PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Jumat, 19 Juli 2019

Sinopsis Search WWW Episode 14 Part 1

PS : All images credit and content copyright : TVN

Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 


Di atas meja terlihat papan nama Song Ga Kyung sebagai CEO, lalu ga Kyung masuk ke ruangan barunya. Tuan Min melihat berkas diatas meja. "Klausa kata kunci waktu nyata Barro" lalu memuji Tammy, Scarlett, karena sudah melindungi hari ini dan  ini hari yang sangat penting.
“Berkat kalian, dokumen ini...” ucap Tuan Min langsung merobek berkas
“Aku tidak akan menandatangani ini.” Kata Ga Kyung pada semua petinggi Unicorn menutup berkasnya. 

Berita di TV “ Barro dan Unicon telah diambil alih oleh dirut baru pada hari yang sama, yang sangat tidak biasa. Mantan Dirut Unicon, Na In Gyeong, dicopot sebelum masa jabatannya berakhir, dan Direktur Pelaksana Song Ga Gyeong menggantikannya.”
“Min Hong Ju dari Barro membatalkan pengunduran dirinya dan kembali ke kantornya. Semua ini terjadi sebulan setelah skandal manipulasi kata kunci. Reporter Ha memiliki ceritanya.”
Tuan Oh menonton berita dari ruangan, lalu melihat surat  "Persetujuan Perceraian" yang sudah di tanda tangani "Oh Jin Woo, Song Ga Gyeong" dan terus menatapnya.

In Kyung datang langsung membungkuk pada Nyonya Jang ebrtanya Apa yang harus dilakukan. Nyonya Jang menyuruh In Kyung agar Pulang dan tidurlah. In Kyung panik langsung berlutut mengatakan  akan melakukan apa saja Jika memberikan sebuah tugas kecil pun...
“Kau mengacaukan semua tugas yang kuberikan kepadamu. Bagaimana kau bisa memintaku untuk memberimu pekerjaan? Kenapa kau bersikap seperti orang dungu dan tidak menyadarinya saat kau digantikan?” ucap Nyonya Jang marah
“Apa yang bisa kulakukan dengan seseorang sebodoh itu? Berhentilah membuktikan kau tidak kompeten. Aku muak dengannya.”ucap Nyonya Jang
“ Jika seseorang memiliki uang, aku menunduk di hadapannya. Jika seseorang memiliki pengaruh, aku memihak mereka sekalipun mereka kotor. Untuk seseorang sepertiku yang tidak memiliki apa pun, itulah kompetensi. Itu yang Anda katakan.” Kata In Kyung
“Ya. Tapi koneksi yang kau buat melampaui apa yang bisa kamu hadapi. Kau kehilangan koneksimu. Sekarang enyahlah.” Ucap Nyonya Jang menyuruh In Kyung pergi. 



Nyonya Jang bertemu dengan Tuan Seo di ruanganya. Tuan Seo pkir Hubungan mereka sangat tidak nyaman, lau mengaku terkadang bertanya-tanya apakah Nyonya Jang itu mencoba membantu atau menghalanginya.
“Jika Anda mencoba menghalangiku, aku memiliki kemampuan melakukan hal yang sama terhadap KU Group.” Kata Tuan Seo
“Apa Anda mengancamku sekarang?” kata Nyonya Jang, Tuan Seo mengaku tidak mengancamnya.
“Kekuasaan Presiden sangat singkat. Aku telah melihat banyak presiden mengalami kejatuhan. Tapi pernahkah Anda melihat itu terjadi pada konglomerat?” kata Nyonya Jang
“Bisnis dikontrol oleh hukum, Pimpinan Jang. Masyarakat selalu ingin pemerintah mengatur para konglomerat. Apa Anda pikir aku tidak melakukan apa pun karena aku tidak tahu itu?” kata Tuan Seo
“Maksudku adalah kita harus memodifikasi rencana kita agar terlihat dapat dibenarkan. Menantuku yang telah menyatakan akan bercerai mengatakan ini kepadaku. "Jika kamu memalsukan sebuah situs portal, itu hanya akan menimbulkan kontroversi, dan kau tidak akan mendapatkan apa pun darinya.".. Dia benar. Kita membutuhkan sebuah rencana yang lebih fundamental.” Ucap Nyonya Jang. 


Tuan Kim berbicara pada semua timnya kalau  Ada banyak cara untuk bertanggung jawab Tapi ia memilih melakukan itu dengan mundur dari posisiknya. Ia lalu telah menyadari bahwa itu merupakan pilihan yang sangat tidak bertanggung jawab.
“Dan sejujurnya, aku masih tidak yakin tentang apa yang benar dan apa yang salah. Itu karena aku tidak sempurna..” Ucap Tuan Kim 

“Namun, ada satu hal yang bisa kujanjikan kepada kalian. Setiap keputusan yang kubuat akan kubuat hanya demi keuntungan perusahaan kita dan bukan karena hal lainnya.” Kata Ga Kyung memberikan pernyataanya.

“Aku siap untuk ditegur karena tidak menepati perkataanku dan kembali ke perusahaan. Aku akan menerima kritik Anda dengan senang hati. Namun, aku akan takut menerima kritik mengenai Barro seremeh apa pun itu.”kata Tuan Kim. Alex dan Jenny menonton dari siaran langsung.
“Aku akan takut. Aku akan menganggapnya serius. Ini responsku terhadap 2.500 orang yang menandatangani petisi yang meminta aku kembali. Dan ini caraku untuk bertanggung jawab.” Ucap Tuan Kim. 


“Aku tidak akan tersesat dengan goyah akibat perubahan yang terus-menerus. Aku akan menciptakan langkah kita sendiri. Dan akan kupastikan langkah Unicon akan menjadi langkah perubahan. Kuharap kalian akan ikut denganku dalam perjalanan ini.” Kata In Kyung lalu memberikan hormat pada "Upacara Inaugurasi Dirut Song Ga Gyeong"

Nyonya Jang duduk diruangan sambil makan kacang, Ga Kyung masuk ruangan melihat ibu mertuanya lalu seolah tak peduli langsung duduk dimeja kerjanya. Keduanya sempat terdiam sejenak akhirnya Ga Kyung lebih dulu bicara.
“Anda pasti datang untuk membicarakan alimentasi. Apa Anda sudah memutuskannya? Berapa yang akan Anda berikan untukku?” ucap Ga Kyung
“Ga Gyeong, bagaimana rasanya duduk di sana?” tanya Nyonya Jang
“Anda memintaku melihat dan mempelajari apa yang bisa kulakukan. Aku sedang mempelajari apa yang bisa kulakukan.” Kata Ga Kyung
“Dirut harus selalu menghadapi banyak rumor. Apa kamu yakin tentang kehidupan pribadi dan masa lalumu?” ucap Nyonya Jang. Ga Kyung berdiri dari bangkunya.
“Aku akan memperingati Anda lebih awal. Jangan mencoba melakukan trik apa pun. Jika Anda menyerangku dengan hal seperti ini, maka aku akan membela diriku dengan melakukan hal yang sama.” Kata Ga Kyung memberikan foto.
“Ini bukan seleraku. Aku datang untuk berbicara bisnis denganmu. Mari bicara antara dirut dengan dirut.” Ucap Nyonya Jang sempat tertawa melihat foto yang diberikan Ga Kyung
“Unicon memberikan tawaran pada KU Electronics meminta kami memulai kemitraan untuk mengembangkan AI dalam robot. Dan Barro membuat tawaran yang sama persis. KU Electronics sangat terkenal atas teknologi canggihnya.” Kata Nyonya Jang. Ga Kyung hanya bisa terdiam.
“Bu Song... Maksudku, Dirut Song... Kurasa kamu tidak sepenuhnya tahu tentang perusahaanmu. Ini kesepakatan yang sangat penting untuk Tim Pengembanganmu. Jadi, pikirkanlah baik-baik, akui apa yang terjadi, dan belajarlah.” Ejek Nyonya Jang
“Lihat apakah kamu bisa berbisnis di negara ini tanpa bantuan KU Group.” Kata Nyonya Jang lalu akan keluar ruangan dan teringat sesuatu.
“Omong-omong, Ga Gyeong. Selamat atas pengangkatanmu menjadi dirut.” Kata Nyonya Jang lalu keluar ruangan. Ga Kyung terdiam melihat bung dari ibunya tertulis "Selamat atas promosimu, Pimpinan Jang dari KU"



Jenny memberitahu Orang-orang mulai mendaftar mulai dari pukul 9 pagi. Dan pada pukul 11 siang, mereka memiliki lebih dari 3.000 pelamar. Bong Gi tak percaya Orang-orang sangat menyukainya. Ta Mi bertanya Jika satu orang terpilih setiap jam selama tiga hari, berapa jumlahnya.
“72 orang... Orang-orang mulai mengunggah acara itu di komunitas daring. Kompetisi ini akan sengit.” Kata Alex
“Apakah kabar kalian baik?” ucap Brian tiba-tiba masuk, semua terlihat bahagia melihat Brian kembali datang.
“Aku datang untuk melaporkan bahwa aku sudah kembali. Aku datang agak terlambat karena aku punya begitu banyak pekerjaan... Maaf.” Kata Brian semua memberikan selamat atas penugasan Brian kembali.
“Astaga, aku tidak layak diberi ucapan selamat. Aku seharusnya merenungkan perbuatanku. Tapi menyenangkan berada di sini. Sungguh terasa aku telah kembali. Omong-omong, siapa yang menciptakan ide cemerlang ini?” ucap Brian mencoba menebaknya.
“Tammy? Tidak, tidak mungkin dia... Tammy kurang sensitif... Scarlett? Tidak, pasti juga bukan dia. Kalau begitu... Ellie? Kurasa kamu.” Kata Brian. Ah Ra tak percaya kalau Brian bisa tahu.
“Aku bisa tahu dari raut wajahmu. Ini bagus. Kau banyak meningkat dalam sebulan sehingga itu mulai mengintimidasiku.” Ucap Brian memuji.
“Kau harus bekerja keras untuk mempertahankan posisimu.” Kata Ta Mi. Brian pikir benar.
“Ak merasa aku harus bekerja siang dan malam untuk mengikuti. Astaga, aku sangat membenci ini. Aku harus mengunjungi tim lain juga, jadi, sampai jumpa nanti.” ucap Brian. Semua pun melambaikan tangan. 


Terdengar suara dari pengeras suara pengumuman “Ini pengumuman mendesak mengenai reformasi laman utama. Jika ada yang menggunakan Teraphone 7KS atau Dokia AMAC, silakan naik ke lantai sembilan ke kantor Tim Pengembangan.”
Hyun yang mendengarnya akhirnya pamit untuk pergi ke lantai 9, Ah Ran binggung bertanya untuk apa pengumuman itu. Ta Mi menjelaskan Mereka harus memeriksa laman utama yang diperbarui di setiap model ponsel sebelum diluncurkan.
“Setiap model memiliki sistem yang berbeda. Jadi, kita tidak pernah tahu kapan dan di mana akan terjadi kesalahan.” Jelas Ta Mi. Ah Ra menganguk mengerti. 

Di lantai 9, Ta Mi duduk bersama dengan yang pegawai lainya. Pegawai tim pengembangan meminta mulai dengan Teraphone 7KS agar mengetik apa pun dalam kotak pencarian dan tekan cari Lalu pilih blog ketiga dan kirim tautannya ke aplikasi pesan kalian.
“Kalian yang memiliki Dokia AMAC, aku ingin kalian menekan tab belanja dan tambahkan produk apa pun ke keranjang. Lalu aku ingin kalian menekan "Beli". Kata Pegawai.
Hyun malah sibuk melihat berita tentang Ji Hwan dalam ponselnya, sementara pegawai lain memberitahu Halaman keranjang tidak mau beralih ke halaman transaksi.

Ji hwan tertunduk sedih sambil minum kopi. Managernya membawa cake melihat wajah Ji Hwan berkomentar artisnya itu  benar-benar terlihat seperti pria yang akan menjalani wamil lalu menyuruhnya makan karena  akan menginginkan begitu menjalani wamil.
“Aku merasa sangat bersalah pada perusahaan. Akhirnya aku mulai mendapatkan pekerjaan. Tapi tiba-tiba aku harus pergi.” ucap Ji Hwan merasa bersalah.
“Lupakan tentang pekerjaan saat ini dan mulailah menjaga orang-orang berharga di sekitarmu. Pertahankan siapa pun yang tidak ingin kau lepaskan. Jika kau pergi tanpa melakukan itu, kau akan berakhir menyesalinya.” Kata Managernya menasehati. Ji Hwan hanyabisa terdiam. 

Mo Gun bertemu dengan Da In meminta agar memainkan bagian musik dengan lebih lembut dari tadi dan ingin bagian akhirnya lebih menonjol. Da In mengerti dan akan mulai memainkanya. Mo Gun melihat sebuah buku dan melihat lagu "New Beyer 4"
“Ini lagu yang sama... Kurasa kau juga mengajar. Pacarku belajar bermain piano. Dan ini yang dia latih belakangan ini.” Ucap Mo Gun
“Apa Kau punya pacar?” tanya Da In kaget, Mo Gun menganguk dengan sangat yakin.
“Kau harus melihat kesulitan yang dia timbulkan karena seorang wanita.” Ejek Sun Woo
“Sayang sekali... Bukankah aku masih menyulitkan?” kata Mo Gun. 

Ta Mi menatap Mo Gun yang berjalan ke arahnya dengan wajah bahagia, teringat saat Da In mengatakan dengan wajah yang sama “Pekerjaan. Cinta pertamaku mendengarku bermain dan dia ingin bekerja denganku.” Akhirnya Mo Gun sampai ditempat Ta Mi berdiri.
“Dari mana kau?” tanya Ta Mi. Mo Gun menjawab  Teman SMAnya  bermain musik untuk project mereka.
“Aku ada di studio untuk memonitornya.” Ucap Mo Gun. Ta Mi mengeluh kalau Mo Gun yang tidak memberitahunya.
“Aku pikir kau tidak ingin tahu. Tapi persiapkan dirimu sebelum memintanya karena kau akan berteriak "TMI".” Ucap Mo Gun dan melihat Ta Mi seperti tak sadarkan diri.
“Apa kau minum?”tanya Mo Gun, Ta Mi mengaku sedikit.  Mo Gun bertanya Apa di kantor.  Mo Gun membenarkan.
“Dasar anak nakal.” Ejek Mo Gun, Ta Mi membenarkan kalau ia  yang paling nakal di antara mereka semua dan Mo Gun pasti tidak tahu itu?
“Apakah itu untuk merayakan penugasan kembali Dirut Min? Aku melihatnya di berita.” Ucap Mo Gun
“Tidak juga. Hyun dan aku hanya minum sedikit.” akui Ta Mi. Mo Gun pun mengajak Ta Mi untuk bergabung untuk minum lagi.
Ta Mi langsung menganguk setuju,  Mo Gun pun mengandeng tangan Ta Mi berjalan pergi. Ta Mi sempat terlihat sedikit jatuh saat berjalan, untuk Mo Gun bisa menahanya. Keduanya berjalan bersama di trotoar, Ta Mi bertanya dimana mereka akan minum lagi. 


Mo Gun malah balik bertanya Apakah bisa minum lagi dan melihat Ta Mi makin mabuk. Ta Mi mengaku minum beberapa tegukan wiski sebelum meninggalkan kantor jadi Pasti akhirnya itu memengaruhinya. Tapi Ia erasa baik-baik saja dan bisa minum lagi.
“Kenapa kau mudah kehilangan keseimbanganmu tadi?” ejek Mo Gun. TaItu. Mi pikir kalau itu menyalahkan usianya yang sudah tua.
“Mungkin itu karena wiski, tapi baumu seperti ayahku.” Ucap Mo Gun sedikit mendekatkan wajahnya. Ta Mi terlihat binggung.
“Kenapa kau melakukan ini? Aku baik-baik saja.” Kata Ta Mi yang ditarik untuk digendong oleh Mo Gun.
“Ayah, pastikan kau mandi sebelum tidur malam ini. Kalu Melawannya akan membuatmu tampak lebih berat. Jadi Tidur sajalah. Aku tahu kau mengantuk.” Kata Mo Gun berjalan mengendong Ta Mi.
“Aku tidak mengantuk. Kau harus mendapatkan keinginanmu, kan?” kata Ta Mi
“Jika itu terserah padaku, aku tidak akan membiarkanmu tidur. Jadi, terimalah tawaran ini selagi bisa.” Kata Mo Gun
“Kau dan mulut besarmu itu.” Keluh Ta Mi. Mo Gun pikir kalau Ta Mi akan menyesal mengatakan itu.
“Terserah. Kamu sangat menyebalkan belakangan ini. Kau sama sekali tidak manis.” Kata Ta Mi
“Aku tahu itu bohong karena aku bercermin setiap hari.” Balas Mo Gun, Ta Mi mengaku menyukai leluconnya.
“Dan aku juga menyukai dunia yang kamu ciptakan.” Ungkap Ta Mi tertidur.
“Tapi Kini aku takut. Kebahagiaan yang luar biasa tampaknya selalu dihukum.”ucap Mo Gun dan tak mendengar suara Ta Mi
“Apa kau tertidur? Seharusnya aku menggendongmu dengan gaya pengantin Aku sudah merindukanmu.” Kata Mo Gun lalu tersenyum 



Hyun berbaring di sofa teringat yang dikatakan Ji Hwan “Aku akan memperbaiki sikapku mulai sekarang. Aku tidak akan menghubungimu karena alasan pribadi lagi.” Akhirnya Ia kesal sendiri melihat video Ji Hwan di TV.
“Hai, aku Seol Ji Hwan yang memerankan Min Hyuk dan Min Jae dalam "Ada Apa dengan Ibu Mertuaku?". Apakah kalian semua terkejut dengan transformasi Min Jae?” 
Hyun teringat kembali yang dikatakan Ji Hwan “Aku akan menjalankan wamil.” Dan kembai melihat video iklan Ji Hwan di TV
 "Ada Apa dengan Ibu Mertuaku?" akan makin menarik. Kalian juga bisa menontonnya di saluran drama TBM. Aku menantikan cinta dan dukungan kalian untukku dan karakterku, Min Jae. Terima kasih.”
Ta Mi langsung menangis mengingat semua adegan dalam drama "'Ada Apa dengan Ibu Mertuaku?'" lalu memohon agar memintanya untuk jangan pergi!
“Kau bilang akan mencintainya selamanya! Jangan pergi!” jerit Ta Mi menangis histeris layaknya fans yang kehilangan idolanya karena wamil. 


Pegadilan melihat surat "Persetujuan Perceraian" lalu bertanya apakah mereka berdua sepakat mengenai perceraian ini. Ga Kyung menjawab ya, dan Tuan Oh juga membenarkan kalau itu sudah pilihan mereka.
“Aku yakin ini bukan keputusan yang gegabah, tapi kalian masih punya waktu sebelum berkas ini diserahkan, jadi, tanyakan diri kalian kembali apakah kalian menginginkan ini. Apakah ada pertanyaan lain?” ucap Pria.
“Berapa lama yang dibutuhkan sebelum reporter mengetahui ini begitu berkasnya diserahkan?” tanya Tuan Oh, Si pria menatap Ga Kyung seperti tahu kalau akan diliput media. 

Keduanya berjalan keluar dari pengadilan, Ga Kyung berkomentar tidak mengharapkan ini akan menjadi sesederhana ini. Tuan Oh pikir sudah seharusnya karena jalan menuju perceraian tidak pernah sederhana lalu mengaku Tapi entah apa yang bisa dikatakan sebagai perkataan terakhirnya.
“Permintaan maaf tampak terlalu ringan dan mengakui kesulitanmu tampak terlalu tidak bertanggung jawab.” Ucap Tuan Oh
“Aku tahu apa yang ingin kukatakan. Terima kasih sudah menderita bersamaku selama bertahun-tahun.” Kata Ga Kyung
“Ucapan terima kasih adalah sesuatu yang tidak pernah kuharapkan. Aku malu. Begitu pula dengan pakaianku... Aku terkejut melihatmu datang dengan pakaian yang sama mencoloknya. Apa kau hendak pergi ke suatu tempat?” kata Tuan Oh
“Acara penayangan perdana filmmu.” Kata Ga Kyung. Tuan Oh pikir banyak reporter akan hadir di sana.
“Aku tahu. Karena Aku ingin dipotret. Kita tidak pernah dipotret bersama sepanjang pernikahan kita. Aku pikir akan menyenangkan setidaknya memiliki satu. Kita tidak akan memotret kecuali ada yang mengambil foto kita.” Kata Ga Kyung. 



Akhirnya mereka datang ke acara, Tuan Oh memegang bahu Ga Kyung layaknya pasangan. Ga Kyung melihat banyak kamera yang mengarah padanya berkomentar kalau Sinarnya membutakan. Tuan Oh mengejak kalau harus terbiasa dengannya dengan memanggilnya Dirut Song.
Saat penanyangan film, Ga Kyung terlihat santai tertawa menonton film. Sementara Tuan Oh sibuk menatap Ga Kyung seperti tak percaya bisa melihat tersenyum. Sek datang memberitahu sesuatu, Tuan Oh terlihat tegang langsung mengenggam tangan Ga Kyung dan menariknya keluar. 

Alex memberitahu Pelamar nomor 46 ingin mengiklankan produk penumbuh rambut yang dia ciptakan, tapi mereka harus memeriksa apakah produk itu telah disetujui secara resmi. Ta Mi meminta Alex untuk melaksanakan dan beri tahu besok.
“Pada pukul 9 pagi, 9 jam setelah peluncuran laman utama baru kita, kita akan memulai acara ini. Apakah kita sudah memeriksa semua kotaknya?” ucap Ta Mi. Semua mengerti.
Bong Gi memberikan lembaran kertas pada Hyun, lalu Hyun melihat "Daftar Pelamar" yang sudah diberi tanda dan menemukan nama  "Seol Ji Hwan"dengan pesan “Tolong beli mawar dari wanita di Stasiun Seonnam.” Lalu terdiam. Bong Gi  bertanya Apakah ada masalah?
“Tentu tidak ada... Hanya Orang yang terpilih tampaknya seperti orang yang baik.” Kata Hyun mencoba agar tak terlihat gugup.
“Apa Kau sudah selesai?” tanya Hyun, Bong Gi mengaku sudah. Hyun lalu terdiam melihat nama di papan pencarian pertama "Choi Jin Ju, Song Ga Gyeong"
“Ada artikel foto affair Choi Jin Ju dan Oh Jin Woo. Bukankah dia putra pimpinan KU? Dia dipotret bersama petenis Choi Jin Ju.” Kata Jenny melihat berita.
“Putra pimpinan KU. Bukankah dia suami Dirut Unicon, Bu Song?” kata Bong Gi.
Ta Mi dan Hyun akhirnya melihat berita di komputer terlihat berita  "Petenis Choi Jin Ju di perjalanan mencurigakan dengan pewaris KU, Perjalanan mencurigakan dengan pewaris KU" Hyun tak percaya yang terjadi. 



Nyonya Jang melihat berita yang beredar tentang anaknya, Sek memberitahu  sedang mencari tahu apa yang terjadi, lalu menurutnyakoran murahan dan tidak ada dalam daftar pengamatan.. Nyonya Jang menyela pada Tuan Jung agar Jangan membanggakan ketidakmampuannya.
“Gunakan alasanmu untuk orang yang berbelas kasih. Cari tahu apa yang direncanakan Bu Na. Ga Gyeong tidak mungkin melakukan ini.” Kata Nyonya Jang. 

Tuan Oh mengandeng tangan Ga Kyung keluar bioskop, Ga Kyung menelap sekertarisnya meminta agar mengaitkan setiap artikel yang menyebutkan Unicon ke Tim Legal lalu Minta perusahaan menanganinya. Ia meminta agar menuntut pasal Fitnah, pencemaran nama baik dan  tidak akan membiarkan ini.
“Aku antar ke are parkir rubanah.” Ucap Sopir yang sudah menunggu didepan pintu darurat.
“Jangan ke rubanah. Hanya ada satu jalan ke atas dan reporter akan berada di sana. Bawa mobil ke pintu masuk selatan.” Kata Tuan Oh. Sopir menganguk mengerti.
Tuan Oh menarik Ga Kyung pergi ke parkiran, tapi langsung mengajaknya bersembunyi. Ada wartawan yang lewat aklau Mereka sudah meninggalkan bioskop. Mereka bersembunyi dibalik dinding dengan tangan saling pegangan dan sangat dekat.
Ga Kyung akan pergi tapi Tuan Oh menariknya, Tuan Oh malah memegang bahu Ga Kyung. Tuan Oh mengaku melihat ada satu wartawan lagi lewat. Ga Kyung meminta agar Tuan Oh melepaskan tanganya. Tuan Oh tersadar lalu melepaskan tangan dan meminta maaf.
“Apa kita bersalah? Bersembunyi di sini membuatku merasa kita memiliki affair.” Komentar Ga Kyung
“Kau dan aku tidak saling mencintai. Bagaimana mungkin kita memiliki affair?” ucap Tuan Oh. Ga Kyung hanya bisa terdiam. 



Ji Hwan pergi ke stasiun bawah tanah melihat nenek penjual buang dan meminta untuk membelinya. Si nenek senang melihat Ji Hwan si pria muda yang suka membelinya dan bertanya  Berapa yang diinginkan hari ini. Ji Hwan mengaku butuh banyak hari ini.
“Aku ingin membeli semuanya kecuali satu. Lalu Kau harus menyimpan satu untuk cucumu.” Ucap Jin Hwan. Si nenek akhirnya menaruh satu bunga didepan pintu kereta lalu berdoa. 

Sementara Jin Hwan pergi ke tempat anjing kesayangan yaitu  "Seol Hee" lalu mengajak bicara pada anjingnya setelah menaruh buket bunga mawar.
“Apa kabar, Seol Hee? Sekarang sudah setahun. Aku tidak tahu apakah aku bisa berkunjung tahun depan. Aku akan menjalankan wamil.” Ucap Jin Hwan
“Apa kau sedih? Bagaimana keadaan di tempatmu? Apa kau tidak punya kekhawatiran atau kecemasan di atas sana? Di sini aku memiliki banyak hal itu. Andai kau bisa mengajariku apa yang harus kulakukan. Kau selalu lebih tua dan lebih dewasa daripada aku.” Ungkap Jin Hwan.
Ia seperti sangat sayang dengan anjingnya, terlihat gambar anjingnya tertulis "Seol Hee, Milik Seol Ji Hwan"

Jin Hwan pergi ke tempat kereta bawah tanah terkejut melihat gambarnya sudah tak ada hanya tertulis "Tempat iklan disewakan" akhirnya berjalan pergi. Dibelakang, Hyun juga sedang menuju tempat iklan Ji Hwan tapi ternyata kosong.
Ji Hwan lebih dulu sampai ke depan stasiun, lalu seperti memikirkan sesuatu dan langsung menghentikanya. Saat itu Hyun baru saja keluar dan itu berselisih dengan taksi yang dinaiki oleh Ji Hwan.
Ji Hwan sampai ke depan rumah Hyun tapi tak melihat lampu yang menyala, akhirnya ia menunggu dibangku taman dan mencari ponselnya. Tapi ternyata ponselnya hilang, ia mencoba menelp dari telp umum, ternyata pertugas menemukan ponselnya.
“Ternyata Aku meninggalkannya di kereta bawah tanah.  Itu menyimpan kontak-kontak penting. Baik, akau akan datang ke sana sekarang. Sampai jumpa.” Ucap Ji Hwan terlihat bisa bernafas lega. 
Jin Hwan pergi ke ruangan penyimpana barang-barang hilang mencari ponselnya, saat itu ponselnya berdering. Hyun mengambil ponsel Jin Hwan terlihat bahagia dan terdiam melihat Jin Hwan sudah ada didepanya. Akhirnya keduanya bertemu.
“Kau pasti meninggalkannya di kereta bawah tanah. Jadi Aku mencarinya.” Akui Hyun
“Aku juga mencari satu orang sepanjang hari. Lalu Kenapa kau ada di sini?” tanya Ji Hwan.
“Aku meneleponmu. Dan pegawai yang menjawab memberitahuku ponselmu ada di sini.” Cerita Hyun
“Kenapa kau meneleponku? Kau melarangku meneleponmu.” Kata Ji Hwan sinis.
“Aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu. Apakah aku benar-benar hanya sekadar penggemar bagimu? Apa pendapatmu tentangku? Kau tidak pernah benar-benar memberitahuku.”ucap Hyun
“Aku mengejarmu karena khawatir kau mungkin akan marah. Aku meneleponmu tiap kali ada kejadian positif. Aku membeli hadiah terima kasih untukmu dan mengantarmu pulang. Siapa yang melakukan itu untuk seorang penggemar?” kata Jin Hwan.
“Aku berdiri di depan rumahmu berharap kau akan keluar kembali. Aku bertanya-tanya apakah kau memikirkan hal yang sama denganku. Aku bertanya-tanya apakah kau ragu sepertiku ketika lampumu tidak menyala. Dan aku berharap kau akan keluar kembali. Siapa yang melakukan itu untuk seorang penggemar?”kata Ji Hwan.
“Tapi tidak ada yang bisa kulakukan jika kau memberitahuku kalau kau hanya penggemarku. Aku tidak bisa mendekati seseorang yang mengaku penggemarku. Itu salah. Tapi aku tidak tahu apa yang bisa kulakukan sekalipun kau memberitahuku bahwa kau bukan penggemar karena aku akan pergi dalam sebulan.” Ungkap Jin Hwan.
“Aku selalu menerima sesuatu darimu dan tidak ada yang bisa kubalas. Itu membuatku gila karena itu membuatku merasa tidak kompeten”kata Ji Hwan. Hyun tiba-tiba langsung mencium Jin Hwan.
“Aku menjadi gila setiap kali aku melihatmu. Dan aku benar-benar gila karena melakukan apa yang baru kulakukan... Maaf.” Kata Hyun  terunduk malu.
“Aku merasa pasti ada cara yang lebih baik. Tapi memikirkan bahwa kau hanya memiliki sebulan lagi, aku merasa seharusnya melakukan ini lebih awal...” kata Hyun sambil menangis, saat itu Ji Hwan langsung menciumnya lebih dalam. Hyun merasakan ponsel Jin Hwan berbunyi,Tapi Ji Hwan tak memperbedulikannya terus mencium Hyun.
Bersambung ke part 2

 Cek My Wattpad... Stalking 


      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 




1 komentar: