PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Selasa, 16 Juli 2019

Sinopsis Perfume Episode 25

PS : All images credit and content copyright : KBS

Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 

“Penyair genius dan  cantik Yunani, Sappho. Ada seorang pria yang  jatuh cinta kepadanya. Namun, dia seorang pria  tua yang tidak rupawan. Untuk merayu Sappho, dia membakar dupa ajaib.”
“Ketika Sappho mabuk, dia mengira pria tua itu sebagai pria muda yang tampan dan jatuh cinta kepadanya. Tapi begitu aroma itu menghilang, Sappho menyadari bahwa pria yang dia cintai sebenarnya seorang pria tua yang tidak rupawan.” 

Yi Do membaca cerita dari buku, Ye Rin ingin tahu  Apa yang terjadi setelah itu. Yi Do memberitahu Sappho sangat terkejut sampai pingsan di tempat, karena  sangat terluka oleh cinta palsu tersebut sehingga akhirnya melompat bunuh diri. Ye Rin berteriak kaget mendengarnya.
“Kenapa dia bunuh diri karena sesuatu sekecil itu? Itu tidak layak membuatnya bunuh diri.” Teriak Ye Rin marah
“Kenapa kau marah kepada seorang wanita Yunani yang meninggal 2.600 tahun yang lalu? Keaslian cerita ini belum dibuktikan. Sebagian orang mengatakan Sappho adalah seorang lesbian.” Kata Yi Do
“Tidak mengherankan. Seperti itulah keadaannya untuk semua orang. Mereka ingin menyembunyikan kelemahan dan jati diri asli mereka, jadi, mereka naik mobil mewah dan membeli pakaian desainer. Serta, yang menyelamatkan orang-orang lemah seperti itu adalah cinta.” Ucap Ye Rin
“Tapi terkadang rasa sakit akibat cinta mendorong orang-orang ke dalam keputusasaan yang lebih besar. Sappho adalah seorang seniman yang sangat sensitif terhadap kecantikan. Dia mungkin tidak tahan melihat jati diri mengerikan pria itu.” Ungkap Yi Do. Ye Rin hanya bisa terdiam. 


Jae Hee melihat Yi Do berlutut didepanya, lalu mengaku ada sesuatu yang harus diberi tahu. Ia ingin tahu Jika semua hal yang dikatakan dan lakukan hari ini berdasarkan dari ketulusan hati Yi Do, Maka ia memohon agar Yi Do memeluk sekali saja.
“Di sini? Sekarang?” ucap Yi Do panik. Jae Hee pikir Yi Do tidak mau memeluknya. Yi Do mengaku bukan seperti itu.
“Kalau begitu, mari berpelukan.. Lalu kau akan belajar banyak hal.”kata Jae Hee.
Yi Do berjalan pelahan lalu memeluknya, Jae Hee seperti yakin dengan Yi Do memeluk dengan erat.  Yi Do meminta Jae Hee menahan sebentar, Tapi Jae Hee makin mengeratkan pelukan, lalu teringat dengan yang dikatakan Yi Do sebelumnya
“Dia mungkin tidak tahan melihat jati diri mengerikan pria itu.” sampai akhirnya Yi Do terlihat pingsan dan buket bunga ditanganya pun terjatuh. 

Sek Park datang menceritakan pada Jae Hee kalau Dirut Seo antusias sepanjang malam seperti seorang anak selagi menyiapkan kejutan ini lalu mengeluh sikap Jae Hee  melakukan itu kepadanya padahal Seharusnyaberbaik hati kepadanya.
“Karena aku bukan seorang wanita yang penuh impian lagi yang membuat seorang bocah genius tersentuh. Aku tidak mau menjadi halangan yang harus Seo Yi Do atasi. Aku tidak mau berurusan dengan ini.” Ucap Jae Hee.
“Apa yang harus kukatakan kepadanya saat dia bangun?” tanya Sek Park bingung. 

Yi Do akhirnya bangun dan bertanya kemana Jae Hee pergi. Sek Park memberitahu Yi Do sudah pergi.  Yi Do panik mengetahui Jae Hee yang sudah pergi dan mengeluh karena Jae Hee pergi tanpa mengatakan apa pun.
"Hei, Seo E Do! Kamu bercanda? Berani-beraninya kamu menipuku!"  kata Sek park. Yi Do terlihat binggung.
"Aku tidak tertarik dengan seorang pasien sepertimu, jika kamu menggodaku lagi, akan kulaporkan sebagai penguntit!" Itu yang diminta ibunya Jin Kyung untuk kusampaikan kepadamu.” Kata Sek Park sama seperti nada bicara Jae Hee.
“Apa? "Penguntit"? Apa Kau membohongiku?” kata Yi Do tak percaya, Saat itu Sek Park memutar suara Jae Hee yang marah.
“Matikan itu sekarang. Berani-beraninya kau mencoba menipuku!” teriak Yi Do masih juga tak percaya.
“Kenapa kau pingsan setelah mengundangnya?” keluh Sek Park. Yi Do pun hanya bisa diam saja. 

Jin Kyung dan dua model lainya berjalan didepan ruangan, Ji Na memberitahu Yi Do kalau Mereka tiga model top yang akan muncul di cuplikan "Producer's Runway". Yi Do hanya diam saja dan sibuk dengan laptopnya.
“Karena ini musim panas, lebih baik mendandani mereka dengan warna yang lebih cerah, bukan?” ucap Ji Na lalu melirik pada Yi Do.
Yi Do tak ingin Ji Na mengetahui akhirnya memilih untuk sedikit menyingkir. Ia lalu menuliskan email pada Jae Hee “Aku pingsan kemarin karena terlalu gugup bertemu denganmu setelah sekian lama. Tolong jangan marah.”
“Aku ingin bertemu denganmu lagi untuk memecahkan kesalahpahaman ini. “ tulis Yi Do menuliskan email untuk Jae Hee.
“Tidak masuk akal jika seseorang jatuh cinta hanya karena nyawa mereka diselamatkan. Apakah perawat yang kamu butuhkan untuk menangani penyakitmu?” balas Jae Hee.
“Berani-beraninya kamu memperlakukan aku sebagai pasien!” teriak Yi Do marah. Ji Na dan model lainya terlihat kaget dan bingung bertanya ada apa dengan Yi Do. Akhirnya Yi Do memilih pergi ke ruanganya. 



“Entahlah. Kenapa dia melakukan ini kepadaku? Kenapa?” keluh Yi Do kesal lalu mulai menuliskan email lagi untuk Jae Hee.
“Tahukah kau kenapa manusia menciptakan perasaan cinta? Itu adalah insting untuk bertahan hidup. Eros dan Thanatos. Eros adalah lawan dari kematian, dan itu mewakili kehidupan. Karena itu merasakan cinta terhadap penyelamat hidupku adalah alami.”
“Aku tidak paham apa yang kamu bicarakan.” Balas Jae Hee dan Yi Do seperti melihat Jae Hee yang duduk didepanya.
“Intinya, aku memberitahumu bahwa aku mencintaimu. Kenapa kau menginjak-injak perasaan suciku yang telah kusimpan hingga sekarang? Bagaimana mungkin kau tahu perasaanku?” tulis Yi Do marah
“Cinta itu tidak rasional maupun logis. Cinta seharusnya dirasakan secara alami. Kau tidak perlu menjelaskan cinta.” Balas Jae Hee.
“Karena itukah kau menikahi pria itu setelah membuang impianmu? Kenapa kau membuat pilihan seperti itu jika kau ahli soal cinta?”ejek Yi Do
“Jangan ikut campur dalam urusan keluargaku. Aku punya keluarga, dan yang terpenting, kau bukan tipeku. Hanya karena tempatmu lebih baik daripada aku, kau pikir aku akan bersyukur jika kau mengulurkan tanganmu kepadaku.  Ide ini sendiri membuktikan betapa arogannya dirimu.” Balas Jae Hee.
“Bukan begitu maksudku. Apa salahku sehingga kau bersikap sangat kejam?” ucap Yi Do
“Kau tidak melakukan kesalahan. Aku hanya merasa perhatian ini terlalu berat untuk kupikul. Tolong jangan menghubungiku lagi.” Ungkap Jae Hee. 
“Kumohon... Jangan pergi... Jangan pergi!” kata Yi Do dengan tatapan sedih dan melihat Jae Hee pergi menghilang dari hadapanya.
“Lupakan aku... Kau mabuk karena aroma kenanganmu dan berhalusinasi. Begitu aroma ini memudar, hanya tragedi yang akan menunggu kita.” Gumam Jae Hee setelah membalas semua email Yi Do. 



Yi Do bertemu dengan Tuan Kim menegaskan menolak tawarannya dan memutuskan Wanita Penggoda II tidak akan pernah terjadi. Tuan Kim heran Yi Do yang menolak tawaranya itu. Yi Do merasa Nilai model mereka melonjak.
“Aku tidak bisa membiarkannya merekam iklan berkualitas rendah lagi.” Ucap Yi Do
“Kau bilang "Berkualitas rendah"? Kenapa kau berkata seperti itu? Min Ye Rin mengalami keterpurukan. Iklan perusahaan kamilah yang membuatnya bangkit kembali.” ungkap Tuan Kim
“Itu merupakan proses standar dalam masyarakat beradab untuk membuat sesuatu yang sudah kehilangan manfaatnya. Min Ye Rin tidak membutuhkan iklan perusahaanmu lagi.” Kata Yi Do.
Tuan Kim ingin bicara tapi Yi Do lebih dulu bicara. Yi Do menegaskan  satu hal lagi kalau Jangan pernah mendekati Min Ye Rin lagi, entah karena alasan profesional atau pribadi. Ia menegasakan kalau Ini bukan permintaan tapi Ini peringatan. Tuan Kim mengumpat marah. 

Min Hee keluar dari ruangan "Urusan Internal" sambil mengumpat kesal lalu menelp Tuan Kim  menanyakan keberadan, merasa tak terima karena tega melakukan ini kepadanya. Sementara Yi Do akhirnya masuk mobil dengan Sek Park yang sudah menunggu di parkiran.
“Kau melakukan hal yang tepat dengan menolak iklan itu. Lupakan Kim Tae Joon, Min Jae Hee, dan seluruh keluarga itu. Kau harus mulai dari awal lagi.” Ucap Sek Park
Saat itu terdengar suara Min Hee berteriak memanggil Tuan Kim dan langsung menamparnya. Yi Do dan Sek Park tak jauh dari pintu keluar langsung menurunkan kursi mereka agar tak terlihat. Tuan Kim mengumpat kesal melihat Min Hee.
“Bagaimana jika seseorang dari perusahaan melihat ini?” ucap Tuan Kim panik melihat sekeliling.
“Kau orangnya, kan? Kau mengirim fotoku ke bagian urusan internal, kan?” kata Min Hee marah. Tuan Kim bertanya foto apa maksudnya.
“Apa Maksudmu foto dirimu memakai narkoba di pesta? Itu bukan aku.” Kata Tuan Kim. Min Hee makin mengumpat marah.
“Aku tahu kau pelakunya, brengsek!” ucap Min Hee mencengkram baju Tuan Kim. Yi Do dan Sek Park keluar dari mobil dan mencoba mengintip.
“Seharusnya kamu mundur saat aku menyuruhmu menjauh. Dan... Kamu pencandu narkoba.” Ejek Tuan Kim.
Sek Park kaget kalau Min Hee itu "Pencandu narkoba" Yi Do menarik Sek Park agar berdiri kebelakang supaya tak ketahuan kalau mereka sedang menguping. Min Hee menegaskan kalau Tuan Kim itu mencari masalah dengan wanita yang salah.
“Apa Kau pikir aku akan diam saja?  Aku punya semua dokumen penggelapanmu.” Ucap Min Hee. Yi Do kaget mengetahui "Penggelapan". Sek Park menarik Yi Do agar tak ketahuan.
“Kita mengambil uang itu bersama.” Ucap Tuan Kim yakin kalau Min Hee tidak bisa membeberkan hal itu dengan mengejek Min Hee itu Pencandu narkoba.
“Hei, kau! .. Kudengar istrimu menuntut cerai.  Seperti inikah kau akan membalas dendam kepadanya juga? Dasar berengsek.” Teriak  Min Hee
“Itu bukan urusanmu. Satu hal lagi. Berhentilah menggunakan narkoba. Sungguh.”ungkap Tuan Kim. Yi Do terdiam dan sedikit tersenyum mendenganya. 



Ye Rin melihat Min Suk yang baru pulang, menyapa dengan senyuman sumringah bertanya Bagaimana tur internasionalnya. Min Suk hanya bisa terdiam menatap Ye Rin lalu seperti melihat berubah menjadi Ahjumma yang gemuk.
“Ada apa? Ada masalah apa? Sudahlah. Sayangku.. Kau bekerja sangat keras untuk menghasilkan uang. Apa kau ingin makan sesuatu?” ucap Je Hee menepuk-nepuk bokong Min Suk.
Min Suk ketakutan memilih untuk pergi, sementara Ye Rin berpikir Min Suk itu pasti benar-benar kelelahan dan memikirkan cara menjelaskan ini. 

Min Suk masuk ruang make up memanggil ibunya sambil merengek, Nyonya Joo pun senang melihat anaknya dan langsung memeluknya berpikir akan langsung menemui Ye Rin begitu mendarat dan ingin tahu alasan datang ke tempat ibunya.
“Aku tidak tahu harus bagaimana. Aku merasa tidak tahu apa pun tentang Ye Rin.” Ucap Min Suk
“Tentu saja. Kau bisa hidup bersama seumur hidupmu, tapi manusia tidak akan bisa saling mengenal. Kau hanya berpikir kalian saling memahami. Ibu bingung tentang siapa diri ibu setiap hari.” Jelas Nyonya Joo santai.
“Tidak... Ini masalah supernatural yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.” Ungkap Min Suk kebingungan.
“Benarkah? Hal-hal supernatural adalah keahlian Yi Do. Keberadaannya saja sudah merupakan sebuah misteri yang tidak alami. Biarkan dia memecahkan teka-teki itu, dan jauhi Ye Rin.”kata Nyonya Joo
“Ibu tahu kau membencinya, tapi kenapa kau selalu menggoda kekasih kakakmu? Itu mempermalukan keluarga.” Saran Nyonya Joo.
“Ibu tidak tahu apa-apa. Jika dia mengetahui kebenaran tentang Ye Rin... Ini gila.” Ungkap Min Suk. Ibunya ingin tahu kebenaran tentang Ye Rin ini. Min Suk hanya bisa menghela nafas. 



Yi Do duduk diam di ruanganya, teringat kembali sata bertemu dengan Jae Hee pertama kali memukul suaminya.
“Kenapa kau memukul Jin Kyung? Kau pikir kau siapa boleh memukul putri kesayanganku? Kau berselingkuh dan mencampakkan istrimu. Berani-beraninya kau memukul putrimu! Dasar bedebah tidak tahu diri!” teriak Jae Hee.
Lalu tuan Kim yang membuat Jae Hee terluka dan sempat tak sadarkan diri. Ia pun mendengar yang dikatakan Min Hee “Kudengar istrimu menuntut cerai. Seperti inikah kau akan membalas dendam kepadanya juga? Dasar berengsek.” 

Akhirnya Yi Do bertemu dengan Min Hee meminta agar memberikan dokumen yang membuktikan penggelapan Kim Tae Joon kepadanya. Min Hee kaget karena Yi Do tahu tentang hal ini. Yi Do menegaksan akan mencari cara untuk memastikan Min Hee tidak disalahkan.
“Kau bukan targetku... Targetku adalah Kim Tae Joon.” ucap Yi Do. Min Hee seperti tak percaya.
“Jika kau tidak menyerahkannya, aku mungkin akan bertindak sendiri. Kalau begitu, kalian berdua akan dipenjara berdampingan. Agar kau tahu, aku sangat gigih. Aku selalu menyelesaikan semua hal.” Ucap Yi Do. Min Hee pun menyerahkan berkasnya. 

Ye Rin sedang berlatih di ruangan latihan, lalu melihat pesan dari Yi Do yang terus menerus.
“Jae Hee, mari bicara secara langsung. Jae Hee, kumohon periksa surelmu. Apa masalahnya? Cinta adalah insting untuk bertahan diri. Kau berusaha melindungi keluargamu yang bagaikan istana pasir.”
“Tolong selamatkan aku. Berapa lama lagi kamu akan begini?  Jae Hee, kau menghinaku. Apakah jarimu patah?” Ye Rin akan menghapus semua pesan lalu melihat satu pesan yang membuatnya terdiam.
“Aku akan memberitahumu cara membebaskan diri dari Kim Tae Joon. Periksalah surelmu.” 


Yi Do sudah menunggu disebuah restoran dengan gugup, Jae Hee melihat Yi Do seperti enggan memberikan harapan lalu sambil berdiri bertanya Tentang apa ini. Yi Do menyapa Jae Hee dan mengajaknya untuk duduk. Je Hee mengeluh dengan sikap Yi Do padahal sudah memintanya berhenti menghubunginya.
“Di Korea, sulit untuk bercerai tanpa izin orang satunya. Kau juga ingin bercerai, kan? Ini mungkin akan membantu, Karena itu aku ingin bertemu.” Ucap Yi Do memberikan berkas. Jae Hee ingin tahu apa ini.
“Jika kamu menunjukkan ini, Tae Joon tidak akan punya pilihan selain mengalah. Dia seorang kriminal. Sebuah keluarga seperti itu tidak layak dilindungi. Jangan menderita lagi. Temukan kebebasanmu. Aku hanya berharap kau akan bahagia.” Ungkap Yi Do
“Kau orang yang suka ikut campur. Tolong berhenti mencampuri kehidupan pribadiku.” Komentar Jae Hee sinis.
“Tolong jangan marah. Aku tidak mempertahankanmu karena kau menyelamatkan nyawaku. Kita masih punya banyak cerita yang belum kita bagi.” Jelas Yi Do
“Entah aku bercerai atau tidak, fakta bahwa kita tidak berjodoh tidak akan berubah. Aku tidak mau bertemu denganmu lagi.” Tegas Jae Hee sinis meninggalkan restoran. Yi Do hanya bisa terdiam. 


Yi Do pergi menemui terapis sambil berbaring meminta agar mengHipnotisnya agar bisa menghapus semua ingatan yang dimiliki tentang dia. Sang terapi seperti tak bisa menolak permintaan Yi Do.
Sementara Ye Rin melihat berkas yang diberikan Yi Do lalu mengumpat Kim Tae Joon brengsek dan ingin tahu kapan melakukan ini dan  Apa saja yang dia lakukan.
“Untuk menerapkan keadilan sosial, seorang kriminal seperti dia harus diberi pelajaran.” Ucap Ye Rin sudah siap melakukan sesuatu.
“Tapi Jin Kyung akan sangat terkejut... Astaga. Putriku yang malang... Tapi Aku yakin Yi Do sangat terluka hari ini... Yi Do yang malang...” kata Ye Rin duduk kembali dengan wajah sedih. 


Ye Rin dan Yi Do sarapan bersama, Yi Do makan dengan lahap dan senyuman manis. Ye Rin pikir  Tampaknya suasana hati Yi Do sedang bagus dan bertanya Apakah terjadi sesuatu yang positif kemarin. Yi Do mengaku tak tahu.
“Aku menghapus sebagian ingatanku. Aku tidak ingat apa pun yang terjadi baru-baru ini.” Ungap Yi Do. Ye Rin tak percaya mendengarnya.
“Apa kau menghapus ingatanmu seperti di film "Eternal Sunshine of the Spotless Mind"?” kata Ye Rin
“Tidak, bukan seperti itu. Mereka menghapus ingatan di film itu menggunakan mesin. Aku tidak akan melakukan sesuatu yang berbahaya seperti itu. Aku menggunakan sesuatu yang lebih aman. Aku menggunakan hipnoterapi untuk menghapus ingatanku.” Jelas Yi Do. Ye Rin tak percaya Yi Do melakukan "Hipnoterapi"

Min Yoo baru saja keluar dari agensi, si pria yang terlihat seperti gangster langsung menghadangnya. Ia tak terima Mi Yoo yang mengabaikan teleponnya bahkan tidak pulang jadi ingin tahu Apa saja yang di lakukan Mi Yoo.
“Sudah kuberi tahu, hubungan kita sudah berakhir. Kau bukan lagi manajer atau pacarku. Aku tidak mau terlibat dengan gangster sepertimu. Enyahlah.” Ucap Mi Yoo
“Kau tidak bisa mengakhirinya seperti ini. Apa Kau pikir aku akan diam saja?” kata Si pria mengejar Mi Yoo.
Yi Do datang langsung menyelangkat kaki si pria dan menyemprotkan seperti membuat mata perih. Mi Yoo kaget melihatnya, Yi Do marah karena ada orang yang berani menciptakan keributan di propertinya lalu meminta agar petugas mengeluarkan virus ini dari gedungnya.
“Jaga dia baik-baik agar dia tidak mengotori wilayahku.” Ucap Yi Do dan petugas pun membawa si pria pergi.
“Lepaskan aku. Seo Yi Do. Son Mi Yoo. Aku tidak akan membiarkan kalian lolos dengan ini!” teriak Si Pria.
Mi Yoo ingin mendekati Yi Do tapi Yi Do meminta agar Berhenti dengan sinsi kalau Mi Yo itu roh jahat jadi meminta pergi dan melarang mendekatinya lebih dekat dari 100 meter. Mi Yoo pun tak marah hanya bisa tersenyum. 


Yi Do mengeluh pada Ji Na kalau mereka mengadakan pertunjukan dengan orang yang membuat masalah. Ji Na menjelaskan Manajemen Pekan Mode menuntut agar mereka bisa menambahkan Son Mi Yoo dan Ini acara mode global pertama yang diadakan di Korea.
“Mereka ingin acara itu menjadi viral. Tidak adil bagi yang lain yang telah mengumpulkan poin.” Ucap Ji Na
“Apa kau pikir ini adil?” keluh Yi Do. Ji Na menjelaskan Beginilah cara kerja televisi.
“Penonton menginginkan drama. Jangan beri tahu aku, kalau kau khawati Ye Rin tidak akan lolos.” Jelas Ji Na.
“Aku tidak mengkhawatirkan dia. Dia pasti akan lolos bagaimanapun caranya untuk mengenakan pakaianku. Aku menyerahkan agensi model ini ke tanganmu, jadi, urus ini. Kepalaku terasa bersih dan segar, jadi, aku bersikap ekstra baik.” Ungkap Yi Do
“Apa terjadi sesuatu yang positif?” tanya Ji Na. Yi Do mengaku  menghapus semua kenangan buruk agar tidak trauma lalu berjalan dengan senyuman keluar dari ruangan. Ji Na seperti tak percaya kalau  Yi Do menghapus ingatannya.


Yi Do memeriksa pakaian dan memberikan tambahan, dua pegawainya terlihat senang karena gaunya terlihat makin cantik. Akhirnya Yi Do pindah ke gaun lain tiba-tiba teringat ucapan Jae Hee saat bertemu
“Entah aku bercerai atau tidak, fakta bahwa kita tidak berjodoh tidak akan berubah.”
Tiba-tiba Yi Do terdiam,  Pegawainya binggung dan berpikir Yi Do marah karena lupa mengetarkan ponselnya. Yi Do malah mengelurkan air mata, pegawainya makin binggung bertanya kenapa Yi Do tiba-tiba menangis, Yi Do mengelak kalau tidak menangis.
“Air matamu menetes seperti pancuran yang rusak. Aku tidak menangis. Hanya karena itu jatuh dari mataku bukan berarti itu air mata.”ucap Yi Do. 

Yi Do duduk bersama koleganya, serta Sek Park dan juga Ji Na. Sek Park menegaskan Koleksi Yi do harus menjadi pertunjukan utama dalam Pekan Mode Dunia. Si kolega memberitahu Semua desainer ternama di seluruh dunia diundang.
“Karena acara ini akan diadakan di negara kita, kalian harus memberikan kesempatan kepada yang lain...” ucap Si pria
“Apa maksudmu? Kenapa kami harus melakukan itu? Kami juga merek global.” Kata Sek Park marah
“Aku mengetahui hal itu. Tapi tidak pernah dalam sejarah pekan mode, negara penyelenggara, termasuk Roma di Italia, London, bahkan Afrika berakhir tampil di pertunjukan utama.” Kata Si pria
“Tunggu. Apakah kau menyebut London? Sebuah merek Inggris tampil di pertunjukan utama di sana.” Kata Sek Park. Si pria merasa ada yang salah.
Yi Do teringat dengan ucapan Jae Hee “Aku tidak mau bertemu denganmu lagi.” Dan air matanya kembali keluar. Si pria menegaskan  Tidak satu pun merek negara itu tampil di pertunjukan utama.
“Tidak akan terlihat tepat jika kita mengadakan pertunjukan utama sementara kita mengundang tamu dari seluruh dunia. Mengenai masalah ini, kami akan pergi dan memeriksa kembali apa yang memungkinkan.” Kata Si pria sedikit melunak melihat Yi Do yang menangis.
“Tolong usahakan yang terbaik.” Ucap Sek Park binggung begitu juga Ji Na, Yi Do pun memilih untuk keluar dari ruangan. 


Ye Rin dan Jin Kyung keluar dari ruang latihan membahas akan makan siang apa hari ini.  Jin Kyung pikir Ye Rin selalu mentraktirnya jadi sekarang akan traktir Ye Rin. Saat itu keduanya kaget melihat Yi Do keluar dengan tatapan kosong sambil menangis.
“Kenapa dia menangis? Pak, ada masalah apa?” tanya Ye Rin, tapi saat Yi Do akan keluar gedung tubuhnya langsung jatuh lemas. Ye Rin dan Jin Kyung panik melihat Yi Do yang tiba-tiba pingsan. 

Yi Do akhirnya sudah tertidur dikamarnya,  Ji Na memberitahu kalau Seorang pria dewasa menangis cukup sering sampai mengalami dehidrasi ye Rin pikirYi Do sungguh luar biasa. Ji Na ingin tahu  Apa yang terjadi kepada Yi Do.
“Begini... Dia menyatakan perasaannya pada cinta pertamanya, tapi ditolak.” Cerita Ye Rin. Ji Na tak percaya mendengarnya.
“Apa Dia dicampakkan oleh cinta pertamanya? Yi Do?”kata Ji Na kaget karena ada yang menolak Yi Do.
“Ini Sudah berlalu, jadi, jangan cemas. Hanya saja Pak Seo rapuh seperti boneka porselen. Kurasa itu sebabnya hal ini butuh waktu yang cukup lama.” Kata Ye Rin
“Siapa dia? Apakah kau tahu siapa cinta pertama Yi Do?” tanya Ji Na. Ye Rin pikir wanita itu bukan orang yang tepat untuknya.
“Kudengar dia sudah menikah dan punya putri yang sudah remaja.” Ucap Ye Rin. 


Ye Rin pergi mencari sesuatu didompet Yi Do dan menemukan sebuah kartu nama lalu berpikir kalau Yi Do itu sudah ditipu oleh seorang penipu. Ia langsung menelp dengan nada penuh amarah, bertanya Apakah Pak Seo Yi Do pergi menemuinya.
“Dia bilang dia menghapus ingatannya lewat hipnosis, tapi sesuatu menjadi kacau dengan otaknya. Dia tidak bisa berhenti menangis. Ini malapraktik medis.” Ucap Ye Rin marah
“Aku memberinya hipnoterapi karena dia ingin menghapus ingatannya. Ini bukan film. Bagaimana mungkin ingatan bisa dihapus lewat hipnosis? Teknik itu belum ada di Bumi ini. Tapi... Kau mencoba menghapusnya, tapi kau tidak bisa menghapus.” Jelas Si pria. Ye Rin pun hanya bisa terdiam. 


Ye Rin melihat Yi Do yang tertidur masih dengan air mata yang mengalir, lalu mengusapnya. Yi Do membuka mata langsung memanggil Min Jae Hee. Ye Rin hanya bisa terdiam karena Yi Do ternyata memikirkan Jae Hee bukan Ye Rin.
“Jae Hee... Kenapa hidup sangat berat? Aku tidak terlalu ambisius. Aku hanya ingin bersamamu, mencintaimu, dan dicintai olehmu.” Ungkap Yi Do lalu kembali tertidur. Ye Rin hanya bisa diam saja seperti merasa bersalah sudah bersikap kasar.
Bersambung ke "Episode 26"

Cek My Wattpad... Stalking 


      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

1 komentar: