PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Rabu, 20 November 2019

Sinopsis The Tale Of Nok Du Episode 29

PS : All images credit and content copyright : KBS

Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 
Nok Du meninggalkan Dong Joo dengan Tuan Yeon, sementara Dong Joo khawatir melihat Nok Du yang pergi dengan Tuan Hwang.
 “Jika ada ratusan tentara, itu berarti perang. Ini berbeda dari waktu ketika kita menghancurkan selusin bandit. Katakan padaku. Di saat seperti ini, apa yang lebih penting daripada keterampilan seni bela diri seseorang? Semangat yang membara. Jadi kau ingat itu.” Ucap Tuan Hwang berjalan dengan Nok Du
“Tuan. .. Tolong hati-hatilah. Kamu harus berhati-hati.” Kata Nok Du dengan wajah khawatir.
“Astaga, kau itu seperti saja tidak tahu diriku? Aku ini Hwang Jang Gun. Dasar. Aku yakin kau terganggu sekarang, tapi mantapkan niatmu. Dan jaga dirimu baik-baik saja, oke?” kata Tuan Hwang 


Dong Joo mendekati Nok Du, Tuan Hwang membiarkan keduanya bicara. Nok Du menatap Dong Joo sambil mengenggam tanganya erat, kalau jangan khawatir karena  tidak akan melakukan sesuatu yang berbahaya.
“Aku tahu bahwa tidak berhak mengatakan ini kepadamu,   tapi terlepas dari siapa ayahmu dan terlepas dari siapa Aku, Aku hanya ingin hidup bahagia bersamamu tanpa harus memikirkan latar belakang kita.” Kata Dong Joo
“Aku tidak suka membenci seseorang dan Aku lelah merasa kasihan pada keluarga-ku. Aku takut sendirian dalam gelap. Dan... Aku tidak ingin hidup tanpamu lagi. Dengan Begitu... Bisakah Aku melakukan itu?” ucap Dong Joo
“Tentu saja.” Ucap Nok Du lalu memeluk erat Dong Joo. Dong Joo akhirnya merelakan Nok Du agar pergi karena akan menunggu.


Tuan Hwang memberitahu Nok Du kalau Semua orang ada di dekat pintu belakang jadi akan pergi ke sana. Ia pun menegaskan untuk mengulangiya agar berhati-hati karena mereka sudah kalah jumlah. Nok Du menegaksan tidak akan pernah mati.
“Dia bilang akan menunggu agar kami bisa hidup bahagia bersama. Jadi, Aku harus kembali dengan hidup.” Ucap Nok Du yakin
“Kau akhirnya mulai terdengar seperti Kau yang sebenarnya... Baiklah. Pergilah.” Ucap Tuan Hwang.
Nok Du menatap gerbang istana yang akan dimasukinya dengan Yool Moo yang sudah ada didalamnya. 

Nok Du akhirnya masuk ke dalam gerbang istana, Yool Moo melihat Nok Du datang langsung mendekatinya dan berkomentar kalau Nok Du sudah Kerja bagus. Nok Du tersenyum dan langsug mengeluarkan pedangnya, Yool Moo bisa menghindar lalu Dan Oh bisa melindunginya.
“Aku di sini untuk membersihkan semua pengkhianat. Jika Kalian menyesali keputusan Kalian, Kalian bebas mengubah pikiran. Aku berjanji bahwa Kalian akan dimaafkan.” Ucap Nok Du memberikan peringatan, tapi semua hanya diam saja.
“Tidak ada... Maka Kupikir Aku tidak punya pilihan. Masuklah ke dalam.” Ucap Nok Du. Saat itu semua yang mendukung Nok Du masuk ke dalam istana. 

“Menteri Perang... Mengapa Kamu bergandengan tangan dengannya?” ucap Yool Moo tak percaya
“Dia telah merencanakan denganku sampai kemarin. Apakah itu tidak patut dicurigai padanya yang tiba-tiba bisa memihak Raja? Mungkin, dia punya motif lain. Dia mungkin ingin kita bertarung satu sama lain  sehingga dia bisa mendapatkan tahta.” Ucap Yool Moo menyindir.
 “Itu konyol... Dia Tidak perlu untuk itu.” Kata Ratu datang dengan dayang dan pengawal.
“Apa maksud Anda, Yang Mulia?” kata Yool Moo. Ratu memberitahu Saat bepergian, Yang Mulia mengalami kecelakaan dan meninggal. Yool Moo kaget mendengarnya.
“Tidak ada alasan baginya untuk berkonspirasi melawan Raja untuk naik takhta. Dia adalah satu-satunya putra Raja. Dia akan naik melalui formalitas yang diperlukan untuk menjadi raja. Jadi jangan mengucapkan kata-kata konyol seperti itu!” tegas Ratu  
Nok Du terdiam mengingat saat bertanya Raja  apa alasan Anda untuk bertindak seperti ini terhadap putranya sendiri.  Ia ingin tahu, mungkin suatu saat harus membunuhnya. Raja mengetahui kalau anaknya akan naik takhta.
“Kau bilang Dia akan Naik takhta melalui formalitas? Atas dasar apa?” ejek Yool Moo
“Aku yang melahirkannya 20 tahun yang lalu.” Kata Ratu. Yool Moo kaget mendengarnya.
“Kupikir dia sudah mati.” Ucap Ratu. Yool Moo ingin tahu apakah Ratu bisa membuktikannya. Ratu yakin kalau Nok Du adalah memang benar ucapanya.
“Apakah Anda punya bukti?” tanya Mentri lainya. Tuan Jung datang mengaku  bisa membuktikannya.
“Aku yakin Menteri Perang dan Komandan Penjaga Istana  akan mengingatku.  20 tahun yang lalu, Aku melayani Raja yang dulunya Putra Mahkota. Aku Jung Yun Jeo.” Kata Tuan Jung
“Raja telah memerintahkan aku untuk menguburkan putranya sendiri. Kupikir dia sudah mati, tapi dia mulai bernapas lagi tepat sebelum aku menguburnya. Karena itu, Aku mengangkat putra raja.” Kata Tuan Jung
“Bagaimana kami bisa mempercayai orang berdosa yang ada di penjara belum lama ini?” komentar Mentri yang lainya. Semua pun tak percaya
“Kau bisa saja membawa orang secara acak!” kata Mentri tak percaya. 
“Lalu bagaimana dengan ini? Aku telah memberikan sisanya kepada putraku. Aku yakin... Kalian semua pasti telah melihat aku selalu membawa norigae tua ini selama 20 tahun terakhir.” Ucap Ratu mengeluarkan yang selama ini disimpanya.
Nok Du pun memberikan pecahanya pada Ratu, Ratu pun mengambungkanya dan itu memang cocok. Tuan Jung pikir  Tidak ada jalan bahwa Ratu dan aku akan berkonspirasi akan hal ini  selama 20 tahun terakhir. Ia pun ingin tahu apa yang akan mereka lakukan.
“Apakah ini bukti yang sudah cukup?” ucap Tuan Jung. Semua hanya diam, Hwang Tae pun tak berani menatap wajah ayahnya. Yool Moo hanya bisa tertawa sinis. 



Dong Joo di rumah hanya bisa melamun teringat saat bertemu didalam gua.
Flash Back
Nok Du hanya diam saja mengingat yang dikatakan ayahnya  “Seandainya Aku tidak tahu apa-apa, Maka Aku akan hidup sebagai seorang ayah yang memuja putranya sendiri ...” wajahnya terlihat sangat sedih. Dong Jo menatap Nok Du lalu memeluknya.
“Ini bukan salahmu. Itulah yang ingin Aku katakan kepadamu. Aku tidak tahu. Aku minta maaf karena meninggalkanmu.” Ucap Dong Joo
“Aku ketakutan. Aku takut kau akan menghakimiku  setelah kau mengetahui siapa aku. Aku takut dengan apa yang akan terjadi pada kita. Aku takut akan segalanya.” Ungkap Nok Du
“Aku minta maaf karena membuatmu menanggung semuanya sendirian.” Kata Dong Joo
“Aku juga minta maaf atas apa yang terjadi pada keluargamu.” Kata Nok Du merasa ikut bersalah.
“Aku sudah bilang. bahwa kau tidak bersalah atas semua hal mengerikan yang terjadi pada kita. Tidak ada yang bisa kita lakukan. Dengan Begitu... Jangan lakukan apa pun yang akan menyakitimu.” Ucap Dong Joo.  
“Aku tidak ingin kau  hidup sengsara seperti yang Aku lakukan. Aku serius dengan perkataanku.” Tegas Dong Joo memegang wajah Nok Du 


Dong Joo masih melamun saat itu Tuan Yeon masuk mengeluh  Dong Joo yang belum juga tidur dan masih duduk di sana. Dong Joo bertanya darimana Tuan Yeon.  Tuan Yeon mengkau  terus merasa gelisah, jadi  pergi dan bertanya-tanya.
“Ku pikir sesuatu telah terjadi di istana.” Ucap Tuan Yeon. Dong Joo terlihat gugup. 

Yool Moo tersenyum licik lalu mengaku ingin bertanya kepada Ratu tentang hal ini, Jika Ratu begitu peduli tentang putrany mengapa mencoba menyembunyikannya. Ratu terlihat gugup dan kebingungan. Yool Moo pikir kalau anaknya masih hidup seharusnya membawanya kembali ke Yang Mulia.
“Mengapa Anda diam-diam membesarkannya tanpa memberi tahu siapa pun? Oh benar, Mungkin rumor itu benar. Apakah itu karena Yang Mulia ...”ucap Yool Moo sengaja mengejek.
“Dia ingin aku mati... Itu benar...” kata Nok Du ta bisa menyangkalnya.
“ Dia ditinggalkan oleh Yang Mulia begitu dia dilahirkan. Kami bahkan tidak tahu bagaimana dia dibesarkan. Dan sekarang, Kau ingin kami melayani-mu sebagai raja? Apakah Kau pikir kau memenuhi syarat?”ejek Yool Moo  
“Kau adalah seorang playboy yang biasa menghabiskan waktu di rumah gisaeng.” Balas Nok Du
“Aku ...” kata Yool Moo marah. Nok Du ingin tahu Yool Moo akan mengaku apa.
“Apakah Kau mengingini takhta sejak kamu masih muda dan berlatih bagaimana menjadi Raja bijak? Ketika putra tertua Raja ingin naik takhta, tidak perlu baginya untuk dicintai oleh mendiang Raja. “ ucap Nok Du
“Aku mungkin kekurangan banyak hal, tapi aku akan mencari bantuan para pengikut yang berdiri di sini. Dan ada cara yang sah untuk melakukan ini. Apakah hal ini benar-benar perlu  menumpahkan darah?” kata Nok Du. Beberapa pengawal pindah ke kubu Nok Du.  
“Apakah kau benar-benar berpikir aku akan membiarkan kau melakukannya dengan caramu?” ucap Yool Moo tak terima.
Semua akhirnya sudah mulai mengangkat pedang, dan perkelahian akan terjadi. Pengawal meminta agar melindungi Ratu lebih dulu. Mereka pun akhirnya mulai menyerang. Nok Du mengenggam tangan ibunya menariknya untuk pergi meninggalkan istana. 
“Mereka memiliki setengah dari prajurit yang kita miliki. Jangan mundur dan bertarung!” teriak Mentri
Yool Moo melihat Hwang Tae yang dibawa pergi oleh Tuan Hwang, lalu menyuruh Dan Oh agar Jangan sampai kehilangan dia.



Nok Du akhirnya membawa Ratu ke ruangan lain. Dayang memberitahu kalau Ratu dulu tinggal di sini untuk waktu yang lama karena terletak di daerah terpencil, dan tidak ada yang menggunakannya lagi. Jadi tidak akan mudah bagi siapa pun untuk menemukan tempat ini.
Nok Du mengerti dan saat itu Ratu melihat tangan digenggam oleh Nok Du seperti sangat terharu. Nok Du menatap sang ibu yang baru pertama kali ditemuinya. Ratu pun langsung memeluk Nok Du, sambil minta maaf karena tidak tahu Nok Du masih hidup.
“Aku hanya bisa membayangkan hal-hal yang harus kau lalui. Pasti sangat menyakitimu.” Ucap Ratu menangis.
“Ibu...” kata Nok Du ikut menangis.  Ratu menatap Nok Du meminta agar mengatakan sekal lagi. Nok Du kembali memanggilnya Ibu.
“Aku tidak akan pernah kehilanganmu lagi... Tak akan pernah.” Kata Ratu. 

Dong Joo pun masuk ke dalam istana, sementaraTuan Hwang berjalan membawa Hwang Tae ingnin tahu apa yang terjadi dan berpikir sesuatu. Hwang Tae memberitahu kalau harus bertemu ayahnya karena  masih di sana.
Saat itu Dan Oh datang dengan pedangnya, Hwang Tae pun memilih untuk kabur. Tuan Hwang tak bisa menahan Hwang Tae pergi karena harus melawan Dan Oh. 

Ratu menahan No Du kalau tidak bisa pergi dan tidak akan membiarkanmu pergi. Ia mengingatkan yang dikatakan sebelumnya bukan hanya sarana untuk melarikan diri dari situasi. Maksudnya ketika mengumumkan bahwa Nok Du akan mengambil alih tahta.
“Jika... Yang Mulia gagal untuk kembali, memang benar bahwa Kau akan menjadi raja berikutnya. Jadi Kau tidak bisa menempatkan dirimu dalam bahaya.” Ucap Ratu.
“Ibu... Aku tidak cocok untuk posisi itu.” Kata Nok Du. Ratu bisa mengerti karena Orang akan menolak.
“Itu akan menjadi asing dan sulit.  Namun...”kata Ratu, Nok Du mengaku bukan seperti itu.
“Sejujurnya, Aku takut. Aku berharap bahwa takhta tidak akan menjadi satu-satunya alasan mengapa Yang Mulia meninggalkan-ku. Aku berharap akan ada alasan yang lebih besar dan lebih penting. Jika itu masalahnya, Aku pikir mungkin itu akan lebih ringan.Aku memikirkan itu berkali-kali..” Ucap Nok Du
“Putraku.” Kata Ratu. Nok Du memberitahu tidak ingin menjadi seperti ayahnya dan tidak menginginkan tahta.
Nok Du mengingat yang dikatakan oleh Dong Joo “Dan... Terlepas dari siapa aku, Aku hanya ingin hidup bahagia bersamamu  tanpa harus memikirkan latar belakang kita. Aku tidak ingin hidup tanpamu lagi.” Lalu ia meminta maaf pada ibunya.
“Kau boleh pergi. Sebagai gantinya, berjanjilah padaku bahwa kau tidak akan terluka.” Kata Ratu. Nok Du berjanji pada ibunya.
“Tolong jaga baik-baik ibuku.” Ucap Nok Du pada dayang lalu berjalan pergi. Ratu hanya bisa menangis. 



Yool Moo mulai menyerang istana lainya, lalu meminta agar memberikan busur panah. Pengawal kaget, Yool Moo menegaksan akan menemukan si brengsek itu dan Ratu. Sementara disisi lain, Tuan Hwang dan Dan Oh masih saja bertarung.
“Apakah Kau baru saja menendangku? Jadi, Kau adalah pendekar pedang terbaik Joseon. Tapi itu tidak masalah dalam pertarungan berantakan seperti ini. Yang masalah adalah roh seseorang.” UcapTuan Hwang.
Dan Oh terus melawan Tuan Hwang dan matanya bisa melihat Hwang Tae sudah kabur lebih jauh. Tuan Hwang sempat terjatuh dan terluka, lalu menyuruh agar Dan Oh Berhenti. Tapi Dan Oh sudah lebih dulu mengejar Hwang Tae.
Tuan Hwang ingin mengejarnya, tapi beberapa prajurit dan mentri sudah menghadangnya.  Tua Hwang mengeluh akalu sedang terburu-buru sekarang tapi berpikir kalau itu sepadan dengan waktunya. 

Tuan Jung akhirnya bisa bertemu dengan anaknya lalu memastikan kalau tak akan terluka, lalu mengeluh karena sendirian. Hwang Tae mengaku baik-baik saja dan sedang mencari ayahnya, Tuan Jung pikir seharusnya menemukan anaknya lebih awal.
“Mari kita keluar dari istana untuk saat ini.” Ucap Tuan Jung lalu mengajak pergi.
“Jika kita tinggal di sini Karena Nok Du akan dalam kesulitan jika Aku tinggal, kan? Itu karena kau mungkin bisa terluka.” Kata Hwang Tae marah
“Bagaimana kau bisa mengatakan itu? Aku sama-sama menghargai kalian berdua sebagai putraku.” Ucap Tuan Jung
“Kemudian, tolong percaya padaku dalam hal ini. Kita bisa mendapatkan semuanya kembali. Aku tidak ingin hidup bersembunyi lagi, Ayah.” Kata Hwang Tae. Tuan Jung memanggil nama anaknya Hwang Tae.
“Yang benar adalah Jung Eui Young... Kakek-ku menamai Aku Jung Eui Young.” ucap Hwang Taek marah
“Aku sangat menyadari bahwa tidak memiliki hak untuk menghentikanmu. Namun, bagaimana kau tidak bisa melihat bahwa ini bukan jalan yang benar?” kata Tuan Jung
“Ya, Aku tahu itu tidak benar. Tapi apa yang kita dapatkan setelah memilih jalan yang benar? Ibuku meninggal Dan semua yang Aku yakini runtuh. Aku akan kembali ke Pangeran Neungyang.” Ucap Hwang Tae berjalan pergi.
“Apa yang dijanjikan pria itu kepadamu? Apakah dia berjanji untuk mendapatkan kembali identitasmu dan memberi-mu posisi di istana?” kata Tuan Jung
“Iya... Dia berjanji kepadaku.” kata Nok Du. Tuan Jung mengeluh Hwang Tae membuat janji seperti itu pada Yool Moo. Saat itu Dan Oh berusaha mencari Hwang tae.
“Apa yang dia tahu tentangmu? Apa Menurutmu mengapa dia membuat janji seperti itu tanpa imbalan apa pun?” ucap Tuan Jung
“Untuk mengejar Nok Du. Aku umpan terbaiknya. Bahkan ketika aku berteriak padanya dan melarikan diri darinya, si bodoh itu tidak bisa memunggungi Aku bahkan jika itu berarti dia mungkin bisa mati.” Kata Hwang Tae.
“Perasaan-mu pasti sudah terluka. Namun, Apa Kau akan tetap menghancurkannya?” kata Tuan Jung lalu melihat pengawal datang.
Pengawal ingin membunuh Hwang Tae, tapi Tuan Jung bisa menyelamatakan anaknya. Hwang Tae sempat kaget melihat ayahnya jatuh tersungkur, akhirnya ia membalas dengan membunu sang pengawal dengan pedang.
“Apakah kau Baik-baik saja? Disini berbahaya. Kamu harus lari sekarang.” Ucap Tuan Jung terbata-bata. Hwang Tae melihat ayahnya akhirnya membawanya. 

Mentri perang diserang oleh pengawal, Nok Du datang melawanya. Sementara Hwang Tae membawa ayahnya di sebuah ruangan dan matanya melihat  Dan Oh seperti sedang mencarinya. Ia pun meminta ayahnya agar Tetap di sini sebentar.

“Kau tidak bisa membiarkannya menangkapmu. Bisa kan?” kata Hwang Tae. Tuan Jung ingin menahan anaknya tapi Hwang Tae ingin segera  keluar dari ruangan.

“Aku akan kembali bagaimanapun juga. Jadi, Ayah harus bertahan di sini.” Ucap Hwang Tae. 



Hwang Tae mengambil pisau dan menyembunyik dalam bajunya. Dan Oh bertemu dengan Hwang Tae bertanya apa yang dilakukan dan mengatap melarikan diri sebelumnya. Hwang Tae mengaku mencoba untuk keluar dari sana, jadi Tuan Jung yang tidak membawanya.
“Untunglah, Kau menemukan aku seperti ini.”kata Hwang Tae berusaha agar terlihat mendukung Yool Moo. 


Yool Moo terlihat marah kalau mereka harus mencari di setiap sudut untuk menemukan si brengsek itu. Saat itu melihat Nok Du yang sedang membawa mentri perang yang terluka lalu menarik panahnya. Dong Joo melihat arah panah Yool Moo lalu berdiri depannya.
Yool Moo akan melepaskan panahnya terlihat kaget, Dong Joo tetap dengan sangat yakin melindungi Nok Du. Yool Moo akhirnya melepaskan panah dan terkena bagian lengan Nok Du, Nok Du berteriak sakit tapi masih bisa berjalan membawa Mentri perang.
“Singkirkan pedang kalian... Apa yang sebenarnya kau ... “ ucap Yool Moo marah. Dong Joo bisa sedikit lega panah tak mengenai Nok Du
“Pergi mengejarnya sekarang! “ teriak Yool Moo pada anakn buahnya lalu menarik Dong Joo pergi.
Bersambung ke Episode 30

Cek My Wattpad... Stalking 

      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

1 komentar: