PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Rabu, 03 Januari 2018

Sinopsis Two Cops Episode 23

PS : All images credit and content copyright : MBC
Dong Tak mengingat saat bertemu dengan Tuan Tak di restoran. Tuan Tak mengetahui Dong Tak yang tinggal di Incheon, lalu mengaku kalau itu Kebetulan sekali. Dulu sebelum menjadi Jaksa,  bekerja di Incheon dan punya kenangan besar di tempat itu.
“Dulu dia seorang detektif dan bekerja di Kantor Polisi Incheon. Itu berarti... Apa Kau kenal Direktur Tak Jung Hwan?” kata Dong Tak. Soo Chang binggung siapa Tuan Tak yang dimaksud. Dong Tak kembali mengingat.

Flash Back
Tuan Tak bertanya apakah Dong Tak kenal seseorang bernama  Gong Soo Chang. Dong Tak bertanya Bagaimana Tuan Tak bisa mengenalnya. TUan Tak mengaku berutang budi pada Ayah Soo Chang
“Dia dengan jelas membicarakan tentangmu. Dia juga bilang berutang budi  pada Ayahmu.” Cerita Dong Tak. Soo Chang binggung mendengarnya

“Dulu aku tinggal di truk Ayahku  dan berangkat sekolah dari sana. Dia tidak mungkin bisa membantu  orang lain saat itu.” Pikir Soo Chang
“Jika...Jika Direktur itu adalah pemilik  sebenarnya dari kalung itu... Tapi tidak ada yang melihatnya di TKP. Apa itu berarti dia kehilangan kalung  sebelum itu?” pikir Dong Tak
“Jika begitu, kita harus menemuinya  terlebih dulu. Apa Kau yakin aku bisa kembali ketubuhku?” ucap Soo Chang. Dong Tak menganguk yakin. Soo Chang menegaskan kalau Dong Tak sudah janji
“Kau bilang akan menghantuiku selamanya  jika tidak bisa kembali.” Kata Dong Tak 

Dong Tak kembali ke ruangan tidur melihat loker ada map yang ditinggalkan Jin An dan teringat saat terakhir kali bertemu direstoran, Jin An berkata “Pasti menyenangkan bagi dua pria  berkencan denganku pada saat bersamaan. Aku tidak tahu apapun dan mengira  hanya berkencan dengan satu orang.” Tapi akhirnya jatuh lemas di depan restoran
“Bagaimana aku bisa memberikan ini  kepadanya sekarang?” ucap Dong Tak binggung. 

“Pagi ini, wanita berusia 20-an ditemukan  tewas di dekat Sungai Han. Dilaporkan bahwa dia hilang tadi malam. Dia terbunuh dalam kecelakaan  tabrak lari semalam ketika ingin pulang ke rumah setelah bekerja di toko serba ada.”
Dong Ki dkk menonton berita TV di ruang rapat. Kepala Yoo melihat  Media makin liar memberitau kalau mereka bertanggung jawab atas kasus ini. Jadi perlu menangkap pelakunya dan mulai bergerak. Ho Tae sudah siap mengajak Dong Ki pergi.
“Hei.. Apa Kau tidak pergi?” ucap Ho Tae heran melihat Dong Ki hanya diam saja.
“Kapten, aku akan pergi dengan Dokgo hari ini.” Ucap Ho Tae melihat Dong Ki tak bergerak dari tempat duduknya.
“Baik. Dong Tak tidak ada di sini.  Kau bisa pergi bersamanya hari ini.” Ucap kepala Yoo. Sung Hyuk pun menganguk mengerti. 

Flash Back 
Min Seok yang mabuk mengemudikan mobilnya, lalu mengumpat kesal setelah menabrak. Ia keluar dari mobil memeriksa mobilnya, lalu dibuat panik melihat sosok remaja yang tergeletak di jalan. Si anak meminta tolong Min Seok dengan menarik tanganya, tapi Min Seok yang panik memilih untuk menjauh. 
Sung Hyuk dan Ho Tae pergi ke bagian forensik, si pegawai memberitahu kalau DNA pria ditemukan di bawah kuku korban.Keduanya pun kaget melihat foto-foto korban.
“Intinya, korban masih hidup  sampai saat itu.” Ucap Si Dokter. Ho Tae kaget mendengarnya.
“Bagaimana jika dia membawa korban ke rumah sakit?” tanya Ho Tae
“Sayang sekali, ada kemungkinan tinggi  bahwa dia akan hidup.” Kata Si dokter. Sung Hyuk mengumpat marah. 

 Ho Tae menuruni tangga berpikir kalau Pertama, lihat semua rekaman CCTV  di sekitar sana Dan temukan saksi yang  melihat tabrak lari itu selain itu cek tiket parkir. Sung Hyuk menganguk mengerti lalu menelp Dong Ki

“Detektif Park, bisa kau periksa  kecelakaan mobil baru-baru ini?” kata Sung Hyuk. Dong Ki mengerti dengan tatapan kosong lalu pergi. Kepala Yoo melihat sikap anaknya yang berbeda.
Dong Ki pergi menemui pegawai di bagian CCTV agar bisa memulihkan rekaman CCTV yang di hapus sebelumnya. Si pegawai mengetahui kalau Itu ada hubungannya dengan  kecelakaan pagi ini, Dong Ki membenarkan. 
“Apa yang akan kau lakukan? Kau yang menghapusnya.  Aku tidak ada kaitannya dengan ini. Jangan coba-coba menyalahkan  aku karena ini.” Ucap Si pegawai. 

Dong Ki akhirnya keluar dari RUANG PENYIMPANAN DATA LALU LINTAS lalu terlihat panik mencoba menelp seseorang dan segera mengangkatnya.  Min Seok mengangkat telp menyindir Dong Ki kalau tidak bisa meneleponnya kapanpun.
“Jo Min Seok... Kau sengaja memanfaatkanku, kan? Kau menabrak dan membunuh orang lalu ingin menutupinya.” Ucap Dong Ki marah
“Detektif Park, kau sangat cerewet. Kita seharusnya tidak berteman jika  sikapmu seperti ini. Kau sudah mengambil uang yang kuberikan padamu  dengan mulutmu yang cerewet itu. Jadi tetaplah diam jika kau  mengambil uangnya.” Kata Min Seok lalu menutup telpnya.
Dong Ki terlihat marah sambil mengumpat dan pergi meninggalkan kantor. Kepala Yoo mendengarkan dari balik dinding mengetahui kalau anak buahnya pasti melakukan sesuatu dengan melihat kalau baru saja dari RUANG PENYIMPANAN DATA LALU LINTAS

Kepala Yoo menemui Kepala Ma melaporkan akalu Sepertinya salah satu anak buahnya mendapat masalah. Kepala Ma terdiam mengingat kembali saat Kepala No berbicara di telp dengan Tuan Tak.

Flash Back
“Ya, Direktur. Jangan khawatir Aku akan mengurusnya.” Ucap Kepala No lalu meminta agar mencari tahu siapa yang menyelidiki  kasus yang terjadi dari Tim Kecelakaan Lalu Lintas tadi malam.
“Jadi apa yang ingin kau katakan?” tanya Kepala Ma bisa mengetahuina.
“Aku akan mengurus ini tidak peduli apapun. Jika aku tidak bisa melakukannya, maka aku akan mengundurkan diri. Jika Anda bisa menutup mata  sekali ini saja...” ucap Kepala Yoo disela oleh atasnya.
“Tidak banyak hal yang bisa kau lakukan walaupun aku menutup mata.” Kata Kepala Ma lalu menyuruh Kepala Yoo pergi saja. Kepala Ma mengumpat kesal karena  Kepala No yang bisa memanfaatkan mereka. 


Kepala No heran Dong Ki yang tiba-tiba berdepanya. Dong Ki pikir, Kepala No sengaja mengenalkan dirinya pada Jo Min Seok kemarin. Kepala No membenarkan.
“Jika kau diberi uluran tangan, maka kau akan merasa lebih percaya diri. Tidak ada yang lebih penting bagi detektif  daripada bersikap percaya diri. Kau bahkan tidak tahu alasanku. Beraninya kau mengeluh?” ucap Kepala No. Dong Ki kesal mendengarnya.
“Jika seseorang membantumu, kau harusnya mengerti.” Tegas Kepala No
“Bukan itu masalahnya.” Kata Dong Ki, Kepala No yakin kalau Itulah masalahnya dan menyuruh minggir Jika sudah selesai
“Aku akan meluruskan semuanya.” Tegas Dong Ki, Kepala No menyuruh Dong Ki melakukan sesukanya dan apabial sudah selesai jadi pergi saja karena ada yang menelpnya. 

Kepala No mengangkat telp Kepala Ma, Kepala Ma terlihat kesal karena kepala No memanfaatkan salah  satu anak buahku lagi dan Sampai kapan akan, Kepala No merasa tak ada yang salah dengan tindakanya, menurutnya Ini semua gambaran bahwa  Direktur Tak sedang dipermainkan. Kepala Ma terlihat binggung kepala No membahas Direktur Tak.
“Ketua Jo dari Star Group tahu kelemahan Direktur Tak. Dia bilang akan menutupi beberapa kejadian untuk Ketua Jo 16 tahun lalu.” Ucap Kepala No. Kepala Ma memikirkan tentang Direktur Tak. 

Tuan Tak bertemu dengan Dong Tak mengetahui kalau juniornya itu baru saja melakukan hal-hal  yang cukup menarik dengan masuk penjara untuk mendapatkan informasi  dari narapidan yang mengajukan permohonan banding. Dong Tak pikir Tuan Tak pasti mendengarnya  dari Jaksa Tak.
“Tidak, dia tidak banyak bicara. Dia memiliki standar moral  yang lebih tinggi dariku. Jadi, kenapa kau ingin menemuiku?” ucap Jaksa Tak
“Aku mencari pemilik kalung ini. Apa Anda tahu? Ada pria yang sedang kucari. Kurasa ini ada kaitannya dengan dia.” Kata Dong Tak memperlihatka kalung yang dimiliki Soo Chang
“Kecelakaan apa yang berkaitan dengan pria ini?” tanya Tuan Tak yang terlihat menahan rasa kagetnya.
“Kecelakaan mobil yang terjadi 16 tahun lalu. Dia mungkin saksi baru atau pelaku sebenarnya yang menyebabkan kecelakaan itu.” Udap Dong Tak
“Tentu saja, aku tahu. Kalung ini sama persis dengan yang aku terima ketika  pensiun dari profesiku. Jadi Mungkinkah ini milikku?” ucapTuan Tak, Dong Ki terlihat kaget
“Aku punya inisial yang sama.” Ucap Tuan Tak, Dong Ki bertanya apakah memang itu milik Tuan Tak
“Tidak mungkin. Aku menyimpannya di tempat  yang aman. Kalung ini... pengingat bagiku untuk tidak melupakan darimana asalku. Aku mungkin telah berubah profesi, tapi akarku masih sama. Aku masih sangat bersemangat seperti kau” ucap Tuan Tak memperlihatkan sebuah kotak dan kalung yang ada sama didalamnya.
“Aku harap ini bisa menjadi jawaban. Kuharap... kasus itu terselesaikan  dengan baik olehmu.” Ucap Tuan Tak.
“Aku akan fokus mencari tahu pelakunya sampai akhir.” Tegas Dong Tak. 



Soo Chang menunggu di luar ruangan bertanya apakah Dong Tak sudah bicara dan apa yang dikatakan Tuan Tak, apakah Dia bilang itu miliknya. Dong Tak mengatakaan tapi merasakan ada sesuatu yang aneh. Soo Chang terlihat binggung. Dong Tak merasakan ada Auranya.
“Terima kasih untuk kalung ini... Baru saja, Aku memikirkan artikel lama  yang sudah hilang. Aku akan segera mengembalikannya  padamu.” Ucap Tuan Tak menelp seseorang yang meminjamkan kalung padanya. 
Kepala Yoo panik menelp Dong Tak menanyakan keberadaanya sekarang, Dong Tak duduk disamping Soo Chang bertanya Apa yang terjadi. Kepala Yoo pikir kalau melihat badai besar akan  datang ke tim mereka dalam waktu dekat.
“Aku tidak suka memintamu  untuk melakukan ini, tapi tolong kita selesaikan masalah  mendesak ini terlebih dulu.” Ucap Kepala Ma. 



“Kembali ke panti asuhan, dan coba ingat apapun yang  ada kaitannya dengan sayap malaikat. Aku akan mengurus ini  dan bergegas menemuimu.” Perintah Dong Tak. Soo Chang menganguk mengerti lalu turun dari mobil.
Soo Chang melihat Dong Ki yang berjalan sendirian lalu berusaha menyapanya. Dong Ki tak melihat hanya mengumpat kesal kalau akan membunuh brengsek itu. Soo Chang mendengarnya kaget kalau Dong Ki yang akan Membunuh lalu akhirnya berbalik arah. 

Dong Tak baru saja masuk ke dalam kantor polisi, Kepala Ma melihatnya kembali membahas Dong Tak yang bilang kasus Hang Joon belum berakhir baginya dan Apa masih merasakan hal yang sama. Dong Tak bertanya balik, bagaimana kalau jawabnya ya.
“Bagaimana dengan bukti baru?” tanya Kepala Ma. Dong Tak mengataka kalau telah mencarinya.
“Apa kau yakin bisa menangani ini?” ucap Kepala Ma. Dong Tak pikir Kepala Ma tahu sesuatu
“Cobalah mengungkap kasus  yang datang dari Tim Kecelakaan Lalu Lintas. Maka Kau akhirnya mungkin akan  menemukan sesuatu.” Ucap Kepala Ma seperti memberikan petunjuk.
“Mengapa Anda bicara begitu? Apa Anda yang mengirimkan foto itu?” kata Dong Tak.
Kepala Ma terlihat binggung, lalu mengingat kalau foto yang ditemukan di kotak Hang Jung lalu berpura-pura bertanya Foto apa itu.  Dong Tak pun tak menjelaskan dengan mengaku Bukan apa-apa.Kepala Ma pun berjalan pergi. 


Ho Tae memberitahu Mayat itu ditemukan di tanggul  200 m dari TKP. Penyebab kematian adalah terkejut karena pendarahan yang berlebihan, tapi jika melihat perkiraan  waktu kematian, kobran bisa bertahan jika  mendapat bantuan.
“Apa Seseorang meninggalkannya di tanggul dan  bukan menolongnya? Dasar brengsek.” Ucap Kepala Yoo kesal dan bertanya apakah mereka punya bukti
“Saat ini, kita hanya memiliki DNA pria  yang ditemukan di bawah jari kuku korban.” Kata Ho Tae.
Dong Tak terdiam mengingat pesan Kepala Ma “Cobalah ungkap kasus  dari Tim Kecelakaan Lalu Lintas. Kau mungkin akhirnya akan menemukan sesuatu.
“Bukankah kita mendapatkan kasus ini  dari Tim Kecelakaan Lalu Lintas?” ucap Dong Tak. Ho Tae membenarkan lalu saat itu Dong Ki masuk dengan wajahnya yang masih gelisah. Kepala Yoo mengeluh melihat anak buahnya yang baru datang. Dong Ki meminta maaf lalu duduk disampin Dong Tak.
“Apa yang dikatakan NISI?” tanya Kepala Yoo
“Berdasarkan bentuk sel kulit yang ditemukan  di bawah jari kuku tangan, korban mencakar lengan tersangka atau  tangan saat masih hidup.” Ucap Ho Tae.
Dong Ki mengingat Lengan atau tangan saat terakhir kali bertemu dengan Min Seok, tanganya di plester.  Kepala Yoo pikir kasus Ini semakin parah tapi menurutnya lebih baik Lakukan apapun  untuk menemukan tersangka. Dan bertanya pada Dong Tak apakah akan juga ikut.
Dong Tak sempat terdiam, Kepala Yoo meminta Dong Tak menjawab pertanyaanya. Dong Tak mengiyakan. Kepala Yoo mengajak mereka tangkap pelakunya. Dong Ki hanya diam saja tak sadar kalau semua temanya sudah keluar ruangan.
“Dong Ki... Park Dong Ki.” Ucap Kepala Yoo memanggil juniornya. Dong Ki seperti tersadar dari lamunannya.
“Apa Ada sesuatu yang ingin kau katakan padaku?” tanya Kepala Yoo seperti sengaja menyinggungnya.
“Aku akan menangkap pembunuhnya dan harus pergi.” Kata Dong Ki lalu bergegas pergi. 

Soo Chang bertanya pada Dong Tak apa yang terjadi. Dong Tak merasa kalau di balik kasus ini,  mereka akan menemukan petunjuk. Soo Chang tak percaya mendengarnya. Dong Tak menjelaskan Jika mereka menggali kasus ini, maka akan menemukan sesuatu.
“Apa Kasus ini jawabannya? Kalau begitu kita harus menggalinya  sampai mati. Lalu...” ucap Soo Chang lalu teringat sesuatu.

Flash Back
Dong Ki menemui Min Seok di lapangan Golf, Min Seok lalu menyuruh semua pengawai dan orang yang ada disekitarnya pergi.  Dong Ki melihat kalau tempat Min Seok sangat Bagus sekali lalu mengembalikan sebuah amplop.
“Sekarang, aku tidak lagi berhutang apapun padamu.”kata Dong Ki
“Apa masalahnya? Apa ini tidak cukup? Aku menyuruh mereka  memberikan yang banyak untukmu. Bukankah ini cukup?” ucap Min Seok mengambil amplop yang jatuh diberikan lagi pada Dong Ki
“ Tidak.. Kau kaya, jadi mungkin merendahkanku. Tapi Apa Kau pikir bisa membeliku?” kata Dong Ki marah
“Aku sudah membelimu. Benarkan? Tidak peduli aku menabrak rusa atau manusia, apa bedanya? Aku meminta bantuanmu, dan kau membantuku merusak bukti. Kau yang melakukannya. Jika aku bukan Jo Min Seok  yang kau kenal, apa kau akan melakukan  hal yang sama? Dan juga, bahkan jika itu bukan  kau, maka kau tidak bisa menangkapku juga.” Ucap Min Seok merendahkan.
Dong Ki terlihat binggung, Soo Chang sedari tadi melihat dari kejauhan.  Min Seok menyuruh Dong Ki agar mengambilnya kembali jadi akan melebihkannya dan Pergi. Dong Ki hanya bisa diam dengan amplop uang ditanganya. 



“Aku sakit hati karena malu, dengan Meminta detektif untuk membantuku. Aku sedikit menyakiti harga diriku. Dan juga, saudaraku dalam masalah. Aku tidak bisa mengabaikannya. Setengah diriku adalah  detektif Kejahatan Berat.” Ungkap Soo Chang. Dong Tak bingung yang dikatakan oleh Soo Chang
“Apa aku terlalu banyak  menghabiskan waktu di sini? Jantungku berdegup kencang karena  bersemangat.” Kata Soo Chang
“Apapun yang terjadi, kita harus  menangani kasus ini. Lalu Cari tahu siapa yang berada di belakang ini.” Kata Dong Tak. Soo Chang pikir itu bagus. 


Ho Tae mengemudikan mobilnya mengeluh karena Tidak ada saksi, dan rekaman CCTV hilang dan ini sangat membunuhnya, menurytanya Jika saja seseorang melakukan hal  yang benar saat pertama kali. Dong Ki hanya diam saja disamping Ho Tae.
Dong Tak berbicara di telp merasa kalau mungkin menemukan sesuatu  walau tanpa rekaman CCTV, lalu memikirkan tentang Rekaman CCTV. Ho Tae mengemudikan mobilnya ke TKP untuk mencari sesuatu.
Sebuah mobil box datang didepan minimarket, Dong Tak pun melihat dibagian depan kalau  mereka baru saja menemukan  rekaman CCTV bergerak. Soo Chang pun dengan wajah bahagia karena bisa menemukan Kamera dasbor. 
“Pukul 2 dan pukul 11... Tidak ada yang bisa  diandalkan lebih dari kamera dasbor dari sebuah truk yang melakukan  pengiriman dua kali sehari.” Kata Dong Tak
“ Detektif Cha dan aku melacak semua truk pengantar di daerah itu. dan mendapat salinan dari file mereka.” Kata Sung Hyuk
“Bagus, bagus, bagus sekali... Detektif Park, jangan khawatir. Percayalah pada Dong Tak.” Kata Soo Chang bersemangat
“Aku menemukan sesuatu dari sana.” Kata Dong Tak lalu Kepala Yoo melihat rekaman kamera mobil kalau korban yang meninggalkan toko.
“Seperti yang terlihat, sopirnya mabuk.” Kata Dong Tak, Kepala Yoo melihat rekaman lainya meminta agar menghentikan sejenak karena mobil yang berhenti tiba-tiba.
“Dia menabrak sesuatu dan menginjak rem. Bukankah itu seperti  ada seseorang yang jatuh? Pasti siswa itu.” Ucap Kepala Yoo.
Dong Ki makin gelisah. Kepala Yoo pikir mereka cari info sopirnya dan  temukan mobil itu lalu tangkap dia. Semua pun semangat dan segera keluar dari ruangan. Ho Tae berbicara di telp memberitahu kalau baru saja mendapat registrasi pemilik dari mobil yang mereka lihat di video, lalu dibuat kaget melihat namanya. 



Min Seok melakukan tes dengan diperiksa air liurnya, dan juga foto pada tanganya yang terluka di ruang interogasi.  Ho Tae tahu kalau itu adalah Direktur Star Group Jo Min Seok yang pernah berkasus sebelumnya.
“Dia dikenal karena narkoba  dan berjudi. Bisakah kita menangkapnya kali ini?”ucap Ho Tae merasa tak yakin
“Jika DNA-nya cocok, dia akan ditahan.” Kata Kepala Yoo yakin
“Kapten... Kita bahkan kehilangan salinan  rekaman CCTV. Ada rumor bahwa itu perbuatan  orang dalam.” Kata Ho Tae. Kepala Yoo hanya diam saja, Dong Ki mendengar memilih untuk pergi. 

Dong Tak menginterogasi Min Seok mengatakan kalau akakan langsung ke intinya dengan bertanya Bagaimana bisa terluka. Min Seok dengan santai kalau tidak ingat.
“Kau menabrak seseorang  dan melarikan diri. Korban meninggalkan bekas itu padamu.” Ucap Dong Tak
“Kau bilang Aku? Tidak, aku menabrak seekor rusa.” Kata Min Seok mengelak
“Entah kau menabrak rusa atau manusia,kami akan tahu ketika DNA dari sel kulit yang ditemukan di bawah kuku korban cocok denganmu.” Tegas Dong Tak
“Apa semudah itu? Kau tahu siapa aku Nilai sahamku muncul  di berita setiap pagi. Ini aku dan Tak seorang pun di dunia ini  yang tidak menyukai uang. Apa Kau suka juga?” ejek Min Seok
“Pasti hebat menjadi orang kaya. Tapi sayang sekali, kau tidak bisa menghabiskan semuanya. Aku di penjara belum lama ini. Di sana, kau hanya bisa  menghabiskan jumlah tertentu. Siapapun itu, hanya bisa  20 dolar per hari. Itu sangat adil. Berapapun banyak uang  yang kau punya, dan kau akan berakhir di mana hanya bisa menghabiskan 20 dolar perhari.” Ungkap Dong Tak. 


Min Seok hanya tersenyum licik, Dong Tak menerima telp dari bagian forensik, memberitahu  kalau DNA dari bawah kukunya rusak jadi tidak bisa membandingkannya. Dibelakang si Dokter, kepala No sengaja memerintahkanya. Dong Tak mengerti lalu memberitahu Min Seok kalau beruntung.
“Kau punya waktu dan Selalu seperti ini.” Keluh Dong Tak, Min Seok pikir Dong Ki tahu alasan dirinya yang beruntung.
“Aku adalah pewaris Ayahku. Saat dia meninggal, perusahaan dengan omzet 10  besar di Korea akan menjadi milikku. Jadi Apa itu artinya? Jika orang sepertiku terus menghabiskan uang  untuk membuat perekonomian berputar, maka ini memungkinkan petani  sepertimu bisa mencari nafkah. Jadi, jika kau ingin mencari nafkah, kau seharusnya tidak membuat  orang sibuk sepertiku berada di sini.” Ungkap Min Seok
“Lihatlah posisimu... Kau terlalu banyak bicara. Kau pasti takut akan sesuatu.” Kata Dong Tak lalu menanyakan keberadaan mobil Min Seok. Min Seok berpura-pura binggung mobil yang mana.
“Mobil yang kau pakai di malam kecelakaan itu.” Ucap Dong Tak. Min Seok mengingat tentang Mobil itu
“Aku tidak suka mobil itu, jadi kubuang. Apa Kau tidak baca surat kabar? Artikel berita "Jo Min Seok, pewaris generasi ketiga Star Group Dia mengumpulkan mobil karena hobi." Jadi Katakanlah mereka hanya membuat  lima model tertentu dan Salah satunya pasti milikku. Aku tergila-gila pada mobil” ucap Min Seok dengan Soo Chang yang sedari tadi sudah berdiri didalam ruangan.
“Jika aku membuat kecelakaan  seperti yang kau bicarakan, bukankah aku sudah  menyingkirkan mobilnya?  Jadi Bagaimana sekarang? Itu satu-satunya buktimu.”Min Seok. Dong Tak hanya terdiam tapi Soo Chang tersenyum bahagia. 


Dong Tak keluar dari ruangan interogasi,  Soo Chang mengaku punya firasat kalau Min Seok yang mengatakannya sendir bahakn tergila-gila dengan mobil. Jadi menurutnya Orang seperti dia tidak akan menyingkirkan  mobil yang telah dia kumpul dan akan menyembunyikan mobil  yang terlibat dalam kecelakaan itu.
“Sepertinya aku harus  masuk ke tubuhmu.” Ucap Soo Chang. Dong Tak pikir Soo Chang sudah gila. Soo Chang tak terima dianggap gila.
“Kau yang gila. Kau bicara dengan roh.” Kata Soo Chang. Dong Tak pun ingin tahu apa yang akan dilakukan Soo Chang
“Aku akan memancing penipu  dengan benar.” Ucap Soo Chang.


Jin An duduk di meja kerjanya kembali mengingat ucapan Dong Tak sebelumnya “Aku tidak bisa menjelaskannya, tapi aku tidak bersungguh-sungguh. Tapi aku akan berjanji. Kau tidak akan pernah terlibat denganku  seperti ini mulai sekarang.”
“Itu mungkin alasan dia menjauh dariku. Tapi Bagaimana aku bisa bertemu  dengannya lagi?” kata Jin An binggung
“Aku punya informasi untuk ditukar dengan ini.” Kata Min Nam mengambil cream tangan milik Jin An. Jin An pikir cream miliknya sangat harum jadi hanya akan menukarnya dengan yang bagus.
“Jo Min Seok sedang diinterogasi  di Kantor Polisi Pusat Seoul. Apa itu cukup?” ucap Min Nam
“Apa maksudmu Jo Min Seok dari Star Group?  Mengapa?” tanya Jin An.
“Aku belum tahu. Kudengar itu  penangkapan tanpa surat perintah. Dia mungkin akan lolos lagi.” Kata Min Nam,
Jin An langsung bergegas, Min Nam bertanya apakah Jin An akan meliput berita. Jin An mengaku kalau akan mengambil sesuatu.


Soo Chang masuk lebih dulu kamar mandi pria, Dong Tak memastikan kalau tak ada yang akan masuk. Soo Chang berteriak dari dalam agar Dong Tak segera masuk. Dong Tak akhirnya keluar dengan jiwa Soo Chang didalamnya.
Saat akan keluar bertemu dengan Jin An, keduanya terlihat gugup sampai akhirnya Jin An bertanya apakah kali ini Detektif Cha. Soo Chang mengaku kalau itu dirinya bukan Dong Tak. Jin An bertanya apakah Soo Chang masuk ke tubuhnya lagi
“Detektif Cha mengizinkanku kali ini.” Jelas Soo Chang. Jin An menganguk mengerti.
“Kau tidak akan kesini untuk menemuiku. Apa kau ingin menemui Detektif Cha?” ucap Soo Chang
“Tidak, aku meninggalkan sesuatu di sini,dan juga ingin meliput Jo Min Seok...” ucap  Jin An
"Jangan." Itulah yang Detektif Cha katakan... Aku ingin membantu Detektif Cha hari ini.  Kau tidak bisa meliputnya sekarang. Selain itu Aku juga tidak akan setuju,Kurasa kau harus menunggu sedikit lebih lama hari ini.” Ucap Soo Chang. Jin An menganguk mengerti denga wajah sedih.
“Dan... Apa Kau baik-baik saja? Karena aku... Maksudku, karena kami, kau terluka. Aku minta maaf.” Ucap Soo Chang lalu pamit pergi karena sedang sibuk
“Penipu itu selalu membantu Detektif Cha.” Pikir Jin An. 


Soo Chang masuk ruang interogasi, naik keatas bangku lalu dengan sengaja menurunkan kamera merasa ada begitu banyak mata  yang tidak perlu di kantor polisi dan juga menutup tirai. Min Seok binggung melihat sikap Dong Tak dan akhirnya duduk didepanya.
“Aku tidak tahu harus melayanimu sebagai teman atau melayanimu sebagai Direktur. Jadi kita akan bicara secara rahasia dan intens.” Ucap Soo Chang. Min Seok mengaku tidak paham situasi ini.
“Ini adalah jenis strategi filter asap. Jadi... Aku tidak percaya pada kebetulan. Apa mungkin kita bertemu  secara kebetulan? Aku tidak berpikir begitu. Detektif Park Dong Ki atau atasannya. terlalu cerewet,  tapi tidak melakukan apapun.” Ucap Soo Chang
“Jadi maksudmu... Apa Kau tahu Detektif Park Dong Ki  telah membantuku? Apa kau sama seperti dia?” kata Min Seok
“Oke. Berbicara tentang Detektif Park membuatnya tertarik.” Guamma Soo Chang sengaja memancing
“Aku berurusan dengan kasus yang lebih besar. Obat-obatan, tabrak lari, judi. Aku bisa mengatasinya dengan  mudah. Mengapa? Karena Aku jagoan yang sebenarnya.” Ucap Soo Chang bangga
“Bagaimana bisa petugas polisi melakukan itu pada tersangka tabrak lari?”  IniTidak masuk akal, tapi Disini sudah terekam.” Kata Min Seok tak percaya
“Selalu menarik melihat karakter orang-orang yang bermacam. Menurutmu, apa yang kulakukan di luar? Internet... Nilai saham yang kau dapatkan  tercantum di berita setiap hari. Saat orang tuamu meninggal, maka kau akan mengambil alih perusahaan yang berada di peringkat 10 besar. Kau pria yang menawan, Direktur Jo Min Seok.” Ungkap Soo Chang
“Itu sebabnya aku mulai memikirkan hal yang berbeda. Aku memutuska memiliki kehidupan yang lebih baik di sisi orang hebat sepertimu, Direktur Jo Min Seok. Aku akan melanjutkan penyelidikan Tapi semua hanya pura-pura.Tidak akan ada bukti, jadi semua akan segera lenyap.” Jelas Soo Chang memberitahu rencananya.
“Tapi aku ingin kau berjanji satu hal padaku, Kau tidak akan dipenjara. Aku akan mengundurkan diri, dan mendapatkan kartu nama di Star Group.” Ungkap Soo Chang.
Min Seok seperti tak percaya begitu saja. Soo Chang pikir Min Seok perlu memikirkan tawarannya tapi meminta agar memikirankan dengan positif. Min Seok pun hanya bisa terdiam.
Bersambung ke episdeo 24

 PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 




1 komentar: