Minggu, 10 Juli 2016

Sinopsis Doctors Episode 6 Part 2

Soon Hee masuk ruang dokter, menyapa Dokter Kang lebih dulu memberitahu di depan rumah sakit ada kafe baru dan ia CEO Sooni Hawaii, Chun Soon Hee dan Akan ada acara pembukaan. Serta akan memberikan diskon 20% untuk Pegawai rumah sakit Gukil dan meminta untuk datang sekali saja dengan memberikan brosurnya. Dokter Kang langsung menolaknya.
Tolong pergi. ... Penjual tidak boleh masuk ke rumah sakit.” Ucap Dokter Kang sinis lalu mengeluh dengan bagian keamanan yang membiarkan orang asing masuk
Ah, sepertinya tadi anda tidak dengar. Aku bukan penjual, tapi CEO. Kafe Sooni Hawaii.” Ucap Soon Hee membela diri
Silahkan pergi saja. Sejak kapan pemilik kafe jadi CEO ?” ejek Dokter Kang
Soon Hee memberitahu kalau temanya itu dokter dirumah sakit Gookil, Dokter Kang seperti tak peduli. Soon Hee menegaskan dirinya itu bukan orang yang bisa diremehkan, membertahu Kakak sulungnya adalah jaksa kota Seoul lalu Kakak keduanyaadalah seorang pengusaha terkenal. Sementara Ayahnya mengabdikan dirinya pada pendidikan seumur hidupnya.

“Lalu Kau mau mengabdikan seumur hidupmu disini ?” ejek Dokter Kang, Dokter Pi yang mendengarnya memanggil Soon Hee memberitahu temanya itu memang kurang normal dan mengajaknya duduk.
“Emmm, aku ini cantik sekali.  Kenapa dia bisa begitu pada orang cantik seperti aku?” rengek Soon Hee duduk depan Dokter Pi.
Dokter Pi bertanya berapa usia Soon Hee Kalau lebih dari 30 tahun tidak dianggap perempuan, terlihat wajah gugup Soon Hee, lalu menjawab umurnya 26. Dokter Pi berkomentar itu Sempurna !
Kalau begitu, temanmu pasti dokter residen ? Departemen apa ?” ucap Dokter Pi, Soon Hee tak menjawab meminta agar Dokter Pi mampir ke restoran yang baru dibukanya lalu pamit karena harus pergi ke tempat lain.
Kami akan minum diluar tidak lama lagi dan akan kesana.” Kata Dokter Pi ramah, Soon Hee pun mengucapkan terimakasih.
Aah, tidak salah lagi.  Hanya orang tampan yang punya kepribadian bagus.” Sindir Soon Hee lalu mengambil kembali brosur dimeja Dokter Kang sambli mengejek wajahnya itu kacau sekali. Dokter Kang berteriak menyuruh juniornya segera menangkap wanita itu. Dokter Pi hanya diam dan pura-pura sibuk. 


Hye Jung masuk ruangan dengan membawa tasnya, perawat pun memanggil pasein bernama Lee Ga Jin. Anaknya pun mengajak masuk ibunya ke ruang dokter. Hye Jung pun sedang sibuk melihat komputernya, saat pasien datang menanyakan keluhanya, langsung terdiam karena didepanya adalah ibu tirinya.
Ya, seperti yang kau lihat ...” ucap Si Nyonya Lee terdiam dengan wajahnya seperti orang struk,
Anaknya binggung kenapa ibunya malah diam. Nyonya Lee melihat papan namam diatas meja dan foto Hye Jung dengan Nenek Kang lalu merasa tak percaya Hye Jung yang selama ini diremehkan menjadi orang Dokter.  Anaknya bertanya ada apa, dan meminta ibunya tak membuat malu. Akhirnya Nyonya Lee menyapa Hye Jung lebih dulu karena sudah lama tak bertemu. Anaknya binggung karena ibunya mengenal dokternya.
Dia kakakmu, Hye Jung eonni.” Ucap Nyonya Lee, Hye Jung malas menatapnya dengan memalingkan wajahnya.
Segera lakukan tes MRI jadi Silahkan keluar, Perawat akan mengantarmu.” Kata Hye Jung, Perawat pu meminta agar Nyonya Lee ikut denganya. Nyonya Lee dan anaknya akhirnya keluar dari ruangan. 

Didepan ruangan
Yoo Yoo Na masih tak percaya kalau yang di lihat itu memang Hye Jung kakaknya, karena melihat seperti berpura-pura tak mengenal mereka. Nyonya Lee mengatakan dulu Hye Jung dari dulu sudah sangat kasar. Perawat pun memanggil pasien selanjutnya untuk masuk ruangan. Nyonya Lee yang marah memilih untuk menerobos masuk ruangan. Perawat menahanya, Nyonya Lee berteriak perawat itu tak mendengar kalau ia adalah ibu dari Hye Jung.
Hei ... begini sikapmu pada ibumu ? Kau Hyejung, kan ?” teriak Nyonya Lee marah
Sejak kapan kau jadi ibuku ?” ucap Hye Jung merasa selama ini tak pernah dianggap oleh ibu tirinya.

Lihat anak ini, di depan orang-orang.  Kau sudah jadi dokter.  Kenapa begini pada ibumu?” teriak Nyonya Lee
Kau bisa bicara apapun demi menyelamatkan wajahmu.  Tapi kau tidak akan pernah jadi ibuku.  Kalau kau kira bisa mengancamku di depan orang, jangan mimpi.  Yah.. memang Benar, aku Hye Jung.” Ucap Hye Jung mengakuinya.
Ya, itu memang kau Maka aku tidak akan mengancamu.  Lebih baik ganti dokter lain.” Ucap ibunya, Hye Jung hanya bisa menghela nafas panjang. 


Bibi pemilik kedai sudah dipindahkan keruang rawat, seorang wanita masuk dan pria membawa sekeranjang buah. Si wanita mengaku mereka itu  sangat cemas sekali. Bibi pemilik kedai berkomentar wanita itu tidak bertambah tua. Si wanita merendah kalau ia sudah semakin tua. Si bibi meminta perempuan itu untuk mendekat.
Si wanita pun mendekatkan wajahnya, bibi pemilik kedai langsung meludahinya. Si pria yang ada dibelakang memarahi si bibi, lalu menenangkan si wanita untuk tak menangis. Si wanita mengejek si bibi yang semakin tua dan keriput karena pemarah. Si pria pun mengajak agar mereka berpergi saja. Saat itu Seo Woo pun masuk ruangan melihat keduanya pergi meninggalkan ruangan. 

Tiba-tiba si bibi tertawa terbahak-bahak dan bahagia, mengatakan kalau  merasa lega sekali, lalu menceritakan suaminya yang selingkuh dan merasa jijik jadi membiarkan pergi begitu saja. Ia juga tidak dapat apapun saat bercerai jadi Demi anak-anak harus kerja mati-matian.
Aku kerja sampai tengah malam demi keluargaku.  Sebenarnya apa salahku ? Kalau kau kaya maka kau harus menang ? Menang apanya!! Saat ini aku di rumah sakit.  Aku tidak tahu perempuan itu makan apa,  tapi wajahnya masih saja bersinar.” Ungkap si bibi marah, Seo Woo menyuruh si bibi untuk istirahat.
 “Kalau aku tidak menceraikan dia, perempuan itu akan hidup dalam bayangan selamanya.  Sekarang, dia hidup dengan panggilan "nyonya"” cerita si bibi
Kalau keluar, kau juga bisa berkencan dan pacaran.” Ucap Seo Woo menghibur
Si bibi memberitahu kalau ia sakit dan sudah tua, jadi apa maksudnya kencan. Seo Woo memuji si bibi yang masih cantik. Bibi merasa Seo Woo itu merasa kasihan jadi berkata diluar kemauannya. Seo Woo mengatakan tidak seperti itu. Si bibi berpesan agar Jangan sampai kehilangan pria itu, karena menurutnya Orang baik tidak dapat berkat dan Begitulah dunia ini.
“Aku ingat siapa yang mengambil. Perempuan itu jadi "nyonya" dan aku jadi ahjuma.  Begitulah dunia ini.” keluh si bibi, Seo Woo memilih tak membahasnya lalu bertanya apa yang di inginkan si bibi karena akan segera kembali. 

Hye Jung sedang dalam ruangan melihat hasil CT Scan lalu menghela nafas dan mengambil ponselnya menelp gurunya. Sementara Ji Hong dan ayahnya sedang pergi mancing di danau bersama-sama. Ji Hong mengeluh apa yang dilakukanya seharian karena belum juga mendapatkan ikan, menurutnya di danau itu tidak ada ikan, tiba-tiba pancingan Tuan Hong dimakan dan menariknya melihat seekor ikan mas didapatnya.
Ji Hong bersemangat karena bisa makan ikan mas kukus nanti. Tuan Hong berkomentar anaknya itu lebih suka makan dibanding menangkap ikannya. Ji Hong tertawa lalu merasakan ponselnya bergetar. Hye Jung pun bertanya apakah Ji Hong sedang ada diluar. Ji Hong membenarkan sedang memancing dengan ayahnya.  Hye Jung pun mengurungkan niatnya bicara, Ji Hong memaksa ada apa, Hye Jung menyuruh Ji Hong untuk bersenang-senang saja lalu menutup telpnya. 

Tuan Hong pun bertanya siapa Hye Jung yang menelpnya. Ji Hong memberitahu Junior di rumah sakit. Tuan Hong berkomentar pasti Juniornya itu cantik. Ji Hong mengejek dari mana ayahnya mengetahuinya. Tuan Hong mendengar suara anaknya berubah, karena tidak terdengar nada suara seperti itu kalau menelp anaknya. Ji Hong menyangkalnya, lalu meminta tolong pada ayahnya, dengan memberikan note milik Hye Jung agar ayahnya menemukan berkas pasien ini dan tertulis nama   [KANG MAL SOON]


Hye Jung pergi menemui Yoon Do yang baru keluar dari ruangan pasien lalu bertanya apakah bisa mensisihkan waktunya sebentar. Keduanya melihat hasil CT Scan bersama-sama. Yoon Do melihat  Penyerangnya di sisi kanan PICA jadi harus melakukan operasi mikrovaskuler.
Makanya aku ingin bicara denganmu.  Apa Dokter bisa mengoperasinya ?” ucap Hye Jung
Dia bukan pasienku,  kenapa aku yang lakukan ?” ucap Yoon Do hran
Dapatkah kau melakukannya, tanpa tahu alasannya?” kata Hye Jung, Yoon Do mengatakan tak bisa
Akan terjadi kekacauan jika kita mengganti pasien berdasarkan preferensi.  Selain itu, melawan peraturan rumah sakit.” Jelas Yoon Do
Peraturan memang penting, Terutama pada orang seperti dokter.  Terima kasih atas waktumu.” Kata Hye Jung bisa mengerti

Yoon Do bertanya apakah Pasien adalah anggota keluarganya, Hye Jung berharap pasien adalah keluarganya lalu keluar ruangan, saat itu berpapasan dengan Seo Woo yang masuk ruangan. Seo Woo langsung bertanya kenapa Yoon Do ada diruangan. Yoon Do memberitahu Hye ung memintanya mengecek MRI pasien.
Seo Woo berpikir ini kasus langka, Yoon Do mengatakan tidak. Seo Woo dengan sinis mengatakan Kalau bukan kasus langka, kenapa Hye Jung sampai menyeretnya datang. Yoon Do menegskan dirinya itu bukan orang yang mudah diseret, lalu melihat Seo Woo itu minder pada Dokter Yoo Hye Jung. Seo Woo merasa untuk apa merasa minder.
Tepat sekali. Apa kekuranganmu sampai harus cemas padanya ? Hari ini aku melihat banyak sisi baru dirimu.” Komentaa Yoon Do lalu keluar ruangan. 


Soon Hee diajak makan di kantin rumah sakit, dengan kagum melihat rumamh sakit temannya berkerja itu keren sekali, ternyata ada di rumah sakit top Seoul rasanya hebat. Bahkan Lauk pendampingnya juga terlihat mewah.  Hye Jung hanya diam sambil makan nasinya. Soon Hee pikir temanya itu malu padanya yang terlihat norak.
Kenapa daritadi tidak melihatku dan terus makan ?” ucap Soon Hoo, Hye Jung memberitahu bertemu wanita itu.Soon Hee bertanya Siapa yang dimaksud?
Ibu tiriku, istri ayahku. “ kata Hye Jung, Soon Hee kaget bertanya bagaimana bisa bertemu denganya.
Dia datang kerumah sakit untuk memperbaiki gangguan otot wajah.” Cerita Hye Jung, Soon Hee menjerit Daebak !” dengan penuh semangat merasa temanya itu bisa balas dendam !
Bagaimana wajahnya ? Ah.... Buat apa aku tanya !  Pasti mirip seperti habis menelan paku.  Aku yakin Dia miskin, tua dan sakit-sakitan. Dia pasti sedang dihukum.  Jadi, apa yang terjadi ?” ucap Soon Hee yakin

Dia tidak terlihat miskin dan datang dengan putrinya.” Cerita Hye Jung
Soon Hee mengartikan anaknya itu jadi adiknya, Hye Jung pikir karena ayah mereka sama jadi Yoo Na adalah adik tiri. Soon Hee bertanya apa masalahnya karena kalau memang Nyonya Lee tak miskin maka bisa langsung dirawat. Hye Jung mengaku tidak bisa mengobati wanita itu. Soon Hee pikir lebih baik berikan saja ke dokter lain. Hye Jung menrceritakan Dokter lain tidak mau menerimanya. Soon Hee merasa banyak Orang yang aneh, karena tak mau menerimanya.
Hye Jung memberitahu Ada peraturan rumah sakit  mereka tidak bisa mengganti pasien. Soon Hee mengeluh temanya membela dokter lain karena seorang dokter lalu bertanya Apakah dirumah sakit ada dokter lajang
Dokter Pi masuk kantin bersama dengan Seo Woo, lalu melihat menunya adalah daging hari ini. Seo Woo melihat Hye Jung dan Soon Hee sedang duduk dan makan bersama, dengan menghela nafas tak percaya ternyata keduanya masih berteman. Dokter Pi bertanya ada ada dan melihat siapa. Seo Woo menyuruh agar tak berisik. Dokter Pi makin penasaran Siapa yang dilihatnya. Seo Woo mengatakan tidak mau makan dikantin lalu bergegas keluar.

Dokter Pi mengejar Seo Woo sambil menaiki tangga bertanya kenapa sikapnya berubah tiba-tiba karena ia menyukai makanan kantin. Seo Woo menceritakna Gadis yang duduk di sebelah Hye Jung, dulu teman itu miliknya lalu membuangnya setelah bertemu dengan Hye Jung.
Mana bisa teman jadi milik ? Itu seperti gejala kurang kasih sayang. Mak itu sebabnya kau jadi dekat dengan pasien Oh Young Mi.” Komentar Dokter Pi, Seo Woo heran kenapa temanya membahas bibi Oh.
Kenapa saat dia sadar langsung mencari "perempuan" itu ?” tanya Dokter Pi
Dia dikhianati sampai akhirnya bercerai. Kenapa mengkritiknya kalau miliknya diambil orang ?” ucap Seo Woo kesal
Dokter Pi memberitahu itu bahaya,  menurutnya Hubungan Seo Woo terlalu kuat dengan pasien. Seo Woo pikir Dokter Pi Jangan terlalu khawatir, lalu menceritakan Yoon Do tadi datang keruang fellow untuk bicara dengan Hye Jung lalu bertanya-tanya apa yang  dibicarakan di ruangan fellow berduaan. Dokter Pi tahu ibu Hye Jung tadi datang dan bikin kekacauan menurutnya Mungkin ada hubungannya dengan itu.
Seo Woo sedikit kaget dan bertanya kenapa bisa seperti itu. Dokter Pi pikir ibu macam apa seperti itu menurutnya Kalau melakukan seperti itu di tempat kerja putrinya, pasti memalukan sekali. Seo Woo pikir Mungkin ibu tirinya karena Waktu SMA Hye Jung  tinggal dengan neneknya. Dokter Pi mengeluh sangat lapar dan meminta pertanggung jawabnya Seo Woo karena yang menyeretnya pergi keluar dari kantin. 

Dokter Choi tiba-tiba datang berjongkok didepan meja Hye Jung, memberitahu Demi merayakan kedatangan Ji Hong dan Hye Jung serta ,  operasi pertama Young Guk,  mereka akan pesta Jumat ini. Hye Jung mengatakan Sudah terlambat buat perayaan jadi menurutnya tak perlu.  
“Kalian Mau minum dimana ?” tanya Soon Hee, Dokter Choi mengatakan Di cafe Tempat langganan mereka lalu bertanya-tanya siapa wanita yang duduk didepan Hye Jung.  
Bulan lalu aku baru buka Jadi aku promosi.” Ucap Soon Hee memberikan brosurnya, Dokter Choi melihat cafenya bernama Sooni Hawaii!
Soon Hee tak percaya kalau Dokter Choi mengetahuinya, Dokter Choi mengaku pernah pergi kesana. Soon Hee pun mengaku tidak heran melihat Dokter Choi itu terlihat familier sambil mendorongnya memuji Dokter Choi pria yang imut. Dokter Choi sempat terjatuh karena dorongan tangan Soon Hee. Lalu Soon Hee mengatakan Karena ini perayaan buat Hyejung,  jadi akan mentraktirnya dan berpesan agar bersikap baik pada “Hye Jung-ku.” Hye Jung mengejek seharusnya Juniornya yang mencari muka pada Soon Hee, Soon Hee pun memutuskan tidak bisa gratis semua dan akan tanggung 50% dari totalnya. Dokter Choi akhirnya saling high five tanda setuju. 

Hye Jung ingin berganti pakaian yang dibawakan temanya, saat itu Seo Woo masuk ruangan, melihat temanya akan ganti baju berpikir lebih baik keluar. Hye Jung pikir tak perlu karena bisa ganti baju nanti. Seo Woo berkomentar hidup Hye Jung melelahkan juga karea harus melawan gangster dan ibu tiri dalam sehari.
Kenapa kau memanggil Yoon Do sunbae ?” ucap Seo Woo,
“Kau erkata aku memanggilnya kesannya merendahkan.” Komentar Hye Jung sinis, Seo Woo mengaku sedang berusaha bicara manis padanya. Hye Jung mengejek haruskan ia berterima kasih karena Seo Woo bicara manis
Kita saling berbagi ruangan, jadi Tidak nyaman kalau kita tidak saling bicara, makanya aku menegurmu duluan.” Kata Seo Woo
Aku ingin meminta Dokter Jung mengambil alih pasienku dan Aku cerita karena tidak mau kau salah sangka.” Jelas Hye Jung
Seo Woo merasa Hye Jung berpikir kalau bersikap seperti ini karena salah paham.  Hye Jung menyindir padahal 5 menit lalu Seo Woo bilang mau bicara manis lalu keluar ruangan. Seo Woo hanya bisa menghela nafas panjang. 

Yoon Do baru keluar ruangan bertemu berbicara dengan dokter lalu meminta agar mengatur tabel, lalu mendengar pembicaran dua dokter magang dan juga perawat. Si perawat berkomentar kalau melihat Hye Jung sekarang terlihat mirip wanita kaya yang tidak pernah hidup susah.
Makanya aku suka padanya, Kenyataannya berbeda.” Kata Dokter Choi
Seleramu buruk.... Kenapa kau suka dengan dokter titik ?” ejek Dokter Kan, perawat bertanya apa maksud maksud Dokter titik.
“Coba lihat dibibirnya, dia punya tanda lahir. Nenek sihir dengan titik.” Ejek Dokter Kang, Dokter Choi mengeluh seniornya itu kekanakan sekali dan tidak kreatif sekali.
Dokter Kang langsung memukul kepalanya, Dokter Choi mengeluh sakit dan meminta agar tak nyentuh kepalanya. Tiba-tiba terdengar suara dibelakang yang menegur ketiganya sedang tak punya pekerjaan. Dokter Kang menjawab kalau mereka punya banyak perkerjaanya.
Berikan aku tabel pasien kejang otot wajah milik dokter Yoo Hyejung.” Ucap Yoon Do
“Apa Dokter mau mengambil pasien itu ?” tanya Dokter Choi, si perawat memuji kalau piliha Yoon Do itu bagus sekali, Yoon Do binggung kenapa berpikir itu bagus.
Bukankah pasien itu, ibu tiri dokter Yoo ?” kata perawat, Dokter Kang menambahkan kalau tadi ada keributan yang jadi tontonan. Yoon Do terdiam karena ternyata pasienya itu ibu tiri dari Hye Jung. 


Hye Jung kembali memeriksa Nyonya Lee memberitahu Saraf kranial ketujuh dan kedelapan Muncul dari batang otak dengan posisinya dekat arteri serebral. Maka Setiap jantung berdetak,  arterinya akan ikut bergerak dan saraf kranial ketujuh merangsang wajah menjadi kejang.
Kami sudah pergi ke banyak rumah sakit  dan mencoba berbagai obat.  Bahkan mencoba botox juga.  Kami lihat di internet kalau ini ada hubungannya dengan otak.  Tapi, rumah sakit di lokasi kami tidak punya ahli bedah syaraf.” Jelas Yoo Na
Pada umumnya pasien dengan kejang wajah membiarkannya selama 4-5 sebelum diobati.  Kebanyakan takut karena harus dilakukan bedah otak.” Kata Hye Jung
Lalu, kami harus bagaimana ?” tanya Yoo Na khawatir
Kita dapat melakukan operasi mikrovaskular. Kami akan masuk melalui lesi dan memisahkan arteri dari saraf. Lalu kita akan memasukkan bahan buatan yang disebut Teflon antara saraf sehingga kejang tidak terjadi lagi.  Tingkat kesuksesannya 96%.” Jelas Hye Jung memperlihatkan gambar dalam monitor komputernya.
Yoo Na bertanya  Kapan operasinya dapat dilakukan, Hye Jung bertanya apakah Tidak bisa pergi ke rumah sakit lain  dan ia akan berikan semua hasil tes MRI dan surat referensi.  Nyonya Lee menegaskan tidak mau pindah rumah sakit karena dirumah sakit ini kalau ada kerabat bisa dapat diskon 30%.
Apa yang pernah kau lakukan buat keluarga kami ? Aku tidak minta kau membayar, tapi tidak ada salahnya kalau kau yang lakukan.  Apa kau tahu betapa sulitnya aku hidup dengan ayahmu ? Makanya wajahku jadi seperti ini.” ucap Nyonya Lee seperti menyalahkan Hye Jung
Hubunganku dengan ayah sudah putus 13 tahun lalu.” Tegas Hye Jung, perawat yang ada diruangan hanya tertunduk diam dan merasakan suasana tegang.  
Hubungan ayah dan anak tidak bisa putus semudah itu.  Kalau kau pulang dan minta maaf pada ayahmu alangkah baiknya” kata Nyonya Lee, Hye Jung menegaskan tidak bisa mengoperasinya.

Kenapa ? Apa au takut membunuhku saat operasi ? Bagaimanapun Kau mau atau tidak, aku akan operasi disini.  Punya kenalan di rumah sakit pasti enak sekali, Apalagi kau seorang dokter.  Buat apa aku meninggalkan putri seorang dokter dan menderita di rumah sakit lain ?” ucap Nyonya Lee sombong
Hye Jung berkomentar ibu tirinya memang tidak akan berubah. Nyonya Lee membalas kalau Hye Jung juga tak berubah menurutnya Hye Jung hanya pintar diluar melihat sekarang kalau anak tirinya itu hanya duduk dalam ruangan tai menurutnya mereka tak ada bedanya. Yoo Na meminta ibunya menyudahi adu mulutnya. Nyonya Lee dengan ketus bertanya Kapan operasinya dan meminta agar cepat dilakukan. Hye Jung memilih untuk  tidak mau bicara lagi dan menyuruhnya segera keluar. 
Yoo Na tiba-tiba memanggil Hye Jung,  memberikan sebuah kartu nema memberitahu kalau itu restoran mereka. Hye Jung melihat namanya [KEDAI SUP NENEK] Yoo Na memberitahu hidup mereka baik-baik saja dan tidak akan merepotkan kakaknya lalu pamit pergi. Hye Jung pun memasukan kartu nama ke saku jasnya

Yoon Do menelp Hye Jung tapi tak aktif, akhirnya ia meninggalkan pesan Operasi Lee Ga Jin akan kulakukan.Seo Woo tiba-tiba sudah ada dibelakang bertanya dengan siapa Yoon Do berbicara. Yoon Do kaget  bertanya Sejak kapan disana. Seo Woo mengaku baru saja datang dan menunggunya selesai menelpon.
Operasi ibu, dokter Yoo Hye Jung ... akan kulakukan.  Dia merasa tidak nyaman.” Ucap Yoon Do  
Sejak kapan sunbae jadi perhatian pada orang ?” sinidir Seo Woo, Yoon Do bertanya apakah memang tak pernah, lalu mengatakan Kalau begitu mulai sekarang aku akan bersikap perhatian.
Kalau sunbae tidak mau,  Prof Hong Ji Hong akan melakukannya.  Menjauhlah dari Hyejung. Belum lama kau ingin dia pergi, tapi sekarang Cepat sekali berubah.” Kata Seo Woo mengejek
Orang bisa berubah pikiran.  Tapi Kenapa meledekku ?” keluh Yoon Do lalu bertanya kenapa Seo Woo datang keruanganya.
Seo Woo mengajak Yoon Do untuk makan,  Yoon Do menolak karena sudah Ada janji lalu keluar ruangan. Seo Woo cemberut karena Yoon Do menolak makan bersama. 

Seo Woo akhirnya datang menemui Bibi Oh diruang rawat, Bibi Oh tersenyum bahagia melihat Seo Woo yang datang. Seo Woo merasa bibi Oh itu senang bertemu denganya dan memberitahu membawakan Sandwich dan mengajak makan sama-sama, bibi Oh mengatakan hanya dokter yang datang menjenguknya. Seo Woo binggung.
Tadi aku marah. Biasanya orang yang marah boleh bersikap begitu.  Karena aku biasanya tidak begitu,  jadi orang-orang mengabaikan aku.” Kata bibi Oh, Seo Woo pun memberikan sandwich agar Nyonya Oh makanya.
Seo Woo merasakan sandwichnya enak, Bibi Oh merasa  tidak napsu makan lalu memuji Seo Woo itu cantik sekali. Seo Woo hanya bisa tersipu malu mendengarnya. Bibi Oh berteriak mengungkapkan jadi kesal dan marah sekali, menurutnya kenapa ia harus hidup selama ini seperti orang bodoh karena seharusnya dari awal meluapkan amarahanya.
Jangan berpikir begitu, Saat ini anda bisa mulai hidup baru.” Ucap Seo Woo menenangkan
“Dadaku terasa Sesak. Aku harus pergi keluar.” Kata Bibi Oh, Seo Woo meminta Bibi Oh Berbaring karena masih butuh istirahat menahan Bibi Oh tak pergi.
Aku baik-baik saja.  Orang sial umurnya panjang.  Dulu saja, aku bisa selamat karena dokter ada disana.  Coba Lihat, Aku bisa lompat juga.” Ucap Bibi Oh sudah turun sambil melompat-lompat
Seo Woo panik meminta bibi Oh tak melakukanya, meminta agar duduk. Beberapa saat kemudian bibi Oh kesulitan bernafas, sampai akhirnya Seo Woo menekan tombol meminta bantuan. Alat kejut jantung pun sudah ada diruangan, Seo Woo memberikan satu kali tak ada reaksi lalu menaikan jadi 200 joule dan kembali memberikan pada Bibi Oh. Tetap saja Bibi Oh tak bergeming, Seo Woo akhirnya melakukan penekan pada bagian dada.

Ia berteriak memohon agar Bibi Oh kembali hidup, Dokter Kang ingin memberitahu waktu kematian, Seo Woo tak bisa terima terus berusaha menekan bagian dada berharap jantung bibi Oh kembali berdetak. Dokte Kang meminta Seo Woo menyudahinya. Yoon Do datang menariknya, tapi Seo Woo menghempaskan tanganya. Yoon Do akhirnya memeluk Seo Woo dari belakang agar menjauh setelah itu memberi kode pada Dokter Kang.
Waktu kematian, pasien Oh Young Mi. Tanggal 5 Juli 2016 pukul 17:10” ucap Dokter Kang, Seo Woo terlihat shock karena melihat Bibi Oh meninggal didepan matanya, hanya bisa menjerit histeris. Yoon Do tetap menahanya agar Seo Woo tak melakukan sesuatu yang fatal

Hye Jung sudah berganti pakaian lalu melihat sebuah restoran dan bertuliskan [KEDAI SUP NENEK] lalu melihat ayahnya yang sedang melayani pelanggan sendirian. Ia terdiam sambil memegang kalung yang ada dilehernya.
Flash Back
Hye Jung melihat dikaca lalu neneknya berkomentar sangat menyukai model kalungnya yang kecil dan manis. Hye Jung merasa lebih suka yang tadi. Nenek Kang meminta Hye Jung memilih yang itu saja karena ia yang membelikan untuk cucunya. Hye Jung mengejek kalau ia yang memakai kalungnya.  Nenek Kang mengataka kalau ia yang memilihnya. Keduanya pun sama-sama tersenyum. Hye Jung melihat kalungnya merasa sangat cantik, nenek Kang pun setuju. 

Hye Jung berkaca-kaca melihat restoran yang dimiliki oleh ayahnya lalu menerima telp dari gurunya. Ji Hong bertanya keberadaan Hye Jung sekarang. Hye Jung yang sedang sedih memutuskan untuk nanti menelp balik saja lalu menutup telpnya. Ji Hong hanya bisa mengelengkan kepala dengan sikap muridnya lalu melihat amplop yang dibawanya.
“Pak Supir, di depan rumah sakit Gukil ada kafe bernama Sooni Hawaii.  Tolong kesana.” Kata Ji Hong pada sopir taksi.
Hye Jung masih berdiri didepan kedai milik ayahnya, seorang pelanggan keluar dari restoran dan berbicara dengan Tuan Yoo,  Hye Jung langsung memalingkan wajahnya takut ketahuan oleh ayahnya. Pelanggan memuji makanan Tuan Yoo itu enak dan merasa pemiliknya pasti orang yang baik, serta yakin bisnisnya pasti lancar. Keduanya pun saling memberikan semangat. Hye Jung menghela nafas melihat ayahnya.
Flash Back
Nenek Kang sedang memoles bibirnya dengan lipstik, lalu mengatakan Perempuan harus selalu terlihat cantik dan bertanya apakah neneknya itu sudah cantik. Hye Jung pun memuji neneknya itu sangat cantik. Hye Jung pun bertanya apakah tanda yang ada dimatanya diangkat saja.
Jangan... Tanda lahir diantara mata artinya kau akan disayang oleh orang dewasa.” Ucap Nenek Kang, Hye Jung terlihat tak percaya
Tapi ayah tidak sayang aku.” Ucap Hye Jung.
Mana ada orang tua yang tidak sayang anak ? Tapi, aku tidak memaksamu memahami dia.” Kata Nenek Kang, Hye Jung pikir kenapa seperti itu.
Cinta orang tua, karena Orang tua pasti sayang pada anaknya.” Jelas Nenek Kang,
Hye Jung merasa neneknya itu tahu banyak lalu mengeluh entah kenapa kekayaanya hanya segini saja. Nenek Kang mengeluh pada cucunya dan mengatakan semuanya baik-baik saja. Hye Jung mengejek neneknya itu selalu saja mengumpat.
Nenek Kang pun meminta maaf, sambil mengeluh kepala jujurnya berpesan Jangan rendah diri karena dikeluarkan dari sekolah, karena Hye Jung bisa mengambil sekolah persamaan dan kuliah bahkan juara satu matematika, sambil mengumpat. Hye Jung mengeluh neneknya kembali mengumpat. Nenek Kang memukul bibirnya karena terus saja salah bicara, lau mengejek cucunya bawel sekali. Hye Jung tertawa bahagia bersama neneknya. 


Hye Jung akhirnya berjalan pulang, Ji Hong sudah menunggu ditaman dan menyapanya lalu bertanya kenapa Hye Jung terlihat murung sekali, dengan bangga mengatakan akan membuat Hye Jung lebih baik, memperlihatkan berkas ditanganya. Hye Jung bertanya apa yang dibawa Ji Hong.
“Ini semua yang kau mau.  Aku tidak dapat dengan level jabatanku juga jadi Aku harus minta tolong orang.” Ucap Ji Hong, Hye Jung pun mengucapkan terima kasih.
Aku juga punya salinannya dan  ingin tanya temanku di bagian bedah umum.  Kalau kau mencari kebenaran ... dan Kalau kebenaran itu bisa  membuatmu bahagia, akan kubantu.” Ucap Ji Hong, Hye Jung hanya diam saja.
Kenapa diam saja ? Kapan kau mau membuka diri padaku ?” goda Ji Hong dengan gaya nakalnya, Hye Jung hanya tertawa melihat tingkah gurunya.
Ji Hong melihat sudah larut malam dan mengajaknya untuk mengantar pulang, Hye Jung mengangguk setuju tapi saat itu juga tiba-tiba hujan turun. Ji Hong binggung karena tiba-tiba turun hujan dan bertanya apakah memang akan turun hujan. Hye Jung membenarkan karena malam hari pasti hujan. Ji Hong membuka jasnya  merasa belakangan ini orang-orang pandai sekali memperkirakan cuaca. 

Keduanya berlari dengan jas sebagai payung mereka berlindung dari hujan, wajah keduanya terlihat bahagia melewati jalan dengan hujan yang semakin deras. Lalu keduanya masuk ke box telp umum untuk berteduh. Hye Jung melihat hujan yang semakin lebat, lalu melihat sepasang pria dan wanita yang lewat didepan mereka dengan mengayuh sepeda.
Hye Jung teringat saat masih SMA menunggu hujan reda dengan Ji Hong, keduanya terlihat sangat bahagia bercanda seperti guru dan murid.

Ada yang pernah bilang begini.  Hidup, bukanlah menunggu kapan badai berlalu, Melainkan belajar menari di saat hujan.” Ucap Ji Hong
Hye Jung hanya diam, Ji Hong mengeluarkan ponsel dan memutar sebuah lagu “there she go” lalu membuka pintu dan mulai menari dibawah hujan yang turun dengan deras. Hye Jung menjerit kaget, Ji Hong terhanyut dengan intro lagu dan terus menari, Hye Jung hanya bisa tersenyum melihat gurunya yang terus menari.
Ji Hong menarik Hye Jung kalau mereka  akan menari bersama. Hye Jung sempat menjerit sampai akhirnya terhayut dengan tarian yang dibuat oleh gurunya dan keduanya tertawa bahagia. Bahkan Ji Hong bisa membuat Hye Jung berputar-putar. 
Ji Hong menatap Hye Jung lalu mengatakan  akan melakukan sesuatu sebagai laki-laki pada perempuan. Hye Jung terdiam, Ji Hong berjalan mendekat dan langsung mencium bibir bekas muridnya yang sudah dewasa dan menjadi seorang dokter.
Hidup ini layak dijalani. Aku juga, punya kesempatan  menjalani hidup normal.Gumam Ji Hong
bersambung ke episode 7




8 komentar:

  1. So sweet...semangat ya mbak nulis sinopx...

    BalasHapus
  2. Kereeeen, lanjut ya nulis sinopsisnya, thx mba

    BalasHapus
  3. Keren sinopsis y .semangat y buat bikin sinopsis y faitinggggggg......di tunggu kelanjutan y

    BalasHapus
  4. mksh mbk dee buat sinopsisnya.dari dlu sampai skrg aku ini ngefans bgt sama gaya tulisan mbk dee ini.. tetep semangat ya mbk buat nulis2 drama korea nya ^_^

    BalasHapus
  5. Thx mba.....semangat nulis ep selanjutnya ya...:-)

    BalasHapus
  6. Thx y mbk, ditunggu kelanjutannya y

    BalasHapus
  7. mba mw nanya judul lagu yg jadi backsound blognya apa?saya suka baca sinopsis sambil dengar lagunya :)

    BalasHapus
  8. Aku malah suka chemistry antara Seowoo dan dr. Pi hahaha 😊

    BalasHapus