Minggu, 10 Juli 2016

Sinopsis Lucky Romance Episode 13 Part 1

Las Vegas
Soo Ho masuk kamar hotel, Ryang Ha mengeluh kalau Sudah dari dulu orang berduit, punya sifat pelit. Lalu memuji Soo Ho melakukan dengan baik karena akhirnya bisa bernafas jadi bisa tidur di hotel. Soo Ho memberitahu akan check out jadi menyuruh pindah ke kamarnya.
Penerbangannya besok pagi.” Kata Ryang Ha sambil memeluk guling, Soo Ho memberitahu harus segera pergi lebih dulu
“Apakah Shim Bo Nui?” jerit Ryang Ha tak percaya dan bangun dari tempat tidur, Soo Ho hanya bisa cekikan dengan senyuman lebar. 
“Dasar Kau benar-benar sakit dan tak waras” komentar Ryang Ha lalu melempar wajah temanya dengan bantal. 

[Bandara Incheon]
Terdengar suara kucing mengeong, tanda pesan dari Shim Bo Nui, Soo Ho membaca “Selamat tidur” dengan senyuman mengatakan tak akan mau tidur dulu dan berusaha membuka mataya lebar-lebar.
Akhirnya Soo Ho sampai didepan rumah, tepat pukul setengah empat pagi. Bo Nui terbangun dengan telp dari Soo Ho dan langsung mengangkatnya dengan senyuman, Soo Ho  sudah ada didepan apartement bertanya apakah Bo Nui sudah tertidur, Bo Nui mengaku belum lalu melihat jam dan bertanya apakah Soo Ho sudah ada dipesawat.
Aku merindukanmu...” ucap Soo Ho
“Apa aku harus menunggu 11 jam lagi?” ucap Bo Nui mengeluh, Soo Ho kesal karena Bo Nui seperti tak ingin mengatakan apapun.

Aku sangat sangat sangat merindukanmu. Siang dan malam, Aku merindukanmu setiap saat. Aku benar-benar sangat merindukanmu.” Kata Bo Nui
Soo Ho berlari menaiki tangga saat Bo Nui mengungkapkan rasa rindunya,  lalu menyuruh Bo Nui membuka pintu, Bo Nui melotot binggung. Soo Ho mengeluh karena harus berapa lagi berdiri didepan pintu dan menyuruh segera membukanya.
Bo Nui berlari keluar dari kamar, saat membuka pintu Soo Ho benar-benar ada didepanya. Soo Ho mengaku sudah tak sabar lagi untuk bertemu, Bo Nui terharu melihatnya, Soo Ho langsung memeluk dan mengendongnya, kakinya langsung menutup pintu dan buru-buru masuk ke dalam rumah. 


Sepatu Soo Ho dan Bo Nui berjejer dengan rapih, terdengar seperti suara Soo Ho yang berbicara dengan Bo Nui bertanya apa yang ingin dilakukanya sekarang. Di dinding sebelah gambar keluarganya, tertempel foto Soo Ho yang memperlihatkan sebagai harimau.
Bukan ramalan, bukan sesuatu untuk penampilanmu. Apa yang ingin kaul akukan, Shim Bo Nui? Maka Akan kulakukan untukmu.” Ucap Soo Ho
Kurasa semua harapanku terkabul.” Kata Bo Nui
Kau pasti ingin kencan dengan pria yang luar biasa.”pikir Soo Ho
Aku ingin yang biasa saja. Seperti yang lainaku ingin bertemu seseorang yang kusuka, makan, nonton film sambil gandengan tangan.” Ucap Bo Nui
Di kamar terlihat baju Soo Ho yang sudah digantung, Soo Ho dan Bo Nui tidur bersama dengan tangan saling mengenggam. Lalu Soo Ho memeluk erat Bo Nui melampiaskan rasa rindunya yang tak tertahankan. 

Bo Nui mulai memasak, dengan memotong bawang bombay, daun bawang dan labu lalu tahu. Setelah itu mencicipi sup buatanya, menu telur gulung pun dibuat olehnya. Soo Ho masih tertidur dikamar lalu sedikit terbangun dengan aroma masakan dan akhirnya tersenyum bahagia karena berada dikamar Bo Nui.
Beberapa saat kemudian, Bo Nui mengetuk pintu kamarnya bertanya apakah Soo Ho sudah bangun. Soo Ho langsung bangun dan langsung terbentur tempat tidur di atasnya. Bo Nui pun menyuruh Soo Ho keluar untuk sarapan. Soo Ho tersenyum bahagia mengatakan akan segera keluar. 

Bo Nui menaruh semua makanan dimeja, Soo Ho pun keluar kamar terlihat malu-malu karena pertama kalinya bermalam dirumah wanita, begitu juga Bo Nui hanya bisa tertunduk dengan mengarahkan pandangan pada kompor. Soo Ho akhirnya bertanya dengan memainkan kemoceng apakah tidur Bo Nui menyenyak. Bo Nui mengangguk, akhirnya Soo Ho pun duduk dimeja makan dan mengataka kalau tidurnya juga nyenyak.
“Tapi Kenapa repot-repot membuat semua makanan ini?” kata Soo Ho
Aku ingin masak yang enak dan makan bersama saat kau pulang perjalanan bisnis.” Kata Bo Nui
Keduanya saling cekikikan tanpa bisa saling berpandanganya, Bo Nui lalu melihat kemeja yang dipakai Soo Ho itu terbalik. Soo Ho terlihat gugup dan langsung membalikan kemejanya, Bo Nui tak bisa menahan tawanya. Soo Ho kembali duduk lalu mulai mencicipi sup terlebih dulu, Bo Nui menanyakan pendapatnya. Soo Ho mengatakan kalau rasanya panas. Bo Nui hanya bisa tertawa. 

Keduanya naik mobil bersama, Bo Nui dengan menghela nafas merasa lebih baik pergi duluan saja. Soo Ho ikut menghela nafas  kalau Takdirnya yang menyedihkan. Bo Nui tertawa tak percaya Soo Ho itu mengatakan tentang takdir, Soo Ho tersenyum tak tahu kenapa bisa seperti itu.
Pacarku mengajari hal yang tak berguna dan karena Hidupku mulai melelahkan.” Komentar Soo Ho, Bo Nui mencari sesuatu dalam tasnya.
Kenapa? Apa ada yang ketinggalan?” tanya Soo Ho
“Aku Lupa bawa garam dan kacang merah. Kenapa bisa aku kelupaan” ucap Bo Nui bingung
Kau pasti tak punya waktu luang mikir hal lain karena berkencan denganku.” Goda Soo Ho dengan bangga
Bo Nui meminta agar putar balik karena mereka masih punya waktu. Soo Ho minggirkan mobilnya, Bo Nui menatap dengan wajah khawatir. Soo Ho memegang tangan Bo Nui, menurutnya tak perlu membawanya dan menyakinkan tak akan terjadi apa-apa, pasti Semua akan baik-baik saja. Bo Nui terlihat masih khawatir dengan menatap Soo Ho, merasa yakin kalau akan baik-baik saja. Soo Ho pun menaruh tangan Bo Nui diatas preseneling mobil. 

Sesampai depan gedung, Bo Nui turun dari mobil mengatakan akan masuk lebih dulu dan Soo Ho masuk setelah lima menit kemudian. Soo Ho mengerti, Bo Nui mengingatkan agar 5 menit. Soo Ho menegaskan kalau sudah mengerti. Bo Nui pun berlari masuk.
Soo Ho tiba-tiba berteriak, Bo Nui pun kembali menghampirinya bertanya ada apa. Soo Ho kebinggungan mencari sesuatu karena sebelumnya sudah menemukanya. Bo Nui akhirnya ikut memasukan ke dalam mobil, Soo Ho pun mencoba mencarinya ke bagian kursi Bo Nui, sampai akhirnya memberikan kecupan di pipi Bo Nui. Keduanya hanya bisa cekikan, Bo Nui pun berlari masuk dan Soo Ho pun tersenyum bahagia membiarkan Bo Nui pergi lebih dulu. 

Bo Nui masuk dengan menyapa semua pegawai, Dae Kwon tiba-tiba berteriak melihat Soo Ho yang datang ke kantor. Bo Nui ikut kaget karena Soo Ho datang tak sampai lima menit jaraknya. Soo Ho hanya mengangkat dua bahunya melirik pada sang pacar, lalu bertanya bagaimana dengan Uji Beta apakah sudah selesai. 
Kupikir penerbangan Anda baru besok pagi.” Ucap Dae Kwon binggung, Soo Ho mengatakan  pulang lebih awal.
“Kau kembali lebih awal seolah tak tahan ingin bertemu seseorang.” Goda Yoon Bal. Bo Nui hanya bisa tertunduk diam.
Di sini tak ada yang namanya pacaran diam-diam, benar kan Presdir ?” kata Ji Hoon, Bo Nui berusaha tertawa menurutnya tak mungkin. Semua pun tertawa walaupun terlihat dipaksa.
Kami sedang berkencan, Sepertinya semua sudah pada tahu tapi pura-pura tak tahu. Aku sangat menyukai Shim Bo Nui. Jadi, semua tolong baiklah padanya.” Ucap Soo Ho mengakui pada semua pegawainya.
Semua melonggo tapi terlihat Dal Nim terharu mendengar pengakuan Soo Ho, Bo Nui pun tersenyum karena Soo Ho mengaku mereka berpacaran. Lalu Soo Ho menegaskan mereka harus bersikap baik sebagai rekan kerja. Dal Nim pun berteriak mengerti. Dae Kwon dan Ji Hoon terlihat bernafas lega. Yoon Bal mengucapkan terimakasih sudah memberitahu karena mereka semua hampir mampus karena frustasi. Ketiganya pun memberikan selamat. 

Seung Hyun masuk bersama Hyun Bin dengan wajah panik. Hyun Bin bertanya apakah mereka bisa menghubungi Presdir Je. Seung Hyun melonggo melihat Soo Ho sudah ada diruangan. Hyun Bin berteriak lalu bisa bernafas lega melihat Presdir sudah ada di kantor.
Di bandara Incheon ada kecelakaan yang melibatkan 18 mobil. Waktunya bersamaan dengan kedatangan Presdir dan Aku sangat khawatir.” Kata Hyun Bin dengan nafas terengah-engah.
Katanya kecelakaannya luar biasa parah.” Kata Seung Hyun, Dal Nim bertanya dengan Ryang Ha berpikir kalau pulang bersama dengan Soo Ho juga.
Bo Nui menatap wajah pacaranya. Soo Hoo berubah jadi tegang lalu menelp temanya, tapi ponselnya tak bisa dihubungi. Dal Nim terlihat melotot panik. Soo Ho pun langsung keluar ruangan. 

Bo Nui mengikuti Soo Ho sampai ke depan lobby, Soo Ho memberitahu akan langsung datang ke TKP dan meminta  agar Bo Nui  bisa membantu hubungi polisi dan memastikan nama para korbannya. Bo Nui memegang tangan Soo Ho berpesan agar berhati-hati. Dibelakang Dal Nim terlihat sibuk menelp.
Kenapa kalian semua keluar?” ucap Ryang Ha dengan membawa barang-barang bawaanya.
Dal Nim langsung berlari melewati Soo Ho dan Bo Nui yang masih kaget. Ia memegang wajah Ryang Ha menanyakan keadaan dan memastikan tak ada yang terluka, menyakinkan bukan Hantu Ryang Ha yang datang. Ryang Ha binggung kenapa Dal Nim bersikap seperti itu.
Aku takut sekali, kupikir tak akan melihatmu lagi! Kalau kau terluka atau mati sebelum kuhukum, maka aku bakalan membunuhmu.” Ucap Dal Nim memegang wajahnya, Ryang Ha makin binggung bertanya siapa yang sakit dan mati.

Bo Nui memanggil temanya, Dal Nim menengok lalu tersadar tanganya yang memegang wajah Ryang Ha, dengan berjalan mundur mengatakan Meskipun Ryang Ha itu menyebalkan, menjijikkan tapi memintanya agar jangan sampai terluka. Soo Ho dan Bo Nui masih menatap binggung, Dal Nim yang malu memilih untuk berlari kabur. Ryang Ha binggung apa sebenarnya yang terjadi.
Soo Ho mengomel karena Ryang Ha tak bisa dihubung, Bo Nui memberitahu terjadi kecelakaannya parah dari arah bandara, Ryang Ha menceritakan karena itu ia terjebak di jalan lama sekali dan akhirnya Baterainya juga habis.
Tapi si Dal Nim mendadak mengkhawatirkanku lalu kabur secepat angin... Apa ini...” kata Ryang Ha binggung 


Dal Nim mencuci tanganya tak percaya bisa menyentuh wajah Ryang Ha bahkan di depan Soo Ho lagi bahkan Bo Nui ada disana juga. Bo Nui masuk ke toilet lalu nebak-nebak cintanya yang tak berbalasselama 2 tahun itu...  Dal Nim menyela tak perlu mengatakan apapun dan menegaskan kalau bukan seperti dugaan Bo Nui.
“Semuanya Hanya saja... Kulakukan itu karena terlalu Shock” ucap Dal Nim lalu bertanya apakah Bo Nui punya lipgloss.
Bo Nui pun memberikan lipgloss miliknya, Dal Ni menegaskan bukan itu yang sebenarnya kalau yang dilakukan tanpa alasan dan hanya Perkara yang sangat manusiawi, menurutnya Wajar seorang manusia mengkhawatirkan yang lainnya dan merasa yakin Bo Nui juga mengkhawatirkan Ryang Ha, Bo Nui hanya mengangguk setuju dengan memakai lipglossnya. 

Sul Hee masuk sebuah restoran dengan tatapan sinis dan menghampiri Gun Wook. Gun Wook menyapa Sul Hee lalu berkomentar style pakaian Sul Hee berubah dan bertanya kenapa dengan sepatu heelsnya. Sul Hee mengatakan kalau Hari ini Gary tak menghubunginya maka akan kembali ke Kanada sendiri.
Umumkan saja. Kalau Gary tak bisa mengendalikan diri setelah ditolak sindir Sul Hee. Gun Wook pikir haruskah mereka bertemu dengan wartawan
Bukan, maksudku selama ini kau kemana saja? Kau kan tak tahu tempat di Korea” kata Sul Hee berusaha untuk tenang, Gun Wook menceritakan pergi kesana kemari dan melihat Korea Selatan keren sekali.
Itu semua laporan yang masuk saat kau pergi. Kuperiksa mereka semua... Tapi semuanya palsu.” Kata Sul Hee memperlihatkan berkasnya.

Kita hentikan saja. Selama ini aku tak bisa menghubunginya, dia pasti menghindariku. Ayah memilih untuk bersembunyi, Yang pasti aku juga tak membutuhkannya. Ingatlah untuk apa kita datang ke sini. Aku ingin secepatnya pergi setelah gamenya dirilis.” Ucap Soo Ho seperti sudah menyerah
Kita ke Zeze dulu. Mereka meminta kau periksa versi beta-nya” kata Sul Hee
Gun Wook menyuruh Sul Hee saja yang pergi, karena merasa lelah. Sul Hee tahu ini pasti berhubungan Bo Nui dan Gun Wook tak bisa bertatap muka dengannya. Gun Wook menegaskan kalau dirinya hanya lelah, mengatakan kalau ia adalah Gary Choi yang  Tidak perlu untuk melakukan setiap hal kecil. Sul Hee hanya bisa tersenyum dengan tingkah atletnya. 


Sul Hee akhirnya mencoba mengecek sendiri dengan kacamata untuk bermain games, lalu berkomentar sudah bagus dan Tidak ada cacatnya. Bo Nui yang duduk disamping Soo Ho bisa tersenyum. Sul Hee berkomentar sebelumnya berpikir keduanya sibuk berkencan tapi Ternyata kerja mereka bagus. Soo Ho dan Bo Nui langsung terdiam, Sul Hee menyuruh keduanya senyum karena ia hanya bercanda. Bo Nui berusaha untuk tersenyum.
Ini bisnis. Jangan melewati batas, kau paham ‘kan?” komentar Soo Ho, Sul Hee mengatakan tak bisa.
Kenapa kau lakukan ini?” keluh Soo Ho, Sul Hee langsung mengucapkan selamat dan mengak kalau ia sedikit susah mengatakan hal itu.

Bo Nui mencoba menahan senyumnya. Sul Hee memberitahu akan segera pergi setelah merilis games karena ia dan Gary akan segera kembali. Bo Nui binggun karena Ayahnya belum ketemu tapi Gun Woook sudah mau pergi. Sul Hee memberitahu 2 bulan berlibur untuk atlet tenis itu waktu yang sangat lama, tak peduli Ranking, hadiah, kondisi tapi akhirnya malah seperti sekarang ini, memberitahu kalau Gary sangat terluka. Bo Nui pikir lebih baik melihatnya, Sul Hee pikir tak perlu lebih baik biarkan saja karena akan lebih berat lagi apabila bertemu dengan Bo Nui. 

Gun Wook tertidur disofa dan terlihat rumahnya yang berantakan dengan baju dan bekas minuman dan makanan dimana-mana. Terdengar bunyi suara bel rumahnya, Gun Wook tak menghiraukanya. Tapi bel terus berbunyi disertai oleh gedoran pintu akhirnya Gun Wook membuka dan melihat Soo Ho didepan rumahnya. Soo Ho langsung nyelonong masuk dan berusaha menurunkan baju kotor yang ada dikursi, Gun Wook bertanya untuk apa Soo Ho datang ke rumahnya. Soo Ho  berkomentar tak pernah tahu si perkasa Gary Choi akan kacau seperti yang di lihatnya. Gun Wook tak ingin mebahasnya bertanya apa alasanya datang.
Aku minta tolong penuhi permintaanku.” Ucap Soo Ho, Gun Wook binggung
Taruhan waktu itu aku sudah menang Jadi penuhi permintaanku.” Kata Soo Ho, Gun Wook melihat Soo Ho yang dibonceng oleh Bo Nui jadi menurutnya tak sepenunhnya menang.
Pokoknya Aku menang Jadi penuhi keinginanku.” Ucap Soo Ho tak peduli, Gun Wook pun bertanya apa keinginan Soo Ho
Jangan menyerah, mengenai pencarian Ayahmu. Di gamenya, akan kutambahkan kisahmu menemukan Ayahmu. Singkatnya, seperti misi tersembunyi, Memberi informasi pada user dan menerima laporan. Saat di Kanada, kau juga bisa memeriksanya.” Jelas Soo Ho
Game-nya kan sudah selesai dibuat... jadi Mana mungkin dalam beberapa hari...” komentar Gun Wook tak percaya
Kau meremehkan... aku ini jenius jadi Aku bisa lakukan apa saja. Cukup bilang terima kasih, itu saja.” Kata Soo Ho lalu melangkah pergi dan  menyuruh Gun Wook segera membereskan rumahnya. Gun Wook tersenyum mendengar Soo Ho yang meminta agar tak menyerah. 

Soo Ho menjelaskan tentang games yang akan dibuat dengan memberikan  misi menemui ayah Gun Wook, memperlihatkan pamphlet setelah itu menyampaikan kepada mereka dan akan tambahkan foto ayahnya Gary Choi dengan begitu akan tampak lebih natural. Bo Nui menatap Soo Ho yang sedang menjelaskan tentang misi games yang baru. Soo Ho tersadar Bo Nui hanya menatapnya dan bertanya ada apa. 
Aku ingin... nyombongin kau. Kalau pacarku ini... super keren.” Ungkap Bo Nui bangga. Soo Ho heran menurutnya tak penting
Kau keren sekali!” ungkap Bo Nui, Soo Ho mengeluh kalau sedang kerja lalu meminta Bo Nui menciumnya kalau memang dirinya keren.
Bo Nui hanya menatapnya, Soo Ho menyodorkan pipinya agar Bo Nui menciumnya. Bo Nui tersenyum, Soo Ho mulai menghitung dari lima, Bo Nui ingin menciumnya Soo Ho langsung menengok dan memberikan ciuman di pipi pacarnya Keduanya kembali tertawa. Soo Ho meminta fokus karena harus menyelesaikan pekerjaanya. 

Sul Hee menunggu Dal Nim di cafe dan melambaikan tangan dengan ramah. Dal Nim datang dan duduk dengan wajah kaku seperti orang tak kenal bertanya alasan Sul Hee datang. Sul Hee mengeluh karena mereka sepakat untuk bersikap seperti adik dan kakak.
Saat mabuk, bolehlah. Tapi mana bisa di saat begini... Aku... sebagai sahabatnya BonuiBonui dan aku orang yang setia. Berteman dengan rivalnya dalam asmara kurasa bukan ide bagus... Anggap saat mabuk itu aku membuat kesalahan.” Ucap Dal Nim
Kau cantik.” ucap Sul Hee sambil mencubit Dal Nim dengan gemas.
Aku benar-benar iri pada Bo Nui. Persahabatan, cinta, dia punya semuanya.” Kata Sul Hee lalu memberikan sebuah tas pada Dal Nim agar bisa menerimanya.

Ryang Ha datang menyapa Sul Hee yang datang ke cafenya dan bertanya kenapa datang, tiba-tiba Dal Nim dan Ryang Ha saling menatap dan langsung terlihat gugup dengan memalingkan wajahnya dan sama-sama memegang pipi. Ryang Ha pun memilih untuk pamit pergi mempersilahkan untuk kembali mengobrol.
Dal Nim melihat baju-baju yang masih bagus dalam kantung belanja, Sul Hee memberitahu membeli baju baru saat datang ke Korea dan memastikan semua bajunya itu belum pernah dipakai. Dan sekarang ia memutuskan untuk hidup lebih nyaman jadi menurutnya baju-baju itu bakalan membantu mengubah style Dal Nim.
Sejak datang ke Korea kau teman pertamaku. Jadi jangan usir Eonni-mu ini!” tegas Sul Hee, Dal Nim terharu mendengarnya.
“Aku tak habis pikir saja, kau yang mempesona begini bisa dicampakkan.” Komentar Dal Nim keceplosan lalu meminta maaf karena terlalu blak-blakan.
Karena itulah, mari kita gunakan kesempatan ini untuk memulai kehidupan yang baru.” Ucap Sul Hee, Dal Nim binggung apa maksudnya Kehidupan baru
“Bagaimana kalau Kencan buta?  Aku tak bakalan mau menangis, terbawa perasaan dan sembunyi karena ditolak. Seperti orang lain. Hei! Bertemu pria yang lebih keren dan membuat kenangan yang lebih indah. Dal Nim, kau juga harus hentikan cinta sepihakmu dan carilah orang yang mencintaimu. Bukankah begitu?” ucap Sul Hee,
Dal Nim mengangguk setuju dengan melirik pada Ryang Ha, Ryang Ha berpura-pura seolah tak peduli padahal sempat terkejut mendengar Sul Hee dan Dal Nim akan kencan buta. 

Toppoki, Odeng, Sondae berada dimangkuk, Bo Nui memberikan sumpit pada Gun Wook agar bisa memakanya. Gun Wook menaruh sumpitnya merasa Ini "perjamuan terakhir" mereka. Bo Nui meminta agar tak mengatakan seperti itu karena merasa sedih mendengarnya.
Gun Wook....” ucap Bo Nui terlihat serius. Gun Wook menahanya meminta agar ia yang lebih dulu bicara. Bo Nui mengangguk membiarkan Gun Wook bicara lebih dulu.
Setelah memikirkannya, yang Nuna katakan benar. Ternyata Aku bingung. Setelah orang tuaku bercerai, lalu setelah aku kalah dalam pertandingan, mau aku terluka atau sedih, kupikir kalau senyum semua akan baik-baik saja. Tapi hari itu, aku menangis di hadapanmu. Sebelumnya aku tak pernah menangis di hadapan orang lain. Jadi kurasa aku bingung.” Ungkap Gun Wook

“Tentang aku menyukaimu sebagai seorang wanita. Padhlan Wanita lebih tua bukan style-ku. Aku tak tahu harus bersandar ke siapa makanya aku bingung, Shim Bo Nui. Jadi, kalau Presdir Je membuat Nuna sedih, Kau harus bilang saja padaku Di manapun aku berada, aku akan segera datang.” Kata Gun Wook
Bo Nui pun mengucapkan terimakasih, Gun Wook mengatakan  ingin ke rumah sakit setelah makan jadi Sebelum pergi, mau membesuk Bo Ra. Bo Nui mengangguk setuju lalu mengajak mereka makan toppoki bersama. 


Bo Nui keluar dari rumah melihat sosok pria tua yang berdiri didepan rumah Gun Wook, dan mengenali kalau itu adalah Tuan Choi lalu berjalan mendekat untuk memastikanya. Tuan Choi seperti tak mengenali Bo Nui, akhirnya Bo Nui mengingatkan kalau ia Bo Nui tetanganya yang dulu.
Gun Wook keluar dari rumahnya, Tuan Choi ingin pergi tapi Bo Nui menahanya. Lalu Bo Nui memanggil Gun Wook, Tuan Choi membalikan badannya, Gun Wook terdiam melihat ayahnya. Tuan Choi merasa anaknya itu tak mengenalinya. Gun Wook memanggil ayahnya. Dengan mata berkaca-kaca Tuan Choi membalikan badanya, lalu meminta maaf dua kali. Gun Wook langsung memeluk ayahnya.
Tak apa, sekarang Ayah di sini karena Hanya itu yang kubutuhkan.” Ucap Gun Wook memeluk erat ayahnya. Bo Nui ikut terharu melihat pertemuan ayah dan anak yang sudah lama tak berjumpa. 

Tuan Choi melihat medali, ocean state open untuk anaknya. Gun Wook menceritakan Itu medali pertama yang dimenangkan di kompetisi internasional dan ketika akan bertemu ayahnya ingin diberikanya. Tuan Choi ingat pada set ke-3 anaknya harus  deuce,
Kita cerita hal yang kita lewatkan saja yang masing-masing tidak tahu. Selama ini Ayah di mana dan bagaimana kehidupan Ayah? “ tanya Gun Wook penasaran dengan cerita ayahnya.
Tidak ada yang bagus untuk diceritakan.” Komentar Tuan Choi
Aku bukan anak kecil umur 9 tahun. Aku sudah cukup dewasa menerima cerita yang tidak bagus.” Ucap Gun Wook merasa ingin mengetahui kejadian seburuk apapun tentang ayahnya. 

Soo Ho bersandar di buffet mengambil gambar dengan senyuman, Bo Nui menceritakan pada adiknya yang kalau berita yang bagus karena  Puku Oppa pasti sangat bahagia karena Sudah 15 tahun tak bertemu ayahnya.
Aku pun sangat bahagia seperti saat kau sadar kembali. Kurasa keajaiban itu bukan hal mustahil. Seperti yang terjadi pada Bo Ra dan Tuan Choi ketulusan hati kami membuat keajaiban itu terjadi.” Ucap Bo Nui dengan penuh semangat.
Soo Ho mengeluh Bo Nui yang sedari tadi hanya ngomong saja, lalu menyuruh untuk duduk disamping adiknya karena akan mengambil gambarnya.  Bo Nui mengajak untuk foto bersama dan memberitahu Bo Ra untuk foto bersama Soo Ho dengan panggilan Ahjussi. Soo Ho mengeluh dipanggil Ahjussi, karena ia adalah kakak ipar sambil memberikan kamera pada Bo Nui. Bo Nui hanya bisa tersenyum, lalu menyuruh Soo Ho mendekat. Ketiganya foto bersama seperti sebuah keluarga.

D-1
Soo Ho mulai mengecek permainanya dengan kacamata, begitu juga yang lainya seperti terhayut sendiri. Yoon Bal melihat Grafisnya luar biasa keren, dengan bangga mengatakan kalau siapa dulu yang membuatnya. Semua langsung mengikuti permainan dengan kacamatanya. Bo Nui tiba-tiba memegang lehernya dan tersadar kalung macannya hilang.
Ia membuka kacamata, dengan wajah panik mencari disekeliling mejanya, ternyata kalungnya jatuh dan menaruhnya diatas meja lebih dulu. Lalu kembali memasang kacamatanya. Pemainan selesai semua bertepuk tangan menurutnya gamesnya itu luar biasa. Soo Ho memuji semuanya itu berkerja dengan baik.
“Presdir , sepertinya ini akan hit.” Komentar Dae Kwon, Soo Ho pikir  Semua ini mungkin karena mereka
Cinta memberi dampak bagus untukmu, Presdir”komentar Yoon Bal lalu saling berpelukan dengan Dae Kwon mengodanya. Suasana tiba-tiba langsung berubah dingin.
Saat orang jatuh cinta: dopamin, vasopresin, oxitosin, dan yang lainnya mempengaruhinya. Dunia jadi indah, meskipun di masa lalu ada yang kasar padamu tapi dia senyam-senyum. Mendadak jadi baik dan ketawa sendiri.  Akan tetapi, aku Je Soo Ho. Kalau memang sampah ya kubilang sampah. Proyek ini, apapun kata orang ini yang terbaik.” Tegas Soo Ho, Semua bisa tersenyum dan bernafas lega. 
Nah, kalian pasti lelah karena kerja sampai larut malam. Hari ini pulanglah lebih awal.” Ucap Soo Ho, semua menjerit bahagia dan langsung berpamitan bahkan Hyun Bin mengucapkan selamat berkencan pada Soo Ho dan Bo Nui. 

Bo Nui dengan senyuman memuji Soo Ho yang benar-benar bekerja keras. Soo Ho menanyakan pendapat Bo Nui apakah  game ini seperti yang dibayangkan. Bo Nui pikir tidak, karena ternyata  100 kali lebih baik. Soo Ho pikir sudah pasti akan seperti itu lalu berpesan agar hati-hati saat pulang nanti.
Aku ada janji dengan Ryang Ha,karena Belakangan ini dia lagi galau. Jadi dia ingin curhat denganku, Kau bisa pulang sendiri, kan?” ucap Soo Ho
Tentu saja. Memangnya karena kita berpacaran harus lengket berdua terus?” kata Bo Nui, Soo Ho pun pamit pergi seolah tak peduli

Bo Nui pulang dengan waah lesu, merasa bisa mengerti Soo Ho itu punya janji dan harus menjalani hidupnya. Tapi menurutnya ia itu mengenal Ryang Ha dan bisa-bisanya Soo Ho malah tak mengajaknya dan meninggalkan begitu saja.
Soo Ho menelp bertanya apakah Bo Nui sudah sampai rumah, Bo Nui mengatakan sudah sampai, Soo Ho bertanya nanti malam Bo Nui ada rencana apa. Bo Nui pikir Soo Ho akan datang ke rumah. Soo Ho pikir tak mungkin bisa datang  dan berpesan Jangan sampai telat makan.
Bo Nui dengan wajah lesu berpesan juga agar Soo Ho harus makan yang teratur. Soo Ho pun menutup telpnya lebih dulu. Bo Nui mengeluh Soo Ho tak biasanya menutup telpnya lebih dulu berpikir sudah tak tertarik padanya. Dengan gelisah mengeluh punduk lalu ke leher dan tersadar kalungnya tak ada.
Ia teringat menaruhnya diatas meja, dengan wajah kesal karena belakang ingin sering sekali lupa. Akhirnya memilih untuk keluar dari kamar.
bersambung ke part 2
FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar