PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Senin, 01 Januari 2018

Sinopsis Two Cops Episode 14

PS : All images credit and content copyright : MBC
Kepala Yoo melihat SURAT PENGUNDURAN DIRI dengan mengeluh kalau Dong Tak yang akan mati. Dong Tak ingin berhenti dan hari Ini terakhirnya, jadi merasa harus mengucapkan selamat tinggal sebelum pergi. Semua terlihat kaget dan binggung, Kepala Yoo hanya bisa menghela nafas 
“Jika itu yang kau rasakan, mari kita baca yang pertama.” Ucap Kepala Yoo melihat kotak berisi SURAT PENGUNDURAN DIRI, RENCANA
“Meskipun gajiku sedikit, Aku, Yoo Jung Man, berlari sekitar 365 hari setahun untuk menangkap penjahat sementara lututku sakit sebagai Kapten Kejahatan Berat 2 dari Kantor Polisi Pusat Seoul.Aku sangat marah karena salah satu rekan timku ingin keluar dari pekerjaannya untuk menjalani hidup yang nyaman, meninggalkan rekan setimnya. Aku telah memutuskan untuk  membunuh orang itu dan bunuh diri setelah itu. Bagaimana menurutmu?” ucap Kepala Yoo membaca suratnya sendiri.
“Kapten Yoo, bravo.” Ucap Soo Chang dengan tepuk tangan, semua yang ada diruangan pun memberikan tepuk tangan bangga.
“Baiklah, semuanya. Perhatian... Baru saja, seorang pria yang sangat gila berani membawa surat pengunduran diri padaku  Kalian bisa berhenti menjadi polisi  kapanpun kalian mau. Tapi Hanya setelah kita menangkap  semua orang di poster itu. Berhenti sebelum itu akan membuat kalian lebih  sampah dari mereka, mengerti?” kata Kapten Yoo menunjuk DPO. Semua menganguk mengerti
“Ya, Kapten... Bravo, Kapten, bravo... My life, sayangku. Untuk keberanian yang dibutuhkan sejauh ini.” Kata Soo Chang merobek surat pengunduran diri seperti hanya sebuah rencana saja. 



Tuan Tak bertemu dengan Kepala No yang membahas tentang Pemilihan Komisaris akan segera tiba dan mereka tidak bisa membiarkan politik mempengaruhi jalannya kepolisian jadi ia membawa beban berat. Seorang wanita dengan kimono memberikan teh pada keduanya.
“Apa Anda akan menjadi Menteri Kehakiman selanjutnya? Jangan lupakan aku saat Anda terpilih.” Ucap Tuan Tak.
“Kau berasal dari keluarga yang hebat. Kenapa khawatir? Aku hanya anjing kampung, Dengan banyak kelemahan.” Ucap Tuan Tak.
Kepala No terdiam teringat saat berbicara dengan Kepala Ma “Kelemahannya... Maksudku kita harus mencari tahu berapa banyak yang dibutuhkan untuk mendapatkan kelemahannya. Ia pun hanya bisa mengumpat kesal Ma Jin Gook, yang melaporkan ucapanya.
“Aku minta maaf... Inspektur Ma melewati batas, dan aku tidak menegurnya. Dia hanya ekor yang baru  mengibas saat kusuruh. Kudengar dia berbicara dengan Cha Dong Tak hari ini. Dia mungkin tertarik pada sesuatu. Aku juga mendengar Inspektur Ma menggunakan kekuasaannya. untuk menangkap penjahat rendahan. Maafkan aku.” Ucap Kepala No melaporkan lalu pamit pergi. Wanita membuka pintu dibelakang ruanga, Kepala Ma sudah ada dibelakangnya.
“Tehmu sudah dingin... Kau bisa minum lain kali.” Ucap Tuan Tak sinis

Kepala Ma kembali menaiki mobilnya, teringat kembali kata-kata Dong Tak “Kenapa Anda tidak terpengaruh  saat ini terjadi pada Hang Joon? Kasus itu belum berakhir bagiku.” Kepala ma mengeluh Dong Tak yang membuatnya gelisah
Flash Back
“Anjing kampung...Apa Kau tahu yang paling mereka suka? Ekor mereka sendiri. Mereka berputar-putar sepanjang hari, mengejar ekornya sendiri. Mereka tidak pernah lelah. Bagi anjing kampung, itu sama pentingnya dengan tubuh mereka sendiri.” Ucap Tuan Tak. Kepala Menannyakan maksud ucapan Tuan Tak.
“Jadilah ekor yang berguna.” Kata Tuan Tak memberikan perintah.
“Direktur Tak bisa membuat Dong Tak berakhir  seperti Hang Joon. “ pikir Kepala Ma yakin 


Soo Chang berjalan dengan Sung Hyuk merasa tidak punya waktu melakukan ini. Sung Hyuk pikir Banyak pencopet di akhir tahun jadi mereka akan menargetkan pencopet hari ini. Soo Chang pikir Sung Hyuk lebih baik berhenti karena ia buakn Komisaris Polisi.
“Mengapa melakukan hal yang tidak disuruh?  Lalu Siapa kita?” kaat Soo Chang. Sung Hyuk menjawab mereka pejabat publik.
“Kita hanya melakukan apa yang disuruh dan tidak bekerja berlebihan.” Kata Soo Chang berjalan pergi.
“Tidak semua pejabat publik seperti itu.” Pikir Sung Hyuk. Soo Chang yakin Mereka semua seperti itu.

“Aku akan memotong jariku jika tidak.” Kata Soo Chang  yakin. Tiba-tiba terdengar teriakan “Pencopet!” 
Sung Hyuk bergegas akan mengejarnya. Soo Chang melihat kalau itu adalah Bong Sook dan menahan Sung Hyuk dengan berpencar dan menjauhakn Bong Sook dari polisi.  Saat itu polisi lain dengan mobil patroli, Soo Chang memperlihatkan ID Dong tak sebagai detektif dengan menunjuk arah yang salah pada pencopet.
Bong Sook panik karena hampir saja tertangkap. Soo Chang berusah mencarinya sampai akhirnya melihat Bong Sook akan kabur, lalu mengumpat kesal dengan “Ko Bong...” 

Soo Chang membelikan makanan untuk Bong Sook,  dengan menasehati Jika tidak ahli, maka larilah lebih cepat. Bong Sook pikir Dong Tak sedang pamer karena berhasil  menangkap pencopet dan akan memberinya makan terlebih dulu. Soo Chang menyuruh Bong Sook makan saja dulu.
“Aku akan putuskan nanti apa  menangkapmu atau tidak. Perubahan besar berubah dari yang terkecil. Sudah kukatakan berkali-kali.  Apa kau sebegitu sukanya mencopet?” ucap Soo Chang kesal
“Menurut mengapa aku melakukannya?  Aku melakukannya untuk pacarku Walaupun dia tidak tahu.” Kata Bong Sook
“Dia tahu... Soo Chang tahu, kau mempertaruhkan hidup untuk  membayar tagihan rumah sakitnya, tapi dia tidak akan berterima kasih.” Kata Soo Chang. Bong Sook heran Dong Tak bisa tahu. Soo Chang hanya mengaku kalau tahu
“Yang benar saja. Kau salah... Oppa akan tersentuh saat dia sadar.” Kata Bong Sook yakin.
“Apa yang akan dia rasakan jika kau... Jangan mencopet untuknya. Kau tahu, dia tidak ada perasaan... Dia tidak memilikinya... Ada seseorang...” kata Soo Chang tak bisa memberitahu yang sebenarnya.
“Apa yang kau bicarakan? Apa kau tertarik denganku? Apa kau akam memukulku?”ucap Bong Sook heran melihat perhatian Dong Tak.
“Kau berpikir berlebihan.” Keluh Soo Chang. Bong Sook piki tak ada lagi alasan Dong Tak membantunya.
“Aku sudah bertunangan. Dan aku pencopet. Mengapa polisi membantu pencopet?  Ini tidak masuk akal.” Kata Bong Sook
“Ko Bong, Apa kau tahu tentang masuk akal sekarang? Kau makin pintar.” Ejek Soo Chang
“Jangan meremehkanku karena aku tidak SMA.. Astaga. Kenapa kau terus memanggilku Ko Bong? Hanya satu orang di dunia ini  yang memanggilku itu... Ahh.. Tidak, apa dua sekarang?” pikir Bong Sook karena Dong Tak memanggilnya juga.
“Jangan sentuh dompet orang lain lagi. Jika polisi sungguhan menangkapmu,  maka kau akan langsung dipenjara.” Pesan Soo Chang
Bong Sook pikir Dong Tak adalah polisi palsu dengan mengejek Lelucon yang aneh. Soo Chang tak ingin memperpanjang menyuruh Bong Sook menghabiskan makannya saja dan berpesan Jangan sampai ketahuan denga memanggilnya Ko Bong. Bong Sook heran Dong Tak "Ko Bong" bahkan sungguh tidak akan menangkapnya karena pergi begitu saja. 


Book Sook berjalan sendirian berpikir Hanya itu yang dibisa dan bertanya-tanya Apa yang harus dilakukan untuk mencari nafkah. Ia pikir butuh Oppa Soo Chang untuk segera bangun sehingga  bisa belajar bisnis lain. Lalu melihat sosok pria yang bisa dicopet dengan dompet yang terlihat.
Si pria masuk ke cafe dengan memesan Jus pisang stroberi. Bong Sook sudah siap akan mengambil dompetnya, tapi tangan si pria akan mengambil dompet memegang tangan Bong Sook. Keduanya saling menatap, Bong Sook panik karena akan ketahuan mencopet.
“Apa kau...menggodaku?” pikir Sung Hyuk polos. Keduanya duduk bersama, dengan Bong Sook mengeluh karena bertemu polisi lagi. 

“Bukankah kalian sibuk?” kata Bong Sook. Sung Hyuk merasansedang tidak sibuk.
“Omong-omong, kita bergerak terlalu cepat. Kau bahkan meraba-raba bagian bawahku.” Ungkap Sung Hyuk
“Kita tidak bergerak kemana-mana. Aku hanya mengambil...” ucap Bong Sook. Sung Hyuk ingin tahu Mengambil apa. Bong Sook langsung menjawab Bukan apa-apa.
“Kau sangat cantik.” Puji Sung Hyuk. Bong Sook mengaku sudah tahu itu.
“Apa pekerjaanmu?” tanya Sung Hyuk. Bong Sook heran Sung Hyuk harus tahu dengan mangaku bukan pengangguran dan sedang mencari nafkah.
“Syukurlah. Selama kau bukan matre, penipu, atau pencopet. Lalu aku tidak keberatan.” Ungkap Sung Hyuk. Bong Sook terkejut mendengarnya. 

Jin An berjalan  sendirian, saat itu seseorang mengikutinya dari belakang.  Jin An merasakan seseorang mengikutinya. Soo Chang buru-buru bersembunyi di tempat penjual kalung. Jin An akhirnya menyebrang jalan dan masuk ke pasar, Soo Chang melihat Jin An yang melihat kalung.
“Berapa harga ini?” tanya Jin An. Si penjual menjawab 25 dolar. Jin An pikir cukup mahal dengan meminta Maaf lalu berjalan pergi. Soo Chang sengaja pergi ke tempat penjual membeli kalung itu lalu kembali bersembunyi di balik pohon.
“Kapan kau akan kesini dan menyapa? Kapan kau akan bicara denganku? Aku bisa mati menunggu.” Ucap Jin An menyindir. 

“Ssong... Apa kau masih marah? Dan Kapan kau tahu aku mengikutimu? “ ucap Soo Chang 
“Mungkin Sejak penyeberangan Atau sebelum itu?” kata Jin An.
“ Lalu kau seharusnya memberitahuku lebih awal. Apa Kau tahu betapa cemasnya aku? Kupikir kau masih marah, Ssong.” Pikir Soo Chang
“Kau yang menghindar lebih awal,  dan sekarang, Apa kau mendekatku Seperti penyedot debu? Kau bilang aku bukan wanita bagimu.” Ucap Jin An.
“Siapa yang bilang? Aku? Mengapa aku harus...Hei.. Ssong, kau selalu wanita bagiku... Wanita yang sangat sangat cantik.” Kata Soo Chang mengoda.
“ Tatapan dan cara bicaranya berubah lagi.” gumam Jin An. Soo Chang merasakan makin dingin dan mengajak Jin An pergi. 

“Saat dingin begini, tangan adalah yang terbaik. Bagaimana kalau kita berjalan seperti yang dilakukan pasangan lain.” Ucap Soo Chang mengoda. Jin An hanya terdiam menatap kearah didepanya.
“Apa yang kau pikirkan? Apa Kau memikirkanku? Apa kau merindukanku walaupun aku di sini?” kata Soo Chang mengoda. Jin Ah menunjuk sebuah tempat agar mereka pergi kesana. 


Keduanya sudah sampai di tempat ramal, Jin An menceritakan Dong Tak yang berganti ekspresi, tatapan, dan cara bicara bahkan berbeda sifat dari yang sebelumnya, jadi ingin tahu Apa ada orang lain di dalam dirinya dan Apa itu hantu?
“Mengapa kita disini? Ssong tidak boleh tahu.” Gumam Soo Chang panik.
“Kalian berdua memiliki koneksi  yang begitu menarik. Ada seseorang yang jahat di dekatnya yang seharusnya tidak kau temui. “ ucap si peramal
“Benarkan? Ssong dan aku ditakdirkan untuk bersama.” ucap Soo Chang bangga

“Tapi...kau mungkin pernah bertemu dengan  orang jahat itu..” Ucap si peramal. Jin An berbaring di kamarnya teringat ucapan Orang jahat yang seharusnya tidak pernah ditemui dan ingin tahu Siapa itu orangnya.
Dong Tak terbangun karena teriakan kepala kalau mereka punya kasus. Akhirnya bersama dengan Sung Hyuk pergi ke TKP yang sudah diberi garis polisi dan mereka siap mengunakan sarung tangan. Soo Chang merasa tak percaya kalau yang dilihatnya nyata lalu panik karena melihat bercak darah.


“Kenapa kau tidak masuk?” ucap Kepala Yoo menahan Dong Tak yang akan keluar dari TKP
“Seorang perampok datang sekitar jam 2 pagi ini. Korban Kim Min Ah, berusia 30. Dia memar di seluruh badannya dan sekarang  di rumah sakit bersama pacarnya.” Jelas Dong Ki. Kepala Yoo heran kalau dengan Pacarnya
“Iya. Pacarnya pulang saat perampok itu masuk. Dia melawan si penyusup yang memegang pisau sebelum pergi. Darah di lantai adalah darah pacarnya.” Jelas Ho Tae.
Soo Chang akan keluar, Kepala Yoo heran melihatnya menyuruh Dong Tak mulai memeriksanya.  Saat itu seseorang mendorong Dong Tak dan membuatnya terjatuh, akhirnya menatap darah yang berceceran di lantai. Akhirnya Soo Chang keluar dari tubuh Dong Tak.
“Kau lagi....” teriak Dong Tak marah. Ho Tae heran karena hanya berdiri saja. Dong Tak melihat Soo Chang duduk disofa. Soo Chang mengaku kalau melihat darah. 


Dong Tak bertanya apakah hanya itu saja, Soo Chang berpura-pura bertanya apa maksudnya. Dong Tak menegaskan Air kalau Hanya itu saja, cara Soo Chang masuk ke tubuhnya. Soo Chang kaget karena Dong Tak sudah tahu dan  menipunya selama ini
“Aku tidak menipumu. Lalu Bagaimana kau bisa keluar?” ucap Dong Tak. Soo Chang pikir pasti tahu... Dong Tak mengingat kejadian sebelumnya saat Soo Chang keluar dari tubuhnya.
“Ya, itu dia... Darah.” Kata Dong Tak. Soo Chang pikir Dong Tak Tidak buruk juga yang ternyata cukup pintar untuk seorang polisi.
“Ini sungguh akan berakhir jika kau masuk lagi.” Kata Dong Tak marah. Soo Chang pikir Dong Tak akan Membunuhnya. Dong Tak terlihat kesal.
“Kenapa kau tidak memecahkan kasus saja?” ejek Soo Chang. Dong Tak memilih untuk pergi. Soo Chang heran Dong Tak yang bisa tahu dan ingin tahu yang akan dilakukan sekarang. 


Polisi memberitahu Itu sudah berantakan saat  tiba dengan Korban pingsan setelah dipukul oleh pelaku.Menurutnya si wanita hidup berkat pacarnya,m karena menyelamatkan hidupnya.
“Aku mendengar suara perkelahian dan kemudian  seorang wanita menjerit.” Ucap tetangga memberikan kesaksian.
“Min Ah berubah sejak dia berpacaran dengannya. Dia tidak pernah berkumpul dengan kami  dan selalu bersamanya Apa pacarnya juga sakit parah?.” Ucap teman Min Ah.
“Mereka tidak tahu penyusupnya. Kelihatannya ini serius bagi kita. Bagaimana korbannya?” tanya Dong Ki saat menerima telp.
“Dia masih belum sadar..” Kata Sung Hyuk melaporkan di ruangan IGD. 


“Vitalnya stabil, Hasil tesnya baik-baik saja. Kenapa dia belum bangun Dia dipukul habis-habisan, tapi aku merasa aneh kalau dia sudah tak sadarkan diri selama ini.” Ucap Dokter heran melihat Min Ah.
“Memar di pergelangan tangannya tidak terlihat masih baru.” Kata Dong Tak melihat tangan Min An.
“ Itu terjadi saat dia terjatuh dulu.” Kata pacar Min Ah.
Sung Hyuk pikir benar melihat catatan medis,  Min Ah adalah pasien rawat jalan. Pacar Min An merasa kalau semua salahnya karena  Jika pulang lebih awal , sambil menangis memohon agar bisa tangkap orang yang melakukan tindakan kasar pada Min An dan memohon maaf pada Min An.  Sung Hyuk pikir pernah melihatnya di suatu tempat.

“Pacarmu akan sadar... Kau pasti terluka juga.” Ucap Ho Tae menenagkan
“Aku baik-baik saja. Ini hanya tergores sedikit.” Kata Pacar Min An. Ho Tae pikir itu bukan tergores sedikit. Pacar Min Ah mengaku baik-baik saja.
“Apa kau mengingat sesuatu tentang perampok?” tanya Dong Tak keluar dari ruangan. 
“Itu... Dia jauh lebih tinggi dariku dan lebih gemuk... Maaf, aku begitu sibuk melawannya... Aku gagal melindungi Min Ah. Aku sungguh minta maaf.” Ungkap Pacar Min Ah kembali menangis.
“Tidak. Kau sudah menyelamatkan nyawanya. Kau harus diobati.”ajak Sung Hyuk pergi. 

Soo Chang kesal dengan Dong Tak yang karena seharusnyabisa saja memberikan tumpangan. Ia yakin si wanita belum sadar dan Semuanya akan menjadi semakin sulit. Dokter membawa Min An keluar dari ruangan IGD, karena akan melakukan MRI jadi tahu alasan tidak bangun.
“Tolong bawa dia kembali, dokter... “ucap si pacar menangis sedih memanggil Min Ah...
“Apa dia koma sepertiku? Wanita yang malang.” Ungkap Soo Chang melihat Min Ah yang dibawa masuk ruangan MRI
“Mengapa dia menangis? ..Sekarang, aku merasa kasihan.” Kata Soo Chang melihat wanita yang berjalan disampingnya.
“Mereka terlihat sangat mirip, tapi Dia menatapku. Dia melewati orang-orang.” Ucap Soo Chang lalu panik dan langsung berlari ketakutan karena melihat Hantu.

Dong Tak melihat Soo Chang terjatuh ketakutan bertanya apa yang sdang dilakukana. Soo Chang mengaku baru saja melihat hantu. Dong Tak pikir itu hanya cermin. Soo Chang menegaskan kalau serius dan merasa takut karena tempat ini dikutuk.
“Ini rumah sakit. Pasti ada hantu di mana-mana.” Ucap Dong Tak santai
“Benar. Hantu itu tampak seperti wanita  yang tidak akan bangun. Apa dia roh sepertiku?” kata Soo Chang lalu berteriak bertanya kemana Dong Tak akan pergi. 

Dong Tak mengemudikan mobilnya, dan berhenti mengetahui Soo Chang dan Song Ji An pergi ke suatu tempat. Soo Chang mengaku sungguh tidak mau pergi tapi Jin An ingin melihat keberuntungan mereka. Dong Tak kesal karena sudah memperingatkan jangan pernah bertemu dengannya lagi
“Tapi apa kau melakukan sesuatu di tubuhku?” tanya Dong Tak
“Ya, aku sedikit kecewa karena  harus berada di tubuhmu. Aku jauh lebih tampan.” Ejek Soo Chang. Dong Tak mengusir Soo Chang agar keluar dari mobilnya.
“Coba Lihat dia. Dia meninggalkanku lagi. Hei! Kaki roh juga sakit jika  berjalan kaki terlalu lama! Astaga, dia tidak tahu.” Teriak Soo Chang ditinggalkan begitu saja dan memikirkn caranya bisa pulang 

Jin An berdiri teringat dengan pembicaraan dengan perawat Gil yang mengingatkan pasien yang sering mengalami memar kalau baru saja dirampok dan tak sadarkan diri.
Flash Back
Jin An melihat Min Ah yang tak sadarkan diri lalu bertanya  apa yang terjadi pada Min An dengan mengingat terakhir kali menatapnya lalu pergi begitu saja.
Jin An bertanya-tanya kenapa dia yang dirampok kelua dari ruangan, Mi Nam melihat Jin An mengajak untuk minum bir. Jin An pergi begitu saja. 

Dong Tak pergi ke TKP yang masih diberi garis polisi dan teringat kembali dengan ucapan Sung Hyuk di rumah sakit.
Flash Back
“Awalnya, aku tidak ingat, tapi korbanny adalah wanita yang ingin menemuimu beberapa hari yang lalu.” Ucap Sung Hyuk.
“Dia dirampok sehari setelah datang untuk menemuiku. Ini tidak mungkin kebetulan.” Kata Dong Tak mencari sesuatu di tempat sampah bagian depan rumah lalu melihat ke bagian atap rumah. 

Jin An datang melihat Dong Tak dengan mengejak karena tidak pernah tahu Dong Tak yang suka mengacak sampah orang. Dong Tak heran melihat Jin An yang datang ke TKP.  Jin An pikir sudah tahu Dong Tak  akan melakukannya dan bertanya apakah menemukan sesuatu. Dong Tak menjawab tidak.
“Apa perampok yang melakukan ini?” tanya Jin An.
“Tidak, forensik sudah membawa semuanya. Ini dibuang sebelum dia dirampok.” Kata Dong Tak.
“Sepertinya dia ingin putus... Oh, ketika wanita memutuskan untuk  putus dengan pacarnya, kami cenderung membuang barang pemberian mereka.” Kata Jin An yakin
“Bagaimana kau bisa tahu dengan baik? Kau pasti sudah sering melakukannya.” Ejek Dong Tak
“Aku tidak harus mengalami untuk mengetahuinya. Kau tidak punya imajinasi.” Kata Jin An kesal
“Sepertinya kita harus mengubah  jalannya penyelidikan. Dia tidak hanya membuang ini tapi Ini bukti penyerangan.” Kata Dong Tak. 


Jin An merasa mereka sedang memikirkan hal yang sama, Dong Tak pikir pacara Min An tidak terlihat seperti ini. Jin An pikir Banyak pria akhir-akhir ini bingung dengan kencannya dan memukul wanita,m karena Film dan drama menghancurkan semuanya.
“Apa Kau tahu berapa banyak media yang  mengekspos kekerasan? Lihat, pegang aku seperti ini.” Kata Jin An memegang tangan Dong Tak dengan santai.
“Ini kekerasan Dan adegan yang paling sering kau lihat.” Kata Jin An dengan mendorong Dong Tak membuat dirinya tepat atas Dong Tak.
“Banyak pria mengira wanita  jatuh cinta dengan ini, tapi masalahnya bukan ini.” Kata Jin An lalu kembali bangun. Dong Tak tiba-tiba menahan tangan Jin An dan menatapnya. 
“Apa ini juga kekerasan?” tanya Dong Tak. Jin An pikir bukan karena Dong Tak  sedang menyelidiki dan ia datang untuk meliput kasus.
“Detektif ini akan membuat dirinya mendapat masalah.” Ucap Dong Tak sengaja memegang wajah Jin An  dan langsung mencium Jin An. Jin An sempat kaget tapi akhirnya menutup matanya membiarkan Dong Tak menciumnya. Soo Chang melihat keduanya berciuman.
Bersambung ke episode 15

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar