Sabtu, 09 Juli 2016

Sinopsis Doctor Episode 5 Part 2

Hye Jung keluar dari ruang operasi dengan wajah lelah, Yoon Do memanggilnya dan langsung membungkukan badan sebagai tanda hormat, dan langsung meminta maaf. Hye Jung pikir melihat Yoon Do yang minta maaf semudah ini membuatnya jadi tidak semangat bertarung.
Kalau kalah, maka aku cepat mengakuinya.  Kali ini, aku akan hormat pada keputusan Dokter Yoo Hye Jung.  Apapun maumu.” Kata Yoon Do rendah diri
Aku mirip dengan preman dan juga kasar dan Aku tidak tahu apa-apa. Aku tidak berusaha belajar.  Jadi Aku bisa apa ?” ucap Hye Jung menyindir
Itu ... tadi aku sudah minta maaf. Kau memang pendendam.” Keluh Yoon Do
Hye Jung mengejek Yoon Do itu memang  aneh sekali. Yoon Do mengaku memang sedikit aneh, Hye Jung heran karena Yoon Do itu sekali mengakuinya dan menyukanya karena menyukai Hye Jung yang simple karena neneknya dulu juga bersikap seperti itu, menceritakan selalu saja kena omel tapi mendadak senang kalau diberi yang diinginkan.
Yoon Do menilai kalau itu pujian dan mengaku kalau memang orang yang simpel, Hye Jung tertawa melihat Yoon Do yang masih merasa senang. Yoon Do pikir  Prof Hong Ji Hong  suka sekali pada muridnya dan lebih menyukai Hye Jung dibanding Seo Woo saat masih sekolah. Hye Jung pikir tak mungkin karena Rasanya seperti orang tua yang lebih sayang pada anak yang punya kekurangan lalu memberitahu kalau ia dikeluarkan dari sekolah saat SMA. Yoon Do terlihat kaget.
Hye Jung merasa Yoon Do itu takut karena dulu ia adalah suka berkelahi disekolahan dengan memberikan kepala tanganya untuk tinju. Yoon Do pikir untuk apa takut dan memberitahu kalau ia juga anak bandel disekolahan dengan mengepalkan tanganya, dengan jempol dimasukan dalam kepalan. Hye Jung mengejek kalau itu tangan yang seding main dingdong lalu pamit pergi. 


Dokter Jung, melihat Yoon Do sedang mengepalkan tanganya bertanya sedang apa. Yoon Do tersadar setelah melihat Hye Jung pergi dan melihat pamannya sudah berdiri didepanya. Dokter Jung melihat saat yang bagus mereka bertemu dan meminta izin agar bisa menginap dirumah keponakanya.
Kenapa ditempatku ? Kau punya rumah bersama seorang model.” Kata Yoon Do heran
Aku tidak mau pulang karena model itu.” Ucap Dokter Jung, Yoon Do ingat kalau pamanya itu sangat mencintai pacarnya.
Dia minta dinikahi Lalu Aku minta putus, tapi dia tidak mau pergi dari rumah.” Jelas Dokter Jung, Yoon Do menyuruh pamanya menikah saja.
Kau tahu sendiri ayahku.  Kakekmu itu ... Dia menikah 3 kali,  dan saat menikah punya pacar. Bahkan saat menikah dia diam-diam ketemu perempuan. Lalu ayahmu, kakak sulungku. Dia bersumpah tidak akan seperti ayah, tapi sekarang, sudah mau bercerai untuk kedua kalinya.  Dirumah kita, tidak ada yang bisa menetap pada satu wanita.” Jelas Dokter Jung

Aku harus mengganti DNA-ku.” Komentar Yoon Do
Awalnya aku juga berpikir begitu saat pertama menikah.  Tapi apapun yang kau lakukan, gen tidak akan berubah.  Jadi Boleh nginap atau tidak ?” kata Dokter Jung
Yoon Do mengatakan tidak bisa bilang sandi rumahnya, Dokter Jung heran melihat keponakanya yang kaku sekali karena sandinya bisa diganti lagi. Yoon Do mengangguk mengerti, Dokter Jung heran melihat keponakanya yang melamun, lalu menebak menyukai wanita yang baru mengobrol denganya. Yoon Do menyangkalnya, Dokter Jung mengatakan hanya bercanda.
Eh, minggu depan Prof Hong akan gabung di departemenmu ? Jadi kau Baik-baik padanya, Dia sahabatku.” Pesan Dokter Jung, Yoon Do mengaku sudah merusaknya.
Kenapa ? Kau sudah ketemu Ji Hong ?” tanya Dokter Jung melihat Yoon Do yang pergi meninggalkanya. 


Ji Hong duduk ditaman setelah operasi, Hye Jung datang mengatakan kalau membawakan minuman juga untuk Ji Hong dan menawarkan apakah ingin minum kopi. Ji Hong menolak ingin minum air putih saja. Hye Jung pun menuangkan air putih ke dalam gelas, Ji Hong menerima dan mengaku ingin minum kopi juga. Hye Jung pun memberikan segelas kopi untuk gurunya. 
“Apa kau Sudah ketemu walinya ?” tanya Ji Hong, Hye Jung mengangguk menceritakan sudah menghiburnya.
Kau bersikap baik padaku, karena tadi jadi asistenmu, kan ?” ejek Ji Hong, Hye Jung pikir sikapnya sekarang bukan masalah yang besar. 
Hye Jung .. Apa Kau mau hidup seperti ini terus ?” ucap Ji Hong, Hye Jung bertanya balik memangnya hidupnya seperti apa.
Kau terlalu kompetitif menurutnya Hye Jung itu sudah sukses sekarang seharusnya nikmati hidupmu.  Dalam sehari kau tidur berapa jam ?” ucap Ji Hong
Aku tidur 10 jam selama seminggu, itu sudah kebiasaan.  Aku tidak bisa seperti sekarang kalau hidup seperti orang lain.” Cerita Hye Jung

Ji Hong bertanya apakah Hye Jung sekarang merasa bahagia. Hye Jung pikir mana mungkin merasa bahagia. Ji Hong menanyakan alasannya, Hye Jung mencaritakan Saat pertama kali bilang ke Ji Hong ingin hidup berbeda, Ji Hong ingat semua ini demi memberi hidup nyaman untuk nenek. Hye Jung merasa  sudah hidup berbeda dan jadi sukses tapi nenek sudah tidak ada. Ji Hong mengaku tak bisa membantu dalam hal seperti itu, tapi menurutnya lebih baik menerima kenyataan saja.
Kenapa kau selalu ingin membantuku ? Apa aku masih jadi muridmu  Mungkin buat kau, aku ini masih anak umur 18 tahun yang bermasalah ...” keluh Hye Jung
“Apa Menurutmu aku ... bersikap begini karena aku gurumu ? Kalau kau berpikir begitu, maka kau itu bodoh Atau, haruskah aku senang ...karena kau jadi dokter tanpa berkencan, kau tidak tahu rasa tertarik pada lawan jenis, Apa Kau tidak sadar kalau aku menatapmu sebagai laki-laki pada perempuan ?” akui Ji Hong, Hye Jung menatap binggung
Setiap aku mengingatmu, maka Aku mengingat saat terakhir aku melihatmu.” Kata Ji Hong

Flash Back
Ji Hong berlari kencang mengejar Hye Jung, tapi saat mendekat Hye Jung menerima help yang diberikan Soo Chul lalu menaiki motor dan pergi.
Hari itu harusnya aku tidak melepaskanmu.” Kata Ji Hong, Hye Jung memilih untuk berdiri tapi kakinya tak sengaja menyenggol minuman dan Ji Hong tertawa karena kedinginan.
“Apa Ini jawaban tidak darimu ?” ucap Ji Hong, Hye Jung mengatakan bukan itu maksudnya.
Kalau begitu, apa mau berkencan denganku ?” kata Ji Hong blak-blakan dengan memegang tanganya, Hye Jung pun menjawab tidak dengan melepaskan tanganya. Ji Hong mengartikan kalau Hye Jung menolaknya. Hye Jung menjawab Tidak.
Ji Hong binggung karena Hye Jug terus menjawab tidak menurutnya itu seperti kebiasaan bilang tidak pada pertanyaan. Hye Jung kembali menjawab tidak, Ji Hong pikir benar dengan pikiranya, lalu mengatakan Lain kali akan bertanya lagi, menurutnya kali ini masih merasa canggung.
Anehnya, tiap kita mulai bicara serius, akhirnya selalu mirip acara komedi.  Jadi Ini sebenarnya salah siapa?” ucap Ji Hong berdiri, Hye Jung hanya mengangkat bahunya.
Reaksi macam apa itu ? Kau aneh....Kau berubahjadi aneh ... Dasara Gadis jahat.  Lain kali aku akan tanya lagi.  Saat itu, aku ingin kau menjawab yes dari pertanyaanku.” Kata Ji Hong lalu melangkah pergi. Hye Jung terlihat tertunduk kebinggungan. 

Dokter Jin menyambut Presdir Jung didepan rumah sakit mengucapkan terimakasih karena mau datang disaat sedang sibuk. Presdir Jung meminta maaf karena lama tidak menghubungi lal meminta izin untuk melihat putranya karena sudah datang ke rumah sakit. Dokter Jin mendengara Yoon Do sedang melakukan operasi.
Sejak dia pindah, aku jarang melihatnya. Aku harus mencari untuk melihat wajahnya.” Kata Presdir Jung
Anak-anak tidak tahu hati orang tua sampai mereka menikah.” Ungkap Dokter Jin
Presdir Jung pun meminta agar melihat Seo Woo, Dokter Jin memberitahu anaknya juga sedang melakukan operasi.  Presdir Jung mengerti dan merasa senang keduanya kerja bersama. Dokter Jin pun mengajak Presdir Jung untuk segera masuk. 

Meskipun Ketua Hong punya saham besar di perusahaan perawatan medis,Apa ini cukup untuk memberhentikan dia ?” kata Presdir Jung mengembalikan berkasnya.
Ceritanya bisa beda kalau aku bilang ini demi profit.  Dia menilai kehormatannya sangat tinggi.” Kata Dokter Jin
Presdir Jung mengartikan maksud dari Dokter Jin adalah kalau akan membuat Tuan Hong mundur sendiri. Dokter Jin berharap seperti itu tapi akan melihatnya nanti lalu bertanya Apa pendapat Kementrian Kesehatan  dan apakah parlemen akan membiarkannya. Presdir Jung memberitahu banyak orang menentang ide rumah sakit yang mencari untung bahkan Organisasi non-pemerintah juga menentangnya.
Sampai kapan dokter harus diperalat mereka ? Kita harus memprivatisasi rumah sakit seperti Amerika dan bersaing dalam pertempuran yang adil sebagai perusahaan. Kita harus ijinkan pasien dirawat sesuai kemauan mereka.” Kata Dokter Jin sombong
Sebuah rumah sakit nirlaba dibuka di Pulau Jeju, ini hanya masalah waktu. Tidak ada pilihan lain selain untuk menjadikan ini industri. Minggu depan, aku akan bertemu anggota Kongres Nam.  Jadi kau bisa ikut denganku.” Ucap Presdir Jung, Dokter Jin tersenyum sumringah mendengarnya.
Setelah itu ia keluar ruangan, memerintahkan anak buahnya agar meminta media menulis berita kalau Tuan Hong hanya berusaha mencari keuntungan buat rumah sakit. Senyuman liciknya pun terlihat. 

Dokter Kang sedang tertidur lalu merasakan ponselnya bergetar dan melihat telp dari Dokter Ahn lalu mengangkatnya dengan mata tertutup. Dokter Ahn memberitahu keadaan pasien Lee Ki Cheol yang tidak bisa tidur semalam.
Haruskah aku beri obat tidur atau tidak ? Kondisi mentalnya baik.” Ucap Dokter Ahn, Dokter Kang bertanya apa masalahnya sekarang
Saat ini keadaanya seperti itu, tapi nantinya tidak tahu.” Kata Dokter Ahn
“Dasar bodoh.... Mana bisa membuat resep kalau sakitnya nanti ?!” teriak Dokter Kang marah lalu menutup telpnya.
Dokter Ahn hanya bisa menyengir dan mematikan telpnya, Dokter Choi yang mendengar terikan seperti sudah menduga sebelumnya, lalu menyuruh perawat memberikan obat tidur pada Pasien Lee. Perawat mengerti dan memberikan semangat. Dokter Ahn mengeluh kalau ia sangat membenci Dokter Choi.
Hyungnim kenapa lamban sekali ? Kenapa kau selalu tanya soal apa saja ?” kata Dokter Choi
Kau kira aku tanya, karena ingin ? Apa kau ingat siapa yang bilang aku mampus kalau tidak melapor ?” kata Dokter Ahn kesal  merasa sebar salah.
Kita berikan laporan yang jelas, bukan setiap saat.” Ucap Dokter Choi
Dokter Pi datang membenarkan ucapan Dokter Choi. Dokter Ahn melirik sinis lalu memberitahu Dokter Pi tadi dicari oleh Seo Woo, Dokter Pi tahu Seo Woo itu selalu mencari tapi tidak selalu menjawab karena dirinya itu jual malah. Dokter Choi hanya bisa mengelengkan kepala, tiba-tiba terdengar teriakan dari ruangan rawat. Semua pun berlari ke arah suara teriakan.
 Seo Woo melihat ponselnya ada Panggilan tak terjawab dari Prof Hong Ji Hong, lalu telp masuk dari Dokter Ahn. Dengan wajah panik Dokter Ahn melaporkan Pasien Jin Min Ki berteriak.  Seo Woo mengeluh kenapa harus memberitahunya, lalu bertanya apakah keadaanya serius.

Pasien Jin akhirnya bisa tenang dengan tali yang mengikat badanya, Dokter Choi pun mulai memijatnya. Seo Woo datang memeriksanya, Doktr Choi menjelaskan sengaja mengikatnya karena pasien Jin selalu berusaha lompat dari tempat tidur.
Bukankah kau sudah mengambil resep dari psikiater waktu itu ?” kata Seo Woo, Dokter Choi membenarkan dan kali ini sudah memberikan resep obat yang sama.
Lalu, kenapa memanggilku ?” ucap Seo Woo, Dokter Choi merasa tak memanggilnya, Seo Woo pun menyuruh untuk memanggil Dokter Kang untuk menghadapnya dan bertanya keberadaanya. 
Dokter Kang buru-buru berlari dengan memakai jasnya. Seo Woo memarahi Dokter Kang karena membiarkan Dokter Ahn yang menelpnya untuk masalah sepele. Dokter Kang pun meminta maaf. Seo Woo mengeluh karena sistemnya berantakan sekali. Dokter Pi datang menyuruh Seo Woo pelan saja bicaranya.

Kau dari mana saja ? Kenapa telponku tidak diangkat ?” ucap Seo Woo, Dokter Pi mengatakan tak kemana-mana hanya sedang sibuk saja. Seo Woo berkomentar itu sudah bagus
Kenapa kau tak ijinkan dia melapor hal begini padamu ? Dia menelponku, karena takut kau marahi. “ kata Seo Woo, Dokter Kang ingin mengomel pada Dokter Ahn tapi akhirnya meminta maaf.

Aku akan bicara pada Joong Dae dan memastikan ini tidak terjadi lagi.” Kata Dokter Kang, lalu mengajak Dokter Ahn untuk ikut denganya. Dokter Ahn ingin seniornya itu bicara di depan Seo Woo saja. Dokter Kang mengajaknya untuk segera pergi. Dokter Ahn terlihat ketakutana, Seo Wo pun menyuruh untuk segera pergi. 
Dokter Pi pun bertanya kenapa Seo Woo menelpnya. Seo Woo menceritakan tidak menjawab telpon Dokter Hong Ji Hong. Dokter Pi menanyakan alasanya, Seo Woo juga tak tahu kenapa, lalu menanyakan pendapat temanya. Dokter Pi bertanya apakah Seo Woo melakukan kesalahan, tapi menurutnya tak mungkin karena temanya itu jarang berbuat salah.
“Kau telp saja lagi, Lebih baik telpon dia kembali daripada penasaran karena cemas.” Ucap Dokter Pi, Seo Woo tak terima kalau dianggap terlihat cemas. Dokter Pi menyuruh Seo Woo untuk segera menelp kembali Ji Hong sebagai jawabanya. Seo Woo pun menghela nafas panjang. 


Ditaman keduanya duduk berjauhan, Ji Hong pikir mereka berdua  harus membereskan masalah yang ada, hari ini juga. Seo Woo bertanya masalah apa. Ji Hong membahas mereka dulu saat  13 tahun lalu, sudah membuang emosi karena kesalah pahaman dan  tidak ingin itu terjadi lagi. Seo Woo mengatakan kalau semua itu bukan salah paham.
Baiklah.... Kalau begitu pikirmu, maka aku harus hormati. Sekarang Aku ganti perkataanku. Mulai sekarang, aku harus memastikan ini karena tidak mau ada salah paham lagi.” Tegas Ji Hong
Apa ini karena operasi yang Hye Jung lakukan ?” ucap Seo Woo, Ji Hong mengatakan termasuk itu juga.
Aku suka pada Hye Jung.” Akui Ji Hong, Seo Woo menyindir kenapa harus bilang pada dirinya bukan ke Hye Jung.,
“Apa Kau kira aku bilang padamu duluan sebelum ke Hye Jung ?” kata Ji Hong, Seo Woo berkomentar itu bagus,
Aku cemas karena dia mendadak muncul lagi di hidupku.  Aku pikir, apa lagi yang mau dia ambil dariku kali ini.  Setidaknya bukan laki-laki.  Aku suka pada Dokter Jung Yoon Do. Kami satu
alumni dan keluarga kami dekat, jadi aku percaya padanya.” Cerita Seo Woo
Ji Hong berharap mereka bisa berhubugan dengan lancar, dan meminta agar Seo Woo bersikap baik pada Hye Jung, Seo Woo merasa Dari awal tidak pernah kejam padanya tapi menurutya Hye Jung yang lebih kejam duluan. Ia masih ingat kalau Hye Jung yang dari awal mendekatinyakarena ingin belajar dan Sejak itu, hidupnya jadi berantakan lalu mengungkapkan kangen pada In Joo, karena seniornya itu korban Yoo Hye Jung.
Harusnya aku tidak memulai ini.   Ini tidak bisa diselesaikan, kan ?” ucap Ji Hong seperti merasa menyesal. Dokter Jung datang memanggil Ji Hong,
Seo Woo pun memanggil Dokter Jung “paman” karena sudah dekat. Doktr Jung bertanya apakah mereka berdua saling kenal, Seo Woo malah mengajukan pertanyaan yang sama. Dokter Jung mengatakan kalau ia yang lebih dulu bertanya tapi tak dijawab, lalu memberitahu mereka bersahabat, termasuk dengan In Joo kalau mereka teman satu kampus dan meminta pengakuan dari Ji Hong.
Ji Hong pikir untuk apa bertanya padanya. Dokter Jung merasa harus melakukannya, lalu memiting temanya dengan nada marah karena karena seharusnya menemuinya dulu saat baru datang. Seo Woo pun memilih untuk pergi dan membiarkan mereka berdua untuk bicara saja. Dokter Jung pun melambaikan tangan mengajak untuk minum bersama dengan teman lamanya. Ji Hong berhasil melepaskan pitingan temanya sambil mengomel karena masih siang. Dokter Jung memangnya kenapa, karena tidak masalah minum siang hari. Ji Hong pun memilih untuk kabur. Dokter Jung mengejarnya. 


Hye Jung melihat video tentang operasi, lalu pikirannya mengingat saat pertama kali bertemu dengan Ji Hong diatap rumah sakit dengan helikopter yang baru mendarat. Saat itu Ji Hong langsung bertanya apakah Hye Jung sudah menikah, Hye Jun menjawab belum. Ji Hong pun kembali bertanya apakah Hye Jun sedang berkencan. Hye Jung juga mengatakan tidak. Ji Hong pikir itu bagus dan langsung pergi meninggalkanya.
Akhirnya Hye Jung menghentikan video operasi yang sedang ditontonya, lalu teringat kata-kata Ji Hong yang bertanya apa yang harus belajar apa dulu sebelum memasukan kateter, Dengan memegang pundaknya mengataka “harus belajar menerima perlindungan.” Hye Jung seperti merasakan tangan Ji Hong yang menyentuh lenganya.

Hye Jung kembali mengingat saat terakhir kali bertemu dengan neneknya sebelum masuk ruang operasi mengatakan kalau tak akan lama, berpesan Jangan sedih sendirian dan menangis, menyuruhnya untuk pergi makan. Masih ada dalam ingatanya saat Neneknya menyuruhnya untuk pergi saat masuk ruang operasi.
Air mata Hye Jung akhirnya mengalir mengingat neneknya, lalu mengambil ponseln dan menelp Ji Hong menanyakan keberadaan sekarang. 


Ji Hong sudah berjalan dilobby lalu meminta temanya untuk menunggu diluar karena ingin menemui juniornya sebentar. Dokter Jung mengeluh kenapa tak bisa berbicara di sini saja. Ji Hong menyuruh temanya segera menunggu diluar saja. Hye Jung datang menghampirinya, Dokter Jung ingat kalau Hye Jung tadi melihat setelah bicara dengan Yoon Do.
Kenalkan aku padanya, Ini pertemuan kedua kalinya.” Ucap Dokter Jung penuh semangat, Ji Hong menyuruh temanya menunggu diluar saja. Akhirnya Dokter Jung lebih dulu menyapa Hye Jung.
“Apa Kau tidak ingat aku ? Aku mengingatmu.” Kata Dokter Jung terdengar mengoda. Ji Hong kesal melihat sikap temanya.
Kita bertemu lagi. Kalau ketemu 3 kali, kita harus pacaran.” Ucap Dokter Jung lalu berjalan pergi. Ji Hong tertawa mendengarnya, Hye Jung bertanya siapa pria itu. Ji Hong hanya mengatakan seorang pria gila.

“Dia adalah Temanku, staf di Bedah Umum. Kau Mau bicara apa ? Apa Sudah ada pertanyaan kedua ?” kata Ji Hong, Hye Jung mengatakan bukan itu maksudnya bertemu dan masih belum bisa menjawabnya.
Wajahmu serius sekali. Aku tidak mau dekat karena kau menakutkan” ejek Ji Hong, Hye Jung pun meminta maaf.  
Aku ingin minta tolong, Kau adalah putra Ketua dan Direktur Yayasan.  Itu artinya anda punya akses ke berkas rumah sakit ‘kan ?” ucap Hye Jung
Ji Hong berpikir itu seperti Informasi tingkat tinggi, Hye Jung menjelaskan ada berkas yang hanya bisa diakses oleh orang berlevel tinggi dan statusnya masih belum pegawai tetap ... matanya tiba-tiba melihat sosok orang misterius yang pernah dilihat sebelumnya saat siang hari. Ji Hong pun berpikir Hye Jung menginginkan agar dirinya bisa mendapat informasi yang tidak bisa di akses, Hye Jung seperti tak mendengar ucapan gurunya memilih untuk bicara lagi nanti. Ji Hong bertanya ada apa. Hye Jung mengatakan Ada orang aneh lalu berlari pergi. 


Pria misterius pun masuk ke tangga darurat, Hye Jung tak bisa melihatnya lalu berlari masuk ke ruangan Ketua Gangster, tak ada lagi anak buah yang berjaga didepan pintu. Akhirnya ia mencoba masuk ruangan dan Ketua Gangster tak da ditempat tidur wajahnya terlihat panik. Tiba-tiba ketua Gangster masuk ruangan kaget melihat Hye Jung sudah ada diruanganya.
Kau jalan pelan sekali dokter.” Ejek Ketua Gangster sambil naik ke tempat tidur, Hye Jung bertanya kemana semua anak buah yang biasa berjaga. Ketua Gangster mengatakan sudah menyuruhnya pulang. Hye Jung binggung menanyaakan alasanya.  
Dokter yang menyuruhku begitu.” Kata Ketua Gangster, Hye Jung tak percaya karena ketua Gangster mau mendengar nasehatnya.
Yah ... mulai sekarang aku ...akan mendengar nasihat dari wanita.  Lalu Kenapa dokter kemari ?” tanya Ketua Gangster
Dokter tidak perlu alasan khusus untuk mengunjungi pasiennya.” Jawab Hye Jung lalu menyuruhnya untuk Istirahat lalu keluar ruanganya.
Di depan pintu ruang rawat Hye Jung bisa bernafas lega karena tak terjadi sesuatu pada pasienya. Tapi pria misterius itu bersembunyi dibalik dinding dan masuk kamar setelah Hye Jung keluar dari ruang rawat. 

Yoon Do baru saja masuk parkiran, ponselnya berdering. Dokter Kang menelp Pasien dengan aneurisma otak. Tekanan darahnya berada di bawah 90 dan Masih tidak naik meskipun sudah diberi infus dan dopamine. Lalu bertanya apa yang harus dilakukanya. Yoon Do memilih untuk menghampirinya.
Hye Jung berada didalam lift melihat Dokter Choi yang masuk terlihat lesu dengan menyandarkan kepala di dinding. Lalu ia bertanya apakah Dokter Choi sudah makan. Dengan suara lesu Dokter Choi menjawab belum karena IGD sedang banyak pasien, bahkan duduk saja tidak sempat. Hye Jung menyuruh makan saja dulu.
Dokter Choi mengatakan Ada banyak kerjaan, yaitu harus siapkan ruang bedah pasien Kim Mal Joo dan Mengganti perban bos gangster juga. Hye Jung mengatakan kalau akan menganti perban ketua Gangster jadi Dokter Choi memiliki waktu untuk makan, Dokter Choi langsung sumringah mendengarnya. Hye Jung melihat juniornya itu pasti senang. Dokter Choi pun mengucapkan terimakasih.
Tapi kenapa mendadak baik sekali padaku ? Apa kau Suka padaku ?” ucap Dokter Choi mengoda, Hye Jung menyuruh jangan bercanda dan menyuruhnya untuk segera turun.
Dokter Choi pun bertanya mau kemana Seniornya, Hye Jung menyindir harus pergi naik ke atas untuk menganti perban Ketua Gangster. Dokter Choi dengan senyuman bahagia mengucapkan terimakasih lalu pamit pergi. 

Di ruang rawat
Ketua Gangster sedang tertidur, tak sadar ada seseorang yang masuk ruanganya. Si pria misterius datang dan langsung menarik selimutnya. Ketua Gangster pun akhirnya terbangun, Si pria langsung mengeluarkan sebuah pisau, lalu bertanya apakah masuk ditusuk dibagian perutnya. Ketua Gangster terlihat tak terlalu kaget.
Si pria mulai mengumpat dan menyuruh ketua Gangster untuk pergi menyelamatkan adiknya maka dengan begitu ketua Gangster bisa tetap hidup lalu mengancam dengan pisau di leher. 

Yoon Do melihat keaadan bibi pemilik kedai mengatakan Vitalnya sudah stabil, lalu bertanya apakah Hari ini yang tugas dokter Yoo Hye Jung. Dokter Kang membenarkan, Yoon Do pun menyuruh agar menelpnya. Dokter Kang menelp tapi tak diangkat.
Apa aku harus tinggalkan dia padamu ? Bisakah aku percaya padamu ?” ucap Yoon Do ragu. Dokter Kang mengatakan kalau ia bisa. Akhirnya Yoon Do bisa percaya dan keluar ruangan.

Hye Jung kembali ke ruangan gangster untuk menganti perban, tapi betapa terkejutnya melihat Ketua Gangster sudah ditutup mulutnya dengan tangan teringat. Ketua Gangster memberi kode agar Hye Jung tak mendekat karena berbahaya. Saat itu juga mulut Hye Jung langsung dibekap dari belakang dan semua alat yang dibawanya terjatuh. 


Cafe Sooni Hawai
Soon Hee sedang melayani pelanggan dengan mengantarnya minuman. Sosok pria taman, Soo Chul datang membawa gas lalu bertanya dimana harus menaruhnya. Soon Hee melotot kaget melihat sosok pria yang dikenalnya, dengan terbata-bata menyuruh untuk menaruh di dapur. Matanya langsung melotot kaget karena bertemu dengan pria yang tampan saat SMA.

Ji Hong dan Dokter Jung sedang berjalan bersama, lalu Ji Hong bertanya darimana temanya bisa mengenal Soo Jin. Dokter Jung bertanya maksudnya Soo Jin yang mana, apakah Kang Soo Jin atau Park Soo Jin. Ji Hong tertawa lalu memberitahu maksudnya Kim dan ponselnya tiba-tiba bergetar.
Soon Hee menelpnya, Ji Hong memberitahu dalam perjalanan menuju restoranya, Soon Hee panik memberitahu Hye Jung yang tak mengangkat telpnya merasa temanya itu pasti terjadi sesuatu. Ji Hong dengan santai yakin Hye Jung pasti sedang sibuk jadi bisa menghubunginya nanti.
Aku bilang begini karena guru sepertinya belum tahu Hye Jung yang sebenarnya.  Dia selalu menelpon balik sesibuk apapun dirinya.  Kalau tidak bisa menelpon dia pasti mengirim pesan.” Ucap Soon Hee, Soo Chul sudah selesai mengantar gas
Aku belum pernah mengantar kesini.  Jadi Tolong ini diperiksa.” Ucap Soo Chul

Soon Hee melirik pada Soo Chul, lalu berbicara pada Ji Hong untuk segera mencari Hye Jung dan mengancam akan lari ke rumah sakit dan menutup telpnya. Soon Hee pun menyapa Soo Chul seperti orang baru. Soo Chul membenarkan. Soon Hee bertanya apakah mereka pernah bertemu, Soo Chul balik bertanya apakah Soon Hee mengenalnya, Soon Hee menyangkalnya lalu berpura-pura sibuk melihat tagihanyanya. 
Ji Hong berusaha menelp Hye Jung tapi tak juga diangkat, Dokter Jung heran karena Hye Jung itu memiliki tugas sebagai dokter jaga. Ji Hong teringat terakhir kalinya, Hye Jung meminta agar berbicara nanti dan mengatakan ada orang yang aneh lalu berlari pergi. Akhirny Ji Hong menyuruh temanya untuk pergi lebih dulu dan berlari kembali kerumah sakit. Dokter Jung hanya bisa berteriak kesal. Ji Hong berlari menyebrang jalan tak peduli belum lampu hijau, membuat mobil-mobil memberikan klakson. 


Dokter Choi menyapa Yoon Do yang tak sengaja berpapasan. Yoon Do pun menanyakan keberadaan Hye Jung sekarang. Dokter Choi memberitahu Hye Jung sedang menganti perban ketua Gangster.
Kenapa Dokter Yoo Hye Jung yang melakukannya ?” ucap Yoon Do, Dokter Choi mengataka karena Hye Jung menyuruhnya makan dulu
“Jadi Kau masih belum makan ? Kau tahu dokter yang baik selalu menjaga waktu makan mereka. Perhatikan yang benar.” Ucap Yoon Do, Dokter Choi mengangguk mengerti.
Yoon Do menyuruh untuk menghubungi Hye Jung sekarang, Dokter Choi pun mengeluarkan ponselnya. Yoon Do mengeluh mersak tidak bisa tinggalkan pasien pada mereka semua. Dokter Choi memberitahu kalau Hye Jung tak mengangkat dan menawarkan diri untuk mencarinya, Yoon Do menyuruh Dokter Choi untuk memeriksa pasien dengan  masalah aneurisma otak, tapi langsung mengubuhnya untuk pergi makan saja. Dokter Choi pikir tak perlu, Yoon Doo menyuruh Dokter Choi segera makan dan tak pelu menyuruhnya untuk ketiga kalinya. Dokter Choi pun mengucapkan terimakasih. 

Ketua Gangster masih ditutup mulutnya dengan tangan di ikat dengan pisau di samping lehernya. Hye Jung duduk dikursi, si pria misterius terlihat sangat dendam merasa Hye Jung itu tak tahu siapa Ketua Gangster dan pasti menyesal sudah diselamatkan.
Orang ini bukan manusia, Apa Kau tahu bagaimana adikku dibunuh ? Apa Kau tahu bagaimana dia merusak keluarga kami ? Apa Kau tahu apa yang dia lakukan padaku ? Sekarang akan kutunjukan.” Ucap si pria mengangkat bajunya terlihat ada bekas syatan pisau. Hye Jung memalingkan wajahnya seperti tak tahan melihatnya.
Sudah kunantikan ... kapan hari ini dating Tidak mungkin kau beruntung selamanya.” Ucap si pria, Ketua Gangster seperti ingin berteriak dengan mulut yang ditutup lakban, Si pria pun mengerti ketua Gangster ingin bicara dan melepaskan lakbannya.
Adikmu datang ke aku.  Dia duluan yang mencariku.” Ucap Ketua Gangster
Lalu ? Kau berlagak jadi hyungnim padanya, lalu menguburnya saat tidak berguna kan?” ucap Si pria ingin memukulnya.
Hye Jung berdiri meminta jangan dibagia kepalanya, si pria menyuruh Hye Jung duduk saja dan mengancam akan membunuhnya. Hye Jung akhirnya duduk kembali. Si pria memilih tempat lainya, Ketua Gangster menjerit kesakitan. Hye Jung memberitahu pasien baru saja selesai operasi jadi bisa terjadi masalah.
Kalau terjadi sesuatu padanya, maka kau akan kena hukuman.” Ucap Hye Jung membujuknya.
Jangan berusaha membujukku.  Kenapa kau harus menderita demi sampah sepertinya ?” kata si pria
Kalau kau di dakwa sebagai pembunuh,  maa kau akan dipenjara seumur hidup.  Dan orang-orangnya di penjara tidak akan memaafkanmu.  Dengan mengancamnya sudah cukup. Dia sudah ketakutan. Dia takut kalau akan mati. Selama dia hidup, orang sepertimu selalu akan dating Jangan buat tanganmu berdarah. Jadi Berikan pisau itu” ucap Hye Jung berusaha menenangkanya. 

Si pria seperti sudah ingin memberikan pisaunya, saat itu Yoon Do masuk ke ruangan, si pria langsung menyondorkan pisaunya. Yoon Do sedikit kaget melihat suasana terlihat rumit dan memilih untuk keluar, menurutnya lebih baik tidak akan mengganggu dan akan menunggu diluar. Si pria menyuruh Yoon Do berhenti dan berjalan mendekat dan mengancam akan membunuh ketua.
Hye Jung dengan jurusnya langsung memelintir tangan si pria, lalu berusaha menjatuhkan pisau ke lantai. Lalu menendangnya agar menjauh, setelah itu menyuruh Yoon Do agar membawa pasien keluar, Yoon Do sebagai pria ingin melindungi Hye Jung menyuruhnya agar keluar saja, tapi hanya dengan satu tendangan membuatnya terjatuh.
Akhirnya Hye Jung bisa membuat si pria jatuh dengan menendang kakinya, lalu berteriak menyuruh keluar. Ketua Gangster turun dari tempat tidur tapi terjatuh dan kepala terbentur akhirnya tubuhnya terlihat kejang. Hye Jung pun panik memanggil Pasien Gong. Si pria bisa mengambil kembali pisaunya dan ingin menyerang Hye Jung, Yoon Do bisa memegang kakinya.
Ji Hong baru sampai di lantai atas, dan bisa mendengar suara jeritan Hye Jung. Saat masuk ruangan melihat posisi Hye Jung yang menahan sakit dengan berbaring diatas pria misterius dan terlihat darah segar yang mengalir dilantai.
Orang pernah berkata ... Pemberian maaf diberikan bukan untuk orang lain, melainkan dirimu sendiri.  Tidak tepat memberikan nasihat seperti itu. Pemberian maaf, bukan hal yang mudah. Gumam Hye Jung
bersambung ke episode 6 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

5 komentar:

  1. annyeonghaseyo unnie , sinopsis another miss oh nya enggak di lanjutin ? Nanggung banget unnie . Mianhe :)
    Gomawoyo

    BalasHapus
  2. lanjut dong ep 6,,penasaran nihhh,,heheheh

    BalasHapus
  3. Kyaaaaa..... udah nunggu berhari* akhirnya update juga. Akhir cerita dagdigdug dagdigdug......

    BalasHapus
  4. Lanjut ep 6 yahh.. Semangattt.. 😊

    BalasHapus
  5. Gomawo unnie. Next ya eps 6nya

    BalasHapus