Minggu, 10 Juli 2016

Sinopsis Doctors Episode 6 Part 1

Ji Hong berlari menyebarang jalan dan menaiki tangga eskalator dalam rumah sakit dengan wajah panik.
Kita harus kehilangan sesuatu agar menyadari seberapa berharganya hal itu.
Flash Back
Ji Hong kecil pulang kerumah dengan wajah riang, di lehernya tergantung kalung astro boy. Masuk ke rumah dengan kunci yang dibawanya, foto dengan orang tuanya berjejer di atas buffet nampak bahagia. Diatas tudung saji tertulis pesan dari ibunya “Anakku, ibu sayang padamu”. Ji Hong pun dengan senang hati makan kimbap buatan ibunya dan juga minum susu.
Saat itu, aku tidak menyadari bahwa kehidupan rutinku sangatlah berharga.

Ayah dan Ibu Ji Hong terbaring dengan luka dikepala setelah kecelakan. Saat itu Ji Hong masih sadar menarik seorang dokter agar menolong ayah dan ibunya lebih dulu. Dokter pun mulai memeriksa bagian mata dari ibu Ji Hong beberapa kali Ayah Ji Hong diberi alat kejut jantung.
Aku kehilangan mereka di depan mataku Dan aku tak bisa berbuat apa-apa.
Akhirnya Dokter memberikan pengumuman “Pasien Lee Se Joon meninggal tanggal 11 September 1986 pukul 13:15 petang.  Dan Pasien So Hyun Hee meninggal tanggal 11 September, 1986 pukul 13:15 petang. Ji Hong hanya bisa menangis sendirian di ruang IGD dengan ayah dan ibunya yang meninggal bersamaan.
Aku, sangat benci dengan hal yang mengganggu rutinitas keseharianku.

Ji Hong berlari masuk ke ruangan Pasien Gong, melihat Hye Jung seperti menahan kesakitan dengan tubuh si pria misterius diatasnya, terlihat darah segar mengalir di lantai. Yoon Do akhirnya bangun memeriksa keadaan Hye Jung, tubuh pria misterius pun dibalikan. Hye Jung mengatakan baik-baik saja, ternyata yang tertusuk pisau adalah si pria misterius. Ji Hong bisa bernafas lega tak terjadi apapun dengan Hye Jung. Lalu Hye Jung menekan tombol untuk memanggil dokter lain.
Dokter Jung Yoon Do, apa yang kau lakukan ?! Apa yang kau lakukan sampai bisa begini ?” teriak Ji Hong marah.
Kenapa marah padaku ? Apa salahku ?” ucap Yoon Do heran

“Ini Bukan apa yang kau lakukan.  Tapi apa yang tidak bisa kau lakukan !” teriak Ji Hong
Aku melakukan yang kubisa, tapi malah jadi begini.  Apa Kau pikir aku hanya diam saja ?” ucap Yoon Do tak terima
Ji Hong makin marah kalau Yoon Do seperti bangga melakukan sebisanya tapi hasilnya seperti yang terjadi didepannya. Yoon Do berteriak kalau memang bangga, Dua orang perawat datang. Hye Jung tak banyak berkata-berkata melihat dua pria yang adu mulut, lalu meminta agar Yoon Do segera memindahkan pasiennya.
Yoon Do meluapkan rasa amarahnya dengan berkata “Eissh ...” Ji Hong tak terima kembali berteriak. Yoon Do membalas kalau ia berkata untu sendiri apakah tak boleh dan dianggap sebagai lelucon. Hye Jung akhirnya berteriak agar Yoon Do membantu memindahkan Pasien Gong terlebih dulu. Setelah melihat luka pasien yang tertusuk, meminta Ji Hong menghubungi bagian bedah umum, karena pasien banyak berdarah karena hatinya tertusuk. Ji Hong dengan nafas terengah-engah mengeluarkan ponselnya. 

Dokter Jung menuruni tangga sudah mengunakan baju operasi, lalu ingin menerkam temanya. Ji Hong mengeluh kesakitan dan mengumpat Dokter Jung itu kekanankan. Hye Jung meminta maaf karena harus menganggu istirahat seniornya.
“Apa Kau tahu ? Ini pertemuan ketiga kita.” Ucap Dokter Jung mengoda.
Dasar gila. Hentikan omong kosongmu.  Cepat operasi !” teriak Ji Hong
Kalau kita bertemu 4 kali, maka kita  harsu berpacaran.” Ucap Dokter Jung mengoda.
Augh.... tidak akan terjadi. Pergi sana, cepat pergi” ucap Ji Hong mengusir temanya. Dokter Jung pun langsung masuk ruang operasi
Hye Jung melihat Dokter Jung itu orang yang menarik, Ji Hong tak terima menurutnya temanya itu Sejak jaman sekolah sampai sekarang,  omongannya masih sama jadi sudah bosan dan tidak tahan lagi. Hye Jung menatap gurunya dengan tatapan mengejek, Ji Hong heran Hye Jung menatapnya seperti itu. Hye Jung hanya tersenyum dan pergi.

Ji Hong bertanya mau kemana Hye Jung, Hye Jung menjawab ingin pergi ke ICU menemui Pasien Bos Gong. Ji Hong memutuskan untuk ikut. Hye Jung berhenti sejenak memberitahu Dokter Jung Yoon Do sudah menahan kaki Pria misterius, jadi Pasien Gong masih hidup karena Pria misterius itu meleset saat menusuk.
“Apa Kau mau bilang kalau aku terlalu berlebihan pada Dokter Jung Yoon Do ?” ucap Ji Hong
Baru kali ini aku melihat kau marah begitu.” Komentar Hye Jung
Aku sendiri kaget, karena sudah berlebihan.” Ungkap Ji Hong, Hye Jung pun meminta Ji Hong pulang saja dan istirahat karena lebih suka seperti itu. Ji Hong mengerti karena hanya ingin melihatnya masuk ICU. Hye Jung pun berjalan lebih dulu tapi Ji Hong kembali memanggilnya.
Hye Jung...Saat ini, aku akan melakukan sesuatu.  Antara orang ke orang. Sesama manusia.” Ucap Ji Hong, Hye Jung bertanya mau melakukan apa.
Ji Hong langsung memeluk Hye Jung, tangan Hye Jung terlihat mengepal saat menerima pelukan, seperti tak biasa. Lalu Ji Hong mengucapkan terimakasih, Hye Jung bertaya untuk apa. Ji Hong mengejek Hye Jung itu bodoh lalu melepaskan pelukanya dan menyuruhnya pergi. Hye Jung dengan wajah tegang masuk ke ruang ICU. 


Pasien Gong sudah masuk ruang ICU, Dokter Kang sedang memeriksa hasil CT Scan. Hye Jung pun masuk ruangan. Dokter Kang memberitahu Dokter Jung Yoon Do bilang, mereka tidak perlu melakukan perawatan tambahan.  hanya meresepkan manitol dan memintaku melakukan pindai CT. Hye Jung bertanya apakah sudah melakukan CT Scan, Dokter Kang menjawab sudah dan hasilnya sudah keluar, Hye Jung melihat Ada sedikit pendarahan, tapi tidak perlu dilakukan operasi, lalu menyuruh untuk mengembalikan pasien Gong ke ruangan dan beri perawatan rutin. Dokter Kang mengerti.
“Oh Yah.... Aku dengar Dokter Jung Yoon Do menyelamatkanmu. Benarkah ?” kata Dokter Kang penasaran, Hye Jung bertanya siapa yang bilang.
Dokter Jung Yoon Do.  Itu Bohong, kan ? Sebagai saksi di ruang IGD yang melihatmu memukul 16 orang gangster sendirian ...” kata Dokter Kang mulai bergosip
Bagaimana  dengan tesismu ?” tanya Hye Jung. Dokter Kang menjawab Masih belum ada penelitian tambahan.
Kau meneliti disini, tapi kau belum melakukan apa-apa ? Kalau begini, apa kau bisa membuat 3 tesis dalam setahun ?” ucap Hye Jung menyindir, Dokter Kang hanya bisa tertunduk dan meminta maaf.
Kau hanya fokus pada hal tidak penting makanya kau tak punya waktu ! Harusnya lakukan penelitian !” tegas Hye Jung dengan mata melotot lalu pergi, Dokter Kang hanya  bisa mengumpat Hye Jung si nenek sihir mengira kalau Hye Jung sudah jinak. 

Yoon Do baru saja akan menaiki tangga, melihat Hye Jung buru-buru kabur dengan menutupi wajahnya dengan jas dokter. Hye Jung pun mengejarnya dengan menuruni tangga lalu mencegatnya dilantai bawah. Yoon Do berteriak kaget, Hye Jung bertanya kenapa Yoon Do tadi mencarinya, Yoon Do mengatakan Sekarang tidak perlu lagi.
Terima kasih.” Ucap Hye Jung, Yoon Do merasa Hye Jung seperti sedang mengejeknya. Hye Jung pikir untuk apa mengejek seniornya.
“Emm, itu karena sebagai laki-laki aku tidak berguna.  Harusnya aku yang menedang pisau saat itu dan Harusnya aku juga yang tertusuk pisau.  Ini Memalukan sekali.”kata Yoon Do lalu beranjak pergi, Hye Jung pun kembali mengejarnya. 

Hye Jung sudah ada didepan Yoon Do , lalu memperlihatkan jurus berkelahinya dengan meninju dua kali, lalu berputar dan menyikutnya. Yoon Do terlihat kaget, Hye Jung memberitahu tadi itu adalah jurus satu, dua, memutar dan menyikut. Dan memperlihatkan high kick. Yoon Do menutup wajahnya ketakutan tapi berusaha untuk tak terlihat. 
Semua ini gerakan bela diri. Aku perempuan, tapi ahli dalam bidangnya.  Apa kau takut ?” ucap Hye Jung, Yoon Do langsung melepaskan tanganya dan bersikap biasa.
Apa ini seharusnya menghiburku? Karena Kau perempuan tapi ahli, jadi laki-laki tidak perlu malu ?” kata Yoon Do
Ya, sudah kukira kau pandai dan cepat mengerti.  Dan Satu lagi.  Hari ini aku menghibur dokter,  karena ingin mengucapkan terima kasih.  Aku ucapkan Terima kasih.  Kalau bukan karena dokter hari ini ...” ucap Hye Jung
Yoon Do langsung menahan Hye Jung bicara menurutnya tak perlu membahasnya karena sangat memalukan. Hye Jung tersenyum lalu menyuruh Yoon Do segera pulang karena harus tetap berjaga sampai Pasien Gong terbangun. Yoon Do menatap Hye Jung yang berlari masuk dan memegang dadanya seperti berdegup sangat kencang. 


Jas Seo Woo dengan foto bersama ayah dan ibunya, sementara Hye Jung menaruh foto dengan neneknya yang terlihat bahagia. Hye Jung pun masuk ruangan dengan membaringkan tubuhnya disofa. Didepan ada buku tebal tentang operasi, lalu membuka menemukan sebuah note dengan tertulis seperti kode. Wajahnya terlihat tegang melihat note yang ada ditanganya. 

Dokter Jin dan ayahnya bermain golf bersama, Tuan Jin bertanya apakah anaknya ingin pergi menemui Anggota Kongres Nam In Soo sama-sama. Dokter Jin pun kalau ayahnya itu pasti lebih baik karena Sebenarnya, bisa kenal mereka karena koneksi ayahny.
Koneksi apa maksudmu ? Koneksiku adalah koneksimu juga.  Lalu Bagaimana kasus Doo Shik ?” ucap Tuan Jin
Aku sedang menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapnya.” Ucap Dokter Jin, Tuan Jin pikir sekarang mereka harus memprivatisasi rumah sakit
Hukumnya sedang diajukan, Banyak yang menentangnya, tapi sudah dilakukan.” Tegas Dokter Jin
Tuan Jin bertanya-tanya kapan rumah sakit Gukil bisa menjadi Perusahaan Medis. Dokter Jin dengan sangat yakin tidak lama lagi.  Tapi Tuan Jin pikir mungkin butuh waktu lama untuk dilaksanakan dan mungkin tidak sempat melihatnya, tapi Seo Woo akan menikmatinya. Dokter Jin mengeluh ayahnya tak perlu bicara seperti itu. Tuan Jin mengatakan  Saat Doo Shik pergi, akan menyiapkan Seo Woo, setelah itu pensiun.
Dokter Jin mengungkapnya sangat menyukai ayahnya, Tuan Jin tertawa menurutnya tak perlu membahas hal seperti itu lalu keduanya kembali memukul bola golf. 


Nyonya Yoon membuka pintu menyambut suaminya yang olahraga sejak pagi dengan ayah Karena mereka satu apartemen, keduanya sering bertemu.  Dokter Jin hanya diam saja dan masuk ke rumah. Nyonya Yoon mengeluh suaminya mengabaikan lagi.
Aku tahu kau sekarang orang penting, tapi kalau di rumah kau hanya suamiku.” Ucap Nyonya Yoon ingin memukul kepala suaminya, Dokter Jin menyuruh istrinya untuk tak bisa banmal padanya.
Kalau punya suami sepertiku,  jadi kau harus punya kelas.” Tegas Dokter Jin sombong, Nyonya Yoon mengeluh sejak kapan suaminya bersikap seperti itu. Seo Woo melewati ibunya
Yaa ! Cepat menikah.” Teriak ibunya pada sang anak. Seo Woo pun berjalan masuk ke ruang makan. Ibunya pun mengikutinya dari belakang.

Setelah kau menikah, aku akan ceraikan ayahmu.” Ucap Nyonya Yoon, Seo pikir kalau memang ibunya mau cerai lebih baik lakukan saja daripada menunggu.
Putri satu-satunya tidak berbeda, Kau jadi mirip ayahmu.  Kalian berdua sama-sama tidak hangat !”omel Nyonya Yoon dengan nada tinggi
Berhenti protes.  Aku dan ayah sama-sama stres karena pekerjaan.” Kata Seo Woo, Nyonya Yoon tak terima kalau ia harus selalu yang pengertian. Seo Woo pikir itu lebih baik.
Ibu dan ayah tidak serasi, Lagipula kalian akan bercerai.  Senang-senang saja membuang uang.” Kata Seo Woo
Nyonya Yoon mengeluh melihat anaknya yang berkomentar seperti itu pada orang tuanya lalu pergi lebih dulu. Seo Woo pun mengejek ibunya tak perlu marah sambil tersenyum mengejar ibunya. 

Di meja makan
Nyonya Yoon menyuruh anaknya membawa Yoon Do kemari lalu menikah. Seo Woo mengatakan kalau berkencan saja belum. Nyonya Yoon melihat Yoon Do itu pandat tapi tak bisa menjadi seorang laki-laki untuk anaknya. Seo Woo mengungkapkan tidak suka lelaki gampangan menurutny semakin sulit semakin berharga.
Perempuan, lebih bahagia kalau mereka menikahi lelaki yang cinta padanya.” Kata Nyonya Yoon menasehati, Seo Woo bertanya apakah ibunya bahagia.  
Ibu bilang, ayah menikahimu karena cinta sekali padamu.” Ucap Seo Woo,Dokter Jin pun ikut duduk dimeja makan.
Iya, benar juga.  Aku menikahi dia karena ayahmu mengikutiku kemana-mana, tapi sekarang malah berlagak hebat.  Makanya binatang tidak boleh terlalu dimanja.” sindir Nyonya Yoon pada suaminya.
Dokter Jin yang duduk didepanya mendengar pembicaraan kalau ia dianggap binatang, lalu memberitahu anaknya kalau itu sebabnya tak suka ngobrol dengan ibunya. Nyonya Yoon pun meminta maaf karena salah bicara. Dokter Jin bertanya apa yang sedang mereka bicarakan, lalu bertanya apakah Seo Woo mau menikah dengan Yoon Do.
Nyonya Yoon berkomentar anaknya dekat juga tidak, Dokter Jin menyuruh untuk  menyiapkan tanggal pernikahan. Seo Woo menegaskan tidak akan menikah tanpa cinta.  Nyonya Yoon tahu anaknya itu mencinta Yoon Doo. Seo Woo kesal sudah memberitahu ibunya kalau Yoon Do itu tidak mencintainya. Dokter Jin menyuruh anaknya tak perlu menyuruh Yoon Do tapi lebih baik lakukan saja. Seo Woo mengeluh ayahnya berkomentar seperti itu.
“Kau bilang cinta? Itu bukan masalah, karena utu akan berjalan saat kalian tinggal bersama, kenapa khawatir sekali ? Lelaki tidak rumit lalu Yoon Do, Lakukan apapun agar bisa mendapatkan dia. Begitu kau mendapatkannya, kau akan bosan padanya.  Itulah cinta. Setelah di dapat, lalu dibuang.” Ucap Dokter Jin terkesan kejam
“Yah.... Nasihat yang bagus sekali.  Orang menikah, karena cinta dan ingin punya anak.  Ada banyak hal yang bisa membuat perempuan bahagia.” Tegas Nyonya Yoon membela anknya.
Serahkan kebahagiaan seperti itu pada ibumu.  Kau harus lihat lebih jauh.  Jangan lupa perkataan ayah.” Ucap Dokter Jin, Seo Woo hanya diam saja. 


Yoon Do baru saja keluar dari rumah menuruni tangga, Dokter Jung keluar rumah dengan Ji Hong merasa lebih baik pindah kerumah temanya saja. Ji Hong pikir Lelaki berusia 30 tahun tidak seharusnya tinggal bersama dengan menatap sosok pria yang dikenalnya sedan menuruni tangga. Dokter Jung melihat keponakanya langsung menyapanya, Yoon Do ingin membalas lalu terdiam melihat sosok Ji Hong yang kemarin memarahinya.
Akhirnya ia dengan cepat menyapa pamanya lalu menuruni tangga, Dokter Jung binggung, Ji Hon tak menyangka Yoon Do adalah keponakan temanya dan menyakinkan kalau itu Keponakan sungguhan. Dokter Jung mengeluh karena tak ada yanga namanya keponakan palsu, menurutnya Yoon Do pasti marah karena tidak nginap dirumahnya, karena keponakanya itu Orang yang mudah ditebak.
Bisa ditebak atau tidak,  Yang jelas dia sombong” kata Ji Hong langsung menuruni tangga dengan cepat. Dokter Jung heran temanya bisa berbicara seperti itu. 

Dokter Jung mengejar keponakannya sampai ke depan mobil dengan memeluknya dari belakang merasa Yoon Do itu sangat menyukai pamanya. Yoon Do buru-buru melepaskan dan merasa pamannya itu bau sekali, bertanya-tanya berapa banya yang diminum semalam karena bau alkoholnya masih ada sampai pagi. Dokter Jung mengoda Yoon Do itu bawel dengan menepuk pantatnya.  
Ji Hong, ayo naik mobilnya.” Teriak Dokter Jung pada temanya.
Kenapa, kenapa, kenapa, kenapa mobilku ? dimana mobil paman ?” ucap Yoon Do gugup harus semobil dengan Ji Hong
Mana bisa aku menyetir ?Aku minum banyak semalam.” Kata Dokter Jung
Ah tidak mau ... aku tidak suka dokter itu.” Bisik Yoon Do
Dokter Jung pun langsung memberitahu Ji Hong kalau Yoon Do tak suka padanya. Yoon Do mengeluh dengan tingkah pamannya, Dokter Jung pikir kalau temanya tak menyukai Yoon Do lebih baik naik taksi saja. Ji Hong pikir karena ada mobil mengapa harus naik taksi, karena Buang-buang energi.
Yoon Do mengeluh apakah Ji Hong tak memiliki mobil, Ji Hong mengatakan mobilnya masih menungggu dikirim dari Amerika. Yoon Do menghela nafas panjang lalu mengeluh Ji Hong bicara bahasa banmal. Ji Hong mengatakan Yoon Do itu adalah keponakan Dokter Jung, dan ia adalah temanya, jadi keponakan Dokter Jung, keponakanya juga. Dokter Jung pun setuju dengan itu, lalu keduanya buru-buru masuk mobil dan duduk dikursi belakang. Yoon Do kebinggungan tak bisa melarangnya. 

Akhirnya Dokter Jung tertidur dengan bersandar di pundak Ji Hong, Yoon Do bertanya-tanya berapa banyak pamanya itu minum semalam, karena melihat Ji Hong baik-baik saja tapi pamanya terlihat tak berdaya. Ji Hong pikir apa masalahnya. Yoon Do merasa yang seperti ini tak benar, karena sekarang Ji Hong jadi pamanya karena berteman dengan pamannya. Ji Hong pikir Benar juga.
“Benar, kan ?Kalau begitu, lebih baik seperti sebelumnya saja.  Sebelum kita bertemu pamanku.” Ucap Yoon Doo
Ah, aku mau tidur dulu, kau menyetir yang benar.” Kata Ji Hong tak berkomentar memilih untuk memejamkan matanya sambil membuka jendela mobil.
Lalu, soal kemarin, Aku sudah kelewatan.” Kata Ji Hong, Yoon Do bertanya dirinya akan terlihat seperti apa. Ji Hong mengatakan  Kembali seperti normal. Yoon Do terlihat kebinggungan sambil menyetir mobilnya. 

Dokter Kim melihat pasien dengan menanyakan kondisinya, Dokter Kang  menjelaskan hasi CT Scan menunjukan kalau sudah semakin mengecil, tapi masih ada pembengkakkan, jadi beri 100cc manitol 6 kali sehari.  Dokter Kim menanyakan rasa sakit. Dokter Kang pun sudah mengunakan AAP.
Kalau dia terlihat kesakitan,  gunakan NSAID atau morfin.  Beritahu aku kalau ada perubahan. Manitolnya juga bisa dikurangi.” Ucap Dokter Kim, Semua dokter magang mencatat dalam agenda.  
“Lalu Wali pasien dimana ?” tanya Dokter Kim, Dokter Kang pikir masih ada diluar.
Kondisinya mental stupor (tidak sadarkan diri). Katakan padanya agar tidak khawatir.” Ucap Dokter Kim, Dokter Kang pun mengerti. 


Hye Jung sudah berdiri didepan ruangan dokter Hong dengan membawa sebuah pot bunga, Yoon Do baru saja datang sempat menyapa dan ingin masuk ruangan, tapi memilih untuk berbicara pada Hye Jung lebih dulu memberitahu Prof Hong Ji Hong akan kemari setelah berkeliling.
“Kau tahu darimana ?” ucap Hye Jung, Yoon Do menjawab pokoknya ia tahu.
“Apa Kau menunggu tanpa memberitahunya ?” tanya Yoon Do, Hye Jung membenarkan.
Yoon Do pun mengerti Hye Jung itu memang hanya menunggu lalu bertanya bunga itu beli dimana. Hye Jung mengatakan beli di toko bungan basement. Yoon Do bisa mengerti lalu ingin masuk, tapi akhirnya kembali bertanya apakah Hye Jung tak memiliki pertanyaan untuknya. Hye Jung balik bertanya apakah perlu, Yoon Do pikir biasanya orang akan seperti itu.

Karena aku banyak bertanya padamu biasanya kau akan bertanya balik pada orang itu.” Jelas Yoon Do, Hye Jung melonggo bingung kenapa harus memberikan pertanyaan. Yoon Do ikut binggung tak mengerti alasannya lalu buru-buru masuk ruangan seperti  malu. 
Dokter Kang bertemu dengan wali pasien memberitahu keadaan pasien yang memiliki edema di otak Ada depresi otak, jadi mereka  harus membukanya. Dokter Kim dan Dokter Ahn sedang lewat melihat keduanya sedang berbicara.
Karena kecelakaan mobil,  garis tengahnya jadi bergeser.  Bahkan jika dia sadar,  mungkin kondisinya tidak seperti semula.” Jelas Dokter Kang, Si wali binggung bertanya apa yang dimaksud dengan “edema”
Ah, Edema adalah ... pembengkakkan.” Kata Dokter Kang, Si wali mengerti kalau otak pasien itu membengkak jadi harus selalu memperhatikan, Dokter Kang mengangguk membenarkan. Si wali pun bisa mengerti lalu kembali masuk ruang rawat.
Minta semuanya ke ruang pertemuan.” Perintah Dokter Kim, Dokter Ahn pun mengangguk mengerti. 

Dokter Choi buru-buru merapihkan kemejanya bertanya ada apa, karena mendadak Kepala Bagian memanggil rapat. Dokter Pi merasa dari Koneksi Wi Fi miliknya bilang ini hal yang sangat buruk. Dokter Choi pikir ini karena Pasien Gong itu terluka ?
Kemanapun Dokter Yoo Hyejung pergi pasti ada darah.  Itu akan mengikuti aku juga.  Margaku adalah Pi ( Darah )” kata Dokter Pi, Dokter Choi pun setuju lalu keduanya sama-sama berjalan cepat menuju ruangan pertemuan. 


Dokter Kim sudah ada di dalam ruangan, Dokter Pi dan Dokter Choi datang duduk dibagian depan. Dokter Kim bertanya apakah semua sudah datang. Dokter Kang menjawab sudah semuanya. Dokter Kim memanggil Dokter Kang untuk mengulangi apa yang kau jelaskan  ke keluarga pasien Lee Soo Jin tadi.  
Ya, karena ada edema dan depresi otak ... kami harus membelah kepalanya.” Kata Dokter Kang dengan wajah tertunduk. 
“Sudah....Cukup. Apa yang salah dari situ ? Dokter Pi Young Gook.” Tanya Dokter Kim.
Aku tahu masalahnya, tapi tidak bisa menjawab.” Jawab Dokter Pi
Kalian ini benar-benar.  Apa Kalian ingin membuat persatuan saling melindungi seperti ini ?!” sindir Dokter Kim mengomel, Semua hanya bisa tertunduk dengan menutup mulutnya.
Berapa kali aku bilang ke kalian  jangan gunakan bahasa medis saat berbicara dengan pasien ?!!! Itu peraturan selama aku menjadi Kepala Bagian Departemen Bedah Syaraf di RS Gukil.   Itu yang aku ajarkan ke kalian ! Tapi, kalian malah menentangku ? Jangan gunakan kata yang hanya  dimengerti oleh kalian, jangan merasa lebih hebat dari pasien.” Tegas Dokter Kim merah, Dokter Kang pun hanya bisa tertunduk meminta maaf

Kalian semua dokter spesialis dan Kalian semua sedang dalam masa pelatihan.  Jangan hanya belajar soal tehnik Belajar juga mengatur pola pikir !” ucap Dokter Kim, semua pun mengatakan mengerti.

Hye Jung masih menunggu. Ji Hong baru datang sempat kaget tapi tersenyum sumringah karena Hye Jung ada didepan ruangan, lalu bertanya sejak kapan menunggunya. Hye Jung mengaku sudah lumayan lama. Ji Hon pikir kalau Hye Jung mengirimkan pesan pasti akan segera datang lalu mengajak masuk setelah membuka pintu ruangan.
Tidak ada tempat duduk karena aku belum merapikannya.  Ini karena aku belum resmi bekerja.” Ucap Ji Hong menendang kardus bekas lalu bersandar di mejanya.
Selamat, sudah bergabung dengan RS Gukil.” Kata Hye Jung memberikan pot bunga. Ji Hong menerimanya mengucapkan terimakasih dengan mengejek Hye Jung ternyata paham dengan hal seperti ini juga.
Apa arti bunga ini ? Apakah ini Murni, lugu atau sejenisnya ?” tanya Ji Hong, Hye Jung tak tahu kalau hanya melihat bunganya bagus jadi dibelinya, tak ada alasanya
“tak ada alasan dan hanya ingin saja." adalah kataku. Kau jadi sering menggunakannya.” Komentar Ji Hong

Hye Jung mengaku kalau bunga itu sebagai sogokan lalu mengeluarkan selembar kertas meminta Ji Hong melakukan sesuatu untuknya. Ji Hong melihat lalu bertanya nomor apa itu, Hye Jung memberitahu itu Nomor berkas nenek, ia tidak bisa melihat berkasnya karena masih pegawai kontrak dan Ji Hong sudah termasuk staf jadi bisa membukanya jadi meminta agar tunjukan kemampuannya sebagai pegawai tetap.
Hmm, kenapa ingin melihat ini ?” tanya Ji Hong, Hye Jung hanya meminta agar Ji Hong menemukanya dan mencetak untuknya, serta ingin tahu nama dari dokter residen yang melakukan operasi.
“ Jadi ini sebabnya kau melepaskan posisi stafmu di Rumah Sakit Daejon dan kemari ?” komentar Ji Hong
Aku pikir bisa melihat seluruh berkas saat jadi pegawai disini.  Tapi Kepala Rumah Sakit unik juga,Sistem keamanan berkasnya sangat hebat.” Kata Hye Jung
Ji Hong seperti mengerti lalu merobek kertas, meminta agar melupakan saja, Hye Jung pikir mana mungkin bisa dilupakan,  Ji Hong sadar mungkin terkesan dingin, tapi menurutnya Hye Jung juga seorang dokter bedah jadi Tidak ada satupun dari mereka yang bersih dari kesalahan medis. Hye Jung berpiir bisa memahami Kepala Rumah Sakit setelah menjadi dokter.  Tapi, setelah jadi dokter ia malah semakin tidak mengerti.
“Dia berpikir "Aku sudah melakukan yang terbaik, aku memberimu uang Jadi, jangan ganggu aku lagi."  Apa ini yang seharusnya dikatakan pada orang yang telah meninggal ? Nenekku ... Sampai saat terakhir Ia masuk ruang bedah,  dia sangat percaya pada dokternya.  Aku perlu tahu apa yang terjadi di ruang operasi. Ji Hong bertanya apabila Hye Jung sudah tahu lalu akan melakukan apa.
Setelah tahu, aku akan memutuskannya.” Ucap Hye Jung
“ Apa Kau tahu kalau masa batas undang-undang untuk kasus ini 10 tahun ?” ucap Ji Hong
Kau bilang insiden tidak bisa diubah, tapi hati bisa diubah.  Bagaimana kau bisa menyobeknya sekarang ?” kata Hye Jung marah
Ji Hong meminta maaf karena tidak suka melihat Hye Jung seperti itu, dan mengingatkan sekarang murdinya itu juga dokter sekarang dan orang tahu kalau Hye Jung sangat berbakat, jadi bisakah hidup normal dan menikmati hidup. Hye Jung dengan mata berkaca-kaca menegaskan tidak punya kemewahan hidup sebagai orang normal, lalu berpikir lebih baik lupakan saja kalau memang Ji Hong tidak mau melakukannya, karena ia akan meminta staf lain lalu keluar ruangan

Hye Jung melamun ditaman dan terlihat sedikit frustasi, Yoon Do datang dan langsudng di duduk disampinganya, menatapnya lalu bertanya apakah Hye Jung menangis. Hye Jung kaget karena Yoon Do sudah ada didekatnya, mengaku kalau dirinya kurang sensitive Tapi, ternyata dokter begitu juga menurutnya jika Yoon Do melihatnya harusnya pura-pura tidak melihat dan  meninggalkanya.
Jadi kau tidak menangis. Tapi kenapa terlihat begitu ?Polisi ingin meminta pernyataan kita.  Kita diminta datang, berdua.” Ucap Yoon Do
Dokter Hong Ji Hong sudah memberikan pernyataan.  Dia selalu bergerak cepat.” Kata Yoon Do sambil berdiri lalu mengajaknya pergi. Hye Jung pun akhirnya ikut berdiri. 

Ji Hong terdiam menatap kertas yang sudah di solasinya, lalu mengecek di komputer nomor berkas nenek Kang yang diberikan Hye Jung, tapi hasilnya  [TIDAK MEMILIKI AKSES BERKAS ] setelah beberapa kali tetap hasilnya sama, ternyata ia sebagai pegawai tetap tak bisa dengan mudah melihat berkas. 

Seo Woo bertemu dengan Dokter Pi membahas Hye Jung pasti membuat masalah lagi. Dokter Pi memberitahu Bukan Hye Jung yang bikin masalah Tapi Hye Jung sebagai korban karena Kalau bukan karena Dokter Hye Jung,  Maka pasien Gong bisa saja mati. Seo Woo terdiam melihat Yoon Do dan Hye Jung masuk bersamaan, lalu berpisah.
Kenapa kalian bersama ?” tanya Seo Woo terkesan cemburu, Yoon Do menjawab mereka dari kantor polisi memberi pernyataan sambil melihat berkas pasien
Sunbae pasti kesal, terseret dalam hal ini.  Kalau kau ada di dekatnya, hal buruk pasti terjadi padamu.  Dia harus pergi seperti keinginanmu” ucap Seo Woo dingin
Sekarang aku tidak mau lagi.  Dokter Yoo, orang baik.  Setelah aku mengenalnya.” Ungkap Yoon Do

Kau tahu apa soal dirinya ?” tanya Seo Woo sinis, Yoon Do tidak tahu harus bilang apa kalau Seo Woo bertanya begitu.
Perasaan aneh apa ini ?  Apa Kau suka padanya ?” kata Seo Woo
Apa alasan sebenarnya dari permusuhan yang kau miliki pada Dokter Yoo?” tanya Yoon Do penasaran
Seo Woo pikir pernah cerita, kalau itu adalah traumanya dan semua itu karena Hye Jung, lalu bercerita Hye Jung itu saat SMA suka berkelahi bahkan tidak lulus karena dikeluarkan dan mengungkapkan alasan bercerita kalau perhatian padanya. Yoon Do pikir tak butuh perhatian itu karena sudah mendengar langsung dari Hye Jung.
Ini membuatku jadi ragu.  Apakah dulu kau memang korban dokter Yoo ?  Tapi Dari penilaianku, sepertinya tidak.” Komentar Yoon Do lalu melangkah pergi.

Menurutku, pasti terjadi sesuatu di ruangan Pasien Gong semalam.  Dia pasti melakukan sesuatu padanya.  Kalau disimpulkan, Dokter Yoo Hye Jung  menyelamatkan Dokter Jung. Dia nyaris saja terbunuh.” Bisik Dokter Pi, Seo Woo hanya bisa menghela nafas lalu pergi

Yoon Do menemui pasien bibi kedai bertanya binatang apa yang disukainya, Bibi mengatakan suka Anjing karena setia. Yoon Do pun menyuruh Dokter Kang agar segera memindahkanya. Dokter Kang pun mengerti. Seo Woo datang berkunjung menyapa si bibi dengan senyuman sumringah.
Nona dokter datang.” Ucap si bibi, Seo Woo menanyakan keadaanya. Si Bibi mengucapakan terimakasih  kerena Seo Woo selalu datang.
Aku ada disana saat anda pingsan, jadi aku merasa bertanggung jawab.” Ucap Seo Woo
Kau kemari karena ingin bicara dengan dokterku, dan aku cuma tameng.” Komentar bibi melirik pada Yoon Do  
Aku tidak bisa membohongi ahjuma.Sekarang giliranku bicara pada sunbae.” Kata Seo Woo, Yoon Do binggung.
Seo Woo bertanya Sebenarnya apa yang dipikirkan Yoon Do tentang dirinya dan bertanya Dimana buktinya kalau ia bukan korban saat itu. Yoon Do mengajak Seo Woo untuk bicara diluar saja. Seo Woo pikir lebih baik bicara diruangan saja karena si bibi juga tak masalah mendengarnya karena ia juga sudah dianggap konyol olehnya. Bibi pun setuju.

“Apa Kau tidak tahu kesalahanmu padaku ?” ucap Seo Woo menyindir, Yoon Do langsung mengatakan maaf dan merasa Seo Woo sudah puas mendengarnya.
“Kau bilang Puas ? Cepat tarik omongan itu.” Ucap Seo Woo  
Benar, bukan permintaan maaf kalau pakai kata "puas?" dibelakangnya.”kata si bibi
Augh, kalian cocok sekali.  Sekarang Aku tarik kata "puas?"” ucap Yoon Do lalu sedikit berbisik kalau Seo Woo itu pasti puas mendengarnya lalu meninggalkan ruangan.
Hanya karena aku suka sunbae, bukan berarti kau bisa mengontrolku.  Aku yang mengontrol !” teriak Seo Woo
Aku suka padamu dokter, Dari awal harusnya aku hidup seperti itu.” Ungkap si bibi, Seo Woo mengoda kalau si bibi pasti mudah emosi juga.
“Apa aku bisa minta tolong, Aku meminta putraku memanggil perempuan itu. Tapi dia tidak mau dengar.” Kata Si bibi


Ji Hong masuk ruangan menemui ayahnya, Dokter Kim mengeluh dari mana saja Ji Hong yang baru datang. Tuan Hong mengetahui anaknya yang masih cuti dan mengomel kalau Dokter Kim itu sudah memperbudak anaknya. Dokter Kim menyangkal kaalu bukan ia yang meminta Ji Hong untuk datang.
Ji Hong sendiri yang datang terus.” Kata Dokter Kim, Ji Hong mengejek kalau Ji Hong yang memintanya.
Iya, benar.... Istirahat saja minggu ini.” Ucap Dokter Kim dongkol
Yaa, baguslah ! Kita memancing saja kalau begitu.” Ajak Tuan Hong, Ji Hong mengeluh tidak suka memancing.
Tuan Hong yakin apabila anaknya mencoba maka  pasti suka. Ji Hong mengatakan sudah 10 tahun mencoba tapi tetap saja tak menyukainya. Tuan Hong menjamin Dalam setahun, pasti menyukainya. Ji Hong tertawa menjerit kalau ia tidak suka sama sekali. 

Soon Hee masuk ke rumah sakit memberikan selembaran memberitu kalau restoran baru saja buka. Ia membagi brosur saat melihat orang yang lalu lalang dan meminta agar segera mampir bahkan memberikan Diskon 20% untuk pegawai RS Gukil.
Tiba-tiba ia menabrak seorang bibi sampai semua brosurnya jatuh, si bibi memegang pundaknya mengomel kalau Soon Hee harus jalan berhati-hati, Soon Hee ingin mengomel tapi melihat si bibi terlihat sakit di bagian wajahnya memilih untuk meminta maaf dan membereskan brosur yang terjatuh. Seorang wanita muda memanggil ibunya, mengajaknya untuk pergi karena Bisa masuk lebih cepat kalau  datang ebih cepat.
Kau bisa jadi dokter kalau nilaimu lebih bagus sedikit.” Ucap si ibu dengan nada menyindir saat anaknya ingin membantu Soon Hee.
Ibu, sekarang sudah telat bicara begitu.  Ini tahun ketigaku.” Kata anaknya.
Aku bicara begitu karena sayang sekali.” Ungkap ibunya, sang anak mengatakan nilainya itu hanya bisa buat jadi guru, bukan dokter jadi meminta agar Berhenti bermimpi karena butuh nilai tinggi.

Soon Hee mengedumel mendengarnya, setelah selesai membereskan brosurnya. Si ibu mulai memuji anaknya rendah hati sekali lalu mengajak pergi. Soon Hee tiba-tiba melihat sosok orang yang dikenalnya, dengan berteriak bangga memanggil teman dokternya Hye Jung sambil melambaikna tangan. Hye Jung terlihat malu menyuruh Soon Hee tak perlu berteriak.
Akhirnya Soon Hee sadar mencari-cari kemana ibu yang tadi menyindirnya. Hye Jung bertanya siapa yang dicari temanya. Soon Hee menceritakan ada seorang bibi yang pamer anaknya sebagai guru, lalu berteriak kalau temanya itu dokter. Dengan kesal akan memberikan pukulan kalau tak melihat si bibi itu sakit.
Hye Jung memuji temanya yang sekarang suka bisa membuka restoran sendiri. Soon Hee pun senang dengan mengelus wajah Hye Jung dengan hanya melihatnya membuatnya jadi kuat dan penuh semangat, lalu memberikan tas karena tahu temanya tak pulang semalam. Hye Jung memeluk temanya dan mengucapkan terimakasih. Keduanya pun langsung high five dan memberikan semangat. 
bersambung ke part 2


1 komentar: