PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Jumat, 13 Juli 2018

Sinopsis What's Wrong with Secretary.Kim Episode 11 Part 2

PS : All images credit and content copyright : TVN

Sung Yeon berjalan sendirian dengan tatapan kosong seperti merasa hampa dalam keramaian, pikiran melayang dengan kenangan masa lalunya.
Flash Back
Sung Yeon datang dengan sopirnya ke rumah yang sudah diberi label “Bahaya” lalu masuk ke dalam rumah seperti tak percaya kalau  Sung Hyu n memang disekap di rumah yang sangat menakutkan. Ia merasa bersalah karena dirinya, meninggalkan adiknya maka diculik ditempat itu.
“Apa Karena aku? Tidak... Tidak, tidak mungkin.” Kata Sung Yeon tak percaya lalu berlari dengan wajah ketakutan.
Sung Yeon yang panik langsung menyeberang jalan tanpa melihat lampu hijau, pengemudi langsung mengumpat karena berhenti supaya tak tertabrak. 

Esok pagi
Pelayan datang meminta agar Nyonya Lee untuk melihat putranya. Nyonya Lee terlihat binggung apa yang terjadi pada anaknya. Di kamar Sung Yeon sudah berantakan, dengan barang di sekeliling kamar. Sung Yeon sangat marah pada ibunya yang memberitahu kebenarannya
“Kenapa memberitahuku kebenarannya sekarang setelah bertahun-tahun?” kata Sung Yeon. Ibunya terlihat kebingungan.
“Dulu mungkin saja salahku, Tapi tak lagi sekarang... Kenapa... Kenapa kau tak memberitahuku lebih awal bahwa ingatanku salah?” kata Sung Yeon marah
“Maafkan aku... Aku sungguh minta maaf.” Kata Nyonya Lee merasa bersalah.
“Aku pasti tampak seperti bahan candaan untuknya. Aku pasti tampak menyedihkan bagi Young Joon.” kata Sung Yeon, Nyonya Lee yakin tak akan seperti itu.
“Dia belum mengetahuinya karena dia kehilangan ingatannya waktu itu.” Ucap Nyonya Lee
“Tidak, dia tak kehilangan ingatannya... Dia mengingat semuanya.” Ucap Sung Yeon. Nyonya Oh kaget mendengarnya. 


Dokter memberitahu Young Joon kalau Tekanan darah dan denyut nadi Mi So  sudah normal hanya menderita anemia sementara, jadi tak perlu banyak khawatir. Young Joon tersenyum mendengarnya lalu mengucapkan terima kasih, lalu melihat seorang pasien anak memainkan boneka.
“Bukankah kau keluar untuk menemui dokter? Kenapa bisa lama sekali?” ucap Mi So saat melihat Young Joon datang
“Seorang tamu penting mampir, jadi aku membawanya kemari.” Kata Young Joon. Mi So binggung siapa tamunya.
“Seorang wanita yang melakukan perjalanan waktu kemasa kini, 2018 dari tahun 1994.” Ucap Young Joon, Mi So binggung.
“Kau mungkin akan segera mengenalinya. karena dia tidak berubah sama sekali.” Kata Young Joon lalu memberikan tasnya.
Mi So melihat mainan “Na Na Sweet Home” lalu melonggo tak percaya. Young Joon menceritakan kalau Pabrik yang memproduksi boneka itu bangkrut jadi Cuma bisa dapatkan satu dan menyimpannya sampai sekarang untuk berjaga-jaga. Mi So tak bisa menutupi rasa senyumanya.
“Ini membuatku pantas menjadi suamimu, kan?” kata Young Joon bangga dan Mi So kembali dibuat melonggo.
“Apa Kau tak ingat? Kau memintaku menikahimu kalau aku membelikanmu Na Na Sweet Home. Kau bertanya apa aku kay dan meminta aku menikah denganmu, yang membuatku kebingungan.” Ucap Young Joon.
Mi So seperti tak percaya kalau ia yang melakukanya lalu mengaku tak ingat. Young Joon merasa tak masalah dan bisa mengerti karena menurutnya orangnya juga panik saat berusia 9 tahun meminta mereka membelikan boneka Na Na Sweet Home.
“Mereka berkata "Apa trauma membuatmu kembali menjadi anak bayi? Atau kau mengalami sakit mental?" Aku begitu mengkhawatirkan pendapat orang tuaku hanya karena ingin mendapatkan boneka itu. Tapi, tak apa-apa. Mau kau ingat atau tidak, itu tetap hadiah untukmu.” Ucap Young Joo.
“Terima kasih. Aku begitu menginginkan boneka ini sejak kecil. Dulu, aku mengira wajahnya sangat cantik Dan pakaiannya dengan pita ini juga sangat bagus.” Ucap Mi So bahagia.
“Bukankah pakaian seperti itu sekarang tampak kuno?” ejek Young Joon. Mi So pikir memang sedikit kuno.
“Apa Kau tahu ini, Bos? Kebanyakan kunyahan anjing terbuat dari kulit sapi. Jika kau mengubur kunyahan itu di halaman, mereka akan membusuk dan lenyap sepenuhnya. Kurasa... Kunyahan Bigbang pasti sudah menghilang sekarang. Dan seperti kunyahan Big Bang. Ingatan juga bisa lenyap.” Ucap Mi So menyakinkan Young Joon. Saat Mi So membalikan badan, Young Joon langsung memeluknya.
“Apa kita perlu mengubur semua kenangan pahit di halaman bersama-sama?” ucap Young Joon
“Aku senang kalau kau bocah pria yang kucari.” Ungkap Mi So, Young Joon terus mendekap Mi So mengaku juga sangat senang, karena bertemu lagi seperti ini dan Sudah lama ingin mengatakannya.

Pagi hari di Rumah sakit Yumyung
Mi So mengaku kalau baik-baik saja dan sudah pulih total. Young Jooon tetap meminta Mi So untuk dirumah sakit. Mi So mengeluh kalau tak ada pasien yang mendapatkan perawatan seperti ini karena pingsan sebentar. Young Joon menegaskan kalau Mi So untuk pingsan karena tak sehat dan meminta agar menuruti ucapanya.
“Aku tak bisa melakukannya, aku harus bekerja.” Tegas Mi So
“Kau Cukup libur sehari saja.” Balas Young Joon. Mi So menolak kaena hari ini banyak pekerjaan.
“Tanggung jawab dan semangatmu soal pekerjaan memang luar biasa Dan aku akui itu selama 9 tahun. Tapi, aku tak mengizinkamu melakukan itu lagi karena kau sekarang adalah wanitaku.” Tegas Young Joon.
Mi So terkesima mendengar Young Joon yang mengaku sebagai Wanitanya, Young Joon pun memegang tangan Mi So.
“Apa kau tak lihat jariku yang keriting? Apa yang akan kau lakukan?” keluh Mi So ingin agar tetap berkerja.
“Itu bagus, sudah dipastikan kau tak bisa bekerja dengan tangan seperti itu. Jadi kau harus libur sehari.  Aku akan kembali kemari setelah rapat selesai dan Hubungi aku kapanpin kalau terjadi sesuatu.” Ucap Young Joon lalu ralat ucapanya.
“Tidak... Kau bisa menghubungiku meski tak terjadi apa-apa.” Kata Young Joon lalu keluar dari ruangan. 



Tuan Park memimpin rapat memberitahu Pusat Perbelanjaan Yumyung. Dongseong-ro berlokasi di Daegu, akan dibuka minggu depan. Young Joon langsung menyela kalau Rencana acara pembukaannya tampak hebat dan mereka mengenalkan merk yang belum di perkenalkan di Korea Jadi, itu akan menarik minat pelanggan.
“Kita juga harus gunakan kafe anak-anak terbesar di Daegu untuk memasarkan Pusat Perbelanjaan ini Kurasa pembukaan Pusat Perbelanjaan ini akan berjalan lancar.” Kata Young Joon, Tuan Park membenarkan dan ingin memberikan pendapat tapi Young Joon malah menyela. 
“Kalau begitu, sampai disini rapatnya.” Kata Young Joon lalu bergegas pergi.
Dua petinggi heran karena Rapatnya sudah selesai begitu saja padahal menduga akan memakan waktu lama karena Young Joon begitu terperinci dengan segala hal. Tuan Park pun bergegas pergi mengikuti Young Joon yang keluar ruang rapat.
“Hei, apa kau sedang punya keperluan mendesak atau apa?” tanya Tuan Park. Young Joon mengaku tak ada.
“Kenapa kau mengakhiri rapatnya dengan cepat? Kau melakukannya karena aku, kan? Karena aku lagi bersedih. Aku bersikap seolah baik-baik saja, tapi sepertinya kau bisa merasakannya.” Ucap Tuan Park. Young Joon hanya diam saja.
“Jujur saja, aku sedang mengalami kesulitan. Pandangan akan mantan istriku berjalan dengan kekasihnya selalu membuatku... Tapi aku akan melupakannya. Aku harus perbaiki perasaanku. Young Joon, cuma kau yang peduli padaku...” kata Tuan Park menatap ke arah dinding tersadar kalau Young Joon sudah pergi.
“Sejak kapan dia sudah berjalan sejauh itu? Dia pembalap atau apa?” keluh Tuan park. 


Young Joon berjalan dengan cepat meminta Ji Ah agar membatalkan semuanya karena sudah selesai bekerja, lalu dikagetkan dengan Mi So sudah ada didepanya, mengaku kalau tak bisa memikirkan apapun selain merindukan Mi So, tapi ternyata kalau itu memang nyata didpanya.
“Sudah kubilang untuk libur.” Keluh Young Joon, Mi So mengaku kalau baik-baik saja.
“Mendapat hari libur demi perawatan mendalam disaat aku baik-baik saja dianggap sebagai perlakuan khusus.” Ucap Mi So
“Dan apa salahnya dengan itu? Kenapa kau begitu tak menyukainya?Apa keluargamu bangkrut karena perlakuan khusus ini atau apa?” keluh Young Joon kesal
“Keluargaku tak pernah cukup kaya untuk mengalami bangkrut.” Kata Mi So dengan senyuman bahagia.
“Jangan tersenyum. Aku tak menyukainya, Sekretaris Kim.” Kata Young Joon cemberut lalu masuk ruangan. 

Ji Ah baru datang melihat Young Joon cemberut bertanya apa yang dikeluhkan bos mereka. Mi So pikir Ji Ah tak perlu menghiraukan. Ji Ah mengejek Mi So itu  bahkan tak tahu apa yang dikeluhkan Young Joon.
“Yah, bos orangnya memang sensitif. Kita bisa katakan dia perfeksionis karena dia atasan kita. Tapi aku tak suka kekasih sepertinya. Mungkin itu alasan dia masih melajang?” ucap Ji Ah, Mi So menatap Ji Ah dengan sinis.
“Kudengar dia tak pernah benar-benar menjalani hubungan. Itu Pantas saja, siapa yang akan tahan dengan sikapnya? Dia sensitif dan begitu mengagumi diri sendiri. Aku tak suka priayang suka pamer... “ kata Ji Ah lalu tersadar dengan tatapan sinis Mi So sangat menakut. Mi So mencoba untuk tersenyum,
“Oh, apa kau sudah selesaikan laporan mingguannya?” ucap Mi So, Ji Ah mengaku belum.
“Bagaimana dengan jadwal dan rencana untuk paruh tahun?” tanya Mi So, Ji Ah mengatakan baru akan mengerjakannya.
“Bagus, cepat selesaikan.Aku juga tak suka pria yang suka pamertapi aku juga tak suka wanita yang lamban.” Ucap Mi So menyindir, Ji Ah pun bergegas kembali berkerja. 




 Di ruangan
Young Joon merasa hanya memikirkan Mi So pingsan lagi bisa-bisa membuatnya hampir mati dan dengan gaya narsisnya merasa kalau mati  maka akan jadi kerugian besar untuk Korea dan dunia. Ia lalu melihat Mi So yang mengelengkan kepalanya merasa kalau sedang kelelahan.
“Apa ada sesuatu yang bisa kulakukan agar dia bisa istirahat? Ayolah... Otakku, yang mana se-seksi tubuhku, apa kau dengar?” ucap Young Joon dengan memegang kepalanya
“Ternyata dia mendengar Aku tahu kau sudah bekerja 3x lipat lebih keras dari otak lainnya. Tapi bisakah kau buat permainan dan memberiku ide bagus?” kata Young Joon. 

Seol sedang asik membaca komik sambil makan snack, terdengar suara Tuan Park bertanya “Apa itu enak?” Seol langsung memasukan semuanya ke dalam laci,  dan bertanya Apa rapat dengan dewan direksi sudah selesai. Tuan Park pikir itu pasti selesai karena sudah kembali ke ruanganya.
“Oh, bisa tolong hangatkan obat herbal yang kubawa pagi ini?” pinta Tuan Park
“Baiklah, aku akan panaskan tepat 2 menit 30 detik.” Kata Seol, Tuan Park pun mengucapkan terimakasih.
“Oh, ya. Itu sangat bagus untuk meningkatkan stamina dan... Maksudku, harganya mahal, jadi pastikan tak menumpahkan setetespun.” Tegas Tuan Park. Seol pun meminta agar Tuan Park tak perlu mengkhawatir.

Tuan Park menghabiskan semua minumanya, lalu merasa kalau obat herbal yang mahal jadi sudah bisa rasakan khasiatnya. Ia menyemangati dirinya karena akan melupakan semuanya dan memulai lembaran baru. Tiba-tiba Seol masuk ruangan dengan wajah panik.
“Kenapa? Ada apa? Masalah apa yang kau sebabkan kali ini?” tanya Tuan Park
“Aku meminum...obat herbalmu.” Kata Seol, Tuan Park kaget dan bertanya apa yang diminumnya tadi.
“Itu obat herbal dietku.” Kata Seol dan Tuan Park melihat dalam kemasan "Membantu menghilangkan berat badan dan menekan nafsu makan".
“Aku ingin tahu apa ada obat herbal yang mengurangi kekesalan dan menekan kemarahan.” Ucap Tuan Park meremas bungkusnya. Seol pikir kalau itu tak ada.
“Benarkah? Saat ini, aku butuh sekali obat itu.” Kata Tuan Park menahan amarahnya dan Seol hanya tersenyum.
Saat itu ponsel Seol berbunyi tertulis “Kenalan Presdir, Ulang tahun Choi Seo Jin” lalu bertanya siapa Choi Seo Jin tapi menurutnya Namanya tak asing. Tuan Park terkejut balik bertanya kenapa Seol menanyakan hal itu. Seol memberitahu kalau Muncul notifikasi mengenai ulang tahunnya hari ini
“Disini tertulis kenalanmu. Aku perlu mengiriminya bunga, kan?” kata Seol , Tuan Park mengatakan Tak perlu kirimkan apapun.
“Sungguh? Aku menandainya di kalender, pasti seseorang yang penting.” Ucap Seol
“ Dia adalah orang penting bagiku dulu... Dia mantan istriku.” Kata Tuan Park. Seol membungkuk meminta maaf
“Tak perlu meminta maaf. Jangan khawatirkan soal itu, Tak apa.” Ucap Tuan Park berusaha santai.
“Jika kau masih menyimpan perasaan padanya, kau harus kirimkan bunga...” kata Seol. Tuan Park mengeluh yang dikatakan Seol.
“Kau juga sudah melihatnya, Mantan istriku sudah punya kekasih. Aku yakin dia sedang lakukan hal istimewa untuknya.” Kata Seol. Tuan Park menyuruh Seol harus kembali bekerja. Seol pun keluar dari ruangan, Tuan Park kembali terlihat sedih. 




Tuan Jung kaget kalau Young Joon menyuruh pergi Spa di hotel. Young Joon menegaskan kalau agar mereka pergilah ke spa sekarang bersama semuanya dan nikmati pelayanannya. Tuan Jung tersenyum menganguk mengerti.
“Tapi sekarang masih jam kerja.” Kata Tuan Jung, Young Joon mengaku kalau itu juga bagian pekerjaan kalian.
“Aku butuh penilaian kalian mengenai spa di hotel Illusion. Silakan nikmati layanannya dan berikan aku penilaian kalian.” Jelas Young Joon, Tuan Jung menganguk mengerti.
“ Kalau begitu aku akan pergi bersama seluruh anggota tim kecuali Nn. Kim Miso, yang seharusnya membantumu.” Kata Tuan Jung
“Bukankah aku berkata semua tim dari kantor Wakil Ketua? Termasuk Sekretaris Kim,” tegas Young Joon. Tuan Jung mengaku sudah paham.
“Kalau begitu kami akan langsung kesana termasuk Sekretaris Kim.” Tegas Tuan Jung. Young Joon pun bisa tersenyum mendengarnya. 



Pegawai spa memberitahu  Perawatan sirkulasi darahnya sudah selesai jadi akan siapkan masker gipsum. Ji Ah mengaku kala Ini pertama kalinya  mengunjungi spa hotel jadi merasa kalau Kulit akan menjadi sangat mulus. Mi So hanya tersenyum disisi tempat tidur lainya.
“Kulitku sudah sehalus madu, jadi aku tak perlu menghaluskannya lagi. Saat gebetanku melihatku, matanya semanis madu.” Kata Se Ra.
“Kau bilang Gebetan? Apa kau sudah punya calon pacar?” tanya Ji Ah, Se Ra membenarkan.
“Dia pria seperti pahlawan yang selalu menyelamatkanku. Kapanpun aku berada dalam kesulitan.” Ucap Se Ra
“Ngomong-ngomong, aku tak suka pria membantuku karena aku merasa diperlakukan seperti anak kecil. Lalu Apa tipe pria idamanmu, Sekretaris Kim?” kata Ji Ah.
“Aku... Aku suka pria yang perhatian dan berhati hangat.” Kata Mi So
“ Bos.... sungguh pria yang bertentangan dengan karakter bos.” Komentar Ji Ah.
“Kenapa? Bos juga perhatian dan berhati hangat.” Komentar Mi So membela. Ji Ah mengeluh kalau Mi So menganggap Young Joon Berhati hangat, lalu saat pesan untuk Mi So masuk ke dalam ponselnya.
Mi So tersenyum membaca pesan dari Young Joon “Sekretaris Kim, apa kau bersenang-senang?” lalu dibalas “Ya, berkat kau. Aku akan mengecek secara merinci jadi kami bisa beri penilaian sempurna.”
“Jangan lakukan, tinggalkan pekerjaan itu dan istirahat saja. Aku mengirimmu kesana untuk istirahat dengan baik. Itu hak khususmu untuk dapatkan istirahat yang baik. Tapi bonus untuk sisa tim.”tulis Young Joon.
“Terima kasih” tulis MiSo dengan tanda love. Young Joon tersipu malu merasa kalau diserang lagi.
“Dia bisa saja mengirimiku simbol hati kosong. Tapi, dia justru mengirimu simbol hati yang terisi penuh. Bukankah itu artinya dia begitu dipenuhi cinta padaku?”kata Young Joon.
Mi So membaca pesan Young Joon “Aku pria berjiwa besar, jadi aku kirimkan kau 2 hati.” Wajahnya langsung tersenyum. Se Ra ingin tahu dengan siapa Mi So bertukar pesan.  Mi So mengaku Bukan siapa-siapa.

“Apa maksudmu bukan siapa-siapa. Aku melihat matamu. Sepertinya dari bos.” Kata Ji Ah. Mi So hanya tersenyum
“Apa dia menyuruhmu bekerja lagi?” kata Se Ra marah merasa kalau Young Joon memang seperti itu.
“Kenapa tak biarkan kau istirahat? Coba Lihat. kan? Katamu dia perhatian dan berhati hangat, tapi nyatanya tidak.” Kata Ji Ah. Mi So hanya bisa menahan amarahnya dengan wajah cemberut. 


Tuan Park makan steak sendirian merasa kalau rasanya enak,  menurutnya Steak enak juga dimakan sendirian. Lalu tiba-tiba matanya melihat mantan istrinya ada didepanya.
Flash Back
Tuan Park memberikan steak layaknya kue ulang tahun lengkap dengan lilin,  Nyonya Choi tak percaya melihatnya. Tuan Park tahu kalau istrinya suka Steak di restoran ini jadi selalu datang kemari pada ulang tahun pernikahan dan ulang tahun istrinya.
“Aku membuatkanmu kue steak supaya kau bisa memakannya sebanyak mungkin. Jadi Buat permohonan dan tiup lilinnya.” Kata Tuan Park, Nyonya Choi pun meniup dengan bahagia.
“Apa karena aku makan suplemen diet punya Sekretaris Seol? Aku jadi tidak nafsu makan. Lalu Kenapa aku datang kemari sendirian seperti orang yang menyedihkan?” keluh Tuan Park menyadarkan diri dari lamunanya. 


Tiba-tiba Tuan Park dikejutkan dengan mantan istrinya yang datang, keduanya saling tersenyum. Tuan Park terlihat bahagia karena menurutnya  Kebetulan sekali. Ia mengaku kalau sebenarnya mengira bisa bertemu denganmu jika datang ke restoran steak, saat itu seorang pria datang berdiri disamping Nyonya Choi.
“Kau wanita jahat.” Ucap Tuan Park tak bisa menahan emosinya melihat mantan istrinya berdiri disamping pria. Nyonya Choi hanya bisa kebingungan.
“Aku paham kalau kau berkencan dengan pria lain setelah kita cerai. Tapi kau tak perlu juga membawanya kemari, Kita dulu kemari bersama setiap tahun. Tidakkah menurutmu kau kejam padaku membawa kekasihmu kemari?” kata Tuan Park. Nyonya Choi bingung
“Apa Dia bukan kekasihku? Kalau begitu dia... Apa dia suamimu? Apa Kau sudah menikah lagi tanpa memberitahuku?” kata Tuan Park tak bisa menahan amarah
“Dia kakak sepupuku. “ kata Nyonya Choi. Tuan Park melonggo kaget dan langsung tersadar lalu membungkukmemberikan hormat. Si kakak sepupu pamit untuk ke toilet. Tuan Park terlihat malu. 


“Kenapa kau selalu menyudutkanku padahal kau tak tahu apapun? Kenapa kau begitu tak pemikir?” kata Nyonya Choi akhirnya marah.  Tuan Park dibuat binggung.
“Aku yakin kau tidak tahu hari ini ulang tahunku. Terima kasih karena mambuat ulang tahun bahagia untukku.” Kata Nyonya Choi lalu bergegas pergi. Tuan Park hanya bisa memanggil mantan istrinya dan merasa bersalah.
“Aku tahu hari ini ulang tahunmu. Itulah kenapa aku datang kemari.” Ucap Tuan Park sdih. 


Young Joon sibuk melihat lembaran Panduan Peta Lahan Yumyung, Tuan Park mengeluh Young Joon yang terus mengamati panduan peta lahan Yumung. Young Joon terus menatapnya, Tuan Park  yakin Young Joon  melihatnya karena suatu alasan.
“Apa aku tak pemikir? Maaf karena itu.” Ucap Tuan Park. Young Joon pikir Tuan Park tak perlu meminta maaf.
“Benar, sebenarnya aku tak perlu minta maaf juga. Aku sungguh tak pemikir.” Kata Tuan Park
“Kenapa kau selalu berkata tak pemikir?” tanya Young Joon heran
“Aku kebetulan bertemu dengan mantan istriku belum lama tadi. Dan dia bilang aku tak pemikir. Sebenarnya, memang aku tak pemikir.” Cerita Tuan Park
“Apa yang kau bicarakan? Katamu kau akan melupakannya?”keluh Young Joon. Tuan Park mengaku memang ingin melupakannya.
“Tapi aku kebetulan bertemu dia lagi disana. Ahh... Sudahlah. Itu juga karena aku tak pemikir makanya aku pergi kesana.” Keluh Tuan Park.
“Hei Bos.... Jangan berpisah dengan Nn. Kim... Berpisah itu menyakitkan.Aku baru saja memberimu 2 saran. Wahh.. Sungguh aku yang tak pemikir, dasar tak pemikir.” Ucap Tuan Park
Young Joon hanya diam saja, Tuan Park mengajak Young Joon untuk minum.  Young Joon menolak kalau harus kesuatu tempat. Tuan Park tahu kalau itu pasti dengan Mi So dan ingin Young Joon memilih Mi So atau dirinya.  Young Joon hanya diam. Tuan Park merengek agar Young Joon minum denganya.
“Aku tak mau sendirian, aku kesepian.” Rengek Tuan Park. Young Joon setuju karena tak akan membiarkan kesepian.
“Apa kau baru saja memilihku dibanding Nn. Kim? Tidak mungkin.” Ucap Tuan Park terlihat bahagia.
“Kau tak punya proyek lain setelah mengakuisisi maskapai penerbangan. Kenapa kau tak mengunjungi rapat dan dapatkan berita terkini soal bisnis itu?” saran Young Joon 
“Apa kau menyuruhku bekerja ditengah situasi seperti ini?” keluh Tuan Park
Young Joon mengulang kalau Tuan Park yang tak mau sendirian. Tuan Park mengeluh kalau lebih tak suka lagi bekerja dan seharusnya tak curhat pada bosnya dan terus mengeluh kalau sungguh tak pemikir, dengan meminta agar Mulai sekarang memanggilnya Tuan Tak Pemikir. Young Joon mengikutinya dan  menyuruhnya pergi. Tuan Park dengan wajah keluar dari ruangan. 

Semua akhirnya kembali merasa begitu segar sepulang spa dan segala ketegangan hilang. Se Ra mengaku kalau stess sampai-sampai tak bisa kerja dengan baik dan menurutnya kalau bisa langsung pulang bahkan bisa minum bersama.
“Kalian boleh pulang.” Kata Young  Joon, Se Ra kaget langsung meminta maaf karena sudah lakukan kesalahan.
“Tak perlu minta maaf atau malu. Sebelum kau katakan itu, aku sudah merencanakannya. Kalian bisa pulang dan istirahat.” Ucap Young Joon.
“Tidak... Kami sudah membuang separuh hari di spa. Karena kau sudah membuat kami lebih baik, Kami akan bekerja keras.” Ucap Tuan Jung
“Tak apa, kalian pulanglah... Kalian butuh hari seperti ini untuk meningkatkan efisiensi kinerja kalian.” Ucap Tuan Jung
“Aku akan meningkatkan efisiensi kinerjaku sekarang juga.”ucap Tuan Jung, Young Joon menyuruh mereka agar tingkatkan besok saja. Semua terlihat binggung 
“Kalau begitu untuk Bos yang sudah bekerja keras memberi perhatian pada karyawannya...” kata Tuan Jung, Young Joon langsung menghentikanya.
“Kalau kalian tepuk tangan tiap apa saja kebaikan yang kulakukan tangan kalian bisa lepas. Jadi Kalian silakan pulang. Sekretaris Kim tetap disini dan bicara denganku sebentar.” Ucap Young Joon, Mi So hanya tersenyum mendengarnya. Semua pun bergegas pulang dan mengucapkan terimakasih. 

“Jangan salah paham, Sekretaris Kim, Ini bukan perlakuan khusus. Aku membiarkan semua karyawan pulang lebih awal.” Kata Young Joon memastikan
“Hari ini tak apa, tapi jangan lakukan lagi besok. Aku sungguh tak apa-apa” ucap Mi So. Young Joon tetap mengkhawatirkan keadaan Mi So.
“Aku sudah tak apa-apa, berkat kau.” Kata Mi So, Young Joon pikir kalau Mi So bisa ikut ke suatu tempat. Mi So ingin tahu kemana mereka akan pergi.
Di depan gedung, Young Joon menyuruh Sek Yang pulang saja karena harus kesuatu tempat bersama Sekretaris Kim. Sek Yang melonggo binggung, mi So memberitahu kala Semuanya sudah pulang lebih awal juga. Sek Yang menganguk mengerti membiarkan Young Joon mengemudikan sendiri mobilnya.
“Semuanya pasti sudah pulang... Nn. Bong pasti sudah pulang juga.” Kata Sek Yang sedih. 


Young Joon mengenggam tangan Mi So berjalan ke sebuah tempat. Mi So heran kenapa mereka harus pergi ke tempat ini. Young Joon mengatakana kalau ingin menunjukkan sesuatu pada Mi So lalu berhenti tepat di depan komidi puter.
“Tepat disini... Rumah itu... Maksudku lokasi kita disekap.” Ucap Young Joon, Mi So heran Young Joon bisa mengetahuinya
“Aku hanya Ingin sajamencaritahu, jadi aku menelusuri peta foto, data kadaster lawas dan bahkan peta lawas lahan Yumyung. Lalu ternyata tepat disini di Komidi putar ini.” Kata Young Joon
“Bisa kau tebak apa pertama kali terlintas dipikiranku? 'Syukurlah' Aku mengira kenangan mengerikan itu bisa tertutupi dengan kenangan bahagia dari orang-orang yang menaiki komidi putar ini.” Kata Mi So
“Benar. Sekarang tempat ini hanya dipenuhi kenangan bahagia  dibanding kenangan mengerikan. Dan disana ada lagi tempat yang ingin kutunjukkan.” Ucap  Young Joon, keduanya menatap komidi putar dengan wajah bahagia. 


Mi So heran Young Joon yang mengajak ke depan air mancur, berpikir kalau ingin melempar koin dan membuat permohonan. Young Joon pikir Permohonan Mi So sudah terkabul kalau sudah menemukan bocah pria yang ingin sekali ditemui, Mi So pikir benar juga.
“Kau ingin tahu soal ini... Dimana rumah lamamu berada.” Ucap Young Joon. Mi So kaget kalau maksudnya rumahnya dulu sudah jadi air mancur.
“Tak kuduga ternyata disini adalah rumahku dulu. Seperti katamu, Aku lega kalau rumahku dulu jadi toilet atau rumah berhantu seperti katamu.” Ucap Mi So tersenyum bahagia.
“Kau tidak tahu, Kau tidak tahu seberapa berarti banyak bagiku bisa membicarakan soal waktu itu seperti ini.” Kata Young Joon melihat Mi So tersenyum
“Kita akan selalu bahagia... Kita akan selalu bersama “Ucap Mi So sambil mengenggam tangan Young Joon.


Young Joon mengantar Mi So pulang, Mi So melepaskan tangan Young Joon mengaku sangat menikmatinya hari ini. Young Joon dengan gaya bangga mengaku sudah tahu.
“Kalau bersamaku, kau pasti akan menikmatinya. Jadi berhenti berkata kata-kata gamblang seperti itu. Itu hanya akan melelahkan mulutmu.” Ejek Young Joon.
“Terima kasih... Kalau begitu aku masuk kedalam dulu.” Kata Mi So, Young Joon memanggil Mi So kembali.
“Udara cukup bagus, dan kau pasti ingin jalan-jalan denganku. Apa Kau ingin aku mengabulkan keinginanmu sekarang?” ucap Young Joon, Mi So menganguk setuju.


Keduanya makan es krim dalam cuaca panas ditaman, Mi So ingin tahu pendapat Young Joon yang menikmati minum es untuk pertama kali. Mi So pikir kalau es itu cuma minuman yang diberi pewarna dan gula Tapi memang cukup enak.
“Kekurangannya adalah, kadang aku merasakan rasa karet.” Komentar Young Joon, Mi So hanya diam saja.
“Sekretaris Kim... Ayo kerumahku malam ini.” Ucap Young Joon, Mi So kaget mendengarnya seperti tak mengerti maksud ucapanya.
“Aku tak ingin sendirian. Aku menderita efek samping cukup parah setelah kasus itu. Setiap malam, aku teringat wanita itu Jadi aku tak bisa tidur. Meski aku tertidur, aku akan bermimpi buruk. Aku khawatir kalau kau mungkin saja akan mimpi buruk sepertiku. Itulah kenapa aku tak ingin kau tidur sendirian.” Cerita Young Joon.
“Terima kasih... Tapi, aku baik-baik saja. Sebenarnya, aku tak begitu mengingat kejadian waktu itu dengan jelas. Saat itu aku masih sangat kecil. Aku baru tahu bahwa mayat wanita itu adalah laba-laba besar. Aku masih bisa menahannya.” Cerita Mi So
“Jadi,,, Aku akan memberitahumu kalau aku tak sanggup menahannya. Saat itu terjadi, Kau akan melindungiku seperti saat itu, kan?” ucap Mi So
“Tentu saja, aku akan melindungimu. Kalau kau mendadak ketakutan, maka kau harus segera menghubungiku. Aku akan menunggu panggilanmu semalaman.” Kata Young Joon. 


Young Joon pulang ke rumah membaca buku  "Setiap Momen Adalah Kau" sambil mengingat semua kenangan dengan Mi So, Saat membantu memasangkan dasi lalu menatap Mi So tersenyum bahagia saat membaca buku. Mereka juga melihat kembang api bersama, dirumah sakit setelah Mi So mengetahui semua cerita yang sebenarnya.
“Setiap momenku adalah kau... Disaat aku mencintai, dan juga disaat aku terluka. Bahkan disaat momen perpisahan, Kau adalah seluruh isi dunia bagiku. Dan setiap momen adalah kau... Tanpamu, Aku tak bisa menjelaskan bagaimana kelanjutan kisah hidupku.” 


Mi So selesai memakai cream wajah, lalu menaiki tempat tidur. Tiba-tiba ia merasakan ketakutan dengan bunyi langkah sepatu dan menyalakan lampu kamarnya. Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu, Mi So yang ketakutan bertanya Siapa itu.
“Ini aku.” Ucap Young Joon, Mi So membuka pintu heran melihat Young Joon yang datang ke rumahnya lagi.
“Karena kau menolak... Kau menolak tidur di rumahku. Jadi aku akan tidur dirumahmu, Izinkan aku tidur disampingmu malam ini.” Ucap Young Joon, Mi So hanya bisa melonggo.
Bersambung ke episode 12

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar