Selasa, 12 Juli 2016

Sinopsis Doctors Episode 7 Part 1

Hye Jung kecil duduk didepan rumah mendengarkan pertengkran ayah dan ibunya. Sang Ibu berteriak kalau tahu suaminya itusemalam dengan wanita itu. Tuan Yoo marah istrinya masih saja bersikap seperti itu  dan tidak bisa percaya padanya. Hye Jung yang mendengar semuanya memilih untuk menutup kupingnya. Terdengar lemparan piring yang pecah.
“Heiii Kau mau kemana ?! Tidak boleh pergi !” teriak ibunya, Tuan Yoo berteriak agar istrinya melepaskanya.
Kalau kau pergi aku akan mati !” ancam ibu Hye Jung.
Iya ! Terserah saja ! Mati atau tidak, terserah kau!” balas Tuan Yoo tak peduli lalu keluar dari rumah.
Hye Jung masih berjongkok didepan rumah, Tuan Yoo menatap sinis anaknya lalu pergi. Hye Jung hanya bisa menangis mendengar kedua orang tuanya bertengkar hebat.
Bagiku cinta antara laki-laki dan perempuan,  berarti bertengkar sampai mati. Gumam Hye Jung. 

Hye Jung yang kaget mendengar penyataan Ji Hong berusaha berdiri tapi malah membuat minumannya tumpah.
Aku tidak tahu bagaimana cara mencintai lelaki.
Ji Hong memegang tangan Hye Jung saat memberesihkan minuman yang tumpah dan mengajaknya untuk berkencan, Hye Jung memilih kabur tak menghiraukan ajakan Ji Hong.
Sebagai perempuan ...Aku tidak tahu caranya menerima cinta.

Keduanya main hujan-hujanan dan menari bersama, Ji Hong mengatakan sekarang akan melakukan sesuatu pada Hye Jung Sebagai laki-laki dan perempuan lalu berjalan mendekat.
Dia akan menciumku.....Aku harus menghindar.” Gumam Hye Jung lalu menjerit dalam hati agar cepat segera berpaling
Tapi akhirnya ia membiarkan Ji Hong untuk menciumnya dibawa guyuran hujan. Setelah Ji Hong menciumnya, Hye Jung seperti baru tersadar dan langsung memilih untuk berlari kabur menghindari mantan gurunya.
Aku tidak akan mati karena cinta seperti ibu.


Hye Jung berjalan cepat di taman, Ji Hong berteriak mengejarnya lalu menarik tanganya mengatakan Awalnya juga lari seperti Hye Jung untuk menghindar. Hye Jung akhirnya membalikan badanya. Ji Hong menegsakan tidak akan bertanya dua kali.  Hye Jung menanyakan alasanya.
Kau diam saja, Aku yang akan menghampirimu.  Orang yang mengerti cinta  harus bergerak lebih dulu. Jadi Kau diam saja. Kalau kau tidak tahu, tetaplah diam.” Tegas Ji Hong, Hye Jung hanya bisa tertunduk diam dan terlihat masih berdebar. 

Yoon Do memberikan segelas kopi ditangan Seo Woo yang masih shock, lalu mengucapkanTerima kasih sudah perduli sekali pada pasiennya. Seo Woo merasa keadaanya tidak adil.
Seumur hidup dia baik hati  dan bekerja keras, tapi apa gunanya ?” ucap Seo Woo masih geram mengetahui keadaan si  Bibi Oh yang sebenranya.
Ini diluar perkiraan.  Aku tidak sangka kau bisa merasa begini.” Komentar Yoon Do, Seo Woo binggung kenapa seniornya tak menyangka.
Aku pikir kau tidak akan paham arti hidup yang tidak adil.” Kata Yoon Do, Seo Woo menegaskan kalau itu tak benar karena selama ini  banyak menahan diri dan Suatu hari akan lepaskan semuanya. 
Kau tidak terlihat seperti menahan diri.” Ejek Yoon Do dengan senyumanya.
Aku cinta padamu....” ucap Seo Woo berani menyatakan cinta lebih dulu, lalu menjelaskan semuanya bilang kalau menyukainya itu semua adalah bohong.

Yoon Do sempat kaget tapi menurutnya Seo Woo itu beran-benar memiliki sifat yang meledak-ledak. Seo Woo menceritakan berencana mengatakannya di kantin ahjuma. Yoon Do menegaskan tidak ingin dengar penyataan cinta dari Seo Woo, dan memberitahu kalau ia adalah lelaki jahat.
Kalau seorang lelaki berkata dia jahat. Berarti dia sungguh jahat.” Tegas Yoon Do,
Kau tahu perasaanku tapi Kau pura-pura tidak tahu.” Keluh Seo Woo
Aku tidak ingin memberimu harapan palsu.” Balas Yoon Do
Aku tidak perduli jika harus menyiksa diri dengan harapan kecil.” ucap Seo Woo

Yoon Do mengejek Seo Woo itu benar-benar  keras kepala, padahal itu sebabnya berusaha menahan Seo Woo agar tidak mengungkapkan perasaannya. Seo Woo dengan mata berkaca-kaca  meminta agar Yoon Do berjanji Mulai sekarang jangan menyukai siapapun selama 6 bulan menurutnya karena Yoon Do sudah menolaknya jadi setidaknya lakukan itu untuknya.  
Aku sudah memulainya ...” ucap Yoon Do, Seo Woo kaget bertanya siapa dan kapan
Kau tidak sering bertemu perempuan.  Apakah Hye Jung ? Ucap Seo Woo menebak
“Wahhh.... Aku jadi merinding. Intuisi perempuan sungguh...” komentar Yoon Do karena Seo Woo bisa menebaknya.

Seo Woo tak terima kenapa harus Hye Jung, Yoon Do pikir juga tak tahu, lalu bertanya apakah ia dapat mengendalikan hatinya. Seo Woo mengatakan ingin melempar gelasnya, saat itu terdengar ketukan pintu. Yoon Do langsung berdiri dan yakin itu pasti Dokter Pi Young Gook. Air mata Seo Woo sudah mengalir dipipinya.
Dokter Pi akhirnya masuk ruangan, Yoon Do memberitahu sengaja memangilnya agar bisa menjaga Seo Woo, Dokter Pi bertanya mau kemana Yoon Do sekarang. Yoon Do memberitahu Ada hal buruk terjadi pada pasiennya dan ia tidak dalam posisi dapat menghiburnya lalu keluar ruangan.
Seo Woo mengigit bibir seperti ingin menahan tangisnya, Dokter Pi mengeluh melihat tingkah Yoon Do yang sombong seperti itu. Seo Woo langsung membuang gelas kopinya, Dokter Pi berjongkok bertanya apa sebenarnya yang terjadi, Seoo Woo tak terima, Kenapa hal buruk terjadi bersamaan. Dokter Pi pun mengajak Seo Woo untuk minum-minum 

Yoon Do melihat hasil CT Scan lalu bertanya apakah gambar itu  diambil setelah pasien Oh Young Mi pingsan. Dokter Kang membenarkan  setelah intubasi lalu terlihat binggung kenapa Yoon Do butuh angiografi sekarang.
Aku perlu melihat apa ada masalah !” teriak Yoon Do kesal juniornya itu tak mengerti
Setelah pemeriksaan kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi.” Kata dokter Kang
 “Ada penyumbatan darah di paru-paru, Ini trombosis paru. Apa Ada gejala setelah dia dipindahkan ke kamar ?” tanya Yoon Do
Tidak ada, kami juga tidak melihat apapun di pindai CT-nya.” Jelas Dokter Kang, Yoon Do pun meminta agar Dokter Kang segera menghubungi walinya. 

Dokter Pi mengajak Seo Woo ke cafe dekat rumah sakit, Seo Woo terdiam melihat Soon Hee yang melayani tamu dengan senyuman. Dengan wajah sinis dan helaan nafas mengeluh pada Dokter Pi,
Apa tidak ada tempat minum selain disini ?” ucap Seo Woo malas
Tempat ini baru, dan jadi tempat nongkong favorit pegawai rumah sakit.” Kata Dokter Pi
Soon Hee melihat temanya datang langsung menjerit memanggilnya, ketika menghampirinya Seo Woo malah memilih untuk melengos pergi.  Soon Hee tak percaya temanya itu bisa bersikap sombong pada teman lamanya. Dokter Pi mengejek mengir kira umur Soon Hee itu 26 tahun dan pasti sudah sekolah sejak usia 3 tahun.
Aku akan berikan bonus makanan pembuka.” Ucap Soon Hee agar membayar kebohongannya. Dokter Pi pun setuju. Soon Hee mengeluh sendiri karena umurnya akhirnya ketahuan. 

Keduanya akhirnya duduk bersama, Dokter Pi bertanya Hal buruk apalagi yang terjadi selain Oh Young Mi, apakah Jung Yoon Do melakukan hal lain. Seo Woo mengatakan Akan memberitahu setelah pikiranya tenang, Sekarang tidak bisa karena Harga dirinya masih terluka.
“Hei... Kenapa minum banyak sekali ?” tegur Soon Hee datang kemeja keduanya, Dokter Pi pun memanggil Soon Hee “CEO”. Soon Hee tersenyum sumringah lalu berjalan mundur dan duduk disamping Dokter Pi.
Kulihat kau masih jadi budaknya Hye Jung.” Komentar Seo Woo sinis melihat Soon Hee, Dokter Pi kesal dengan temanya sealu sinis.
Harinya sedang buruk, jadi Pikirannya agak terganggu.” Jelas Dokter Pi pada Soon Hee.
Aku juga kenal sekali dirinya.  Makanya, jangan khawatir.” Kata Soon Hee, keduanya tersenyum dan sama-sama mengerti.  

Seo Woo menyuruh Soon Hee menuangkan minuman, Soon Hee sempat kesal mengangap dirinya itu apa, tapi akhirnya menungkan wine ke dalam gelas untuk temanya dan memberitahu kalau minuman itu sangat keras. Dokter Pi sudah menelungkupkan kepala di meja, Soon Hee melihat Dokter Pi pasti tidak kuat minum. Seo Woo mengejek Dokter Pi itu lemah segalanya.
Kau ... sudah berapa lama bersama Hye Jung ?” tanya Seo Woo
Kami tinggal bersama setelah aku lulus SMA. Ayahku berusaha mengirimku ke Kanada.” Cerita Soon Hee
Apa yang dilakukan Hye Jung selama itu ?” tanya Seo Woo
Belajar, dan lulus sekolah persamaan (GED) Kami datang ke Seoul dengan uang warisan neneknya.” Jawab Soon Hee
Seo Woo mendengar neneknya meninggal Lalu Hye Jung pergi dengan cowok preman dan berpikir kalau keduanya itu tinggal bersama. Soon Hee menyangkal kalau Hye Jung itu selama ini hidup denganya. Seo Woo menegaskan ada jeda waktu sebelum mereka tinggal bersama. Soon Hee kesal sendiri dan memberitahu kalau ia dan Hye Jung, lalu terdiam saat melihat Soo Chul lewat didepanya. Akhirnya Soo Chul hanya menunduk kepala lalu pergi, Seo Woo teringat dengan pria yang dianggapnya preman. Soon Hee membenarkan, lalu menceritakan pria itu tak mengenalinya. Seo Woo berteriak memanggilnya, Soon Hee panik apa yang mau dilakukan temanya. Tapi Seo Wo keluar dari restoran memanggilnya. 

Seo Woo berteriak menyuruh Soo Chul berhenti, Soo Chul akhirnya berhenti dan Soon Hee hanya bisa berdiri dibelakang temanya. Seo Woo bertanya apakah Soo Chul tak mengingatnya dan memberitahu kalau ia adalah temannya Hyejung. Soo Chul menjawab kalau ia tahu. Seo Woo memberitahu Soon Hee kalau t Soo Chul mengenalnya.
“Apa kau mau aku berikan nomor ponsel Hyejung ?” ucap Seo Woo, Soo Chul menolaknya dengan sinis
Tidak lama lagi kalian pasti ketemu, kalau kau mengantar terus kemari.  Dan Kau, apa kau tahu kalau sekarang Hyejung dokter ?” kata Seo Woo mengodanya
Sepertinya kau mabuk berat dan Kau mengajak ribut pada orang yang salah.  Apa Kau meremehkan aku karena hidup seperti ini ?” tegas Soo Chul membanting sesuatu lalu memilih pergi. Seo Woo berteriak marah dan mengejarnya. Soon Hee membiarkanya menurutnya sikap Seo Woo sudah pasti akan membuat orang marah. 

Hye Jung kembali ke rumah, menatap ke cermin sambil memegang bibirnya seperti masih merasakan ciuman Ji Hong di bibirnya saat ada ditaman. Ia akhirnya berusaha untuk melupaka dengan mencuci rambutnya. Soon Hee masuk kamar mandi melihat temanya yang keramas dimalam hari karena harus bangun pagi. 
Iya. Kenapa kau pulang larut ?” tanya Hye Jung
Seo Woo muncul dan membuat onar.  Sepertinya terjadi sesuatu, dia minum banyak sekali. “ cerita Soon Hee lalu mengatakan ingin membantu temanya.
Hye Jung menolak karena bisa keramas. Soon Hee tetap ingin melakukany menurutnya mereka bisa menghemat sabuk karena juga harus mencuci tangannya. Hye Jung pun membiarkan temanya membantu mencuci rambutnya. 

Hye Jung sudah duduk diruang tengah dengan memakai hairdry, Soon Hee keluar kamar meminta agar Hye Jung memastikan kering dengan baik. Karena Kalau tidak kering sebelum tidur, bisa rontok. Hye Jung mengatakan sudah mengeringkan semua rambutnya.
Aku akan tanggung jawab pada kecantikanmu.” Ucap Soon Hee lalu mengoleskan vitamin pada kepala temanya, lalu berkomentar rambut Soon Hee bisa mulai menua.
Kadang kau menganggapku seperti bonekamu.” Keluh Hye Jung, Soon Hee pikir bukan boneka tapi ia sedang latihan.
Saat aku menikah ... Aku harus melakukan ini pada suamiku dan Kau beruntung karena ada yang menyatakan perasaan  padamu,   Lalu Kalian sudah sejauh apa ?” ucap Soon Hee, Hye Jung tiba-tiba memegang bibirnya. Soon Hee bertanya apa maksudnya, Hye Jung kebinggungan.
“Apa Kau menciumnya ?” jerit Soon Hee, Hye Jung menyangkalnya, Soon Hee tak percaya tapi akhirnya Hye Jung mengakuinya. Soon Hee melonggo kaget.
Tidak, hanya sentuhan bibir.” Akui Hye Jung, Soon Hee menjerit kalau tak butuh yang detail lalu mengatakan kalau iri dengan temanya sambil mendorong temanya.

“Tapi menurutku ... Guru Hong kocak sekali.  Yah, aku paham dia mau buru-buru karena usia.  Dia pasti mau segera menikah jadi Harus bergerak cepat.” Komentar Soon Hee, Hye Jung menjerit kesal. Soon He memeluk temanya mengucap syukur.   
Aigoo, syukurlah.  Aku pikir, harus hidup sampai tua sendirian karena kau.” Ucap Soon Hee
Hye Jung heran kenapa Soon Hee berpikir seperti itu. Soon Hee   merasa sedih kalau menikah dan meninggalkanmu sendirian karena Hye Jung tidak hidup seperti layaknya manusia. Hye Jung bertanya memangnya Bagaimana caranya hidup, Soon Hee mengira kira Hye Jung bisa tenang setelah sekolah kedokteran.  Tapi, ternyata lanjut memilih spesialis.
Setelah itu, aku kira kau bisa tenang. Tapi ternyata menjadi staf bedah malah lebih sulit.  Aku lupa kapan terakhir kali kau berdandan dan pergi keluar.” Cerita Soon Hee khawatir
Selama ini kau pasti kesal sekali padaku ?”komentar Hye Jung
Bukannya aku kesal tapi Aku cemas.  Apa Kau sudah ketemu ayahmu ?” tanya Soon Hee, Hye Jung mengaku  hanya melihat dari jauh.

Soon Hee menyuruh Hye Jung untuk segera menikah, Hye Jung heran temanya tiba-tiba membahas pernikahan. Soon Hee menegaskan Pokoknya, untuk memastikan Guru Hong menikahi temanya karena tahu Hye Jung juga menyukainya. Dan temanya itu sudah rela membuang segalanya demi guru Hong
Kau tahu aku harus mencapai tujuan yang sudah kurencanakan” ucap Hye Jung mengingatkan
Makanya, aku ingin kau jatuh cinta.  Jalani jalur bunga, Dokter Yoo Hye Jung.” Kata Soon Hee
Dalam hidup, ada yang namanya prioritas, Chun Soon Hee” balas Hye Jung
Benar ! Apa yang lebih penting selain cinta ?! Ah....Kau tidak pernah mau dengar !” keluh Soon Hee sambil menepuk pantat temanya lalu memeluknya dengan erat.
Hye Jung duduk sendiria dikamarnya membuat amplop yang diberikan Ji Hong,  melihat LAPORAN HASIL BEDAH tanganya meraba nama neneknya dan langsung menangis. Dibelakangnya berdiri figura foto ia dengan nenek yang disayanginya. 

Yoon Do baru menuruni tangga rumahnya, saat itu juga Ji Hong keluar dari rumah. Yoon Do terlihat wajah canggung menyapa seniornya, Ji Hong dengan sinis  mengatakan hari ini  tidak akan numpang mobil lalu menuruni tangga lebih dulu. Yoon Do binggung berpikir sekarang Ji Hong itu jual mahal lalu berteriak memanggilnya. 

Akhirnya Ji Hong duduk disamping Yoon Do yang mengemudikan mobilnya. Keduanya hanya diam saja tanpa bicara apapun. Yoon Do pikir mereka lebih baik menyalakan musik  karena rasanya canggung. Ji Hong pikir terserah. Yoon Do pun menyalakan radionya.
Kalau aku baca ini, tidak akan terasa canggung” ucap Ji Hong mengeluarkan berkanya, Yoon Do pikir tak perlu seperti itu
“Kau belajar dan aku menyetir.  Ini tidak benar., Kita nyalakan saja berita.” Ucap Yoon Do menganti saluran radionya.  
Terdengar berita Rumah Sakit besar yang sedang membutuhkan uang kini beralih ke pasar saham.  Reporter Lee Dae Hyun.  Rumah sakit besar di Seoul saat ini ...
Yoon Do merasa Sepertinya akan ada keributan, lalu menyuruh Ji Honbg Belajar saja karena menurutnya Itu lebih baik daripada dengar berita.  Ia mengungkapkan sangat benci sekali dengan politik karena membuat keributan yang tak penting.  
Tapi kita tidak bisa membiarkan isu kosong ini mengganggu hidup kita.” Balas Ji Hong, Yoon Do yakin Itu isu politik tapi menurut Ji Hong itu adalah kenyataan. 

Tuan Hong masuk ke rumah sakit, wartawan sudah menunggu di lobby menyerbunya bertanya “Direktur, apa benar rumah sakit berinvestasi dalam pasar saham ?” Tuan Hong menjawab”Rumah sakit bukan bisnis, Kau salah informasi.”
“Apa Anda tidak menyimpah saham ?” tanya wartawan
Kami akan keluarkan pernyataan media soal ini.” ucap Tuan Hong dengan keluar dari kerumunan wartawan, penjaga pun langsung menahan wartawan agar tak mau kedalam rumah sakit.
Ji Hong baru datang menyapa Dokter Kim yang berjalan dilorong,  Dokter Kim mengatakan sibuk, mengurus berita sejak pagi.  Ji Hong tahu dari Ayah kalau tak usah khawatir dan bertanya apakah benar seperti itu. Dokter Kim menegaskan mana mungkin baik-baik saja karena Perang sudah terjadi. Ji Hong bertanya apakah Dokter Kim sudah makan. 

Di cafe
Dokter Kim menegaskan Ji Hong harus hadapi  keadaan seperti ini mulai sekarang. Ji Hong menegaskan dirinya itu seorang dokter jadi Pekerjaannya adalah merawat pasien menurutnya dokter lain saja yang hadapi masalah politik nanti ia dukung, karena itu pemahaman yang dimilikinya.
Kenapa mendadak serius sekali ?” keluh Dokter Kim, Ji Hong hanya bisa tersenyum.
Aku memberimu tugas yang pandai kau lakukan.  Pemanah yang memperoleh medali emas di tahun 2011 Olimpiade London, Lee Soo Jung.  Apa Kau tahu ?” ucap Dokter Kim, Ji Hong tahu karena ia penggemarnya.
Soo Jung terlihat meminum wine dengan tangan bergetar, lalu saat bertanding memanah tanganya bergetar dan salah sasaran.  Ji Hong bertanya apakah Soo Jung masih memanah dan dihukum karena minum alkohol sebelum bertanding.

Ji Hong melihat video saat Soo Jung memahan, tanganya terlihat bergetar. Dokter Kim menceritakan Soo Jung kena skors oleh perwakilan Korea selama 2 tahun.  Ji Hong mengartikan Soo Jung tidak akan bisa ke Olimpiade.
Menurutmu apa tangannya bergemetar karena dia pecandu alkohol?” tanya Soo Jung
Harus dilakukan tes untuk memastikanya,  tapi sepertinya ini karena kendali tremor.  Ada banyak alasan kenapa tangan bisa gemetar jadi Tidak mudah untuk di diagnosis.” Jelas Ji Hong
Pasien Lee Soo Jung, aku ingin kau yang rawat.  Dia sudah ke banyak rumah sakit.  Lalu Dia diam-diam mencari dokter yang bisa membantunya.” Kata Dokter Kim
Aku tidak masalah soal itu.  Tapi Apa hubungan Lee Soo Jung dengan masalah ayahku ?” tanya Ji Hong

Setelah aku dimarahi Jin Myung Hoon,  aku merasa marah dan belajar dari situ.  Jin Myung Hoon hidup sukses.” Kata Dokter Kim mengebu-gebu Ji Hong tersenyum melihat
“Jadi, aku termotivasi untuk melawannya. Insting manajemen Jin Myung Hoon bagus, kesadarannya atas realitas juga bagus.  Jika aku menjadi direktur rumah sakit, kita pasti akan merugi terus rumah sakit bisa tutup karenanya.  Lalu siapa yang akan mendengarkan aku ?” kata Dokter Kim
Ji Hong melihat Dokter Kim sudah banyak berubah, dengan kata lain seniornya itu pasti gundah, tapi ia suka dokter Kim berubaha karena sekarang ia menyukai yang namanya kekuasaan. Dokter Kim mengaku senang melihat Ji Hong kembali jadi Ada yang bisa diajak ngobrol.
Jadi rencananya, aku akan buat agar Lee Soo Jung tahu namamu.  Namamu akan jadi sumber kekuatannya. Maka itu bisa membantu kita.” Ucap Dokter Kim penuh semangat, lalu melihat ponselnya bergetar dan nama  [Jin Myung Hoon] yang terlihat
Dokter Kim mengajak mereka segera pergi, Ji Hong bertanya Kenapa ponsel tidak dijawab. Dokter Kim sudah tahu pasti rapat lagi karena Dokter Jin selalu saja menelp padahal tahu kalau tidak suka dirinya, tapi ditelpon terus menurutnya itu aneh. Ji Hong bertanya bagaimana jika ia tidak bisa menyembuhkan Lee Soo Jung . Dokter Kim meminta agar tak bicara seperti itu dulu.
Sesampai dikasir Dokter Kim akan membayar makanan dengan memberikan kartu kreditnya dan menegaskan kalau ia sangat mengandalkan Ji Hong karena  Nilai kekuatan yang didapat, menentukan pekerjaan mereka. Ji Hong mengejek Dokter Kim itu sudah tua karena  Daritadi mengulang perkataannya. Dokter Kim membalas karena itu penting sekali.
Kasir memberitahu kalau kartu kreditnya sudah over limit,  Dokter Kim Tak percaya, lalu memperlihatkan pada Ji Hong kalau  Pendapatan mereka menurun bulan lalu jadi Dokter Jin menurunkan kredit limit kartu perusahaan. Ji Hong hanya tertawa sampai akhirnya memilih kalau membayar semua makanan. 


Dokter Kang melaporkan  Sudah 90 hari sejak operasi pasien masih dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan Rekam jantungnya normal. Yoon Do melihat ponselnya ada pesan yang masuk dari Hye Jung Dokter, aku membalas pesanmu. Terima kasih. Ia mengeluh hanya ini saja, Dokter Kang penasaran ingin ikut melihatnya juga. Yoon Do langsung menjauhkan ponselnya dengan melotot
Tadi dia memasuki fase tidak sadarkan diri karena mengantuk ... “ ucap Dokter Kang kembali melanjutkan, tapi mata Yoon Do melihat Hye Jung yang keluar ruangan dan langsung menghampirinya.
Apa tidak keterlaluan ? Dengan hanya mengirim pesan ?” ucap Yoon Do tak terima
Dokter mengirimkan aku pesan suara,  jadi aku mengirim pesan tulisan.  Apa ada salah ?” ucap Hye Jung
Bukannya salah, tapi tidak tahu berterimakasih.  Kau memberikan pasienmu pada dokter lain. Tapi kau tidak berterimakasih ?” kata Yoon Do, Hye Jung hanya tertunduk lalu pergi, Yoon Do pun berteriak mengejarnya. 

Dokter Choi menanyakan pendapatnya pada Dokter Kang apakah mereka akan bertengkar. Dokter Kang merasa juniornya itu tidak tahu bagaimana sikap Yoon Pisau karena akan mendadak meledak. Dokter Choi memperagakan seperti macam yang ngamuk. Dokter Kang sampai kaget akhirnya memukul kepala Juniornya yang membuatnya kaget. 

Hye Jung menekan tombol lift, Yoon Do bertanya mau kemana. Hye Jung  mengatakan akan keRuang lab Prof. Hong Ji Hong dan bertanya balik. Yoon Do dengan gugup akan pergi ke lab.
Kenapa mendadak berubah pikiran ? Katanya kau tidak akan mengambil pasien itu.  Tentunya aku berterimakasih.” Ucap Hye Jung
Aku dengar dia keluargamu. Kalau dari awal kau bilang, maka lebih mudah.  Kenapa dipersulit ?” kata Yoon Do, Hye Jung pikir ini bukan masalah yang mudah untuknya.
Aku juga punya ibu tiri.  Bukan cuma 1 tapi 2.  Tentunya aku juga tidak tertarik pada mereka.  Dia hanya ibu tiri, kenapa membiarkan dia mengganggumu ?” ucap Yoon Do
Kau belum pernah diperlakukan tidak adil, kan ?” kata Hye Jung, Yoon Do memegang dadanya seperti merasakan seperti ditembak lagi oleh juniornya.
Hye Jung binggung, Yoon Do mengeluh harusnya Hye Jung menunggu sampai siap tapi Hye Jung terus melakukannya membuatnya jadi kaget. Hye Jung tak mengerti, Yoon Do terlihat gugup dan tak bisa menjelaskan, hanya mengatakan menurutnya seperti itu, lalu masuk lift saat pintu terbuka, senyuman terlihat saat bersama Hye Jung didalam lift.

Di lorong
Yoon Do memberitahu  ingin melihat pasien Lee Ga Jin hari ini dan akan atur waktu operasi secepatnya. Hye Jung mengerti, Yoon Do kembali mengeluh hanya itu saja komentar Hye Jung. Wajah Hye Jung kembali dibuat binggung
“Maksudku kalau ada yang baik padamu, harusnya dibalas dengan kebaikan. Kenapa hanya menjawab pendek begitu ?” kata Yoon Do  
Aku tidak kasihan pada orang itu dan tidak berharap dia sembuh juga.  Aku tidak bisa mengatasi perasaan itu,  makanya aku ingin dokter mengambil alih. Ini titik terendah seorang dokter. “ jelas Hye Jung, Yoon Do sedikit berdeham.
Satu hal yang membuatku lega,  dia masih tetap orang jahat seperti dulu.  Tapi itu tidak merubah fakta aku dalam titik terendah sebagai seorang dokter.  Makanya ini bukan hal mudah buatku. Apakah jawaban ini membuatmu puas ?” kata Hye Jung
Yoon Do terlihat tertunduk malu, tiba-tiba seorang dokter berlari sangat cepat, Hye Jung langsung menarik Yoon Do agar tak tertabrak, Yoon Do melonggo binggung karena Hye Jung yang melindunginya bukan layaknya pria yang harus melindungi wanita. Hye Jung hanya diam, terdengar suara yang memanggil Yoon Do. Hye Jung melihat itu paman Yoon Do dan memilih untuk pamit pergi. Yoon Do pun langsung mengikuti Hye Jung. Dokter Jung mengeluh melihat keduanya malah meninggalkanya. 

Ji Hong tersenyum saat melihat Hye Jung yang datang tepat saat membuka pintu, Yoon Do pun ikut datang lalu Dokter Jung berjejer didepan Ji Hong. Dokter Jung dengan gaya mengodanya memuji Hye Jung yang Semakin hari, kau semakin cantik. Ji Hong menyuruh temanya jangan berisik dan menyuruhnya untuk segera masuk.
Hye Jung hanya bisa tersenyum mendengar acara Dokter Jung mengodanya, Ji Hong pun menyuruh Hye Jung segara masuk. Yoon Do dengan gugup bertanya bagaiman dengan dirinya. Ji Hong bertanya balik ap ada dengan Yoon Do. Yoon Do dengan senyuman berpikir akan masuk juga. Ji Hong pikir untuk apa karena ini urusan mereka.
Yoon Do menahanya seperti tak terima kalau itu urusan mereka, Ji Hon dengan bangga kalau itu urusan dirinya dan Hye Jung. Yoon Do tak bisa berbuat apa-apa setelah pintu ditutup, lalu mengeluh Ji Hong itu norak sekali. Dokter Kang menelp, Yoon Do sengaja berbicara keras didepan pintu.

Oh, waktunya mengatur pasien... Aku kesana… ternyata aku sibuk sekali.” Teriak Yoon Do 
Dokter Jung melihat catatan medis milih nenek Kang, Hye Jung bersandar di buffet dengan saling tersenyum manis pada Ji Hong. Dokter Jung memberitahu Sejarah operasinya tidak cerita banyak. Ji Hong bertanya apa maksudnya.
Maksudmu tidak ada masalah,  atau tidak cukup dengan melihat ini.  Yang kedua, Prosedur operasi tidak ditulis detil & hanya menulis hasilnya.  Dengan membedah perut, meninggal karena gagal  jantung dan saat pengangkatan tumor.  Selesai..” jelas Dokter Jung  
Jadi, kita tidak tahu apa yang terjadi  di ruang bedah berdasarkan berkas ini Tapi, ada CT Scan asli dari rekaman pembedahan.  Bukankah berarti tidak ada masalah ?” komentar Ji Hong
Kalau mau dibilang begitu, bisa saja.  Laporannya bisa tersembunyi jika dibuat catatan tambahan.” Kata Dokter Jung

Jika kita ingin tahu yang terjadi saat pembedahan…” kata Hye Jung
Laporan anestesi.... Bukankah kita butuh laporan anestesi ?” ucap Ji Hong
Dokter Jung berteriak Bingo, lalu bertanya apakah punya laporan anestesi. Ji Hong mengatakan  Itu menghilang dan Hanya ada itu saja berkas pasien. Dokter Jung mengangkat bahunya, jadi hanya itu saja berarti. Hye Jung  Pikir Laporan anestesi bisa saja disimpan dalam departemen berkas medis.
Operasinya tidak dilakukan disini, mana mungkin ada ?” kata Ji Hong, Hye Jung langsung mengerti. Ji Hong bertanya mengerti apa.
Mungkin ada di rumah sakit cabang, karena dilakukan disana.  Sepertinya berkasnya disimpan disana.” Kata Hye Jung lalu berlari keluar dari ruangan.

Ji Hong mengejarnya mengatakan akan bicara pada departemen berkas medis untuk Hye Jung. Tapi  Hye Jung menolak karena Ji Hong   sudah berbuat banyak dan sangat mengerti pasti ingin membantu, tapi menurutnya itu sebagai pekerjaan rumahnya dan harus dilakukan sendiri seperti menulis jurnalnya. 
Bukankah sekarang waktunya memeriksa pasienmu ?” ucap Hye Jung
“Kau Tahu jadwalku darimana ? Apa Kau memeriksanya ?” kata Ji Hong mengoda
Aku adalah fellow yang mendapat pelatihan dokter.  Tentu saja harus tahu.” Ucap Hye Jung
Aah, aku berdebar tanpa alasan.” Ungkap Ji Hong tersenyum sumringah, Hye Jung terlihat gugup memilih langsung pergi. Ji Hong langsung berteriak “Berdebar tanpa alasan !” Hye Jung tertunduk malu dan langsung berlari cepat. 

Yoon Do melihat berkas pasien di layar, Nyonya Lee dengan wajahnya yang sakit syaraf bertanya kapan bisa dioperasi. Yoon Do menegaskan Biasanya orang butuh antri 6 bulan untuk bisa dioperasi olehnya.
Karena dokter Yoo minta tolong, aku akan segera lakukan.” Ucap Yoon Do
Dokter, aku akan sembuh,kan ?” tanya Nyonya Lee, Yoon Do tak mau membahasnya menyuruh agar segera keluar. Nyonya Lee pun menurut. 

Soo Jung masuk ruangan Ji Hong sambil memegang tanganya, Ji Hong bertanya apakah Soo Jung datang sendirian. Soo Jung membenarkan dengan wajah tertunduk seperti tak punya kepercayaan diri.
Orang tuaku, lebih menderita dibandingkan aku.  Jadi Aku tidak ingin mereka terlalu berharap.” Jelas Soo Jung, Ji Hong bertanya sejak kapan Soo Jung merasakan tanganya mulai gemetar.
Dimulai tahun lalu. Awalnya, getarannya berhenti tiap kali aku minum alkohol.  Makanya, aku minum menjelang bertanding.  Setelah itu ... jadi berantakan.” Jelas Soo Jung, Ji Hong bertanya apakah Soo Jung masih minum.
Aku bukan orang lemah begitu, dokter. Aku bukan putri keluarga kaya, jadi Seumur hidup aku bekerja keras.  Aku bisa sejauh ini dengan bekerja keras, tapi ... Apa bisa disembuhkan ? Agar tanganku berhenti gemetar, aku rela melakukan apapun.” Kata Soo Jung memperlihatkan tanganya yang bergetar ketika tak dipegang
Pertama harus dilakukan tes dulu.  Tremor di tangan anda bisa terjadi karena banyak alas an, Sulit di diagnosis begitu saja.” Jelas Ji Hong, Soo Jung pikir lebih baik tak perlu dan melupakanya saja.
Bahkan Dokter yang janji menyembuhkanku tidak bisa melakukannya.  Aku tidak ingin percaya pada dokter yang tidak percaya diri.” Komentar Soo Jung lalu berdiri dari tempat duduknya.
Kau tidak sabaran sekali dan membuat keputusan terlalu cepat.  Sebelumnya kau tidak begini, kan ? Apa seperti ini saat kau memenangkan medali di Olimpiade ? Kau tidak percaya padaku karena tidak yakin.  Orang yang baik dalam pekerjaannya,  selalu penuh dengan pertanyaan dan keraguan.  Dengan begitu, mereka tidak melakukan kesalahan.” Tegas Ji Hong yang membuat Soo Jung seperti berpikir. 

Dokter Choi memberikan tanda pada berkas memberitahu Nyonya Lee   harus banyak melakukan tes sebelum operasi dilakukan. Seperti Tes darah, tes tinja harus dilakukan semua dan mekakukan dalam sebulan sebelum operasi dan Lakukan sebulan setelah operasi.
Maksudmu, aku harus tunggu sebulan sebelum operasi ? Tapi, Yoo Hye Jung adalah putriku !” kata Nyonya Lee mara
“Nyonya , anda tidak sabaran sekali.  Aku ceritakan bagaimana cara kerjanya. Karena anda adalah ibu  dokter Yoo Hyejung tentu saja anda VIP.  Anda dapat dioperasi dalam 2 hari, Itu bantuan dari Dokter Jung Yoon Do.” Jelas Dokter Choi
Apakah Hye Jung sehebat itu ?” ucap Nyonya Lee meremehkan, Dokter Choi mengakui kalau Hye Jung itu memang hebat.
Nyonya Lee berkomentar sinis tak ada yang hebat, menurutnya Hye Jung  masih sama-sama manusia, dengan kesal karena datang ke rumah sakit tapi tak pernah ditenggok, dan ia menahan diri karena ia adalah  ibunya.

Kalau aku cerita bagaimana dia dulu, apakah dia masih bisa hidup di lingkungan seperti ini?” ucap Nyonya Lee meremehkan, Yoo Na berusaha menahan ibunya agar tak banyak bicara Dokter Choi hanya bisa diam melihat sikap angkuh Nyonya Lee.
Kapan tesnya akan dilakukan ?” tanya Yoo Na mengalihkan, Dokter Choi mengatakan Bisa sekarang karena mereka sudah ada dirumah sakit.  
Tapi, apakah keluarga hanya dapat diskon untuk operasi  atau termasuk tes medis juga ?” tanya Nyonya Lee, Dokter Choi mengatakan kalau  Tes medis juga dapat. Nyonya Lee mnegeluh tidak mendapatkanya.
Dokter Yoo harus memberikan  dokumen ke Dept.SDM lalu meminta  mereka mengatur tanggalnya.” Jelas Dokter Choi,
Nyonya Lee kembali mengeluh dari satu ke yang lainnya menurutnya tidak ada yang cuma-cuma di dunia ini, dengan nada menyindir mana mungkin bisa hidup kalau sikap Hye Jung sepert itu padanya.
Dokter Choi keluar dari ruangan, Yoo Na tiba-tiba mengejarnya lalu meminta izin untuk memberikan nomor telp Hye Jung karena ayahnya ingin bertemu. Dokter Choi terlihat binggung. Yoo Na meperlihatkan wajah memohon. 


Hye Jung dan Ji Hong sedang melihat hasil CT Scan, Ji Hong pun bertanya pendapat juniornya. Hye Jung melihat pasien masih belum 30 tahun jadi  tampaknya tidak degenerative dan bertanya apakah Ini resting tremor atau action tremor Ji Hong menegaskan kalau itu Action tremor
“Ini termasuk intention tremor atau essential tremor?” tanya Hye Jung
Awalnya terjadi hanya saat dia akan memanah.  Sekarang, terjadi setiap saat kecuali saat tidur. Apa penyebab intention tremor dan essential tremor?” kata Ji Hong
Intention tremor umumnya terjadi jika terjadi sesuatu pada tangan.  Sedangkan Essential tremor, terjadi tanpa alasan.” Jawab Hye Jung, Ji Hong menanyakan cara Perawatannya
Yang paling umum terapi obat, seperti Propranolol atau primidone.” Kata Hye Jung, Ji Honbg meminta  memberikan jawaban sebagai ahli bedah syaraf.

Hye Jung menyebut “DBS” Ji Hong langsung membenarkan, Hye Jung tak pecaya Ji Hong mau melakukan awake surgery. Ji Hong mengangguk. Hye Jung tak percaya kalau ia akan menjadi asistennya, Ji Hong membenarkan. Hye Jung berteriak sangat senang sambil memegang tangan Ji Hong sampai Ji Hong dibuat kaget.
Aku, belum pernah melakukan  awake surgery sekalipun ! Aku pernah melihat videonya, dan berpikir kapan bisa melakukannya. Aah akhirnya datang juga ! Terima kasih dokter !” ucap Hye Jung terus memegang tangan Ji Hong
Jadi kau sangat menyukainya ?” kata Ji Hong  tertawa. Hye Jung membenarkan.  
Mata Ji Hong melihat tangan Hye Jung yang masih memegangnya. Hye Jung tersadar dan langsung melepaskanya. Ji Hong tertawa, Hye Jung tertunduk malu tapi senyuman sumringah karena bisa melakukan operasi yang dinginkanya. 
bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted 

5 komentar:

  1. Semangat Min Dee!!!
    Ditunggu part 2 nya
    😚😚😚😚😚

    BalasHapus
  2. Semangat mbae !!!!!

    Di tunggu yg lain y ya😍😍😍

    BalasHapus