PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Jumat, 22 Februari 2019

Sinopsis Touch Your Heart Episode 6 Part 1

PS : All images credit and content copyright : TVN

Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe bulan ini 

Yoon Seo mengaku Ada yang ingin dikatakan kepada Jung Rok  Tap tak akan sekarang. Namun, suatu hari nanti akan memastikan akan memberitahu  emosi yang dirasakan saat ini. Jung Rok bingung  Apa yang akan diberitahukan Yoon Seo lalu melihat restoran Samgyepsal.
“Dia suka Samgyepsal.” Ucap Jung Rok lalu memanggil Yoon Seo memastikan kalau menyukainya. Yoon Seo binggung.
“Kupikir begitu... Tapi, pertanyaan itu terlalu mendadak. Aku sangat bingung... Tapi bagaimana kau tahu aku menyukaimu?” kata Yoon Seo panik
“Karena semua orang pun suka.” Komentar Jung Rok. Yoon Seo makin binggung dengan ucapan Jung Rok.
“Kau kelihatannya lebih populer dari yang kupikir. Bukankah karena itu pilihan mudah dan lebih murah?” komentar Jung Rok. Yoon Seo bingung dianggap murah.
“Bukankah itu lebih murah dari daging sapi?” ucap Jung Rok lalu menunjuk papan Samgyepsal
“Tunggu Sebentar. Sekarang kau bertanya padaku mengenai kesukaanku pada Samgyepsal?” kata Yoon Seo. Jung Rok membenarkan.
“Karena kita keluar untuk makan malam, aku ingin memilih menu. Apa yang kau pikir saat menjawab pertanyaanku?” ucap Jung Rok. Yoon Seo gugup.
“Itu Gamjatang... Kupikir kau menanyakan mengenai kesukaanku pada Gamjatang.” Kata Yoon Seo gugup
“Dari yang kutahu, tak ada restoran Gamjatang dalam radius 1 km.” Komentar Jung Rok
“Kalau begitu mari makan Samgyeopsal. Aku suka Samgyepsal.” Ucap Yoon Seo. Jung Rokpun setuju untuk pergi kesana karena tak ada orang, jadi  Yoon Seo pun tak perlu khawatir.


Jung Rok mulai memanggang daging babi, Yoon Seo dengan wajah cemberut makan cepat daging babi. Jung Rok berkomentar kalau Yoon Seo  pasti sangat suka Samgyeopsal. Yoon Seo mengaku sangat suka dan sungguh cepat mengerti dengan nada menyindir.
“Ya, benar. Semenjak aku bekerja sebagai pengacara, aku mulai bertemu banyak orang, jadi aku jadi cepat mengerti.” Ucap Jung Rok bangga
“Pengacara Kwon, kau belum pernah punya pacar, kan?” ucap Yoon Seo. Jung Rok binggung tiba-tiba Yoon Seo mengatakan hal itu.
“Kau tampak tak pintar ketika bicara mengenai wanita.” Ejek Yoon Seo
“Lalu bagaimana denganmu? Apa Kau pernah punya pacar?” kata Jung Rok. Yoon Seo mengaku sudah pasti pernah.
“Jika tak percaya, coba cari diartikel. Aku biasa menyelenggarakan program kencan buta yang disebut "Sandabang" Dan aku pemberi saran kencan terbaik. Nama panggilanku...” kata Yoon Seo bangga
“Ini "Lajang sejak lahir". Di artikel tertulis begitu.” Ucap Jung Rok menunjuk artikel. Yoon Seo mengeluh Jung Rok harus membaca yang itu
“Disini artikel "Oh Yun Seo, penasihat cinta 'Sandabang', ternyata dia lajang sejak lahir. Selebriti terkenal, Oh Yun Seo, saat ini adalah pembawa acara dari 'sandabang' dan pemberi nasihat kencan yang tulus. Namun, ternyata dia tidak pernah berkencan dengan siapa pun sepanjang hidupnya."kata Jung Rok. Yoon Seo meminta agar hentikan.
"PD mengatakan bahwa meskipun dia kurang pengalaman dalam berkencan, dia belajar keras mengenai hubungan dan membagikan saran. Dia sangat berterima kasih atas kerja kerasnya." Ucap Jung Rok malah terus bicara.
Yoon Seo langsung menyuapi selada dengan wajah kesal sudah meminta agar berhenti. Jung Rok pun tak bisa bicara karena mulutnya penuh, lalu mengajak makan yang banyak pada julukan Yoon Seo yang lajang Sejak Lahir. Yoon Seo menatap sinis. Jung Rok tertunduk meminta maaf. 



Jung Rok mengantar Yoon Seo sampai ke depan rumah, memberitahu   Mulai besok merkea akan semakin sibuk. Yoon Seo berpikir  Karena harus mempersiapkan untuk serangan balik dan meminta agar Jangan terlalu khawatir.
“Walaupun tadi sudah kukatakan, tapi aku merasa sepertinya kau akan memenangkan persidangan ini. Dari semua pengacara yang kutahu, kaulah yang paling berbakat.” Ucap Yoon Seo yakin
“Apa kau kenal banyak pengacara?” tanya Jung Rok. Yoon Seo menyebut Pengacara Choi, Pengacara Dan dan malu-malu menunjuk ke arah Jung Rok.
“Pokoknya begitu... Mulai besok, aku akan menuju ke kantor dengan kemauan dan tekad yang lebih kuat, jadi mari kita semangat.” Kata Yoon Seo. Jung Rok tersenyum bahagia mendengarnya. 


Esok paginya.
Tuan Lee bertanya apakah Jung Rok  sudah cari solusinya, karena Minggu lalu selama persidangan juri,para pihak juri bergoyang ke sisi jaksa sesudah mendengar kebijakan asuransi jiwa sebesar 490.000.000 won. Jung Rok mengaku masih memikirkan metode.
“Jika kita tak memenangkan persidangan atas pembelaan dirinya, publik akan sangat mengkritik firma hukum kita. Warganet dan anggota grup sipil. Kau tahu mereka di pihak Im Yun Hee, kan?” ucap Jung Rok yakin
“Aku tak membebanimu, jangan merasa terbebani. Tapi , seluruh warga tertarik pada kasus ini, jika kita kalah takkan ada yang mau menggunakan jasa firma kita. Aku tak membebanimu,jangan merasa terbebani.” Ucap Tuan Yeon malah membuat Jung Rok terbebani.
“Jika hanya itu, aku akan pergi.” keluh Jung Rok akan pergi. Tuan Yeon tiba-tiba mulai mengeluh hanya ada empat pengacara termasuk dirinya.
“Tapi aku mengambil pinjaman untuk membuka firma hukum ini karena aku bermimpi melampaui Firma Hukum Jang & Park suatu hari nanti. Jika kau mengacaukan kasus ini, alih-alih mimpi besar itu, maka aku hanya akan ditumpuk hutang.” Ucap Tuan Yeon seperti ingin menyindir.
“Jadi, kau pasti merasa tertekan... Tidak, tolong jangan seperti itu” kata Tuan Yeon sangat berharap Jung Rok menang.
“Jangan terlalu khawatir. Seseorang bilang, aku akan memenangkan kasus ini.” Ucap Jung Rok yakin. Tuan Yeon bertanya siapa orangnya.
“Bagaimanapun, aku setuju dengan penilaian itu, jadi tunggulah, percayakan padaku.” Kata Jung Rok lalu keluar ruangan.
“Siapa yang bilang itu padanya? Dia pasti menemui peramal. Apa Peramal anak? Atau Peramal cantik? Bagaimanapun, kuharap dia seorang ahli. Dia harus memenangkan kasus ini.” Ucap Tuan Yeon harap-harap cemas. 



Jung Rok dan Yoon Seo berkerja dalam satu ruangan. Yoon Seo mengatakan Sekeras apapun kucari pada setiap kasus, tapi tak ada preseden. Jung Rok pikir Itu karena pembelaan diri tak pernah diterima sebelumnya lalu menyuruh Yoon Seo agar pulang duluan.
“Tidak, tak apa-apa. Bagaimana bisa aku membiarkanmu bekerja sendiri. Aku bukan orang yang tak setia.” Kata Yoon Seo
“Dan aku bukan manusia berhati dingin Karena aku, kau sudah lembur berhari-hari. Hari ini, kau pulang duluan.” Kata Jung Rok
“Kapan kau akan pulang?” tanya Yoon Seo. Jung Rok mengaku  masih ada kerjaan.
Yoon Seo melihat Manager Gong menelpnya, lalu mengangkat dengan memanggil “Oppa.” Wajah Jung Rok terlihat cemburu karena Yoon Seo memanggil “Oppa” berpikir pacarnya. Yoon Seo mengaku  Hari ini, sudah mengatakan akan pulang sendiri lalu meminta agar tak  Khawatir
“Baiklah. Aku akan segera turun.” Ucap Yoon Seo akhirnya pamit pulang duluan. Jung Rok mempersilahkan. 


Yoon Seo baru masuk lift, tiba-tiba Jung Rok menahanya. Yoon Seo melonggo kaget. Jung Rok mengajak untuk turun bersama. Yoon Seo mengingat Jung Rok mengaatanya masih ada kerjaan. Jung Rok pikir  Besok akan mengerjakan.
“Kita harusnya hanya bekerja 52 jam dalam seminggu. Sebagai seorang ahli hukum,maka aku harus memberi contoh.” Tegas Jung Rok
“Lalu bagaimana kau menjelaskan mengenai lembur minggu ini?” tanya Yoon Seo. Jung Rok terlihat binggung. 

Tiba-tiba Lift seperti berhenti di tengah dan hampir jatoh. Yoon Seo pank berpikir liftnya rusak. Jung Rok berusaha tenang menelp  pengurus meintenance kalau Lift baru saja berhenti. Pegawai bertanya ada dilantai berapa. Jung Rok menjawab di Lantai tiga. Yoon Seo yang ketakutan meminta pegawai itu cepat memperbaiki. 


 Manager Gong menunggu diluar gedung terlihat binggung karena Yoon Seo  sangat lama lalu menelp ingin tahu kapan akan turun. Yoon Seo memberitahu kalau liftnya rusak. Jung Rok terlihat kesal Yoon Seo yang memanggil “Oppa”
“Aku terjebak bersama Pengacara Kwon di dalamnya.”ucap Yoon Seo. Manager Gong pank ingin tahu keadaan Yoon Seo apakah ada yang terluka.
“Tidak, aku tak terluka. Bantuan akan segera datang, jangan terlalu khawatir. Aku akan menghubungimu jika sesuatu terjadi.” Ucap Yoon Seo lalu menutup telp.
Yoon Seo dengan wajah panik memastikan kalau Tak akan terjadi buruk, Jung Rok mengaku tak tahu larma Selama 10 tahun terakhir, sudah ada 214 jumlah cidera besar atau kematian yang melibatkan elevator. Yoon Seo makin panik mengeluh Jung Rok  mengatakan sesuatu yang sangat menakutkan saat ini.
“Kau bertanya, jadi aku hanya memberitahumu faktanya.” Kata Jung Rok. Tiba-tiba lampu lift mati.
“Pengacara Kwon kau dimana?” teriak Yoon Seo panik. Jung Rok akhirnya mendekat memastikan kalau Yoon Seo baik-baik saja.

Yoon Seo menatap Jung Rok dalam kegelapan seperti terpana. Sampai akhirnya lampu mulai menyala dan keduanya saling menatap, pintu lift terbuka. Seorang petugas menatap keduanya hanya bisa melonggo memikirkan sesuatu terjadi. Akhirnya Jung Rok keluar dari lift mengaku mereka baik-baik saja.
“Yoon Seo, Apa kau baik-baik saja?” ucap Manager Gong yang sudah menunggu dilobby. Yoon Seo memanggil Oppa, wajah Jung Rok terlihat kesal
“Apa Sungguh tak ada yang terluka? Kau pasti terkejut.” Kata Manger Gong. Yoon Seo mengaku baik-baik saja. Jung Rok terlihat kesal karena Manager Gong memegang tangan Yoon Seo.
“Baik-baik saja apanya? Inilah sebabnya kau harus pulang bukannya lembur.” Kata Manage Gong kesal lalu menatap Jung Rok dengan tatapan marah
“Permisi, Tuan Pengacara....  Aku tak ingin mengatakan ini, bukankah kau terlalu keras memberi Yoon Seoku pekerjaan?”kata Manager Gong. Jung Rok cemburu mendengar kalau Yoon Seo-ku
“Ya, Yoon Seoku... Kedepannya, Yun Seoku dilarang kerja lembur.” Tegas Manager Gong. Yoon Seo panik berpikir managernya sudah gila.
“Perkataanku benar, kan? Kenapa lembur? Lagian kau bukan karyawan yang sebenarnya.” Ucap Manager Gong marah.
Yoon Seo makin panik mengajak Manager Gong pergi dan meminta maaf pada Jung Rok. Sementara Jung Rok hanya bisa melonggo binggung meminta agar jangan dimasukan ke dalam hati ucapan Manager Gong. 



Akhirnya Yoon Seo bisa mendorong Manager Gong keluar gedung. Manager Gong merasa perkatakan itu tak salah. Yoon Seo mengeluh Manager Gong sudah gila karena seharusnya tetap di mobil saja, Manager Gong heran melihat sikap Yoon Seo.
“Oppa.. Kau tak tahu betapa bingungnya Pengacara Kwon!” ucap Yoon Seo panik
“Akulah yang seharusnya bingung. Aku mengatakannya karena memikirkanmu. Tahukah kau betapa khawatirnya aku ketika kau terjebak di lift?” tegas Manager Gong
“Apa yang perlu dikhawatirkan? Aku tak sendirian. Aku bersama Pengacara Kwon” ucap Yoon Seo
“Itu sebabnya aku khawatir. Siapa tahu yang akan dia lakukan padamu?” kata Manager Gong. Yoon Seo pikir Manager Gong makin gila memikirkan hal itu.
“Kenapa dia melakukan hal seperti itu?” keluh Yoon Seo marah. Manager Gong menegaska kalau Jung Rok adalah pria.
“Semua pria Korea berpikir untuk mendapatkanmu!” kata Manager Gong. Yon Seo membenarkan. Manager Gong terlihat binggung.
“Pokoknya, tak terjadi hal seperti itu.” Tegas Yoon Seo. Manager Gong lalu memastikan kalau Yoon Seo  berpikir untuk jadi sekretaris permanen
“Kau sudah lembur berhari-hari.” Kata Manager Gong. Yoon Seo pikir Manager Gong yang menyuruh bekerja keras dan Hanya sampai batas tertentu.
“Lihat saja di sekitar kantor dan dapatkan intisari dari tempat itu. Bagaimana bisa memerankan karakterku jika aku tak menanamkan apa pun? Berhentilah bicara omong kosong!” kata Yoon Seo menyakinkan.
“Yoon Seo, kau..... Kau benar-benar serius kali ini, kan? Hasratmu untuk memerankan karakter secara autentik sungguh menyentuh hatiku. Aku akan bekerja keras membantumu mencapainya. Kau takkan lagi buruk dalam berakting. Hwaiting!” kata Manager Yong percaya. Yoon Seo pun ikut semangat. 



Jung Rok masuk ke dalam ruangan kerjanya teringat Yoon Seo yang memanggil “Oppa” lalu  berpikir pria itu adalah pacarnya. Sementara Yoon Seo duduk diatas tempat tidurnya mengeluh Manager Gong yang bilang begitu karena Pengacara Kwon mungkin masih terkejut karena lift rusak.
Ia teringat saat lampu lift mati, keduanya saling menatap, Yoon Seo bisa tersenyum bahagia mengingatnya.
“Omong-omong, aku tak percaya lift itu benar-benar rusak... Wah.. Benar-benar sangat romantis. Kupikir hatiku akan berhenti. Bagaimana bisa lift berhenti begitu saja?” ucap Yoon Seo tersipu malu. 

Yoon Seo terlihat bersemangat memberikan label tiap berkas mulai dari [Hasil Investigasi Kematian, Hasil Investigasi Kematian, Catatan Pemeriksaan tersangka, Dakwaan, Pemeriksaan Latar Belakang Im Yun Hee] lalu menatap wajahnya dicermin.
“Wanita modern yang bekerja. Oh Yoon Seo... Kau tampak seperti pecandu kerja, dan kau sangat seksi.” Puji Yoon Seo pada dirinya.
Jung Rok akhirnya datang dengan wajah cemberut. Yoon Seo menawakran untuk membuatkan kopi dengan banyak gula. Jung Rok menolak dengan mengingatkan kalau ia dituduh memberi Yoon Seo terlalu banyak pekerjaan dengan pacarnya.
“Pacarku? Apa yang kau bicarakan?” ucap Yoon Seo binggung. Jung Rok bertanya apakah pria itu bukan pacarny.
“Tentu saja bukan. Dia... Dia sepupuku... Orang yang selalu datang menjemputku.” Akui Yoon Seo. Jung Rok bisa bernafas lega mendengarnya dengan senyuman.
“Jangan salah paham seperti itu lagi. Lalu, apa kau sungguh tak ingin minum kopi?” tanya Yoon Seo mengoda.
“Kalau begitu, buatkan secangkir untukku.” Kata Jung Rok tersenyum bahagia. Yoon Seo pun dengan senang hati akan membuatnya. 


Tuan Yeon minum kopi di pantry dengan Eun Ji merasa Harum Biji kopi baunya sangat enak lalu memastikan kalau  Tidak ada firma hukum lain yang menyediakan biji kopi terbaik seperti tempatnya.
“Yang mereka berikan hanyalah teh celup solomon, teh air mata, atau kopi instan. Tapi aku berbeda. Untuk keluarga "ALWAYS"... kata Tuan Yeon
“Aku membawa biji kopi ini. Aku mendapatkannya sebagai hadiah selama liburan. Dapur kantor kita pun hanya ada teh solomon dan teh air mata.” Komentar Eun Ji. Tuan Yeon terlihat malu.
“Pengacara Yang, kau lebih baik dariku. Mari minum kopi ini dan memimpikan impian-impian besar.” Kata Tuan Yeon. 

Yoon Seo masuk pantry ingin membuat kopi, Tuan Yeon tahu kalau Yoon Seo lembur dengan Pengacara Kwon tadi malam, lalu memastikan Tak ada yang terjadi. Yoon Seo panik, Tuan Yeon mendengar tadi malam lift rusak. Yoon Seo ingin menjelaskan tapi Tuan Yeon kembali bicara.
“Kudengar ini dari penjaga malam. Kemarin ada yang terjebak di lift, jadi penjaga bergegas ke sana untuk membantu. Dan dia melihat mereka akan berciuman.” Ucap Tuan Yeon
“Apa? Itu... Mungkin mereka bukannya akan berciuman.” Kata Yoon Seo panik. Nyonya Yeon ingin tahu Siapa mereka yang begitu berani.../
“Aku penasaran, jadi aku bertanya. Paman penjaga ingat persis seperti bagaimana rupa mereka... Pertama, pria itu sangat tinggi dengan mata bulat. Dan wanita itu... Dia sangat cantik seperti seorang aktris.” Kata Tuan Yeon
Yoon Seo berjalan mundur karena mengira itu dirinya, Eun Ji memikirkan Pria sangat tinggi dengan mata bulat dan seorang wanita secantik aktris. Dan mereka adalah salah satu dari orang yang bekerja lembur. Tuan Yeon memanggil Yoon Seo akan keluar pantry.
“Bukan aku dan Pengacara Kwon, Itu Sungguh bukan aku.. Kubilang pasangan yang berciuman di lift bukan kami” kata Yoon Seo panik. Keduanya hanya melonggo.
“Aku cuma bercanda... Tentu saja bukan kalian. Semua orang tahu kau dan Pengacara Kwon saling membenci.” Ucap Tuan Yeon.
“Kau lupa mengambil kopimu.” Kata Eun Ji. Yoon Seo pun bergegas mengambil kopinya lalu bergegas pergi.
“Pasti pasangan di perusahaan diam-diam berkencan. Bisa saja mereka sebenarnya tak berkencan.” Kata Eun Ji yakin.
“Ketika seorang pria dan wanita terjebak dalam ruang yang begitu kecil, mereka dapat mulai memikirkan pikiran romantis secara tiba-tiba.” Ucap Tuan Yeon yakin. 
Di dalam lift
Moon Hee dan Yoon Hyuk terjebak dalam lift, keduanya terlihat panik.  Moon Hee meminta tolong pada pegawai maintance kalau merkea  terjebak jadi meminta bantuan. Yoon Hyuk mengeluh dengan Situasi seperti ini dan juga membuang waktu berharganya seperti ini.
“Bukankah udaranya semakin menipis? Aku Semakin sulit bernafas.” Kata Moon Hee. Yoon Hyuk mengeluh kalau ini baru dua menit. Moon Hee sadar kalau pasti keliru.
“Kenapa aku harus terjebak dengannya?”keluh Yoon Hyuk. Moon Hee terlihat marah.
“Aku bisa saja bersama dewi alam semesta, Yoon Seo. Tapi aku sangat kesal harus terjebak dengan tekanan sepertimu. Meskipun kita bersama di ruang tertutup kecil ini, kau tak boleh jatuh cinta padaku. Mungkin aku harus menjelekan wajahku dengan sengaja.” Ucap Yoon Hyu.
“Hal seperti itu takkan terjadi!”tegas Moon Hee. Yoon Hyuk menegaskan ia  pun takkan membiarkan hal seperti itu terjadi.
Keduanya saling adu mulut sampai akhirnya pintu lift mati, Yoon Hyuk panik memeluk Moon Hee karena ketakutana. Moon Hee kesal langsung mendorong rekan kerjanya dengan keras. Yoon Hyuk pun terlempar ke sudut lift. Moon Hee merasa bersalah menanyakan keadaanya. Yoon Hyuk menatap sinis. 


Se Won duduk bersama Jaks Lee memastikan kalau sudah memeriksanya. Jaksa Lee mengaku sudah melakukanya. Se Won melihat berkas   Rumah makan Jung Ji Ho sertakan 3 toko yang dikelola langsung dan 2 toko waralaba dalam daftar surat perintah.  Jaksa Lee mengerti.
“Mari istirahat 10 menit.... Aku akan beli kopi... Kau Mau minum apa?” ucap Se Won.
“Aku akan pergi bersamamu.” Ucap Jaksa Lee siap membawa jaketnya. Se Won menolak karena ingin pergi sendiri karena sedang banyak pikiran.
“Baik. Kalau begitu, Aku Americano.” Kata Jaksa Lee dengan wajah kecewa, Se Won pun berjalan mengambil jaketnya.
“Oh ya, kau sudah dengar mengenai persidangan juri minggu kemarin, kan? Jaksa Yoo menang besar daripada Pengacara Kwon. Bagaimanapun mereka adalah teman. Bukankah terlalu keras? Jaksa Yoo Yoo sungguh sedingin es” keluh Jaksa Lee
“Dan ada rumor yang beredar, Katanya dia sudah membuat kesepakatan. Jika dia mengurus kesepakatan ini, dia akan mendapatkan posisi yang dia inginkan. Aku tahu dia ambisius. Tapi bukankah dia benar-benar sesuatu?” kata Jaksa Lee sinis.
“Hentikan jangan berkata lagi! Aku tak ingin dengar.” Kata Se Won sinis.
“Kenapa? Kupikir hubungan kalian sudah berakhir.” Komentar Jaksa Lee
“Kenapa kau yang harus putuskan berakhir tidaknya?” balas Se Won. Jaksa Lee pun hanya diam saja. 



Se Won pergi membeli satu latte & americano, saat menunggu melihat Yeo Reum duduk sendirian di cafe, Se Won akhirnya menunjuk sepotong kue. Yeo Reum sibuk melihat berkas kasus Nyonya Im. Se Won datang membawakan kue.  Yeo Reum bertanya apa maksudnya.
“Sepertinya kau butuh sesuatu yang manis.” Ucap Se Won.  Yeo Reum mengaku sangat sibuk.
“Tak memberitahu pun aku sudah tahu kau sibuk... Apa itu Laporan otopsi? Aigoo... Apa Kau ingin baca hal mengerikan seperti itu di tempat seperti ini?” ucap Se Won akhirnya duduk didepan Yeo Reum.
“Apa Ada sesuatu yang ingin kau katakan?” tanya Yeo Reum dengan tatapan dingin.
“Walau kau sibuk, jagalah kesehatanmu.”ucap Se Won. Yeo Reum pikir itu tak ada hubungan denganya.
“Ada hubunganya. Jika kau sakit, hatiku tak menyukainya.” Ucap Se Won. Yeo Reum tak mengubrinya memilih untuk pamit pergi dan menyuruh Se Won pergi juga.
“Sepertinya ada seseorang yang menunggu kopi.” Sindir Yeo Reum. 


Yeo Reum terus melihat foto titik darah di dinding, Sekertarisnya datang memberikan  materi yang diminta menurutnya Otopsi dan penilaian sama-sama menguntungkan bagi mereka. Yeo Reum pikir melihat pembela diam, sepertinya tak banyak yang bisa mereka lakukan.
“Putusan pembelaan dirinya sepertinya akan sulit, kan?” ucap Sek Yeo Reum yakin
“ Tapi masih terlalu dini untuk mengatakannya.” Kata Yeo Reum merendah 

Jung Rok juga melihat foto otopsi diruangan dengan wajah tegang, lalu keluar ruanga memberitahu Yoon Seo kalau akan keluar sebentar jadi meminta tolong untuk membuat memo jika ada telepon penting. Yoon Seo bertanya mau kemana Jung Rok.
“Apa kau akan menemui klienmu?”ucap Yoon Seo. Jung Rok mengatakan  akan pergi ke rumah Im Yun Hee.
“Jika kau bilang rumah Im Yun Hee, Apa maksudmu tempat pembunuhan itu terjadi?” kata Yoon Seo
“Ya. Ada beberapa bagian yang tak masuk akal dalam catatan. Aku perlu pergi ke TKP dan memutuskan mengenai kebenaran laporan itu.” Jelas Jung Rok
“Aku tak tahu pengacara melakukan investigasi pribadi di TKP.” Komentar Yoon Seo
“Ini juga peran pengacara untuk memberikan bukti lain yang dapat mendiskreditkan bukti yang diberikan oleh jaksa penuntut. Jika tak ada jawaban dalam catatan, itu ada di tempat kejadian. Jadi Semacam itu.” Ucap Jung Rok
“Kalau begitu, aku akan pergi bersam...” kata Yoon Seo. Jung Rok langsung melarang.
“Tidak ada alasan bagimu untuk melihat TKP yang begitu mengerikan.” Kata Jung Rok
“Tapi, siapa tahu? Aku mungkin bisa melihat sesuatu yang kau lewatkan. Aku pun banyak belajar... Bagaimana?? Aku sungguh ingin membantu. Bisakah biarkan aku pergi bersamamu? oke?” ucap Yoon Seo menatap dengan tatapan memohon. Jung Rok hanya diam saja. 


Akhirnya keduanya sampai di TKP yang masih dipasang garis polisi, Jung Rok menunjuk  rumah Im Yun Hee lalu memastikan Yoon Seo sungguh akan baik-baik saja. Yoon Seo mengaku baik-baik saja, walaupun wajahnya terlihat gugup dan ketakutan.
“Aku pernah berperan sebagai detektif. Jadi aku terbiasa dengan hal-hal seperti ini.” Kata Yoon Seo yakin
“Aku yakin banyak hal berbeda dibandingkan dengan drama. Berhati-hatilah ikuti aku dari belakang.” Kata Jung Rok masuk lebih dulu. 

Keduanya masuk rumah perlahan, Yoon Seo melihat ada noda darah dari hari kejadian pada dinding. Jung Rok memberitahu kalau  Disebut "Spater stains". Yoon Seo tak mengerti maksud  "Spater stains".
“Ini mengacu pada darah yang berhamburan ke udara sesudah seseorang menikam dan mengeluarkan pisau dari tubuh seseorang. Dan dengan menganalisis noda darah itu, kita dapat memperkirakan lokasi korban dan penyerang.” Jelas Jung Rok
“Kim Yeong Tae berdiri ketika dia ditusuk.” Kata Jung Rok melihat data. Yoon Seo bingggung apa maksudnya.
“Jika seseorang secara tak sengaja menusuk saat diserang, mereka biasanya menusuk orang dari posisi yang lebih rendah. Tapi Kim Yeong Tae berdiri tegak ketika dia ditusuk. Dan kupikir penuntut akan menggunakan fakta ini untuk mengklaim bahwa dia punya niat untuk membunuh. Mari berkeliling lagi.” Ucap Jung Rok
Yoon Seo akan akhirnya berjalan lebih dulu ingin melihat bagian kamar, tapi tiba-tiba seseorang memukul Jung Rok dari belakang. Yoon Seo panik melihat Jung Rok yang terjatuh. Jung Rok mengaku baik-baik saja lalu bergegas mengejar pelaku meminta Yoon Seo agar menghubungi polisi.
Si pria misterius terus kabur dengan wajah ketakutan. Jung Rok mengejarnya. Si pria akhirnya terjatuh menabrak sampah kardus, Jung Rok pun bisa menangkapnya dengan wajah penuh amarah. 


Si pria dimasukan ke mobil polisi. Sementara Polisi memastikan keadaan Jung Rok dan berpikir membawanya ke Ruang Darurat. Jung Rok mengaku  baik-baik saja dan akan membuat pernyataan sebagai korban terlebih dahulu. Polisi pun akhirnya pergi.
“Oh Jin Shim, Apa kau baik-baik saja?” ucap Jung Rok melihat Yoon Seo menghampirinya.
“Bagaimana denganmu? Luka... Bagaimana ini... Kau masih berdarah. Bagaimana ini...” ucap Yoon Seo sambil menangis. 

Jung Rok melihat ada banyak orang akhirnya membawa Yoon Seo ke sisi jalan yang sepi. Yoon Seo masih saja menangis. Jung Rok meminta Yoon Seo melihatnya kalau baik-baik saja. Yoon Seo melihat Jung Rok berdarah jadi meminta agar cepat ke rumah sakit.
“Aku tak bisa pergi. Aku perlu menulis pernyataan terlebih dahulu.” Ucap Jung Rok
“Bukan itu yang penting sekarang. Kau terluka... Tunggu sebentar. Aku punya sapu tangan.” Kata Yoon Seo menutup luka tapi tanganya terlihat gemetar.
“Kau tampak sangat shock... Jadi Beristirahatlah, pulang ke rumah. Aku akan mengantarmu pulang.” Ucap Jung Rok.
“Tidak... Aku akan pulang sendiri. Kumohon kau harus bergegas ke rumah sakit sesudah menulis pernyataan.” Kata Yoon Seo yang tak bisa menahan tangis. 

Akhirnya Yoon Seo berhenti menangis dan Jung Rok mengantar ke dalam taksi berjanji Akan menelepon nanti. Yoon Seo menganguk mengerti, Jung Rok meminta sopir taksi agar antar dengan selamat.
 Sementara Yeo Reum kaget mengetahui ada penyusup yang datang ke TKP lalu  ingin tahu siapa korbannya. Ia makin kaget mengetahui kalau Pengacara Kwon yang menjadi korban lalu mengatakan  akan langsung ke sana.

[Kantor Polisi Dongbu]
Jung Rok akhirnya datang melihat si pria yang duduk disudut ruangan. Polisi melihat Jung Rok terluka dengan noda darah di kerah bajunya. Jung Rok mengaku  baik-baik saja mneurutnya ada yang lebih penting ingin tahu apa yang dikatakan oleh pelaku.
“Yah, dia Park Soo Myeong, warga setempat. Dan ternyata, dia pikir ada pencuri di dalam rumah kosong saat dia lewat. Itu sebabnya dia masuk ke dalam. Dia adalah satpam lingkungan.” Jelas Polisi
“Apa Kau mengenalnya?” tanya Jung Rok. Si polisi mengetahui ibu Soo Myung mengelola toko daging, dan terkadang mengirim daging.
“Bisakah aku bicara dengannya secara pribadi?” kata Jung Rok. Polisi pun memperbolehkanya. 

Jung Rok menemui Soo Myung terlihat sedikit tak seperti orang biasanya. Soo Myung  pikir Jung Rok terasa sangat sakit. Jung Rok terlihat bingung, Soo Myung melihat Kepala Jung Rok  berdarah. Jung Rok mengaku baik-baik saja.
“Ada beberapa pertanyaan yang ingin kutanyakan. Apa Kau kira aku pencuri?” ucap Jung Rok. Soo Myung membenarkan.
“Apa Kau kenal dengan Im Yun Hee? Pernahkah kau berada di dalam rumah itu selain hari ini?” tanya Jung Rok
“Di telepon... Dia bilang padaku untuk tak mengatakan apa-apa.”jawab Soo Myung
“Mengenai apa yang tak boleh kau katakan? Mungkinkah pada malam hari kejadian kau pergi ke rumah nya? Apa kau melihat sesuatu atau...” kata Jung Rok terputus karena polisi memanggil nama Yeo Reum. 

Yeo Reum datang bertemu polisi, Jung Rok menatap dari kejauhan. Polisi mengaku sengaja menelepon Yeo Reum  karena sebagai jaksa penuntut yang menangani kasus ini. Akhirnya Yeo Reum mendekati Jung Rok dengan wajah khawati r bertanya apakah lukanya parah. Jung Rok mengaku  Bukan apa-apa.
“Apa Dia orangnya? Orang yang berada di TKP.” Tanya Yeo Reum. Jung Rok hanya diam saja. Yeo Reum terus menatap Soo Myung yang terus tak bisa diam. 

Keduanya keluar dari kantor polisi, Yeo Reum seperti tak percaya kalau Jung Rok membiarkanya pergi begitu saja. Jung Rok pikir ini hanya kesalahpahaman. Soo Myung pun dibawa keluar dari kantor polisi, Polisi mengupcakan Terima kasih sudah membatalkan tuduhan.
“Soo Myung, kau harus berterima kasih padanya.” Perintah polisi. Soo Myung membungkuk dan mengucapkan Terima kasih serta maaf lalu diantar pulang. 


Akhirnya Yeo Reum masuk ke dalam mobil menelp seseorang kalau akan melakukan pemeriksaan latar belakang pada seseorang dengan Nama Park Soo Myung, pengantar daging di lingkungan Im Yun Hee. Jung Rok juga melakukan hal yang sama sambil berjalan di mobil.
“Bisakah kau memeriksa  di mana Park Su Myeong pada hari kejadian?” ucap Jung Rok tak lupa mengucapkan Terima kasih setelah menutup telpnya, lalu kaget melihat Yoon Seo sudah ada didepanya.
“Oh Jin Sim , apa yang kau lakukan di sini Aku melihat kau pulang naik taksi.”kata Jung Rok kaget.
“Aku tak bisa pulang karena sangat khawatir. Jadi aku memintanya untuk memutar arah. Apa kau sudah selesai? Siapa orang itu? Kenapa dia melakukan itu? Ahh...Tidak, kau harus pergi ke rumah sakit terlebih dahulu.” Kata Yoon Seo
“Sudah, tak apa. Pendarahan sudah berhenti, dan aku baik-baik saja.” Kata Jung Rok
“Itu Harus diputuskan dokter terlebih dahulu... Ayo Cepat pergi!!” kata Yoon Seo terlihat sangat khawatir.
Bersambung ke part 2
Cek My Wattpad... Stalking 



Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



4 komentar:

  1. kk terus buat ceritanya ya

    BalasHapus
  2. Halo, semuanya, tolong, saya dengan cepat ingin menggunakan media ini untuk membagikan kesaksian saya tentang bagaimana Tuhan mengarahkan saya kepada pemberi pinjaman yang benar-benar mengubah hidup saya dari kemiskinan menjadi seorang wanita kaya dan sekarang saya memiliki kehidupan yang sehat tanpa tekanan dan kesulitan keuangan,

    Setelah berbulan-bulan mencoba mendapatkan pinjaman di internet dan saya telah ditipu dari 400 juta, saya menjadi sangat putus asa dalam mendapatkan pinjaman dari kreditor online yang sah dalam kredit dan tidak akan menambah rasa sakit saya, jadi saya memutuskan untuk meminta saran kepada teman saya tentang bagaimana cara mendapatkan pinjaman online, kami membicarakannya dan kesimpulannya adalah tentang seorang wanita bernama Mrs. Maria yang adalah CEO Maria Loan. Perusahaan

    Saya mengajukan jumlah pinjaman (900 juta) dengan suku bunga rendah 2%, sehingga pinjaman yang disetujui mudah tanpa stres dan semua persiapan dilakukan dengan transfer kredit, karena fakta bahwa itu tidak memerlukan jaminan untuk transfer. pinjaman, saya hanya diberitahu untuk mendapatkan sertifikat perjanjian lisensi mereka untuk mentransfer kredit saya dan dalam waktu kurang dari dua jam uang pinjaman telah disetorkan ke rekening bank saya.

    Saya pikir itu lelucon sampai saya menerima telepon dari bank saya bahwa akun saya telah dikreditkan dengan jumlah 900 juta. Saya sangat senang bahwa akhirnya Tuhan menjawab doa saya dengan memesan pemberi pinjaman saya dengan kredit saya yang sebenarnya, yang dapat memberikan hati saya harapan.

    Terima kasih banyak kepada Ibu Maria karena telah membuat hidup saya adil, jadi saya menyarankan siapa pun yang tertarik mendapatkan pinjaman untuk menghubungi Ibu Maria dengan baik melalui Email (mariaalexander818@gmail.com) ATAU Via Whatsapp (+1 651-243 -8090) untuk informasi lebih lanjut tentang cara mendapatkan pinjaman Anda,

    Jadi, terima kasih banyak telah meluangkan waktu Anda untuk membaca tentang kesuksesan saya dan saya berdoa agar Tuhan melakukan kehendak-Nya dalam hidup Anda.
    Nama saya adalah kabu layu, Anda dapat menghubungi saya untuk referensi lebih lanjut melalui email saya: (kabulayu18@gmail.com)

    Terima kasih semua.

    BalasHapus
  3. Halo, semuanya, tolong, saya dengan cepat ingin menggunakan media ini untuk membagikan kesaksian saya tentang bagaimana Tuhan mengarahkan saya kepada pemberi pinjaman yang benar-benar mengubah hidup saya dari kemiskinan menjadi seorang wanita kaya dan sekarang saya memiliki kehidupan yang sehat tanpa tekanan dan kesulitan keuangan,

    Setelah berbulan-bulan mencoba mendapatkan pinjaman di internet dan saya telah ditipu dari 400 juta, saya menjadi sangat putus asa dalam mendapatkan pinjaman dari kreditor online yang sah dalam kredit dan tidak akan menambah rasa sakit saya, jadi saya memutuskan untuk meminta saran kepada teman saya tentang bagaimana cara mendapatkan pinjaman online, kami membicarakannya dan kesimpulannya adalah tentang seorang wanita bernama Mrs. Maria yang adalah CEO Maria Loan. Perusahaan

    Saya mengajukan jumlah pinjaman (900 juta) dengan suku bunga rendah 2%, sehingga pinjaman yang disetujui mudah tanpa stres dan semua persiapan dilakukan dengan transfer kredit, karena fakta bahwa itu tidak memerlukan jaminan untuk transfer. pinjaman, saya hanya diberitahu untuk mendapatkan sertifikat perjanjian lisensi mereka untuk mentransfer kredit saya dan dalam waktu kurang dari dua jam uang pinjaman telah disetorkan ke rekening bank saya.

    Saya pikir itu lelucon sampai saya menerima telepon dari bank saya bahwa akun saya telah dikreditkan dengan jumlah 900 juta. Saya sangat senang bahwa akhirnya Tuhan menjawab doa saya dengan memesan pemberi pinjaman saya dengan kredit saya yang sebenarnya, yang dapat memberikan hati saya harapan.

    Terima kasih banyak kepada Ibu Maria karena telah membuat hidup saya adil, jadi saya menyarankan siapa pun yang tertarik mendapatkan pinjaman untuk menghubungi Ibu Maria dengan baik melalui Email (mariaalexander818@gmail.com) ATAU Via Whatsapp (+1 651-243 -8090) untuk informasi lebih lanjut tentang cara mendapatkan pinjaman Anda,

    Jadi, terima kasih banyak telah meluangkan waktu Anda untuk membaca tentang kesuksesan saya dan saya berdoa agar Tuhan melakukan kehendak-Nya dalam hidup Anda.
    Nama saya adalah kabu layu, Anda dapat menghubungi saya untuk referensi lebih lanjut melalui email saya: (kabulayu18@gmail.com)

    Terima kasih semua.

    BalasHapus