PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Sabtu, 07 Juli 2018

Sinopsis What's Wrong with Secretary.Kim Episode 10 Part 2

PS : All images credit and content copyright : TVN
Young Joon duduk diam di luar rumah merasa kalau terlalu banyak makan dan perutnya jadi penuh dengan kepiting. Mi So membawakan segelas air, dengan wajah khawatir bertanya Apa perutnya sakit. Young Joon mengaku sempurna dalam segala aspek.
“Bahkan kemampuan pencernaanku juga luar biasa.” Tegas Young Joon bangga
“Karena kau sudah makan siang, bagaimana kalau kau pulang sekarang?” ucap Mi So tapi saat itu keduanya dikejutkan dengan dua kakak Mi So keluar rumah.
“Pakaian itu...” bisik Young Joon binggung. Pil Nam memberitahu kalau mereka akan menangkap kerang.
“Kami menangkap kerang dan memasaknya saat berkunjung kemari tiap tahun.” Jelas Won Hee.
“Kenapa mereka melakukan pekerjaan berat selagi liburan?” tanya Young Joon heran.
“Ah Benar juga, kau mungkin tak akan bisa memahaminya. Aku yakin kau punya chef pribadi yang memasakkanmu makanan laut musiman. Kau pasti tak mengerti kenapa kami harus bersusah payah menangkap kerang, Demi membuat kalguksu dengan seafood segar. Inilah yang kami maksud kita hidup di dunia yang berbeda.” Komentar Pil Nam sinis
“Aku akan ikut dengan kalian menangkap kerang.” Kata Mi So, Ketiganya kembali kaget.
“Tak perlu... Aku yakin kau tak pernah melakukan itu seumur hidupmu. Kau tak akan bisa menggali dataran lumpur untuk mengambil kerang.” Ucap Pil Nam
Young Joon mengaku bisa melakukanya, sambil memeluk Mi So menurutnya Jika bersama dengan Mi So akan bisa pergi kemanapun, baik  dataran lumpur atau semak duri. Won Hee merasa bahagia meliahta keduanya tapi Pil Nam tetap sinis, Young Joon melepaskan tangan Mi So mengajak mereka segera ke Pantai. 


Tuan Ko mulai kelelahan dibawah meja, Semua mulai kekenyangan dan merasa kalau semua makanannya enak-enak. Mereka kembali bersulang, untuk hidup bahagia Nn. Jiah. Se Ra tak sengaja menjatuhkan tasnya, Ji Ah panik dan langsung mengambil dompet yang jatuh dan akan mengambil tissue.
“Terima kasih, Nn. Jiah, kau sangat pengertian sekali.” Kata Se Ra akhirnya tak melihat Tuan Ko.
“Tapi  Aku mengira disini akan sejuk, ternyata mataharinya sangat terik. Apa kita perlu pindah kesana?” kata Se Ra
“ Benar, sinar UV buruk untuk kulit. Jadi Ayo pindah sekarang juga.” Kata Tuan Jung.
Tuan Ko yang mendengarnya panik, mereka pun bergotong royong mengangkat bangun dan saat itu melihat Tuan Ko sedang berbaring dilantai layaknya sedang berjemur. Tuan Ko berkata “Kejutan.” Tuan Jung heran melihat Tuan Ko yang ada dilantai.
“Sudah kubilang... Aku ingin membuat kejutan pada kalian.” Ucap Tuan Ko berusaha untuk santai. Semua terlihat binggung, Mi So pun kaget karena Tuan Ko akhirnya ketahuan.
“Benar... Ji Ah juga mengundangku pada pesta menempati rumah barunya. Tapi, aku orang yang memiliki kreativitas tinggi, punya ide cemerlang meski disaat sedang nongkrong. Jadi, aku ingin melakukan sesuatu yang seru.” Jelas Tuan Ko
“Itulah kenapa, Nn. Kim disana dan aku merencanakan ini sama-sama. Aku bersembunyi seperti ini dan menunggu momen terbaik untuk memaksimalkan keseruan. Dan saat kalian memutuskan untuk memindah meja, maka Itulah saat yang pas.” Kata Tuan Ko
“Bagus! Kau benar-benar mengejutkan kami. Jadi Ayo habiskan makanannya.” Kata Tuan Jung, Tuan Ko pun akhirnya ikut makan dan Ji Ah yang melihatnya terlihat sedikit gugup.
Tuan Jung menawarkan bir, tapi ternyata sudah habis. Ji Ah pikir akan membelinya lagi. Se Ra menolak karena melihat supermarket besar jadi akan membeli sendiri saja.  Tuan Jung heran dengan Se Ra yang mengajukan diri. Se Ra mengaku karena masih ingin minum.
“Aku perlu berjalan dan mencerna apa yang sudah kumakan.” Kata Se Ra. Mereka pun memberikan Se Ra pergi. 



Se Ra mendorong trolly melihat counter menjual sosis lalu mencobanya, karena sedang promosi beli 1 gratis 1.  Si bibi mengeluh dengan Se Ra yang makan 3 potong padahal tak membelinya.
“Kami akan membelinya.” Ucap Sek Yang datang langsung mengambil sosis. Se Ra tak percaya melihat Sek Yang datang membelikan sosis.
“Kami beli 3... Jadi, jangan membuat nona ini malu.” Kata Sek Yang lalu mengajak Se Ra pergi. 

Semua sudah berada di pantai, Won Hee bertanya Apa Young Joon itu jadi datang atau tidak. Pil Nam mengeluh Young Joon itu  harus berbohong kalau tak sanggup. Mi So kesal kakaknya terus saja menyindir, Pil Nam heran adiknya yang menatap sinis.
“Bukankah kau keterlaluan padanya? Aku tahu kau kebingungan karena ini terlalu mendadak. Tapi, tidakkah menurutmu, kau sudah keteraluan padanya?” ucap Mi So
“Miso, aku khawatir padamu.” Ucap Pil Nam, Mi So menyakinkan kakaknya kalau jangan khawatir.
“Dia bukan tipe orang yang seperti kalian berdua pikirkan.  Dia melindungiku disaat aku ketakutan. Dan dia selalu perhatian padaku. Kalian bahkan tak tahu apa-apa.” Kata Mi So 

Lalu ketiganya dibuat kaget dengan kedatangan Young Joon yang lengkap dengan semua pakaian dan stylist.  Young Joon meminta maaf karena datang terlambat, Mi So bertanya dimana mendapat semua perlengkapan itu.
“Aku harus melakukan segalanya dengan sempurna. Itulah motto hidupku.” Tegas Young Joon
“Punya peralatan lengkap tak berarti kau bisa mengerjakan pekerjaan dengan sempurna. Kau membutuhkan pengetahuan dari pengalaman bertahun-tahun, itulah yang kami miliki.” Tegas Pil Nam

“Kak.. Kalau begitu, bagaimana kalau kita bersaing? Kalian bisa berpasangan. Dan kami akan satu tim. Yang kalah harus mengabulkan keinginan pemenang. Bagaimana?” kata Mi So, Pil Nam langsung setuju. 
Young Joon tersenyum bahagia mendengarnya, lalu berbicara pada Mi So kalau akan melakukan yang terbaik selagi ini persaingan, tapi ingin tahu apa yang akan jadi harapannya.  Mi So mengaku ingin meminta mereka untuk tak membencinya.
“Rasa lelahku tiba-tiba saja menghilang.” Kata Young Joon dan langsung dengan penuh semangat langsung mencari semua kerang dan dikumpulkan dalam satu ember. 

Mi So mendapatkan dua kali kerang dari kakaknya jadi mereka sudah menang. Won Hee pun mengucapkan selamat, dan ingin tahu keinginannya.  Mi So mengatakan kalau hanya ingin meminta mereka untuk tidak membenci Wakil Ketua Lee. Pil Nam melirik sinis.
“Tak apa-apa. Kalian boleh membenciku... Tapi... kumohon tunggulah. Aku akan terus menunjukkan perasaan tulusku pada Miso.” Ucap Young Joon.
Pil Nam mengajak mereka untuk bubar tapi kakinya terpeleset dan hampir jatuh. Young Joon langsung bisa menahan, Pil Nam pun berdiri kembali tapi merasa heran karena tangan Young Joon yang dingin sekali. Mi So langsung panik bertanya apakah perutnya sakit.
“Kau tadi makan kebanyakan, makan banyak kepiting saus. Jadi Ikut aku, ayo kita obati dulu sakit perutmu.” Kata Mi So dengan wajah panik langsung menarik Young Joon pergi. 


Won Hee merasa kasihan karena Young Joon mengalami sakit perut karena kebanyakan makan untuk membuat terkesan,  Pil Nam pikir tak menyuruhnya untuk terlalu banyak makan. Won Hee mengaku kalau cukup terkejut.
“Dia tampak sombong saat kulihat di pemberitaan. Tapi, dia jauh-jauh kemari dan melakukan yang terbaik untuk mengesankan kita meski kau keterlaluan padanya. Dia pastilah sangat peduli pada Miso. Bukankah begitu?”komentar Won Hee tapi Pil Nam hanya diam saja.
“Aku khawatir mengenai kelainan seksualnya, Tapi selebihnya, sepertinya dia pria baik. Dan soal masalah kelainan itu, bisa diatasi selagi kakak iparnya adalah pakarnya. Jadi pasti akan sembuh.” Kata Won Hee
“Apa? Kau bilang Kakak ipar?” keluh Pil Nam, Won Hee mengaku kalau menyukai Young Joon.
“Jadi, kau juga perlu membuka hatimu.” Kata Won Hee. Pil Nam tak banyak bicara. 


Semua akhirnya berkumpul di halaman, Pil Nam meminta Young Joon memberikan tanganya, Young Joon menolak karena merasa baik-baik saja. Pil Nam ingin Menusuk jari itu karena pasti ampuh.  Young Joon menolak, Mi So langsung berteriak Ada UFO, semua langsung mengangkat kepala.
“Darah! Astaga, aku berdarah.” Teriak Young Joon panik lalu berpura-pura tenang kalau hanya mengeluarkan darah sedikit.
“Masuklah dan istirahat, Kau kurang sehat.” Kata Pil Nam. Young Joon mengaku sudah lebih baikan.
“Izinkan aku membantu.” Kata Young Joon. Pil Nam pikir mereka  bertiga bisa mengurusnya.
“Kalau begitu, bisa kau uleni adonan ini? Ayah kami yang biasanya melakukannya, tapi dia berhalangan hadir karena suatu acara.” Kata Won Hee merasa lenganya terasa lelah.
Young Joon mencoba menguleni sekuat tenaga, Mi So memintaa agar Young Joon pelan-pelan. Young Joon mengaku kalau perutnya sudah baikan. Won Hee mengatakan kalau Lain kali  akan menusuk Jari Young Joon lagi kalau perutnya sakit.
“Kau bilang 'Lain kali?' kata Mi So mengartikan kakaknya sudah bisa menerima, Young Joon tersenyum bahagia dan langsung melupakan rasa bahagia mengeluni adonan, Semua hanya bisa tertawa melihatnya. 


Won Hee bertanya apakah mereka perlu minumm bir lagi, karena ada bar di seberang jalan. Semua pun setuju termasuk Tuan Ko dengan celana traningnya. Se Ra baru datang bertanya mau kemana mereka semua.  JI Ah pikir Sepertinya mulai gerimis, Jadi mau pindah ke bar.
“Kalau begitu, seharusnya kalian memberitahuku.  Kenapa aku harus habiskan uang untuk...” kata Mi So dengan nada tinggi lalu teringat disampingnya ada Sek Yang.
“Maksudku, Aku seharusnya memberimu ini sebagai hadiah menyambut rumah barumu.” Kata Se Ra dengan nada suara rendah. Tuan Jung mengajak semua untuk segera pergi saja. 

Semua mulai minum, Tuan Jung merasa karena tak ada pelanggan yang lain jadi terasa sepi dan bertanya Apa tak ada yang bersedia berbagi cerita yang menyenangkan, Young Ok pikir mana mungkin yang bisa diceritakan, karena mereka bertemu setiap hari. Saat itu Bibi pemilik rumah datang.
“Kau tahu di dekat persimpangan akan di bangun taman, kan? Kalau kau mendukung, silakan tanda tangan disini.” Ucap bibi pada pemilik Bar dan melihat Mi So pemilik kamar 301 ingin minta tanda tangan.
Tuan Ko sedari tadi  melihat bibi langsung menutupi wajahnya dengan cumi panggang, karena ia juga harus memberika tanda tangan. Tuan Jung heran melihat Tuan Ko yang menutupi wajahnya, Tuan Ko beralasan sedang terinspirasi acara "King of Mask Singer". Semua hanya bisa tertawa.
“Tn. Jung meminta kita untuk berbagi keseruan, Jadi aku ingin menghibur kalian dengan menyanyikan lagu. Kalau begitu, aku akan mulai menyanyi.” Kata Tuan Ko mulai menyanyikan lagu 2PM dengan nada sumbang.
“Hentikan, hentikan... Aku paham kalau kau ingin naik tingkatan, tapi apa kau sungguh perlu lakukan ini?” ejek Tuan Jung, Tuan Ko terlihat binggung
“Aku yakin kau sudah dengar bahwa bekerja di departemen kami seperti tiket gratis untuk naik jabatan. Itulah kemungkinan kenapa kau ingin dipindahkan ke departemen kami. Dalam pikiranmu 'Siapa yang harus kumintai” kau akhirnya memutuskan bahwa kau perlu memenangkan hatiku karena aku orang yang paling berpengaruh, Benar, kan?” kata Tuan Jung yakin 


Tuan Ko mengelak kalau itu tak mungkin,  Tuan Jung pikir tak ada yang tak mungkin karena ia lulusan kampus Kori jadi yakin Tuan Ko juga ingin perlihatkan bahwa mereka  satu kampus jadi sengaja bernyanyi untuk membuat suasana hatinya senang.
“Kau melakukan semua itu untuk mengambil hatiku, kan? Tn. Ko Gui Nam, benar, kan?” ejek Tuan Jung.  Tuan Ko akhirnya tak bisa berkata-kata, membenarkan saja. Sek Yang tiba-tiba mengangkat tanganya.
“Apa kau akan menyanyi juga, Sekretaris Yang?” tanya Tuan Jung
“Kalau begitu, izinkan aku menyumbang lagu musikal sedikit.” Kata  Sek Yang berdiri.
Se Ra tersima dengan suara Sek Yang yang menyanyikan “Inilah saatnya...” Semua langsung memberikan tepuk tangan untuk Sek Yang. Se Ra yang paling bersemangat memberikan tepuk tangan. 

Se Ra sudah mulai mabuk dan hampir jatuh, untuk Sek Yang bisa menahanya. Se Ra menatap Sek Yang langsung memperingatkan kalau  sebaiknya waspada. Sek Yang tak mengerti maksudnya.
“Jaga sikapmu... Jangan berani menggodaku dengan memungut bantalan braku. Jangan tiba-tiba muncul dan membelikanku 3 karung sosis. Kau nyanyi “Inilah saatnya...”Jangan berani berusaha menggodaku dengan menyanyi seperti itu.” Ucap Se Ra. Sek Yang hanya tersenyum melihat Se Ra berjalan.
“Kenapa kau membuntutiku?” kata Se Ra marah, Sek Yang terus tersenyum.
“Kau sepertinya sudah mabuk, aku khawatir kau tersandung dan jatuh.” Kata Sek Yang
“Wahh... kau lagi menggodaku lagi. Kalau begitu, bagaimana kalau kau melindungiku?”kata Se Ra lalu berjalan kembali.
“ Ini Aneh sekali... Entah kenapa, aku sedikit menyukai Sekretaris Yang, berada dibawah standarku. Apa aku perlu mengajaknya kencan? Ahh Tidak, tidak, Itu memalukan, jangan aku duluan yang mengajaknya. Aku juga punya harga diri, aku tak bisa memintanya kencan duluan. Aku harus melindungi harga diriku.” Kata Se Ra. Sek Yang hanya bisa tersenyum mendengarnya. 
Se Ra berjalan sempoyongan dan hampir jatuh, Sek Yang langsung menangkapnya sebelum jatuh. Keduanya saling menatap, sama seperti adegan dalam drama, jatuh cinta disaat saling menatap.

Young Joon mencoba masakan keluarga Kim, Won Hee ingin tahu pendapat Young Joon karena membuat kalguksu dan pancake daun bawang dari kerang yang ditangkap. Young Joon mengaku enak dan menegaskan akan pastikan ikut acara ini lagi tahun depan..
“Masih terlalu dini untuk berkata itu.” Komentar Pil Nam, Mi So juga merasakan hal yang sama.
“Ngomong-ngomong, apa kalian selalu menangkap kerang disini tiap liburan musim panas?” tanya Young Joon
“Ya, ayah kami biasanya ikut juga, kami menangkap kerang dan nongkrong bareng.” Cerita Mi So, Young Joon pikir Tradisi keluarga yang cukup unik.
“Kami sudah berjanji pada ibu kami... Saat itu Miso berusia 4 tahun. Ayah kami ingin ikut Festival Musik Pantai. Jadi, kami meminjam mobil tetangga. Dan semua keluarga pergi kesana.” Cerita Pil Nam 

Flash Back
Tuan Kim mengemudikan mobil, menyanyi dengan percaya diri dan penuh pengkhayatan. Mi So menutup kupingnya mengeluh suara ayahnya buruk sekali,  istrinya membela kalau suara suaminya itu bagus, Tuan Kim tersenyum mendengarnya.
“Aku akan pastikan menang hari ini dan memberikan piala pada ibu kalian sebagai hadiah ulang tahunnya. Dan selama pidato penerimaan penghargaan, Aku akan meneriakkan namamu.” Ucap Tuan Kim
“Aku menantikannya.” Kata Nyonya Kim. Mi So melihat pantai ada seberang jalan.
“Keren dan indah... Kita masih punya waktu. Bagaimana kalau kita mampir ke pantai dulu?” ucap Nyonya Kim. Tuan Kim pun setuju mereka mampir ke pantai. 


Semua bermain di pantai, Tuan Kim sibuk dengan gitarnya lalu tiba-tiba meraba saku celananya. Nyonya Kim binggung bertanya apakah kehilangan sesuatu.Tuan Kim mengaku Kunci mobilnya hilang. Mi So kaget mendengarnya.
“Aku suami yang buruk. Aku ingin memberimu piala sebagai hadiah ulang tahunmu, Tapi aku malah mencemaskanmu. Ini ulang tahun terburukmu, kan?” kata Tuan Kim
“Tidak, kau pasti kecewa melewatkan kontes menyanyi itu.” Ucap Nyonya Kim
Mi So berteriak kalau sudah menemukannya, Tuan Kim dan istrinya terlihat bahagia. Mi So ternyata tak menemukan kunci mobilnya, tapi menemukan kerang. Mi So dengan polosnya mengaku kalau  pertama kalinya melihat kerang.
“Ayo masak sesuatu yang enak memakai kerang ini.” Kata Mi So, Nyonya Kim mengatakan butuh kerang yang lebih banyak.
“Anak-anak, bagaimana kalau kita menangkap kerang dan bersenang-senang?” kata Nyonya Kim, Semua langsung setuju.
“Maafkan aku..” ucap Tuan Lee merasa bersalah dan ingin mencari kerang.
“Kau seharusnya tetap mencari kunci mobilnya, biar aku saja yang menemani anak-anak.” Ucap Nyonya Kim
“Tidak... Michael J. Fox mengatakan ini, "Keluarga bukan hanya penting, tapi segala-galanya." Aku bisa hubungi perusahaan asuransi untuk mengurus mobilnya. Aku bisa ikut kontes menyanyi tahun depan. Hari ini, aku akan fokus pada keluargaku.” Kata Tuan Kim
“Apa Kau sungguh bisa begitu?” kata Nyonya Kim tak percaya, Tuan Kim yakin.
“Selama ini aku selalu sibuk, dan aku tak bisa bersenang-senang dengan anak-anak. Mungkin saja ini terjadi agar keluarga kita bisa punya waktu luang bersama.” Ucap Tuan Kim
“Kau bukan suami yang buruk Dan ini bukan ulang tahun terburukku. Berkat kau, keluarga kita punya waktu luang bersama. “ kata Nyonya Kim
“Vokalis musik heavy metal ... Rob Halford berkata...” ucap Tuan Kim ingin mencium istrinya
Tapi saat itu Mi So datang berteriak kalau ingin buang air kecil, Tuan Kim pun langsung mengendong Mi So untuk ke toilet. Mereka pun berpikir kalau selalu datang ke pantai setiap ulang tahun ibunya tiap tahun. 

Pil Nam menceritakan kalau Ibunya  menepati janji tahun berikutnya dan meninggal dunia. Young Joon pun mengartikan kalau hari ini ulang tahu ibu Mi So, Pil Nam membenarkan dengan menceritakan kalau mereka mengingat ibu dengan jelas.
“Miso masih kecil saat ibu meninggal. Jadi, kuyakin dia tak banyak kenangan dengan ibu. Itu yang membuatku sedih. Maafkan aku sudah membuatmu bersedih. Setelah menghabiskan waktu bersama, aku tahu kau pria baik Dan kau sangat menyukai Mi So.” Cerita Pil Nam
“Tapi... Karena Miso kehilangan ibunya di usia belia. Aku ingin dia punya keluarga yang bisa menyayanginya. Itulah kenapa, aku khawatir mengenai pasangannya yang bukan dari kalangan biasa.” Kata Pil Nam 
“Aku akan pastikan tak ada yang perlu kau khawatirkan. Aku ingin membuat dia bahagia seperti kalian.” Ucap Young Joon menyakinkan. 


Sung Yeon duduk di meja mengingat kembali yang dikatakan Mi So “ Apa Kau tak ingat ciri-ciri wanita yang menculik kita? Apa Kau tak mengingat apapun soal bagaimana kita lolos juga, Sama sekali?” lalu bertanya Dari dua foto ini, yang mana kau, oppa?”
Sementara Nyonya Choi gelisah mengingat yang dikatakan Mi So “Aku tak tahu bagaimana kau akan menyikapinya. Kurasa, bocah pria yang kau sebut 'Hyun' itu adalah Wakil Ketua Lee.” Saat itu suami datang heran melihat  Nyonya Choi duduk sendirian.
“Ada apa dengan raut wajahmu? Ada apa? Apa ada sesuatu yang tak beres?” tanya Tuan Lee khawatir.
“Sayang... Kurasa...sudah saatnya memberitahu anak-anak yang sebenarnya. Aku merasa tak bisa menyembunyikannya lebih lama lagi. “ kata Nyonya Choi. Tuan Lee pun terlihat gelisah. 


Young Jooon berdiri di pantai, berkomentar kalau ia sudah mendapatkan restu kakak iparnya. Mi So juga berpikir seperti itu. Young Joon mengaku kalau ia lebih bahagia sekarang dibanding terpilih sebagai CEO paling berpengaruh pada usia 30-an.
“Tapi aku sedikit sedih... Kalau aku tahu lebih awal, bahwa hari ini hari penting untuk keluargamu. Aku tidak akan datang. Kau seharusnya menghabiskan waktumu dengan keluarga.” Kata Young Joon
“Tidak... Aku sangat senang kau datang dan bekerja keras untukku. Kakakku menyadari bahwa kau orang yang baik. Jadi, kurasa mereka senang juga. Keluargaku mengalami momen paling menyedihkan pada saat ibu meninggal dunia. Pada hari kelahirannya, saat itu menjadi momen paling bahagia bagi kami. “ cerita Mi So
“Aku rasa keluargamu sungguh penuh kasih sayang. Tentu saja, aku yakin ibumu juga orang yang baik.” Komentar Young Joon.
“Benar, dia adalah orang baik. Singkatnya, setelah kami mengunjungi pantai. Ibuku, yang biasanya sehat, mendadak pingsan. Lalu Ayahku senantiasa merawatnya di rumah sakit. Jadi, aku selalu sendirian.” Cerita Mi So mengingat hanya bermain sendirian di taman
“Melihat anak lain bermain bersama ibu mereka. Itu Membuatku iri. Dan suatu hari...” cerita Mi So 


Flash Back
Mi So sedih melihat semua temanya bermain dengan ibunya, saat itu terdengar seseorang memanggil namanya. Mi So langsung tersenyum sumringah karena ibunya yang datang, lalu berlari memeluk ibunya. Nyonya Kim pun mengajak anaknya bermain kejar-kejaran
“Aku sangat senang ibu datang... Aku sangat senang... Sesudahnya aku baru tahu bahwa saat itu ibu baru saja perjalanan pulang kerumah setelah mendengar rumah sakit tak bisa berbuat banyak untuk kesembuhannya. Pasti sulit untuknya berlarian bersamaku dengan kondisinya yang sedang sakit.” Cerita Mi So
“Tapi... Tanpa ingatan itu... Aku mungkin sudah melupakan ibu. Saat itu aku sangat kecil Dan kami tak berbagi banyak kenangan.” Ungkap Mi So. Young Joon mengaku bisa mengerti.
“Jadi... Jika ada ingatan menyakitkan yang tak bisa kau ungkapkan dengan mudah. Aku harap suatu hari kau bersedia mengatakannya padaku. Kapanpun hari itu, aku akan menunggunya. Aku akan disana untukmu.” Kata Mi So. Young Joon langsung memeluk Mi So dengan erat. 



Pil Nam pikir Mi So bisa lebih lama tinggal dengan mereka. Mi So sudah memberitahu kakaknya kalau nanti siang harus menghadiri showcase. Young Joon berjanji akan mengenalkan dirinya secara resmi dan mempersilahkan mereka untuk menikmati waktu.
“Hati hati di perjalanan... Kumohon jaga Miso baik-baik.” Pesan Pil Nam,  Young Joon menganguk dan pamit pergi. 

Di rumah
Sung Yeon melihat ibunya pucat dan bertanya Ada apa, Nyonya Choi meminta anaknya agar Jangan bingung dan Jangan menderita karena rasa bersalah..
“Sekarang, dengar ibu baik-baik... 24 tahun lalu.... Hari itu...” ucap Nyonya Choi seperti menceritkan semuanya.
Sung Yeon sudah berjalan dengan wajah terlihat shock, tatapanya kosong mengingat ucapan ibunya “24 tahun lalu... Hari itu... Orang yang diculik hari itu...bukan kau.” Tapi Sung Yeon yakin kalau dirinya.
“Aku yakin sekali....Aku yakin sekali kalau aku yang diculik.” Ucap Sung Yeon. 


Di ballroom
MC memberitahu  perangkat lunak revolusioner, dengan MI analysis tool, Mengenalkan B Data. Mi So sedang sibuk makan buah tomat cherry, Young Joon melihat Mi So seperti tak percaya karena makan dengan lahap. Mi So meminta maaf karena sedikit lapar.
“Apa pemotretannya sudah selesai?” tanya Mi So, Young Joon menganguk.
“Disini memusingkan dan berisik. Aku ingin pulang, mandi lalu istirahat.” Ucap Young Joon.
“Semuanya akan selesai setelah pertunjukan. Jadi, bertahanlah sebentar lagi.” Kata Mi So 
“Tak ada jadwal lagi setelah ini, kan?” tanya Young Joon.
“Aku rasa kau mungkin akan kelelahan dengan pekerjaan luar seperti ini. Jadi, aku mengosongkan jadwalmu siang ini, jangan khawatir.” Ucap Mi So. Young Joon memuji Mi So yang memang bisa diandalkan. 


Young Joon akan bertemu tamu lain menyuruh Mi So duduk saja lebih dulu. Akhirnya  penampilan istimewa memperingati showcase perangkat lunak terbaru dimulai dan MC memanggil  Pesulap tampan Tn. Choi, Mi So duduk dengan wajah penuh bahagia memberikan tepuk tangan, lalu dikagetkan dengan Sung Yeon yang tiba-tiba duduk disampingnya.
“Bagaimana kau bisa kemari?” tanya Mi So kaget. Sung Yeon menceritakan apa yang dikatakan ibunya.
“Ibuku bilang ingatanku salah.. Apa kau setuju?” kata Sung Yeon. Mi So terlihat kaget.
“Apa itu pertanyaan sulit... untuk dijawab?” tanya Sung Yeon. Acara dimulai dengan seorang wanita yang turun dari ayunan yang tergantung.
Mi So seperti merasakan ingatan buruknya kembali datang, sementara Sung Yeon terus bertanya “Apa itu artinya Ingatanku salah?” tanpa sadar Mi So mulai ketakutan. Sung Yeon mengaku  terkadang memimpikan masa kecilnya yang tak mengerti maknanya.
Saat itu Mi So teringat dengan seorang wanita yang menyeramkan menculiknya mengataan kalau Ayahnya sedang bekerja. Ia dengan polos merasa kalau Bibinya jadi aneh. Sung Yeon memberitahu kalau wanita itu bukan bibinya dan Mi So mulai ketakutan karena ada laba-laba.
“Miso, tetap disana... Jangan kemari.” Teriak Sung Yeon seperti melihat si bibi yang gantung diri.
“Tidak, jangan pergi... Jangan tinggalkan aku.” Kata MiSo menangis. Sung Yeon berteriak agar Mi So jangan mendekat.
“Aku mengingatnya.” Kata Mi So yang berdiri dan akhirnya langsung jatuh pingsan. Sung Yeon binggung langsung mencoba membangukanya. Young Joon berlari mendorong adiknya agar menjauh, lalu memeluk Mi So dangen wajah panik.
Bersambung ke episode 11

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


6 komentar:

  1. hadechhh mkin pnsaran lnjut lg dunk mbaaaa

    BalasHapus
  2. Sebentar sebentar...
    Aq gak salah liat kan....
    Ortunya mi so itu lee min ki & jung so min????
    Itu benar mereka????
    ğŸ˜žğŸ˜žğŸ˜žğŸ˜ž
    Jd flashback drama because its my first life....
    Dan berpikir ngaco kalo setelah menikah lgi mereka punya 3 anak perempuan 😁😁😁😁😁😅😅😅😅😅
    Mian mian.....
    ✌✌✌✌✌

    BalasHapus
  3. Ditunggu ya kak trusan nya.. ����

    BalasHapus
  4. Semangat mba buat kelanjutan y.

    BalasHapus