PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Senin, 10 Desember 2018

Sinopsis Fluttering Warning Episode 11 Part 2

PS : All images credit and content copyright : MBN

Yoo Joon makan malam bersama dengan CEO Han, Sung Hoon, Yoo Jung mengaku bukan orang yang istimewa. Tapi mengucapka terima kasih karne mereka yang  sudah meluangkan waktu untuknya. Ia pikir Hidangannya tak banyak jadi meminta agar mereka mulai makan.
“Dasar. Aku terharu.” Komentar CEO Han mengejek. Sung Hoon tiba-tiba memberikan sesuatu untuk  Yoo Joon.
“Kalau kau pulang di tengah masa belajar,maka ini kuambil lagi.” Kata Sung Hoon mengajak.
“Tak lama dia mungkin akan pulang menangis karena kesepian. Kenapa kau berikan padanya? Jangan berikan.” Ejek CEO Han. Yoo Joon setuju dengan CEO Han.
“Setelah kupikir-pikir, kurasa kau akan seperti itu, Ayo Kembalikan.” Kata Sung Hoon setuju.
“Kenapa kalian seperti ini? Kalian anggap apa pendirian seorang pria?” keluh Yoo Joon. Ketiganya tertawa karena bisa mengoda maknae. 


Saat itu terdengar bunyi bel rumah, Yoo Joon bergegas membuka pintu.  Yoo Jung dkk sedang mengejek Yoo Joon yang hanya membeli makan kudapan. Tuan Yoon masuk ruanga dengan gugup, Ketiganya kaget ternyata Yoo Joon membawa ayahnya datang.
“Yoo Jung.. Kabarmu baik, kan?” ucap Tuan Yoon gugup. Yoo Jung tak menjawab hanya diam saja. Akhirnya Sun Hoon menyapa ayah Yoo Jung.
“Kau teman Yoo Jung, Sung Hoon, kan? Benar. Kau masih sama seperti waktu masih pelajar. Aku datang ke sini karena anakku akan sekolah ke luar negeri. Jadi sebagai ayah...” kata Tuan Yoon.
“Ini Sudah benar... Benar sekali ayah datang.” Kata CEO Han lalu menyuruh Yoo Joon agar duduk bersama dengan ayahnya.
“Pasti repot untuk datang ke sini, kan? Terima kasih jauh-jauh sudah datang.” Kata CEO Han ramah.
“Bukankah kita sudah sepakat, seumur hidup tak saling menunjukkan wajah?” ucap Yoo Jung sinis. CEO Han langsung memarahi Yoo Jung.
“Aku sudah melihat wajah Yoo Joon, jadi aku pamit dulu.” Ucap Tuan Yoon akan bergegas pergi. CEO Han meminta agar Tuan Yoon makan bersama.  Sung Hoon pun akan mengantar pulang.
“Noona, kau kenapa?! Aku yang mengundang ayah. Sebelum pergi, aku ingin makan bersama keluarga. Kalau aku tak ada, bukankah ayah yang akan menjagamu?” ucap Yoo Joon marah. Yoo Jung hanya diam saja. 


Reporter Nam melihat Reporter Jooo tak pernah minum alkohol tapi sekarang malah minum banyak sekali dan ingin tahu ada masalah apa. Reporter Joo mengaku tak bisa minum tapi memang tak boleh minum karena harus bersiaga agar dapat bekerja dan menghasilkan lebih banyak berita.
“Kenapa orang yang berpikiran begitu mendadak bersikap seperti ini?Ini Menakutkan.” Ungkap Reporter Nam
“Aku belum hidup terlalu lama, tapi selama ini bagaimana cara hidupku? Kalau kuingat kembali, aku hanya ingat bekerja setengah mati memeriksa latar belakang orang.” Ungkap Reporter Nam sedih
“Tunggu Sebentar. Kau hidup hampir tiga puluh tahun. Apa Tapi tak ada satu pun kenangan indah?” tanya Reporter Nam.
“Tak ada... Kenanganku hanya yang diciptakan Yoon Yoo Joon untukku dua bulan terakhir ini. Dari yang kuperhatikan selama ini, masa depan dan masa lalumu agak suram.” Akui Reporter Joo
“Kehidupanmu memang sangat keras.” Komentar Reporter Nam ikut sedih
“Benar. Menjalani kehidupan seperti itu, menggali kehidupan asmara orang lain berpikir akan mendapat bonus dari ketenaran mereka. Apa maknanya?” keluh Reporter Joo
“Kau kenapa? Seolah sudah menjalani seluruh hidupmu.” Komentar Reporter Nam heran.
“Entahlah. Mendadak aku malas melakukan apapun. Aku bahkan malas bernafas... Yoon Yoo Joon akan sekolah ke luar negeri.” Kata Reporter Joo sedih
“Sudah kuduga hal seperti ini... Kau bukan pegas,kalau ingin kau lontarkan, lontarkan perasaanmu tanpa emosi.” Tegas Reporter Nam
“Reporter Nam, jangan menambah penderitaanku. Saat ini rasa percaya diriku sudah jatuh sampai ke dasar.” Komentar Reporter Joo
Reporter Nam mengeluh temanya itu memilikir rasa percaya diri yang kecil. Menurutnya walaupun tak pantas menyukai Yoon Yoo Joon. Reporte Nam terlihat marah dianggap Tak pantas apanya. Reporter Nam pikir  Orang tak berhak menyukai orang lain.
“Kau bahkan tak bisa melihat orang yang paling dekat denganmu.” Ucap Reporter Nam seperti menyukai rekan kerjanya.
“Kalau usiaku dua puluh tahun kurasa aku bisa melakukan apa saja. Tapi, serius... Waktu sangat kejam.” Keluh Reporter Joo. Reporter Nam juga sama dan saling minum tanpa peduli. Reporter Joo mengeluh karena hanya semakin tua.


Sung Hoon berjalan sendirian terlihat sangat galau dengan keadaanya, karena pengakuan hatinya malah hubungan dengan Yoo Jung tak seperti dulu. Sementara Yoo Jung dan CEO Han memilih untuk minum bersama, lalu Yoo Jung membahas tentang keputusan Yoo Joon patut dikagumi tapi juga merasa khawatir.
“Aku Tak bisa menjadi ibu yang baik untuknya gara-gara masalahku sendiri. Aku merasa bersalah.” Ungkap Yoo Jung
“Tak perlu khawatirkan Yoo Joon. Dia sudah dewasa, bahkan mengundang ayahmu karena mengkhawatirkanmu.” Komentar CEO Han
“Kenapa dia melakukan hal yang tak diminta?” keluh Yoo Jung, CEO Han menatap serius Yoo Jung.
“Bukankah kini sudah saatnya kau maafkan ayahmu?” ucap CEO Han
“Hatiku tak seperti itu, tapi waktu melihat wajah ayahku, aku selalu teringat ibuku yang malang. Jadi aku sangat marah seperti dulu” akui Yoo Jung.
“Benar. Itu hatimu. Tapi bagaimana kalau buka hatimu sedikit lagi? Aku mengantar ayahmu pulang, dia sudah semakin tua.” Saran CEO Han. Yoo Jung mengaku akan mulai mencobanya.
“Tak usah terburu-buru. Lalu Apa Kau sudah akhiri hubunganmu dengan Cha Woo Hyun?” tanya CEO Han.
“Aku masih merasa kesulitan. Tapi Aku takkan memikirkan apapun.”akui Yoo Jung
“Ya, karena pekerjaan sudah mulai masuk, maka kita bereskan dan selesaikan semuanya.” Jelas CEO Han
“Setelah Yoo Joon berangkat maka aku ingin mulai bekerja.” Kata Yoo Jung. CEO Han pun setuju.



Reporter Nam akhirnya mengendong Reporter Joo mengeluh semakin kurus temanya berpikir ini karena kelaparan atau tak bisa makan.  Reporter Joo yang mabuk meminta agar temanya diam saja dan segera jalan.
Seong Ho menelp Woo Hyun memberitahu sudan membuat jadi rumor maka akan tersebar di internet. Woo Hyun mengerti,  Seong Hoo pikir Berita ekslusif sebesar ini, satu hari pasti sudah cukup tapi ada sesuatu yang harus diberitahu Woo Hyun.
“Tapi, Woo Hyun... Salah satu korban kebakaran bernama Seo Yeong Hee.” Ucap Seong Ho. Woo Hyun mengerti.
“Putri korban tersebut...Ahh... Sudahlah. Kita bicarakan nanti... Kau Beristirahatlah.” Ucap Seong Ho merasa tak perlu memberitahu.
Saat itu Woo Hyun baru pulang melihat sosok Yoo Jung di TV, seperti mengingatkan kenangan masa lalunya. 

Hye Joo sedang ada di dalam pesawat sambil meminta segelas wine. Sek memberitahu kalau Setibanya di Seoul, ada rapat dengan ketua. Tiba-tiba tak sengaja pramugari menjatuhkan tetasan wine ke tangan Hye Joo, Hye Joo langsung marah.
Pramugari lain mencoba mengambil tissue dan membantu membersihkan tangan Hye Joo. Hye Joo yang angkuh makin marah dan menyuruh pergi.
Pramugari terus meminta maaf dan saat itu Jung Suk melihat tingkah Hye Joo yang duduk di kursi belakang. 

Yoo Jung sedang melamun dalam rumahnya, CEO Han masuk memberikan sebuah lembaran. Yoo Jung bertanya apa ini,  Yoo Jung mengaku sebagai iklan untuk gaun Desainer Charman karena Tahun lalu Yoo Jung sebagai modelnya dan ingin menggunakannya lagi.
“Ya. Aku bersyukur...” ucap Yoo Jung seperti tak begitu semangat.
“Syutingnya di tokonya dua minggu lagi.” Kata CEO Han. Yoo Jung kaget tahu kalau Dua minggu
“Tapi Baik, aku akan bersiap.” Kata Yoo Jung lalu pamit untuk masuk ke dalam kamarnya. 

Malam hari, Yoo Jung masuk ke dalam kamar adiknya yang tertidur. Sambil menarik selimut untuk Yoo Joon air matanya mengalir seperti tak ingin berpisah, setelah itu keluar dari kamar.
Yoo Joon terlihat tertidur membuka matanya, wajahnya juga terlihat gelisah dan berusaha tidur menutup wajahnya dengan selimut.  Yoo Jung menangkan diri dengan pergi ke tempat bongsai ibunya dan juga kursi dari Woo Hyun seperti hanya menjadi kenangan untuknya. 

Woo Hyun mengecek ponselnya, teringat yang dikatakan Seong Ho kalau Tak ada artikel yang muncul. Ia yakin Sepertinya Choego Group lebih dulu mendapatkan mereka. Woo Hyun ikut kebingungan.
Tuan Cha memanggil Tuan Kang masuk ruangan dengan wajah penuh amarah.  Tuan Kang masuk ruangan, Tuan Cha baru tahu kalau Woo Hyun menyebar informasi di media. Tuan Kang memberitahu kalau  Untuk saat ini tak ada yang menunjukkan ketertarikan.
“Mereka harus menghadapi Choego Group, jadi Takkan ada yang mau dengan mudah. Namun, beberapa kecoak kecil bisa membuat air beriak. Jadi Harus kita cegah sejak awal. Sekarang Hubungi Kepala Kim.” ucap Tuan Cha. Tuan Kang menganguk mengerti.
“Kepala Departemen Kang, Belakangan ini apa kau ada masalah? Kau tak seperti biasanya. Kau seharusnya memeriksa hal seperti ini lebih dulu.” Komentar Tuan Cha dengan nada marah. Tuan Kang hanya bisa meminta maaf. 


Yoo Joon sudah siap dengan koper keluar dari kamar. Yoo Jung seperti meminta agar Yoo Joon tak pergi. Yoo Joon hanya bisa tersenyum, Yoo Jung kesal melihatnya meminta agar berhati-hati dan menelpnya, sesampainya di sana.
“Noona, kau juga hati-hati sampai tujuan.” Ucap Yoo Joon mengoda.
“Kau tak tahu kapan aku akan mencarimu, jadi kau harus rajin. Mengerti?” kata Yoo Jung sedikit memukul adiknya, tapi sadar kalau tak boleh melakukanya.
“Tapi, noona. Apa Aku boleh membuat permintaan terakhir? Kau harus mengabulkannya. Kau harus Temui ayah walau hanya sekali.” pinta Yoo Joon. Yoo Jung hanya diam saja.
“Hei... Kau bisa ketinggalan pesawat... Ayo cepat pergi.”ajak CEO Han menarik Yoo Joon pergi. Yoo Jung tetap diam saja.

Hye In datang ke tempat Seong Ho dan merasa kalau sudah mengetahuinya. Seong Ho mengaku sudah pasti tahu. Hye In mengaku Kanghan Group sudah lama tertarik dengan Seong Ho jadi sengaja  memperhatikannya.
“Kau juga harus memperhatikan dirimu sendiri.” Balas Seong Ho sinis.
“Kudengar kau orang yang sangat tenang, Kim Seong Ho.” Komentar Hye In. Seong Ho mengaku sedang berencana menghadapi seseorang dengan tenang.
“Kasus penipuan keuangan H Electronic dulu, apa kau ingat?” ucap Hye In. Seong Ho hanya bisa terdiam. 

Woo Hyun datang ke restoran Tuan Yoon terlihat bisa makan dengan lahap. Tuan Yoo pikir kalau Woo Hyun Belakangan ini banyak mengalami kesulitan, Woo Hyun mengelak, mengaku tak ada banyak masalah. Tuan Yoon ingin tahu Kapan harus bersaksi untuknya.
“Seong Ho akan menghubungiku soal itu.” Kata Woo Hyun. Tuan Yoon binggung siapa Seong Ho tapi akhirnya menganguk mengerti.
“Apa Kau sama sekali tak bertemu nona itu lagi?” tanya Tuan Yoon penasaran. Woo Hyun menganguk.
“Apa Kalian sudah benar-benar putus?” tanya Tuan Yoon, Woo Hyun ingin tahu pendapat Tuan Yoon mengenai nona itu
“Aku, kalau kau suka padanya maka aku suka padanya.” Ucap Tuan Yoon. Sementara Woo Hyun tak tahu dengan perasaanya sekarang.
“Terlalu banyak yang harus kuselesaikan lebih dulu.” Kata Woo Hyun merasa masalah tak berhenti untuknya.
“Woo Hyun... Kau harus bersama dengan seseorang yang selalu dapat kau lindungi dalam kondisi apapun.” Kata Tuan Yoon. 


Saat itu Yoo Jung dengan gugup akan datang menemui ayahnya, tapi wajahnya kaget melihat Woo Hyun ada di restoran ayahnya. Ia panik bertanya-tanya kenapa Woo Hyun ada disana ayahnya.
“Apa Mereka saling kenal? Aku tak mengerti.” Ucap Yoo Jung pulang kerumah dengan wajah kebingungan.
Akhirnya Ia menelp adiknya karena penasaran, ingin tau apakah selamat sampai di sana. Yoo Jung mengaku baik-baik saja dan mengeluh karena  mengkhawatirkannya padahal kakaknya itu yang lebih baik mengkhawatirkan dirinya.
“Jangan khawatir. Aku akan kerja keras dan segera pulang.” Ucap Yoo Joon. Yoo Jung berpesan agar ayahnya Jangan telat makan dan makan teratur dan mengancam kalau kurus nanti saat bertemu.
“Noona, berdamailah dengan ayah dan hidup saling bergantung. Maka hatiku akan merasa lebih tenang.” Rengek Yoo Joon.
“Yoo Joon, apa kau pernah membicarakan atau memperkenalkan Woo Hyun pada ayah?” tanya Yoo Jung penasaran.
“Ayah takut padamu, mana mungkin kulakukan?< Kau selalu marah tiap kali ayah disebut, jadi...” ucap Yoo Joon, Yoo Jung bisa mengerti dengan wakah kesal
“Kau mulai mengomel... Lupakan saja. Kenapa kau mengomel? Aku harus membongkar barangku.” Keluh Yoo Joon. Akhirnya Yoo Jung menyudahi telp adiknya. 


CEO Han masuk rumah mengeluh karena Yoo Jung  tak menjawab teleponnya bertanya apakah tadi pergi.  Yoo Jung mengaku pergi mencari udara segar. CEO Han meminta agar memBeri tahu kalau akan pergi jadi Jangan membuat mengkhawatirkannya. Yoo Jung mengerti.
“Eonni. Apa kau pernah menceritakan ayah pada Woo Hyun?” tanya Yoo Jung. CEO Han mengaku tidak dan ingin tahu alasan bertanya.
“Karena tadi Yoo Joon telepon dan terus membicarakan ayah dan Woo Hyun” kata Yoo Jung beralasan.
“Bukankah Cha Woo Hyun kini tak ada hubungannya denganmu? Dan kenapa Yoo Joon mengatakannya?” ucap CEO Han curiga.
“Yoo Joon sangat menyukai dan mengagumi Woo Hyun.” Ucap Yoo Jung. CEO Han yakin pasti itu alasannya.
“Apa Kau ke sini karena aku tak menjawab teleponmu?” tanya Yoo Jung. CEO Han membenarkan.
“Maaf. Lain kali kujawab... Eonni, hari ini aku sangat lelah. Boleh aku masuk beristirahat?” ucap Yoo Jung, CEO Han pun membiarkan masuk.
“Dia tak mungkin masih bertemu dengan Cha Woo Hyun, kan?” pikir CEO Han. 


Yoo Jung duduk di kamarnya memikirkan tentang ayah dan juga Woo Hyun. Ia berpikir kalau Woo Hyun kenal ayah atau ayahnya yang kenal dengan Woo Hyun menurutnya tak masuk akal.
“Ayah... Ini Benar-benar membingungkan.” Ucap Yoo Jung kebingungan.
Woo Hyun duduk diam diruanganya, teringat kembali dengan ucapan Tuan Yoon “Kau harus bersama dengan seseorang yang selalu dapat kau lindungi, dalam kondisi apapun.” Sebelum pergi Yoo Joon menelpnya dengan nada serius.
“Hyung, aku Yoo Joon.. Aku akan sekolah ke luar negeri. Sementara noona akan sendirian. Dia sangat merindukanmu. Apa kau bisa membantuku menjaganya? Aku mohon padamu, Hyung.” Kata Yoo Joon. 

Yoo Jung sudah siap dengan make up dan juga rambutnya, tapi wajahnya terlihat gelisah. Pegawai akan membawakan gaun yang akan dipakainya. Woo Hyun menelp Joo Won ingin tahu Yoon Yoo Jung di mana dan akhirnya mengemudikan mobilnya. 
Yoo Jung sudah mengunakan gaunya, So Ra memuji Yoo Jung cantik dan  berkomentar kalau hanya tinggal menikah sungguhan. Joo Won memperingati Yoo Ra kalau akan tak bicara seperti itu. So Ra dan lainya memuji saja tanpa banyak komentar lain kalau seperti dewi.

Hye Joo memakain gaun pengantin dan bertanya pada sekertarisnya,  Sek mengaku kalau cocok sekali untuknya. Pegawai pun memuji kalau sangat cocok untuk pengantin wanita. Hye Joo meminta agar menonjolkan garis punggungnya sedikit lagi.
“Baik. Kalau begitu kami harus menyesuaikannya lagi.” Ucap pegawai.  Hye Joo meminta agar segera melakukanya dengan nada sinis.
“Kalau begitu kita pindah ke ruang selanjutnya.” Kata pegawai. Hye Joo mengerti. 


Saat dilorong, Hye Joo dan Yoo Jung tak sengaja bertemu. Yoo Jung berusaha mengabaikanya tapi Hye Joo malah menahan tanganya, ingin tahu pendapat tentang penampilannya karena Woo Hyun memilihkanya. Yoo Jung kaget dan sempat tak peduli.
“Apa Woo Hyun tak memberitahumu? Kukira dia sudah memberitahumu. Aku mengatakan yang tak semestinya kukatakan. Apa Perlu kukatakan padamu?” ucap Hye Joo sengaja ingin membuat Yoo Jung marah
“Tidak. Aku akan dengar langsung dari Woo Hyun.” Kata Yoo Jung menahan tangis dan melangkah pergi.
“Aku belum selesai bicara!” ucap Hye Joo marah, Yoo Jung meminta agar melepaskan tanganya.
“Kang Hye Joo! Lepaskan aku!” ucap Yoo Jung marah, Hye Joo langsung mendorongnya dan akhirnya Yoo Jung terbentur di dinding.
So Ra dan Joo Won panik melihat Hye Joo,  saat itu Woo Hyun datang melihat keduanya. Yoo Jung kaget berpikir kalau Woo Hyun datang untuk menemani Hye Joo yang sedang melakukan fitting baju pengantin.
Bersambung ke episode 12

Udah baca tulisan sinopsis aku 'kan.. hihihi... 
Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe akhir tahun ini 

Cek My Wattpad... Stalking 



Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted

Tidak ada komentar:

Posting Komentar