PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Kamis, 21 Maret 2019

Sinopsis Touch Your Heart Episode 13 Part 2

PS : All images credit and content copyright : TVN
Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 



Tuan Lee menerima telp dari ibunya, lalu mengeluh kalau tak ingin kencan buta. Eun Ji masuk pantry, Tuan Lee panik bergegas menutup telp dari ibunya.  Eun Ji pun mendengar lalu bertanya apakah ibu Tuan Lee yang  menyuruhnya kencan buta
“Benar... Tapi aku sungguh tak punya rencana untuk pergi kencan buta. Aku orang yang berpikirorang-orang ditakdirkan untuk terhubung dengan sendirinya.” Kata Tuan Lee mencoba menyakinkan. Eun Ji hanya diam saja. 

Tuan Yeon berjalan di lorong mengeluh karena baru saja mendenagr  Omong kosong karena wali terdakwa terus meminta untuk mengubah tanggal, menurutnya ini sedikit kelewatan.
“Aku akan menolak permintaan mereka karena ingin mengubah tanggal. Kemudian akan menyerahkan dokumen ke departemen kehakiman.” Kata Jung Rok.
Saat itu terdengar seorang ibu datang berteriak mencari orang yang bernama Kwon Jung Rok. Hae Young yang melihatnya meminta si ibu tenang tapi si ibu terus mencari orang yang bernama Jung Rok sambil berteriak. Jung Rok akhirnya berjalan mendekat.
“Ternyata Kau di sini... Kau ingat anakku, kan? Kau membuat anakku menjadi pembunuh di pengadilan hanya dalam sekejap mata.” Ucap Si ibu
Flash Back
“Park Su Myeong... Siapa yang membunuh Kim Yeong Tae?” tanya Jung Rok sebagai pengacara Nyonya Im
“Orang yang menikamnya...” kata Sun Myung bingung. Nyonya Im berteriak agar jangan katakan apa pun!
“Tidak, jangan pukul dia. Jangan pukul dia!” kata Su Myung akhirnya dijadikan terdakwa. 


“Aku datang mencarimu karena dia tak pantas mendapatkan ini.” Ucap Ibu Park. Tuan Lee mendekat meminta agar bisa lebih tenang.
“Menyingkir... Bagaimana bisa tenang saat pria ini membuat anakku terlihat layaknya pembunuh? Anakku... bukan orang kejam yang menikam orang dua kali lalu membunuhnya!” kata Nyonya Park marah
“Bu, aku paham bagaimana perasaanmu, tapi Pengacara Kwonbukanlah orang yang memutuskan dia bersalah. Kasus ini diputuskan oleh hakim.” kata Tuan Yeon menenangkan.
“Besok sidang terakhir. Bagaimana anakku? Bagaimana jika dia dipenjara selamanya? Aku tak akan pernah memaafkanmu. Takkan pernah!”teriak Nyonya Park.  Jung Rok hanya diam saja. 

Tuan Yeon bertemu dengan Jung Rok meminta jangan dimasukan ke hati menurutnya kalau  Semua ibu sama, karena Saat ada dorongan ketika anaknya terpojok, maka orang tua menunjukkan kesalahan dalam penilaian dan memilih untuk percaya bahwa anaknya tak bersalah.
“Bukankah begitu Pengacara Yang ?” kata Tuan Yeon meminta Eun Ji membantu menyakinkan.
“Ya, benar begitu... Kau tahu bagaimana putriku dituduh sebagai pengganggu. Kasus itu memberi pelajaran. Saat anak tersudut, semua orang tua kesulitan dan Pikiran jadi kosong. Ibu Park hanya butuh orang untuk melampiaskan rasa frustasinya. Situasinya tak ideal, tapi membenci dan marah padamu mungkin membuatnya tenang... Jadi mohon pahami.” Kata Eun Ji. 


Sidang kembali di lakukan, Nyonya Park sedih melihat anaknya sebagai  [Terdakwa] Dan Jaksa pun mulai berbicara  Terdakwa Park Su Myeong menyukai Im Yun Hee, istri korban. Jung Rok sengaja datang untuk mengikuti sidang.
“Pada malam 21 Januari 2019, untuk menyelamatkan Im Yun Hee yang sedang dianiaya oleh suaminya, terdakwa mengambil pisau. Jika dia hanya ingin melindungi Im Yun Hee, maka dia bisa memanggil polisi atau kabur dengannya... Pasti ada cara lain.” Kata Jaksa
“Namun, terdakwa memilih tindakan yang paling drastis. Dia menikam korban sekali di perut dan sekali di dada juga secara brutal membunuh korban. Mengingat semua keadaan, sulit untuk mengatakan bahwa tindakannya tak disengaja dan bahwa dia hanya ingin melindungi Im Yun Hee dengan cara membela diri.” Kata Jaksa
“Sebaliknya, kemungkinan besar sisinya yang kejam muncul. Itu sebabnya aku percaya dia pasti terisolasi dari publik untuk beberapa waktu. Aku meminta hukuman 20 tahun penjara.” Kata Jaksa. Ibu Park sangat shock , Jung Rok pun tegang.
“Pengacara Pembela, sampaikan argumen penutupmu. Terdakwa mengakui semua tindakannya dan dalam penyesalan yang mendalam. Aku harap dapat dipertimbangkan.” Kata pengacara
“Nomor kasus 2019G173. Terdakwa Park Su Myeong diadili karena pembunuhan. Sekarang akan kusampaikan hukumannya. Kami menghukum terdakwa 20 tahun penjara.” Ucap Hakim.
“Tidak! Ini salah! Anakku tak membunuh siapa pun! Anakku bukan monster!” teriak Nyonya Park histeris. Soo Myung melihat ibunya meminta Jangan sakiti ibunya. Jung Rok merasa kasihan melihat keduanya.
“Lepaskan ibuku, Ibu, bawa aku bersamamu. Aku ingin pulang ke rumah... Ibu, aku ingin pulang!” ucap Soo Myung. Nyonya Park terus histeris kalau anaknya itu tak bersalah!


Nyonya Park terlihat sangat frustasi terdiam sambil menyadarkan kepala ditangga pengadilan. Jung Rok melihatnya seperti merasa bersalah. Nyonya Park melihat Jung Rok langsung berjalan mendekat memegang tangannya agar memberikan bantuan.
“Dia tak membunuh orang. Maafkan semua kesalahanku. Kau tak tahu yang sebenarnya, kan? Jadi tolong bantu anakku.” Ucap Nyonya Park
“Aku mengerti bagaimana perasaanmu. Namun, anakmu mengakui kejahatannya di pengadilan.” Kata Jung Rok
“Benar... Lalu kau harus menyelesaikannya sampai akhir... Kenapa kau tak dengarkan sepenuhnya? Anakku hanya menusuk korban satu kali. Kemudian tusukan kedua mungkin berasal dari istrinya! Dia mungkin "seperti itu", tapi anakku tidak pernah berbohong.” Kata Nyonya Park
“Aku sudah curiga dengan Im Yun Hee. Kelihatannya seperti dia menyukai anakku sedemikian rupa sehingga rela masuk penjara untuknya, tapi dia belum mengunjunginya sekali pun...Dia menghilang dari lingkungan!” cerita Nyonya Park. Jung Rok kaget mendengarnya.
Jung Rok masuk ke ruangan mencari sesuatu diatas meja dan menemukan surat penyataan Nyonya Im  dan mencoba menelpnya tapi nomornya sudah tak aktif wajahnya pun panik merasakan ada sesuatu yang aneh. 


Yoon Seo dengan dimake, Para penata riasnya memuji Yoon Seo selalu cantik dan hari ini bahkan sangat cantik. Yoon Seo juga memuji kalau Riasannya juga terlihat mulus. Mereka memuji kalau Yoon Seo yang  terlihat seperti dewi.
“Aku harus mengambil foto.” Ucap penata rias karena sangat bangga
“Kenapa mengambil foto? Apa Kau di sini untuk bermain? Dan Juga, jangan ganggu karena dia ada adegan emosional hari ini. Kita harus membantu aktor tetap dalam karakternya. Bukankah begitu?” kata Manager Gong membela artisnya.
Yoon Seo hanya diam saja, Ass Sutradara datang memberitahu kalau mereka sudah siap take.  Yoon Seo pun bergegas pergi ke set syuting. 


Di sebuah cafe
Yoon Seo melakukan dialognya. Lawan mainya memberitahu untuk berhenti bertemu dan berpisah. Saat itu Yoon Seo seperti mengingat saat Jung Rok mengatakan hal yang sama “Mari kita berpisah.” Air matanya pun turun dengan deras.
Sutradara berteriak Cut, lalu memuji Yoon Seo sangat bagus. Yoon Seo tak bisa menahan air matanya memilih untuk pamit pergi lebih dulu.  AssStrada mengaku tak tahu  Yoon Seo bisa memberikan emosi yang mendalam.
“Benar. Dia tampak sepenuhnya masuk ke dalam karakter. Aktingnya sudah sangat meningkat. Dia tak akan disebut aktris buruk lagi sekarang.” Kata Sutradara
“Aktris buruk? Kalian tak perlu khawatirkan itu.” Ucap Manager Gong bangga pada Yoon Seo. 


Yoon Seo duduk diruang tunggu sambil mengusap matanya. Manager Gong datang menanyakan keadaan dan juga alasanya  menangis dan menduga kalau itu karena mengingat Jung Rok saat berakting. Yoon Seo mengaku sudah mencoba melupakan.
“Bahkan Aku berusaha keras untuk melupakannya. Tapi setiap kali memikirkan Pengacara Kwon dari waktu ke waktu, rasa sedihku tak tertahankan.” Akui Yoon Seo menahan tangis.
“Kupikir kau baik-baik saja.” Kata Manager Gong ternyata salah menduga.
“Bagaimana bisa aku baik-baik saja? Begitu suka aku padanya. Tapi tak ada yang bisa kulakukan. Aku harus memikirkan penggemarku dan semua orang yang menunggu comebackku. Dan jika aku terus mengalami kesulitan seperti ini, Pengacara Kwon pun tak akan menyukainya.” Kata Yoon Seo
“Oppa, maaf... Akan kucoba yang terbaik untuk tak menangis... Jangan khawatir.” Ucap Yoon Seo.  Yoon Seo meminta maaf dan meminta agar Yoon Seo untuk istirahat saja.


Yoon Seo berpikir kalau Kabar Jung Rok itu baik, Jung Rok sedang berbicara dengan Tuan Lee di ruang rapat. Tuan Lee memberitahu Selama sidang pertama Im Yun Hee, Park Su Myeong ditunjukkan sebagai pelaku sesungguhnya, dan wanita itu dibebaskan dengan jaminan.
“Sesudah itu, keberadaannya tetap tak diketahui. Aku bertanya kesana-kemari, tapi tak ada yang melihat Im Yun Hee dan Aku juga mencari sesuatu yang lain. Selain itu Ada total 11 asuransi yang ditandatangani atas nama Kim Yeong Tae.” Ucap Tuan Lee
“Sebagian pembayaran asuransi diberikan pada Im Yun Hee. Dari total 4.490.000.000 won untuk tunjangan kematiannya, 2.730.000.0000 dibayarkan padanya.” Kata Tuan Lee.
“Apa itu pembayaran asuransi...” ucap Jung Rok kaget. Tuan Lee memberitahu Nyonya Im menarik semua uang tunai dan menghilang.
“Dia menghilang saat pembayaran asuransi tak dibayar penuh. Ini Mencurigakan, kan?” kata Tuan Lee merasa ada yang tak beres.
“Sekarang, mari kita temui karyawan di perusahaan asuransi.” Kata Jung Rok. 


Jung Rok dan Tuan Lee bertemu dengan Pegawai asuransi. Jung Rok ingin tahu Kapan pertama kali bertemu Im Yun Hee. Si pegawai menjawab  tangga 27 Februari karena Nyona Im harus menandatangani beberapa dokumen soal uang asuransi jadi mereka bertemu sebentar.
“Kami bertemu di kafe ini.” Kata Si pegawai. Jung Rok bertanya apakah  ingat sesuat yang khusus dari percakapan mereka.
“Misalnya, apa dia bilang akan pergi mana atau siapa yang akan dia temui?” ucap Jung Rok
“Tidak. Tidak ada yang khusus dari percakapan kami. Tapi... selama percakapan, dia terus melihat ke luar.” Cerita si pegawai. 

Flash Back
Nyonya Im terlihat gelisah sambil melihat keluar jendela, Si pegawai merasa penasaran akhirnya melihat ke luar dan ada seseorang pria menungu didepan mobil dan menutup wajahnya mengunakan topi.
“Ada pria yang menunggunya?” tanya Jung Rok.  Si pegawai mengingat setelah Nyonya Im keluar dari cafe.
“Sesudah berpisah, kulihat dia masuk ke mobilnya dengan jelas. Jadi kuanggap dia mungkin semacam temannya. Ini kasus yang kontroversial, dan aku ingin tahu orang macam apa dia. Tapi saat dia datang dengan seorang pria, jadi menurutku sedikit aneh. “ kata Si pegawai. Jung Rok dan Tuan Lee hanya bisa saling berpadangan. 


Keduanya akhirnya keluar dari cafe, lalu berpisah. Tuan Lee ingin tahu siapa pria itu dan berpikir Nyonya Im itu punya kekasih lain, karena A  tak berpikir Nyonya Im punya anggota keluarga lain. Jung Rok hanya bisa diam saja.
“Omong-omong, jika Oh Yoon Seo tahu soal ini, dia akan sangat terkejut. Yoon Seo  bekerja sangat keras dalam kasus ini. Dia pergi bersamamu ke rumah Im Yun Hee juga. Saat kau diserang oleh Park Su Myeong, dia sangat mengkhawatirkanmu.” Kata Tuan Lee
Jung Rok terdiam mengingat saat Yoon Seo yang datang menghampirinya sambil menangis.  Yoon Seo melihat Jung Rok yang terluka lalu menangis lalu menahan dengan sapu tanganya dan makin panik karena lukanya masih keluar darah.
Jung Rok seperti tak ingin mengingat dan membahas lagi mengajak Tuan Lee pergi saja sekarang.


Tuan Yeon kaget Jung Rok yang memutuskan  akan mewakili Park Su Myeong di bandingnya padahal sebelum Jung Rok menunjuk Soo Myeong sebagai saksi selama persidangan, dan ia juga yang menunjuk sebagai pelaku sebenarnya.
“Tapi, ada pelakunya lagi? Apa Kau ingin jadi pengacara Park Su Myeong? Apa ini... Aku tak tahu, aku akan pura-pura tak mendengar ini, keluar saja.. Ahh... Tidak, aku saja yang keluar.” Ucap Tuan Yeon. Jung Rok memohon.
“Bagaimana bisa kau pertaruhkan sesuatu yang tak kau yakini? Pengacara Kwon. Apa kau tahu ini merupakan pelanggaran etika kerjamu?” kata Tuan Yeon. Jung Rok hanya diam saja.
“Sudahlah, pokoknya, tak boleh... Sudah kubilang jelas tak boleh.” Tegas Tuan Yeon. Jung Rok akhirnya keluar ruanagn.


“Astaga...Pengacara Kwon membuatku sangat cemas, dan hampir membunuhku. Aku mungkin mati karena kecemasan. Bagaimana jika dia benar-benar bersikeras mengambil kasus Park Su Myeong?” Ucap Tuan Yeon mondar mandir
“Itu tak mungkin” ucap Hae Young yakin. Tuan Yeon merasa Ini sangat mengganggu.”
Moon Hee kembali setelah sidang. Tuan Yeon bertanya apakah sidangna lancar. Moon Hee menganguk, lalu memberitahu aklau Sepertinya Oh Yoon Seo sedang syuting drama di depan pengadilan karena melihat tanda yang bertuliskan "Cinta Menyakitkan" di kendaraan dekat sana lalu pamit pergi karena harus menerima telp.
“Akan sangat menyenangkan jika kita semua mengunjungi tempat syutingnya. Apa Kita bisa pergi?” ucap Hae Young
“Hae Yeong, CEO Yeon memiliki banyak hal dalam benaknya sekarang dan dia cukup terganggu. Aku tak berpikir dia sedang ingin mengunjungi tempat syuting.” Kata Eun Ji menurutnya tak benar
“Maaf... Aku terlalu bersemangat... Aku sedikit kelewatan.” Ucap Hae Young
“Benar... Aku tak dalam situasi untuk pergi ke sana. Tentu saja tidak.” Kata Tuan Yeon. 


Hae Young dan Eun Ji mengikuti Tuan Yeon yang mengajak pergi, berpikir mereka akan makan siang tapi malah pergi ke pengadilan. Tuan Yeon merasa tak masalah karena sedang berpikir untuk makan siang di kafetaria yang terletak di dalam pengadilan ini.
“Kafetaria di tempat ini sangat terkenal dengan makanannya.” Kata Tuan Yeon
“Apa? Ini kali pertama kudengar.” Ucap Eun Ji. Tuan Yeon pikir  senang Eun Ji bisa mendengarnya sekarang.
“Alasan kenapa aku memenangkan banyak sidang karena makanan lezat dari kafetaria di sini. Aku menerima energi yang baik dan jadi sukses.” Kata Tuan Yeon terus melirik
“Tuan Yeon .. Apa Kau ke sini untuk melihat syuting drama?” kata Hae Young. Tuan Yeon mengelak.
“Ya... Tidak. Maksudku, aku tak benar-benar datang untuk melihat tempat syuting. Tapi karena kita di sini, bukan ide yang buruk untuk lihat-lihat. Jangan salah mengerti. Dia dulunya adalah staf kita, dan pura-pura tak tahu itu tak sopan.” Ucap Tuan Yeon membela diri
“Dan bukankah kata kalian, kalian rindu Oh Yun Seo sebelumnya? Kalian yang mengatakannya. Untuk meningkatkan energi karyawanku, aku sudah memutuskan untuk mengorbankan diri dan memeriksanya.” Kata Tuan Yeon. 


Mereka mencari itu keberdaan Yoon Seo, seorang kru mendekat meminta mereka ak boleh dekat-dekat karena mungkin tertangkap kamera. Tuan Yeon mengaku sudah mengerti menurutnya mereka bukan hanya pejalan kaki yang lewat.
“Kami orang yang sangat mengenal Oh Yun Seo” kata Tuan Yeon bangga. Kru pasti tahu.
“Siapa di korea yang tak kenal dengan baik Oh Yoon Seo ? Kami akan segera mulai syuting, jadi mohon kerja samamu.” Kata Kru.  Eun Ji mengajak Tuan Yeon pergi saja.
“Ya, kau dapat mulai syuting... Apa aku benar-benar harus menyebutkan kenyataan bahwa aku CEO dari Firma Hukum Always yang terkenal? Dia mungkin tak tahu siapa aku... Dia pasti sangat bingung... Tidak, maksudku...” ucap Tuan Yeon mencoba memberitahu. Hae Young meminta agar berhenti saja.
“Aku tak tahu, tapi kau benar-benar buruk dalam menyimpan rahasia. Kenapa tak memberi tahu dia bahwa aku juga ada di televisi nasional untuk acara debatdan juga banyak program TV, dan aku pengacara terkenal pada masanya? Kenapa tak langsung katakan padanya bahwa firma tempat kerja Oh Yoon Seo dulu adalah firma hukum kita?” kata Tuan Yeon. 


Saat itu Yoon Seo datang memanggil Tuan Yeon sambil berlari. Tuan Yeon langsung terpesona melihatnya tak percaya kalau Yoon Seo berlari kearahnya bahkan memanggil namanya. Yoon Seo langsung memeluk Eun Ji dan juga Hae Young.
“Bagaimana bisa kalian ke sini? Aku sangat merindukan kalian. Senang bertemu kalian.” Ucap Yoon Seo. Tuan Yeon mengaku juga merindukan Yoon Seo.
“Jadi Kenapa kalian ke sini?”tanya Yoon Seo. Tuan Yeon beralasan  berjalan di pengadilan seperti ini setiap waktu.
“Aku tak pernah lupa bagaimana perasaan pertamaku saat kuputuskan untuk menjadi petugas keadilan yang akan memperjuangkan yang lemah. Hari ini seperti hari seperti itu.” Kata Tuan Yeon
“Hari ini seperti hari seperti itu?” ucap Yoon Seo binggung. Tuan Yeon pikir kalau bisa katakan saja seperti itu.
“Pokoknya, baguslah. Syutingku juga ditunda, aku punya waktu. Kalian belum makan siang, kan? Haruskah kita makan siang bersama?” Kata Yoon Seo penuh semangat. 

Yoon Seo terlihat sangat lahap makan, tapi tiga rekannya malah hanya menatapnya dan bertanya kenapa melihatnya bukan makan. Hae Young mengaku mereka terkesan karena Rasanya seperti tiba-tiba makan dengan seorang selebriti.
“Aku merasakan hal yang sama saat melihatmu di tempat syuting tadi. Itu membuatku sadar kau adalah seorang aktris. Tak bisa kupercaya biasanya kita hang out dan saling mengobrol.” Kata Tuan Yeon
“Jangan perlakukanku dengan berbeda... Itu membuat kita merasa begitu jauh. Apa Kalian tahu betapa aku merindukan firma hukum?” ucap Yoon Seo. Tuan Yeon terlihat tak percaya.
“Apa Kau merindukan firma? Sudah kuduga aku akan meninggalkan lubang di hatimu. Tapi mendengarmu benar-benar mengatakan itu membuatku sedikit malu. Kau sungguh sama sekali tak berubah.” Ucap Tuan Yeon bangga.
“Apa Kabar semuanya baik-baik saja?” tanya Yoon Seo. Tuan Yeon menceritakan Pengacara Choi dan Pengacara Dan belakangan ini sibuk.
“Sepertinya mereka berdua mulai berkencan dengan seseorang.  Dan Tuan Lee  masih sangat sensitif dan puitis seperti biasa.” Cerita Yoon Seon
“Apa Pengacara Kwon juga baik-baik saja?” tanya yoon Seo penasaran.  Tuan Yeon mengaku Tak terlalu baik.
“Sepertinya Pengacara Kwon akan segera mendapat masalah. Sepertinya dia akan membela Park Su Myeong.” Kata Tuan Yeon. Yoon Seo kaget karena tahu kasus Park Su Myeong. 


Yoon Seo gugup duduk di dalam mobil, memikirkan Jung Rok akhirnya mengirimkan pesan “Pengacara Kwon, kabarmu baik? Aku mengirim pesan karena mendadak ingat padamu.”  Tetapi Jung Rok sedang bertemu dengan Soo Myung di penjara.
“Apa Kau ingat aku?” tanya Jung Rok. Soo Myung mengaku mengingatnya.
“Ibumu datang menemuiku. Dia memintaku untuk membantumu. Jadi aku akan sangat menghargai jika kau menjawab pertanyaan yang akan kutanyakan.” Kata Jung Rok. Soo Myung menganguk akan menjawabnya.
“Kudengar kau menusuk suami Im Yun Hee hanya sekali. Apa itu benar?” ucap Jung Rok memastikan.
“Ya, aku menusuknya sekali. Dia selalu memukuli Nuna setiap hari. Jadi aku benar-benar marah dan menikamnya. Lalu Nuna menyuruhku kabur. Aku melakukan apa yang dia suruh, jadi aku kabur.” Ucap Soo Myung
“ Tapi dimana ibuku? Ibuku sangat kesulitan. Aku harus membantu ibu... Aku harus melakukan pengiriman. Aku tak... Aku tak ingin ibuku kesuilitan lagi... Aku benar-benar menikamnya sekali. Hanya sekali... Aku hanya menusuknya sekali.” kata Soo Myung.
Jung Rok keluar dari penjara memikirkan sesuatu tentang kasusnya dulu. 


Tuan Yeon merasa Jung Rok sudah gila,karena sudah bersungguh akan membela Park Su Myeong. Jung Rok membenarkan. Tuan Yeon pikir kan sangat murah hati dan mencoba untuk menganggap bahwa sebenarnya ada pelakunya yang lain.
“Tapi jika benar, orang akan mengkritikmu karena sudah membuat orang yang tak bersalah menjadi bersalah. Di sisi lain, jika Park Su Myeong ternyata pelakunya, maka kau masih akan dikritik karena mencoba membelanya pada saat ini saat kau sudah menuduhnya melakukan pembunuhan. “ jelas Tuan Yeon
“Mereka akan mempertanyakan kenapa kau sangat plin-plan soal kasus ini. Orang akan kehilangan kepercayaan padamu sebagai pengacara.” Tegas Tuan Yeon khawatir.
“Aku sudah memutuskan untuk membelanya. Aku bahkan mengajukan salinan POA ke gedung pengadilan.” Kata Jung Rok. Tuan Yeon melotot kaget.
“Maafkan aku.” Ucap Jung Rok. Tuan Yeon mengeluh kalau memang Jung Rok menyesal Kenapa melakukannya jika akan menyesa dan membuat keputusan penting sendiri
“Aku tahu kau akan menentangnya sampai akhir, jadi aku tak punya pilihan.” Keluh Jung Rok
“Apa kau menganggapku sebagai lelucon karena aku selalu memujimu?” kata Tuan Yeon marah. Jung Rok memanggil CEO Yeon
“Kau panggil CEO Yeon? Apa kau menganggapku sebagai bosmu?!! Kwon  Jung Rok... Dunia akan mulai mengkhianatimu mulai sekarang, Tidak ada yang akan berada di pihakmu. Kaulah yang memasukannya ke dalam penjara. Dan dengan melakukan ini, kau mengakui bahwa kau melakukan kesalahan.” Tegas Tuan Yeon memperingati.
“Karena aku salah, aku harus melakukan ini. Mungkin sudah terlambat, tapi aku ingin meluruskan segalanya.” Tegas Jung Rok
“Benar... Kau Pikir kalau dirimu itu  sangat mulia, kan? Tapi dunia tak akan mengakui aspirasi dan niat baikmu. Kau hanya akan dicap sebagai pengacara yang menganggap persidangan sebagai lelucon.” Ucap  Tuan Yeon.
“Seperti yang sudah kukatakan, itu sesuatu yang harus kutangani...” kata Jung Rok
“Lalu bagaimana dengan firma kita? Bagaimana dengan karyawan yang bekerja di sini? Apa Kau tak peduli reputasi kami akan hancur karena kau? Jika kau punya setidaknya sedikit kasih sayang dan rasa tanggung jawab untuk firma hukum ini, kau tak boleh melakukan ini, kau benar-benar tak boleh melakukan ini padaku.” Kata Tuan Yeon lalu duduk dimeja kerjanya. Jung Rok hanya diam saja. 



Jung Rok pulang ke rumah, Se Won membahas kalau Jung Rok yang mengajukan POA untuk kasus Park Su Myeong dan ingin tahu Apa yang terjadi. Jung Rok mengaku Terjadi begitu saja. Se Won tak bisa percaya mendengarnya.
“Kau harus menanggung banyak risiko.. Apa harus sampai seperti itu?” ucap Se Won
“Sejujurnya, aku takut... Aku belum tahu kebenarannya... Tapi keputusan tergesaku bisa mendorong seseorang ke titik tak bisa kembali. Dan kenyataan aku bisa berakhir meninggalkan bekas luka pada orang yang mereka tak akan bisa dilupakan selama sisa hidup mereka sungguh membuatku takut.” Ucap Jung Rok terdiam.
“Tapi jika aku berpaling dari ini dan kehilangan kesempatan untuk meluruskan, kedepannya aku akan kehilangan hak untuk menjadi pengacara siapa pun, dan juga akan kehilangan percaya diri untuk membela siapa pun.” Ucap Jung Rok akhirnya masuk ke dalam ruang kerjanya. 


Yoon Seo baru saja pulang menerima pesan di grup dan melihat foto saat mereka tadi makan bersama. Hae Young pikir ini foto yang bagus. Eun Ji pun meminta Yoon Seo agar Bermainlah ke firma kapan-kapan, Yoon Seo menjawab setuju akan main kesana.
“Oh ya, Pengacara Kwon akhirnya memutuskan untuk mengambil kasus Park Su Myeong. Karena itu,Pengacara Kwon dan CEO Yeon bertengkar hebat. Segalanya tak begitu baik di kantor saat ini. Pengacara Kwon harus melakukan banyak pekerjaan sendiri karena tak lagi memiliki sekretaris untuk membantunya.”Tulis Hae Young

Jaksa kaget mendengar Kwon Jung Rok akan membela Park Su Myeong. Rekan kerjanya membenarkan,  Jaksa merasa tak percaya padahal Jung Rok yang menunjuk sebagai pelakunya.
“Dan sekarang, dia ingin membelanya? Apa dia bercanda?” kata Jaksa tak percaya. 

Jaksa keluar dari kantor, di lobby seorang pria menyapa mengaku sbagai  Koo Sung Gil dari Daehan Daily lalu membahas Park Su Myeong dan pengacaranya bersiap-siap untuk banding.  Jaksa mengaku tak tahu dengan sikap acuh.
“Tapi bahkan jika itu terjadi, aku tak berpikir akan merubah apa pun.. Sebenarnya kudengar berita menarik.” Kata Jaksa. 

Jung Rok baru saja selesai sidang, saat itu wartawan tiba-tiba datang mengerubunginya bertanya
“Kau mengklaim bahwa Park Su Myeong bersalah. Kenapa tiba-tiba menarik perkataanmu? Artinya orang yang tak bersalah saat ini di penjara. Apa Kau merasa bersalah soal itu?”
“Orang bilang kau melanggar Kode Etik Pengacara. Apa pendapatmu soal itu?”
“Benarkah kau memutuskan untuk mengambil kasus itu?

Tuan Yeon menonton acara debat yang dulu pernah didatanginya membahas  Seorang pengacara sekarang membela tersangka yang mengakui kejahatan mantan kliennya karena Dia mengklaim tak bersalahnya si tersangka jadi ingin tahu pendapat pengacara lain tentang kasus ini.
“Menurut Kode Etik Pengacara, saat konflik kepentingan muncul antara dua klien, seseorang hanya harus memilih satu. Secara etis, sedikit tak biasa. Ini tak biasa dilakukan di bidang hukum. Dari apa yang kupikirkan...”
Tuan Yeon terlihat gugup, sementara Manager Gong menonton bersama Yoon Seo karena Jung Rok yang banyak dikritik bahkan Komite Etika harus membahas masalah ini.
“Ayo kita berhenti menontonnya karena hanya akan membuatmu kesal.” Ucap Manager Gong
“Saat aku sulit, dia memberiku kekuatan di sampingku.” Kata Yoon Seo sedih. 


Jung Rok masuk ruang terlihat gelisah, tiba-tiba melihat Yoon Seo yang memanggilnya. Yoon Seo dengan senyuman cerianya memberitahu agar Jangan pedulikan apa kata orang dan merasa percaya Jung Rok akan memenangkan kasus ini.
Akhirnya Jung Rok duduk di meja kerjanya dan melihat block diatas meja.  [Katakan harapan.] wajahnya kaget karena pasti Yoon Seo yang datang dan melihat berkas diatas meja dengan note tertulis  [Informasi tentang Park Su Myeong, Studi kasus soal hukuman terkait mengenai pembunuhan]
Jung Rok membaca pesan [Pengacara Kwon, Apa kabarmu baik? Akhirnya ada harapan yang kupikirkan. Harapanku, aku ingin kau tidak kesulitan. Sama seperti dirimu sekarang, aku percaya kau akan menegakan keadilan - Dari Oh Jin Sim]
Akhirnya Jung Rok pulang duduk di depan halte melihat gambar Yoon Seo yang menjadi model iklan. Ia hanya terdiam tanpa naik bus sampai akhirnya hanya bisa menangis sendirian di cafe.
Bersambung ke episode 14
Cek My Wattpad... Stalking 



Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar