PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Kamis, 21 Februari 2019

Sinopsis Touch Your Heart Episode 5 Part 1

PS : All images credit and content copyright : TVN
Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 

Yoon Seo terbangun dari tidurnya mengeluh karena pagi-pagi sudahm mengirimkan pesan. Tapi ternyata Jung Rok yang mengirimkan pesan “Aku akan terlambat satu jam, karena akan bertemu klien.” Senyuman Yoon Seo terlihat bahagia
“Baik, aku mengerti.” Hari ini dingin, kenakan pakaian hangat.” Balas Yoon Seo lalu berpikir pesannya terlihat berlebihan. Tapi Jung Rok dengan cepat membalasnya [Oh Jin Shim juga kenakan pakaian hangat.] Wajah Yoon Seo langsung bahagia.
“Dia menyuruhku mengenakan pakaian hangat, jadi kukenakan pakaian hangat. Pink selalu memancarkan aura... Ini Sangat cantik.” Ucap Yoon Seo melihat bajunya di cermin dan siap pergi berkerja. 


Jung Rok masuk ke dalam lift, saat itu seseorang meminta agar tak menutup pintunya. Tuan Yeon bergegas masuk lift, melihat Jung Rok ada di lift menyapanya. Jung Rok heran karena Hari ini pun bertemu dengan Tuan Yeon di lift meskipun telat satu jam setelah bertemu klien.
“Siapa pun yang mendengarmu mungkin berasumsi aku menunggumu di lift setiap pagi. Aku datang telat karena bertemu klien juga. Oh ya, aku punya kabar baik.” Kata Tuan Yeon penuh semangat.
“Aku tak ingin tahu. Aku tak pernah senang dengan apa yang kau sebut kabar baik.” Kata Jung Rok.
“Kali ini, beneran... Aku punya dua berita yang luar biasa. Mana yang ingin kau dengar terlebih dahulu? Yang lumayan bagus atau yang sungguh bagus.” Ucap Tuan Yeon. Jung Rok hanya diam seperti tak peduli.
“Oke, karena pria bermain pada skala besar, akan kumulai dengan berita besar. Firma Hukum "ALWAYS" sepertinya akan mengambil kasus besar. Aku 99 persen yakin. Sesudah mengambilnya, kita akan menjadi pusat perhatian.” Kata Tuan Yeon yakin
“Kasus seperti apa itu?” tanya Jung Rok penasaran. Tuan Yeon berbisik kalau itu rahasia.
“Kali ini kuberitahu berita kecilnya... Malam hari ini akan makan-makan perusahaan.” Kata Tuan Yeon. Jung Rok tak peduli memilih keluar dari lift.
“Pengacara Kwon ! Kenapa tak jawab apa-apa? Kubilang malam ini makan-makan perusahaan.” Kata Tuan Yeon mengikutinya dari belakang.
“Aku tak akan ikut.” Tegas Jung Rok. Tuan Yeon tahu kalau Jung Rok yang tak pernah ikut.
“Kenapa kau tak bisa bersenang-senang bersama orang-orang?” keluh Tuan Yeon melihat Jung Rok masuk ruangan. 




Jung Rok masuk ruangan meminta maaf karena datang terlambat. Yoon Seo tersenyum menyapa Jung Rok akhirnya datang. Jung Rok hanya bisa melonggo melihat semua meja Yoon Seo bertema warna pink lalu bertanya Apa semua ini. Yoon Seo yakin kalau mejanya terlihat cantik.
“Musim semi tepat di depan mata, jadi kuhiasi mejaku dengan nuansa berwarna pink.” Kata Yoon Seo
“Musim semu mungkin akan segera tiba, tapi kantor firma hukum berwarna pink sangat...” ucap Jung Rok mengaruk-garuk kepala tadan bingung.
“Lalu Apa Tak boleh? Apa kau sadar seorang  Pengacara dengan melakukan itu berarti melanggar hak kebahagiaan dan kebebasan seseorang. Kau pasti tahu itu, kan?” kata Yoon Seo. Jung Rok kaget Yoon Seo tahu tentang hal itu.
“Kau bilang begitu waktu di Teater Drive-in. Ingatanku baik, aku ingat semuanya.” Kata Yoon Seo. Jung Rok pasrah menyuruh Yoon Seo  melakukan semaunya. 


Jung Rok masuk ruanganya dan shock melihat ada beberapa barang yang berwarna pink dan bertanya ada yang dilakukan Yoon Seo pada mejanya. Yoon Seo pikir Sepetinya tak sopan jika hanya menghias mejanya. Jung Rok mengaku lebih suka hitam daripada pink.
“Meskipun kau suka hitam,  splash pink di sana-sini akan meningkatkan moodmu. Hak kebahagiaan dan kebebasaanku jaminlah juga.” Ucap Yoon Seo. Tapi Jung Rok seperti tak suka.
“Baiklah. Akan kusingkirkan.” Kata Yoon Seo mengambil semua barang dengan wajah cemberut.
Jung Rok mengeluh melihat alas duduk bentuk Stroberi lalu melihat note pink menyuruh agar Yoon Seo membawanya. Yoon Seo pikir Jung Rok bisa menyimpanya karena Ketika tak ada maka Jung Rok dapat menulis catatan dan menempelkannya di mejanya.
“Dengan begitu, kita tak akan lupa.” Ucap Yoon Seo sinis dan pamit pergi. Jung Rok binggung dengan sikap  Yoon Seo yang marah. 



Jung Rok menerima telp mengatakan akan segera mengirim sertifikasi konten lalu menulis note karena Yoon Seo tak ada dimeja   [Mohon kumpulkan sertifikasi konten untuk Bu Jung.] Yoon Seo pun membalasnya dengan note [Baik.]
Yoon Seo masuk ruangan memberikan note diatas meja dengan senyuman. Jung Rok membaca note heran karena bisa mengatakan saja lalu kembali menuliskan note [Ajukan permohonan agar sidang Tuan Park dipindahkan ke Selasa depan.]
Yoon Seo membalasnya [Sudah dipindahkan ke Jam 15:00 tanggal 26 Februari] dengan menemplekan dilayar komputer. Keduanya saling mengirimkan note dalam hal pekerjaanya.
[Terapkan untuk komisi dokumen mengenai kasus Tuan Baek di Kantor Kejaksaan Distrik Cheongju.] Tulis Jung Rok. Yoon Seo menulis semuanya sudah dilakukan.
[Periksa tenggat waktu Tuan Han untuk banding dan beri tahu dia.] perinta Jung Rok. Yoon Seo membalas “Tenggat waktunya tanggal 27, dan dia akan naik banding.”
[Kerja bagus. Maaf memberimu terlalu banyak tugas.] Tulis Yoon Seo. Yoon Seo membalas “Jangan sungkan. Kapan pun, semuanya, berapa pun, beritahu aku.”
Keduanya saling mengirimkan pesan, Jung Rok menempelkan semua note yang ditulis Yoon Seo. Sementara Yoon Seo menyimpan dalam laci terlihat sangat bahagia. 

Moon Hee menelp Thunder Express dari Firma Hukum "ALWAYS" lalu memberitahu kalau punya paket yang harus dikirim oleh kurir. Pegawai meminta agar menunggu, Moon Hee terlihat bahagai akan ada kurir yang mengirimkan barang.
“Aku penasaran apa yang akan dia pikirkan. Apa Orang itu suka aku Atau tidak? Dia suka aku atau tidak?” ucap Moon Hee penasaran lalu melihat jeruk dan akan mencobanya. 

Ia memakan jeruk dengan menghitung pilihan apakah pria itu suka atau tidak dengan cara bergantian. Saat itu Yoon Seo masuk ruangan berkomentar kalau pria itu pasti menyukainya. Moon Hee kaget langsung menghabiskan semua jeruk dimulutnya.
“Tapi, aku pernah lihat orang menghitung keberuntungan dengan kelopak bunga, tidak dengan jeruk keprok.” Komentar Yoon Seo mengambil botol air minum dikulkas.
“Pertama kalinya juga bagiku. Aku hanya tak tahu apa yang dia pikirkan tentangku.” Akui Moon Hee.
“Orang seperti apa dia? Apa itu cinta sepihak?” tanya Yoon Seo penasaran. Moon Hee juga tak tahu.
“Aku yakin dia juga tertarik. Apa Kau mau dengar?
 kata Moon Hee. Yoon Seo mengaku sangat penasaran.
“Dia bekerja di layanan kurir yang sering ditelpon firma hukum kita. Nada suaranya berubah ketika menyapaku. Dia merendahkan suaranya jika dengan orang lain, tapi menaikan suaranya jika denganku. Dia pasti senang bertemu denganku, kan?” cerita Moon Hee
“Itu belum semuanya. Perusahaan mengeluarkan gantungan kunci sesudah lima pengiriman, tapi meskipun aku hanya menelepon layanan empat kali, aku diberi gantungan kunci ini secara gratis. Semua orang ingin memberikan sesuatu untuk yang tercinta.
Yoon Seo melihat gantungan kunci itu cantik sekali lalu berpikir pasti pria itu benar-benar menyukainya. Moon Hee tak percaya mendengarnya lalu melihat Yoon Seo adalah seorang wanita dengan banyak pengalaman hubungan, jadi kata-katanya tampak dapat dipercaya.
“Aku sebenarnya belum pernah berkencan.” Akui Yoon Seo. Moo Hee teringat kalau sudah membacanya di internet, belum pernah berkencan.
“Aku mungkin tak punya pengalaman hubungan romantis, tapi aku pemberi saran yang bagus. Apa Kau tak ingat? Aku menjadi pembawa acara TV kencan. Dari apa yang bisa kukatakan, ini pasti.” Kata Yoon Seo yakin
“Kau Rahasiakan!” pinta Moon Hee, Yoon Seo menganguk. Akhirnya Moon Hee pun keluar dari pantry. 



Yoon Seo pikir kalau Moon Hee yang pasti sangat menyukainya lalu melihat jeruk diatas meja. Ia lalu berpikir apakah  jeruk keprok benar-benar berfungsi dan akan mencobanya. Ia mulai makan sambil membuat pilihan “Dia menyukaiku or Dia tak menyukaiku.”
Lalu Ia melihat sisa jeruk ditanganya berpikir kalau dia tak menyukainya, akhirnya memilih untuk makan semuanya sisa buah jeruk karena hasilnya kalau Pria itu menyukainya.
Pesan dari Jung Rok masuk [Oh Jin Shim, waktunya pergi ke persidangan.] Jung Rok pun membalas kalau dalam perjalanan kesana. 

Jung Rok membela klien diruang sidang, berkata sesudah memeriksa saksi, alibi terdakwa dan fakta klienya tak ada di tempat kejadian sudah terbukti dengan jelas. Karena itu, ia meminta untuk memutuskannya sebagai tidak bersalah. Yoon Seo yang duduk di ruanga pun bisa tersenyum bahagia
“Pengacara Kwon, kita akan memenangkan persidangan, kan?” ucap Yoon Seo. Jung Rok pikir mungkin seperti itu.
“Hei, jangan merendah. Dari senyum wajahmu, sepertinya kau percaya diri. Kau sangat senang setiap kali menang dan terlahir sebagai pengacara.” Puji Yoon Seo.
“Omong-omong, kenapa kau menjadi pengacara? Kudengar teman-teman sekampusmu semuanya menjadi jaksa.” Kata Yoon Seo penasaran.
“Pengacara menghasilkan lebih banyak uang.” Jawab Jung Rok. Yoon Seo melonggo kaget mendengarnya.
“Dia menjadi pengacara karena uang? Dia pria yang jujur. Semakin aku mengenalnya, semakin menawan dia.” Gumam Yoon Seo bahagia.


Keduanya berjalan keluar dari pengadilan, Yoon Seo pikir  sudah waktunya makan siang dan mengajak untuk makan bersama. Jung Rok setuju dan berjalan lebih dulu. Yoon Seo tiba-tiba melihat Yeo Reum berjaaln kea arah mereka.
“Bagaimana jika dia ingin minum kopi lagi? Tidak. Karena ini waktu makan siang, dia mungkin ingin makan siang bersama.” Ucap Yoon Seo panik.
“Apa Kau tak pergi?” ucap Jung Rok melihat Yoon Seo hanya diam saja. Yoon Seo pun mengajak bergegas pergi
“Kwon Jung Rok.”teriak Yeo Reum. Yoon Seo langsung mengalihkan ke arah langit kalau ada UFO lalu menarik Jung Rok agar bergegas pergi.  Yeo Reum kembali memanggilnya, ada akhirnya Jung Rok pun bisa mendengarnya. 


Yeo Reum bertanya apakah Jung Rok sudah selesai sidang. Jung Rok membenarkan dan berpikir kalau akhir-akhir ini sering bertemu. Yeo Reum bertanya apakah tak suka lalu melihat Yoon Seo ikut juga. Yoon Seo memberikan tatapan sinis.
“Jika tak masalah, bagaimana jika makan siang bersama? Bagaimana dengan pasta?” ucap Yeo Reum. Yoon Seo panik mendengar Pasta.
“Sebenarnya, ada sesuatu yang ingin kukatakan.”akui Yeo Reum. Jung Rok bertanya apakah penting.
“Ya. Sangat penting dan Ini juga rahasia.” Kata Yeo Reum. Yoon Seo seperti berharap agar akan diajak.
“Maaf, tapi bisakah kau kembali duluan?” ucap Jung Rok. Yoon Seo kaget karena harus Kembali duluan. 

Akhirnya Yoon Seo berjalan sendirian kelas dengan Jung Rok yang memintanya kembali lebih dulu padahal sudah berjanji makan bersamanya terlebih dahulu dan mengingkarinya begitu saja.
“Tahukah kau betapa sukanya aku... sama pasta?” kata Yoon Seo kesal tak ingin mengaku kalau menyukai Jung Rok. 

Di restoran
Jung Rok langsung bertanya apa hal penting dan rahasia. Yeo Reum yakin Jung Rok tahu tentang kasus Im Yun Hee lalu memberitahu kalau Kasus itu, ia yang bertanggung jawab. Ia menceritakan Nyonya Im  diserang suaminya selama bertahun-tahun.
“Dan ketika dipukuli, dia membunuh suaminya dengan pisau. Apa ini pembunuhan atau pembelaan diri? Apa yang kau pikirkan?” ucap Yeo Reum. Jung Rok hanya diam saja.
“Tapi begitu pembelaan diri diterima di pengadilan, akan jadi masalah sulit bagi jaksa, dan kedepannya semua tersangka lainnya akan mulai mengklaim pembelaan diri.  Pengacara akan menyinggung kasus-kasus sebelumnya dan mengklaim pembelaan diri juga. Bagi kami ini adalah masalah sensitif.” Kata Yeo Reum mengebu-gebu.
“Sulit membuat keputusan yang jelas untuk situasi seperti ini.” Ucap Jung Rok.
“Benar, kan? Aku tak berharap kau memberiku jawaban. Hanya saja, aku sudah mengambil kasus ini dengan percaya diri, tapi agak bingung.” Akui Yeo Reum. 


Keduanya selesai makan, Yeo Reum menawarkan untuk minum kopi. Jung Rok menolak karena harus kembali. Yeon Reum pikir  masih ada waktu tersisa. Jung Rok menolak karena masih ada kerjaan lalu bergegas pamit pergi.
“Apa yang membuatnya begitu sibuk?” ucap Yeo Reum penasaran dan sedih harus berpisah dengan Jung Rok. 

Jung Rok masuk ruangan kaget melihat Yoon Seo keluar dari ruangan. Yoon Seo mengaku hanya mengambil notenya karena menurutnya  Orang seperti Jung Rok tak memenuhi syarat memiliki memo berwarna pink. Jung Rok heran karena berpikir tak harus memenuhi syarat untuk memiliki memo.
“Kenapa? Entah kapan kau bilang tak menginginkannya. Apa Kau sudah berencana mengembalikannya?” ucap Jung Rok
“Tidak, tapi aku penasaran kenapa kau membawanya kembali.”kata Jung Rok
“Aku dapat melakukan semau hatiku. Jika kau tersinggung, silakan tuntut aku.” Ucap Yoon Seo. 
“Tidak harus segitunya... Waktu makan siang 20 menit lagi. Mari keluar makan siang.” Kata Jung Rok
“Aku tak ingin makan apa pun!” kata Yoon Seo sinis. Jung Rok heran dengan Yoon Seo yang terus menatapnya seperti itu.
“Tidak... Aku sering mendengar, kalau aku punya mata yang membara! Seorang aktris harus memiliki mata yang dapat memikat kamera.” Kata Yoon Seo lalu bergegas pergi. Jung Rok binggung. 


Kurir datang ingin mengambil berkas yang akan dikirim dan pamit pergi. Moon Hee memanggilnya,  Si kurir bertanya Apa ada sesuatu yang ingin dikatakan. Moon Hee pkir Ini mungkin terdengar mendadak lalu mengajak untuk ingin makan malam dengannya suatu hari nanti. Kurir bingung.
“Bagaimana kalau besok? Apa kau ingin pergi makan sesuatu yang enak besok?” ucap Moon Hee
“Sepertinya besok aku tak akan lapar.” Kata Kurir menolak dengan cara halus.
“Kalau begitu ayo menonton film. Apa Kau suka film mellow? Bagaimana dengan "Titicaca Sarang"?” kata Moo Hee.
“Aku sudah lihat kemarin.” Ucap Kurir, Moon Hee binggung karena baru tayang di bioskop besok.
“Yah... Aku akan langsung ke intinya... Aku juga menyukaimu.” Kata Moon Hee. Kurir binggung karena berpikir dirinya menyukai Moon Hee.
“Makanya itu, aku ingin menonton film, makan malam denganmu dan mengenalmu lebih banyak.” Kata Moon He dengan senyuman.
“Maaf, tapi ini sangat mendadak... Bisakah kau memberiku waktu untuk berpikir?” kata Kurir.  Moon Hee pikir bisa.
“Berapa lama?” tanya Moon Hee. Si kurir menjawab mungkin sekitar 10 tahu lalu pamit pergi. Moon Hee sedih karena ditolak lagi. 



Jung Rok keluar dari ruangan memberitahu Yoon Seo kalau akan menemui klien dan langsung pulang. Yoon Seo mengerti dengan nada kesa dan sinis. Jung Rok ingin tahu Apa ada sesuatu yang membuat Yoon Seo kesal  terhadapnya.
“Jika karena tadi aku tak menepati janji untuk makan siang denganmu...” ucap Jung Rok
“Bukan karena itu.” Kata Yoon Seo mengelak. Jung Rok pun ingin tahu alasanya.
“Apa harus kujelaskan semuanya secara detail? Konstitusi menyatakan kebebasan untuk privasi seseorang. Apa Kau tak tahu?” ucap Yoon Seo sinis
“Apa aku juga mengajarimu itu?” komentar Jung Rok. Yoon Seo mengaku  belajar sendiri
“Mengenai konstitusi pasal 17.. Tapi Bukan itu yang penting sekarang.” Kata Yoon Seo kesal melihat Jung Rok hanya menganguk-angguk.
“Baik. Aku akan menghormati kebebasan untuk privasimu.” Kata Jung Rok lalu akan pergi.
“Hei... Biarkan kutanya satu hal padamu. Antara "Avatar" yang kau lihat pada tahun 2009, dan "What's Worng with that Lawyer" yang kita lihat minggu lalu, mana yang lebih kau sukai?” ucap Yoon Seo. Jung Rok binggung. “Mana yang lebih menyenangkan, dan mana yang lebih banyak dalam ingatanmu?” tegas Yoon Seo
“"Avatar" menarik karena konten yang unik, dan aku suka jalan cerita "What's Worng with that Lawyer".” Jawab Jung Rok polos.
Yoon Seo makin marah kalau itu artinya Jung Rok suka keduanya dan bertanya apakah tak bisa melepaskan keduanya. Jung Rok terlihat binggung, Yoon Seo tak percaya kalau Jung Rok orang yang sungguh kejam lalu keluar dari ruangan. Jung Rok melonggo binggung. 




Jung Rok baru saja bertemu dengan klien berjabat tangan akan bertemu pada hari persidangan. Klienya meminta Jung Rok agar menghubungi  jika ada dokumen lain yang dibutuhkan.
“Hubungi saksi yang akan datang ke persidangan minggu depan, konfirmasi apa dia akan datang atau tidak, dan kirim dia lokasinya.” Tulis Jung Rok pada Yoon Seo.
Yoon Seo membalas “oo” yang artinya oke dalam bahasa informal. Jung Rok binggung dengan sikap Yoon Seo seperti marah-marah padanya. 

Tuan Yeon dengan semua timnya masuk restoran berpikir memesan ruangan pribadi dan bertanya apakah Yoon Seo tak apa makan di tempat terbuka seperti ini. Yoon Seo mengaku tak masalah karena  hanya akan duduk di seperti ini.
“Apa Pengacara Kwon tak akan datang lagi hari ini?” tanya Eun Ji
“Apa Kau pernah melihat dia datang secara sukarela pada makan malam perusahaan?” komentar Tuan Yeon
“Di sana. Dia sudah datang secara sukarela.” Kata Hae Young, Jung Rok sudah duduk dan melambaikan tangan. 


Mereka akhinya minum bersama sambil bersulang. Tuan Yeon pikir sudah lama tak berkumpul semua. Moon Hee yang kesal membanting gelasnya, Hae Young Moon Hee ditolak lagi sama pria dari Thunder Express. Yoon Seo terlihat sedih mendengarnya.
“Astaga, kau jatuh cinta padanya secepat kilat, dan ditolak dengan cepat. Pengacara Dan, kau pasti sangat sibuk. Karena kau ditolak secara rutin seminggu sekali.” ejek Yoon Hyuk. Moon Hee marah langsung berdiri. Yoon Seo menahanya. 

“Omong-omong, apa yang terjadi? Tadi pagi kau bilang takkan datang. Kenapa berubah pikiran?” tanya Tuan Yeon. Jung Rok bingung lalu menatap Yoon Seo.
“Kenapa kau melihat Yoon Seo ? Apa dia alasan kenapa kau di sini?” ucap Hae Young
“Ya, aku datang untuk menemui Oh Jin Sim” kata Jung Rok. Semua melonggo tak percaya kalau Jung Rok terang-terangan mengatakanya. “
“Apa Kalian punya perasaan satu sama lain?” ucap Tuan Yeon, Yoon Seo terlihat kaget dan binggung.
“Kami tak punya perasaan satu sama lain. Kenapa membicarakan hal mustahil? Bukan begitu.”kata Yoon Seo
“Lalu... Kenapa dia mengatakan hal mencurigakan seperti itu?” kata Yoon Hyuk.
“Tak ada hal mencurigakan. Aku sungguh kemari hanya untuk menemui Oh Jin Shim. Aku ingin menanyakan sesuatu padanya.” Kata Jung Rok. Yoon Seo panik kalau Jung Rok akan mengatakan sesuatu.
“Akhir-akhir ini, dia bekerja keras dan belajar hukum pada waktu luangnya. Dia sangat antusias Tapi hari ini, entah kenapa, dia tak sungguh-sungguh dengan pekerjaannya dan terus jengkel padaku.” Kata Jung Rok
“Kupikir dia punya alasan bagus, jadi aku datang untuk menyelesaikan kesalahpahaman apa pun yang mungkin dia miliki... Oh Jin Shim, bisakah beri tahu aku kenapa kau sangat marah padaku?” kata Jung Rok
“Apa Kau bertanya di depan semua orang?” kata Yoon Seo makin marah. Jung Rok membenakar karena ingin mendengar pendapat semua orang.
“Jika mayoritas mengira akulah yang salah, maka aku bersedia memperbaiki kesalahan. Jadi jangan merasa tertekan, dan katakan padaku apa yang mengganggumu. Kau bilang itu bukan karena aku tak makan siang denganmu.” Maka mungkinkah... kau marah karena aku tak membiarkanmu menghias kantorku dengan warna pink?” ucap Jung Rok.
Yoon Seo yang malu meminta Jung Rok berhenti bicara, Tuan Lee ingin tahu apa sebenarrnya yang mereka bicarakan. Yoon Seo mengaku kalau  suka pink dan aku menghias kantor Pengacara Kwon B dengan beberapa ornamen pink, tapi  tak menyukainya dan mengaku  bukan itu sebabnya  marah.
“Lalu apa kau marah karena aku memberimu banyak pekerjaan hari ini? Apa itu karena aku terus memberimu memo pad untuk melakukan sesuatu?” ucap Jung Rok binggung
“Kau sangat tak manusiawi. Kau harus mendatanginya dan memintanya dengan sopan. Bahkan aku pun akan kesal jika kau hanya menulis sesuatu di memo pad dan melemparkannya ke mejaku. Bukankah begitu?” kata Tuan Yeon yakin
“Tidak... Bukan itu sebabnya aku marah... Sejujurnya, aku tak punya alasan yang masuk akal. Sepertinya aku bereaksi secara sensitif karena perutku lapar.” Kata Yoon Seo
Ia lalu meminta maaf  karena menyebabkan kesalahpahaman, Jung Rok pikir tak masalah dan mengucap syukur karena bisa menyelesaikan kesalahpahaman. Tuan Yeon pikir tak ada yang serius da mengajak mereka bersulang setelah berdamai.
Yoon Seo menolak tapi Jung Rok mengangkat gelasnya lebih dulu akhirnya Yoon Seo pun terpaksa menyambutnya. Eun Ji pikir Jung Rok pasti merasa nyaman sekarang karena bisa menyelesaikan kesalahpahamannya. Semu pun bersorak gembira. 




Jung Rok selesai mencuci tangan kaget melihat Yoon Seo seperti sudah menunggu dengan tatapan sinsi. Yoon Seo mengaku ingin bicara dengannya dengan tatapan sinis. Jung Rok pikir mereka sudah baikan jadi  Apa lagi yang harus dibicarakan.
“Kenapa kau melakukan itu? Kenapa kau melakukan itu? Kataku!” ucap Yoon Seo yang mabuk. Jung Rok tak mengerti maksudnya.
“Itu masalah pribadi kita. Seharusnya rahasiakan antara kita berdua. Kenapa kau mengocehkannya di depan semua orang?” kata Yoon Seo marah.
“Kau bilang "Mengoceh"? Seperti yang kukatakan tadi, aku ingin mendengar pendapat semua orang. Dan jika aku melakukan kesalahan...” jelas Jung Rok dan langsung disela oleh Yoon Seo
“Apa Kau pikir ini persidangan? Tindakan memeriksa siapa yang benar dan siapa yang salah di depan semua orang tidak berbeda dari persidangan.” Kata Yoon Seo
“Maaf jika itu menyinggungmu. Tapi kita berhasil menyelesaikan kesalahpahaman...” ucap Jung Rok
“Apa Kau sungguh berpikir kesalahpahaman antara kita selesai? Ini Belum ada yang diselesaikan Apa Kau tahu kenapa? Itu karena ada alasan lain kenapa aku marah padamu.” Tegas Yoon Seo. Jung Rok bertanya apa itu.
“Kenapa makan pasta tanpa aku? Kenapa tak mengajakku? Aku ingin makan pasta juga!” kata Yoon Seo marah
“Jadi , kau kesal seharian karena aku tak mengajakmu makan pasta? Ayo kita makan pasta besok.” Ucap Jung Rok yang tak peka.
“Kenapa kau lakukan itu? Kenapa makan pasta dengan orang lain? Pasta.... Pasta... Pasta... Aku ingin makan pasta juga.” Kata Yoon Seo yang mabuk sambil menangis. Jung Rok binggung. 



Jung Rok pulang ke rumah dengan wajah sendu, Se Won menyapanya lalu membahas kalau mendengar dari Joo Woo tadi melihat Jung Rok yang  makan pasta dengan Yeo Reum hari ini. Jung Rok mengeluh karena Se Won yang membahas pasta lagi
“Kau bilang "Lagi"? Aku baru membicarakan.” Kata Se Won. Jung Rok langsung bertanya kenapa dan ada apa dengan pasta terlihat kesal.
“Aku cemburu.” Akui Se Won. Jung Rok melonggo binggung karena Se Won mengaku Cemburu
“Tentu saja. Aku mungkin putus dengan Yeo Reum, tapi bukan berarti aku melupakannya. Aku jatuh hati pada wanita itu Jadi sangat wajar mengetahui dia makan pasta dengan pria lain.” Jelas Se Won
“Jika seseorang marah padamu karena makan pasta dengan orang lain,  apa berarti orang itu jatuh hati padamu?” tanya Jung Rok. Se Won terlihat binggung.
Jung Rok akhirnya masuk kamar lalu memikirkan kalau Yoon Seo  jatuh hati padanya. 


Pagi hari
Yoon Seo dengan wajah sedih mengajak untuk pergi ke laut. Manager Gong heran dengan yang dikatakan Yoon Seo karena harus bekerja. Yoon Seo tahu kalau harus bekerja dengan nada pasrah. Manager Gong pun menduga Yoon Seo mabuk kemarin dan membuat kesalahan lagi.
“Aku penasaran, siapa yang pertama kali menemukan alkohol?” keluh Yoon Seo. Manager Gong yakin Yoon Seo pasti melakukannya.
“Aku yang harusnya penasaran. Siapa di dunia yang bertanggung jawab atas masalah yang kau buat sepanjang waktu? Apa yang kau lakukan kali ini?” kata Manager Gong. Yoon Seo mengaku tak tahu.
“Cepat katakan padaku.. Aku perlu tahu untuk membantumu dari apa pun yang kau lakukan.” Kata Jung Rok
Yoon Seo mengaku tak tahu dan meminta Jung Rok agar menurunkan saja. Manager Gong mengeluh Yoon Seo yang akan sampai karena mereka  hampir sampai. Yoon Seo panik karena mereka sudah sampai kantor dengan cepat. 



Yoon Seo berdiri didepan ruangan kebingunan dengan nasibnya, dan akan dikatakan pada Jung Rok setelah yang dilakukan semalam. Jung Rok masuk terlihat santai menyapa sekertarisnya.  Yoon Seo pun terlihat santai akhirnya akan duduk di meja kerjanya.
“Oh Jin Shim... Tolong periksa apa keputusan persidangan kemarin yang dikirimkan kepada kita Dan tolong periksa apa pengadilan mengajukan permohonan banding untuk nomor kasus 2018G-327.” Ucap Jung Rok. Yoon Seo bisa bernafas lega dan menganguk mengerti.
“Permisi, Pengaara Kwon... Mengenai apa yang kukatakan kepadamu kemarin... Aku bertanya kenapa kau makan pasta bersama orang lain bukannya makan bersamaku.. Aku hanya mengatakan itu sebagai teman.” Jelas Yoon Seo.
“Teman katamu?” ucap Jung Rok seperti berharap yang lain. Yoon Seo pikir kalau wanita cenderung seperti itu.
“Misalnya, ketika teman dekatmu di sekolah meninggalkanmu dan makan tteokbokki dengan orang lain, itu sangat mengesalkan. Itu membuatmu merasa seperti kehilangan teman dekatmu. Kita berdua sudah seperti teman dekat di firma ini.” Jelas Yoon Seo
“Kau bilang Teman dekat?” kata Jung Rok seperti menahan amarah. Yoon Seo menegaskan mereka sungguh teman dekat.
“Kita bekerja berdekatan, makan bersama, dan menangani kasus bersama. Mana ada yang sedekat kita? Tapi aku merasa agak kesal saat kau terlihat lebih dekat dengan orang lain.” Jelas Yoon Seo tak ingin ada salah paham.
“Itu Kekanak-kanakan, kan? Bukan hanya wajahku saja yang terlihat muda, tapi mindsetku juga sangat muda. Makanya itu, tolong lupakan apa yang terjadi kemarin. Mengerti?” ucap Yoon Seo, Jung Rok menganguk mengerti.
Hae Young masuk ruangan memberitahu kalau Tuan Yeon memanggilnya. Jung Rok yang terlihat masih binggung akhirnya menganguk mengerti dan berkata pada Yoon Seo akan segera kembali. Yoon Seo mempersilahkan lalu duduk lemas karena tingkahnya yang berlebihan. 




Jung Rok masuk ruangan Tuan Yeon bertanya Apa yang ingin dikatakan., Tuan Yeon pikir sudah mengatakan kemarin kalau punya berita bagus. Jung Rok akhirnya duduk, Tuan Yeon mengatakan Firma hukum mereka  akan menangani kasus besar.
“Apa sudah diputuskan?” tanya Jung Rok. Tuan Yeon membenarkan lalu dengan bangga Jung Rok pasti tahu dan meminta berkas yang dibawanya.
“Bukankah ini kasus Im Yun Hee?” kata Jung Rok melihat berkas ditanganya.
“Ini kasus terpanas sekarang... Kau Ambil kasusnya dan dapatkan pernyataan pembelaan diri.” Kata Tuan Yeon. Jung Rok langsung menolaknya.
“Apa? Kenapa tidak bisa? Kau harus berterima kasih atas kasus besar ini, bukan menolaknya.” Ucap Tuan Yeon heran.
“Bukannya menolak. Aku hanya tak punya waktu. Saat ini aku sedang mengerjakan total 32 kasus.” Jelas Jung Rok
“Tetap saja... Kau tak bisa melewatkan kesempatan seperti ini.” Ucap Tuan Yeon.
Jung Rok pikir Jika itu masalahnya maka Tuan Yeon bisa mengambil sendiri kasusnya karena tak benar-benar sibuk akhir-akhir ini bahkan Siaran TV pun tak ada yang meminta. Tuan Yeon memperingatakan Jung Rok agar jangan bawa-bawa siaran.
“Lagian aku pun akan menolaknya setiap ada siaran TV, Sekarang aku punya trauma. Aku dapat bertahan, tapi mendapat beberapa komentar jahat. Mereka menuliskan "Apa dia benar-benar lulus ujian? Apa Kau lihat dia gemetar? Mungkin dia bukan pengacara." Aku sangat terhina, jadi kedepannya jangan menyinggung siaran lagi.” Ucap Tuan Yeon terlihat sangat kecewa.
“CEO Yeon..” ucap Jung Rok.  Tuan Yeon langsung memperingatkan Jung Rok Jangan pernah mengatakan siaran lagi dan meminta. Jung Rok ingin bicara tapi Tuan Yeon meminta agar menghentikanya.
“Itu Alas duduk.” Ucap Jung Rok menunjuk ke lantai. Tuan Yeon seperti salah sangka akhirnya mengambil alas duduknya dengan wajah malu.
“Pokoknya, ambillah kasusnya... Kau Harus mengambilnya karena pengacara publik. Organisasi wanita secara khusus menginginkanmu dalam kasus ini.” Tegas Tuan Yeon memaksa.
Jung Rok melihat berkas  ["Dari Korban KDRT hingga Tersangka Pembunuhan" "Mantan Suami Meninggal dalam Kebakaran 5 Tahun Lalu"] terlihat sangat ragu.
Bersambung ke part 2

Cek My Wattpad... Stalking 



Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar