Senin, 11 Juli 2016

Sinopsis Lucky Romance Episode 13 Part 2

Segelas kopi mendarat di meja Tuan Won, si pria service listrik datang dengan membawa kopi. Tuan Won mengucapkan terimakasih, si pria terlihat menunggu Tuan Won minum kopi yang dibawanya, tapi Tuan Won berbicara kalau kemarin jus, kemarin lusa es krim dan hari ini membawa kopi, lalu bertanya-tanya kenapa pria itu bersikap baik padanya. Si pria pikir tak perlu dibahas.  
Oh ya, batu akik yang kuceritakan tempo hari bagaimana menurutmu?” ucap Tuan Won tak jadi minum kopi.
Tentu saja, bagus. Tapi sekarang ini aku lagi tak ada uang” kata si pria
Benar. Uang membuatmu susah payah mencarinya.” Ucap Tuan Won bisa mengerti lalu meminum kopinya.
Aku akan berusaha menabung dan investasi padamu” kata si pria tersenyum melihat Tuan Won meminum kopinya. Tuan Won mengangguk setuju.

Si pria melihat kantor Zeze hari ini agak sepi yang didengarnya akan ada event besok. Tuan Won dengan penuh semangat memberitahu, sebuah presentasi terbesar perusahaan besok IF akhinya akan dirilis dan mengatakan kalau dirinya yang membuat IF. Si pria tak percaya
Oh tapi kenapa Anda di sini jadi security? Bukankah harusnya Anda duduk jadi seorang Direktur?” kata Si Pria
Tidak, tidak! Aku merahasiakannya. Ini bisa membuatku kemana-mana. Untuk apa aku cuman duduk di kursi? Pasti membosankan.” Kata Tuan Won memperlihatkan sebuah kartu dari sakunya.
Si pria bertanya apa itu master key, Tuan Won membenarkan. Si pria terlihat kebinggungan mengaku memiliki masalah. Tuan Won bertanya ada apa memangnya. Si pria memberitahua harus lihat aliran listrik, tapi... masalahnya di lantai 8, berpura-pura tak tahu ruangan apa. Tuan Won mengatakan Lantai 8 adalah ruang Development Zeze.


Tuan Won akhirnya membawa masuk si pria dengan master keynya. Si pria melihat ada CCTV yang merekamnya dan sengaja menutup wajahnya dengan topi agar tak terlihat. Tuan Won yang baru pertama kali masuk mengungkapkan luar biasa. Si pria mengatakan tak akan lama memperbaikinya. Tiba-tiba Tuan Won merasakan perutnya mulas.
Si pria melirik seperti sudah tahu efek dari minuman yang diberikan adalah membuat perut mulas. Tuan Won pun pamit pergi ke toilet lebih dulu jadi mempersilahkan Si pria agar mengerjakan tugasnya. Si pria berpesan agar Tuan Won tak perlu terburu-buru dengan senyuman liciknya.
Bo Nui masuk ke Zeze tak melihat Tuan Won dimeja security, lalu menaruh kopi diatas meja. Ia masuk ke ruangan Zeze untuk mengambil kalungnya, tapi dikagetkan dengan sosok pria yang ada didepan mejanya. Si pria berusaha untuk tenang, Bo Nui bertanya siapa pria itu.

Tuan Won datang menyapa Bo Nui, lalu memberitahu pria berkacamata itu datang untuk memperbaiki listrik. Si pria dengan tenang memberitahu sudah selesai lalu pamit pergi. Bo Nui menatapnya terlihat tak curiga. Tuan Won bertanya alasan Bo Nui datang ke kantor. Bo Nui mengatakan ada barang yang tertinggal. Tuan Won pun menyuruh mengambilnya lalu memberikan jari jempol.
Bo Nui memanggil Tuan Won sebelum pergi, mengucapkan terimakasih. Tuan Won bertanya untuk apa. Bo Nui pikir Kalau bukan karena Tuan Won maka IF tak akan pernah ada. Tuan Won merendah menurutnya Bo Nui yang membuatnya.
Tidak! Karena kau, maka aku bertemu Presdir dan karena kau IF akan dirilis. Aku amat sangat berterima kasih.” Ucap Bo Nui, Tuan Won meraskan perutnya mules kembali dan menyuruh Bo Nui segera mengambil barangnya. Bo Nui khawatir menanyakan keadaaanya. Tuan Won mengatakan baik-baik saja dan langsung berlari keluar. 
Sul Hee memperkenalkan Dal Nim sebagai otak dari  Zeze Factory pada pria teman kencannya. Dua pria sudah siap melakukan kencan buta dengan keduanya. Salah satu pria memuji Nama mereka berdua secantik wajahnya. Keduanya langsung tersipu malu dan berusaha untuk merendah.
Akhirnya keduanya keluar dari restoran, Sul Hee bertanya apa yang akan dilakukan ronde keduanya, apakah mereka akan pergi bersama-sama atau terpisah.Dal Nilm berbisik mengajak untuk sama-sama saja karena masih merasa malu. Sul Hee pikir salah satu pria tertarik pada Dal Nim jadi lebih baik mengobrol saja berdua lalu mendorongnya agar mendekati pria yang terlihat tertarik pada Dal Nim.
Tiba-tiba tangan Dal Nim dipegang oleh seseorang. Sul Hee dan Dal Nim kaget melihat Ryang Ha yang datang. Pria didepanya bertanya siapa pria yang memegang tangan Dal Nim. Dal Nim memberitahu kalau Ryang Ha adalah pemilik kedai kopi dikantornya. Ryang Ha tak terima hanya dianggap sebagai pemilik kedai kopi.
Kita... kita sudah tidur bersama.” Ucap Ryang Ha, Dal Nim menjerit berusaha menyangkal kalau semua tidak benar dan mengumpat Ryang Ha itu sudah gila.
Dal Nim! Kau bilang sendiri kalau aku adalah lelaki pertama yang tidur denganmu. Jangan lakukan dan Jangan teruskan kencan buta ini.” kata Ryang Ha lalu menarik tangan Dal Nim untuk pergi.
Sul Hee dan dua pria terlihat masih melonggo karena shock, Sul Hee pun kebinggungan dengan dua pria yang ada didepanya. Ryang Ha terus menarik Dal Nim pergi agar tak pergi kencan buta. Dal Nim tersenyum melihat dari belakang Ryang Ha yang mengenggam tanganya dan terus berlari pergi. 

Foto Soo Ho dengan gaya harimau masih ada ditempel di dinding, Bo Nui kembali berdoa.
Terima kasih. Ada begitu banyak yang harus kusyukuri. Akhirnya, besok... IF akan dirilis. Aku berdoa, tolong jaga dia. Jauhkanlah semua kesialan darinya. Dia lebih berharga dariku. Mohon selalu lindungi dia dari segala macam bahaya. Aku mohon.” Ucap Bo Nui
Pesan dari Soo Ho masuk Naiklah ke lantai atas.

Bo Nui naik ke atap melihat banyak lampu yang dihiasi taburan mawar, lalu ada bintang-bintang yang diteringi oleh lampu. Soo Ho keluar dari pintu mengatakan banyak orang bilang, mereka akan beruntung kalau ada banyak bintang.
Tapi..."bintang-bintang" ini... redup dan bersinar terang karena jaraknya dengan Bumi, Lantas ini bintang terang apa bintang redup? Apa bintang ini membawa keberuntungan atau kesialan?” ucap Soo Ho, Bo Nui berkaca-kaca melihat Soo Ho dan bertanya apa yang dilakukanya.
Mau jauh atau dekat, terang atau redup, Jangan percaya pada bintang. Kau bisa mengandalkanku. Aku akan melindungimu.” Kata Soo Ho sambil memberikan sebuket bunga.
Bo Nui menerimanya, Soo Ho membalikan tubuh Bo Nui lalu memelukanya dari belakang, memberitahu kalau seharian menatap semuanya sampai rasanya tanganya mau copot. Bo Nui menangis haru mendengarnya, ternyata Soo Ho mempersiapkan kejutan untuknya.
Soo Ho melihat Bo Nui yang menangis, Bo Nui mengelengkan kepalanya. Soo Ho kembali membalikan badanya Bo Nui agar bisa saling berhadapan bertanya kenapa Bo Nui menangis berpiki kalau dirinya itu melakukan kesalahan. Bo Nui mengaku sangat bahagia, tapi entah kenapa membuatnya sampai menangis.
Aku senang masih bisa hidup... Aku bersyukur tidak menyerah... dan terus melanjutkan hidup.” Ucap Bo Nui, Soo Ho langsung memeluknya dengan erat. Bo Nui pun mendekap Soo Ho dengan erat. 


Semua wartawan sudah masuk ke kantor Zeze dan duduk di lobby, Ryang Ha menyakinkan dirinya yang terlihat gelisah memberitahu semuanya untuk bersiap-siap. Di rumah sakit, semua perawat pun sibuk dengan ponselnya untuk siap mengunduh.
Tinggal 1 menit lagi sebelum jam 12 siang, Tuan Ahn pun tak sabar dengan memegang tab ditanganya. Tepat jam 12, semua ponselnya langsung mendowload permaianan, angka bergerak dengan cepat menghitung orang yang mendownload games dan tersebar di seluruh korea.
Dae Kwon dkk melihatnya dari komputer, Yoon Bal tak percaya Yang terkoneksi sudah 100 ribu. Dae Kwon merasa semua ini luar biasa. Soo Ho tersenyum sumringah. Dal Nim tak percaya, karena perilisan sekarang membuat jantungnya deg-degan, Hyun Bin juga merasa sangat gugup. Dal Ni menatap Soo Ho dengan senyuman bahagia.
Ji Hoon memberitahu mereka akan pergi ke restoran Tuan Ahn karen sudah memesanya. Ryang Ha masuk ruangan mengajak Soo Ho ikut denganya karena seorang wartawan ingin mewawancarainya. Lalu matanya menatap Dal Nim, keduanya terlihat gugup dan Dal Nim dengan memalingkan wajahnya berjalan keluar dari ruangan. 

Wartawan mempersiapkan alat perekam diatas meja, mulai membahas IF-yang dikeluarkan Zeze sukses besar saat launching dan mengucapkan selamat. Soo Ho pun mengucapkan terimakasih, wartawan mengetahui Awalnya, ada banyak respon negative. Soo Ho mengatakan Game ini berhasil karena developer handal dan berbakat.
Ryang Ha mengajak Bo Nui masuk keruangan, Soo Ho memberitahu Shim Bo Nui adalah developer pertama IF, lalu menyuruhnya untuk duduk.
Tolong cantumkan namanya dalam berita, Dia Shim Bo Nui.” Kata Soo Ho pada wartawan dengan senyuman, Bo Nui ikut tersenyum mendengarnya. 

Semua wartawan mulai mendowload permainan dari komputer dan ponsel. Ji Hoon dkk sudah ada di kedai ayam milik Tuan Ahn, Setelah mengantar pesanan ayam Tuan Ahn melihat tabnya yang sudah selesai mendowload, baru saja terlihat intro gambarnya, tiba-tiba gamesnya seperti ngehang lalu masuk jaringan seperti memotong uang dari credit card.
Tuan Ahn  binggung melihat pegawai Zeze yang tampak santai makan ayam, Ji Hoon memeriksa ponselnya lalu menjerit kaget, memberitahu terjadi kekacauan. Semua wartawan yang mendowload dari ponsel dan juga laptop terkena juga, akhirnya bergegas untuk mencari berita. Dilayar memperlihatkan garis merah memberitahu ada kesalahan dan tertuju pada sebuah tempat dengan pulau yang terpisah. 
Bo Nui dan Soo Ho sedang berkencan dengan saling berjalan sambil bergandengan tangan. Soo Ho pikir sekarang semuanya sudah lega, Tuan Ahn melihat Soo Ho langsung menghampirinya ingin memperlihatkan apa yang terjadi dengan gamesnya dalam tab, menurutnya IF terjadi masalah. Soo Ho terlihat datar, wajahnya langsung tegang melihat layar tab. Ji Hoon memberitahu berita sudah tersebar di SNS dengan berita "Ada Ransomware dalam IF. Jangan diunduh." (Ransomware : jenis virus malware yang berkembang paling cepat, biasanya si pembuat virus minta tebusan untuk mengembalikan data.)
Soo Ho bertanya siapa yang ada dikantor, Bo Nui mengatakan Dae Kwon dan Dal Nim, Soo Ho meminta agar menghubungi keduanya dan menyuru untuk melepaskan semua perangkat dari server lalu berlari kembali ke kantor. Semua pun ikut kembali ke kantor. 

Soo Ho masuk kantor Zeze, semua wartawan langsung mengerubinginya untuk mewawancarai. Petugas keamanan langsung memberi jalan agar Soo Ho bisa masuk ke kantor Zeze. Tatapan mata Soo Ho terlihat sangat serius memperbaiki program yang diserang oleh virus.
Bo Nui berdiri disampingnya terlihat sangat tegang, Soo Ho bertanya pendapat pacaranya. Bo Nui melihat terlalu cepat. Soo Ho menyakinkan kalau pasti bisa diselesaikan.  Bo Nui sedikit bergeser dan tak sengaja menjatuhkan pot kaktusnya, wajahnya langsung panik berpikir pasti ada sesuatu kesialan lalu menatap Soo Ho terlihat sangat serius. 


Bo Nui mondar mandir dengan wajah tegang, Dal Nim dkk datang dengan rambut yang berantakan. Bo Nui bertanya bagaimana dengan keadaan diluar. Hyun Bin hanya tinggal mengunakan kaos dalam saja, memberitahu wartawan masih ada diluar. Dae Kwon pun datang, Hyun Bin  menanyakan situasinya sekarang.
Yang terkoneksi 100 ribu dan 300 ribu terunduh. Semuanya terinfeksi malware.” Kata Dae Kwon
Jadi.. semua komputer yang mengunduh game kita akhirnya semuanya mati.” Kata Dal Nim memastikan, Dae Kwon mengangguk.
“Apa Mereka minta uang? Kasih saja yang mereka inginkan.” Kata Seung Hyun
Jangan, bisa saja setelah kita bayar mereka memberi kode yang salah. Itu artinya Mereka memeras kita.” Jelas Ji Hoon

Soo Ho keluar ruangan memberitahu Ada blackmail masuk (Blackmail: minta uang tebusan supaya tidak diancam.) dengan meminta uang tebusan sebanyak 5 milyar won. Dae Kwon tak percaya mendengarnya. So Ho pikir sekarang yang mereka bisa lakukan adalah memecahkan kodenya dan hanya punya waktu 2 hari.
“Presdir. Butuh waktu 100 tahun, Meskipun kau yan melaukannya, 2 hari tak akan cukup.” Kata Ji Hoon, Yoon Bal terlihat menangis mengetahui kegagalan dari IF.
Aku tahu. Tapi kita harus minta maaf, perusahaan akan mengambil tindakan. Dan akan mempublikasikan presrilis untuk mengurangi dampaknya.” Jelas Soo Ho, semua tertunduk sedih.
Ryang Ha datang dengan beberapa orang, beberapa polisi dan detektif membawa kardus biru. Dal Nim binggung apa yang sedang dilakukan mereka semua. Ryang Ha meminta semua jangan panik karena semuanya senagaj datang untuk investigasi, sengaja menghubungi polisi dan semua sudah bisa dikendalikan.
Tolong kooperatif. Kita ingin tahu siapa yang sengaja melakukannya, supaya bisa dicari jalan keluarnya.” Kata Soo Ho pada semua pegawainya. Lalu menatap Bo Nui yang terlihat khawatir, senyuman hilang sejenak berubah jadi ketegangan. 

Soo Ho terus berusaha memperbaiki program dari siang, malam, pagi tapi akhirnya adalah [Fail Code] Wajahnya terlihat mulai menyerah. Di ruang rapat, Ryang Ha mulai mengumpat kesal. Soo Ho yakin semua yang terjadi  bukanlah hacking online tapi diretas langsung. Polisi pikir juga begitu dan sengan menyelidiki rekaman CCTV.
Lalu ia memperlihatkan rekaman CCTV diruang development sebelum kejadian. Ryang Ha melihat Tuan Won adalah Security yang  yang dikenalkan oleh Bo Nui masuk ke ruangan dengan seorang pria yang memakai topi. Soo Ho terdiam melihatnya. 

Bo Nui masuk Zeze dengan lesu lalu mampir ke meja security bertanya keberadan Tuan Won. Petugas memberitahu Kemarin Tuan Won berhenti. Bo Nui kaget, Petugas menceritakan Tuan Won yang bilang mendapat barang bagus, bahkan ngomong banyak lalu keluar dari kantor dengan mengirimkan pesan. Bo Nui terlihat binggung.
Akhirnya Bo Nui duduk diatap gedung sambil melamun dimalam hari, lalu mengeluarkan botol garamnya yang sudah kosong. Teringat kembali kata-kata Tuan Goo Nasib sialmu belum hilang. Kalau kau terbang tanpa tahu tingginya langit akan mudah juga jatuhnya. Berhati-hatilah, hati-hati.

Soo Ho datang bertanya apa yang sedang dilakukan pacarnya, Bo Nui hanya diam menatapnya. Soo Ho bertanya apakah Bo Nui sedang gelisah lagi. Bo Nui mengelengkan kepalanya. Soo Ho pun memeluknya dengan erat, berbisk kalau semua bukan salah Bo Nui. Bo Nui pun mengangguk mengerti.


Ryang Ha masuk ruangan dengan memakai rapih setelah jas, lalu duduk didepan Soo Ho bertanya apakah temanya itu sudah menyelesaikan. Soo Ho terlihat lemas duduk di ruanganya menatap temanya. Ryang Ha dengan penuh semangat merasa sudah menduga  temanya itu memang jenius Je Soo Ho, mengungkapkan rasa sayang dan ucapan terimakasih lalu menyuruhnya segera mengunakan jasnya.
Ayo ke rapat pemegang saham dan tunjukkan pada para tetua itu. Dae Juju (Pemegang saham mayoritas)” kata Ryang Ha penuh semangat
Aku tak bisa menyelesaikannya.” Ungkap Soo Ho, Ryang Ha terdiam menatap temanya.
Kalau kau tak bisa, terus siapa yang bisa menyelesaikannya... Lalu kita harus bagaimana?” kata Ryang Ha panik
Kita akan cari cara lain.” Ucap Soo Ho mengambil jasnya lalu pergi keluar ruangan 

Soo Ho akan masuk ruangan, Ryang Ha kembali bicara pada temanya, menurutnya pertama-tama mereka harus menyudahi IF saja dan mereka harus menyakinkan  Uang yang untuk Genius 2 dan mengembangkan IF, juga uang yang mereka keluarkan kesana kemarin untuk menstabilkan kondisi ini. Itu semua perlu biaya.
Kalau kita bisa menyelesaikan ini dan dapat uang, maka kita bisa menyelamatkan IF.” Kata Soo Ho, Ryang Ha terbata-bata bertanya darimana mereka mendapatkan uang itu.
Sul Hee datang bersama dengan Gary, Soo Ho binggung karena seharusnya mereka sudah pergi kembali ke Kanada. Sul Hee memberitahu berita buruk yaitu IM Sport akan menuntut.

Aku sudah mencoba sekuat tenaga menghalanginya, tapi sepertinya mereka memberitahu direksi.” Jelas Sul Hee
Kami sekarang sudah dilempari banyak bom. Kalau IM ikut-ikutan, maka sama halnya bom nuklir.” Kata Ryang Ha makin panik  
Aku akan ke ruang rapat direksi. Apabila mereka ingin preskon atau penyataan singkat maka aku akan membujuk mereka. Untuk saat ini, kita kendalikan situasinya lebih dulu.” Kata Gun Wook, Ryang Ha setuju.
“Mengenai Mengendalikan situasi , biar aku yang urus. Aku berterima kasih kau sudah mau datang.” Ucap Soo Ho lalu mengajak Ryang Ha segera masuk, Sul Hee dan Gun Wook terlihat benar-benar khawatir didepan pintu. 


Seung Hyun bertanya-tanya apa yang terjadi di dalam ruang direksi, Ji Hoon berpikir kalau nanti akhirnya semua Tim dipecat. Dae Kwon berharap tak boleh terjadi karena Istriny mau melahirkan anak ketiga. Dal Nim pun memikirkan nasib Predir dan juga Ryang Ha dalam ruang rapat.
Dal Ni menenangkan semuanya berpikir pasti semua akan baik-baik saja    kalau Predir bisa memecahkan kodenya. Hyun Bin pikir Bo Nui itu tahu situasi sekarang itu tak mungkin bisa. Ji Hoon menjerit melihat ponselnya, kalau User akan minta ganti rugi bahkan Sudah ada 250,000!
IM bilang akan menuntut perusahaan.” Jerit Yoon Bal melihat layar monitornya, menurutnya mereka semua akan hancur. Bo Nui tetap diam terlihat menahan wajah kekhawatiran. 

Ruang Rapat Direksi.
Para pemegang saham melihat apabil dampaknya lebih banyak lagi, apa yang akan dilakukan Soo Ho. Direksi lain juga melihat Soo Ho yang tak punya rencana cadangan. Mereka semua itu percaya pada seorang Je Soo Ho jadi mau berinvestasi. Soo Ho hanya diam saja ketika terjadi kegaduhan.
Saya minta maaf dan akan bertanggung jawab atas semuanya.” Ucap Soo Ho berdiri dari tempat duduknya, Dewan direksi meminta Soo Ho mengatakan yang jelas tanggung jawab seperti apa.
Saya, Je Soo Ho, akan mengundurkan diri dari posisi  Presdir” ucap Soo Ho, Ryang Ha melotot kaget, Semua berpikir Soo Ho itu mau cari selamat sendiri saja dan hanya bisa bicara omong kosong.
Kau harusnya memberi kami solusi yang bisa kami terima! Bukan begitu?” ucap Dewan direksi
Akan kuberikan semua yang saya punya. Mulai Sahamku, aset pribadiku, semuanya.” Kata Soo Ho, Ryang Ha menghela nafas panjang. 

Di luar ruang rapat
Ryang Ha merasa tak percaya sampai tak bisa berkata-kata. Soo Ho meminta tak perlu bicara menurutnya semua adalah hal yang terbaik harus dilakukan. Ryang ha menegaksan kaalu semua bukan salah Soo Ho, tapi kenapa malah harus bertanggung jawab. Bo Nui berdiri tak jauh dari lorong bisa mendengarnya, Soo Ho melihat pacarnya sudah menunggu. Bo Nui terlihat tertunduk gelisah, entah kenapa Soo Ho malah tersenyum. 

Keduanya duduk ditaman, Soo Ho terlihat lesu menopang badan dengan kedua tanganya. Bo Nui masih saja terlihat gelisah, Soo Ho meminta agar Bo Nui memberikan tanganya, Bo Nui memberikan tanganya dan Soo Ho mengenggamnya dengan erat.
Lalu Soo Ho meminta pundak, Bo Nui bergeser agar Soo Ho bisa bersandar. Tapi kali ini Soo Ho yang menarik Bo Nui agar bersandar di pundaknya, wajahnya terlihat khawatir dengan Bo Nui. Sambil mengeluh pundak Bo Nui meminta agar tak perlu khawatir. Bo Nui mengangguk mengerti.
Soo Ho juga berpesan agar Bo Nui tak boleh ragu, Bo Nui kembali mengangguk. Keduanya saling menatap Soo Ho meminta Bo Nui berjanji akan percaya padanya apapun yang terjadi. Bo Nui mengangguk, Soo Ho kembali memeluknya memuji pacarnya memang hebat. Keduanya terlihat sama-sama khawatir. 

Soo Ho membereskan semua hardisk, dari 2014 sampai 2016 tapi akhirnya memilih untuk meninggalkan semuanya dan hanya membawa sebotol garam yang diberikan oleh Bo Nui. Ketika keluar ruangan semua orang terlihat sibuk berusaha memperbaiki gamesnya.
Hyun Bin dan Seung Hyun sibuk menerima telp agar bisa memperbaiki games dengan cepat. Soo Ho pun menuruni tangga melihat semua timnya bekerja terlalu keras. Semuanya merasa kalau tak masalah harus berkerja lebih keras lagi.
Tulis buat pres rilis kalau Je Soo Ho dari Zeze Factory akan bertanggung jawab dengan mengundurkan diri.” Ucap Soo Ho, semua menjerit kaget
Jabatanku, sahamku dan semua asetku akan kulepaskan.” Kata Soo Ho, Dal Nim tak percaya menurutnya Soo Ho tak perlu melakukan itu.
“Presdir, Anda bicara apa? Tanpa Je Soo Hoo di Zeze Factory apa itu masuk akal?” ucap Dae Kwon
Kenapa tak masuk akal? Semuanya dengar, ini adalah...Zeze. Zeze adalah perusahaan yang kalian dirikan dengan kerja keras. Saat ini, IF kupercayakan pada kalian.” Kata Soo Ho lalu keluar ruangan. Semua sedih melihat kepergiaan Soo Ho 

Bo Nui keluar gedung menemui Ibu Soo Ho yang sudah menunggunnya. Nyonya Yang bertanya apa sebenarnya yang terjadi dengan wajah khawatir menceritakan Saat di spa, langsung shock lihat beritanya.
Semuanya bilang Soo Ho salah dan Zeze bermasalah, aku tak tahu apa yang sebenarnya terjadi.” Ucap Nyonya Yang panik
“Presdir akan mencari solusinya, Anda jangan khawatir.” Kata Bo Nui menenangkan
Nyonya Yang memberikan kertas jimat, menceritakan setelah melihat berita langsung datang ke Peramal Goo, Bo Nui bertanya apa yang dikatakan peramal itu. Nyonya Yang menceritakan semua karena si rakun sialan dan tak seharusnya rakun itu ada didekat anaknya, lalu melupakan rasa kesalnya.
Bo Nui seperti tak percaya kalau semua karena rakun itu. Nyonya Yang meminta tolong pada Bo Nui Setelah hari itu, janji pada diri sendiri tak bersikeras pada Soo Hom serta minta maaf pada Bo Nui, tapi menurutnya keadaan sekarang ini sangat darurat. Bo Nui mengangguk mengerti. 

Bo Nui baru pulang ke rumah dan akan masuk, Dal Nim menelp dengan suara panik menanyakan keberadaan temanya sekarang, Bo Nui bertanya ada apa. Dal Nim tak percaya dan tak mengerti kalau Soo Ho melakukan sampai sejauh ini. Bo Nui bertanya ada apa sebenarnya.
“Presdir... pergi... Apa Kau sudah tahu?= Beliau merelakan semua asetnya demi mengatasi masalah ini,  dan pergi dengan tangan kosong.” Cerita Dal Nim, Bo Nui kaget dan menutup telp akan menelpnya nanti lalu keluar dari rumah. 

Tuan Goo berkomentar Bo Nui itu bodoh, bahkan bodoh sekali. Apabila menanam dengan pisau ditangannya maka yang akan kau tuai hanyalah kematian.
Kalau kau melanjutkan hidup tanpa menyerahkan persembahan para arwah akan murka. Harusnya cukup semalam saja bersamanya.” Ucap Tuan Goo
Tolong katakan ini tidak benar, Katakan ini tidak benar. Tolong katakan bukan aku alasannya, Karena itulah aku datang.” Kata Bo Nui mulai tak mempercayai nasib sial yang dibawanya.
Kau ini konyol sekali. Kalau kau cari seseorang yang mengatakan yang ingin kau dengar saja, lebih baik keluarlah.” Ucap Tuan Goo dingin
Tidak benar! Bo Ra akhirnya sadar dan semua akan baik-baik saja! Dia bilang... dia bilang semua akan baik-baik saja. Itu semua bukan salahku... Bukan pisauku yang menyebabkan ini semua.. Apa susahnya mengatakan hal itu?” kata Bo Nui memohon
Jadi hatimu sudah kau berikan padanya.” Kata Tuan Goo, lalu memejamkan tanya berpikir apa yang harus dilakukan, Bo Nui terdiam menatap peramal berkaca-kaca. 

Bo Nui sudah berjalan di terowongan menatap ponselnya yang bergetar, lalu dengan senyuman mengangkatnya. Soo Ho bertanya keradaan Bo Nui sekarang. Bo Nui mengatakan sedang Jalan-jalan sebentar dan bertanya balik keberadaan pacarnya. Soo Ho memberitahu sedang ada didepan kantor dan ingin pulang, lalu dengan bangga memberitahu kalau sekarang dirinya itu pengangguran. Bo Nui menahan rasa sedihnya.
Tapi anehnya adalah aku tak merasakan kesedihan” ucap Soo Ho sambil tersenyum.
Zeze adalah segalanya bagi Anda.” Kata Bo Nui
Dulu memang seperti itu, Tapi... sekarang, kau segalanya bagiku. Selama kau ada di sisiku,aku tak masalah. Ini pertama kalinya aku merasa begitu lega.” Ungkap Soo Ho, Bo Nui ingin berbicara tapi Soo Ho menyela mengataka ingin bertemu dan menanyakan keberadanya karena akan segera ke sana.
Bo Nui duduk dibangku taman sambil memegang setangkai daun, lalu mulai memetiknya sambil mengatakan baik-baik saja dan tidak baik-baik saja secara bergantian. Dan hasilnya adalah tidak akan baik-baik saja lalu menaruh sisa daunya diatas bangku. Terdengar suara Soo Ho yang memanggilnya, Soo Ho datang dengan sepedanya. Bo Nui duduk diam menatapnya. 

[Harga dari memberikan hatimu]
Sebotol garam dan kacang merah ada diatas meja, Bo Nui keluar dari kamar sementara Soo Ho terlihat merengek disofa mengajak untuk bermain lebih dulu sampai siang setelah itu pergi ke kantor bersama-sama. Bo Nui mengejek Soo Ho itu aneh sebagai presdir malah menyuruh karyawan malas berkerja sambi memasang kalungnya.
Ah, kau benar-benar tak mau mendengarkanku. Padahal Kau ini butuh banyak perhatian... karena cantik.” Ucap Soo Ho sambil membantu memasangkan kalung.
Bo Nui menatapnya, Soo Ho selesai memasang kalung dan memberikan hadiah kecupan, Bo Nui pun membalasnya dengan mengecupnya juga. Keduanya sama-sama saling cekikikan, Soo Ho pun langsung memeluk erat Bo Nui seolah-olah tak ingin berpisah selamanya.

Di tempat ramal
Tuan Go mengetahui Bo Nui sudah memberikan hatinya, lalu memejamkan matanya memikirkan harus bagaiman seakrang. Bo Nui menegaskan walaupun Tuan Goo  berusaha menakutinya menurutnya, tak ada gunanya.
Semuanya sudah dipertaruhkannya, dia akan kehilangan semuanya. Suatu saat di kehidupannya, ketenarannya akan memudar. Saat ada kekayaan, maka kekayaannya akan hilang. Nama (ketenaran) dan kekayaan, kalau dia kehilangan semuanya yang tersisa hanyalah tubuhnya. Bahkan hal terakhir yang dimilikinya akan hancur oleh kesialanmu.” Ucap Tuan Goo, Bo Nui menangis mendengarnya. 
bersambung ke episode 14

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar