PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Minggu, 23 Desember 2018

Sinopsis Clean With Passion For Now Episode 7 Part 2

PS : All images credit and content copyright : JBTC
Oh Sol tak bisa tidur lalu membuka kembali sebuah kotak dan melihat medali ditanganya.
Flash Back
Saat Kompetisi Atletik SMP, Oh Sol masuk kamar ganti menyapa teman-temanya lalu membuka loker melihat ada 3 Panggilan Tidak Terjawab, setelah itu menelpnya dan kaget mengetahui tentang ibunya.

Oh Sol memakai jaket berteriak memanggil Ibu, Di tempat reruntuhan sudah banyak para demo yang dibawa pergi dengan ambulance. Seperti korban mulai berjatuhan, Oh Sol melihat ibunya sudah dibawa tandu dengan alat bantu oksigen, wajahnya panik dengan ayah ada disampingnya, lalu medali yang dipegang ibunya terjadi.
Oh Sol mengingat semua kenangan ibunya sebelum meninggal, lalu membuka kembali album foto saat dirinya masih kecil dan pernah menjadi seorang atlet. 


Oh Sol keluar rumah pagi hari kaget melihat sosok pria dengan dandan jas didepan rumah lalu bertanya Siapa orang itu apakah itu orang yang dikenal. Choi Gun sudah memakain setelah jas mengejek kalau Oh Sol mungkin  mengenalnya.
“Wah, Daebak... Apa hari ini hari istimewa? Apa kau mau pergi ke suatu tempat?”ucap Oh Sol penuh semangat.
“Ada sesuatu yang harus diurus.” Kata Choi Gun, Oh Sol ingin tahu  Dalam rangka apa, Sampai berdandan rapi.
“Kau mau mengakui persaaan pada cinta pertamamu.” ucap Oh Sol dengan wajah penuh semangat. Choi Gun mengaku bukan seperti itu.
“Ayolah, jangan berbohong... Kenapa kau tak berdandan seperti ini sebelumnya? Kau harus berani dan mengungkapkan perasaanmu, mengerti? Kau pria yang baik, jangan khawatirkan apapun... Hwaiting!” kata Oh Sol lalu pamit pergi lebih dulu karena  sudah terlambat.


Oh Sol berjalan menaiki tangga gedung berpikir kalau Pakaian membuat pria tampak berbeda lalu tak sengaja bertemu dengan Sun Kyeol. Suasana kembali canggung, Oh Sol pun menyuruh Sun Kyeol jalan lebih dulu, tapi Sun Kyel pikir Oh Sol saja yang duluan. Oh Sol akan pergi tapi Sun Kyeol menahanya.
“Kenapa? Apa Ada sesuatu yang ingin dikatakan?” ucap Oh Sol dengan nada tinggi. Sun Kyeol terlihat gugup untuk bicara.
“Jika yang kukatakan waktu itu menyakiti perasaanmu, maafkan aku.” Akui Sun Kyeol
“Yang mana? ApaTentang kau tak tertarik berkencan? Kupikir kita sudah menyelesaikan semuanya Dan aku bilang kepadamu kita sudah impas. Aku tak ingin berkencan, terutama seseorang sepertimu.” Tegas Oh Sol
“Ya, benar... Kau bilang itu, tapi... Gi O Sol.. Apa kau benar-benar berpikir... aku itu menjengkelkan?” kata Sun Kyeol memastikan.
“Ya, kau menjengkelkan. Orang yang bermain dengan perasaan orang lain sangat menjengkelkan menurutku. Jika tak ada lagi yang harus kau katakan, aku bisa pergi duluan, kan?” ucap Oh Sol lalu melangkah pergi. Sun Kyeol hanya bisa menghela nafas. 




Sek Kwon melihat Sun Kyeol memberitahu kalau Air shower sudah diperbaiki dan akan berada di ruanganya jadi bisa menghubungi jika butuh sesuatu. Sun Kyeol memanggil Sek Kwon lalu keduanya duduk di dalam ruangan dan terlihat sangat serius.
“Ini...ini bukan tentangku. Ini kisah temanku.”akui Sun Kyeol. Sek Kwon seperti tak percaya kalau itu Temannya.
“Ya, dia tinggal di Amerika. SeK Kwon  mungkin tak kenal, Dia tinggal di Minnesota. Aku mengenalnya tahun lalu.” Cerita Sun Kyeol menyakinkan. Sek Kwon mengerti.
“Pokoknya, teman aku itu hampir tak punya pengalaman berkencan. Kau sudah menikah, dan juga seorang wanita. Kupikir kau akan tahu lebih banyak tentang bagaimana perasaan wanita.” Ucap Sun Kyeol
“Aku mengerti maksudmu, lanjutkan ceritanya.” Kata Sek Kwon.
“Lalu suatu hari, temanku menyadari ada wanita yang tak bisa lepas dari pikirannya.” Akui Sun Kyeol mengingat kenangan dengan Oh Sol. 

Flash Back
Sun Kyeol pertama kali bertemu dengan Oh Sol ketika menjadi petugas sampah dengan kepala kuda dan menyadari kalau dibalik topeng adalah wanita. Sun Kyeol pun pernah melihat Oh Sol bertemu dengan Do Jin sebagai model home shopping.
“Ayo jujur. Ini lebih baik daripada pekerjaan pembersihan.” Ucap Do Jin merendahkan. Sun Kyeol melihat Oh Sol yang patah hati padahal sangat menyukai Do Jin.
Oh Sol yang mabuk melihat Sun Kyeol yang terluka dan yakin Pasti sakit. Setelah itu mereka bertemu karena Oh Sol menjadi karyawanya, dan Oh Sol yang berlari menemui Sun Kyeol akan menumpang di mobil.
“Dia merasa hidup di dunia yang sangat berbeda dari dirinya.” Ucap Sun Kyeol
Oh Sol yang mabuk mengajak Sun Kyeol untuk minum ronde kedua, Sun Kyeol pun panik melihat Oh Sol yang ingin muntah dimobilnya. Oh Sol pun berani mencium Sun Kyeol untuk menyakinkan Do Jin kalau mereka pacaran.
“Dia tak paham, dan dia pun tak ingin memahaminya.”
Oh Sol yang bermain air, dan Sun Kyeol tersenyu melihatnya. Sun Kyeol tanpa mengunakan sarung tangan menyelamatkan Oh Sol yang akan terjatuh. Ia pun tahu kalau Oh Sol yang mengaku menyukai Sun Kyeol
“Pertemuan pertama kami bukanlah yang menyenangkan, tapi sejak itu, Aku selalu berpikir, dia adalah orang yang baik.”akui Oh Sol, Sun Kyeol mendengar pengakuan Oh Sol seperti tak percaya.
Sun Kyeol dengan wajah panik menyelamatkan Oh Sol yang berkerja di rumah pelaku kriminal. Ia pun memastikan dengan dengan menyentuh tangan Oh Sol serta menciumnya untuk memastikan sesuatu.
“Tapi pada titik tertentu, dia mulai punya perasaan padanya.” 



“Dia bertekad untuk mengkonfirmasi perasaannya padanya dan bahkan menciumnya, tapi dia tak punya keberanian untuk membawa dia ke langkah berikutnya. Dia tak tahu apa yang harus dilakukan karena ini pertama kalinya baginya.” Cerita Sun Kyeol
“Itu mungkin karena dia belum pernah berkencan dengan siapa pun sebelumnya. Kemudian, dia meminta maaf padanya, tapi perasaan wanita itu sudah terluka. Dan sekarang, dia bahkan tak tahu harus berbuat apa.” Akui Sun Kyeol
Sek Kwon hanya menatapnya, Sun Kyeol heran hanya menatapnya seperti itu. Sek Kwon sudah tahu kalau itu tentang Sun Kyeol sendiri lalu berkomentar kalau Teman Sun Kyeol itu sepertinya tak mudah dimengerti. Sun Kyeol terlihat binggung.
“Maksudku, apa dia tak menonton drama TV? Oh, kukira dia tak bisa menonton karena tinggal di Amerika... Bagaimanapun, apa yang dia lakukan itu buruk. Kenapa meminta maaf sesudah berciuman?” keluh Sek Kwon
“Tidak, permintaan maaf itu bukan tentang ciuman itu sendiri. Situasi keseluruhan adalah...” kata  Sun Kyeol membela diri
“Itu Sama saja.” Tegas Sek Kwon. Sun Kyeol pun ingin tahu apa yang harus dilakukan temanya itu.
“Dia harus mengungkapkan perasaannya padanya.” Ucap Sek Kwon. Sun Kyel binggung harus mengungkapkan perasaannya. 

Joo Yeon pergi ke ballroom kampus, membagikan minuman pada peserta yang akan masuk ruangan. Ia sudah mendengar dosen hari ini adalah seseorang yang sangat terkenal, bahkan muda dan tampan, lalu bertanya Apa dia punya pacar dan berpikir masih lajang karena sibuk belajar
“Siapa kau?” ucap si wanita yang bingung tiba-tiba melihat Joo Yeon berdiri disampingnya.
“Aku? Aku sukarelawan.” Akui Joo Yeon lalu sibuk merias wajahnya. Salah satu mahasiswa berteriak Daniel yang sudah datang dan langsung mengerubunginya.
“Aku belum memberi kuliah seumur hidupku... Aku gugup..”ucap Choi Gun. Joo Yeon melihat Daniel adalah tetangga Oh Sol hanya bisa melonggo. 

Dong Hyun menyuruh Young Sik, untuk mengisi ember dengan air. Oh Sol pikir akan melakukannya lalu berjalan sendirian,  Saat berjalan teringat kembali yang dikatakan Sun Kyeol padanya.
“Maaf, tapi aku tak tertarik untuk berkencan. Saat ini, aku tak ingin berkencan dengan siapa pun.” Ucap  Sun Kyeol
“Aku juga tak tertarik untuk berkencan. Terutama dengan pria seperti CEO” tegas Oh Sol
“Gi O Sol. Apa kau benar-benar berpikir aku itu menjengkelkan?” tanya Sun Kyeol
“Ya, menjengkelkan. Orang yang bermain dengan perasaan orang lain sangat menjengkelkan menurutku.”kata Oh Sol
Sementara disisi rumah sakit, Pasien Choi Gun bergaya seperti dokter menyapa Pasien, bahkan menyarakan harus berolahraga secara teratur. Setelah itu beberapa petuga masuk dengan wajah pank agar menemukan pasien yang baru kabur. Oh Sol melihat Pria yang pernah bertemu dirumahnya mengaku kalau sudah merawat Si Choi secara pribadi selama bertahun-tahun.
“Apa Kau mengunjungi seorang pasien di rumah? Dokter.. Kau spesialis bidang apa?” tanya Oh Sol.
“Aku...seorang neuropsikiatrist, Baek Bagsa.” Kata si pria.

Oh Sol melihat Tuan Baek yang bersembunyi dan beberapa pria berlari dilorong untuk menangkap seseorang.  Setelah para pria pergi, Oh Sol melihat Tuan Baek keluar dari ruangan lalu menyapanya karena pernah bertemu sebelumnya. Tuan Baek seperti lupa.
“Yah...Kau pernah mengunjungi pasienmu yang tinggal di atap rumahku. Jadi apa kau bekerja di sini?” ucap Oh Sol
“Maafkan aku... Aku sedikit terburu-buru.” Kata Tuan Baek ingin segera pergi.
“Aku minta maaf berkata begini, tapi aku punya banyak pikiran belakangan ini. Bisakah aku berbicara denganmu? Bisakah kau menganalisaku?” kata Oh Sol. Tuan Baek melihat banyak pria mengejarnya meminta maaf dan akan bertemu lain waktu.
Oh Sol binggung, Tuan Baek mencoba kabur tapi malah kena kepung da memperingatkan agar menjauh drinya. Seorang dokter dengan nafas terengah-engah bersyukur akhirnya menemukannya dan memperingatkan  jika mencuri pakaiannya dan berpura-pura menjadi dokter lagi lalu akan melaporkan ke polisi.
“Ini milikku! Aku dokter, dan kau pasien... Aku dokter, dan kalian semua pasien!” teriak Tuan Baek. Dokter mengeluh dengan sikap Tuan Baek lalu menyuruh untuk menangkapnya saja.
Tuan Baek akhirnya digotong untuk kembali ke bangsal. Oh Sol melonggo binggung karena ternyata Tuan Baek itu adalah pasien. Jae Min, Young Sik dan Dong Hyun baru datang di lorong hanya bisa melonggo melihat Tuan Baek digotong pergi.
“Apa Dia seorang pasien, bukan dokter? Lalu bagaimana dengan Si Atap?” ucap Oh Sol terlihat Shock 

Choi Gun sebagai Daniel memberikan presentasi diatas panggung, Joo Yeon melihat dari bangku terlihat sangat shock, pria yang dianggap pengangguran ternyata seorang dosen dan juga dokter.  Choi Gun bertanya Apa hal yang paling penting bagi anak muda akhir-akhir ini. Mahasiswa menjawab “Mendapatkan pekerjaan! Dapat nilai bagus! Pekerjaan!”
“Semua jawaban kalian benar... Nilai memang penting. Tapi jika kita meletakkannya dengan cara yang berbeda, hal yang paling penting bagi kita adalah peluang. Peluang untuk mendapatkan apa yang kita inginkan.” Ucap Choi Gun
“Seseorang mendefinisikan peluang seperti ini. "Tunggu waktu atau kesempatan yang tepat untuk melakukan sesuatu." Sederhananya, peluang adalah momen yang kita tunggu-tunggu. Tapi ketika momen itu akhirnya datang, kenapa kita sering ragu?” ucap Choi Gun. Joo Yeon tak bisa menahan perasaan memilih keluar dari ruangan. 

Joo Yeon menelp Oh Sol meminta agar datang ke sekolahnya sekarang karena Sesuatu yang tak bisa dipercaya terjadi di sini. Oh Sol binggung sementara Choi Gun masih memberikan presentasi didatas panggung.
“Itu karena kita takut gagal. "Bagaimana jika aku ditolak?" "Bagaimana kalau aku memperburuk keadaan?" Lebih baik Menyerah, kita berkata pada diri kita sendiri, "Kesempatan yang lebih baik akan datang." Tapi peluang yang hilang akan tetap ada dalam ingatan kita dan menghantui kita.” Ucap Choi Gun. 

Sementara Sun Kyeol berjalan di kantor mengingat yang dikatakan Sek Kwon kalau meminta agar membuat sebuah pengakuan.
Flash Back
“Sesudah ciuman, wanita itu pasti sudah menduga sebuah pengakuan yang tulus.” Ucap Sek Kwon
“Tapi bagaimana kalau ditolak? Maksudku... Apa yang akan terjadi sesudah pengakuan? Tak ada jaminan keduanya dapat tetap bersama. Jika dia menceritakan perasaannya, bukankah itu membuatnya tak bertanggung jawab?” ucap Sun Kyeol ragu
“Tentu saja, tak ada jaminan. Hati orang tak selalu dapat diprediksi.” Jelas Sek Kwon. Sun Kyeol pikir kenapa harus melakukanya.
“Tapi bukankah yang paling penting bagaimana perasaannya saat ini? Selama perasaannya benar pada saat ini, aku tak berpikir dia harus khawatir tentang apa yang akan terjadi di masa depan.” Kata Sek Kwon. 

Sun Kyeol akhirnya pergi ke ruangan tak sengaja bertemu dengan Dong Hyun karena tak melihat Oh Sol. Dong Hyun bertanya apakah Dong Hyuk tak pulang. Su Kyeol terlihat binggung malah balik bertanya apakah Dong Hyuk akan pulang dan apakah Yang lain sudah pergi.
“Ya. Kenapa? Apa Kau mencari seseorang?” tanya Dong Hyun. Sun Kyeol mengaku tak ada.
“Apa Gil O Sol  sdudah pergi juga?” tanya Sun Kyeol tak bisa menahanya rasa penasaran.
“Ya. Dia pergi sesudah berbicara dengan temannya di telepon.” Kata Dong Hyun. Sun Kyeol mengerti bersikap seolah tak peduli dan berjalan pergi.
“Temannya di Universitas Myungwon. O Sol bilang dia akan menemuinya di sana... Mungkin kau ingin tahu.” Ucap Dong Hyun lalu pamit pergi. Sun Kyeol hanya diam saja lalu bergegas pergi Universitas Myungwon.


Joo Yeon menunggu Oh Sol yang belum datang juga,  O Sol akhirnya datang bertanya apa yang terjadi. Joo Yeon mengeluh Oh Sol yang lama sekali karena akan sangat terkejut melihat siapa yang ada di sana. Oh Sol binggung saat dimasuk ke sebuah ballroom.
“Dalam mitologi Yunani, Caerus, putra Zeus, adalah personifikasi peluang, Rambut tebal di bagian depan kepalanya membuatnya lebih mudah bagi orang yang menemukan dia untuk menangkapnya. Tapi bagian belakang kepalanya yang botak, membuatnya mustahil untuk menangkapnya begitu dia lewat.” Ucap Choi Gun.
Oh Sol mengeluh karena Joo Yeon yang terus menariknya dan kaget melihat Choi Gun tetanganya yang diatap memberikan presentasi sebagai seoran dosen. Joo Yeon pun juga tak percaya kalau sipria atap ternyata seorang dokter.
“Juga, sayap di tubuhnya membantunya menghilang dari pandangan dengan cepat. Sesuatu yang tak bisa diraih sesudah lewat. Orang-orang Yunani menyebut ini sebagai "peluang". Dan Juga, istilah lain untuk peluang adalah "waktu".” Ucap Choi Gun.
“Seorang teman yang kukenal berkata padaku. "Waktu adalah Sesuatu yang akan sulit untuk dikendalikan. Jadi jangan terlalu memikirkannya dan bertindak ketika kau pikir itu waktu yang tepat." Mungkin kesempatan itu sangat sulit kita raih atau sebenarnya mungkin tepat di depan kita saat ini.” Kata Choi Gun menatap Oh Sol yang berdiri di depanya. 


Sun Kyeol mencoba menelp Oh Sol dan berharap agar bisa mengangkatnya sambil mengemudikan mobilnya dengan wajah gugup. Oh Sol seperti masih shock diluar gedung, Joo Yeon juga merasa Tak bisa dipercaya tapi itu memang sudah menjadi dugaanya.
“Dia terlalu tampan untuk seorang pecundang. Tapi Apa dia seorang dokter? Di atas itu, dia dari Rochester Clinic.” Ucap Joo Yeon tak bisa percaya.
Oh Sol melihat CEO Cha menelp tapi dibiarkan saja. Joo Yeon pikir  daripada tak melakukan apa-apa, lebih baik menyapa Choi Gun karena  ingin berbicara dengannya karena menurutnya sangat beruntung. Oh Sol tetap diam melihat ponselnya. Joo Yeon heran Oh Sol yang tak mengangkatnya.
“Gi O Sol, dimana kau sekarang?” tanya Sun Kyeol. Oh Sol balik bertanya apakah ada yang bisa dibantu.
“Tidak, bukan itu... Aku hanya ingin mengatakan sesuatu. Apa yang ingin kau katakan kali ini?” kata Sun Kyeol penuh semangat lalu melihat Oh Sol berdiri didepan gedung.
“Gi O Sol , tetap di sana. Jangan kemana-mana.” Ucap Sun Kyeol. Oh Sol menutup telpnya binggung dengan sikap Sun Kyeol karena berpikir bahkan tak tahu keberadaannya. 


Choi Gun akhirnya keluar melihta Oh Sol dan menghampirinya, Joo Yeon senang melihat Choi Gun Orang rumah atap sudah keluar padahal mengaku akan masuk ke dalam untuk menyapa. Choi Gun mengaku khawatir kalau sudah pergi. Sun Kyeol turun dari mobil melihat Oh Sol bicara dengan seorang pria.
“Si Atap... Maksudku... Dokter.. “ ucap Oh Sol binggung. Choi Gun yakin Oh Sol pasti Terkejut
“Tapi...aku juga tak berharap melihatmu di sini.” Kata Choi Gun. Oh Sol mengaku Sedikit...
“Ahh.. Tidak, sangat terkejut... Apa ini yang kau maksud rencanamu tadi? Bukannya mengungkapkan perasaan?” ucap Oh Sol. Choi Gun membenarkan.
“Tapi aku berpikir untuk mengakui cintaku juga. Jika aku melewatkan kesempatan ini, mungkin akan menyesalinya lagi. Itu kau, Oh Sol. Orang... yang ingin kulindungi.” Akui Choi Gun. Oh Sol binggung dan Sun Kyeol hanya menatap keduanya terlihat tak percaya. 


[Epilog]
Saat masih SD, Sun Kyeol yang pingsan diberi nafas buatan oleh Oh Sol bahkan memberikan CPR. Sun Kyeol akhirnya berhasil membuka mata dengan wajah binggung, Oh Sol melihat Sun Kyeol bangun berteriak gembira dan akhirnya melompat-lompat bahagia.
“Kau kembali hidup... Aku menyelamatkanmu. Aku menyelamatkan hidupmu!” jerit Oh Sol. Sun Kyeol hanya bisa melonggo binggung.
Bersambung ke episode 8

Udah baca tulisan sinopsis aku 'kan.. hihihi... 
Buat kalian yang suka membaca tulisan aku meminta dukungan dalam bentuk "Subscribe" You tube karena sedang mencoba mengumpulkan 1,000 Subscribe. 
Tinggal Klik disini, buat yang sudah Subscribe. Terimakasih banyak. Semoga bisa sampe akhir tahun ini 

Cek My Wattpad... Stalking 



Cek My You Tube Channel "ReviewDrama Korea"

PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09  & Twitter @dyahdeedee09  jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar