PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Selasa, 22 September 2015

Sinopsis Mrs Cop Episode 11 Part 1

Tae Yoo dengan pengacara Kim menemui seorang dari China dengan penerjemah untuk memberitahu bahwa Korea tidak sabar, karenanya harus bergerak cepat dan Semuanya akan siap pada bulan ini lalu pria itu akan segera mendapatkan produknya. Si pria membalas cepat memang bagus tapi mereka lebih perduli pada ketepatan
“Kami sudah melihat dokumennya, tapi kami ingin melihat sendiri lokasinya” tegas si pria china
“Bajingan-bajingan ini penuh dengan kecurigaan Beritahu mereka untuk pergi melihat-lihat kapanpun mereka mau” kata Tae Yoo tertawa mengejek
“Aku masih belum yakin dengan situasi keuangan Presdir Kang, aku perlu jaminan...Jaminan atas investasiku..” ucap si pria cina
“Katakan padanya, kalau aku menjamin uang pokoknya Keuntungannya akan hilang dan itu adalah aturan standar dari industri Mereka datang sendiri dengan menawarkan pinjaman uang kepadaku, Mengatakan bahwa mereka ingin memeriksa lokasi hanyalah sebuah alasan, tapi Mereka datang karena mereka tahu ada uang yang didapatkan” kata Tae Yoo yang sempat di tegur Pengacara Kim karena terlalu berani
Tae Yoo malah menyuruh pengacara Kim untuk tidak melangkah terlalu jauh dan  menunggu saja, lalu ia sudah memesan restoran jadi mereka bisa makan bersama. Pria china itu pun meminta Tae Yoo sabar, Tae Yoo menegaskan akan mengirimkan yang sudah dijanjikan tapi kalau pria itu masih cerewet lebih baik mengusirnya saja. Pria China melihat Tae Yoo yang penuh keberanian seperti yang disukainya, Tae Yoo tertawa ternyata pria itu bisa menilai seseorang. Akhirnya si pria China setuju untuk berkerja sama dan saling berjabat tangan. 


Di tempat penampungan mobil bekas
Jin Woo heran melihat Do Young yang lebih banyak diam dibanding sebelumnya, Do Young mengakui berharap sesuatu terjadi karena pengintaian kali ini membuatnya sangat lelah. Jin Woo melihat Do Young bosan jadi lebih baik bertanya saja seperti biasanya. Do Young terlihat tak senang, akhirnya Jin Woo pun yang memilih untuk bertanya. Tapi Jin Woo malah diam, Do Young menagih pertanyaan yang ingin ditanyakan oleh rekan kerjanya.
“Kau tidak menyukaiku, benarkan?” ucap Jin Woo, Do Young langsung menyangkal.
“Aku telah menjadi detektif selama 5 tahun. Kau tidak bisa membodohiku dengan ekspresi seperti itu. Kenapa kau sangat membenciku?” kata Jin Woo
“Apa kau selalu melihat dunia dengan dua sisi? Hanya karena aku tidak menyukaimu, apakah artinya aku membencimu? Ayolah, kau bukan anak-anak” keluh Do Young
“Bukankah kau yang bilang, di divisi kejahatan kekerasan hanya ada sunbae dan hobbae saja?” balas Jin Woo, Do Young mengejek karena hanya itu saja pertanyaan yang diajukan Jin Woo.
“Makanan apa yang kau suka?” tanya Jin Woo, Do Young menjawab semuanya kecuali stew anjing dan stew lele
Jin Woo bertanya pria seperti apa yang disukai oleh Do Young, mendengar pertanyaan Jin Woo terdengar seperti menginterogasinya. Jin Woo beralasan itu sudah menjadi kebiasanya. Do Young pun ingin balik bertanya, makanan apa yang disukainya, Jin Woo dengan santai menjawab Stew ikan lele.
Do Young kesal karena makanan yang tak disukainya tapi disukai oleh Jin Woo, lalu bertanya lagi wanita seperti apa yang disukainya. Jin Woo dengan cepat menjawab “Kim Tae Hee” Do Young kembali mengeluh bukan artis yang dimaksud tapi Tipe wanitanya.
Jin Woo santai  menjawab wanita yang cantik, Do Young kesal jadi menurutnya semakin mengenalnya Jin Woo itu terlihat tidak punya solusi, tidak punya rencana, tidak menyenangkan dan tidak punya segalanya. Jin Woo pun menambakan ia juga tak memiliki uang.
Do Young mengejek Jin Woo itu bahagai walaupun tak punya apapun. Jin Woo melihat sebuah mobil putih keluar, keduanya langsung memasang sabuk pengaman dan siap mengikutinya. Do Young langsung mencari tahu plat nomor yang dilihatnya. 
Mobil itu menuju ke sebuah tempat penampungan lain dan beberapa montir langsung menganti plat nomor setelah mobil masuk. Di kantor, Jin Woo memberikan penjelasan dengan hasil pengintaianya.

“Mobil-mobil curian itu mayoritas dijual ke negara Rusia, Cina dan Timur Tengah Diantara negara-negara itu, yang terbesar adalah Cina, Kelompok yang bekerja dibalik ekspor ilegal ini sangat terorganisasi dan Organisasi itu memiliki tim yang menawarkan mobil curian, lalu Tim yang memalsukan dokumen kepemilikan mobil dan Tim yang mengekspor mobil-mobil curian. Presdir dari perusahaan yang mengawasi ekspor hanyalah nama dikertas saja Tapi orang yang sesungguhnya berada di balik ini semua adalah Jang Pyung Park.” jelas Jin Woo
“Menyelidiki suplier dan tim pemalsu dokumen tidak akan menghasilkan apapun, Pelaku utamanya adalah anak buah Jang Pyung Park.” ucap Jae Duk
“Apa kau sudah mengetahui identitas aslinya dan lokasi keberadaannya?” tanya Young Jin
“Masalahnya adalah, tidak ada yang tahu nama aslinya Dia orang yang sangat berhati-hati. Tidak ada yang pernah melihat wajahnya.” jelas Jin Woo
“Kalau kita tidak bisa menuntutnya, kita hanya akan menghancurkan cabangnya saja, Kita harus mempertaruhkan semuanya dan mencari tahu siapa dia sebenarnya Dengan begitu, kita bisa mencabut semua akarnya, Kalian mengerti apa maksudku kan?” ucap Young Jin
Setelah itu Jae Du melaporkan tentang pengintaian Presdir Kang Tae Yoo yang ternyata hanya lulusan SD. Dulunya gangster dan sekarang pebisnis terkenal, Dimula memulai usaha distribusi, lalu kontruksi kemudian makanan serta bisa meminjam uang darinya.  Sew Won rasa mereka harus meminta bantuan dari tim keuangan dan intelejen untuk menganalisa jalur uangnya.Young Jin menegaskan Jong Ho bisa membantu dalam hal ini karena punya koneksi lalu meminta timnya untuk berhati-hati karena apabila mereka tertangkap saat sedang mengintai maka mereka bisa mendapat masalah. 

Kepala Yum menandatangi berkas menurutnya apabila Park Dong Il sadar, kasusnya sudah sangat jelas jadi setelah itu mereka bisa kirim kasus ke kejaksaan dan Tim Young Jin bisa kembali berkerja. Young Jin merasa ada sesuatu yang janggal dari kasus tersebut.
“Kalau kau meihatnya dari luar, jelas sekali itu adalah kejahatan balas dendam Satu hal yang pasti, dia menculik Presdir Kang untuk mendapatkan sesuatu, Karena dia tidak langsung membunuhnya. Perbuatan itu dilakukan setelah Park Dong Il dibebaskan dari penjara Maka, setidaknya, itu artinya Park Dong Il adalah pelaku utamanya. 20 tahun yang lalu, Park Dong Il...dia tertangkap olehmu” kata Young Jin
“Aku tidak menangkapnya, dia menyerahkan diri” ucap  Kepala Yum
“Apa kau yakin Park Dong Il membunuh ayahku?” tanyaYoung Jin
“Itu sudah lama, jadi susah mengingatnya, Park Dong Il menyerahkan diri dan mengakui perbuatannya. Darah dan senjata yang digunakannya ditemukan di tempat kejadian. Dengan melihat situasinya, Kita tahu bahwa dia bersalah meskipun tanpa pengakuannya.” cerita Kepala Yum yang melihat ayah Young Jin sudah tergeletak dikursi.

Young Jin menceritakan Park Dong Il tidak pernah menundukkan kepalanya dan meminta maaf padaku Tapi, dia mengatakan waktu memohon ampuan darinya tiba dan sehari sebelum melakukan kejahatan juga datang ke makam ayahnya, lalu mengirimkan pesan  bahwa hari memohon ampunan padaku telah tiba dan sebelum tak sadarkan diri, mengucapkan permintaan maafnya.
“Kenapa Park Dong Il meminta maaf padaku? Kau pikir kenapa? Apa ada yang bisa kau pikirkan?” ucap Young Jin merasa binggung, Kepala Yum memperlihatkan wajah tegangnya.
“Choi Young Jin.... Aku bisa mengerti perasaanmu. Sekarang aku mendengarmu, memang ada yang aneh. Aku benar-benar tidak tahu kenapa bajingan pembunuh polisi itu berkata seperti itu. Tapi, Park Dong Il masih belum meninggal Jadi, mari kita selidiki setelah dia sadar” kata Kepala Yum.
Young Jin mengerti lalu keluar dari ruangan. Kepala Yum menghubungi pihak rumah sakit untuk meminta menghubunginya tentang pekembangan Dong Il langsung kepadanya. 

Do Young mengintai sampai pagi hari, Jin Woo dengan baik hati membelikan minuman dan juga sandwich untuk sarapan. Do Young mengejek Jin Woo yang baru saja menerima uang jatuh. Jin Woo membalas Do Young memang benar-benar seperti detektif. Do Young mengartikan Jin Woo itu sedang memujinya.
Jin Woo pikir terserah Do Young apabila pemikirannya seperti itu. Do Young tersenyum berterimakasih dengan mulut mengunyah sandwich, lalu menawarkan pada Jin Woo untuk makan juga. Jin Woo merasa sangat lelah jadi tak ada nafsu makan untuknya.
“Kau bilang kau melakukan ini untuk makan dan hidup, jadi makanlah” kata Do Young langsung menyodorkan sandwich kemulut Jin Woo.
Akhirnya mau tak mau Jin Woo menerimanya, Do Young mengumbar senyum bahagia, Jin Woo merasa apabila orang melihat ini berpikir Do Young yang membeli Sandwich dan memberikan padanya. Do Youn memuji Jin Woo yang luar biasa, karena dari luar terlihat baik tapi selalu mengatakan hal yang menyebalkan setiap saat.
Jin Woo mengingatkan dirinya adalah Sunbae, Do Young pun terdiam tapi teringat ucapan Jin Woo kalau sangat menyukainya sifatnya, tapi sekarang terlihat rekananya itu tak menyukai hal itu. Jin Woo menghela nafas mengakui sangat menyukainya. Keduanya tersenyum sambil menikmati sarapan Sandwich dipagi hari. 

Young Jin melihat formulir Aplikasi manajemen pekerjaan Chayoung lalu bertanya apakah adiknya yang meminta dari Joon Ho langsung. Joon Ho pikir kalau begitu untuk apa memberikanya melakukan Young Jin, bukan memberikanya langsung.
“Park Jong Ho, aku tahu maksudmu baik, tapi jangan melakukan hal seperti ini dan Ini bukan gayaku” tolak Young Jin
“Apakah itu penting sekarang? Jangan hanya fokus pada pekerjaanmu. Pikirkan juga tentang Nam Jin sekali-kali. Aku tidak memanfaatkan posisiku untuk meminta bantuan. Mereka datang menemuiku dan bertanya apakah aku mengenal seseorang untuk mengisi posisi itu, kalau kau memberikan ini kepada Nam Jin, aku tahu harga dirinya akan terluka” jelas Joon Ho. Young Jin merasa bisa mengatasi hal itu

“Mari kita pikirkan ini secara realistis. Dia mengikuti ujian pemerintah selama tujuh tahun, Sekarang waktunya untuk memikirkan pilihan lain secara serius, Meskipun berbakat dan cerdas, tidak ada jaminan akan lulus Dan kau tidak bisa duduk dan menyaksikan dia tidak melakukan apapun. Dia tidak perlu memilih satu jalan, katakan padanya untuk memilih jalan lain. Berapa banyak orang yang benar-benar hidup sesuai dengan rencana mereka?” kata Joon Ho memberikan nasehat.
Young Jin pun mengucapkan terimakasih sambil mengoda Joon Ho terlihat tampan saat bicara serius. Joon Ho pikir semua orang tahu dirinya keren dan tampan tapi hanya Young Jin yang memiliki masalah dengan matanya. Young Jin menyindir Joon Ho yang belum menikah.
Joon Ho menegaskan itu pilihanya untuk tidak menikah. Young Jin mengejek kalau Joon Ho punya masalah “disana” sambil menunjuk kearah celananya. Joon Ho terihat kesal menyuruh Young Jin bisa memastikannya sendiri. Young Jin pikir untuk apa ia memastikanya. Joon Ho malah mengodanya kalau Young Jin sebenarnya ingin memeriksanya. Young Jin langsung mengejek temanya itu mulai berpikir mesum. Joon Ho membalas Young Jin itu berpura-pura polos.

Di malam hari
Do Young mengeluh menjadi polisi memang enak tapi tidak untuk  pengintaian, Joon Wo memakan permen karetnya dengan wajah tertekan karena terlalu lama mengintai. Do Young bisa mengerti Lebih baik berada di penjara karena keadaan seperti ini  sangat tidak tertahankan.
Jin Woo pun turun dari mobil, Do Young menahannya bertanya kemana Jin Woo akan pergi. Jin Woo mengatakan mereka sudah lama berada ditempat itu tak tak muncul , pria yang mereka cari Jang-pyung Park tidak akan datang. Do Young bertanya kembali apa yang akan dilakukanya, Jin Woo kesal karena Do Young memegang jaketnya, lalu meminta temanya untuk menunggu karena akan mencari nomor telpnya. 

Jin Woo meloncat masuk lalu mencari-cari plat nomor yang sesuai dengan catatannya, setelah menemukannya dengan sengaja membunyikan klakson mobil. Beberapa pria keluar dari tempatnya sambil mengumpat siapa yang berani datang ke tempatnya. Jin Woo dengan santai memperlihatkan ID cardnya sebagai polisi. Semua pun hanya bisa diam.
“Mobil pacarku dicuri. Tapi, kenapa mobilnya ada di sini? Dia menyuruhku menemukan mobilnya segera dan Aku harus membelikannya tas untuk membujuknya. Hei... Lihatlah dompetku yang kosong sekarang. Apa yang akan kau lakukan dengan itu?” kata Jin Woo melempar dompetnya.
Akhirnya Jin Woo sudah duduk didalam sambil membaca majalah, lalu menegaskan dirinya itu bukan penjahat yang berusaha mendapatkan uang darinya, dan mengetahui mereka punya banyak mobil ditempat itu. Pria itu bertanya berapa banyak  mobil yang lihat sebelum masuk ketempatnya.
“Hei, kau pikir kau datang kesini untuk membeli mobil? Kenapa aku harus melihatnya? Kecuali kalau kau membayarku, aku akan benar-benar bekerja” ungkap Jin Woo 

Pria itu keluar dari ruangan menelp Presdir karena ada masalah, si Presdir malah mengumpat karena anak buahnya menelpnya sembarangan, lalu menyuruh anak buahnya memberikan uang dan mengusirnya.Sek Yoon ternyata duduk depan Presdir sambil meminum arah beras dan memanggil pria itu yang bernama Park Man Shik.  
“Kau kehilangan satu matamu. Apa kau kehilangan sopan santunmu juga?” sindir Sek Yoon, Man Shik langsung meminta maaf
“Man Shik... Mari kita hidup dengan tata krama dan berpikir lebih serius. Mobil itu harus dikirim dalam waktu satu minggu, Kalau ada masalah dan kau berbicara... Aku akan mengambil satu matamu yang tersisa.” kata Sek Yoon mengancam, Man Shik mengerti dengan perintah Sek Yoon 

Jin Woo tiba-tiba sudah ada dibelakang Anak buah Man Shik menanyakan namanya. Si Pria itu berpikir mereka tak akan bertemu lagi jadi tak perlu tahu namanya. Jin Woo melihat batrei ponselnya habis dan meminjam ponsel Pria itu, tapi si pria menyuruh Jin Woo mengunakan telp kantor saja.
“Kalau aku tidak segera menelpon, pacarku akan datang mencariku Biarkan aku menelpon satu kali saja” ucap Jin Woo.
Akhirnya si pria memberikan ponselnya dan Jin Woo berbicara meminta pacarnya untuk pergi saja tanpa dirinya dan tak perlu menunggu. Di ujung telp Do Young yang menerimanya binggung, Apakah Jin Woo menyuruhnya pergi atau tidak. Sementara Jin Woo mengembalikan ponsel si pria sambil mengucapkan terimakasih.

Pria itu pun mengajak Jin Woo untuk mengakhiri semuanya dengan bayaran besar, Jin Woo setuju karena sudah larut malah jadi mereka lebih baik menyelesaikan segera. Beberapa saat kemudian Jin Woo kembali ke tempat pengintaian tapi mobilnya sudah tak ada disana.
Do Young yang berhenti di pom bensin memberitahu sedang menuju ke kantor, Jin Woo memarahinya karena Do Young pergi begitu saja tanpa dirinya. Do Young heran sebelumnya Jin Woo menelp supaya pergi dan tak menunggunya. Jin Woo menyuruh Do Young kembali menjemputnya, Do Young berteriak kesal karena seniornya seperti sedang melatih seorang anjing.
Jin Woo masuk mobil dan langsung meminta ponsel Do Young, Do Young yang masih cemberut memberikan ponselnya. Jin Woo melihat nomor ponsel yang masuk ke telp Do Young lalu Do Young bertanya nomor telp siapa. Jin Woo juga tak tahu dan mengajak Do Young untuk kembali ke kantor segera. 

Jin Woo melihat catatan rekaman dari ponsel dan menemukan salah satu nomor saat Pria itu menelp seseorang lalu menyuruh Do Young bisa mencari hasil rekaman ponsel. Yi Jin masih bertanya-tanya apakah itu benar nomor telp dar Jang Pyung Park yang mereka cari.
“Aku bertaruh 10 juta won...ya, ini adalah nomornya” ucap Jin Woo mengeluarkan kepokan uang dari saku celananya. Do Young kaget melihat uang yang begitu banyak
“Kau kelihatan kecewa aku tidak punya uang, jadi aku mencarinya” kata Jin Woo asal, Do Young hanya tersenyum seperti mengerti dengan tingkah Jin Woo. 

Young Jin melihat catatan telp yang diduga milik Jang Pyung park, Do Young menjelaskan Ada panggilan internasional setiap dua hari sekali Dan semua panggilan itu berasal dari Cina, tapi karena berbicara cina yang sulit lebih banyak mengirim pesan dan menyakini itu memang nomor telpon Jang-pyung Park. Jae Duk bertanya apakah mereka yakin pemilikya itu Jang Pyung Park
“Ya.. aku yakin itu dia, Sunbae kau pernah berhubungan dengan penjual telpon ilegal kan? Bisakah kau menemukan pemiliknya?” ucap Jin Woo, Jae Duk mengangguk setuju
“Kenapa kau ingin menemukan pemiliknya?” tanya Seo Woo binggung
“Dia bilang mereka sering mengirim pesan. Kita perlu ijin dari pemiliknya agar bisa mengakses pesan itu” jelas Young Jin
Jae Duk masih belum yakin mereka membuat perjanjian lewat sms. Do Young mengikuti gaya Jin Woo untuk bertaruh 10 juta Won kalau mereka melakukan itu, semua langsung melonggo menduga Do Young baru merampok bank. Do Young mengatakan selain menemukan bukti dan juga uang. Jin Woo menceritakan dirinya berpura-pura jadi polisi yang korupsi supaya mendapatkan nomor telpnya. 

Jae Duk pergi ke empat penjual telp illegal dan meminta supaya mencari tahu pemilik dari nomor ponsel yang sudah ditulis dalam note, sambil mengancam akan memotong lehernya apabila tak melakukanya. Pegawai itu berdalih tak pernah  tidak mencatat telponnya, jadi tak bisa menemukan pemiliknya.
Seo Woo sambil bersenandung menyuruh pria itu meemukan dengan melalui bisnisnya. Jae Duk langsung berbaring disofa menunggunya, Si pegawai mengeluh bisnisnya sedang buruk tapi dengan dua polisi yang datang membuatnya makin buruk.
Beberapa saat kemudian, mereka pergi ke tempat biasanya gelandangan tidur dan mendapatkan informasi dari foto. Jae Duk dengan menahan nafas karena bau bertanya apakah pria itu bernama Lee Dae Soo, Pria itu bertanya siapa Jae Duk dan Seo Woo. Jae Duk memperlihatkan ID Card polisinya. 

Jin Woo bisa melihat dari Semua pesan yang dikirim ke Cina berhubungan dengan perjanjian mereka. Yi Jin pikir mereka bisa mengangkapnya segera karena mereka sudah memastikan transaksi bank di Cina, Jin Woo memberitahu Di tempat pemasarannya, mereka bisa menangkap pembeli, penjual dan semuanya
“Letnan Min Do Young. Jangan berpikir untuk pulang dan terus periksa pesan-pesan itu. Kalau mereka menetapkan tanggal pertukarannya, laporkan segera kepadaku” perintah Young Jin, Do Young mengerti
“Han Jin Woo. Saat kita mendapatkan lokasinya, kita akan segera bergerak, jadi bersiaplah Karena kita harus menyita semua mobilnya Laporkan pada Kapten Park dan mintalah bantuan” ucap Youn Jin, Jin Woo pun mengerti 

Disebuah gudang, Sek Yoon menyaksikan semua orang yang membungkus emas dengan plastik lalu menyembunyikan di bagian dalam pintu. Setelah itu menyuruh anak buahnya untuk mengirimkan esok dan jangan tunda keberangkatannya. Setelah itu melapor pada Tae Yoo bahwa Pengiriman sudah siap
Tae Yoo menyuruh memberi kabar pada pihak Cina bahwa  kargo sedang dalam perjalanan dan menyuruh pengacara Km untuk menandatangani dokumennya dan mengurus investasinya setelah buatkan jadwal pertemuan dengan Ketua Yeom, Keduanya mengerti lalu keluar dari ruangan.
bersambung ke part 2 

1 komentar: