PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Jumat, 20 Juli 2018

Sinopsis What's Wrong with Secretary.Kim Episode 14 Part 2

PS : All images credit and content copyright : TVN

Tuan Ko sedang foto copy dengan Ji Ah, tiba-tiba tangan mereka bersentuhan dan merasakan sesuatu. Wajah keduanya seperti semu merah. Tuan Jung baru datang melihat kesana kemari untuk memastikan tak ada orang lain. Se Ra mengeluh apalagi yang dilakukan Tuan Jung.
“Jangan sampai ada orang lain yang menguping. Ini rahasia besar, mengerti? Hanya orang yang sanggup mendengarnya kumpul disini.” Kata Tuan Jung, Se Ra ingin segera mencari tahu saja.
“Ada berita besar apa? Soal apa? Apa saham perusahaan naik?”kata Tuan Ko ikut berkumpul dengan penuh semangat.
“Tn. Ko, jangan pedulikan dia.” Kata Ji Ah, Se Ra juga mengeluh kalau tiap gosip yang didapatnya selalu saja tak benar.
“Kali ini bukan sekedar gosip,Bahkan sudah ada saksinya. Ini dari sumbur terpercaya. Jadi...Dua orang di kantor ini sedang pacaran dan kalian akan shock saat kuberitahu siapa mereka.” Kata Tuan Jung
“Jangan katakan, kumohon!” ucap Se Ra panik, Tuan Jung tetap ingin memberitahu dua orang itu... Se Ra meminta agar tak memberitahu
“Mereka Adalah Tuan Lee Young Joon dan Sekretaris Kim.” Kata Tuan Jung, semua hanya bisa melonggo mendengarnya.
Ji Ah panik karena Tuan Jung sudah mengetahuinya. Mereka ingin tahu siapa saksinya. Tuan Jung menceritakan kalau saksinya adalah pekerja baru di kantor Management Support melihat keduanya kencan dan berjalan berpegangan tangan beberapa hari yang lalu, semua merasakan tubuhnya  merinding.


Mi So masuk menyapa semua pegawai, lalu bertanya Apa sesuatu yang menarik terjadi. Semua mengaku kalau sangat bersemangat dan mendapat pagi yang baik.  Mi So pun mengucapkan selamat bekerja semuanya tanpa rasa curiga.
“Kalian tutup mulut... Kita hampir kena masalah. Kalau gosip itu benar, Dan kedepannya kita lakukan kesalahan pada Nn. Kim, Kita bisa hancur. Kita jangan sampai melakukan kesalahan di depannya.” Pesan Tuan Jung, diam diam Ji Ah akan pergi. Tiba-tiba Tuan Jung memanggilnya.

“Oh, Ji Ah... Apa laporan penjualan Bio Yumyung sudah selesai? Nn. Bong dan aku akan pergi rapat hari ini.”tanya Tuan Jung. Ji An bisa bernafas lega mendengarnya.
“Ya, aku sudah mencetaknya dan menaruhnya di mejamu.” Kata Ji Ah, Semua pun jadi penuh semangat untuk berkerja. 


Mi So memberikan berkas untuk pembukaan Yumyung Department cabang Dongseong-ro. Young Joon memastikan kalau Pembukaannya tanggal 5 bulan depan, Mi So membenarkan lalu bertanya apakah Young Joon ingin kesana untuk melakukan pemeriksaan terakhir.
“Tn. Park berencana berkunjung kesana minggu depan.” Jelas Mi So
“Jadi aku rasa, aku tak perlu kesana. Kalau begitu, aku cukup mendengarkanmu saja.” Kata Young Joon, Mi So menganguk mengerti dan Young Joon tiba-tiba menatap Mi So lebih dalam.
“Kenapa kau menatapku seperti itu?” tanya Mi So heran.
“Memikirkan kalau waktuku untuk melihatmu tersisa beberapa hari lagi... membuat setiap momennya terasa begitu istimewa.” Ucap Young Joon, Mi So hanya tersenyum lalu pamit pergi.

Young Joon menahanya lalu memeluk Mi So dari belakang, Mi So membiarkan Young Joon memeluknya lalu tersadar kalau didepan ruangan, Tuan Jung, Se Ra dan Ji Ah melihat keduanya. Mi So panik langsung mengambil remote menutup tirai
“Apa yang harus kita lakukan sekarang? Kita sudah tertangkap basah.” Kata Mi So panik
“Mereka kini sudah terlanjur tahu, Sekretaris Kim. Hanya ada satu solusi atas permasalahan yang tak terhindari ini. Jadi Hadapi secara langsung.” Ucap Young Joon santai, Mi So binggung apa yang akan dilakukan Young Joon. 

Di luar ruangan, Tuan Jung memastikan kalau yang dilihatnya itu bukan mimpi dan yang dikatakan itu memang benar, kalau keduanya berkencan. Young Joon keluar dari ruangan, Semua langsung berdiri tegak. Young Joon meminta agar mereka masuk ruangan karena perlu bicara.
“Pemandangan mesra yang baru saja kalian saksikan memang seperti dugaan kalian. Kalian pasti terkejut melihatnya. Tapi memang benar aku dan Sekretaris Kim pacaran.” Ucap  Young Joon.
Semua langsung memberikan tepuk tangan dengan mengucapkan selamat dan berharap agar berjalan lama. Mereka pun mengaku kalau baru mengetahuinya, Young Joon seperti tak percaya kalau pegawainya menyukai hubungannya dengan Mi So.
“Ayo.. Katakan saja jika kalian keberatan?”ucap Young Joon.
“Tentu saja tak ada yang keberatan.” Kata Young Joon, Se Ra juga mengaku sangat setuju.
“Bagaimana denganmu, Ji Ah?” kata Se Ra pada Ji Ah, lalu Ji Ah mengatakan tak keberatan juga,
“Lalu Bagaimana denganmu Nn. Kim?” ucap Ji Ah seperti latah lalu tersadar kalau pasti tidak keberatan.
Young Joon pikir mereka bisa keluar, Ketiganya pun mengucapkan selamat berkerja untuk Young Joon. 


Ketiganya keluar dari ruangan, Mi So mengaku malu kalau memohon tapi tetap meminta mereka bisa merahasiakannya dan Alangkah lebih baik kalau cukup mereka  bertiga saja yang tahu. Se Ra meminta maaf sebelumnya bicara.
“Kurasa semua orang di perusahaan ini sudah menggosipkannya.” Ucap Se Ra. Mi So kaget dan bagaimana mereka bisa mengetahuinya.
“Sepertinya seseorang pernah melihat kalian kencan. Itulah kenapa kami sudah tahu lebih dulu.” Jelas Tuan Jung. 

Mi So berbicara di telp dengan Tuan Park kalau sudah membawa kontraknya dan sedang menuju kesana. Saat itu banyak orang yang berbisik kalau Mi So adalah pacar dari Wakil Ketua Lee pemilik perusahaan.
Sementara di toilet, dua orang pegawai juga membahas tentang Wakil Ketua dan Sekretarisnya, Nn. Kim Mi So pacaran. Salah satu wanita merasa kalau sudah tahu kalau ada yang tak beres dengan Mi So, karena bukan lulusan sekolah bagus tapi bisa punya pekerjaan seperti itu.
“Aku heran bagaimana dia bisa dapatkan karir yang sukses. Pokoknya, aku bisa rasakan ada yang tak beres.” Ucap wanita berambut panjang
“Benar... Aku benci wanita sepertinya yang mengandalkan wajahnya untuk sukses...Bukan karena penampilanku begini jadi aku tak bisa sukses... Wahh.. Sungguh kelas rendahan.” Ejek wanita berambut pendek. 


Saat itu Se Ra keluar dari toilet mengumpat kalau perkataan mereka kelewatan karena Mi So bukan orang seperti itu. Se Ra ikut keluar menyetujuinya karena menurutnya Mi So adalah orang paling sempurna kedua yang pernah dijumpai selain Wakil Ketua Lee
“Bagaimana kalian tega bicara buruk tentangnya disaat tak mengenalnya dengan baik? Apa Kalian tak merasa tindakan kalian salah?” kata Se Ra marah
“Ada apa dengan kalian? Apa kalian itu guru atau apa? Mau menceramahi kami?” ejek si wanita.
“Tentu saja kami boleh bicara buruk semau kami, itu bukan urusan kalian.” Balas teman yang lainya.
“Apa kalian memihak Nn. Kim karena itu bisa menguntungkanmu saat hubungan Nn. Kim dan Wakil Ketua berjalan lancar? Wahh. Cerdas sekali... Seorang sekretaris yang bersikeras menggoda bosnya, Serta teman kerjanya yang mencari keuntungan atas hubungannya. Astaga, sungguh kumpulan wanita konyol.” Kata wanita berambut panjang sinis.
Se Ra mengumpat kalau mulut wanita itu sampah. Si wanita tak bisa terima dianggap sampah. Keduanya akhirnya mengambil gagang pel dan langsung saling menyerang, Ji Ah sempat ketakutan saling berpelukan dengan pegawai lain sampai keduanya tersadar kalau sebelumnya sedang berkelahi.
Mi So masuk toilet melihat dua temanya berkelahi, lalu meminta agar berhenti dengan wajah kebingungan. Se Ra sudah dengan rambut acak-acakanya membuat dua wanita masuk ke dalam pintu toilet. 



Mi So memberikan obat pada lengan Se Ra yang terluka sambl meminta maaf karena dirinya jadi terluka, menurutnya Seharusnya jangan di ambil hati dan tak harus berkelahi. Se Ra mengaku sangat marah karena tadi keduanya bicara buruk  tentang Mi So padahal tak mengenalnya dengan baik.
“Kau sudah bekerja keras. Aku tahu lebih baik dibanding orang lain.” Kata Se Ra. Ji Ah pun setuju.
“Kau seharusnya meninggalkan catatan bersih setelah bekerja keras selama bertahun-tahun. Tapi, orang mengira kau berhenti karena ingin menikah, Itulah kebanyakan yang dipikirkan orang lain. Dan itu juga menggangguku.” Kata Ji Ah
“Dan Sangat membuatku kesal, Ini membuat noda pada karirmu, yang mana susah payah kau raih selama 9 tahun.” Kata Se Ra
“Terima kasih atas pembelaan kalian.” Ucap Mi So. Se Ra piki tak perlu melakukanya.
“Kau sebaiknya jangan mengumumkan hubunganmu jika kencan dengan rekan sekantor. Inilah kenapa aku tak mengumumkannya.” Kata Se Ra, Mi So menatap binggung.
“Maksudku, mulai sekarang, Kalau aku berakhir kencan dengan rekan kantor, Aku sudah pasti akan merahasiakannya. Bagaimana kalau kita mengadu pada Bos? Kita bisa kirimkan mereka ke India atau perlu beri mereka pelajaran.” Ucap Se Ra penuh semangat membalas dendam
“Tolong jangan katakan apapun pada Bos. Aku tak ingin dia khawatir.” Kata Mi So dengan wajah khawatir. Se Ra merasa kalau Mi So pasti sangat menyukainya. 

Young Joon kaget karena pegawainya yang Berkelahi memakai pel. Tuan Park menceritakan kalau Sekretaris Seol yang memberitahunya kalau sepasang pekerja wanita bicara buru mengenai Mi So dan pekerja dari tim Young Joon membela lalu saling berkelahi, lalu Mi So datang merelai keduanya.
“Apa dia terluka?” tanya Young Joon panik. Tuan Park yakin perasaan Mi So yang terluka.
“Dari yang kudengar, mereka menuduh Mi So sengaja menggodamu. Mereka bicara kasar tentangnya.” Cerita Tuan Park
“Apa dia pantas mendengar ucapan buruk seperti itu hanya karena kami pacaran?” ucap Young Joon heran
“Begitulah orang biasanya bicara buruk tentang orang lain.”jelas Tuan Park
“Tapi beraninya mereka bicara buruk tentang kekasihku?” keluh Young Joon.
“Mereka begitu karena dia adalah kekasihmu. Dia adalah kekasih Wakil Ketua, Mereka semua pasti iri.” Jelas Tuan Park
“Mereka seharusnya menyelesaikan pekerjaan saat itu. Kita tak menggaji mereka untuk menggosip.” Kata Young Joon kesal lalu berdiri dari tempat tidurnya.
Tuan Park bertanya kemana Young Joon akan pergi,  Young Joon mengatakan ingin menemui Sekretaris Kim dan memastikan keadaannya. Tuan Park memberitahu kalau Mi SO memohon pada semua orang untuk merahasiakannya dari Young Joon, karena bisa khawatir seperti ini.
“Kalau begitu kenapa aku bisa sampai mendengarnya?” keluh Young Joon. Tuan Park piki itu lah namanya gossip.
“Cepat menyebar kemana-mana, pada akhirnya gosip itu sampai padamu Dan membuatmu menggila. Dia meminta semuanya tak memberitahumu, jadi pura-pura kau tidak tahu. Dia adalah orang yang paling terluka dan kesulitan” jelas Tuan Park
“Aku tahu, Itulah yang membuatku lebih gila.” Kata Young Joon menahan diri untuk bertingkah.
Young Joon menatap Mi So yang berdiri sendirian, lalu berjalan mendekatinya.  Ia meminta agar Mi So bersiap akan ke Daegu. Mi So binggung apakah mereka akan pergi sekarang juga. Young Joon mengatakan ingin lakukan pemeriksaan terakhir mengenai pembukaan Departemen Store disana.
“Tapi tadi katamu kau tak akan kesana.” Ucap Mi So binggung
“Sepertinya aku harus pergi, lekas bersiaplah.” Kata Young Joon. 


Se Ra dan Ji Ah akhirnya masuk ke dalam ruangan, Tuan Jung ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya karena Semua orang sedang membicarakan perkelahian keduanya dengan dua pekerja wanita lain selagi membela Mi So.  Se Ra menceritakan kalau mereka yang terus bicara kasar tentang Mi So  padahal tak tahu apapun.
“Kami tak bisa membiarkannya, jadi aku dan Ji Ah berakhir berkelahi dengan mereka.” Cerita Se Ra
“Nn. Bong dan Ji Ah, kalian begitu setia kawan... Aku terkesan, maksudku, kita sungguh tim yang hebat.” Puji Tuan Jung
“Apa kalian berdua baik-baik saja?” tanya Tuan Ko khawatir melihat Ji Ah. Ji Ah mengaku baik-baik saja.
“Aku sedikit terluka... Lenganku tergores.” Kata Se Ra dengan sengaja agar Tuan Yang memperhatikanya.
Akhirnya Tuan Yang menuliskan pesan “Nn. Bong, buka lacimu.” Se Ra membukanya dan melihat ada obat-obatan yang dibutuhkanya.  Tuan Yang menulis “Aku tak ingin orang lain mengetahuinya, jadi aku diam-diam menaruhnya di lacimu Jangan sampai terluka seperti itu lagi.” 


Young Joon melakukan rapat dengan memastikan tak ada perubahan pada dekorasinya.Pegawainya mengatakan kalau akan mendapatkan konfirmasinya selama akhir pekan ini. Young Joon menjelaskan Karena brand ini belum memiliki toko di Korea jadi Pihak HQ Group di Perancis ingin semuanya berjalan mulus jadi meminta agar menyiapkan semuanya dengan sempurna.
“Kurasa persiapannya sudah bagus.” Kata Young Joon keluar dari ruangan.
“Ya, Itulah kenapa aku katakan kau tak perlu berkunjung kemari.” Kata Mi So
“Rapatnya selesai lebih cepat dari perkiraan, Bagaimana kalau kita kencan?” kata Young Joon, Mi So bingggung mengajak kencan. 

Keduanya berjalan menuruni tangga sambilk berpegangan tangan, Young Joon merasa kalau Jalanan ini begitu cantik secantik diri Mi So lalu meminta agar berdiri karena  Photographer terbaik yakni Lee Young Joon, akan memotretnya.
Mi So hanya bisa tersenyum melihat gaya Young Joon yang berlebihan ketika mengambil foto. Young Joon terus mengambil foto dengan gaya yang tak biasa, Mi So akhirnya mengajak Young Joon untuk foto bersama. Young Joon tersadar kalau Mi So ingin mengambil foto bayangan mereka.
“Coba Lihat hati ini.” Ucap Young Joon dengan jari telunjuk dan jempolnya.
“Apa perlu kubuat yang besar?” goda Young Joon kembali membuat dengan tanganya. Keduanya hanya bisa tertawa bahagia. 

Akhirnya mereka berdiri disebuah tempat dengan bisa melihat semua pemandangan Daegu dari atas. Young Joon mengatakan Pemandangan  di depanya itu mengingatkanku pada Mi So, yaitu Kesempurnaan Dan observatorium ini seperti dirinya yang berdiri di atas gunung.
“Kau sengaja membawaku kemari, kan? Untuk menghiburku.” Kata Mi So, Young Joon membenarkan.
“Aku dengar kejadian hari ini.Aku membawamu kemari karena ingin membuat perasaanmu membaik. Bagaimana kalau kau berhenti kerja lebih awal?” ucap Young Joon.
“Tidak, aku tidak mau melakukan itu. Aku akan lakukan yang terbaik untuk lanjut bekerja sampai hari terakhir. Orang yang tak terkait denganku boleh mengkritikku sesuka mereka karena aku tak peduli itu.” Ungkap Mi So
“Tapi tetap saja...Aku khawatir kau bisa terluka.” Kata Young Joon.

“Saat aku memutuskan menjalin hubungan denganmu. Aku sudah menduga hal ini akan terjadi. Aku memutuskan tak akan terluka meski orang mengetahuiny dan salah paham. Aku memutuskan untuk tidak menghindarinya. Aku tak ingin mencintaimu tanpa kebulatan tekad seperti itu.” Jelas Mi So, Young Joon akhirnya memeluk Mi So dengan erat.
“Sekarang, apa kita perlu lakukan kencan panas?” kata Mi So mengoda, Young Joon terlihat gugup mereka harus Kencan panas. 

Mereka pergi ke “Pasar Seomun” banyak jajanan kaki lima. Young Joon heran apakah ini yang  di maksud 'panas', Mi So mengatakan sangat panas dan menyuruh Young Joon mencoba dakbal. Young Joon seperti tak suka melihatnya.
Mi So merengek agar mencobanya, Young Joon akhirnya mencoba dan merasakan Enak ternyata lalu mengambil sendiri.
Keduanya berjalan melihat penjual lainya, Mi So melihat ada sesuatu yang cantik. Young Joon langsung ingin membelinya, Mi So menarik agar tak membelinya. Keduanya berjalan arah lain, Mi So melihat penjual lainya,
Young Joon kembali ke pedagang awalnya membelik yang dinginkan Mi So lalu memberikanya, Mi So terkejut akhirnya hanya bisa tersenyum menerima hadiah dari Young Joon lalu kembali berjalan bersama. 

Mi So menatap wajahnya di cermin sambil make up menyakinakn diri “Jangan terluka... Jangan menghindarinya...” Sementara di kantor terlihat berita “UK Group sudah merilis  laptop baru model AU402” semua terlihat panik  membacanya. Mi So menyapa semuanya dengan senyuman.
“Ini bukan pagi yang indah. Kita dalam masalah besar Nn. Kim.” Kata Tuan Jung, Mi So bertanya ada apa.
“Sepertinya seseorang sudah menjiplak rancangan laptop baru kita yang akan dirilis bulan depan.” Ucap Tuan Jung, Mi So kaget dan akhirnya melihat di layar komputer.
“UK Group merilis rancangan laptop baru mereka. Yangakan mereka rilis bulan depan dan Sama persis dengan rancangan kita.” Jelas Tuan Jung, Young Joon akhirnya datang
“Sek Kim, Segera selenggarakan rapat dewan direksi.” Kata Young Joon, Mi So menganguk mengerti. 


Young Joon akhirnya masuk ruang rapat tak ingin berlama-lama lagi ingin tahu pendapat mereka apa yang yang tengah terjadi. Tuan Park memberitahu kalau UK Electronik akan merilis produk baru sebulan lagi. Dan Mereka mendadak mengumumkan rancangannya duluan.
“Sepertinya mereka mengumumkan lebih dulu karena mereka menghindari kontroversi plagiarisme.” Jelas Tuan Park
“Apa memungkinkan untuk mengubah rancangannya?” tanya Young Joon.
“Itu... Jika kita mengubah rancangannya dan mengundurkan peluncuran, Sederet produk untuk sisa tahun ini akan gagal. Secara realistis itu sulit.” Jelas pegawai yang lain
“Apa pilihan lain yang kita punya?” tanya Mi So
“Untuk memberikan keunggulan yang bersaing, Bagaimana kalau menurunkan harganya?” saran pegawai lain
“Kita Belum lagi dirilis, apa kau sudah ingin turunkan harga? Apa kita sedang obral? Apa kau sebut itu pilihan? Jika kita tak bisa mengganti rancangannya,maka kita harus punya fungsi yang berbeda, Apa ada teknonogi baru yang bisa kita ambil dari rangkaian elektronik baru yang akan rilis tahun depan?” ucap Mi So
“Ya, Ada. Tapi itu akan mempengaruhi perilisan model berikutnya.”kata Tuan Park
“Apa kau bisa jamin akan ada perilisan model berikutnya?” tanya Young Joon.
“Tingkatkan kecepatan SSD hingga 30% Dan tingkatkan konsumsi daya hingga 20%.” Jelas Tuan Park
“Lakukan semua yang kalian bisa guna meningkatkan kualitas, Rancangan, dan performanya. Besok kita akan rapat lagi” kata Young Joon lalu keluar dari ruangan. 


Dua pegawai berbicara pada Mi So kalau baru saja mengetahuinya dan Rapatnya diselenggarakan sebelum mereka mendapatkan tindakan balasan jadi masih bingung dan memohon agar bisa membicarakan baik-baik pada Wakil Ketua Lee.
“Jangan khawatir, dia juga tahu. Dan siangnya, dia akan menanyakan cara menangani media. Dan Alangkah lebih baik jika kalian mencaritahu kapan rancangan itu dipatenkan lalu meringkas bukti yang bisa membuktikan kalau mereka menjiplak rancangan kita.” Ucap Mi So
“Terima kasih, Sekretaris Kim. “ kata Dua pegawai lalu bergegas keluar dari ruangan, tiba-tiba Tuan Park menatap Mi So dan langsung memanggilnya “Ibu”. Mi So melonggo binggung.
“Aku teringat ibuku yang dulu menghiburku setelah aku dimarahi oleh ayahku.” Kata Tuan Park merasakan hatinya tenang setelah Mi So berbicara. 

Mi So langsung membagi tugas meminta Tuan Ko memeriksa  kondisi tiap departemen lalu Se Ra dan Ji Ah untuk mengunjungi tim hukum dan diskusikan dengan mereka terkait tindakan hukum. Ia jua meminta agar Tn. Park dan Young Ho, ikut rapat dengan tim pemasaran dan catat notulen.
“Tn. Jung dimohon bersiaga atas segala hal.” Kata Mi So, Tuan Jung menganguk mengerti. 

Mi So melaporkan pada Young Joon kalau sudah bicara dengan tim pengembangan, Mereka berkata sanggup melakukan peningkatan yang di minta. Young Joon bertanya Apa sudah selesai. Mi So mengangguk kalau tim hukum sedang menangani terkait hak paten.
“Dan tim marketing tengah bersiap melakukan pers terkait isu plagiarisme. Lalu ini rencana untuk mengelola anggaran ekstra.” Kata Mi So
“Segala hal sudah dilakukan lebih cepat dari perkiraanku.” Ungkap Young Joon. Mi So pikir Mereka masih belum bisa mengejar Young Joon.
“Apa aku bisa mencari Sekretaris lain... Sepertimu, Sekretaris Kim? Semakin kinerjamu baik, semakin tak rela aku melepasmu. Dan itu membuatku sadar, Aku begitu nyaman selama ini karena kau... Terima kasih... Sudah bekerja denganku sampai sekarang.” Kata Young Joon. 


Kurir membawakan pizza untuk semua pegawai, semua langsung menyerbu untuk makan pizza.  Mi So datang melihat semua sedang makan malam. Tuan Jung mengatakan mereka makan malam setelah pekerjaan selesai dan memuji Hari ini semuanya kerjanya bagus.
“Tadi adalah situasi tak terduga, tapi kalian mengatasinya dengan baik.” Ucap Mi So bangga. Tuan Park  pikir kalau Mi So yang melakukan segalanya
“Mereka yang mengkritikmu hanya mengandalkan wajah dan merayu Young Joon, Seharusnya mereka melihat kinerjamu hari ini. Mereka perlu tahu bahwa kau sampai sejauh ini atas kerja keras sendiri.” Kata Se Ra bangga, Tuan Jung meminta agar jangan diungkit lagi
“Tak apa, aku sudah dengar lagipula itu tidak benar jadi biarkan saja.” Kata Mi So, Se Ra langsung memuji Mi So seperti malaikat.
“Ngomong-ngomong, kita dalam masalah. Apa yang akan kami lakukan tanpamu?” kata Tuan Jung. 

Young Joon keluar dari ruangan, Tuan Ko langsung menyodorkan pizza agar bisa memakanya segali hangat.  Tuan Park tak mau kalah kalau menurutnya yang pakai saus lebih enak. Tuan Jung juga ikut kalau Young Joon harus makan yang banyak.
“Tak perlu... Kalian bekerja keras hari ini, jadi kalian saja yang makan.” Kata Young Joon lalu pamit karena harus pergi ke toilet.  

Mi So terlihat gugup lalu melihat note yang tertulis di layarnya agar bersemangat “Kim tersenyumlah! Tersenyum!”.. “Tegapkan kepalamu, hangatkan hatimu, dan selalu siaga” Lalu melihat berkas catatan perjalanan bisnis luar negeri dan melihat foto-foto kebersaman dengan Young Joon seperti kenanganya tak bisa terlupakan.
“Sekretaris Kim, bagaimana kalau kita pulang bersama? Aku akan mengantarmu pulang.” Kata Young Joon. Mi So menganguk setuju. 

Young Joon memuji Mi So yang berkerja dengan baik hari ini, lalu menyuruhnya masuk dan istirahat. Mi So mengaku kalau Ada yang ingin diberitahu. Young Joon mempersilahkan. Mi So mengatakan tak ingin berhenti. Young Joon terlihat binggung.
“Seperti yang kukatakan. Aku ingin tetap menjadi sekretarismu.” Kata Mi So menyakinkan.
“Apa karena masalah yang terjadi hari ini? Kau tak perlu khawatirkan perusahaan. Seperti yang kau tahu, Tingkat penyesuaian diriku sangatlah luar biasa. Sementara waktu aku mungkin akan kehilanganmu. Tapi aku akan segera terbiasa. Jadi, kau temukan saja apa keinginanmu.” Jelas Young Joon.
“Aku sudah menemukannya. Aku rasa, tetap menjadi Sekretarismu adalah hal yang kuinginkan. Mungkin saja, Aku sudah melakukan pekerjaan yang cocok dan sempurna untukku selama ini. Karena aku terlalu terbiasa sehingga tak menyadarinya.” Cerita Mi So
“Aku suka membantu orang lain dan mengatasi masalah yang terjadi. Aku menyukai rasa pencapaian yang kurasakan setelah semua pekerjaan selesai. Dan... Aku tak ingin melihat orang yang kucintai kesusahan.” Ucap Mi So
“Sejujur, siapa lagi yang bisa menanganimu? Kau berusaha merelakanku karena mencintaiku. Tapi karena aku mencintaimu, Aku ingin tetap mendampingimu.” Ucap Mi So
Young Joon tak bisa berkata-kata. Mi So tahu Young Joon yang belum sempat makan malam lalu bertanya apakah ingin dmasakkan ramen. Young Joon pikir Sepertinya ide bagus.

Mi So mencari ramyun dalam rak dapurnya berpikir kalau ramennya habis tapi ternyata masih ada satu, dengan bangga meperlihatkan apda Young Joon kalau dengan ditambahkan pangsit dingin, jadi Akan cukup untuk mereka berdua. Young Joon seperti baru mengetahuinya.
“Kalau kau tambahkan kue beras, maka jadinya ramen kue beras. Kalau kau tambahkan keju, jadi ramen keju.” Kata Mi So bahagia
“Sungguh makanan penguasa transformasi. Itu makanan cepat saji yang membuat ketagihan.” Kata Young Joon. Akhirnya Mi So duduk disamping Young Joon.
“Kenapa aku begitu gembira saat ini? Sebenarnya aku sudah lama memimpikan ini. Memasak untuk suamiku setelah bekerja Dan menghabiskan malam bersama...” ucap Mi So terlihat gugup karena seperti terlalu berlebihan.
“Kenapa rumah ini jadi panas?” kata Mi So akan melangkah pergi. Young Joon menarik Mi So agar duduk kembali
“Aku akan mewujudkan impianmu. Kita akan senantiasa pulang kerumah bersama Dan kita akan senantiasa makan ramen bersama-sama. Tak masalah jika tubuhku dipenuhi dengan MSG. Aku...Ingin menjadi suamimu. Aku ingin menikahimu, Kim Mi So.” Ungkap Young Joon. Mi So tak percaya mendengarnya.
“Kenapa? Apa kau keberatan?” tanya Young Joon akhirnya mendekati Mi So untuk menciumnya.
Saat itu tiba-tiba Tuan Kim sedang tidur berteriak kalau “Keberatan!” i So kaget langsung mendorong Young Joon untuk menjauh. Young Joon menyapa ayah mertuanya dengan memegang dadanya yang kesakitan.  Tuan Kim menegaskan kalau mengajukan keberatan atas pernikahan anaknya.
Bersambung ke episode 15

 PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



3 komentar:

  1. PROMO BANDAR ONLINE WWW.MGMCASH88.COM :
    -Bonus Depo Bola 50% (New Member)
    -Bonus Cashback Bola 5% - 10%
    -Bonus Depo Casino 3%
    -Bonus Cashback Casino 5%
    -Bonus Rollingan Casino 0.7%
    -Bonus Depo Tangkas 5%
    -Bonus Referal Bola 3% MenangKalah teman
    -Bonus Referal Casino 1% MenangKalah teman

    PROMO BONUS 5% LIVE CASINO
    -SBOBET CASINO
    -ION CASINO
    -855 CASINO

    Info lengkap hubungi live support custumer service 24 jam di :
    PIN BBM : 7B2EC260
    PIN BBM : D8796C4C
    WHATSAAP : +66615620266
    LINE : mgmcash88

    BalasHapus
  2. astaga aku ngakak lihat ayah miso diepisode ini lucu

    BalasHapus
  3. hahaha... ayahx miso lucu, ditunggu kelanjutanx min

    BalasHapus