Minggu, 17 Juli 2016

Sinopsis Lucky Romance Episode 16 Part 2

Ryang Ha marah menurutnya Mudah untuk dikatakan tapi bagaimana Soo Ho bisa mendapatkan uang tanpa adanya investor. Soo Ho merasa pria itu bukan satu-satunya investor. Ryang Ha menegaska mereka memang satu-satunya, orang yang mau berinvestasi dengan idenya. Soo Ho menegaskan jika investor tak suka maka ia juga tak suka.
Ayo kita perbaiki sedikit saja, Kita perbaiki hanya sedikit saja.” Ucap Ryang Ha memohon
Aku tidak ingin... mengubahnya sedikitpun.” tegas Soo Ho, Ryang Ha hanya bisa mengumpat kesal
“Lalu bagaimana kalau kau... pura-pura ingin memperbaiki dan  melakukan apa yang kau inginkan setelah kau mendapatkan uangnya?” kata Ryang Ha, Soo Ho bertepuk tangan seperti setuju dan mengatakan kalau itu tak mau.
“Dasar kau.... Aku akan mengadakan pertemuan sekali lagi, jadi bisa melakukannya, Dia sudah ingin memberikan uangnya.” Ucap Ryang Ha

Soo Ho merasa mereka hanya akan menyia-nyiakan waktu dan tenaga. Ryang Ha tetap akan mengatur pertemuan untuk terakhir kalinya dan Pertemuannya sekitar jam 8 malam di Gangnam. Soo Ho mengatakan tak akan datang, Ryang Ha tetap pada pendirianya akan mengadakan pertemuan jam 8 sambil membawa jasnya pergi. Soo Ho tetap memutuskan tak akan datang.
Tiba-tiba Ryang Ha kembali datang memberikan kartu undangan Pernikahan diatas meja. Soo Ho binggung, Ryang Ha memebritahu Warnanya putih dan bentuknya kotak kalau itu adalah undangan pernikahannya dan meminta maaf karena terlebih dulu menikah. Soo Ho melihat kartu udangan Pernikahan Han Ryang Ha dan Lee Dal Nim.
Sejujurnya, kau harus menghadiahkanku kulkas  sebagai sahabat.” Ucap Ryang Ha menagih
Jangan begitu.  Perusahaanku kan perusahaan kecil, kau tahu itu! Sementara Kau pemegang saham utama Zeze Factory.” Kata Soo Ho
Jadi pergilah ke pertemuan dan  menghasilkan uang. Itu akan menyelesaikan segalanya, oke? Aku akan menunggu sampai makanannya basi. Pastikan kau menghadiakanku kulkas dua pintu.” Kata Ryang Ha memaksa lalu berlari pergi. Soo Ho hanya bisa tersenyum. 


Tuan Ahn sibuk dengan komputernya lalu berlari ke meja Soo Ho memberitahu mereka harus menambahkan dan mengeluarkan di bagian games.  Soo Ho pikir itu bagus juga. Bo Nui juga sibuk dengan laptopnya membuat design gamesnya, Bo Ra melempar kakaknya sebungkus roti agar bisa makan siang.
Tuan Won masuk ke ruangan membawakan makan siang,  karena makan adalah yang terpenting. Soo Ho melihat Tuan Won membawa susu lalu memberitahu alergi dengan susu. Tuan Won hanya bisa terdiam dan merasa bersalah.
Bo Nui tertidur sambil duduk didepan meja, Soo Ho juga tertidur di sofa dengan Laptop dari pangkuanya. Bo Nui berlatih melakukan presentasi, Soo Ho seperti selesai membuat games lalu menyimpanya dalam flash disk, wajahnya tersenyum bahagia. Bo Nui juga melemaskan badanya setelah didepan komputernya. 

Bo Ra yang sedang berbaring bertanya apakah sudah selesai. Bo Nui melihat adiknya yang terbangun lalu menyuruhnya untuk kembali tidur.  Bo Ra mengaku mimpi buruk lagi. Bo Nui memegang tangan adiknya memberitahu kalau itu hanya mimpi saja dan semua pasti akan baik-baik saja.
Aku ada di sampingmu jadi jangan khawatir dan tidurlah.” Ucap Bo Nui bisa menenangkan adiknya.
Senang bisa memegang tanganmu, Unnie.... aku selalu menunggumu di rumah sakit. Aku sudah menunggumu datang dan ingin memegang tanganmu. Perawat itu mengatakan kalau kau selalu... berdiri saja di depan kamarku. Aku bertanya-tanya kapan kau... akan datang memegang tanganku. Aku bertanya-tanya kapan aku bisa mendengar suaramu. Aku sudah menunggunya setiap hari.” Ungkap Bo Ra
“Aku tidak ingin hal buruk terjadi pada dirimu.Itu sebabnya aku tidak bisa masuk.” Kata Bo Nui
Kenapa hal buruk akan terjadi padaku? Aku merasa lebih kuat setelah  mendengar suaramu. Bukankah aku menjadi lebih baik setelah kau melihatku? Sejak kau datang dengan laki-laki itu.” Ucap Bo Ra
Apa kau tidak ingat sama sekali?” tanya Bo Nui, Bo Ra mengeleng karena  tidak ingat wajahnya. Tapi... bisa mendengar suaranya.

Flash Back
Soo Ho duduk didepan tempat tidur berkata pada Bo Ra  “Kakakmu berusaha keras untuk menyelamatkanmu. Makanya, kau harus segera sembuh. Segera katakan padanya, Kau harus katakan padanya untuk bahagia.
Dia mengatakan padaku untuk sepenuh hati  mencintai orang yang aku cintai... dan selalu menggenggam erat tangannya.” Ucap Bo Ra, Bo Nui membenarkan.
Aku harus berterima kasih padanya. Aku harus berterima kasih padanya  karena sudah menguatkanmu.” Kata Bo Ra lalu merasakan kantuk kembali, Bo Nui menyuruh Bo Ra kembali tertidur dan akan tetap ada disisinya.
Unni.... Terima kasih... karena tidak menyerah padaku Terima kasih karena selalu melindungiku.” Ucap Bo Ra sambil terpejam matanya. 

Di sebuah lobby
Dal Nim terlihat bahagia melihat temanya yang sudah datang,  Bo Nui kaget karena temanya bisa ada di lobby gedung. Dal Nim mengatakan Bo Ra yang menelpnya, meminta untuk menyebarkan kelopak bunga untuk temanya dan sengaja datang untuk mendukungnya. Bo Nui mengucapkan terimakasih.
Aku jadi ingat waktu dulu. Kau tidak perlu pake topeng kelinci kan? Apa Kau bawa garam dan kacang merah?” ucap Dal Nim, Bo Nui mengatakan tak membawanya. Dal Nim tak percaya
Iya... sekarang Bo Ra sudah semakin baik, Kau tidak perlu cemas lagi.” Ucap Dal Nim tersenyum bahagia
Aku sedikit gugup.” Akui Bo Nui, Bo Ra bertanya apa yang harus dilakukan, apakah ingin dipeluk lalu keduanya berpelukan. Bo Nui mengucapkan terimakasih karena sudah menjadi sahabatnya. Dal Nim juga merasa seperti itu.
Aku harus kembali bekerja jadi Aku tidak bisa melihat presentasimu sampai akhir... Maafkan aku” kata Dal Nim, Bo Nui merasa  sudah cukup termotivasi melihat temannya datang.
Lakukan yg terbaik dan jadilah pemenangnya. Belikan aku kado pernikahan dengan uang hadiahnya” kata Dal Nim, Bo Nui setuju lalu saling high five. 

Semua sedang sibuk berlatih melakukan presentasi, Poster bertuliskan (Kontes ide Game babak ke-2 2017) Bo Nui duduk di sofa terlihat sedikit santai melihat semua orang terlihat gugup dan tegang sambil berlatih sebelum melakukan presentasi.
Ryang Ha menelp Soo Ho tapi ponselnya tak aktif, menjerit kesal karena tak aktif, lalu bertanya kapan temanya itu pergi.  Tuan Ahn hanya tadi hanya melihat Soo Ho keluar. Ryang Ha kesal sendiri kemana sebenarnya temanya pergi, Tuan Ahn pikir Soo Ho pergi untuk menemui investor.  Ryang Ha kesal karena Soo Ho yang pergi padahal ia yang datang bahkan sudah susah-susah mengatur pertemuan ini
Tuan Won pikir kenapa Ryang Ha tidak menyalin propasalnya dan pergi sendiri. Ryang Ha pikir itu ide bagus lalu menanyakan keberadaan. Tuan Ahn pun mencari di komputer milik Soo Ho, lalu binggung karena Tidak ada Bahkan di foldernya juga tak ada. Ryang Ha merasa tak mungkin. 

Soo Ho datang ke gedung (Kontes ide Game babak ke-2 2017)  dan sudah memulai, sebelumnya pergi ke toilet memasang penutup kupingnya. Bo Nui diruang tunggu diminta untuk bersiap. Soo Ho masuk ruangan dan duduk dibangku belakang.
Bo Nui nai ke atas panggung untuk melakukan presentasi dengan memperkenalkan namanya, Soo Ho duduk dibangku penonton tersenyum melihat Bo Nui di atas panggung. Akhirnya Bo Nui duduk dibangku penonton, sempat kaget melihat Soo Ho yang ada di atas panggung memberikan presentasi.
Halo, aku Je Soo Ho dari Daebak Soft. Apa kalian percaya...” ucap Soo Ho melepaskan penutup kuping yang selama ini di pakainya, Bo Nui sebelumnya juga ikut mengatakan “Apa kalian percaya...” Bo Nui mengatakan “keajaiban” dan Soo Ho mengatakan “Takdir
Permainan ini tentang seorang wanita... Wanita yang paling sial di dunia ini. Dia diberi sebilah pisau sebagai peruntungan hidupnya. Dia lahir dengan takdir... Bahwa semua orang yang dicintainya akan terluka. Permainan ini berawal dari sepucuk surat... yang di berikan 1 tahun setelah dia kehilangan semuanya.” Ucap Bo Nui, Soo Ho tersenyum bahagia. 


Flash Back
Soo Ho mengucapkan selamat tinggal dan menyelipkan note di tangan Bo Nui sebelum pergi. Akhirnya Bo Nui membaca surat yang dituliskan oleh Soo Ho.
Shim Bo Nui bagiku adalah sebuah cahaya bukan pisau. Dia memegang tanganku saat aku butuh.
Soo Ho ingat saat Bo Nui yang menyelamatkan saat dikerubungi wartawan dan merasakan fobianya datang, lalu tangan Bo Nui memegang tanganya dan membuatnya tenang lalu keluar dari kerumunan wartawan.

Ketika Soo Ho harus di lempar ke kolam renang dan muntah-muntah mengeluh tidak seharusnya melihat Bo Nui melihat semua, Bo Nui mengatakan kalau mereka sekarang sama. Soo Ho tersenyum mendengarnya.
Dia membuatku tertawa bahkan saat aku merasa malu
Bo Nui merasa Soo Ho yang sedang sakit mengatakan melakukan segalanya untuk dirinya Tapi hanya merawatnya saja yang bisa dilakukan untuk Soo Ho sambil mengelap keringat di wajahnya, tak lupa menuliskan jimat agar tak sakit.
Dia tetap disampingku saat aku sakit.

Soo Ho baru saja selesai bertanggung jawab pada semua direksi dengan memberikan semua hartanya, lalu melihat Bo Nui yang sudah menunggu dilorong wajahnya tersenyum bahagia.
Saat aku kehilangan semuanya, Dia meyakinkanku semuanya akan baik-baik saja selama aku bersamanya.
Bo Nui bisa membuat Soo Ho kaget saat membawakan kopi, lalu memeluknya dengan erat saat mabuk dan menangis dipelukanya.
Cahaya itulah yg menuntunku keluar dari gua. Shim Bo Nui telah menyelamatkan hidup Je Soo Ho.
Keduanya terlihat bahagia bertemu kembali setelah berpisah beberapa hari, lalu mereka menghabiskan tidur bersama semalam dan Soo Ho pun memeluknya dengan erat
Terima kasih,cintaku.Bo Nui menangis membaca surat yang dituliskan Soo Ho dengan gambar wajah Harimau dibawahnya.
 “Wanita ini memulai perjalanan panjangnya, Untuk membalas kembali surat ini.” ucap Bo Nui

Soo Ho berdiri diatas panggung memberitahu Permainan yang dibuatnya adalah tentang perjalanan seorang bocah laki-laki keluar dari gua persembunyiannya, yaitu Gua yang sangat gelap dan sepi Namun menurutnya ,dunia luar terasa sangat asing dan berbahaya, Hingga dia enggan keluar dari sana. Tatapan Soo Ho tertuju pada Bo Nui yang duduk dibangku penonton.
Apa yang dia butuhkan agar keluar dari dalam gua? Dia butuh cahaya.” Ucap Soo Ho
“Anak yang baru memulai perjalananya itu, berhadapan dengan banyak sekali bahaya Dan setiap kali anak ini ingat kenangannya yang berharga bersama seseorang yang disebutnya sebagai cahayanya.” Kata Bo Nui
Bo Nui mengingat saat Soo Ho memberikan obat dengan melemparnya di lantai,  melihat Bo Nui sepertinya punya gangguan pencernaan. Lalu Soo Ho yang datang kerumahnya dan harus mendapatkan pukulan memintingkan tanganya. Soo Ho menyelamatkan saat ingin tidur dengan pria macan.

Anak laki-laki itu selalu menyelamatkannya saat dalam bahaya dan dalam hujan ia selalu memayunginya.” Ucap Bo Nui
Bo Nui mengingat saat Soo Ho memberikan payungnya ketika hujan deras, lalu Soo Ho pun berjongkok didepan Bo Nui mengajak untuk segera pulang dengan mengendongnya. Ketika dirumah sakit, Soo Ho berkata kalau ia adalah jimatnya jadi apa yang harus dikhawatirkan lalu mengantarkan Bo Nui menemui adiknya.
Dia memberinya bahu untuk bersandar ketika ia ketakutan
Soo Ho memegang bahu Bo Nui menegaskan dilarang khawatir, dilarang ragu-ragu lalu mengenggam tanganya dan berjalan pergi. Soo Ho membentangkan tanganya lebar-lebar saat Bo Nui berlari kearahnya.

Bahkan saat dia terjatuh, dia tersenyum untuknya. Orang yang selalu... memeluknya erat-erat. Wanita yang sama...bagi orang lain mungkin dia disebut pisau....Sementara yang lainnya menyebutnya sebagai cahaya.” Ucap Bo Nui, Soo Ho tersenyum mendengarnya.
“Cahaya itu menyinari anak laki-laki yang sebelumnya tidak percaya pada apapun.” Kata Soo Ho
Kemudian hanya satu yang tersisa. Dia harus memilih... Sisi mana yang dipercayainya..” ucap Bo Nui

Sebuah permainan yang memanggil anak laki-laki ini meninggalkan gua dan mencari cahayanya.”kata Soo Ho
Sebuah permainan yang menceritakan perjalanannya, menjadi secercah cahaya setelah takdirnya yang malang.” Ucap Bo Nui
Daebak Software mempersembahkan" Miracle".” Kata Soo Ho
Kami mempersembahkan "Will".” Ucap Bo Nui, terlihat gambar tangan yang bersatu dengan terlihat seperti cahaya. Soo Ho memberikan tepuk tangan. Sementara Soo Ho memperlihatkan gambar gua dan keluar dengan cahaya dan bertuliskan Miracle 

Soo Ho pergi menuruni tangga gedung lalu berlari keluar. Bo Nui berjalan di lorong dan berlari dan sampai ditaman. Soo Ho datang menghampirinya keduanya sama- sama menatap dan berbicara dalam hati.
aku minta maaf,butuh waktu terlalu lama.” Kata Bo Nui
Kau plin plan sekali, dan sedikit bodoh” balas Soo Ho
“Kuatkan dirimu. Aku tidak akan khawatir pada apapun kecuali diriku sendiri, Memikirkan kebahagiaanku sendiri.” Kata Bo Nui, Soo Ho pu n memujinya. Keduanya saling berpelukan sangat erat, dengan senyuman bahagia. 

Ryang Ha masuk ruangan Zeze sambil menari-nari seperti michael jackson. Dal Nim yang melihat calon suaminya terlihat bahagia. Ryang Ha menyapa semuanya, tapi sepertinya semua tim sibuk dan tak memperdulikanya. Ryang Ha heran berpikir mereka semua tak melihatnya.
Seung Hyun mengeluh Ryang Ha yang bolak balik beberapa kali dalam sehari, dan menurutnya untuk apa terus melihatnya. Ryang Ha sadar kalau ia hanya  mondar mandir jadi menurutnya sering datang mulai sekarang. Dal Nim merasa sangat bahagia Ryang Ha datang karena sangat merindukanya. Ryang Ha langsung menyanyikan "Only you" dan membungkuk didepan Dal Nim bertanya apakah malam ini ada pekerjaan. Dal Nim mengingat-ingat.
Tidak,jangan dijawab. Kau tidak bisa melakukan apa-apa! Coba pilih bulan madu kita mau kemana, Maldives atau Hawaii?” ucap Ryang Ha. Dal Nim memilih hawai
“Tapi Di mana saja. Di manapun selama bersamamu sudah seperti surga bagiku!” kata Ryang Ha mengodanya. 

Dae Kwon mengeluh menyuruh Yoon Bal melakukan sesuatu, Yoon Bal menyuruh Ji Hoon segera mengusir Ryang Ha hari ini. Ji Hoon langsung menarik Ryang Ha untuk segera keluar, Ryang Ha hanya bisa menjerit karena harus berpisah.
Apakah si cupid sedang menebar panah asmara dikantor ini? Semua orang jatuh cinta.” Keluh Yoon Bal, Hyun Bin dan Seung Hyun terlihat saling berpegangan tangan.
Oh,Mungkin saja... Aku dan istriku juga bertemu di Zeze Factory.” Kata Dae Kon
Aigooo Kalian sangat konyol! Siapa saja yang pacaran di kantor ini? Kalau sampai ketahuan,akan kuberi pelajaran.” Teriak Yoon Bal marah, Hyun Bin dan Seung Hyun langsung melepaskan tanganya. Dae Kwon membela diri kalau Cinta adalah anugrah!
Aku akan membuat perhitungan dengan kalian!” teriak Yoon Bal tak terima. 


(Daebak Soft)
Dal Nim mondar mandir diruangan, lalu melihat Soo Ho yang datang menanyakan hasilnya. Soo Ho terlihat lesu bertanya kemana dua pegawainya karena harus mengatakan langsung pada mereka. Bo Nui memberitahu keduanya di data center untuk pertemuan dan memintanya untuk menghubungi lagi  saat Soo Ho sudah kembali.
Apakah tidak berjalan lancar? Apa mereka tidak mau berinvestasi?” ucap Dal Nim melihat wajah Soo Ho yang sedih
Merilis Will dan Miracle sekaligus... seperti mereka kembaran saja... “ kata Soo Ho menahan tanginya.
Mungkin beban bagi investor. Jadi kita rilis Miracle lebih dulu...” ucap Bo Nui, Soo Ho menyela
Dia bilang kita berbakat, "Kedua game ini saling melengkapi. Yakinlah akan sukses,aku akan segera berinvestasi."” Ucap Soo Ho tersenyum bahagia, Bo Nui tak percaya
Soo Ho menjerit bahagia karena mereka berhasil, mengajak Bo Nui menari-nari. Bo Nui berkaca-kaca menurutnya sangat luar biasa karena sebelumnya Bo Ra terus bilang kita akan berhasil dan akan mendapatkan investasinya. Soo Ho mengajak mereka segera pergi karena Bo Ra pasti sudah menunggu

Bo Nui mengeluarkan semua tas dan koper ke depan apartement, Soo Ho mengendong Bo Ra dari dalam mobil, tiba-tiba Bo Ra ingin melihat apartementnya dari depan dulu. Soo Ho pun menurunkan dengan mendudukan ditempat tidur. Bo Ra dudu di kursi roda lalu menyapa apartement pertama kali.

Soo Ho membuka pintu rumah lebih dulu, pelahan Bo Nui mendorong kursi roda ke depan pintu. Soo Ho menyuruhnya masuk sudah 3 tahun untuk mereka berdua meninggalkan rumah dan ia akan menunggu di atap. Bo Ra melihat rumahnya masih sama seperti saat meninggalkan rumah. Bo Nui juga tak percaya Soo Ho bisa melakukan semuanya sama seperti sebelumnya. Bo Ra melihat masih ada kasur tingkah dan meja belajar miliknya, lalu bertanya pada kakaknya kalau ini bukan mimpi. Ia melihat gambar keluarganya.
Apa bisa mengingatnya. yang kau katakan saat memasangnya... setelah orang tua kita meninggal” ucap Bo Ra.
Aku bilang kita tidak akan sendirian... Karena Ayah dan Ibu selalu memperhatikan kita” kata Bo Nui
dan sekarang kita tidak berempat tapi berlima.” Ucap Bo Ra memperlihatkan gambar keluarga mereka ditambah dengan Soo Ho. 



Bo Nui pergi ke atap, langsung memberikan back hug untuk pacarnya. Soo Ho pun memegang tanganya erat. Bo Nui mengucapkan terimakasih dan berjanji mulai sekarang akan berbuat baik padanya. Soo Ho membalikan badanya, Bo Nui merasa sekarang ini cukup.
“Memang benar, Apa Kau tahu berapa banyak debu yang kuhirup seminggu saat membersihkannya?” kata Soo Ho menyindir
Aku ingin berterima kasih...” ucap Bo Nui sambil memegang pipi pacarnya, Soo Ho maju ingin menciumnya, Bo Nui langsung mengajak Soo Ho segera makan. Soo Ho pun berjalan mengikutinya. 

Soo Ho membawakan beberapa makanan ke atas meja, Bo Ra melihat kakaknya sibuk didapur, dengan lirikan sinis bertanya kenapa  Soo Ho berbuat seperti itu. Soo Ho binggung dirinya memang kenapa. Bo Ra mendengar Soo Ho yang  membersihkan rumah Tanpa sepengetahuan Kakaknya. Soo Ho dengan bangga kalau dirinya itu baik dan juga keren.
Kau pura-pura tidak tahu, Ternyata kau licik juga.” Ejek Bo Ra, Soo Ho mengeluh kalau Siapa yang tidak mengenali siapa memangnya.
“Astaga...  Ingatanku kadang suka hilang, jadi kalian harus mengerti.” Kata Bo Ra, Soo Ho bertanya memang ingatanya hilang kenapa.

Ayo hafalkan perkalian 19 bersamaku. Itu cara terbaik menguatkan ingatan dan melatih otakmu.” Kata Soo Ho, Bo Ra menolaknya karena  benci matematika.
Kenapa kau benci matematika Matematika adalah ilmu yg indah.” Ucap Soo Ho melotot kaget,
Bo Ra merasa  Itu ilmu yang harus dilenyapkan dari planet ini. Soo Ho menyuruh Bo Ra menarik ucapanya, Bo Ra tak mau.  Soo Ho tak habis pikr Bo Ra itu sangat berlawanan dengan dirinya meminta menarik perkataanya. Bo Nui datang membawa sup lalu bertanya apakah keduanya bertengkar. Soo Ho mengatakan mereka sangat akrab dan Bo Ra menambahhkan mereka tidak bertengkar bahkan memanggil kakak ipar. Soo Ho dan Bo Nui langsung terdiam dan gugup. 


Bel rumah berbunyi, Soo Ho bingung melihat Sul Hee dan Gun Wook sudah ada didepan rumah. Sul Hee kaget melihat Soo Ho sudah ada dirumah lalu memberikan selamat atas pindahan Bo Nui dengan membawakan sebuket bunga,
Sekarang Nuna sudah kembali,Kami mau mengucapkan selamat. Setelah pertandingan kami langsung ke sini.” Ucap Gun Wook
Apa kau yang menelponnya?” tanya Bo Nui pada Soo Ho
Tidak, aku lebih suka hanya kita berdua saja.” Kata Soo Ho, terdengar teriakan Bo Ra yang menyuruh Gun Wook segera masuk.

Gun Wook permisi untuk masuk lebih dulu, Sul Hee tersenyum memuji adiknya itu sangat keren. Terdengar teriakan suara Ryang Ha, Soo Ho langsung menutup pintu rumah, Ryang Ha bisa menahanya pintu dengan tissue toilet yang dibawanya. Dal Nim berlari dibelakangnya. Soo Ho mengeluh padahal sudah meminta temanya untuk tak datang.
Bagaimana bisa aku tidak datang, Kami mau mengucapkan selamat pindahan.” Kata Ryang Ha lalu Dal Ni menarik pintu sampai Soo Ho keluar. Ryang Ha menyuruh Soo Ho minggir dan mengeluh apartementnya itu kecil. Soo Ho hanya bisa berdiri lesu depan pintu tak bisa hanya berdua saja. 


Bo Nui membagikan buah pada dua meja, Ryang Ha lalu meminta perhatian kalau mereka punya sesuatu untuk semuanya, dan memberikan kartu undangan untuk Sul Hee dan juga Gary. Gun Wook bertanya apa yang diberikannya. Ryang Ha memberikan kalau akan menikah dengan Dal Nim sambil memeluknya dengan erat.
Dal Nim! Kenapa kau tidak memberitahuku?” jerit Sul Hee tak percaya
Maaf.... Kami tidak sempat memberitahu siapapun.” Ucap Dal Nim
Soo Ho diam-diam tangannya merayap mencari tangan Bo Nui yang duduk dibelakangnya, lalu mengengamnya dengan erat. Bo Nui hanya bisa tersenyum lalu menyembunyikan dibawah bantal. Keduanya langsung cekikikan. Ryang Ha merayu Gun Wook untuk meminta hadiah pernikahan yang besar karena memiliki uang banyak. 

Soo Ho menelp Bo Nui bertanya apakah sudah siap, Bo Nui mengatakan Belum dan meminta agar santai saja. Soo Ho melihat Hari yang indah, Cuacanya juga cerah jadi Hari yang sempurna. Bo Nui memotong kimbap melihat memang sempurna untuk piknik, memberitahu kalau memasukkan tuna ke kimbabnya. Soo Ho mengeluh sampai akhirnya berteriak sangat menyukainya. Bo Nui meminta agar hati-hati menyetir. Soo Ho pun dengan senyuman bahagia akan bertemu nanti. 

Keduanya saling berpegangan tangan menyusuri taman, tiba-tiba terdengar bunyi petir keduanya saling terdiam dan saling berpandangan. Soo Ho mengajak Bo Nui segera berjalan dan meminta agar tak khawatir. Petir kembali terlihat, Keduanya kembali menatap langit dengan wajah sedih, akhirnya hujan pun turun dengan deras. Bo Nui menghela nafas.
“Terserahlah. Lupakan saja. Pikniknya ditunda!” ucap Soo Ho mengajak pergi, Bo Nui menghela nafas.
Ayo kita lakukan saja. Siapa yang peduli dengan basah kuyup? Yang penting kita tetap bersama.” Kata Bo Nui, Soo Ho tersenyum bahagia. Setelah itu keduanya siap-siap berlari menyusuri hujan bergandengan.
Tidak ada yang berubah.... Kita tidak tahu bagaimana masa depan kita, dan kadang-kadang takdir kita memberi saat-saat kejam.” Gumam Bo Nui
Jadi kita memutuskan... untuk hidup di saat itu.” Balas Soo Ho bergumam
“Kita tidak akan kehilangan kebahagiaan hari ini yang datang pada kita.” Ucap Bo Nui, Soo Ho pun mengajak Bo Nui untuk meloncat lebih tinggi. 

[Epilog]
Tuan Goo pergi mengikat barang-barangnya lalu membawa keluar,ruanganya sudah kosong lalu menatap lebih dulu sebelum pergi. Seperti sudah tak membuka konsultasi ramal lagi.
Soo Ho berjalan bergandengan melihat hujan yang sudah berhenti, merasa senang mereka memutuskan untuk tinggal, menurut kehujanan itu menyenangkan. Bo Nui bertanya apakah Soo Ho mau kehujanan dengannya lagi.
“Kau tahu aku suka jawaban ya, kan? Jawabanku adalah ya, tentunya.” Ucap Soo Ho, Bo Nui berhenti menatap Soo Ho lalu mengeluarkan sekotak cincing, Soo Ho menjatuhkan tas yang ada ditanganya dengan wajah melonggo.

“Maukah kau... menikah denganku? Aku berpikir keras dan menyadari... bahwa itu harus dirimu. Aku bilang itu harus... kau.” Ucap Bo Nui
Soo Ho menahan senyum tak percaya sampai akhirnya menjerit bahagia mengangkat tanganya, berteriak memberitahu semuanya kalau akan menikah, lalu berlari mondar mandir. Setelah itu mengendong Bo Nui dan berputar-putar sangat bahagia.
Bo Nui memegang tangan Soo Ho yang sudah memakain cincin pemberian darinya, keduanya saling menatap. Bo Nui berjinjit lalu keduanya berciuman.

THE END 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

5 komentar:

  1. Happy ending.....love this coupleee

    BalasHapus
  2. Waaa, sudah tamat! Sayangnya saya tak mengikuti secara runut. Maafkan.
    Mbak Dee, terima kasih rekapannya! Saya masih belum move on dari Oh Ri Jin.... Hiks.

    BalasHapus
  3. baru bisa selesai baca sekarang. Gomawo min...
    makin semangat, makin kreatif n makin lebih baik lagi ya...

    BalasHapus
  4. Aku sangat menyukai ide cerita ini. Sedikit lain. Tokoh laki2 nya tdk terlalu tampan tapi jenius. Tema IT yg keren. Psikologi kejiwaan Bo Nui. Cara "smart" So hoo menunjukkan cinta pada Bo Nui. Pokoknya aku sangat suka dg So Hoo. Aku jatuh cinta pada So Ho kayak Dalnim.
    Tapi itu semua itu tidak terlepas dari cara penyampaian cerita atau penulisan sinopsis mb Dyah yg runtut. Terimakasih........sudah membuat pembaca senang dan bahagia

    BalasHapus
  5. aku jatuh cinta pada Gary choi.

    BalasHapus