PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Jumat, 19 Juli 2019

Sinopsis Search WWW Episode 14 Part 2

PS : All images credit and content copyright : TVN

Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 


Tuan Song bertemu dengan Tuan Oh membahas ini pernikahan karena alasan finansial, tapi foto-foto affair Tuan Oh itu ada di semua situs portal. Ia merasa tak terima karena Tuan Oh bisa mempermalukan mereka seperti ini.
“Aku tidak tahu harus mengatakan apa... Aku akan memaafkan ini, jadi, jangan pernah membicarakan tentang bercerai lagi.” Kata Tuan Song.
“Seharusnya Anda mendukung perceraian ini setelah aku mempermalukan Anda.” Kata Tuan Oh binggung.
“Aku mengatakan akan memaafkan ini. Aku akan membelamu alih-alih putriku.” Kata Tuan Song
“Kami sudah menyerahkan berkas perceraian kami.” Ungkap Tuan Oh, Tuan Song terlihat kaget.
“Apa Kau mendapatkan persetujuan pimpinan?” tanya Tuan Song, Tuan Oh piir mereka  tidak butuh persetujuan siapa pun selain persetujuan mereka untuk bercerai.
“Jangan pernah mengunjungiku lagi untuk membahas hal yang sama. Aku tidak akan menemui Anda lagi. Aku bukan menantu Anda lagi.” Ucap Tuan Oh lalu membuka pintu ruanganya. 


Di laman utama Barro terlihat pengumuman  "Kami akan mengiklankan cerita kalian selama 3 hari ke depan" Semua menjerit bahagia, Ah Ra merasa tak percaya kalau ini benar-benar terjadi. Bong Gi pikir Ini pekerjaan yang paling melelahkan.
“Kuharap kita tidak perlu memperbarui laman utama lagi.” Ucap Bong Gi.
“Kerja kalian bagus. Sekarang, kita hanya perlu menunggu evaluasi.” KataTa Mi
“Apakah acara iklan akan mulai besok pukul 9 pagi? Apa iklan yang pertama?” tanya Hyun. Ah Ra memberitahu Itu iklan untuk sebuah restoran sup kimchi.

Ta Mi pun melihat layar tampilan baru dan akhirnya menaiki subwat melihat banyak orang yang membuka iklan dilayar depan "Kami ingin mengakhiri bisnis 30 tahun kami, Dengan berbagi sup kimchi kami dengan kalian" Ta Mi senang melihat iklan yang sudah diunggah.
Pada jam 10, Jenny melihat iklan yang lain  "Bukankah Billy manis? Aku punya kucing!, Jangan membeli kucing. Adopsi mereka" Jenny merasa  satu-satunya yang tidak punya kucing.
Salah satu pengunjung cafe membahas Iklan di Barro sudah berubah. Alex yang mendengarnya langsung membukanya dan melihat iklan kucing dan berubah "Aku mencari Bin Tae Hwan dan Kwon Jun Hyung Mari bertemu sebelum kita mati. Aku rindu kalian. Dari Lee Sang Hyun"
Ah  Ra melihat iklan yang lain lagi "Aku Lee Hyo Bin, pencari kerja yang siap bekerja" lalu memberikan komentar Semoga beruntung. Bong Gi melihat juga iklan yang ada dilayar  "Ibu. Apakah internet juga berfungsi di surga? Aku merindukanmu" wajahnya sedikit sedih.  Hyun tersenyum melihat nomor satu dilayar ranking pencarian. 



Da In mulai memainkan pianonya, Mo Gun bisa merasakan feelnya lalu menyuruh Da In bisa keluar sekarang. Da In tak percaya kalau  bisa menyelesaikannya dengan sekali main. Mo Gun memuji Da In sudah kerja dengan bagus memberikan jempolnya.
“Kurasa latihan tidak pernah mengkhianatimu. Terima kasih sudah bekerja keras.” Ucap Mo Gun
“Tentu saja aku bekerja sebaik mungkin. Aku dibayar untuk ini.” Kata Da In
“Tapi kau jarang melakukan sesuatu demi uang.” Komentar Mo Gun. Da In membenarkan dengan senyuman sumringah.
“Aku harus ingin melakukannya. Kau tidak membawa mobil, bukan? Aku akan mengantarmu pulang. Ayo.” Ucap Da In. Mo Gun pikir  bisa berjalan.
“Tapi aku juga bisa mengantarmu. Lagi pula itu sejalan denganku.” Ucap Da In. 

Akhirnya Mo Gun turun dari mobil, mengucapkan Terima kasih dan memujinya . Da In mengaku juga bersenang-senang menurutnya Bersama dengan Mo Gun membuatnya merasa berusia 15 tahun lagi. Mo Gun pun ikut senang mendengar Da In yang bersenang-senang.
“Sebaiknya kau pergi. Akan terjadi kemacetan sebentar lagi.” Kata Mo Gun. Da In tiba-tiba menatap Mo Gun dengan wajah serius.
“Mo Gun... Aku lama memikirkan tentang apakah aku harus mengatakan ini atau tidak. Tapi aku akan tetap mengatakannya. Aku menyukaimu. Aku sudah lama merindukanmu.” Akui Da In. Mo Gun kaget mendengarnya.
“Dan untuk waktu yang lama, aku menanti untuk bertemu denganmu lagi. Jadi, ketika aku mengetahui tentang pacarmu, aku merasa langit akan runtuh. Aku bahkan berpikir untuk tidak memberitahumu perasaanku dan tetap menjadi temanmu untuk menyelamatkan harga diriku.” Kata Da In.
“Aku bahkan berpikir tentang menunggu sampai kau putus  dengan pacarmu. Tapi aku tidak ingin mengharapkan kau bersedih. Aku tahu apa yang kuinginkan.” Kata Da In, Saat itu Mo Gun melihat Ta Mi berdiri tak jauh darinya.
“Aku yakin kau menyadarinya sekarang, tapi aku juga bukan orang yang akan memikirkan pacarmu. Aku lebih putus asa. Aku ingin menggugah duniamu.” Kata Da In. Mo Gun melihat Ta Mi malah pergi.
“Itu keinginanku.Apakah kamu bersedia memberiku kesempatan?” tanya Da In.
“Aku bisa menanyakan pacarku jika tidak apa-apa jika duniaku digugah dan apakah dia tidak keberatan dengannya. Namun, aku memilih tidak melakukannya. Maaf.” Kata Mo Gun lalu berlari pergi. 




Mo Gun berlari mengejar Ta Mi, mengetahui kalau sudah mendengar semuany Tapi malah melarikan diri. Ta Mi pun bertanya apa yang harus dilakukan. Mo Gun pikir Seharusnya Ta Mi mendatangi mereka dan bertanya siapa wanita itu.
"Bagaimana kau mengenal dia? Apakah kamu menggoda wanita?" Entah padaku atau padanya, seharusnya kau marah.” Kata Mo Gun yang ingin dicemburui.
“Aku tahu siapa dia dan bagaimana kalian berdua saling kenal. Aku bahkan tahu betapa dia menyukaimu.” Ucap Ta Mi. Mo Gun takmengerti maksud ucapanya.
“Da In adalah guru pianoku. Dia antusias tentang bertemu cinta pertamanya, jadi, aku bahkan meminjaminya anting-antingku. Selama pelajaran kami, dia hanya membicarakanmu.” Cerita Ta Mi 

“ Aku senang melihatnya jatuh cinta. Itu pemandangan yang indah. Tapi aku mengetahuinya di resitalnya. Aku juga hadir di sana. Aku mengikutimu setelah melihatmu di antara penonton dan mendengar dia mengatakan kaulah cinta pertamanya.” Kata Ta Mi
“Lalu? Apakah kau menyuruhnya mundur karena cinta pertamanya adalah pacarmu? Apakah kau mendatangiku dan melarangku bertemu dengannya karena dia menyukai aku? Kenapa kau tidak melakukannya? Kenapa kau menderita seorang diri?” kata Mo Gun
“Da In ingin menikah kelak dan kau tahu aku juga ingin seperti itu. Apakah kau diam-diam mendukung kami?” kata Mo Gun marah. Ta Mi mengaku bukan seperti itu.
“Lalu kenapa kau menderita?” tanya Mo Gun. Ta Mi sadar kalau Mo Gun  tidak akan goyah.
“Tapi itu tetap membuatku berpikir. Setelah bertahun-tahun, ketika pernikahan menjadi penting bagimu, Jung Da In dan lainnya mungkin akan datang lagi. Jika kau bertemu seseorang seperti dia di masa depan, akankah kau tetap bertahan denganku?” kata Ta Mi
“Apakah kau tidak pernah memikirkan masa kini? Di antara semua pemikiran itu, kau tidak pernah sekali pun mempertimbangkan fakta bahwa kita saling mencintai saat ini. Hanya Itu akan memecahkan semua kekhawatiranmu.” Tegas Mo Gun
“Masa kini mungkin yang terpenting bagimu, tapi masa depan penting bagiku dan masa depanmu adalah bagian dari masa depanku sekarang. Cinta tidak memecahkan segalanya. Terkadang itu bisa merusak hidup yang kau rencanakan untuk dirimu.” Ucap Ta Mi
“Cintamu mungkin malah menghancurkan hidup orang yang kamu cintai.Apakah kau tidak keberatan dengan itu? Sebagai perusak skenario ini, aku keberatan. Sebaiknya aku pergi.” kata Ta Mi lalu bergegas pergi. Mo Gun pun tak mengerjarnya. 



Ga Kyung memimpin rapat memberitahu Barro menarik perhatian dengan tata letak laman utama baru dan acara promosi kreatifnya menjadi bahan pembicaraan dadan Itu bisa menjatuhkan mereka ke posisi kedua. Semua hanya bisa diam saja.
“Aku tidak suka mencari kesalahan atau menegur mereka yang terlibat. Aku orang yang mengambil inisiatif. Tapi untuk melakukan hal itu, aku membutuhkan bantuan kalian. Kudengar ada masalah dengan Tim Pengembangan..” Kata Ga Kyung
“Kami dengar KU Electronics tidak menyetujui kolaborasi kita tentang proyek AI. Itu tidak melalui jalur resmi, tapi saat ini mereka tampak lebih memilih bekerja dengan Barro.” Kata Si pegawai wanita.
Ga Kyung terdiam mengiangat yang dikatakan Nyonya Jang “Ini kesepakatan yang sangat penting untuk Tim Pengembanganmu. Jadi, pikirkanlah baik-baik, akui apa yang terjadi, dan belajarlah.
“Lihat apakah kamu bisa berbisnis di negara ini tanpa bantuan KU Group. KU Group berada pada level global dalam hal robot AI. Jika kesepakatan ini gagal, kita akan menderita kerugian.” Ucap Pegawai wanita. Ga Kyung hanya diam saja.
“Proyek ini tidak bisa dilakukan hanya dengan teknologi kita saja. Aku tahu hubunganmu tidak baik dengan mertuamu  setelah skandal suamimu tersebar ke publik, tapi kehidupan pribadi seharusnya tidak bercampur dengan bisnis.” Kata Si pegawai pria sinis.
“Jadi, untuk meneken kontrak dengan KU Electronics, kau mengatakan aku harus mengendalikan kehidupan pribadiku. Apa kamu yakin aku yang melewati batas di sini?”sindir Ga Kyung. Semua hanya bisa diam. 


In Kyung bertemu dengan para petinggi, Seoran pria membahas Begitu semuanya stabil, maka pajak dari penduduk asing akan meningkat drastis. Nyonya Jung setuju karena Masalahnya hanya pemilihan waktunya, tapi itu akan diputuskan pada akhir bulan depan dan akan berusaha sebaik mungkin untuk mewujudkan itu.
“Kalau begitu, kami akan mengandalkanmu. Senang melihatmu berkembang di posisimu.” Kata si pria.
“Nona Jung adalah pendatang baru yang melejit. Kini aku tahu siapa yang harus kuikuti.” Ucap In Kyung
“Bukankah orang lain berpikir kita harus menangani anggota kita?” kata si pria.
“Bagaimana jika aku bergabung?” kata Ga Kyung tiba-tiba datang, semua kaget melihat Ga Kyung yang datang. In Kyung hanya bisa memalinkan wajahnya.
“Bu Song, setelah berkali-kali menolak kami, akhirnya kau datang. Selamat telah menjadi dirut.” Ucap Nyonya Jung dan mengajak In Kyung duduk.
“Mungkin lain kali. Hari ini, aku datang untuk menemui Nona Na. Aku tahu kau menghormatiku dengan mengabaikan teleponku, tapi aku kesal karena kamu membuatku mencarimu.” Sindir Ga Kyung.
“Omong-omong, aku akan mengantar Nona Na keluar hari ini. Kami akan memulai sebuah bisnis baru dan aku membutuhkan masukannya. Maaf tentang ini.” Ucap Ga Kyung. In Kyung hanya diam saja. 


Akhirnya mereka bertemu diluar, In Kyung dengan sinis bertanya  Rencana apa yang hendak disusun kali ini. Ga Kyung pikir Konyol sekali mendengar itu dari In Kyung karena  mengunggah foto-foto itu setelah disingkirkan oleh Pimpinan Jang.
“Apakah kau pikir itu akan merugikan KU Atau mungkin tujuanmu adalah menyakitiku yang akan segera bercerai. Kau pikir aku berada di bawahmu setelah kehilangan jabatanku.” Ucap Ga Kyung
“Tidak akan ada yang menerima orang yang ditelantarkan Pimpinan Jang. Kamu mendapatkan pekerjaan dengan memberikan bantuan, jadi, kau tidak punya kemampuan. Jadi, apa pilihanmu? Apakah kau siap melayaniku? Tapi kau harus selalu tahu bahwa kau berada di bawahku dan memanggilku sebagai atasanmu.” Kata Ga Kyung. In Kyung hanya diam saja.

Hyun melihat iklan  "Tolong beli mawar dari wanita di Stasiun Seonnam" dan Jin Hwan menuliskan “Tolong perlihatkan belas kasih pada wanita yang kehilangan cucunya akibat kecelakaan kereta bawah tanah.” Hyun melihat wajah nenek yang diunggah Jin Hwan.
Jin Hwan pergi ke stasiun kaget melihat banyak orang yang membeli bunga  bahkan mengantri.  Hyun datang berkomentar kalau Stasiun kereta bawah tanah bagaikan kebun bunga mawar dan Jin Hwan tidak akan bisa membeli satu hari ini.
“Berkatmu, tidak akan ada yang tersisa untuk dia jual.” Ucap Hyun. Ji Hwan tersenyum bahagia melihatnya.
“Omong-omong, dari mana kau? Apa kau mengikutiku?” goda Jin Hwan. Hyun kesal mengaku tidak mengikutinya.
“Aku tidak biasanya mengikuti orang. Ini kebetulan” akui Hyun. Ji hwan pun bertanya Hyun membeli bunga untuk siapa.
“Ini untuk Kau, Untuk memberikan ucapan selamat karena menyelesaikan drama itu.” Kata Hyun. Ji Hwan kaget lalu mengucapkan  Terima kasih.
“Aku belum menonton episode terakhirnya. Apa kau Mau menontonnya bersama?” tanya Hyun. Ji Hwan panik Hyun yang membahas Episode terakhir. 


Keduanya menonton drama dirumah, Hyun melihat adegan Si wanita yang mengaku Sebenarnya usianya bukan 33 tahun tapi Usianya sudah  63 tahun karena Untuk membalas dendam untuk putrinya maka mengubah penampilannya dan pindah rumah.
“Orang yang ingin kuhukum adalah kakakmu.” Ucap Si wanita. Min Jae mengaku sudah tahu. Si wanita kaget bertanya Sudah berapa lama mengetahuinya.
“Aku tidak peduli apakah kamu ibu mertua kakakku atau alien. Mari kita lanjutkan semuanya, Min Sook.” Kata Ji Hwan. 

Jin Hwan panik, sementara Hyun tersenyum melihat akting pacarnya memuji kalau sangat keren. Ji Hwan langsung duduk didepan Hyun mengajak untuk berhenti menontonnya. Hyun mengeluh agar jangan bersikap konyol karena Ini klimaksnya dan menyuruh minggir.
“Ah.... Tidak mungkin. Astaga, ciuman... Dia menciumnya. Mereka berciuman.”jerit Hyun bahagia melihat adegan yang membuat penonton bahagia, lalu tersadar kalau Ji Hwan yang berciuman disampingnya.
“Karena itulah aku mengatakan kita harus berhenti menontonnya.” Kata Ji Hwan tertunduk ketakutan.
“Apakah itu menyenangkan?” tanya Hyun sinis. Ji Hwan menegaskan kalau ini hanya pekerjaan.
“Lalu apakah itu menyenangkan?” ucap Hyun lagi, Ji Hwan mengaku kalau ini hanya akting.
“Apakah kalian berdua akrab? Apakah dia cantik dalam kehidupan nyata?” tanya Hyun membabi buta.
“Tidak, kamu lebih cantik.” Kata Ji Hwan cepat, Hyun langsung tersenyum bahagia mendengarnya.
“Jadi, berapa lama lagi kau akan memanggilku Nona Cha Hyeon? Kita hanya punya sebulan lagi, jadi... Mari bicara secara informal.” Kata Hyun.
Ji Hwan kaget,  Hyun pkir  tidak bisa melakukan ini dengan perlahan seperti orang lain. Ji Hwan mengaku tidak pandai berbicara secara informal. Hyun meminta agar Ji Hwan meakukanlah karena ia tidak keberatan.
“Bagaimana aku bisa informal denganmu jika kau tidak melakukannya?” kata Ji Hwan binggung
“Kau bisa mengatakan "Hyun, ayo" sebelumnya... Jantungku berdebar kencang hari itu.” Akui Hyun. Ji Hwan tersenyum mendengarnya.
“Jadi, kamu akan berbicara secara informal atau tidak?”rengek Hyun kesal, Ji Hwan hanya bisa terdiam. 



Ta Mi bertemu dengan Da In di restoran,  Da In mengaku melihat semuanya hari itu, dan Ta Mi juga melihatnya  memberi tahu Morgan bagaimana perasaannya dan yakin kalau Karena Ta Mi melarikan diri. Ta Mi hanya diam saja.
“Cinta pertamaku adalah pacarmu. Sudah berapa lama kau mengetahui hal itu? Saat aku mengatakan aku akan bertemu dengannya lagi, bahwa aku telah jatuh cinta kembali padanya, bahwa aku ingin menikahinya. Setiap kali aku mengatakan itu, apa yang kau pikirkan?” ucap Da In.
“Da In, kau salah paham... Aku mengetahuinya di resitalmu. Aku melihat kalian berdua di ruang ganti. Karena itulah aku mengatakan harus berhenti kursus.” Akui Ta Mi
“Kenapa kamu tidak memberitahuku?” ucap Da In. Ta Mi bertanya  Jika memberitahu Da In mulai hari berikutnya, akankah Da In berhenti menyukai Morgan.
“Jika perasaan bisa dikontrol seperti itu, aku akan memberitahumu.” Kata Ta Mi merasa tak ada yang salah.
“Seharusnya kau memberitahuku. Sekalipun aku menyukai dia, aku tidak akan memberitahunya. Kau memberiku kesempatan untuk menyatakan cintaku. Sebelum kau mulai berkencan dengan Morgan, apakah kau ingat telah memberitahuku tentang dia?” ucap Da In
“Kau bilang akan mengakhiri semuanya dengannya. Kau bilang itu tidak akan berubah menjadi hubungan. Setiap kali, kau ragu dan melarikan diri. Tapi kau melakukan itu pada hari aku mengakui perasaanku padanya. Aku merasa kasihan pada Morgan.” Ungkap Da In.
“Apakah Morgan benar-benar dicintai? Jika pemenangnya adalah orang yang lebih mencintainya, aku mengalahkanmu, Ta Mi.” Kata Da In. Ta Mi hanya bisa diam saja. 


Mo Gun bertemu dengan ibunya berkomentar kalau dua pekan itu ideal lalubertanya Apa  pergi ke tempat lain juga. Ibu Mo Gun menjawab Tidak, karena hanya Paris kali ini. Mo Gun tahu alau selalu bilang ingin pindah ke Paris dan menurutnya Pasti menyenangkan.
“Aku menukar uang, jadi Untuk tip Ibu.” Kata Mo Gun memberikan uang untuk ibunya.
“Morgan, bisakah kau berhenti memberi ibu uang?” keluh Ibu Mo Gun tak enak hati.
“Bawakan aku hadiah yang lebih mahal.” Goda Mo Gun. Ibu Mo Gun menganguk mengerti meminta Mo Gun menantikanya.
“Ibu... Saat Ibu melepaskan aku, bagaimana perasaanmu ? Aku tidak ingin menyalahkan Ibu. Tapi Aku ingin memahami Ibu. Itu pasti sangat berat. Apa alasan yang memungkinkan hal itu? Aku penasaran.” ucap Mo Gun.
“Ibu pikir apa pun akan lebih baik daripada jika kau tinggal bersama ibu. Saat itu Ibu sangat miskin, Semuanya berantakan. Bahkan Semuanya sangat menyakitkan. Kesedihan di wajahmu jika kita tinggal bersama akan lebih besar daripada kesedihan akibat perpisahan kita.” Ucap Ibu Mo Gun
“Ibu sangat yakin. Ibu tidak bisa menghancurkan masa depanmu hanya karena kau membuat ibu bahagia. Jika ibu tidak melepaskanmu saat itu,maka kau tidak akan menjadi seperti ini sekarang.” Ucap Ibu Mo Gun
“Tapi tetap saja...”ucap Mo Gun, Ibu Mo Gun langsung memegang tangan anaknya meminta maaf sambil menangis.
“Ibu... Rekan yang bersamaku saat kita bertemu di pasaraya itu. Sebenarnya dia pacarku.”akui Mo Gun. Ibunya tak percaya mendengarnya.
“Dia pasti terkejut bertemu ibu seperti itu.”ucap Ibu Mo Gun. Mo Gun mengaku Aingin memberi tahu bahwa Ta Mi adalah pacarnya. 



Mo Gun melihat Ta Mi keluar gedung, teringat saat mereka berbicara saat memulai hubungan.
Flash Back
“Bagaimana jika kita mulai berpacaran? Apa yang terjadi setelahnya?” ucap Ta Mi
“Kita akan menemukan kebahagiaan bersama.” Ucap Mo Gun, Ta Mi menanyakan kelanjutanya.
“Kita akan menjadi kehidupan satu sama lain dan bahagia bersama.” Ucap Mo Gun
“Lalu salah satu dari kita harus mengalah. Entah kau tidak akan pernah merasakan pernikahan, atau aku terpaksa menjalaninya dalam hidupku. Salah satu dari kita harus berkorban atas nama cinta.” Kata Ta Mi
“Apakah benar mengawali hubungan yang intinya siapa yang akan mengalah? Jka keduanya tidak bersedia melakukan itu, kita harus mengakhiri hubungan kita. Apakah kamu yakin bisa menghadapi hubungan yang akan berakhir?” kata Ta Mi.

Mo Gun menatap Ta Mi yang berjalan mendekatinya,  Ta Mi menanyakan kabar Mo Gun. Mo Gun melihat jam tanganya lalu bertanya apakah Ta Mi sudah makan malam. Ta Mi mengaku Sudah. Mo Gun pikir kalau mereka tidak bisa makan bersama.
Akhirnya mereka pergi ke lapangan sekolah, Ta Mi menceritakan kalau baru saja bertemu dengan Da In dan ia rupanya melihat mereka  bertengkar hari itu. Mo Gun mengerti,  Ta Mi menceritakan kalau Da In bertanya apakah Mo Gun dicintai olehnya.
“Dia bilang dia merasa kasihan padamu karena tampaknya tidak dicintai” ucap Ta Mi.
“Dia sangat lancang... Kau memang mencintaiku. Aku tahu itu karena aku merasakannya.” Ucap Mo Gun
“Aku merasa sangat kesal. Tapi aku tidak bisa mengatakan apa pun. Aku merasa cemburu melihat betapa kuatnya perasaannya padamu. Aku pikir semuanya akan baik-baik saja karena aku tidak keberatan dengannya.” Ucap Ta Mi
“Aku tidak bisa memahami kenapa kau terus mengkhawatirkan tentang masa depanku padahal aku sudah memberitahumu bahwa aku tidak peduli dengan pernikahan. Tapi kurasa aku paham sekarang. Sekalipun aku tidak keberatan dengannya, bahwa keadaannya mungkin tidak sama untukmu.” Ucap Mo Gun
“Aku paham sekarang. Aku benar-benar tidak ingin memahaminya. Karena jika aku paham,maka kita harus putus. Apakah kau ingin aku memahaminya?” tanya Mo Gun.
“Tidak... Aku berharap kau tidak akan pernah memahaminya. Aku berharap kau akan terus memohonku untuk bertahan agar aku bisa tetap mendampingimu. Aku ingin kau tetap sama  sama seperti dirimu di awal.”ungkap Ta Mi dengan mata berkaca-kaca
“Tapi kurasa itu tidak akan mungkin lagi... Tapi kita tetap saling mencintai, kan? Cinta kita sejauh ini berarti, kan?” kata Mo Gun. Ta Mi membenarkan.
“Kalau begitu, tidak masalah... Sebaiknya kau pergi. Aku akan melepaskanmu. Aku harus melepaskan agar kau pergi. Tapi aku tetap ingin kau menepati janji yang sudah kau buat.” Kata Mo Gun
“Kau berjanji bahwa kau hanya akan datang ke sini denganku. Jangan pernah datang ke sini lagi. Aku berharap tidak terjadi apa pun yang akan membuatmu datang ke sini. Tapi jika sesuatu terjadi, maafkan aku karena tidak bisa menemanimu. Maafkan aku.” Kata Mo Gun sambil menangis. 
Ta Mi akhirnya pergi dan duduk di mobil, tak bisa lagi menahan tangisnya karena Mo Gun melepaskan dirinya. Ia terus menangis seperti anak remaja yang kehilangan cinta pertamanya. Saat itu Bong Gi menelp menanyakan keberadanya. Ta Mi menahan tangisnya bertanya balik ada apa.
“Barro akhirnya mendapatkan pangsa pasar tertinggi. Kita mengalahkan Unicon!” ucap Bong Gi menjerit bahagia.
Ta Mi makin menangis keras, Bong  Gi bisa mendengarnya tak percaya kalau Ta Mi menangis karena kamu bahagia, Ta Mi membenarkan dan terus menangis mengaku bahagia, bahkan sangat bahagia. Ponsel tak dimatikan, Bong Gi pun bisa mendengar Ta Mi yang terus menangis.
Bersambung ke episode 15

Cek My Wattpad... Stalking 


      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 




1 komentar: