PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Kamis, 12 Juli 2018

Sinopsis Are You Human Too Episode 20

PS : All images credit and content copyright : KBS

Tuan Ji mengejar Nyonya Oh sampai ke depan lift bertanya akan pergi kemana.  Nyonya Oh mengaku tidak tahu karena terlalu sulit bersama robot Shin dan menurutnya semua perkataan yang diucapkan tak bisa dituruti oleh Shin.
“Aku harus mengubah sudut pandangku.” Kata Nyonya Oh. Tuan Ji binggung apa maksudnya. Nyonya Oh hanya diam saja. 

Tuan Seo minum sendirian di bar, Shin datang menemui mantan ayah mertuanya. Tuan Seo ingin menuangkan wine tapi Shin membalikan gelasnya karena  menurutnya masih siang untuk minum-minum. Tuan Seo mengeluh Shin yang terlalu jahat pada Ye Na.
“Kau tahu, apa arti pernikahan bagi wanita. Kenapa kau menyakitinya seperti itu?” kata Tuan Seo
“Kaulah yang lebih menyakitinya.”balas Shin. Tuan Seo tak mengerti maksudnya.
“Ingatlah baik-baik apa yang sudah kau lakukan pada pria yang disayangi anakmu. Padahal perbuatanmu itu sulit dilupakan. Jangan bilang kau lupa.” Sindir Shin
“Sepertinya ada kesalahpahaman. Aku penasaran jika orang yang mencoba membunuhku untukmu dan mati ketika mencoba menculik Kang So Bong, selain itu juga akan mengira semua hanyalah kesalahpahaman. Aku tahu kita punya perbedaan tapi aku tersinggung mendengar kau berpikir aku mencoba membunuhmu.” Kata Tuan Seo
“Apa aku orang yang akan mengatakan itu tanpa bukti? Aku hanya belum berencana memanfaatkan buktinya, jadi jangan khawatir. Namun, jika kau mencoba menyakiti orangku, maka aku akan melakukan hal yang serupa padamu. Peringatanku ini, jadi Ingatlah baik-baik.” Tegas Shin lalu berjalan keluar. 


Tuan Seo menahan amarah mengingat yang dikatakan Sang Guk kalau Shin itu bukan manusia dan sangat mustahil kalau seorang manusia. Ia langsung bertanya pada Shin “Kau siapa? Apa sebenarnya dirimu?”  dengan nada sinis.
“Menurutmu aku siapa? Percayalah seperti apa yang kau lihat dan inginkan. Aku hanyalah diriku.” Tegas Shin. Tuan Seo pun tak bisa berkata-kata.

So Bong menelp In Tae bertanya apakah sudah berangkat, dab sudah mengemasi pakaian dan laptop tanpa memberitahu Ayahnya. In Tae mengatakan kalau sudah di jalan sekarang dan akan segera datang.
Setelah menutup telp, So Bong mengeluh bosan dan ingin tahu kapan Shin akan datang. Tiba-tiba melihat sebuah robot kecil, Robot itu memperkenalkan nama “Maibo”. Shin datang merasa kalau So Bong menunggunya karena bosan. So Bong menyangkal.
“Tapi apa ini? Apakah Alter egomu?” tanya So Bong. Shin menjelaskan kalau robot itu  akan bermain dengan So Bong kalau tidak ada.
“Dia banyak fungsinya, Aku akan mengajarimu satu per satu.” Ucap Shin.
“Lalu, Apa jawaban atas pertanyaan ini?” tanya So Bong penasaran.
“Aku sudah bilang ke Ibu aku akan tetap bertindak seperti manusia Nam Shin.” Kata Shin. So Bong memujinya merasa kalau Nyonya Oh pasti lega.
“Lalu Bagaimana keadaan perusahaan? Bagaimana dengan kantor dan parkiranya? Pasti kacau balau” ucap So Bong
“Tidak ada satu jejak pun. Aku sudah periksa CCTV, dan semua sudah terhapus.” Jelas Shin.
So Bong tak percaya mendengarnya, merasa ketakutan sampai merinding. Shin mendengar So Bong ketakutan langsung mengelar alas tidur kaena akan tidur di rumah sakit. So Bong langsung menolak, Shin pikir kalau teman itu saling makan dan menemani teman yang takut.
“Kau 'kan tidak bisa makan atau tidur juga. Joint nanti mau kesini bawa barang-barangku, jadi pergilah.” Ucap So Bong
“Katamu aku harus membawakan USB ini padamu. Ayo kita tonton bersama.” Kata Shin memegang USB.
“Aku sendiri yang akan menontonnya. Jadi Ayo.” Kata So Bong langsung mengambil Usb 


So Bong akhirnya mengantar Shin sampai ke depan lift, saat itu Shin sempat membuka kembali pintu lift seperti tak ingin berpisah dengan So Bong tapi akhirnya mengajukan pertanyaan yang penting.
“Apa menurutmu seorang pria dan wanita bisa berteman? Menurut survei biro jodoh, 55 persen wanita berpendapat lawan jenis tidak bisa berteman. Lalu Kau termasuk yang mana?” tanya Shin.
“Jangan konyol, Kau pergi saja.” Kata So Bong. Shin ingin tahu So Bong masuk ke bagian 55 atau 45.
“Aku ingin tahu lebih banyak tentang temanku. Kenapa kau tak mau kasih tahu?” kata Shin. So Bong pun menyuruh Shin untuk pergi saja.  Setelah pintu lift ditutup, So Bong melihat David yang mengunjunginya. 

Reporter Jo masuk ruang rawat So Bong tak percaya kalau itu Ruangan VIP, tapi Ia sudah menduga kalau hanya So Bong yang jadi pasiennya jadi tak mungkin menjaga teman.  Ia yakin Pasti ada hubungannya dengan Shin dan melihat ruang rawat layaknya hotel, lalu melihat USB diatas kasur.
“Aku sudah bicara dengan Dr. Oh. Dia sangat kesal.” Cerita David. So Bong kaget mendengarnya.
“Anak itu memberontak sama ibunya. Dia bilang akan bertindak seperti Shin dengan caranya sendiri. Jadi Ibunya langsung kesal. Putranya terbaring tidak sadarkan diri di depan matanya.” Ucap David.
“Jadi, apa yang dia katakan pada Shin?” tanya So Bong
“Tentu bukan perkataan yang enak didengar. Dia mengatakan sesuatu seperti, "Yang Ibu butuhkan adalah Shin yang sebenarnya." Dia menurutimu jadi pastikan dia jangan sampai membenci ibunya ,Bagaimana nanti jika ibunya mengambil tindakan ekstrim.” Jelas David
So Bong terlihat binggung dengan "Tindakan ekstrim". David tersadar dengan ucapanya merasa kalau salah bicara lalu membahas tentang Shin yang memanggil So Bong sebagai temanya.  So Bong membenarkan. David tak percaya kalau Shin bahkan punya teman sendiri, menurutnya anak itu sudah dewasa.
“Aku tahu kalau aku yang membuatnya, tapi aku masih ingin tahu tentang dia. Jika dia bisa punya pacar, pasti lebih hebat.” Kata David bangga dengan produk buatanya. 


So Bong kembali ke kamar melihat semua barangnya, berpikir kalau In Tae datang dan langsung pergi lagi. Ia akhirnya mengajak bicara Maibo, berpikir  Jika ibu Shin  nanti mengambil tindakan ekstrim dan pasti tindakan itu yaitu Kill switch. Maibo bergerak-gerak.
“Apa ini? Dia menari?” ucap So Bong saat mengangkat telp dari Shin. 
“Dia bergerak semampunya jadi Maklumi dia. Apa kau ingin menjadi pengawalku lagi? Bagaimana jika ada error lagi di kantor tanpamu?” kata Shin
“Sudahlah... Ini saja pasti ada gosip tentang pernikahanmu. Orang mungkin salah paham jika aku jadi pengawalmu lagi sekarang. Dan Kau... apa kau berbohong padaku hari ini?” ucap So Bong
“Tidak. Kenapa?” ucap Shin. So Bong tak lagi membahasnya memilih untuk menyudahinya karena akan tidur.
Tapi Shin ingin tahu jawaban So Bong, 45 atau 55, karena tidak menjawab tadi. So Bong menjawab 45 menurutnya  cukup berpikiran terbuka bisa berteman dengan robot jadi Apalagi teman pria dan segera menutup telpnya.
“Dia tidak mau memberitahuku tentang ibunya. Ketika dia mendengar ibunya berkata dia membutuhkan Shin yang sebenarnya, maka dia pasti sangat sedih. Kau tidak tahu sedih karena kau robot. Kau juga tidak tahu rasanya kesepian, 'kan? Saat ini, aku sangat lega dia itu robot.” Ucap So Bong 


Shin duduk di pinggir kolam renang dan kembali melihat sosok So Bong tapi hanya khayalan menurutnya kalau  kembali ada error lagi. Tuan Ji melihat dari kejauhan Shin yang duduk sendirian, wajahnya terlihat sedih mengingat yang dikatakan So Bong
“Dirut Nam... Pada awalnya, aku menganggap dia sebagai mesin atau benda. Tapi setelah menghabiskan waktu bersamanya, dia berbicara dan bertindak seperti orang. Cuma aku yang merasa seperti ini, 'kan? Kau tidak merasakannya, 'kan?”
“Kau pernah bilang akan membiarkanku cerita kapan pun, bukan? Kau bilang tidak memiliki perasaan yang rumit dan tidak mencoba menyembunyikan kesalahanmu karena kau robot.” Ucap Tuan Ji duduk disamping So hin
“Kau boleh cerita semalaman, karena aku takkan lelah.”kata Shin dengan senyuman bahagia.
“Aku mungkin akan kena karma karena sering memikirkan hal yang sangat tidak masuk akal.” Cerita Tuan Ji. Shin ingin tahu  Memikirkan apa
“Memikirkan kalau kau mirip seperti orang. Ketika Kang So Bong mengatakannya, aku pura-pura bodoh. tapi aku juga berpikir seperti itu.” Jelas Tuan Ji
“Lalu kenapa berpikir seperti itu harus kena karma?” tanya Shin

“Aku sering memikirkan hal-hal yang bisa membuat Shin satunya marah. Bahwa aku berharap dia lebih mirip sepertimu. Bahwa aku menyukaimu karena kau tidak emosional, sembrono, atau sinis. Bahwa aku suka kau yang rasional dan caramu menyelesaikan masalah, Semacam itulah.” Jelas Tuan Ji
“Aku hanya kurang emosi dan ambisi.” Kata Shin. Tuan Ji mengetahuinya. “Selama hasilnya bagus, kau boleh membuat keputusan mulai sekarang. Dr. Oh mungkin tidak setuju tapi aku akan mendukungmu sebisa mungkin.” Kata Tuan Ji.
Shin tak percaya mendengarnya, Tuan Ji menegaskan Jika itu demi kebaikan Shin,maka tidak peduli, Walaupun Shin tidak pernah bisa bangun. Ia lalu mengubah ucapannya, walaupun nanti Shin  bangun dan tidak akan pernah memaafkannya maka akan tetap bersikeras melakukannya.
“Kenapa kau sampai sejauh itu demi manusia Nam Shin?” tanya Shin
“Aku tidak mengerti otak bagian mana yang aktif... Entahlah... Kenapa aku sampai sejauh ini? Aku tidak ingat... Bagiku, Shin itu kebiasaanku yang berkembang tanpa sadar kapan bermulanya dan alasannya.” Kata Tuan Ji mengajak masuk karena perlu tidur.

Dokter Cha sudah mematikan semua alat dan akan melepasnya. Nyonya Oh memperingatkan agar jangan menyentuh anaknya dan membiarkan saja. Dokter Cha pikir sudah mengatakan kalau akan bisa membahayakan Shin.
“Entah dia mati seperti ini atau mati ketika berusaha, hasilnya tetap sama. “kata Dokter Seo
“Walau dia mati, aku akan bertanggung jawab penuh jadi jangan sentuh anakku... Mengerti?” kata Nyonya Oh 



Nyonya Oh pergi ruanganya mengingat kembali yang dikatakan Shin “Kalau aku tidak bertindak seperti manusia Nam Shin,, apa itu berarti aku bukan anak Ibu? Tak bisakah robot menjadi anak kandung Ibu? Namun, aku akan menentukan keputusanku sendiri dan melakukannya dengan caraku.”
Sebelumnya Shin mengatakan “Aku pasti bisa berhasil, jadi tolong bimbing aku. Karena Ibu-lah yang membuatku.” Setelah membuat Shin dewasa, Shin memeluk ibunya karena aturan apabila melihat ibunya menangis.
“Aku akan menuruti Ibu. Jadi janganlah bersedih.” Kata Shin yang dulu belum bertemu dengan manusia lainya.

Nyonya Oh akhirnya membuka lemari brankasnya, terlihat sebuah benar dengan peringatan keras kalau benda yang berbahaya. Saat itu David datang mengumpat kalau Nyonya Oh sudah gila karena mengambil kill switch-nya.
“Apa yang kau rencanakan? Apa Kau mau membunuhnya sekarang?” ucap David merah.
“aku harus melakukan apa? Dia semakin aneh.” Kata Nyonya Oh tak bisa mengendalikan robotnya lagi.
“Dia itu robot... Robot yang kau buat! Dia tidak aneh. Tapi Dia berkembang! Kenapa? Apa Kau takut perkembangan dia semakin maju? Kau pikir, dia akan menyakiti anakmu? Bisa-bisanya kau membayangkan hal segila itu? Kau sungguh konyol! Kau itu bukan ilmuwan... Kau hanyalah seorang ibu yang buruk. Apa Kau tahu?” kata David marah 


Tuan Ji masuk ke kamar tak melihat Shin ada dikamar,  hanya ada sebuah pesan ditinggalkan Shin “Aku berangkat kerja dulu.” Lalu sarapan dari kotak instant [Sup toge, sup ikan kering] Saat itu Shin sudah masuk kantor berbicara pada ponselnya
“Pewaris sedang melapor bertugas... Nanti aku ke RS, ya, Teman... Maibo, sampaikan pesan itu ke temanku, Kang So Bong.” Ucap Shin dan akhirnya  Pesan terkirim
“Kang So Bong di sini.” Kata So Bong datang mendekati Shin,  Shin heran melihat So Bong sudah ada dikantor dan menyuruh untuk segera kembali ke rumah sakit.
“Kau 'kan memintaku jadi pengawalmu lagi, kalau-kalau nanti ada error.” Ucap So Bong
“Bukannya kau yang tidak ingin orang salah paham?” balas Shin, saat itu juga ada banyak orang membisikan kalau Shin itu sudah gila.
“Apa dia membatalkan pernikahan demi wanita itu? Dasar tak tahu malu. Bisa-bisanya dia membawanya ke sini? Kasihan sekali Manajer Tim Seo.” Bisik para karyawan.
“Sudahlah. Aku tidak akan pergi... Aku tidak suka bagaimana CCTV-nya bisa terhapus, Pria itu pasti terlibat dengan kecelakaan itu.” Kata So Bong
“Kau boleh bilang, kalau kau itu khawatir sama aku.” Goda Shin lalu menarik So Bong pergi.  So Bong meminta agar Shin melepaskan tanganya. 


Tuan Nam sangat marah karena Shin yang kabur dari pernikahan lalu datang kembali. Shin menegaskan tidak bisa menikahi Manajer Tim Seo. Tuan Nam pikir Shin bisa melupakan Ye Na dan ingin tahu dengan Jong Gil.
“Akan kupastikan Direktur Eksekutif Seo tidak bisa berbuat apa-apa padaku.” Ucap Shin yakin
“Apa kau jangan-jangan punya kartu dia?” tanya Tuan Nam, Shin pikir  akan mengurusnya sendiri.
“Apa dia tidak membuatmu takut lagi?” tanya Tuan Nam penasaran. Shin pikir memang dari awal tidak punya rasa takut.
“Belajarlah satu hal lagi, maka kau sempurna. Jangan ampuni siapa pun yang menghalangi keputusanmu. Sekalipun itu ibumu. Musuhmu tidak selalu musuhmu dan sekutumu tidak selalu sekutumu. Jika kau bisa mengerti banyak hal, maka aku akan mengizinkanmu menduduki posisiku.” Ucap Tuan Nam
“Terima kasih, Kakek.” Kata Shin. Tuan Nam pikir berterimakasih untuk apa. Shin menyuruh seseorang masuk. So Bong masuk dengan wajah kebingungan.
“Aku akan mengikuti keputusanku seperti perkataan Kakek. Kang So Bong akan menjadi pengawal pribadiku lagi.” Kata Shin. Tuan Nam pun tak bisa berkata apa-apa lagi. 


So Bong melihat sekeliling karena banyak yang menatapnya. Shin meminta So Bong agar Jangan hiraukan dan jangan melihatnya. So Bong mengaku  iri dengan kekurangan emosi pada Shin sekarang menurutnya Manusia itu sensitif terhadap perhatian orang.
“Kau pasti lapar. Kau mau makan apa?” tanya Shin penuh semangat.
“Kau bahkan tidak tahu bagaimana rasanya mendambakan ingin makan apa.” Ucap So Bong
“Apa yang harus kita makan?” tanya Shin, So Bong ingin makan Sandwich.
“Ayo makan di taman yang sejuk.” Ucap So Bong, saat itu Nyonya Oh baru masuk dengan tatapan sinis lalu pergi begitu saja dari Shin. So Bong tak enak hati meminta Shin lebih dulu pergi karena ingin ke kamar kecil.

So Bong mengejar Nyonya Oh dengan memberitahu kalau Shin  selalu memanggil Nyonya Oh "Ibu" dan ibunya adalah penciptanya, keluarga, dan teman. Nyonya Oh seperti tak peduli dan ingin tahu alasan mengatakan hal itu.
“Jika Anda ibunya, berperilakulah seperti ibu padanya... Anda mana bisa membunuh anak sendiri.” Tegas So Bong. Nyonya Oh tak mengerti maksudnya.
“Kill switch... Aku tak sengaja mendengarnya... Baginya, itu seperti kematian.” Kata So Bong
“Apa kau memberitahunya? Apa dia tahu?” ucap Nyonya Oh kaget mendengarnya
“Jika dia tahu, maka dia pasti tidak bisa tersenyum pada Anda seperti tadi. Dia boleh saja tak punya emosi tapi dia tahu kapan harus tersenyum. Jika Anda memang ibunya tolong singkirkan alat yang mengerikan itu. Kumohon.” Tegas So Bong 


So Bong akhirnya melihat Shin duduk di taman dengan wajah sedih, lalu mengeluh karena membeli dua sandwich dan berpikir harus makan keduanya. Shin pikir kalau mereka berteman jadi ia juga akan makan.So Bong tak percaya kalau Shin boleh makan.
“Sesekali, tak apa... Apalagi saat aku ingin menjadi teman buatmu.” Kata Shin mulai makan. So Bong bisa tersenyum makan bersama.
Sementara David menatap Shin yang dirawat mengaku siapa yang harus dikasihani, Shin robot atau Shin manusia. Saat itu dilayar terlihat grafik Shin yang mulai berubah.  

Di taman
Shin sibuk menolak kesana kemari, So Bong ingin tahu apa yang dilihat. Shin menjawab kalau itu orang-orang, kalau mencoba memahami mereka. So Bong pikr kalau Shin  sudah dikelilingi oleh orang-orang yang mengerikan.
“Apa kau tidak muak dengan orang?” tanya So Bong
“Aku ingin lebih memahamimu. Aku perlu tahu lebih banyak tentangmu, Kang So Bong.” Kata So Bong. Shin kaget mendengarnya hanya bisa terdiam.
“Saat itu juga, aku pertama kalinya merenung bahwa aku berharap yang di hadapanku ini bukanlah robot. Aku berharap dia orang sepertiku.” Gumam So Bong dan saat itu tangan Shin manusia bergerak.
Bersambung ke episode 21

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

7 komentar:

  1. Terina kasih buat sinopsis y.. 😃

    BalasHapus
  2. Waaaa terima kasih kak, semangat lanjutannya yaaaaaa.. :)

    BalasHapus
  3. Semangat, lanjut terus mba.

    BalasHapus
  4. Maaf sebelumnya🙏🏻 tp banyak nama yg ketuker tuker.

    BalasHapus
  5. sinopsis itu bukannya ringkasan cerita yaa?? tapi kenapa ini semua diceritakan????

    BalasHapus
  6. ni penulisanny jelas bgd mba,bagus mba tlg dilanjut lg y,,,jgn drubah2 y mba aq sllu ngikutin lho...fighting say

    BalasHapus
  7. Alternatif aku ketika udah download tapi kehapus .. Jadi baca sinopsis wkwkwk
    감사합니다

    BalasHapus