PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Selasa, 19 November 2019

Sinopsis The Tale Of Nok Du Episode 28

PS : All images credit and content copyright : KBS

Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 


Raja terdiam dikamarnya sendiri sambl minum mengingat saat mengendong anaknya yang baru lahir dari sang lahir.
“Mengapa kau harus dilahirkan pada tanggal 19 November? Mengapa... Kenapa harus hari ini?” ucap Raja terlihat kesal.
Nok Du datang karena  diberitahu bahwa ingin melihatnya. Raja mengaku ingin minum dengan Nok Du jadi menyuruhnya duduk.  Keduanya duduk bersama, Raja menuangkan minum untuk Nok Du karena yakin satu minuman akan baik-baik saja. Nok Du menolak untuk minum.
“Aku pasti memilih penjaga kerajaan yang hebat untuk diriku sendiri... Ah, Benar. Apakah Kau mengirim surat kepada keluargamu? Kau lulus ujian dan juga dipromosikan.” Ucap Raja. Nok Du sempat terdiam.
“Tidak, Aku belum punya kesempatan.” Akui Nok Du menuangkan minum untuk Raja.
“Oh Begitu yah. Kau pasti masih berpikir untuk diberitahukan padanya. Kau masih ragu untuk berbicara dengannya.” Kata Raja
“ Dan... dia juga baik hati dan ramah. Ketika Aku gagal sebagai seorang putra, dia masih ... Dia selalu...” kata Nok Du terbata-bata.
“Aku tidak tahu seorang ayah dan seorang putra dapat saling mencintai sebanyak ini. Aku iri.” Ungkap Raja lalu kembali minum.
“Aku takut berdiri di depan ayahku. Rasanya seperti berdiri di atas es tipis. Aku selalu menahan napas dan harus berdiri tegak di jari kaki. Aku selalu berpikir itu karena Aku takut . untuk ditinggalkan atau ditendang keluar.” Cerita Raja. Nok Du hanya diam saja.
“Namun dalam retrospeksi, Aku hanya  ingin dicintai olehnya setidaknya sekali. Itu saja... Setidaknya sekali... Aku tahu... bahwa Aku tidak pantas mengatakan ini. Seandainya Aku tidak tahu apa-apa, Maka Aku akan hidup sebagai seorang ayah yang memuja putranya sendiri ...” ungkap Raja.
“Apakah Anda menyesal?” tanya Nok Du. Raja pikir  Es yang tipis telah pecah.
“Aku telah mengalami kesulitan .dalam air dingin untuk waktu yang lama. Tidak masalah jika Aku menyesali tindakanku atau tidak.” Ucap Raja dan akhirnya mulai berbaring. Nok Du menatap raja yang sudah mulai tertidur. 




Nok Du bertemu dengan mentri didepan penginapan, Mentri berpikir Pada tingkat ini, penjaga mungkin tiba dalam waktu dekat dan Tidak mudah memisahkan mereka dari Raja. Nok Du hanya menatapnya, Mentri berpikir kalau Nok Du punya niat lain.
“Sekarang karena kau akan melakukan perbuatan itu, apakah kau akan lunak karena dia adalah Ayahmu...” ejek Mentri
“Aku menantangmu. Dia bukan ayahku. Lupakan tentang membawanya ke istana. Aku ingin membunuhnya sekarang. Aku digantung di utas. Kecuali jika Kau ingin Aku membunuhmu, lebih baik kau diam.” ucap Nok Du sambil mencekiki leher mentri.
“Apakah kau sudah gila? Raja harus tiba di istana hidup-hidup. Apakah Kau mencoba menyabotase rencana tersebut?” komentar Mentri melepaskan tangan Nok Du
“Jika Kau ingin melaksanakan pemberontakan dengan sukses ... dengan justifikasi aneh-mu, maka diamlah.” Tegas Nok Du. Mentri tak bisa terima disuruh diam.
“Bagaimana jika Aku tidak tinggal diam?  Apa yang akan kau lakukan? Apakah Kau akan membunuh Raja di sini? Kau pasti kehilangan akal.” Ucap Mentri. Nok Du memilih untuk pergi. Mentri mengeluh kalau Nok Du itu memang kasar. 


Ratu duduk sendirian dalam ruangan dengan baju putih, Pengawal datang ingin menangkapnya.  Ratu tak banyak melawan mengajajk untuk segera pergi.
Yool Moo akhirnya masuk ke tempat Raja biasa duduk. Dan Oh memberitahu kalau mereka telah mengambil kendali tentara  dan menyita stasiun pos juga Dan Ratu Janda juga dikawal ke istana. Yool Moo menatap Hwang Tae yang terlihat tegang.
“Selama saudaramu melakukan bagiannya, Kau akan segera menyapa raja baru.” Kata Yool Moo
“Setelah Anda naik ke tahta, akankah Anda menepati janji yang Anda buat untukku?” tanya Hwang Tae
“Itu juga tergantung pada saudaramu. Jika Nok Du menyelesaikan pekerjaannya .dan pemberontakan berhasil Aku akan membunuhnya  seperti yang Aku katakan.” Ucap Yool Moo. Hwang Tae terlihat gugup.
“Mengapa? Apakah itu mengganggumu?” tanya Yool Moo. Hwang Tae mengaku Tidak seperti itu
“Yang Aku minta adalah Anda menepati janji Anda kepadaku.” kata Hwang Tae. Yool Moo duduk diatas kursi raja sambil mengelusnya karena sebentar lagi akan menjadi Raja. 


Raja terbangun dari tidurnya terlihat kaget, Saat itu polisi seseorang datang memberitahu kalau Kepala Polisi Baek datang. Raja pun menyuruh untuk masuk. Tuan Baek masuk. Raja pun bertanya mengenai apa.
“Ini tentang... Ini...” ucap Tuan Baek bingung. Raja meminta agar mengatakan saja.
“Apakah Kau menemukan tahanan dan Ratu?” tanya Raja. Tuan Baek mengaku bukan tentang mereka.
“Ini tentang pengawal kerajaan Anda.” Ucap Tuan Baek sambil bersujud. Saat itu Nok Du sedang berjalan sendirian di hutan dan Dong Joo melihat kalau Raja sedang tak ada pengawal. 

Di kamar, Raja kaget mengetahui kalau Yeon Soo telah mati. Tuan Baek membenarkan lalu memberitahu Bahkan keluarganya tidak tahu  karena mereka berhenti bertukar surat sejak lama dan meninggal karena penyakit kronis sejak dulu.
“Kemudian, bagaimana dengan penjaga kerajaanku? Siapa gerangan dia?”kata Raja terlihat benar-benar shock mendengarnya.
“Ada yang aneh tentang dia, jadi, Aku menyelidiki ke dalam keluarga Yeon. Ketika Aku menyelidikinya, Aku mendengar nama. Nok Du.” Ucap Tuan Baek
“Apakah Kamu mengatakan namanya Nok Du?” kata Raja makin kaget. Tuan Baek membenarkannya.
“Mereka memanggilnya dengan nama itu.” Jelas Tuan Baek. Raja pun mengartikan dia adalah...
“Dia adalah putramu yang dirawat oleh Jung Yun Jeo.” Kata Tuan Baek. Raja merasa tak percaya menurutnya itu tak mungkin.
“Aku harus melihatnya. Dia harus menjelaskannya kepadaku sendiri. Bawa dia kepadaku.”perintah Raja. Tuan Baek menganguk mengerti. 


Raja mengingat kembali saat pertama kali bertemu dengan Nok Du di ayunan.
Flash Back
Raja melihat Nok Du sepertinya khawatir tentang sesuatu. Nok Du mengaku memang mengkhawatirkanya karea Ada sesuatu yang harus Aku ketahui walaupun tak mengingkanya, jadi khawatir akan mengetahuinya.
Saat mereka akan menghilangkan insomnianya, Nok Du mendorongnya agar bisa naek keatas bukit. Saat Nok Du datang ke istana dengan jabatan sebagai anggota kepolisian, Raja dengan bangga mengatakan mereka  seperti teman.
“Kenapa kau menangis?” ucap Raja melihat Nok Du yang menangis saat menemaninya. Nok Du mengaku tidak seperti itu sambil menghapus air matanya. 

“Aku telah mempercayai-mu ... Selama ini... Beraninya kau!!!” ucap Ra Raja sangat marah dan mengingat saat sedang menghukum Tuan Jung, Nok Du berani menahan tanganya, ternyata Tuan Jung sudah dianggap seperti ayahnya.
“Beraninya kau menipu aku . sambil berlama-lama di sisiku?!! ucap Raja sangat marah lalu membawa pedang dan keluar dari penginapan.

Kasim terlihat binggung, Pengawal akhirnya mengikuti Raja dan saat itu Dong Joo melihat Raja yang masuk ke hutan. Anak buah mentri lain pun sudah bersiap untuk melawan raja. Mentri pikir mereka tidak bisa membuang waktu lagi.
“Kita akan membawa Raja ke istana. Kalian dapat membunuh penjaga kerajaan jika mereka menghalangi kalian. Mari kita pergi.” kata Mentri. 


Raja masuk hutan dan tiba-tiba dihadang oleh mentri dan akan buahnya. Mentri terlihat tersenyum bahagia. Raja bertanya apa yang dilakukan Kepala Sekretaris Kerajaan. Sek kerajan membenarkan dengan yang dipikirkan Raja.
“Ini Sudah terlambat. Anda seharusnya tidak berada di tempat yang berbahaya.” Kata Mentri
“Itu bukan urusanmu. Tapi... mengapa kau membawa orang-orang bersenjata ini?” kata Raja.
“Ini memang urusanku. Diam-diam aku harus mengantarmu kembali ke istana malam ini.” Kata Sek Kerajaan. Raja bingung  Saat itu  Sek Kerajaan menyuruh agar menyerang Raja. 

Raja akhirnya kabur sendirian, lalu melihat bayangan pria yang datang dalam kegelapan. Ia berpikir kalau Kepala Sekretaris Kerajaan yang datang, tapi ternyata Nok Du yang datang. Raja mengetahui kalau itu Dong Joo
“Mengapa kau di sini? Kenapa kau berpakaian seperti itu?” tanya Raja heran.
“Kumohon lempar pedangmu ke tebing.” Kata Dong Joo yang sudah mengangkat pedanganya. Raja terlihat bingung.
“Apa yang kau katakan?” kata Raja. Dong Joo menyuruh agar segera melakukan.
“Jika Anda melakukan apa yang Aku katakan, maka Aku akan menjawab pertanyaan Anda. Jika Anda menolak ...” kata Dong Joo mengancam dengan panahnya. 

Sementara Kasim, dayang dan pengawal mencari raja disepanjang jalan penginapan, mereka panik tak bisa menemukan raja. Akhirnya Raja membuang pedangnya, dengan nada mengejek kalau Dong Joo pasti senang sekarang.
“Sekarang katakan padaku mengapa kau melakukan ini padaku.” Kata Raja.
“Pertama, namaku adalah Yu Eun Seo.” Akui Dong Joo. Raja seperti mencoba mengingat-ingat tentang "Yu Eun Seo"
“Anda tidak hanya membunuh seluruh keluargaku karena Anda yakin mereka bersekongkol melawanmu, tetapi Anda akan menggali kuburan mereka. Yu Yeon Kyung.” kata Dong Joo
“Lalu apakah kau  cucunya, yang satu-satunya selamat?” tanya Raja. Dong Joo membenarkan.
“Dia adalah kakek-ku. Dia adalah orang yang memberitahuku untuk melakukan semua yang ingin Aku lakukan walaupun Aku seorang wanita.” Ungkap Dong Joo
“Kau menjadi yatim piatu pada usia muda. Itu Pasti sulit.” Ejek Raja. Dong Joo mengeluh kalau itu semua berkat Raa.
“Terima kasih kepada Anda, Aku telah belajar cara membuat dan menggunakan busur.” Ucap Dong Joo.  
“Apakah kau akan membunuhku?” tanya Raja. Dong Joo membenarkan. Raja pun menyakinakna kalau Jadi ini sebabnya Dong Joo  mendekatinya.  seperti yang dia lakukan. Dong Joo membenarkan
“Apakah dia merencanakan pembunuhanku denganmu?” kata Raja. Dong Joo tak mengerti maksudnya.
“Apakah kau pikir Aku membunuh kakekmu tanpa alasan? Itu tidak benar. Seandainya aku tidak membunuhnya, dia malah akan membunuhku dan menggantikanku dengan raja yang baru. Itulah  kenyataan saat itu ketika kakekmu masih hidup!” kata Raja.
“Lihatlah! Lihat sendiri siapa yang mengincar tahtaku! Itu anak-ku sendiri! Dialah yang ku pikir sudah mati!” jerit Raja histeris. Dong Joo terdiam mengingat semuanya. 


Dong Joo mengingat dengan ucapan Yool Moo “Nok Du adalah Raja membunuh seluruh keluargamu  dan menyeret hidupmu ke selokan. Kamu membencinya  dengan sepenuh hati dan berusaha mati-matian untuk membunuh  Raja sialan itu.”
“Dia adalah Putra ... Dia adalah putra Raja.” Kata Yool Moo mencoba menyadarkan Dong Joo.
“Aku akan memperbaiki apa yang salah. Aku harus melindungi ayahku.” Ucap Nok Du.
“Apakah Kau pikir Aku akan membiarkan itu terjadi? Aku akan membunuhnya dulu... Aku bisa melakukan itu. Tidak ada alasan Aku tidak bisa!” ucap Raja.
“Apa Anda akan membunuh putramu?”ucap Dong Joo tak percaya. Raja membenarkan. 

“Aku bersedia membunuh siapa pun . yang ingin mencuri tahta dariku!” tegas Raja.
“Apakah Nok Du tahu .bahwa ini yang kau rasakan tentang dia?” tanya No Du menahan tangisna.
“Aku yakin dia tahu. Dia telah menyamar, untuk berada di sisiku, mendengar, dan melihat segalanya.” Kata Raja.
“Kau gila.” Ucap Dong Joo sudah tak bisa menahan amarahnya. Raja membenarkannya.
“Kau harus gila untuk bertahan di atas takhta.” Kata Raja.
“Aku telah bermimpi  membunuhmu untuk waktu yang lama. Ku pikir Aku akan merasa lega dan bahagia. Tapi Aku salah. Aku tidak percaya menghabiskan bertahun-tahun hanya untuk membunuh binatang buas sepertimu. Aku tidak percaya menyakitinya untuk pria sepertimu.” Kata Dong Joo
“Apa yang baru saja kau katakan?” kata Raja tak percaya. Dong Joo pikir Raja mungkin yang tertinggi dari semua peringkat  dan miliki dunia di kakinya.
“Tapi kau sudah mati... Anda tidak bisa mempercayai siapa pun. Dan tidak ada yang mempercayai Anda juga. Jadi Anda hanya kulit kosong. Anda bahkan tidak layak dibunuh.” Kata Dong Joo lalu melepaskan panahnya.
Raja kaget melihat panah yang melewatinya, Nok Du bingung kemana arah panah Dong Joo, ternyaat mengarah pada Sek Raja yang sudah mengangkat pedang untuk membunuhnya. Sek Raja pun akhirnya tak sadarkan diri. Raja mencoba untuk membunuh Nok Du.
Tapi kakinya malah tergelincir diatas batu dan akhirnya jatuh ke tebing. Dong Joo sempat memegang tanganya, tapi tubuhnya tak kuat menahanya. Nok Du menarik tangan Dong Joo dan akhirnya Raja pun terjatuh dari tebing. Keduanya pun hanya bisa melonggo melihatnya.
 Nok Du kembali dengan tatapan kosong, Pengawal bertanya apakah Nok Du melihat Yang Mulia karena mendengar Raja yang pergi mencarinya. Nok Du menatap pegawal mengaku Ada sesuata yang ingin dikatakan kepadanya.

Ratu terlihat gugup mondar mandir didepan istana, Tuan Jung datang memberitahu Ratu kalau memiliki masalah. Di istana, Yool Moo seperti sudah mengenai istana dengan semua prajurit. Nok Du akhirnya datang dengan tandu dibelakanganya. 

Flash Back
Nok Du berbicara dengan pengawal bersama dengan Tuan Jung. Pengawal kaget mengetahui Pangeran Neungyang telah merencanakan pemberontakan lalu Yang Mulia jatuh dari tebing dan ada konspirasi yang terjadi di istana. Nok Du membenarkan yang diucapakanya.
“Saat itu sementara orang mencari Yang Mulia, maka Aku akan berada di istana pada waktu yang dijanjikan. Anda dan tentara di sini harus ikut denganku.” Ucap Nok Du
“Kita harus menemukan Yang Mulia  dan hentikan pemberontakan. Kirim pesan... dan kumpulkan prajurit dari semua daerah terdekat. Mereka harus bergegas dan tiba di istana pada waktunya, sementara kita melakukan apa yang kita bisa untuk mengulur waktu.” Jelas Tuan Jung
“Jika apa yang Anda katakan itu benar, tentara yang kita miliki di sini tidak akan cukup.” Kata Pengawal.

“Ya, Aku tahu... Kita harus bertahan di sana.” Ucap Nok Du. 



Nok Du berjalan masuk istana. Yool Moo memuji Nok Du sudah berkerja dengan bagus. Tiba-tiba Nok Du sudah mengeluarkan pedang dan siap menebas kepala Yool Moo. Yool Moo bisa menghindarnya, Dan Oh pun bisa melindunginya.
Saat itu  semua pengawal akhirnya mengeluarkan pedang dan siap berperang. Yool Moo bertanya apa yang dilakukan Nok Du  Nok Du mengatakan datang  untuk membersihkan semua pengkhianat. Yool Moo kaget.
“Jika kalian menyesali keputusan yang dibuat, Kalian bebas mengubah pikiran. Aku berjanji bahwa Kalian akan dimaafkan.” Ucap Nok Du. Saat Semua tak ada yang bergerak.
“Tidak ada, Maka kupikir Aku tidak punya pilihan. Masuklah ke dalam.” Kata Nok Du. Saat  itu pengawal masuk seperti akan menangkap Yool Moo.
Bersambung ke episode 29

Cek My Wattpad... Stalking 

      
Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar