Rabu, 13 Juli 2016

Sinopsis Doctors Episode 7 Part 2

Hye Jung senyum sendiri berjalan dilorong, Seo Woo baru menaiki tangga melihat Hye Jung senyum bertanya kenapa terlihat senang sekali. Hye jung bertanya apakah Seo Woo sudah pernah melakukan DBS  atau Awake Surgery. Seo Woo menjawab Sudah pasti belum.
Meskipun kau sebagai fellow di rumah sakit sebesar Gukil, jadi belum pernah ?” ucap Hye Jung menyakinkan
“Terlihat sekali kau gadis dari kampung.  Fellow tidak bisa melakukan operasi itu.  Kau tidak akan melakukannya, kan ?” kata Seo Woo merendahkan
Dokter Hong akan melakukannya, aku akan jadi asisten.” Ucap Hye Jung penuh semangat lalu meninggalkanya. 

Seo Woo menemui Ji Hong, terihat Ji Hong yang sedang makan sandwich diruangan. Lalu mengatakan mau melakukannya Operasi Lee Soo Jung. Ji Hong ingat Seo Woo bilang ingin bekerja dengan Dokter Jung Yoon Do.  Seo Woo mengatakan kalau sudah berubah pikiran.
Karena kau berubah pikiran, hal ini tidak akan berubah.” Kata Ji Hong
Ini tidak adil... Kau memberi kesempatan pada gadis yang kau sukai.” Ejek Seo Woo, Ji Hong berteriak kesal
Kalau begitu kasih aku kesempatan.” Ucap Seo Woo menantang
Aah, ini bukan hal yang bisa kau putuskan sendiri.” Tegas Ji Hong, Seo Woo pun mengajak mereka mengadakan rapat saja.  

Akhirnya berempat berkumpul di ballroom, Ji Hong memberitahu kalau Dokter Jin Seo Woo punya keberatan.  Seo Woo mengatakan ingin belajar dari Prof. Hong Ji Hong.  Yoon Do pikir tak masalah karena akan bersama Dokter Yoo Hye Jung. Ji Hong dan Hye Jung saling menatap binggung.
“Apa Kalian kira cukup dengan persetujuan kalian ?” ucap Ji Hong
Jujur saja, aku dan dokter Jin Seo Woo sudah lama bersama jadi itu baik apabila ada perubahan.” Kata Yoon Do, Seo Woo tak terima dianggap sebuah perubahan yang baik.
Kau duluan yang mau bergantinya” kata Yoon Doo, Seo Woo tak suka dengan cara bicaranya. Ji Hong menyuruh keduanya berhenti adu mulut karena seperti anak kecil.
Bagaimana pendapat dokter Yoo Hye Jung ?” tanya Ji Hong
Aku menerima tawaran dokter Hong dan kuterima. Aku tidak ingin mengantinya.” Ucap Hye Jung
Dokter Yoo Hyejung, sebagai seorang fellow, kau sangat pandai dalam operasi aneurisma. Ini membuatku ingin bekerja denganmu.   Kita harus kerja bersama Kau akan belajar banyak dariku.” Kata Yoon Do memberikan nilai plus tenyang dirinya.
Kesimpulannya, Jin Seo Woo dan Yoo Hyejung ingin bekerja dengan Hong Ji Hong.  Lalu Hong Ji Hong ingin kerja dengan Yoo Hye Jung dan Yoo Hye Jung ingin kerja dengan Hong Ji Hong.  Maka tidak ada pilihan lain,  Hong Ji Hong dan Yoo Hyejung adalah satu tim.” Jelas Ji Hong
Kalau begitu setidaknya ijinkan aku ikut dalam operasi ini.” kata Seo Woo
Ji Hong menanyakan pendapatnya pada Yoon Do, Yoon Do pikir kalau memang Seo Woo menginginkanya tidak masalah namun Sebaliknya, fellow dapat bulak balik ditukar demi pelatihan lebih dalam. Seo Woo menyela omongan Yoon Do seperti merendahkan seperti digilir. Yoon Do heran Seo Woo itu selalu marah dengan yang dikatakanya.
Kalau begitu, kita simpulkan. Aku akan terima tawaran Dokter Jung Yoon Do. Kita akan melatih fellow berdasarkan kondisi.  Apa tidak masalah ?” ucap Ji Hong, Hye Jung mengangguk setuju dengan senyuman. 

Hye Jung dan Ji Hong keluar dari ruangan dengan senyuman bahagia, Seo Woo menyindir Yoon Do itu masih belum mengerti. Yoon Do binggung, Seo Woo pikir Yoon Do Tidak lihat mereka berdua saling suka. Yoon Do menatap Hye Jung dan Ji Hong berjalan bersama seperti tak percaya kalau itu artinya saling suka
Aku yakin mereka dekat karena dia dulu gurunya jadi Sudah lama mereka saling kenal.” Komentar Yoon Do
Sunbae harus merasakannya juga. Sakitnya melihat orang yang kau suka,  suka pada orang lain.” Ucap Seo Woo memperingati
Kau tahu aku ... Aku bisa mempertahankan cinta,  tapi hebat jika memulainya.  Ini masih belum dimulai.  Kalau ada rival aku jadi makin termotivasi.” Bisik Yoon Do penuh semangat
Ya, aku juga begitu ! Aku tidak tahu dengan wanita lain,  yang jelas tidak boleh Hye Jung.  Cukup sekali kalah, tidak boleh 2 kali.” Kata Seo Woo sinis, Yoon Do heran dengan sikap Seo Woo yang sinis padanya.
Aku menunggu ini lama sekali, tapi begini balasanmu ? Aku akan mendapatkanmu. Jadi Bersiaplah.” Tegas Seo Woo lalu melangkah pergi. Yoon Do heran melihat sikap Seo Woo jadi menyeramkan

Soon Hee sedang membersihkan meja direstoran, mendengar bunyi langkah orang yang masuk memberitahu kalau belum buka, tapi ternyata yang datang Soo Chul di pagi hari. Soo Chul pikir Soon Hee kecewa karena melihatnya sekarang hanya berkerja sebagai pengantar gas.
“Jadi Sebelumnya kau pura-pura tidak kenal aku padahal kau kenal ?” ucap Soon Hee kesal
Tidak, aku tidak mengenalmu karena kau makin cantik. Kalian sudah semakin hebat.  Kudengar Hyejung yang paling sukses.  Apa Dia sungguh seorang dokter ?” tanya Soo Chul tak percaya
Ya, dari awal dia memang pandai. Menurutku dia selalu belajar, meskipun memberontak. Dia sangat pandai.” Ucap Soon Hee bangga, Soo Chul ikut tersenyum mendengarnya.
Aku datang ingin pamit. Aku tidak akan jadi pengantar gas lagi.” Kata Soo Hul.

Soon Hee binggung menanyakan alasanya. Soo Chul mengatakan sudah dipecat pagi ini, karena mendengar soal mereka berdua jadi  malu dan mabuk sehingga merusak barang-barang. Soon Hee mengejek Soo Chul itu Pemabuk yang buruk. Soo Chul melihat Soon Hee yang memiliki restoran pasti banyak uang bertanya-tanya  Butuh berapa banyak untuk membangun restorannya.
Aku cerita ke Hye Jung soal dirimu.” Ucap Soon Hee, Soo Chul panik lalu bertanya apa yang dikatakan Hye Jung.
“Apa Kau masih suka Hyejung ? Dulu kau menguntitnya kemana-mana.” Ejek Soon Hee. Soo Chul marah berpikir Hye Jung yang mengatakan kalau  menguntitnya kemana-mana
Pokoknya, jangan dekati dia.  Dia sedang banyak pikiran sekarang.” Tegas Soon Hee, Soo Hoo kesal berpikir Hye Jung malu kenal denganya dan akan  mengobrak-abrik semuanya. Soon Hee terlihat ketakutan. 

Di parkiran restoran
Tiga buah mobil sedan datang bersaman, Tuan Jin lebih dulu menyapa Tuan Jung karena lama tak berjumpa. Tuan Jung mengungkapkan senang karena Tuan Jin bisa datang.  Tuan Jung mengatakan sengaja menyiapkan waktunya karena teman lama adalah yang terbaik. Tuan Jung tertawa mendengarnya.
Terdengar suara pria dari belakang menyapa keduanya, Dokter Jin yang ikut dengan ayahnya melihat yang datang itu Anggota kongres Na, sambil memuji semakin berseri. Kongres Na tersipu malu mengaku sangat lelah sekali. Dokter Jin meminta agar mengurangi minum alkohol.

Terdengar tawa di dalam restoran sambil minum bersama, Tuan Jin mengatakan Saat memulai ini, mereka berpikir apakah ini mungkin terjadi, Tuan Jung yakin Orang pada akhirnya memilih uang. Semua tertawa bersama,
Beginilah pergerakan generasi, Presdir.” Kata Kongres Na menerima minuman yang dituang oleh Tuan Jung
Anggota Kongres Na yang paling ahli soal generasi saat ini.” komentar Dokter Jin
Belakangan ini, politik tidak ada bedanya dengan dunia selebriti.  Setelah tidak populer, dukungan ikut menghilang.” Keluh Kongres Na
Berhenti protes terus. Tidak ada yang akan mengabaikan rumah sakit.  Kita bahkan sudah pura-pura baik.” Kata Dokter Jin

Saat rumah sakit menjadi perusahaan privat, maka Ketua Jin bisa bilang apa ?” ucap Tuan Jung
Dokter Jin mengatakan kalau itu terjadi  maka tidak ada yang bisa protes dan hanya bisa gembira mendengarnya, Semua pun tertawa bahagia mendengarnya. Kongres Na memberitahu mereka  sedang berusaha tapi masalahnya ada di publik. Tuan Jung pikir tak perlu khawatir pasti akan terjadi, karena mereka bisa lolos revisi tes kesehatan bahkan mengenaik rumah sakit Jeju ternyata bisa.
Kongres Na memuji semuanya baik jadi merasa mendapatkan dukungan. Lalu menanyakan tentang Tuan Hong, Tuan Jin mengatakan Tidak perlu khawatir karena akan mengatasinya lalu mengajak mereka bersulang untuk merayakan rencana mereka yang sudah berhasil. 


Soo Chul dengan gaya seperti preman masuk rumah sakit, beberapa perawat yang melihatnya terlihat ketakutan, lalu bertanya pada bagian receptionist dimana departemen Ahli Bedah Syaraf. Pria yang sedang berjaga melihat Soo Chul dari bawah keatas dengan tatapan sinis.
Hye Jung sedang mengunjungi pasien menanyakan keadanya, Si pasien yang baru saja operasi memberitahu mulai membaik. Hye Jung mengatakan Operasinya berjalan lancer Jadi tidak ada masalah Dan Besok sudah bisa keluar. Pasien itu pun mengucapkan terimakasih
Kapan aku bisa mandi ?” tanya si pasien, Hye Jung menyarankan  Sebaiknya menunggu setelah keluar dari rumah sakit.
Aku ingin sekali mandi dan Sepertinya belum tiba ?” ucap si pasien, Hye Jung binggung bertanya apa yang ditunggunya.
Aku perkirakan besok keluar,  jadi aku siapkan hadiah buat dokter.” Kata Pasien
Dokter Choi bertanya apakah itu kue beras. Pasien itu membenarkan, Dokter Choi memberitahua Saat ini sedang dimakan oleh para perawat. Pasien itu meminta agar Hye Jun makan juga karena sengaja   membuatnya dari gandum khusus, rasanya enak sekali. Hye Jung dengan senyuman berjanji akan memakanya. 

Di meja depan, Dokter Ahn, Dokter Pi dan para perawat sedang menikmati kue beras yang dibentuk seperti kue. Dokter Pi mengatakan belum pernah makan cake dari kue beras. Semua menikmati kue beras dengan nikmat, Dokter Pi menyuruh untuk menyisakan untuk Dokter Kang juga.
“Nanti Dia pasti akan bilang "Mana punyaku!"” ucap Dokter Pi mengikuti cara bicara Dokter Kang, semua tertawa mendengarnya.
“Apa Mau diberikan ke staf bedah juga ?” tanya Dokter Pi, Dokter Ahn pun memilih akan akan memberikan pada Dokter Kang
Kepribadianmu sungguh bagus.  Tapi kenapa dia memukulmu terus ?” ucap Dokter Pi heran, Dokter Ahn pikir seniornya itu tidak sadar kalau dia orang buangan jadi merasa kasihan lalu membawa kue untuk Dokter Kang. 
Perawat bertanya pada Dokter Pi apakah semua prof sudah datang semua, Dokter Pi mengatakan Prof Hong masih ada dan Prof Jung di ruang ICU. Soo Chul mendekati bagian receptionis lalu bertanya  Apakah disini ada dokter Yoo Hyejung. Dokter Pi bertanya ada masalah apa ingin menemuinya.
Aku tidak bisa bilang apa masalahya. Tapi apakah ada?” tanya Soo Chul,  suasana terasa tegang.
Tidak ada.  Kalau meninggalkan nomormu,  aku akan menghubungimu.” Ucap Perawat.
Kalau begitu dia akan datang. Aku tunggu.” Kata Soo Chul seperti preman lalu berjalan pergi.
Perawat terlihat panik menyuruh dokter Pi menghubungi Hye Jung dan meminta agar tak datang, perawat lain pikir sudah terlambat karena Hye Jung sudah datang dengan Dokter Choi, Dokter Pi langsung menutupi badan Hye Jung agar tak terlihat oleh Soo Chul.
Dokter Choi mengambil salah satu kue beras dan ingin menyuapi seniornya, tapi Dokter Pi menghalanginya. Hye Jung melirik sinis lalu menerima suapan dari Juniornya mengungkapkan kalau rasanya sangat enak, lalu ingin memberitahu siapa yang memberikan kue itu. Dokter Pi dan Dokter Choi sudah berdiri seperti tembok yang mengalanginya.
Hye Jung bertanya apa yang dilakukan keduanya, Dokter Pi ingin menjelaksan tapi Hye Jung mengeluh sesak dan menyuruhnya minggir. Akhirnya Dokter Pi pun tak bisa melawan dan bergeser. Sosok Soo Chul terlihat sedang menunggu, keduanya saling menatap. Hye Jung terlihat tersenyum bahagia melihat Soo Chul. Dan Soo Chul pun mengedipkan matanya terlihat mengoda. 


Perawat bertanya apakah Hye Jung mengenalnya, Hye Jung berjalan mendekati Soo Chul memberitahu kalau itu temanya. Keduanya pun saling bersalaman ala pria. Hye Jung bertanya kenapa Soo Chul datang. Soo Chul bertanya apakah Hye Jung tak malu. Hye Jung heran untuk apa malu, karena Soo Chul adalah temanya.
Dokter Pi dkk benggong ternyata Soo Chul yang disangka preman ternyata teman dari Hye Jung. Hye Jung menceritakan sudah tahu tentang Soo Chul dari Soon Hee. Saat itu Ji Hong baru keluar melotot melihat pria yang jadi sainganya datang ke rumah sakit. Hye Jung menceritakan sangat sibuk jadi tak punya hari libur. Soo Chul tahu Hye Jung pasti sibuk karena harus berkerja dirumah sakit besar.
Hye Jung memuji Soo Chul itu semakin keren melihat temanya itu punya jenggot dengan memegaang dagungnya merasa mirip Wolverine. Soo Chul menyangkalnya. Ji Hong melonggo tak percaya melihat Hye Jung masih dekat dengan Soo Chul bertanya-tanya Kenapa bocah itu disini ?
Yoon Do yang ada disampingnya bertanya apakah Ji Hong mengenalnya, Ji Hong terlihat kesal menurut mana ia tahu siapa pria itu. Yoon Do heran melihat Ji Hong seperti marah padanya, padahal sebelumnya bersikap seperti akrab. Ji Hong bertanya apakah tak boleh. Yoon Do pun menjawab boleh. Pandangan Ji Hong tertuju pada Hye Jung terlihat bahagia, bahkan mengandeng tangan Soo Chul untuk pergi. Dua pria yang kagun pada Hye Jung melonggo ingin tahu kemana Hye Jung akan pergi. 

Hye Jung mengajak Soo Chul ke ruanganya sambil menanyakan kabarnya,  Soo Chul mengaku tidak ada banyak cerita tenyang dirinya, namun Setelah mendengar soal Hye Jung jadi pikir Hye Jung akhirnya berhasil” Hye Jung mengakui memang sekarang sudah berhasil dan mengucapkan terimakasih  karena Soo Chul baik padanya selama ini.
Aku tidak pernah melakukan apapun padamu Mulai sekarang kita harus sering ketemu. Aku traktir minum..” Kata Hye Jung ingin membalas budi   
Terimakasih, Aku kira kau akan pura-pura tidak mengenalku, setelah jadi sukses.” Komentar Soo Chul
Kau kenapa, Tuan Kim Soo Chul? Kemana perginya sikap "hidup atau mati" yang kau miliki ?” ejek Hye Jung
Soo Chul mengatakan akan pamit, merka harus berpisah padahal baru ketemu lagi. Hye Jung bertanya mau kemana, Soo Chul mengatakan  ingin menemui putranya. Hye Jung tak percaya ternyata Soo Chul sudah menikah bahkan memiliki anak. Soo Chul mengaku sudah bercerai dengan bangga ingin memperlihatkan anak laki-lakinya itu yang tampan mirip dirinya.

Hye Jung bertanya siapa yang membesarkan putranya, Soo Chul mengatakan mantan istrinya dengan tiap bulan mengirimkan uang, lalu memperlihatkan foto anaknya dalam ponsel dengan mengikuti gayanya. Hye Jung melihat anaknya sangat lucu, Soo Chul dengan bangga mengatakan anaknya itu sangat mirip sekali dengannya.
Mulai sekarang aku akan bekerja sangat keras.  Melihat hidupmu, sepertinya aku juga bisa.  Ini belum terlambat kan?” ucap Soo Chul penuh semangat.
Mana ada kata terlambat? Kau masih kuat dan keren.” Ungkap Hye Jung memberikan semangat
Perkataan ini yang ingin kudengar darimu.  Sepertinya sekarang aku bisa !” kata Soo Chul
Hye Jung bertanya apakah Soo Chul masih naik motor,  Soo Hul mengaku Kadang-kadang. Hye Jung mengungkapkan Soo Chul itu paling keren kalau naik motor jadi ingin lihat lagi lalu mendengar ponselnya bergetar dan melihat dari nomor yang tak dikenal. Akhirnya ia mengangkatnya, suara Tuan Yoo terdengar. Hye Jung kaget karena ayahnya yang menelep.
Soo Chul yang melihat perubahan wajah Hye Jung bertanya ada apa.  Tuan Yoo bertanya keberadaan anaknya dan mengajaknya untuk bertemu. Hye Jung langsung setuju lalu menutup telpnya. Ia meminta maaf pada Soo Chul karena harus pergi dan mengingat untuk bertemu dulu sebelum pergi. Soo Chul setuju mereka akan pergi bersama. 


Hye Jung bertemu dengan ayahnya disebuah restoran, terlihat suasana canggung. Tuan Yoo memberikan sebuah amplop, memberitahu neneknya ada di alamat itu. Hye Jung bertanya kenapa ayahnya memindahkannya. Tuan Yoo mengatakan Kontrak 10 tahunnya sudah selesai jadi ingin pindahkan ke tempat yang lebih baik. Hye Jung pun melihat alamat tempat abu neneknya.
Sepertinya kau sehat” komentar Tuan Yoo yang sudah lama tak melihat anaknya
Ayah menjalani restoran, “Sup buatan nenek. Aku punya bakat memasak ibu yang Selama ini aku tidak tahu. Restorannya cukup lancar jadi  kami baik-baik saja. Mampirlah kapan-kapan.  Oh ya, bawa juga orang dari rumah sakitmum Ayah akan traktir kalian.” Kata Tuan Yoo, Hye Jung milih untuk pamit pergi.
Kenapa ? Tehmu masih ada.” Kata Tuan Yoo, Hye Jung menegaskan sudah dewasa dan tidak butuh orang tua lagi.

Hye Jung.... Kau tidak boleh hidup begini terus.  Mana bisa kau hidup dengan membawa dendam pada ayahmu ?” kata Tuan Yoo
Jangan khawatir.  Aku tidak dendam pada ayah.  Seperti yang aku bilang, aku bukan anak kecil lagi. Aku sudah terbiasa hidup sendiri.  Kita hidup terpisah saja seperti sebelumnya.” Ucap Hye Jung dingin  
Kalau kau menikah, siapa yang akan  membawamu ke altar ? Kau butuh ayah.” Ucap Ayahnya.
Karena mungkin aku butuh ayah,  jadi aku tidak akan menikah.” Tegas Hye Jung lalu pergi meninggalkan restoran. Tuan Yoo terdiam seperti rasa penyesalan yang mendalam lalu ingin mengejar Hye Jung, tapi anaknya sudah masuk mobil dan meninggalkan restoran. 


Ji Hong baru akan masuk ruangan menyapa pasienya lebih dulu lalu meminta perawat agar memulai 5 menit lagi. Soo Jung kembali menemui dokternya. Ji Hong mengatakan  akan memberikan diagnosis untuk penyakitnya dan Soo Jung harus membuat pilihan, apakah akan ikut nasihatnya atau tidak. Soo Jung tertunduk memikirkanya.
Terlihat dilayar [SEDANG OPERASI  LEE GA JIN, GO AH SHIN ] dan [DALAM PEMULIHAN: CHOI JUNG HOON, JIN SEO JOO] Yoo Na dan ayahnya terlihat duduk tegang diruang operasi. Hye Jung mengintip dari balik dinding, seperti menahan rasa sedihnya yang bercampur dengan amarah lalu memilih untuk pergi.

Dalam ruang operasi
Dokter mulai memasukan anestesi dan meminta Nyonya Lee mulai menghitung mundur dari 10. Nyonya Lee mulai menghitung dan akhirnya tertidur setelah itu meminta dokter Kang untuk di intubasi. Yoon Do mencuci tangan sebelum operasi. Lalu sudah ada diruang operasi dengan microscopenya.
Nyonya Yoo sudah mengunakan selang di ke dalam mulutnya, Yoon Do dibandung oleh Dokter Kang meminta diberikan kapas dan memasukan ke bagian kepala. Setelah itu meminta Dissector, lalu bertanya pada perawat dilayar apakah melihat penyebaran lateral. Perawat mengatakan melihatnya. Yoon Do meminta Teflon dan memasukan pada bagian kepala, setelah itu bertanya apakah Masih melihat penyebaran lateral. Perawat mengatakan tak ada
Yoon Do memastikan sudah tak ada, Perawat dengan senyuman memberitah kalau memang sudah tak ada. Dokter Kang bisa bernafas lega, Yoon Do meminta kembali Teflon. 


Ji Hong menjelaskan Alasan tangan Soo Jung bergemetar, disebut essential tremor yaitu Getaran tangan terjadi tanpa alasan khusus. Soo Jung bertanya Bagaimana Ji Hong  melakukan diagnosis tanpa tahu penyebabnya
Diagnosisku adalah getaran tanganmu terjadi tanpa alasan khusus.  Yang penting disini adalah perawatan. DBS = Operasi Deep brain stimulation. [operasi stimulasi otak dalam.]” ucap Ji Hong memperlihatkan layar monitor saat seorang dokter melakukan operasi.
Kami akan gunakan stimulasi elektrik pada otak  untuk menemukan area penyebab getaran.  Kau harus tetap sadar selama operasi dan akan sadar selama operasi dilakukan.” Jelas Ji Hong
Sepertinya aku pernah lihat di film.  Apakah ini sakit ?” tanya Soo Jung khawatir
Tidak. Bagian Otak tidak merasakan sakit.  Kami akan berikan anestesi agar bisa membuka tengkorakmu.” Jelas Ji Hong
Seandainya otakku distimulasi, tapi getarannya tidak berhenti, bagaimana ? Apa bisa terjadi ?” tanya Soo Jung terlihat ragu.

Ji Hong mengatakan bisa saja dengan  Efek sampingnya bisa, kelumpuhan, koma, pendarahan dan kejang bahkan bisa juga mengalami  kerusakan syaraf sementara. Soo Jung terlihat panik lalu bertanya  berapa besar level kesuksesannya. Ji Hong mengatakan 90%, Senyuman Soo Jung terlihat tak percaya lalu mengucapkan terimakasih. Ji Hong pikir tak perlu berterimakasih,
Tolong jangan berterima kasih padaku sampai kau bisa menang Olimpiade Asian Games di Tokyo.” Kata Ji Hong
Jadi, aku bisa tetap memanah ?” ucap Soo Jun tak percaya, Ji Hong mengatakan tentu saja bisa
Apakah, video operasiku selama pembedahan dapat di posting di internet ? Aku ingin mengembalikan kehormatanku.  Kalau Aku tidak gemetar karena aku ini alkoholik. Aku berusaha keras menjadi atlet hebat meskipun dengan penyakit ini.  Meskipun operasinya gagal ... aku ingin orang tahu kalau aku sudah berusaha keras.” Jelas Soo ung
Aku mendukungmu Lee Soo Jung dan akan lakukan apapun permintaanmu.” Kata Ji Hong penuh semangat. 


Hye Jung sedang melihat video operasi, terdengar suara ketukan dan Yoon Do masuk ke dalam ruangan, ia tahu Hye Jung mungkin tidak penasaran lelu memberitahu operasinya berlansung lancar. Hye Jung mengerti dan mengucapkan terimakasih, Yoon Do tak percaya Hye Jung mengatakan itu  . Hye Jung pikir seperti itu. Yoon Do pun mengajak untuk makan bersama.
 “Baiklah, sampai ketemu di kantin rumah sakit.” Ucap Hye Jung santai
Jangan di kantin.  Apa itu tidak terlalu murah ? Siapa yang berterimakasih dengan makanan kantin ?” keluh Yoon Do
Sebenarnya, aku tidak terlalu berterimakasih sampai ingin mentraktirmu.” Akui Hye Jung
Kalau begitu, aku yang traktir.  Kau bisa beli kopi, kan ?” ucap Yoon Do dengan melipat tangan didada, Hye Jung mengatakan Tidak ingin beli kopi juga.
Kalau begitu, makanan dan kopinya aku yang bayar. Apa Bisa ?” ucap Yoon Do terus berusaha
Maaf, untuk makanan dan minumannya.  Sepertinya kita belum terlalu dekat untuk pergi keluar makan bersama.” Kata Hye Jung
Yoon Do pikir apakah mereka harus sedekat apa agar bisa makan bersama  menurutnya  Orang biasanya semakin dekat kalau makan bersama dan bertanya apakah Hye Jung tidak mau dekat dengannya. Seo Woo tiba-tiba masuk, keduanya tiba-tiba langsung berhenti bicara. Seo Woo bertanya kenapa merka berhenti bicara setelah ia masuk. Yoon Do mengatakan Seo Woo masuk tepat setelah ia selesai bicara
Kalau begitu apa jawabannya ? Kenapa kau diam saja ?” kata Seo Woo, Hye Jung pikir bukan begitu masuknya dan lebih baik dilanjutkan nanti saja.
Kenapa nanti ?” ucap  Seo Woo, Yoon Do mengeluh Seo Woo itu banyak sekali bertanya.
“Apa Kau ditolak setelah mengajaknya makan ? Metodemu kuno sekali ...” komentar Seo Woo mengejeknya.
Yoon Do berteriak marah melihat sikap Seo Woo seperti itu terus, lalu menegaskan mereka memang dekat tapi tetap saja dirinya itu atasanya dan memperingatkan agar menjaga sikap dan etikanya lalu buru-buru keluar. Hye Jung hanya terdiam melihat adu mulut keduanya.
Seo woo mengejek Yoon Do itu lucu, lalu melihat ada pesan masuk dalam ponselnya. Ji Hong mengirimkan pesan “Datang ke kantorku.  Ini mengenai operasi Lee Soo Jung
Hye Jung melihat ponselnya lalu melirik pada Seo Woo dan berkata kalau seperti nada cemburu kalau Ji Hong yang mengirim pesan duluan pada Seo Woo lalu keluar ruangan. Seo Woo kesal sendiri karena Hye Jung juga membuatnya marah padahal Selama ini sudah menahan amarah. 


Ji Hong dan Seo Woo sudah menunggu, Ji Hong baru masuk meminta maaf karena harus bertemu Kepala Bagian tadi dan sempat mengeser kotak kardus yang menghalangi jalanya.
“Apa Sudah mengatur tanggal operasi pasien Lee Soo Jung ?” tanya Seo Woo, Ji Hong menjawab besok. Seo Woo tak percaya akan secepat itu.
Semuanya sudah siap, Aku sudah latihan di otakku.” Ucap Ji Hong dengan senyuman menatap Hye Jung, Hye Jung juga ikut tersenyum dan tertunduk malu
Mata mereka penuh dengan madu. Tepat di depan mataku.Gumam Seo Woo kesal melihat keduanya saling menatap.
Besok datang lebih awal untuk bersiap. Kalian sudah siap, kan ?” kata Ji Hong, keduanya mengangguk. Seo Woo melihat Hye Jung dan Ji Hong saling menatap seolah-olah dunia hanya milik mereka berdua.
Aishh, saling jatuh cinta saja semau kalian gumam Seo Woo seolah tak peduli
Hye Jung akhirnya pamit. Ji Hong mengangguk dengan senyuman sumringah, Seo Woo hanya bisa menghela nafas panjang. Ji Hong bertanya apakah Seo Woo tak akan pergi. Seo Woo mengatakan akan pergi sebentar lagi. Ji Hong pikir itu bagus dan meminta tolong agar membantunya menggeser kotak karena Berat sekali. Seo Woo tak habis pikir Ji Hong ternyata menyuruh membantu pekerjaan pria. 

Di depan ruang rawat
Tuan Yoo dan Yoo Na mengucapkan terimakasih atas kerja kerasnya. Dokter Kang merasa berpikir tidak perlu karena Operasinya lancar, adi tak perlu  khawatir.  Tuan Yoo tahu karena sudah dengar dari dokter Jung Yoon Do yang memasukan materi diantara arteri dan syarafnya.
Pasti karena anda ayahnya dokter Yoo Hye Jung. Jadi cepat mengerti dan fasih mengucapkannya.” Komentar Dokter Kang lalu melihat Hye Jung yang datang.
Berkat dirimu, operasinya lancar.” Kata Tuan Yoo, Hye Jung hanya berkomentar mengerti lalu bertanya pada Dokter Choi apakah Sudah membalut pasien Hwang Jung Hwa. Dokter Choi mengatakan sudah. Hye Jung pun mengajak untuk memeriksanya. Tuan Yoo hanya terdiam melihat anaknya yang masih bersikap dingin padanya. 

Hye Jung akhirnya masuk ruangan bertanya apakah ada yang bisa dimakan,Dokter Choi  mengatakan Masih ada sisa kue beras, apakah Hye Jung mau memakanya, Hye Jung mengangguk. Dokter Choi layaknya tentara memberi hormat melaksanakan perintah komandanya. Hye Jung ingin memukul juniornya menyuruh jangan banyak bercanda.
Yoo Na datang saat Dokter Choi keluar lalu bertanya apakah ia boleh duduk. Hye Jung mempersilahkan. Yoo Na membawa sebuah berkas memberitahu ayahnya ingin membawakan Hye Jung dokumen keluarga, lalu bertanya apakah kakaknya membencinya juga. Hye Jung mengatakan tidak karena tidak punya dendam padanya.
Aku senang sekali punya eonni, Selama ini aku kesepian.” Ungkap Yoo Na
Mungkin ini kedengaran dingin, tapi aku suka hidup sendiri.  Aku tidak ingin masuk campur keluargamu.  Aku akan atasi ini jadi Katakan pada orang tuamu.” Tegas Hye Jung lalu melihat kartu keluarga dengan nama dirinya dan juga adiknya. 

Hye Jung masuk kamar wajahnya sumringah saat melihat Soo Chul yang menelpnya. Soo Chul memberitahu Besok akan meninggalkan Seoul dan Oppa-nya itu ingin pamit dengan penuh gaya, lalu bertanya apakah Hye Jung tak masalah. Hye Jung mengatakan kalau ia menyukainya. Soo Chul dengan penuh semangat setuju. 

Ji Hong masuk mobilnya, Yoon Do baru keluar berkomentar akhirnya mobil Ji Hong datang juga. Ji Hong mengejek apakah Yoon Do sedih karena tak mendapatkan tumpangan darinya. Yoon Do mengelengkan kepala.
Kalau mobil dokter belum datang hari ini Aku akan mencari pacar dan suruh dia menginap agar bisa semobil dengan kita.” Kata Yoon Do lalu panik mengetahui mobilnya tak bisa dibuka, ternyata ia belum menekan kunci mobilnya.
Ji Hong hanya berkomentar Yoon Do itu bocah yang imut lalu tiba-tiba tersenyum memikirkan tentang pacar menurutnya itu kedengaran bagus. 

Hye Jung baru keluar dari rumah dan berjalan ke tempat mobil yang diparkirnya, Soo Chul datang dengan motor balapnya, Hye Jung berkomentar Soo Chul itu jadi mirip seperti dulu. Soo Chul mengatkan Setelah hari ini, akan dijual. Hye Jung memuji itu Keputusan bagus.
“Jadi Mau makan dimana ? Aku traktir” kata Soo Chul. Hye Jung tak percaya Soo Chul ingin mentraktirnya.
Tentu saja... Kau sudah jadi dokter,  masa Oppa tidak bisa mentraktirmu ?” ucap Soo Chul merasa tak mau dikalahkan
Kalau begitu, kita makan di kantin rumah sakit. Disana murah dan enak.” Kata Hye Jung, Soo Chul terlihat kesal diajak makan ditempat yang muerah dan enak  lalu mengatakan kalau itu adalah tipenya, keduanya tersenyum lalu sama-sama pergi bersama. 

Ji Hong tersenyum-senyum sendiri saat naik mobil lalu menelp Hye Jung. Soo Chul mengemudikan motornya tepat di depan mobil Hye Jung dengan kecepatan cukup tinggi. Hye Jung yang mengemudikan mobilnya terlihat tersenyum sumringah, ponselnya berdering dan langsung mengangkatnya.
Kau kedengaran senang” komentar Ji Hong, Hye Jung mengatakan mau kerumah sakit dengan temanya.
“Apakah Soon Hee?” tanya Ji Hong, Hye Jung mengatakan bukan tapi dengan Soo Chul, teman jaman aku memberontak. 
Yaa, jangan main lagi dengannya.” Kata Ji Hong melarang dengan nada cemburu.
Eey, kau tidak bisa melarangku main dengan teman lama.” Ucap Hye Jung
Saat itu Soo Chul berada disamping Hye Jung, tatapan Hye Jung mengarah pada Soo Chul dengan senyumanya. Soo Chul sempat memberikan hormat lalu mengemudikan mobilnya lebih cepat. Hye Jung tersenyum bahagia bertemu dengan teman lamanya.
Ji Hong terlihat kesal lalu bertanya apakah Hye Jung itu suka sekali padanya. Soo Chul melewati persimpangan lebih dulu tak melihat mobil yang lewat dari arah samping akhirnya bertabrakan, tubuhnya melayang. Hye Jung sedang mengemudi berteriak melihat kecelakaan Soo Chul didepan matanya. Tubuh Soo Chul sempat terpelanting sampai akhirnya jatuh ke aspal.
Hye Jung memberhentikan mobilnya, Ji Hong yang mendengarnya teriakan Hye Jung bertanya apa yang terjadi dengan nada panik. Hye Jung mencoba membuka mata melihat Soo Chul tergeletak tak sadarkan diri. Semua orang mulai berkumpul melihat korban kecelakaan.
Selalu saja begini... Cinta membawa ketakutan, Ketakutan ... sudah menguasaiku. Gumam Hye Jung sambil menangis 
bersambung ke episode  8

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

9 komentar:

  1. thx mbak dee.. ditunggu ep selnjtnya

    BalasHapus
  2. Thank you for sharing like this synopsis I really like this drama.. Pinoy Teleserye

    BalasHapus
  3. Semangat nulisnya kak ❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
  4. Semangat nulisnya kak ❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
  5. Thx min Dee
    Ditunggu ep 8 nya yaaa
    πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜˜

    BalasHapus
  6. Go go go epsd 8 fighting eonnie😁😁
    Walaupun udh bnyak spoilernya tpi tetep nungguin sinop nya di sini heheeπŸ˜„

    BalasHapus