PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Senin, 29 Juli 2019

Sinopsis Hotel Del Luna Episode 6 Part 2

PS : All images credit and content copyright : TVN

Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 


Nyonya Choi membawakan makan ala kerajaan dengan para pelayan lalu memberitahu mereka sudah membawakan makanan untuknya. Tuan Kim pun berjalan dengan pelayan lainya, Nyonya Choi baru keluar melihat yang dibawa Tuan Kim
“Ini toilet portabel. Aku tahu dia tak membutuhkannya, tapi kupikir itu akan memberinya penghiburan.” Ucap Tuan Kim. Nyonya Choi memuji Tuan Kim memang Sangat perhatian.
“Sekarang aku sudah melayani raja, aku bahkan tak keberatan mati... Ah... Aku sudah mati, tapi aku gembira sekali.” kata Tuan Kim. 

Man Wool memberitahu Hyun Joong  tak ingin energi di sini teganggu, jadi jangan terima tamu baru lagi dan mereka bisa kembali sesudah raja itu  pergi. Hyun Joong menganguk mengerti lalu pergi ke meja receptionist. Chan Sung langsung mengeluh kalau Man Wool itutak boleh mendiskriminasi tamu seperti ini.
“Itu Terserah aku. Aku sedang sibuk, pulanglah jikakau hanya akan menggangguku.” Kata Man Wool
“Dia berpakaian seperti raja Joseon. Raja yang mana dia?.. Dia tiruan, kau tahu.” Kata Chan Sung menyadarkan
“Tidak! Dia tak tampak jahat.” Kata Man Wool yakin. Chan Sung ingin apa dia tampak dermawan dan bijaksana.
“Kenapa kau mengeluh lagi? Apa yang salah kali ini?” kata Man Wool kesal
“Kau pasti tak tahu apa-apa. Yah... Dapat dimengerti mengingat ini adalah kali pertamamu melayani raja.” Kata Chan Sung mengejek.
“Apa Kau pernah melayani raja saat bekerja di hotel?” tanya Man Wool. Chan Sung mengaku pernah.
“Aku pernah melayani anggota keluarga kerajaan Dubai” akui Chan Sung. Man Wool mengeluh kalau Chan Sung akan menyombongkannya. Chan Sun ingin menjelaskan.
“Cukup... Maka kau tak tahu apa-apa... Pergi! Dan Chan Sung, lukisan Gunung Baekdu... Coba jual setengah harga.. Kau Jangan datang kerja sampai terjual.” Tegas Man Wool lalu berjalan pergi.
“Mereka terlalu bersemangat karena raja.” Komentar Chan Sung hanya bisa menghela nafas. 



Tuan Kim memberitahu Kehadiran Yang Mulia akan membuat bunga mekar di taman. Nyonya Choi ingin memastian Raja beristirahat dengan baik sebelum berangkat ke Alam Baka lebih penting. Hyun Joong datang memberitahu Man Wool karena meminta raja menandatangani register hotel.
“Jadi, namanya adalah Lee Hyun.” Ucap Tuan Kim, Man Wool baru tahu  nama "Lee Hyun"?
“Raja mana yang memiliki nama Lee Hyun? Kedengarannya sedikit akrab. Coba Biarkan kulihat... Han Seok Kyu berperan sebagai Lee Do, Lee Seo Jin berperan sebagai Lee San, dan Kim Soo Hyun berperan sebagai Lee Hwon.” Kata Man Wool yang sangat tergila dengan drama.
“Karakter itu tak masuk hitungan. Itu adalah karakter yang dibuat untuk seri tertentu.” Kata Nyonya Choi
“Benar, drama periode "crossover". Aku juga tahu. Jadi, siapa Lee Hyun? Apa Kau sudah menemukannya?” tanya Man Wool. Hyun Joong melihat ponselnya mengaku suda menemukannya.
“Benarkan? Sudah kuduga dia ada.” Kata Man Wool yakin kalau Chan Sung itu salah.
“Dia adalah karakter dari serial TV.” Kata Hyun Joong, Man Wool ingin melihat dan terlihat drama "Ratu Mahkota"
“Raja dari seri ini dikenal dengan nama Lee Hyun. Dia adalah raja!” kata Man Wool
“ Lee Hyun dan Lee Hwon adalah orang yang sama. Dia adalah karakter TV dari drama periode crossover.” Kata Nyonya Choi. Man Wool berteriak kaget. 


Tuan Kim dan Nyonya Choi akhirnya rapat bersama melihat drama "Ratu Mahkota" yang Bercerita tentang seorang ratu, yang menyewa gisaeng yang terlihat mirip untuk mengambil tempatnya di istana agar tetap aman. Nyonya Choi memberitahu Lee Hyun adalah nama raja yang juga suaminya.
“Lalu, siapa raja yang baru saja masuk? Kenapa dia bilang adalah Lee Hyun?” ucap Man Wool
“Tamu yang datang ke hotel adalah aktor Bang Tae Woo. Aktor Bang Tae Woo sebagian besar memainkan peran kecil dan peran pendukung. Peran utama yang dia miliki adalah peran Raja Lee Hyun. Namun, sayangnya, sebelum syuting dimulai, dia mengalami serangan jantung saat berolahraga. Dia meninggal mendadak.” Jelas Nyonya Choi
“Maksudmu dia bukan raja. Dia menempatkan jiwanya dalam akting untuk mengambil peran sebagai raja.” Kata Man Wool marah
“Dia adalah seorang aktor. Cara dia berbicara dan berjalan benar-benar seperti raja.” Ucap Tuan Kim
“Dia meninggal saat begitu tenggelam dalam peran itu. Aku percaya, dia menganggap raja yang nyata.” Kata Nyonya Choi. Man Wool tertawa mendengarnya.
“Ini Sangat memalukan. Sesudah menyajikan sarapan, kirim dia ke dalam bus pertama pagi ini.” Ucap Man Wool lalu menutup wajah karena mau. 


Man Wool keluar dari ruangan melihat Chan Sung sedang menatap lukisan, ia mencoba menghindar dengan menutupi wajahnya. Tapi Chan Sung seperti sengaja menunggu lalu membahas karena mendengar pria itu bukan raja dan serharusnya Man Wool  segera mengenalinya saat menaruh curiga.
 “Baguslah...” puji Man Wool sinis. Chan Sung memberitahu  tak mengirim kembali para tamu yang datang, untuk berjaga-jaga dan  bertindak dengan cara yang bijaksana.
“Aku bilang, bagus!” kata Man Wool kesal Chan Sung yang selalu ingin dipuji.
“Saat tadi kulihat, ada bekas luka kecil di wajahnya. Kau tak melihatnya, 'kan? Mustahil bagi seorang raja memiliki bekas luka wajah pada masa Dinasti Joseon. Kau tahu Ratu Yoon yang diusir, 'kan? Kau pasti tahu karena kau suka drama.” Kata Chan Sung
“Aku kenal dia. Dia adalah ibu Pangeran Gwanghae.”Kata Man Wool
 “Dia adalah Pangeran Yeonsan. Kau harus memeriksa raja yang mana dia. Aku pikir kau merasakan energi hantu. Tapi kau dibodohi oleh seorang aktor.” Ejek Man Wool
“Karena terlihat sangat nyata. Apa Kau tahu akting yang menjiwai? Sangat jelas, dia pasti sangat menginginkan peran itu. Itu sebabnya dia berpikir, dia adalah raja bahkan sesudah mati. Kenapa kau memandang rendah hantu yang memberikan kinerja seperti itu? Beraninya kau memandang rendah? Kau Pikir siapa?” teriak Man Wool marah
“Aku... hanya bilang, aku tahu bahwa dia bukan raja.” Ucap Chan Sun binggung melihat Man Wool yang tiba-tiba menjerit marah.
“Jika seorang tamu bilang dia adalah raja, Petugas hotel harus memperlakukannya seperti raja. Apa dia adalah Mansour atau raja dari sebuah drama. Para tamu semuanya adalah raja!” tegas Man Wool kesal.
“Kapan dia memperlakukan tamu kita seperti raja?” keluh Chan Sung melihat Man Wol pergi. 



Raja sedang ada dibalkon, Chan Sunga menatap dari kejauhna. Hyun Joong melihat ponselnya berita [Yoo Oh adalah aktor buruk. Aku muak dengan akting Yoo Oh yang buruk.] Hyun Joong memberitahu  Bintang populer yang tak bisa berakting sudah menggantikan aktor yang sudah mati jadi banyak dikritik.
“Jika itu dia, dia akan menunjukkan akting yang bagus. Jika seorang aktor tampil seolah-olah dia dirasuki... Apa itu mungkin?” kata Chan Sung 

Chan Sung bertemu dengan Man Wool mengaku  banyak merenung sesudah berbicara dengannya, karena Saat Man Wool  bilang tamu adalah raja membuatnya tersentuh.
“Jika kau merasakannya, kau harus bekerja lebih baik.” Sindir Man Wool
“Jadi, aku sudah berpikir. Jika tamu ingin berakting, kita harus membantu mewujudkan keinginannya. Kita pegawai hotel  akan membantu para tamu untuk menjadi raja jika itu yang mereka inginkan. Apa itu Mansour atau raja dari sebuah drama.” Ucap Chan Sung. Man Wool hanya diam saja. 

Di lokasi syuting, Yoo Oh sedang mengambil foto dengan lawan mainya didepan truk karena akan mengungahnya. Chan Sung didepan food truk dengan Man Wool memberitahu Toko Sanchez diminta oleh fan club Yoo  Oh untuk mengirim truk pizza ke lokasi syuting.
“Jadi, kita bisa masuk ke lokasi dengan mudah.” Kata Chan Sung, Man Wool pikir  Apa gunanya memberikan kinerja yang dimiliki.
“Lagi pula wajah dia takkan tampil di layar.” Kata Man Wool. Saat itu Yoo Oh berbicara dengan lawan mainya kalau seharusnya berakting seolah-olah kesurupan sesudah makan ini...
“Minta dia untuk melihat-lihat lokasi kemudian tawarkan pizza ke staf, dan pergi.” kata Man Wool
“Ketua.. Itu yang diinginkan tamu. Dia sangat menantikannya. Hoteliers harus...” kata Chan Sung. Man Wool mengeluh dengan ucapan Chan Sung mengaku sudah bisa mengerti.
“Aku akan pergi mendapatkan jadwal syuting.” Kata Chan Sung memasangkan ID Card Man Wool sebagai staf.
Lawan main Yoo Oh memanggil Man Wool sebagai pemilik  truk makanan agar membawa lima pizza ke staf kostum. Man Wool langsung menatap sinis memberitahu Ini bukan truk pengiriman jadi Jika mereka ingin makan, harus datang dan mengambilnya sendiri. Si ratu menganguk mengerti walaupun sambil mengeluh Man Wool tak sopan sekali.


Man Wool berdiri didepan stand banner Yoo Oh  bertuliskan Nikmati pizza dan berakting seolah-olah kau kesurupan. Saat itu Yoo Oh berbicara dengan sutrdara apakah sudah berbicara dengan penulis mengenai adegan itu dan apakah akan melewatkan dua minggu terakhir. Man Wool diam-diam mendengarnya.
“Aku tak peduli drama itu gagal atau tidak. Tapi Katakan saja pada mereka bahwa lukaku serius. Ini Sangat tak nyaman.” Ucap Yoo Oh yang berpura-pura melepaskan penyanggah lehenya.
“Bagaimana wanita itu bisa menjadi ratu saat tak ada raja?” komenta Man Wool mendengar pembicaraan.
“Bayaran akting? Aku tak butuh 1.000.000.000 Won. Tapi Aku hanya ingin keluar. Aku tak peduli jika mati, atau jika aku terbunuh Katakan saja pada mereka, Yoo Oh sudah mati.” Ucap Yoo Oh lalu bergegas pergi.
“Bahkan jika wajahnya tak terlihat, dia bisa mendapatkan bayaran aktingnya.” Komentar Man Wool. 
Chan Sung datang memberitahu Raja tak muncul sebanyak yang dikira bahkan hanya memiliki satu adegan jadi mengajak untuk membantu. Man Wool melihat naskah berpikir  Dengan adegan yang satu ini, Yoo Oh harus menunjukkan bagaimana bisa berakting seolah dia kesurupan.


Semua kru sedang mulai bersiap-siap, Yoo Oh sedang berlatih dialog sendirian "Ratuku, kau satu-satunya yang kucintai." Tapi merasa frustasi karena aktingnya yang sangat buruk. Saat itu melihat ratu berjalan dan berpikir harus meminta untuk membantunya.
“Ratu, bisakah kau melakukan ini denganku?” ucap Yoo Oh mengejar Ratu yang pergi ke sisi tempat.
“Bisakah kau membahas skrip denganku? Sutradara sangat kesal padaku. Tolong bantu aku. Adegan 42 adalah adegan emosional.” Ucap Yoo Oh lalu kaget saat Ratu membalikan badan ternyata bukan lawan mainya.
“Siapa?” ucap Man Wool yang sudah berubah menjadi ratu. Ratu meminta Yoo Oh agar  bisa dengan baik
“Yang Mulia.”ucap Man Wool dan saat itu arwah raja masuk ke dalam tubuh Yoo Oh. Yoo Oh pun berubah dengan tatapan mata berbeda.
“Ada apa, ratuku?” tanya Yoo Oh. Man Wool menegaskan Yoo Oh adalah raja dari rakyat di negeri ini.
“Aku Lee Hyun, raja negeri ini.” Kata Yoo Oh. Dan akhirnya syuting pun dimulai. 


Ratu mengaku sebagai  ratu palsu dan bukan ratu asli. Akting Yoo Oh terlihat sangat bagus mengatakan  Apa itu sebabnya kau ingin meninggalkannya. Ratu pikir Jika  tinggal bersama Raja maka akan berada dalam bahaya.
“Jika kau bersembunyi di pegunungan, aku akan menebang semua pohon untuk menemukanmu. Jika kau pergi ke laut, aku akan mengeringkan laut dan menghentikanmu.” Ucap Raja. Ratu tak percaya mendengarnya
“Ini adalah perintah dari raja negeri ini. Jangan tinggalkan aku.” Ucap Raja sambil memeluknya.
Sutradara berteriak Cut dan akhirnya memuji adegan Yoo Oh itu bagus, dan sangat keren. Yoo Oh memegang tangan ratu dan saat itu arwah raja keluar dari tubuhnya. Si ratu memuji Yoo Oh, sementara Yoo Oh binggung melihat kru memberikan tepuk tangan dan memujinya.
Chan Sung pun memuji arwah raja yang sudah berkerja dengan baik. Arwah raja pun tersenyum bahagia. 


Saat itu Yoo Oh sebagai raja terlihat gagah dalam drama, Man Wool menonton drama tak percaya melihat aktingnya. Hyun Joong tak percaya kalauTamu mereka sepakat untuk membantunya berakting hingga drama berakhir. Chan Sung membenarkan.
“Kenapa? Aku pikir ketua ingin mengirimnya pergi.” ucap Hyun Joong melihat arwah raja sedang membaca naskah.
“Wajahnya mungkin tak muncul di TV bahkan jika dia berakting, tapi dia akan mendapatkan sesuatu yang lain.” Kata Chan Sung. 

Yoo Oh bertemu dengan Man Wool mengaku ini sulit dipercaya karena Sesudah membahas dialog dengan Man Wool tiba-tiba berakting seperti kesurupan. Ia merasa seperti dirasuki oleh orang lain saat berakting.
“Apa Kebetulan, kau seorang guru akting?” ucap Yoo Oh, Man Wol bertanya apakah Yoo Oh mau melanjutkan ini?
“Tentu saja. Tolong bantu aku dan terus membantuku.” Kata Yoo Oh dengan wajah bersemangat.
“Lalu, ayo mulai menegosiasikan gajimu.” Kata Man Wool. Yoo Oh binggung tapi akhirnya mengerti.
“Oh tentu saja. Rupanya kau sudah tahu... Kau bisa mengambil semuanya.” Kata Yoo Oh
“Berapa kau dibayar untuk setiap episode?” tanya Man Wool. Yoo Oh mengaku dibayar 120.000.000 won per episode.
“Aku seharusnya absen selama dua minggu, tapi sekarang tidak lagi. Jadi, 4 kali 120.000.000 won adalah 480.000.000 won secara total. Sepertinya itu akan cukup untuk menyewa rumah... Silakan mengambil semuanya, tak apa. .” kata Yoo Oh dengan wajah bahagia. Chan Sung melihat dari kejauhan. 

Chan Sung pikir tamu mereka sebenarnya bekerja untuk uang itu, dan dia juga setuju dengan ini Jadi tak keberatan. Man Wool mengaku  tak tahu gaji aktor sebanyak itu lalu menyusulkan Chan Sung memulai karir di dunia akting dengan wajah semangat.
“Aku tak bisa berakting... Aku seorang aktor yang buruk.” Ucap Chan Sung menolak.
“Benar. Sekali lihat, aku tahu kau buruk... Jadi, katakan padaku. Kau bilang, aku tak punya cukup uang untuk membeli semangkuk mie ayam. Tapi itu bohong, bukan?” kata Man Wool
“Memang benar bahwa pinjamanmu telat. Tapi aku berbohong soal mie ayam. Kau punya cukup uang untuk kaki gurita.” Kata Chan Sung
“Oh benar. Kaki gurita... Aku tak bisa makan itu karena kau.” Keluh Man Wool. Chan Sun mengaku kalau ini salahnya.
“Aku akan memaafkanmu karena kau sadar bersalah.” Ucap Man Wool
“Kalau begitu, ayo kita pergi ke pantai barat. Kita mungkin beruntung dan melihat matahari terbit. Dan kita juga bisa makan kaki gurita.” Ucap Chan Sung.
Man Wool heran dengan sikap Chan Sung yang begitu baik dan berpikir tiba-tiba bersikap baik kepadanya karena  akan menjadi tamu terakhirnya dengan mengatakan "Kami akan memberikan semua yang kau inginkan." Dan mengejek Chan Sung itu yang luar biasa.
“Aku tak terlalu luar biasa. Petugas hotel tak seharusnya memiliki perasaan pribadi pada tamu mereka.” Ucap Chan Sung
“Apa? Perasaan pribadi apa yang kau miliki untukku?”kata Man Wool. Chan Sun menjawab Daun.
“Kau menunjukkan kepadaku bahwa aku punya dua daun. Bagaimana kau berharap kuabaikan?” kata Chan Sung, Man Wool sempat terdiam.
“Jangan pergi hari ini. Aku punya terlalu banyak sampanye. Kita bisa makan kaki gurita besok.” Ucap Man Wool
“Aku harus pergi ke lokasi syuting besok.” Ucap Chan Sung, Man Wool mengeluh Chan Sung tak perlu pergi dan sudah merekrut magang.



Yoo Na sedang memberikan tanda pada jadwal drama "Ratu Mahkota" Chan Sung bertanya apakah Yoo Na adalah magang.  Yoo Na membenarkan dan mempersilahkan Chan Sung agar jangan ragu untuk berhenti kapanpun karena akan menggantikanya.
“Kau harus berangkat sekolah.” Ucap Chan Sung. Yoo Na mengaku berencana untuk tetap bersekolah.
“Aku melakukannya demi seseorang yang dulu menyukai sekolah. Sekolah sudah berakhir hari ini, jadi aku bisa pergi bersamamu, 'kan? Aku tak dapat menemukan hotel di siang hari.” Ucap Yoo Na
“Ayo pergi lain kali. Aku sudah punya janji.” Ucap Chan Sung, Yoo Na ingin tahu Siapa yang ditemui dan menebak kalau itu Hantu
“Tidak, dia manusia... Teman.” Akui Chan Sung, Yoo Na mengaku  tak tertarik pada manusia jadi memilih pergi.


Sanchez sedang ada diluar restoran terlihat gelisah, lalu melihat Yoo Na membehas kalau dekat dengan Man Wool jadi meminta agar sering-seringlah datang. Yoo Na menganguk, lalu Mi Ra datang dan Sanchez langsung menyapanya
“Chan Sung menunggumu di dalam. Silakan masuk.” Ucap Sanchez, Mi Ra pun masuk dan bertemu dengan Chan Sung dengan saling menatap.
“Dia bilang Katanya teman. Tapi pacar...” keluh Yoo Na melihat dari depan jendela. Mi Ra pun menyapa Chan Sung yang sudah lama tak bertemu. 

Man Wool keluar dengan lift, pakai serba putih dengan topi yang lebar. Hyun Joongbertanya Man Wool mau pergi ke mana karena Kelihatannya suasana hatinya baik. Man Wool dengan senyuman mengaku  akan ke pantai. Hyun Joon pikir Ada pantai di hotel mereka.
“Kau tak dapat membandingkannya dengan pantai asli.” Kata Man Wool. Hyun Joong ingin tahu Apa bedanya
“Di sini.. Kaki gurita... Tak ada kaki gurita di sini. Jadi Aku sedang dalam perjalanan untuk memakannya.” Kata Man Wool
“Haruskah aku meminta Yoo Na belikan?” ucap Hyun Joong, Man Wool mengaku tak perlu karena ingin memakannya di sana.
“Alangkah baiknya jika manager pergi denganmu. Haruskah aku meneleponnya?” ucap Hyun Joong
“Tak perlu. Dia akan datang..” ucap Man Wool. Hyun Joo pikir benar karena merasa sedikit bersalah menyuruhnya cepat bergegas saat dia bersama pacarnya. Man Wool melotot tajam
“Yoo Na melihatnya. Aku dengar dia sangat cantik. Manager Koo selalu ada di sekitar hantu, jadi dia harus bertemu banyak manusia selagi bisa. Jika dia menua sendirian seperti Manager No, aku merasa kasihan padanya.” Ucap Hyun Joong. Man Wool hanya diam saja.
“Ketua, makanlah banyak makanan enak di pantai.” Ucap Hyun Joong, wajah Man Wool menahan kesal.
“Hyun Joong... Beri tahu para tamu untuk mengosongkan pantai hotel dalam waktu 30 menit. Aku ingin istirahat di sana.” Ucap Man Wool
“Aku pikir, kau akan pergi ke pantai yang jauh.” Komentar Hyun Joong, Man Wool pikir tak ada alasan  harus pergi jadi Tak ada bedanya.
“Aku...takkan pergi.” kata Man Wool Hyun Joong pikir akan membelikan kaki gurita. 



Mi Ra berbicara lebih dulud dengan Chan Sung yang bertingkah seolah tak akan pernah kembali ke Korea. Tapi akhirnya kembali. Chan Sung bertanya apakah Mi Ra sedang gugup melihatnya karena sangat tak terduga, Mi ra mengaku senang bertemu  Chan Sung.
“Rasanya aneh kau tiba-tiba muncul, jadi aku penasaran. Aku dengar, kau mengambil pinjaman dan diusir dari rumah orang tuamu.” Ucap Chan Sung
“Itu Hanya sejumlah kecil. Aku seorang dokter. Aku akan segera dapat melunasinya.” Kata Mi Ra. Chan Sung pikir itu bagus.
“Aku tak punya banyak waktu, ayo persingkat. Aku ingin 5.000.000 won-ku kembali.”kata Chan Sung serius.
“Sudah lama tak bertemu. Jangan bicarakan uang.” Keluh Mi Ra
“Aku bicarakan uang karena sudah lama. Jika tidak, aku akan menuntutmu.” Tegas Chan Sung
“Aku tak percaya. Aku tahu betapa kau menyukaiku. Kau tak akan pernah menuntutku.” Ucap Mi Ra
“ Benar. Saat kau bilang keluargamu sedang kesulitan dan memintaku untuk meminjamkan 5.000.000 won, aku sangat menyukaimu hingga bahkan kuberi uang dari uang sekolahku.” Ungkap Chan Sung
“Chan Sung. Cobalah untuk mengingat betapa kau sangat menyukaiku saat itu.” Kata Mi Ra
“Pertama, izinkan aku menghitung berapa yang harus kau bayar.” Ucap Chan Sung
“Aku akan bayar. Tapi sebenarnya aku menghubungimu karena sangat merindukanmu. Senang bertemu denganmu lagi” ungkap Mi Ra.
“Kelihatannya kau masih putus asa.”ejek Chan Sung, Mi Ra pikir dirinya masih mempesona, Chan Sung melirik sinis.
Mi Ra akhirnya mulai makan dengan menambahkan saus, Chan Sung menahanya karena Perutnya buruk. Mi Ra tersenyum karena Chan Sung  belum berubah juga karena memberikan perhatian. Ia tahu kalau Chan Sung masih lajang.



Saat itu Chan Sung melihat sosok orang yang disukai oleh Man Wool dan langsung mengejarnya. Tuan Kim berhenti setelah mendengar Chan Sung yang memanggilnya. Chan Sung meminta Kim Joon Hyun agar memberikan tanda tangan.
“Kau pasti berlari dan Pinjamkan punggungmu.” Ucap Tuan Kim agar tulisan rata. Chan Sung memberikan punggungnya.
“Siapa namamu?” tanya Tuan Kim, Chan Sung menyebut nama  Jang Man Wool sebagai penggemar berat Tuan Kim.
“Bilang terima kasih padanya... Itu Nama yang bagus.” Kata Tuan Kim. Chan Sung lalu meminta izin agar bisa foto bersama.
“Dia tak mudah mempercayai orang.” Ucap Chan Sung. Tuan Kim pun memperbolehkan untuk foto bersama. 

Chan Sung akan menelp Man Wool dengan wajah bahagia, tapi Man Wool lebih dulu menelpnya. Ia mengaku baru saja akan menelep dan  baru saja menemui seseorang. Man Wool dengan wajah kecewa menyuruh Chan Sung untuk istirahat dan Jangan datang...
“Bagaimana dengan perjalanan kita ke laut?” tanya Chan Sung. Man Wool pikir dihotelnya ada pantai.
“Semua laut sama saja. Aku tak harus pergi. Istirahatlah.” Ucap Man Wol lalu menutup ponselnya. Chan Sung sedih melihat tanda tangan Tuan Kim [Untuk Jang Man Wool, aku mencintaimu!]

Man Wool duduk diam mengingat kembali dengan masa lalunya, didepan pohon yang mulai berdaun.
Flash Back
Man Wool duduk sendiri sambil minum, Cheong Myung datang melihat Man Wool seperti baru mencarinya. Man Wool heran Cheong Myungbisa menemukannya. Cheong Myung memberitahu kalau  Yeon Woo memberitahunya.
“Kau seharusnya beri tahu aku jika kau menemukan tempat yang bagus seperti ini. Jangan simpan untuk dirimu sendiri.” Keluh Cheong Myung
“Ini tempat yang bagus untuk minum sendirian. Jadi Enyahlah.” Kata Man Wool sinis
“Kini apa kau sadar pemandangan ini jauh lebih bagus daripada tadi?” kata Cheong Myung
“Kunang-kunang sama saja, Mereka tak jauh berbeda.” Komentar Man Wool. Tapi Cheong Myung pikir ini Berbeda.
“Tadi, kau sendirian... Tapi sekarang, aku di sini bersamamu. Setiap pemandangan yang kau lihat denganku akan terlihat berbeda. Mulai sekarang, minum sendirian di sini tak akan membuatmu bahagia. Jadi Ingat kata-kataku. Kau akan menungguku tiba-tiba muncul seperti hari ini.” Ucap Cheong Myung. Man Wool hanya terdiam menatapnya.



Man Wool duduk tanpa sadar ada kunang-kunang disekitar pohon dan saat pergi ada kuncup bunga yang tumbuh. Ma Go memberitahu dua kembarang kalau   Pohon yang ditumbuhkan di Sanggarloka Bulan dahulu sekaku batu. Tapi, mulai terlihat cantik sekarang.
“Kelihatannya orang yang kau utus merawat pohon itu dengan baik.” Komentar adik nomor 3
“Kau mengutusnya ke sana karena kau pikir dia adalah penawarnya, tapi dia mungkin berubah menjadi racun.” Kata kakak kedua
“Cinta bisa menjadi obat dan racun seseorang. Tapi sangat sulit untuk menjalinnya bersama.” Ucap anak bungsu lalu mengeluhh rajutanya kusut lagi. 


Yoo Na duduk di restoran sambil melihat ponselnya ingin mengirimkan pesan pada Hyun Joong “Apa kau ingin makan sandwich bersamaku?” lalu berpikir Meminta hantu makan sandwich bersamanya terdengar aneh dan memikirkan yang seharusnya dikatakan.
Saat itu seorang pengunjung yang baru saja menerima pesan langsung pergi keluar. Yoo Na bingung merasa menyeramkan.
Si pria pergi ke toilet dan membuka file yang dikirim pada ponselnya, lalu melihat video wanita yang membuka baju dari belakang. Saat itu si wanita kembali mengoda pria, si pria ketakutan dan langsung kabur tapi tangan si hantu bisa menariknya. Sang pria pun tak sadarkan diri dengan mata memerah. 

Nyonya Choi berada didepan pintu kolam renang bertanya apakah Man Wool ada di pantai sendirian. Bong Gi membenarkan kalau Man Wool  bilang untuk tak membiarkan siapa pun masuk dengan wajah khawatir. Man Wool duduk di sendirian dan merasa silau.
“Ini Unit Penanganan Udara, 'kan? Aku sedang di pantai. Matahari terlalu terik! Aku tak mau jam 12 siang. Bagaimana jika sekitar jam 6 sore? Ubah pengaturan menjadi matahari terbenam.” Ucap Man Wool berbicara di telp.
“Matahari terik atau terbenam,  pantai terlihat sama. Aku harus meminta mereka untuk membuat ombak lebih kuat.” Komentar Man Wool tanpa gairah dan sedih.
“Pantai akan tetap terlihat sama.” Ucap Chan Sung, Man Wool kaget Chan Sung datang ke pantai.
“Kenapa kau disini? Kau menolak untuk pergi ke pantai denganku.” Ucap Chan Sung. Man Wool mengaku hanya ingin... tertawa.
“Apa Kau ingin tertawa? Dasar kau plin-plan.” Kata Chan Sung kesal. Man Wool pikir menyuruh Chan Sung istirahat dulu dan Apa yang kau lakukan di sin.
“Aku melakukan sesuatu yang konyol, tapi aku tak bisa beri tahu kau apa yang kulakukan karena kau mungkin menertawakanku.” Ucap Chan Sung.
“Apa yang kau lakukan?” tanya Man Wool sinis. Chan Sung meminta Man Wool agar Jangan tertawa.
“Suasanaku sedang tak baik. Apa itu?” keluh Man Wool. Chan Sung memperlihatkan kertas yang dibawanya.
Man Wool membaca “Untuk Jang Man Weol, aku mencintaimu” Chan Sung pikir kalau Man Wool tak menyukainya. Man Wool pikir Chan Sung menyatakan cinta kepadanya.  Chan Sung mengeluh kalau bukan itu karena tak menulis ini.
“Ini adalah tanda tangan Kim Joon Hyun. Coba liat Di sini, "Kim Joon Hyun"... Aku berlari mengejar dan memintanya untuk tanda tangan di jalanan meskipun aku sangat malu. Aku pikir kau akan menyukainya. Apa kau tak menyukainya?” ucap Chan Sung
“Aku Suka... Aku suka ini.” Kata Man Wool langsung tersenyum, Chan Sung senang karena tahu  Man Wool akan menyukainya.
“Aku merasa sangat malu meminta tanda tangan padanya. Tapi Sangat menyenangkan untuk datang ke pantai ini daripada pantai yang jauh. Meskipun tak ada kaki gurita di sini.” Ucap Chan Sung
“Tak apa... Karena kau di sini.” Kata Man Wool, Chan Sung tersenyum karena Lautan tampak indah. Man Wool membenarkan
“Ini Membuatku sedih. Aku... sedikit sedih... Karena laut tampak lebih cantik sekarang daripada tadi.” Ungkap Man Wool. Chan Sung hanya bisa menatapnya.
Bersambung ke episode 6


 Cek My Wattpad... Stalking 


      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar