaris Oh di web. Dan ternyata, dia suka pria yang bisa menyentuh hatinya.” Ucap Tuan Yeon
“Oh itu... Itu.... Aku memang tipe pria seperti itu... Tadi kubelikan kue ikan di rest area Dan aku memberinya vin chaud.. Betapa tersentuhnya hatinya..” Ucap Tuan Yeon bangga
“Kau hanya belikan satu kue ikan. Dan itu sin chaud... Bukan, vin chaud... kau bawa itu untuk diri sendiri, dan hanya memberinya seteguk. Aku mungkin orang yang menyentuh hatinya. Berapa batang kue ikan yang kubelikan?” ucap Tuan Yeo.
“ Aku membelikan Satu buket. Aku bahkan memberinya jaket karena tak ingin dia flu. Dan terakhir, aku memberikan penghargaan padanya. Aku praktis melakukan tiga home run berturut-turut.” Ucap Tuan Yeon bangga dengan dirinya.
“Aku hanya beli sebatang kue ikan dan penghangat tangan elektrik.” Kata Pil Gil
“Aku orang yang menunjukkan bahwa tenggorokan dia kering. Tapi itu tak cukup, kan?” kata Jong Hwa. Tuan Yeom berkomentar  tak cukup./
“Itu terlalu lemah... Kau seharusnya melakukannya dengan lebih baik. Aku pribadi berpikir diriku kandidat terkuat. Tapi satu hal yang pasti. Pengacara Kwon jelas bukan tipe idealnya.” Ucap Tuan Yeon. Jung Rok melonggo binggug.
“Ini Sudah jelas. Siapa yang paling tak menyentuh hatinya? Itu kau. Kau sudah cukup acuh padanya di tempat kerja. Tapi cobalah pikirkan hari ini...Kau baik padanya atau tidak? Tidak’kan” ucap Tuan Yeon
Tuan Yeon dan Yoon Hyuk setuju kalau  Jung Rok sudah keluar dari kandidat mengaku bukan tipe ideal Yoo Seo. Jung Rok pun tak bisa berkata-kata hanya diam saja. Tuan Yeon akhirnya memberikan hukuman pada Jung Rok untuk mengambil alas tidur.
Jung Rok dengan wajah kesal melepar alas tidur pada dua pria yang membuatnya dongkol.  Tuan Yeon heran melihat Jung Rok yang melemparnya. Jung Rok pikir keduanya yang menyuruh mengambil alas tidur jadi dengan cepat mengambilnya tapi Sepertinya terlalu cepat dan memperlihatkan wajah tanpa bersalah.
Yoon Hyuk mengeluh karena rambutnya rusak dan meminjam cermian. Tuan Yeon memberitahu kalau  punya cermin yang dipinjam dari Yoon Seo lalu kebingungan karena tak menemukannya dan berpikir pasti menjatuhkannya.

Hae Young bertanya pada Eun JI apakah tak ingin berkencan dengan siapa pun. Eun Ji seperti tak berpikir karena sangat sibuk dengan pekerjaan dan urusan rumah tangga jadi harus menggunakan waktu ekstranya untuk merawat Jin Hee.
“Tapi bagaimana misalnya ada pria yang tahu situasimu dan juga mengerti segalanya? Tidakkah kau pikir tak apa-apa untuk membuka diri terhadap pria seperti itu?” ucap Hae Young
“Entah... Aku tak terlalu percaya diri soal berkencan dengan seseorang lagi.” Kata Eun Ji
“Bagaimana jika begini...Bagaimana kalau kita minum?” ucap Yoon Seo mengeluarkan Wine. Semua kaget karena terlihat sangat mahal.
“Sejujurnya, kubawa karena kupikir akan ada pesta hari ini Dan aku merasa sekarang adalah saat yang tepat untuk minum ini. Aku pribadi berharap Pengacara Yang akan bertemu pria yang sangat baik. Dan juga Pengcara Dan, bersemangatlah! Saat kita kembali ke Seoul, kita harus membalas dendam pada si bedebah itu.” Kata Yoon Seo menuangkan wine. Moon Hee terlihat kaget.
“Ya, kita harus melakukan sesuatu. Haruskah aku menulis "Bedebah" di dinding kafe-nya?” ucap Yoon Seo. Moon Hee mengucapkan terimakasih.
“Kau mengutuknya, dan kau bahkan bersedia membalas dendam untukku. Sekarang kita semua menjelekkannya, kurasa aku merasa sedikit lebih baik. Pokoknya, senang berbicara soal perasaanku.” Ucap Moon Hee senang
“Aku sangat menikmati ini juga. Terus terang, aku sudah jadi selebriti untuk waktu yang lama, tapi tak pernah punya teman untuk diajak bicara, dan aku cukup kesepian.” Cerita Yoon Seo
“Tapi di TV, kau tampak sangat dekat dengan aktris lain seperti Kim Min Ji dan Yang Soo Jin. Apa kau tak dekat dengan mereka?” komentar Hae Young
“Itu semua hanya untuk siaran. Aku bahkan tak tahu nomor telepon mereka.” Akui Yoon Seo
Eun Ji meminta Yoon Seo memberikan ponselnya lalu menuliskan nomornya, Ia sadar kalau perkataan tak menarik, dan tak banyak yang bisa dilakukan untuk Yoon Seo tapi setidaknya bisa menelepon setiap kali menginginkan mie pedas.
“Mari kita bersulang.” Ucap Yoon Seo semua pun terlihat sangat bergembira.




“Benar. Balas dendam terbaik adalah melupakan dan menjalani kehidupan yang lebih baik. Aku akan bertemu dengan pria yang jauh lebih baik darinya.” Ucap Moon Hee berjalan masuk sambil membawa handuk
Matanya langsung melonggo melihat bentuk badan pria berotot didepanya sedang memakain baju. Ternyata Yoon Hyuk baru selesai mandi dan memakai kaosnya. Moon Hee panik memalingkan wajahny meminta maaf karena berpikir tempat ini kosong.
“Aku senang kau disini, karena tak ingin menggunakan kembali handukku. Nice timing.” Ucap Yoon Hyuk mengambil satu handuk.
Moon Hee terlihat masih gugup lalu dan kakinya malah terpeleset. Yoon Hyuk berhasil menangkapnya sebelum jatuh. Keduanya saling bertatapan, Yoon Hyuk berpesan agar Moon Hee  Hati-hati


Yoon Seo mengirimkan pesan pada Jung Rok “Pengacara Kwon, sedang apa? Apa Kau tidur?” lalu dikagetkan dengan Tuan Yeon tiba-tiba datang. Yoon Seo kaget melihat Tuan Yeon yang belum tidur. Tuan Yeon terlihat kebingungan menjelaskan, Yoon Seo ingin tahu apa yang ingin dikatakan.
“Yah, Sepertinya aku kehilangan cermin yang kau berikan kepadaku. Aku ingat meletakkannya di saku, tapi sepertinya aku pasti menjatuhkannya di suatu tempat. Bagaimana ini?” ucap Tuan Yeon tak enak hati.
“Tak apa... Bukan hal yang penting, jangan khawatir. Aku bisa beli cermin lain.” Kata Yoon Seo. Tuan Yeon merasa tak enak tapi Yoon Seo merasa tak masalah.
“Aku khawatirkan itu.... Aku sungguh minta maaf... Kau Masuklah tidur. Selamat tidur, Yoon Seo” ucap Tuan Yeon. Yoon Seo menganguk mengerti. 

“Tidak masalah... Itu hanyalah cermin... Hari ini aku bahagia. Itu yang terpenting.” Ucap Yoon Seo menatap cermin sambil mengosok gigi.
Saat tidur, Hae Young dkk seperti sudah tertidur lelap karena kelelahan. Tapi Yoon Seo yang tak bisa tidur dan pesan untuk Jung Rok juga tak membalas pesannya.  Akhirnya Yoon Seo berjalan keluar rumah tak sengaja bertemu dengan Jung Rok. Jung Rok pun bertanya apa yang dilakukan larut malam karena berpikir ada di kamar.
“Aku menderita insomnia, jadi sulit tidur. Aku keluar untuk mencari udara segar.” Kata Yoon Seo
“Aku juga harus mencari sesuatu.” Akui Jung Rok. Yoon eo ingin tahu apa yang dilakukan Jung Rok selarut ini. Jung Rok tiba-tiba memberikan cermin milik Yoon Seo. Yoon Seo kaget karena sebelumnya hilang.
“Kudengar Tuan Yeon sudah kehilangan itu. Kau bilang itu adalah maskot keberuntunganmu, jadi aku ingin menemukannya untukmu.” Ucap Jung Rok
“Kalau begitu, kau di sini mencari ini? Selarut ini? Terima kasih,  Pengacara Kwon” Kata Yoon Seo senang.
“Akhirnya aku juga bisa melakukan sesuatu untukmu. Sejujurnya, aku ingin melakukan hal-hal baik padamu. Aku ingin memberimu apa yang kau ingin dan juga apa pun yang tak kau miliki. Aku ingin melakukannya, tapi aku terus kehilangan kesempatan.” Ungkap Jung Rok
“Aku ingin menjadi orang yang membuatmu tertawa, tapi orang lain terus mendahuluiku. Itu sebabnya perasaanku sedikit...” kata Jung Rok menahan marah
“Pengacara Kwon, apa kau sedang cemburu?” goda Yoon Seo. Jung Rok membenarkan kalau memang cemburu.
“Kupikir kecemburuan itu adalah perasaan yang tak berguna. Namun, sulit untuk mengendalikan perasaan ketika menyukai seseorang.” Akui Jung Rok. Yoon Seo terus menatap Jung Rok dengan wajah bahagia.
“Kenapa menatapku seperti itu? Apa aku tampak kekanak-kanakan?” kata Jung Ro
“Tidak, aku menyukainya... Terdengar seperti kau sangat menyukaiku karena sulit untuk mengendalikan perasaanmu. Aku bahagia.” Ungkap Yoon Seo. Jung Rok pun ikut tersenyum
“Pengacara Kwon, Sekarang bolehkah aku menciummu?” kata Yoon Seo. Jung Rok melonggo lalu melihat sekeliling bertanya apakah harus sekarang.
“Kenapa bertanya dulu?” kata Jung Rok malu-malu. Yoon Seo akhirnya mendekat memberikan kecupan di bibir Jung Rok. 




“Kau sangat manis... Jika nanti kau ingin menciumku, lakukan saja. Tak perlu bertanya. Jika kau mau...Ah.. Kita harus masuk ke dalam karena dingin.” Ucap Yoon Seo akan masuk kamar.
Jung Rok tiba-tiba menariknya dan langsung menciumnya. Yoon Seo kaget menerimanya. Jung Rok mengulang kata-kata Yoon Seo kalau bisa melakukanya tanpa bertanya. Yoon Seo tersenyum, Jung Rok pun kembali menciumnya. Keduanya menikmati malam workshop dengan hati berbunga-bunga karena seperti kencan mereka.
Bersambung ke episode 9

Cek My Wattpad... Stalking 



Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar