PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Jumat, 26 Januari 2018

Sinopsis Black Knight Episode 16 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS
Hae Ra masih berkerja di kantor, Ji Hee datang memberikan dua buah kimbap segitiga.  Hae Ra pun mengucapkan Terima kasih dan Ji Hee membelas dengan memberikan tanda cinta. 
“Seo Rin meremehkan pria sepertiku, dan benci melihat bakatku sia-sia. Tapi Boon Yi begitu cantik dan baik hati, Sayangnya Hidupnya binasa di tangan Choi Seo Rin, saat nasibnya berubah dengannya.”
Boon Yi terlihat bahagia tinggal dengan para pelayan yang menyayanginya, tapi dibalik jemuran Seo Rin menatap sinis dengan Boon Yi yang dekat dengan Myung Soo.
“Aku dalam kesedihan dan berkabung. Aku berdoa semoga dia akan dilahirkan kembali untuk menemukan cinta sejatinya, Lee Myung So, agar hidup bahagia selamanya. Jika Seo Rin melakukan hal yang jahat di kehidupan mereka selanjutnya, biarkan tanda "hantu dunia bawah" menutupi tubuhnya, untuk melindungi kedua orang tersebut.”
Soo Ho sampai di rumah Baek Hee, Sharon akhirnya melihat di tanganya tulisan tangan akibat dari doa Jeom Bok, lalu mengumpat marah kalau budak rendahan berani melakukan  padanya. Sementara Hae Ra terlihat bahagia melihat foto saat mengunakan baju pengantin.
“Dia harus membuat gaun pengantin untuk mereka dengan sepenuh hati. Myung So dan Boon Yi harus menikah agar Seo Rin dapat menyucikan dosanya. Saat itulah dia akhirnya akan beristirahat dengan tenang.”
Saat itu Soo Ho akan masuk mendengar suara teriakan Sharon membuat menahan diri untuk masuk. Sharon sangat marah karena Jeom Bok yang berani melakukan itu padanya. Baek Hee menegaskan kalau Ada energi yang kuat dengan doa  yang dibuat Jeom Bok jaditidak bisa melakukan hal jahat lagi.
“Hatiku yang putus asa akan menang melawan budak kecil itu.” Ucap Sharon. Baek Hee meminta Sharon agar bisa berhenti.
“Kenapa tidak ada orang di pihakku? Kenapa?” kata Sharon dengan nada tinggi. 

Saat itu Soo Ho masuk menanyakan yang terjadi. Sharon panik tak ingin Soo Ho melihat surat yang di tulis Jeom Bok berusaha untuk membakarnya. Baek Hee mencoba menghentikan tindakan Sharon.
Hae Ra terbangun dari tidurnya, karena mendengar suara “Menjadi hantu dunia bawah yang mengembara di sekitar bumi ini.”  Ji Hee yang melihatnya bertanya. Hae Ra pikir Ji Hee bisa mendengar suara. Ji Hee binggung mendengar apa yang dimaksud. 

Sharon berusaha untuk tetap membakarnya, tapi malah menjadi boomerang untuk dirinya, kertasnya tak terbakar dan membuat tubuhnya merasakan kesakitan karena tulisan ditubuhnya terbakar. Soo Ho binggung melihat semuanya, mencoba memegang Sharon tapi malah tanganya terbakar.
“Tolong. Aku minta maaf... Tolong hentikan.” Ucap  Sharon berteriak ketakutan. Soo Ho dibuat binggung melihat kejadian didepanya.
“Mohon maafkan kami.” Ucap Baek Hee memohon dengan tulus. Saat itu juga Sharon tak merasakan kepanasan.
“Tidakkah sebaiknya kau pergi ke rumah sakit...” kata Soo Ho khawatir. Baek Hee melotot kaget saat melihat ada tulisan yang terlihat di wajah Sharon.
“Apa yang akan kau lakukan sekarang?” ucap Baek Hee. Sharon pun melihat wajahnya di cermin, mengeluh karena hanya dirinya yang mendapatkan tulisan dan langsung berlari meninggalkan Soo Ho. 
Soo Ho pun ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya. Baek Hee hanya mengatakan kalau gambar didepanya itu benar. Soo Ho mulai membaca cerita yang digambarkan Jeom Bok dengan cerita “Nyonya Seo Rin membunuh mereka dengan api. Nyonya Seo Rin membakar wajah Boon Yi saat dia mencoba pakaian pernikahannya.”

Baek Hee menemui Sharon yang bersembunyi di tempat pembuatan parfum lalu memberikan topi untuk menutupi diwajahnya karena bisa memakainya untuk sementara waktu dan membuatkan mereka sepasang gaun pengantin.
“Setelah kau memilih kain dan mulai menjahit, maka kalimat ini akan hilang. Begitu mereka menikah, maka hukumanmu akan berakhir” ucap Baek Hee menyakinkan.
“Jika aku tidak dapat memilikinya, apa gunanya menjalani waktu selama ini?” kata Sharon sedih
“Ini akan melepaskan rasa sakitmu, Karena kau akan menjadi tua dan mati.” Kata Baek Hee menyakinan Sharon agar bisa pasrah 

Baek Hee memberitahu kalau Semuanya benar, kalau Myung So adalah suami Seo Rin lalu Seo Rin membunuh Myung So dan Boon Yi, dan sebagai hukuman, maka Seo Rin hidup sampai sekarang.
“Terserah kau untuk percaya atau tidak. Tapi Jika kau ingin melupakan malam ini, maka Aku akan membantumu melupakannya.” Ucap Baek Hee. Soo Ho pikir tak perlu tapi hanya meminta agar memberikan waktu.
“Aku yang memulai semuany karena menukar bayi-bayi itu. Mohon maafkan aku. Dan... tolong berilah rahmat padanya agar dia bisa dilepaskan dari kutukan abadi, Yaitu dengan menikah dengan pakaian dari Sharon?” kata Baek Hee memohon.
“Aku tidak mau” kata Soo Ho menolak dengan penuh amarah
“Aku juga akan meminta pengampunan dari Hae Ra Dan bisakah kau pikirkan semua doa yang telah kubuat untukmu, dan melakukan ini untukku?” kata Baek Hee sambil berlutut. Akhirnya Soo Ho berjanji akan lakukan. Baek Hee pun mengucapkan Terima kasih.
“Aku tidak akan memberitahu Hae Ra tentang apa yang terjadi malam ini.” Kata Soo Ho. 


Soo Ho pulang ke rumah menatap Hae Ra yang tertidur pulas disofa, lalu mengelus rambutnya. Hae Ra akhirnya terbangun melihat Soo Ho yang pulang terlambat, Soo Ho meminta Hae Ra mendekat dan memeluknya dengan erat. Hae Ra ingin tahu apa yang terjadi.
“Terima kasih... Aku mencintaimu, Hae Ra.” Kata Soo Ho. Hae Ra yang mendengarnya berpikir kalau Soo Ho sedang mabuk
“Ayo lakukan sesuai keinginanmu... Tidak masalah... Jika kita menikah dalam 2 tahun atau 10 tahun Yang aku butuhkan adalah kau di sampingku.” Ucap Soo Ho
“Aku juga memikirkannya... Ayo kita menikah tahun depan. Tapi kita harus segera membuat foto pernikahan sebelum bertambah tua.” Kata Hae Ra. Soo Ho langsung setuju.
“Mereka bilang berfoto pernikahan itu menyenangkan. Ayo segera kita lakukan.” Kata Soo Ho
“Haruskah kita mengambil gaun pengantin dari toko yang kita kunjungi kemarin?” ucap Hae Ra
“Aku akan menyiapkan jas dan gaun pengantinmu dari tempat yang bagus.” Kata Soo Ho. Hae Ra ingin tahu dimana tempatnya.
“Aku akan memberitahumu nanti.” Ucap Soo Ho lalu mereka saling berpelukan kembali seperti tak ingin berpisah. 



Bibi Lee menceritakan kalau baru saja mimpi yang luar biasa yaitu akan membeli tiket lotre. Hae Ra ingin tahu apa yang akan dilakukan Bibi Lee.
“Aku akan membeli rumah ini dan mengumpulkan uang sewa darimu.” Ucap Bibi Lee bangga.
“Kuharap kau menang. Aku akan membayar banyak uang sewa.” Kata Soo Ho tertawa bahagia.
“Kau terlihat jauh lebih baik hari ini.” Komentar Bibi Lee. Hae Ra juga menyetujuinya.
“Akhir-akhir ini, kau tampak sangat lelah.” Komentar Hae Ra menatap wajah Soo Ho.
“Kurasa itu karena Bibi punya mimpi yang mengagumkan.” Kata Soo Ho
“Baiklah kalau begitu... Aku akan tidur 20 jam sehari, dan banyak bermimpi yang mengagumkan.” Ucap Bibi Lee. Mereka sarapan bersama dengan wajah bahagia. 

Hae Ra mengaku kalau benar-benar terkejut. Soo Ho pikir Seorang wanita yang bisa melakukan bela diri memang keren jadi Hae Ra harus belajar dari Ibu Jang. Hae Ra pun mulai memikirkanya lalu menceritkan Baek Hee  juga meramalkan tulisan apa yang akan ditemukan dari kuburan.
“Dia banyak belajar sejarah, jadi dia bisa membicarakan hal-hal seperti itu.” Kata Soo Ho mencoba menyakinkan Hae Ra
“Jang Bin belum menelepon, jadi pastinya ada sesuatu yang berbeda.” Kata Hae Ra. Soo Ho pikir Hae Ra tak perlu membahasnya dan melupakanya. 

Soo Ho  mengantarnya sampai didepan gedung, Hae Ra pun pamit dan akan bertemu nanti malam. Soo Ho memanggil Hae Ra sebelum turun berpikir kalau melupakan sesuatu.
“Semoga harimu menyenangkan.” Ucap Hae Ra. Soo Ho mengeluh bukan yang itu. Hae Ra hanya bisa tersenyum memberikan kecupan di pipi Soo Ho.  Soo Ho pun membalasnya dengan ciuman di pipi Hae Ra lebih banyak dan keduanya pun berpisah dengan wajah bahagia. 

Gon melihat surat Panggilan pengadilan untuk bersaksi dengan wajah kebingungan. Tuan Park mengaku memang sudah menerima surat panggilan pengadilan jadi tak masalah untuknya.
“Saat kau menjalankan bisnismu, maka kau akan menerima beberapa juga. Jangan khawatir tentang hal itu.” Kata Tuan Park
Young Mi juga melihat surat Panggilan pengadilan untuk bersaksi, Gon heran dengan Young Mi yang mendapatkan sesuatu seperti itu. Young Mi mengaku tidak tahu lalu berpikir kalau tak harus harus pergi karena sangat takut.
“Apa Soo Ho mencari tahu tentang pesan yang kau kirim?” ucap Gon. Young Mi pikir tak ada alasan dengan menutupinya dari Gon.
“Apa dia tahu?” ucap Gon. Young Mi hanya terdiam. Gon mengeluh Young Mi yang harus melakukan itu dan Itu hanya membuatnya jadi curiga.
“Aku hanya akan mengatakan bahwa melakukan sesuatu yang bodoh karena aku mencintaimu.. Bagaimana? Itu akan berhasil, bukan? Coba Lihat aku... Aku tidak terlihat seperti orang yang akan mengarang cerita” ucap Young Mi yakin.
“Sudah Diam. Biarkan aku berpikir” kata Gon kesal karena membuat dirinya jadi memiliki dua masalah.
“Apa kau ingin putus denganku?” ucap Young Mi mengancam. Gon menganguk.
“Aku ingin berhenti berkencan dengan orang idiot sepertimu.” Kata Gon kesal.
“Ayahmu membuat lab terbakar dan juga membunuh ayah Hae Ra. Aku akan menceritakan semuanya kepada jaksa penuntut.” Ucap Young Mi akan bergegas pergi. Gon seperti tak percaya dan kaget.
“Biarkan aku pergi..” kata Young Mi. Gon menahanya akhirnya Young Mi mengaku kalau semua yang dikatakan tadi hanya bohong.


Sharon mulai memilih bahan untuk gaun pengantin dengan wajah yang ditutup oleh topi. Seung Goo menemaninya hanya bisa menatap tanpa berkomentar. Lalu semua pegawai Sharon yang sudah tua menjahit gaun putih dan Sharon menempelan satu persatu mutiara untuk gaun milik Hae Ra. 

Hae Ra masuk ruangan, semua wajah pegawai terlihat sedih seperti ada sesuatu yang terjadi. Direktur ikut berdiri disamping Ketua Tim menyuruh memberitahu. Ketua Tim dengan wajah sedih memberitahu tentang Promosi Hae Ra.
“Selamat!...” teriak Ketua Tim. Semua pegawai pun ikut berteriak bahagia seperti sengaja memberikan kejutan. Hae Ra dengan senyuman mengucapkan Terima kasih.
“Kau tahu itu semua berkat aku. Bersyukurlah.” Kata Direktur bangga. Semua mengucapkan selamat pada Hae Ra.
“Ayo makan bersama malam ini. Aku akan mentraktir kalian semua untuk makan malam hari ini.” Ucap Hae Ra
Semuanya pun ikut bahagia mendengarnya, Direktur ikut senang meminta Hae Ra agar makan daging sapi.  Ketua Tim mengeluh dengan Direktur yang ikut pergi. Direktur pikir tak ada yang salah kalau memang ikut juga. “Jangan menempel hidung pada saat seperti ini.” Ejek Ketua Tim.
“Apa maksudmu? Aku akan mentraktir putaran kedelapan.” Ucap Direktur
“Pastikan kau datang, pak.. Aku akan bekerja di luar saat itu.” Ucap Hae Ra pamit pergi. Direktur pun mempersilahkan. 


Baek Hee masuk ke dalam toko Sharon dan akhirnya melihat baju sepasang pengantin yang terlihat sangat indah. Lalu menatap sharon yang duduk di sofa seperti tanpa arah, wajahnya tersenyum bahagia karena akhirnya tulisan kutukan itu hilang. Sharon tak percaya melihat melihat wajahnya dicermin untuk memastikanya. 

Hae Ra bergegas masuk ke dalam kantor Soo Ho, memberikan data yang diminta pada Tuan Han lalu berlari masuk ke dalam ruangan Soo Ho. Ia langsung memeluk Soo Ho dengan erat. Soo Ho pun mengucapkan  pada Asisten Manajer Jung. Hae Ra mengucapkan Terima kasih.
“Aku sedang makan malam tim.” Ucap Hae Ra memberitahu
“Kalau begitu aku akan mengirimkan 10 botol anggur jadi Pergilah bersenang-senang.” Kata Soo Ho
“Dan aku menemukan studio yang mengambil foto pernikahan yang bagus.” Ucap Hae Ra penuh semangat. Soo Ho  ingin tahu Kapan mereka  melakukannya
“Setelah aku menurunkan berat badan lebih banyak. Mungkin Setelah seminggu?” kata Hae Ra. Soo Ho pun setuju dan meminta agar bisa memeluk Hae Ra juga.
“Fokus pada pekerjaanmu, teman-teman.” Teriak Soo Ho tak ingin pegawai melihat mereka berpelukan.
Hae Ra mendengar kalau Soo Ho mendapat telepon, Soo Ho pun menyuruh Hae Ra akan kembali bekerja sekarang dan akan bertemu di rumah. Hae Ra pun keluar dari ruangan dengan wajah bahagia. 
Soo Ho mengangkat telp, Sharon memberitahu kalau Jas dan baju pernikahan Hae Ra sudah lengkap jadi ingin Kapan akan mengambilnya. Soo Ho mengatakan kalau akan mampir malam ini. Sharon meminta agar melupakan malam itu semuanya sekarang dan juga minta maaf. Soo Ho hanya berkomentar kalau akan menemui Sharon nanti.

Soo Ho akhirnya datang ke tempat Sharon, dengan wajah terpaksa. Sharon mengucapkan selamat atas pernikahannya dan ingin tahu pendapat Soo Ho dengan pakaianya apakah menyukainya. Soo Ho hanya diam saja. Sharon ingin tahu Kapan pernikahannya.
“Kami belum memutuskannya dan mengambil foto pernikahan dulu.”ucap Soo Ho. Sharon itu bagus dan meminta agar Soo Ho mencobanya.

Hae Ra melihat buku tentang pernikahan, melihat kalau Tempat seperti ini pasti mahal harganya. Ji Hee mendekati Hae Ra mengajak segera pergi  karean mungkin terlambat untuk makan malam tim.
Soo Ho sudah berganti pakaian dan kaget melihat Sharon yang mengunakan pakaian yang sama. Sharon mengaku tidak menjadi tua atau mati, bahkan bisa melakukan semuanya jika bukan karena kelemahan fatal bahwa mencintai Soo Ho. So Hoo memilih untuk melepaskan baju dengan wajah kesal.
“Tolong jangan lakukan itu, Ini akan menjadi yang terakhir, Aku menyerah padamu. Aku minta maaf untuk semuanya, Aku adalah istrimu, kenapa aku tidak bisa dicintai sampai akhir? Kenapa aku juga tidak bisa memilikimu? Aku tak ingin membicarakannya. Kurasa beberapa hal tidak akan pernah bisa dilakukan.” Ucap Sharon. 


Hae Ra sedang minum bersama dengan teman-temanya. Ketua Tim akan menuangkan satu minuman lagi. Pegawai lain pikir harus minum anggur dalam gelas bir. Ji Hee kembali memberikan selamat dan juga memeluk Hae Ra.
“Kami makan banyak daging hari ini berkat kau... Ini hebat. Kuharap kau dipromosikan menjadi  manajer tim dan seorang kepala direktur juga.” Ucap ketua Tim. Hae Ra mengucapkan terimakasih.
“Tidak... Wanita tidak bisa mencapai posisi direktur utama karena pernikahan, penitipan anak, dan sebagainya.” Ucap Direktur setengah mabuk. Ketua Tim mengeluh kalau itu hanya Omong kosong
“Aku bekerja keras untuk menjadi direktur utama. ..Aku akan melakukannya.” Kata Ketua Tim. Hae Ra dkk juga menyetujuinya.
“Wanita di perusahaan kami terlalu berpikiran kuat. Aku akan mencarikanmu sopir pengganti, jadi pulanglah.” Ejek Ketua Tim.
“Asisten Manajer Jung... Cincin apa itu?” kata Direktur. Hae Ra hanya menjawab kalau rahasia dengan wajah tersipu malu.
“Kau dengar dia kan? Ini adalah rahasia yang diberikan Pak Moon padanya. Semuanya, itu rahasia. Jangan sebutkan namanya.” Ucap Direktur. Semua hanya tertawa, Direktur mengajak untuk makan yang lain. Ketua Tim menyuruh Direktur kalau harus pulang ke rumah setelah ini.

Sharon memberikan  pisau yang baru dibuatnya meminta agar Soo Ho membunuhnya.  Soo Ho meminta Sharon agar sadar. Sharon pikir kalau Soo Ho yang menusunya maka bisa mengakhiri hidup yang menyakitkan ini. Jadi meminta agar melakukan untuknya.
“Aku tidak ingin melakukan apapun untukmu... Aku memakai setelan ini demi Ibu Jang.” Ucap Soo Ho kembali marah
“Kau dulu adalah suami yang sangat hangat. Kau mungkin tidak mencintaiku, Tapi kau juga tidak membenciku. Kita adalah pasangan yang hebat.” Kata Sharon
“Masa lalu itu hanya kau yang ingat dan Aku tidak memiliki ingatan seperti itu.” Kata Soo Ho sinis.
Sharon meminta Soo Ho agar bisa membunuhnya, Soo Ho menyuruh Sharon menyingkirkan pisau itu dan sadar dengan membuang pisaunya. Sharon pun menyuruh Soo Ho pergi karena akan menusuk dirinya sendiri. Ia pikir sekarang memberikan Soo Ho dua pakaian itu, jadi akan menjadi tua sekarang dan akan Sangat kesepian, seperti dulu
“Kedengarannya bagus jadi Hae Ra dan aku tidak akan pernah melihatmu lagi.” Ucap Soo Ho tak peduli
“Aku tahu kau tidak mencintaiku... Tapi bisakah kau mengasihani aku dan memelukku, Seperti saat kita dulu?” ucap Sharon. Soo Ho menolaknya.
“Kau terlalu jahat padaku... Tidak bisakah kau memelukku sekali?” pinta Sharon. Soo Ho memilih untuk pergi
“Aku akan menunggu sampai kau terlahir kembali sebagai pria yang akan mencintaiku.” Kata Sharon lalu mengambil pisau dan menusuk ke bagian dada Soo Ho.
Soo Ho kaget menerima tusukan. Sharon seperti menyadari kesalahan dan akhirnya berlari meninggalkan tokonya. Di rumah Baek Hee merasakan sesuatu dan terlihat kaget melihat awan hitam yang menutupi bulan lalu merasakan dadanya yang sakit.
Soo Ho jatuh dan melihat ponselnya kalau Hae Ra tapi seperti tak bisa mengangkatnya. Hae Ra menelp Soo Ho degan wajah panik, Soo Ho hanya bisa melihat ponselnya dan tak bisa mengangkat telp Hae Ra lalu berbaring dilantai karena tak berdaya.
Bersambung ke episode 17

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



5 komentar:

  1. Wow cinta haera dan sooho...
    Semangat mbak nulisnya..

    BalasHapus
  2. Waduh... ahirnya kok kyg gne ya...

    BalasHapus
  3. Masih lanjut kan ke episode 17?kalo udah selesai di eps 16..nyesel bangett nontonnya😑😑😑

    BalasHapus
  4. Nanti jadwal tayang episode 17.. semangat kak, gk sabar buat tahu kelanjutan ceritanya

    BalasHapus
  5. Aahh masih nunggu banget nih sinopsis ep 17 nya.. Smangaat mbak!!

    BalasHapus