PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Rabu, 05 Desember 2018

Sinopsis Fluttering Warning Episode 9 Part 2

PS : All images credit and content copyright : MBN

Yoo Jung makan semua snack diatas alat olahraganya, CEO Han panik melihat Yoo Jung makan banyak padahal sedang syuting drama. Yoo Jug memperingatkan agar jangan mendekat karena sedang benar-benar berbahaya jadi akan menghabiskan semua makanan.
“Aku akan jadi gendut dan makan semua di rumah ini.” Kata Yoo Jung
“Bocah ini, astaga! Kau berhasil melewati masa pubertas tanpa masalah. Selewat usia 30 tahun, Apa kau akan melalui fase remaja?” keluh CEO Han
“Aku akan makan ini, menangis sepuasnya, dan jadi sangat bengkak sehingga tak bisa melakukan apa-apa.” Ucap Yoo Jung makan dengan roti berisi cream. CEO Han akhirnya mengeluarkan ponselnya
“Ya, Ketua Tim Seo. Ini aku... Bisa kau undur jadwal minggu depan... Tidak, bisa kau undur semua jadwal selama seminggu? Semuanya.” Kata CEO Han.
“Baik. Kalau itu waktu yang kau butuhkan untuk pulih, lakukan saja. Di sini ada alkohol, kan?” ucap CEO Han mengambil soju dalam kulkas. 


Keduanya duduk di ruang TV,  mereka akan mulai minum. CEO Han memberikan minuman herbal walaupun Bahkan waktu makan harus jaga kesehatan karena saat bangun esok tak merasa pusing. Yoo Jung mulai meminumnya, setelah itu CEO Han juga memberikan obat yang diminum saat bangun nanti.
“Eonni, kenapa tak pacaran? Takkan ada yang tak percaya kalau kau bilang dirimu aktris... Kau cantik, seksi dan kompeten... Banyak pria yang suka padamu.” Ucap Yoo Jung
“Karena aku hanya mau pacaran tapi mereka selalu mengajak menikah.” Ungkap CEO Han
“Kalau begitu menikah saja!” kata Yoo Jung santai.
“Kalau menikah, aku takkan bisa fokus padamu atau Seong Hoon Atau perusahaan.” Ucap CEO Han
“Eonni, kebahagiaanmu yang terpenting! Apa maksudmu?” keluh Yoo Jung
“Siapa bilang pernikahan sama dengan kebahagiaan? Saat ini aku juga bahagia.” Akui CEO Han
“Aku bahagia saat bersama Cha Woo Hyun. Apapun jadinya diriku karena Cha Woo Hyun, apapun yang hilang dariku, kalau aku tak keberatan, maka Apa kau akan menyerah?” kata Yoo Jung
“Apa yang kau bayangkan? Menurutmu seberapa banyak yang akan hilang?” tanya CEO Han. Yoo Jung bertanya  Seberapa besar yang harus dipersiapkan.
“Apa Kau tak keberatan tak bisa berakting selama sisa hidupmu? Bekerja demi uang, tak bisa melakukan hal yang kau suka, dan menjalani sisa hidupmu melakukan perintah orang lain, Apa kau tak keberatan? Kalau kau tak keberatan, maka aku akan menyerah.” Jelas CEO Han. Yoo Jung terlihat frustasi karena menurutnya Bukan seperti itu...



Yoo Jung melihat profil dari artis baru yang akan masuk managementnya. Seorang wanita muda masuk mulai berakting dengan wajah serius. Yoo Jung terkesiam karena Itu dialog dari film pertamanya padahal itu film 12 tahun yang lalu.
“Aku penggemarmu, tentu aku harus mencarinya. Aku melihatnya lebih dari sepuluh kali dan menghafal semua dialognya.” Ucap si wanita.
“Dia masih kurang berpengalaman, tapi cukup berpotensi.” Kata Yoo Jung
“Aku belum pernah belajar berakting, jadi kulakukan sambil membayangkan seperti apa karakternya dan bagaimana perilakunya. Terima kasih.” Ucap Si wanita.
“Kau belum belajar berakting, tapi secara alami tahu cara berakting. Rasanya seperti melihat Yoo Jung waktu remaja.” Ungkap CEO Han.  Si wanita terlihat tak pecaya mendengarnya.
“Kenapa kakimu terluka?” tanya Yoo Jung melihat terluka. Si wanita mengaku  Belum lama ini terluka bakar dan Sekarang sedang dalam perawatan.
Yoo Jung melihat nama di profile Seo Eun Byul lalu bertanya apakah ada di Klinik Beautiful bersama ibunya. Eun Byul membenarkan karena  Ibu bilang Yoo Jung membayar biaya perawatan waktu itu. Yoo Jung pikir ini Benar-benar menarik.
“Aku pernah cerita, waktu membayar biaya perawatan... Apa Kau tak ingat?” kata Yoo Jung. CEO Han mengaku ingat
“Bagaimana bisa ada koneksi seperti ini? Tapi apa isi bungkusan itu?” tanya CEO Han
“Ibu bilang untuk membalas kebaikanmu waktu itu. Ini kepiting bumbu, buatan ibuku yang paling enak.” Ucap Eun Byul. Yoo Jung pikir  tak perlu repot begini.
“Ini ketulusannya, tolong diterima Dan suratnya rahasia.” Kata Eun Byul memberikan kode. Yoo Jung pun menerimanya. 


Eun Byul keluar ruangan dengan wajah terkesima melihat gedung YJ yang sangat megah. Saat itu Yoo Jung memanggilnya meminta agar memberikan surat juga pada Woo Hyun dan berpesan agar  jangan sampai ada yang tahu. Eun Byul pikir Jangan khawatir karena di pihak kalian berdua. Yoo Jun mengucapkan Terima kasih.
“Apa Kau kecewa pada kami karena bohong kalau putus padahal sebenarnya tidak seperti itu?” tanya Yoo Jung
“Waktu melakukan itu, kupikir kau pasti punya alasan yang bagus. Aku percaya pada kalian.” Ungkap Eun Byul
“Kami ingin jujur, tapi situasi menjadi tak terkendali.”akui Yoo Jung
“Bila hubungan kalian berhasil, kelak beri tahu penggemarmu alasannya karena mendapat nasihat yang baik.” Kata Eun Byul. Yoo Jung menyakin kalau pasti akan melakukan. Eun Byul pun pamit pergi. 


[Klinik Dermatologi dan Bedah Plastik VIP]
Woo Hyun ingin tahu apakah Eun Byul sudah lolos. Eun Byul menganguk. Woo Hyun mengucapkan Selamat dan bertanya apakah sekarang Eun Byul akan jadi aktris. Eun Byul mengaku masih calon aktris lalu memberikan titipan  dari Yoo Jung yaitu sebuah surat.
“Mulai besok, setiap hari aku akan ke Yoojeong Entertainment. Jadi kau bisa minta bantuanku lagi.” Ucap Eun Byul. Woo Hyun mengucapkan  Terima kasih. 

Yoo Jung memilih-milih pakaian dalam lemari, Sung Hoon tiba-tiba datang bertanya apa yang sedang dilakukan. Yoo Jung terlihat kaget. Sung Hoon heran Yoo Jung terlihat sangat kaget. Yoo Jung pikir karena Sung Hoon tiba-tiba muncu jadi pasti kaget.
“Untuk apa berkemas? Apa Kau akan pergi?” tanya Sung Hoon. Yoo Jung mengelengkan kepala.
“Ada acara yang memintaku menyumbangkan baju yang tak kupakai, jadi sedang kupilih. Baju ini tak kupakai.”kata Yoo Jung gugup.
“Acara apa? Kalau acaranya bagus, aku juga mau menyumbang.”ucap Sung Hoon.
“Baiklah. Akan kuberitahu setelah dapat detailnya.” Ucap Yoo Jung
“Buku yang kau ambil waktu itu Apa sudah selesai kau baca?” tanya Sung Hoon.
Yoo Jung memberitahu Bukunya di kamarnya jadi Sung Hoon bisa mencarinya. Sung Hoon akhirnya pergi dan Yoo Jung berpura-pura memilih baju  yang takkan dipakai lagi.
“Kurasa aku tak bisa hidup kalau bersalah. Jantung berdetak sangat kencang. Aku tak bisa membuang ini, tapi Aku akan membawanya.” Ucap Yoo Jung 

Sung Hoon masuk ke kamar melihat buku [Mencinta Lagi] dan terselip sebuah sebuah surat dan matanya melotot kaget membacanya. Yoo Joon baru keluar kamar memanggil Sung Hoon, tapi Sung Hoon malah bergegas pergi tanpa memperdulikan Yoo Joon.  
“Dia kenapa? Belakangan semuanya bertingkah aneh.”keluh Yoo Joon dan melihat kakaknya akan kabur. Yoo Jung terlihat sangat kaget.
“Noona, Apa kau sangat menyukai Woo Hyun Hyung sampai rela melepaskan semuanya?” tanya Yoo Joon. Yoo Jung terlihat binggung.
“Aku baru saja bertemu Woo Hyeon Hyung.” Akui Yoo Joon. Yoo Jung ingin tahu kenapa mereka bertemu.
“Apa Jae Kyung Eonni juga tahu?” tanya Yoo Jung panik. Yoo Joon mengaku pasti CEO Han tak tahu.
“Kalau dia tahu aku membantu kalian berlibur, paling nahas aku akan mati, kan?” kata Yoo Joon. Yoo Jung bahagia karena akan membantunya. Yoo Joon bisa tersenyum bahagia karena kakaknya bahagia. 


Woo Hyun di dalam rumah terlihat gelisah mondar mandir akhirnya memilih untuk pergi ke toko pakaian wanita. Salah satu pegawai memberitahu kalau ada Tiga gaun yang paling laris di toko mereka. Woo Hyun ingin memilih pakaian tapi akhirnya memutuskan membeli semuanya. 

Yoo Jung akan bersiap pergi, Sung Hoon menahanya meminta agar Yoo Jung jangan pergi. Yoo Jung memohon agar Sung Hoon jangan bersikap seperti ini.  Sung Hoon tetap memohon agar Yoo Jung tak pergi. Yoo Jung meminta maaf karena tetap akan pergi.
“Kau... Kudengar Jae Kyeong Noona bahkan mengambil dompetmu. Setidaknya terima itu.” Kata Sung Hoon memberikan uang. Yoo Jung pun pamit pergi. 

Yoo Jung berteriak bahagia keluar dari jendela mobil, Woo Hyun pun ikut bahagia. Mereka saling mengenggam tangan dengan wajah bahagia layaknya seperti orang yang berkencan. Setelah itu mereka pergi ke toko pakaian,  Yoo Jung keluar toko dengan mengunakan pakaian layaknya Ahjumaa.

“Kupikir kalau berpakaian seperti ini, takkan ada yang mengenaliku.” Komentar Yoo Jung
“Kau semakin mencolok.” Ungkap Woo Hyun tak bisa menahan tawa.
Mereka pun makan jajan pasar dengan saling menyuapi, setelah itu pergi ke pasar membeli seafood. Setelah itu mereka juga bermain games tembak-tembakan dengan Woo Hyun yang mengajarkan Soo Hyun. 


Di dalam ruangan, CEO Han kaget apa maksud ucapan Joo Won siapa yang tak ada. Joo Won memberitahu mencari di rumah dan di kantor, tapi Yoo Jung tak ada. CEO Han binggung kenapa Yoo Jung pergi karena tak bawa ponsel dan dompet.
“Aku bahkan patroli semalam. Pelaku penusukan belum tertangkap. Apa-apaan ini?.. Aku harus telepon polisi.” Kata CEO Han mencari nomor telp   Detektif Choi. Saat itu ada note yang ditulis Yoo Jung.
“Aku benar-benar minta maaf. Aku akan pulang tiga hari lagi Aku bersama Woo Hyun, jadi jangan khawatir. Aku akan pulang utuh seperti tak terjadi apa-apa.”
“Aku tahu Yoo Jung di mana, kau boleh pergi.” Kata CEO Han jatuh lemas. Joo Won menganguk mengerti. 
Woo Hyun membuka bagasi mobilnya, Yoo Jun bingung Apa semua ini karena banyak tas belanjaan. Woo Hyun pikir seorang pacar biasanya mendapat hadiah seperti ini  Tapi Yoo Jung tak pernah minta dibelikan apa-apa, jadi ingin memberikan sesuatu.
“Apa Semua hadiah ini untukku? Aku memang tak bisa minta pada orang. Tapi terutama kita karena tak bisa bergandengan berbelanja seperti orang lain.” Ucap Yoo Jung
“Karena kau selalu berpakaian bagus, aku tak yakin kau akan suka ini.” Kata Woo Hyun khawatir
“Kurasa aku akan menyukainya.” Ungkap Yoo Jung memilih pakaian yang dibeli Woo Hyun.
“Aku akan memakai ini waktu temu penggemar dan baju Ini benar-benar gayaku. Kalau baju yang Ini di konferensi pers... bagaimana untuk acara perhargaan mode?” kata Yoo Jung terus melihat baju-baju Woo Hyun
Woo Hyun memberikan sebuah baju selam tapi berpikir kalau ukuran terlalu besar. Yoo Jung ingin tahu Berapa ukurannya. Woo Hyun menjawab  Empat puluh empat. (XS) Yoo Jung kaget dan Woo Hyun tetap berpikir kalau terlalu besar.



Akhirnya Yoo Jung berganti pakaian dalam mobil, Woo Hyun khawatir kalau bajunya itu tak pas. Yoo Jung mengaku kalau itu pas dengan badannya walaupun kesusahan saat akan memakainya karena terlalu sempit. Ia mengaku bersyukur Woo Hyun berpikir dirinya sangat langsing.
“Kau sangat kurus bajunya mungkin kebesaran.”kata Woo Hyun khawatir. Yoo Jung mengaku itu sangat pas dengan tubuhnya.
“Setelah SMP, aku tak pernah melihat ukuran empat puluh empat. Apa aku akan meletus waktu berselancar?” kata Yoo Jung terus berusaha. 

Akhirnya Yoo Jung dan Woo Hyun berjalan di pantai dengan baju selam, setelah itu mereka mulai berlatih seluncur di pantai setelah itu bermain APV juga dengan masing-masing mengemudi. Setelah itu mereka duduk di pingggir pantai sambil makan ramyun, Yoo Jung terlihat sangat bahagia makan ramyun.
“Apa Kau bisa makan seperti itu?” tanya Woo Hyun khawatir. Yoo Jung mengaku bisa makanya.
“Aku suka ini. Hanya saja tak bisa makan karena harus menjaga tubuhku. Tapi aku sangat suka dan sangat menikmatinya. Lagi pulan Apa yang perlu dicemaskan? Aku punya partner lari... Pria berwajah pucat.” Ucap Yoo Jung mengejek
“Aku harus menolak walau kau sangat menyukainya.” Kata Woo Hyun. Yoo Jung merasa itu Sangat mengecewakan.
“Suatu hari aku juga akan meredup... Entah apa bisa secantik matahari terbenam.” Kata Yoo Jung menatap matahari yang mulai terbana,
“Kenapa kau pikir akan meredup? Siang kau bisa terbit sebagai matahari dan malam sebagai bulan.” Ucap Woo Hyun
“Aku tak bisa selamanya menjadi Yoon Yoo Jung usia 20-an atau 30an. Suatu hari, apa kau akan menjadi seorang ibu? Seorang nenek. Itu agak menakutkan dan mengerikan. Kata Yoo Jung
“Nenek Yoon Yoo Jeong menurutku akan lebih anggun dan mempesona.” Komentar Woo Hyun. Yoo Jung seperti tak percaya mendengarnya.
“Woo Hyeon, mulutmu manis sekali. “ goda Yoo Jung lalu mereka tertawa bersama.
“Aku ingin tanya dan kau harus jawab jujur, Kalau aku bukan bintang, dan tak punya apa-apa, Apa Kau masih suka padaku?” tanya Yoo Jung
“Pertanyaan yang sulit. Bila hati dan sorot matamu sama, aku yakin akan menyukaimu.” Goda Woo Hyun. Yoo Jung mengeluh melihat  Ramennya jadi lembek lalu bersanda di pundak Woo Hyun. 


Keduanya makan malam direstoran sambil minum wine, Yoo Jung mengaku  tak bisa melihat wajah yang dirindukan dan tak bisa dengar suaranya juga, bahkan tak boleh keluar jadi berpikir  akan mati karena tertekan. Jadi  senang rasanya bersama Woo Hyun sekarang.
“Setelah kembali ke Seoul, aku akan bernegosiasi dengan CEO Han.” Kata Woo Hyun.Yoo Jung pikir kalau ini tak akan mudah
“Sampai kembali di Seoul, kita lupakan semua dan nikmati waktu kita.” Ucap Woo Hyun. Yoo Jung setuju.
“Jangan pikirkan apapun.. Biar apa adanya....” Kata Yoo Jung lalu mereka pun mulai minum.
“Orang tak tahu soal ini.. Tapi waktu aku minum, aku suka menari. Jadi Ayo kita lakukan.” Ucap Yoo Jung. Woo Hyun terlihat binggung lalu mengikuti Yoo Jung menari.
Mereka menari mengikuti irama musik yang diputar, wajahnya terlihat sangat bahagia. Lalu lagu berubah menjadi pelan, mereka pun berpelukan sambil menari.
“Aku bisa berjanji satu hal padamu. Aku takkan pernah berubah. Aku takkan pernah meninggalkanmu dalam kesepian.” Kata Woo Hyun. Yoo Jung pun menganguk mengerti bersandar di baju Woo Hyun. 



Seorang kakek memberitahu kalau mereka datang disaat yang tepat karena hanya tinggal satu kamar dengan memastikan kalau  Dua hari, Woo Hyun membenarkan.  Yoo Jung menutupi wajahnya terlihat gugup.
“Selama tinggal di sini, anggap rumah sendiri dan selamat beristirahat. Akan aku ambilkan selimut lagi.” Ucap si kakek berjalan pergi.
“Kenapa hanya ada satu kamar?” kata Woo Hyun Yoo Jung juga terlihat gugup karena hanya ada satu kamar.
“Katanya tinggal satu kamar jadi Tak ada pilihan lain.”kata Yoo Jung lalu masuk kamar lebih dulu. 



Yoo Jung akhirnya membuka bajunya dan Woo Hyun makin terlihat gugup dalam ruangan hanya berdua lalu menjelaskan kalau bukan sengaja menciptakan situasi ini jadi meminta agar jangan salah paham. Yoo Jung pikir  akan semakin salah paham kalau Woo Hyun meninggalkan sendirian.
“Kalau begitu,Apa tak apa kita tidur di sini bersama?” kata Woo Hyun. Yoo Jung menganguk. 

Keduanya duduk bersama dengan pakaian tidur, Woo Hyun membahas ketika orang sedang jatuh cinta pasti akan mengungkapkan perasaanya dan bertanya apakah Yoo Jung tahu alasanya. Yoo Jung mengaku tak tahu.
 “Ketika jatuh ke dalam sesuatu, maka menggali dalam dan berada di dasar.” Ucap Woo Hyun
“Kalau menggali ke dalam seseorang, maka sisi buruk orang itu, akan ditemukan juga.”kata Yoo Jung
“Tapi walau demikian, jangan saling membenci dan menjauh. Semoga kita bisa selalu saling mempercayai.” Pinta Woo Hyun. Yoo Jung menganguk.
“Aku ingin memberimu sesuatu... Selama ini hanya akubawa... Ini milik ibuku... Cincin pernikahan ibu dan ayahku. Untuk diberikan saat kutemukan orang yang kusukai. Apa Kau mau coba?” tanya Yoo Jung membawa sebuah kotak cincin.
Mereka pun mencoba masing-masing cincin di jari manis dan terlihat sangat pas. Yoo Jung pun merangkul Woo Hyun sambil bersadar di bahunya menurutnya Di drama atau film, sepertinya belum pernah ada momen seperti ini tepat sebelum tidur bahkan wanita yang melakukan.
“Ya, kau biarkan wanita yang melakukannya.” Ejek Yoo Jung lalu melihat tanganya yang terlihat cantik.
“Ada yang ingin kukatakan padamu.” Ucap Woo Jung menatap Yoo Jung, Yoo Jung bertanya apaka ini sesuatu yang serius.
“Bagiku sangat sulit untuk kukatakan.”akui Woo Hyun. Yoo Jung pikir kalau memang serius lebih baik bicara besok saja.
“Hari ini, kita bicara yang asyik dan menyenangkan..” kata Yoo Jung lalu bersandar kembali pada bahu Woo Hyun.
“Besok kau ingin melakukan apa?” tanya Woo Hyun. Yoo Jung memikirkanya dan bertanya balik apakah Woo Hyun akan menuruti keinginannya.

“Kalau begitu aku ingin coba yang belum pernah. Bagaimana Memancing?” ucap Yoo Jung. Woo Hyun ingin tahu Lalu apalagi.
“Apa Kau pernah coba zip line? Yang meluncur ke bawah? Besok kita lakukan itu.” Kata Yoo Jung
“Besok, aku akan mengawalmu seperti ratu. Percayakan dirimu padaku.”ucap Woo Hyun bangga.
“Apa? Ratu? Astaga.... Tapi aku putri...” ejek Yoo Jung. Woo Hyun menatap Yoo Jung dan akhirnya menciumnya.
Bersambung ke episode 10


 Udah baca tulisan sinopsis aku 'kan.. hihihi... 
Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe akhir tahun ini 

Cek My Wattpad... Stalking 



Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar