Kamis, 21 Juli 2016

Sinopsis Beautiful Gong Shim 19 Part 1

(Rumah Sakit Shinhansol)
Dae Chul dengan masker masuk ke ruangan tempat Tuan Ahn di rawat, di ruang CCTV Joon Soo dan Dan Tae terlihat sangat tegang. Dae Chul melepaskan topi dan maskernya, lalu memegang selang alat untuk bernafas sebelumnya berbicara lebih dulu pada temanya.
Soo Yong.... Kenapa kau tidak mendengarkan aku? Seharusnya kau mendengarkan aku... saat kita terakhir bertemu di arboretum. Lihatlah apa yang terjadi padamu sejak saat itu. Coba Lihat dirimu.” Ucap Dae Chul lalu menarik selangnya.

Joon Soo nampak kaget memegang tangan Dan Tae agar memberikan kekuatan,  akting pria yang mirip ayah Dan Tae terlihat seperti kekurangan nafas lalu akhirnya tak sadarkan diri. Setelah selesai menelp adiknya Nyonya Yum bertanya Apa uangnya sudah siap dan mengajak untuk bertemu sekarang.
Setelah Dae Chul keluar, Ayah Dan Tae yang menyamar akhirnya bangun. Di ruang CCTV, Joon Soo mengajak Dan Tae kalau harus mengikutinya. Dan Tae terlihat menatap serius lalu keluar ruangan.  Dae Chul dengan masker dan topinya berjalan cepat keluar dari rumah sakit lalu memberhentikan taksi.

Dan Tae dan Joon Soo masuk mobil yang sudah dikemudikan Ho Joong lalu meminta agar mengikuti taksi yang dinaiki oleh Dae Chul. Dan Tae berpesan agar jangan terlalu dekat juga. Dae Chul didalam taksi membuka masker dan topinya merasa tak ada yang akan membuntutinya.
“Tapi Pengacara Ahn Dan Tae.... Kau seharusnya bisa menangkap orang itu di rumah sakit. Kenapa kau justru mengejarnya?” ucap Ho Joong binggung
Meskipun dia mengaku bahwa dia mencoba membunuh ayahku beberapa waktu yang lalu, kita masih belum memiliki bukti yang kuat...untuk menganggap dia sebagai kriminal dari kasus Joon Pyo. Ini yang terbaik yang bisa kita lakukan sampai kita mendapatkan bukti yang kuat.” Jelas Dan Tae.
Bagaimana dengan tes genetik yang kau minta untuk kasus Joon Pyo?” ucap Joon Soo binggung
Itu hanya kebohongan untuk menakut-nakuti Direktur Eksekutif Yum. Tidak mungkin kita bisa menemukan DNA-nya pada pakaian Joon Pyo. Mereka mengatakan kepadaku kalau akan sulit untuk mengambil DNA dari pakaian yang sudah lama... kecuali ada noda darah. Ayo kita melakukan yang terbaik untuk menemukan bukti.” Kata Dan Tae memberikan semangat. 

Nyonya Yum sudah ada di parkiran terlihat panik karena kakaknya belum juga datang, sebuah mobil berhenti. Dae Chul masuk ke mobil dan langsung membuka tasnya memastikan kalau itu jumlahnya 1 juta won. Nyonya Yun kesal karena kakakny mengatakan kepadany untuk mempersiapkan satu juta dolar.
Pastikan kau menyingkirkan ayah Ahn Dan Tae. Dia tidak akan kembali ke Korea kalau kita memberikan uang ini, kan?” kata Nyonya Yum, Dae Chul membenarkan.
Dibagian depan parkiran, Joon Soo dkk melihat mobil yang ada Nyonya Yum bersama Dae Chul tanpa tahu apa yang dibicarakanya. Joon Soo mengataka Saat pulang, akan memeriksa kotak hitam di mobil ibunya jadi mereka akan bisa mendengar percakapan keduanya di dalam mobil. Dan tae setuju. 

Nyonya Yum menyesal Kalau a tahu semuanya akan sampai sejauh ini, maka seharusnya ia tidak lari saat melihat kakaknya membawa Joon Pyo dan Seharusnya menghentikannya. Dae Chul meminta agar menghentikan omong kosongnya.
Aku hanya berpikir bahwa semuanya mungkin akan lebih baik tanpa Joon Pyo. Aku menyesali apa yang sudah aku lakukan.” Ucap Nyonya Yum. Dae Chul berteriak meminta adiknya tak bisa omong kosong lagi.
“Kau yakin Uang ini akan menyelesaikan semuanya, kan?” kata Nyonya Yum berusaha untuk menyakinkan tak akan ada masalah.
“Ya.. Aku akan segera menemuinya untuk memberinya uang ini dan memastikan dia tidak akan mengganggu kita lagi..” Kata Dae Chul
Kita tidak perlu... berbicara tentang Joon Pyo lagi” ucap Nyonya Yum ketakutan. Dae Chul pun pamit pergi dan masuk ke mobil disampingnya.

Dan Tae dkk terus mengamatinya dari dalam mobil. Ho Joong yakin dalam tas yang dibawa Dae Chul itu pasti berisi banyak uang. Dan Tae juga berpikir seperti itu dan Dae Chul mungkin menuju ke kantornya untuk mengambil uang yang di gelapkan, Joon Soo mengatakan punya bukti untuk penggelapan yang dilakukannya.
Dia akan memiliki cukup waktu untuk mengambil uangnya dan pergi ke bandara. Aku tahu jadwal penerbangannya.” Ucap Dan Tae, Ho Joong yang mendengarnya menjerit bangga. Dan Tae melihat mobil Dae Chul sudah pergi da menyuruh Ho Joong segera mengikutinya. 

Dae Chul masuk ke dalam ruanganya mengambil koper dalam lemari lalu mengesernya, dibalik lemari ada sebuah brangkas, tumpukan uang 50ribu won pun dimasukan ke dalam koper tak lupa uang 100ribu won serta uang dollar. Ada juga sebuah paspor  yang sudah disiapknya.
Akhirnya Dae Chul sampai diparkiran membawa kopernya. Dan Tae tiba-tiba datang langsung mendorongnya ke dinding, dengan wajah penuh amarah bertanya mau pergi kemana setelah membunuh ayahnya lalu memberika pukulan dan membuat Dan Chul terjatuh. Dan Tae kembali menariknya dan mendorongnya sampai ke dinding.
Kenapa kau membunuh ayahku? Kenapa kau membunuh ayahku? Kau akan mati. Aku akan membunuhmu.” Teriak Dan Tae menarik baju untuk mencekiknya.

Sebuah mobil datang, Joon Soo langsung menarik Dan Tae dan memukulnya  sampai terjatuh. Terdengar bunyi sirine mobil polisi yang hampir mendekat. Joon Soo menarik pamanya untuk segera masuk mobil lalu segera meninggalkan pakiran.
Mobil Ho Joong datang dengan lampu sirine seperti polisi untuk mengelabuhi Dae Chul, Dan Tae pun terbangun setelah di pukul oleh Joon Soo. Ho Joong memanggil Dan Tae lalu bertanya apakah sirene polisinya terdengar seperti yang sebenarnya. Dan Tae membenarkan lalu memberitahu tugasnya sudah selesai untuk hari ini. Ho Joong pun meminta Dan Tae menghubunginya kalau memang butuh bantuan. Dan Tae pun mengucapkan Terima kasih untuk hari ini lalu mengeluarkan koper sebagai bukti pengelapan dana yang dilakukan Dae Chul. 

Dae Chul meminum air putih menenangkan dirinya, merasa keponakanya itu sudah menyelamatkanya. Joon Soo mengangguk, Dae Chul teringat Uang dan tiket penerbangan masih ada di mobil jadi harus meminta seseorang untuk mengambilkannya. Joon Soo kesal meminta pamanya agar berhati-hati dan segera mematikan ponselnya karena Dan Tae mungkin melacaknya. Dae Chul pikir benar juga dan langsung mematikan ponselnya.
Lagipula kau tidak bisa naik pesawat hari ini. Dan Tae mungkin sudah menelepon polisi dan mereka menunggumu di bandara.” Kata Joon Soo berusaha mengelabuhi pamannya, Dae Chul mulai mengumpat Dan Tae Si brengsek
Kau harus mengurus dirimu sendiri terlebih dahulu. Aku akan membawakanmu uang nanti.” Jelas Joon Soo
Lalu, ke mana aku harus pergi dan bersembunyi?” tanya Dae Chul binggung
Aku tahu tempat yang bagus.” Kata Joon Soo, Dae Chul pun penasaran dimana tempatnya. 

Joon Soo membawa pamanya ke sebuah tempat lalu mengambil kunci yang disembunyikan dibawah pot. Dalam sebuah ruangan yang kecil, Dae Chul kebinggungan menanyakan keberadanya sekarang. Joon Soo menceritakan Ayah dari temannya datang ke tempatitu setiap akhir pecan untuk mengurus kebun.
Aku sudah pernah ke sini bersama temanku sebelumnya jadi Tempat ini terpikir olehku.” Cerita Joon Soo sedikit gugup, Dae Chul mengerti dan terlihat bisa percaya.
Aku yakin tidak ada yang bisa menemukan tempat ini. Kurasa tidak akan mudah bagimu untuk naik pesawat dalam waktu dekat. Aku akan mencari tempat yang bisa kau jangkau menggunakan perahu.” Ucap Joon Soo, Dae Chul bertanya berapa lama.
Aku akan mencari secepat yang aku bisa.” Kata Joon Soo berusaha menyakinkan.
Baiklah. Aku tahu itu tidak akan mudah, tapi tolong bantu aku. Terima kasih, Joon Soo.” Kata Dae Chul
Joon Soo menunjuk ada beberapa air minum dan juga ramyon jadi meminta pamanya agar Jangan tinggalkan tempat ini dan akan kembali segera setelah selesai mencari serta tetap mematikan ponselnya. Dae Chul mengerti dan menyuruh Joon Soo untuk pergi sekarang.

Di dalam mobil
Joon Soo menelp Dan Tae dan Dae Tae bertanya Bagaimana hasilnya. Joon Soo memberitahu Dae Chul baru saja masuk ke dalam tempat yang di katakan padanya. Dan Tae memastikan kalau Dae Chul tidak akan meninggalkan tempat itu. Joon Soo pikir tidak karena pamanya itu  sangat ketakutan.
Aku akan menemuimu... setelah mendapatkan kartu memori dari kotak hitam di mobil ibuku.” Kata Joon Soo
Baiklah. Aku akan menunggumu di sini.” Ucap Dan Tae yang sudah ada dirumah

Joon Soo baru saja pulang melihat ibunya yang sedang melamun, Nyonya Yum terlihat kaget lalu menyapa anaknya. Joon Soo bertanya apakah ibunya baru datang dari suatu tempat. Ibunya membenarkan karena harus pergi ke suatu tempat.
Apa kau sudah selesai dengan pekerjaanmu?” tanya Nyonya Yum ramah, Joon Soo mengatakan belum dan  hanya mampir.
Aku membutuhkan sesuatu dari kamarku.” Ucap Joon Soo
Kalau begitu aku akan membuat shake organik untuk kau minum sebelum kau pergi. Jaga dirimu baik-baik. Kau kelihatan sangat lelah. Aku akan membuat satu untukmu setelah itu kau bisa berganti pakaian. Aku akan mengantarmu ke bawah.” kata Nyonya Yum lalu bergegas keluar kamar.

Setelah sang ibu keluar kamar, diam-diam Joon Soo mengambil kunci mobil lalu pergi ke pakiran dan mengambil memory card yang ada didalam black box milik ibunya. Akhirnya Joon Soo menyerahkan memory cardnya, Dan Tae pun mengucapkan terimakasih. Joon Soo meminta agar Dan Tae memberitahunya setelah selesai mendengarnya. Dan Tae mengangguk mengerti. Joon Soo pun keluar membiarkan Dan Tae mendengarkan sendirian.
Dan Tae pun membuka dari Card reader dan melihat black box dari mobil Nyonya Yum. Joon Soo masih menunggu di luar, melihat Dan Tae keluar kerumah langsung bertanya apakah sudah memeriksa black boxnya. Dan Tae terlihat ragu.

Apa kau menemukan sesuatu yang... bisa digunakan sebagai bukti dari percakapan mereka?” ucap Joon Soo
Ada sesuatu yang lebih penting dari itu. Kurasa kau harus memeriksanya sendiri. Kau salah tentang ibumu jadi Masuk dan periksalah.” Kata Dan Tae mempersilahkan masuk.  Joon Soo mendengarkan suara ibunya yang bicara pada pamanya dalam black box.
Kau mengatakan kepada aku untuk mempersiapkan satu juta dolar. Pastikan kau menyingkirkan ayah Ahn Dan Tae. Dia tidak akan kembali ke Korea kalau kita memberikan uang ini, kan?ucap Nyonya Yum, Dae Chul mengatakan sudah mengerti.
Jadi, saat memerintahkan Paman Dae Chul untuk menyingkirkan ayah Dan Tae, Ibu tidak ingin membunuhnya. Dia hanya berusaha membungkamnya dengan uang.” ucap Joon Soo kembali mendengar suara ibunya.
Kalau aku tahu semuanya akan sampai sejauh ini, Aku seharusnya tidak lari saat aku melihatmu mengambil Joon Pyo. Seharusnya aku menghentikanmu. Kata Nyonya Yum merasa menyesal
Hentikan omong kosongmu tegas Dae Chul.
Aku hanya berpikir bahwa semuanya mungkin lebih baik tanpa Joon Pyo. Aku menyesali apa yang aku lakukan.” Kata Nyonya Yum


“Jadi Ibu tidak terlibat dalam penculikan Joon Pyo. Dia hanya menyaksikan kejadiannya, tetapi memilih untuk tidak berbicara.Gumam Joon Soo benar-benar tak percaya 
Dan Tae akhirnya datang mendekatinya bisa mengerti pasti semua ini berbeda dengan yang diperkirakanya. Joon Soo mengangguk tapi merasa  kalau perbuatan jahat ibunya sedikit berkurang. Dan Tae pun bisa setuju.
Aku senang kita bisa tahu kebenarannya.” Kata Dan Tae, Joon Soo juga merasakan hal yang sama.
Haruskah kita pulang sekarang?” ucap Dan Tae, Joon Soo seperti masih ragu untuk pergi. Dan Tae mengatakan kalau seseorang akan segera datang. Joon Soo pun masih terlihat khawatir, Joon Soo pun menepuk pundaknya agar yakin. 

Nyonya Yum membuka pintu bertanya pada tamu yang datang mengaku siapa sebenarnya. Tuan Kim datang menemui Nyonya Yum dirumahnya. Nyonya Yum melonggo kaget melihat Tuan Kim yang datang dan mengingat kalau pria itu adalah orang yang menemuinya di taman dengan mengatakan  kalau Seseorang memintanya untuk memberikan sebuah note dan saat membukanya membaca tulisan Pertukaran secara langsung telah dibatalkan.Segera tinggalkan tempat kejadian.
Bagaimana kau bisa menemukan tempat ini?” tanya Nyonya Yum binggung
Orang yang memintaku untuk memberikan catatan pada hari itu... adalah pria ini.” kata Tuan Kim memperlihatkan foto Joon Soo
“Apa Joon Soo adalah orang yang memberimu catatan itu?” ucap Nyonya Yum terlihat benar-benar shock, Tuan Kim pun membenarkan dan langsung pergi.

Nyonya Yum berteriak memanggilnya lalu terlihat panik kebinggungan karena ternyata anaknya sudah mengetahui semuanya. Tuan Kim menemui Dan Tae yang sengaja bersembunyi, lalu Dan Tae mengucapkan terimakasih.  Tuan Kim pikir tak perlu memikirkanya lalu berharap agar  Soo Yong akan segera membaik, Dan Tae yakin ayahnya akan segera membaik lalu mengajaknya untuk pergi. 
Joon Soo masuk rumah, ibunya terlihat menangis melihat anaknya ydang datang. Akhirnya di kamar Nyonya Yum menangis,  meminta maaf, merasa sangat malu pada dirinya sendiri bahkan tidak berani menatapnya secara langsung.

Aku minta maaf.... Maafkan aku....” ucap Nyonya Yum merasa menyesal sambil menangis.
Ibu... Kau tidak merencanakan semuanya dari awal, kan? Kau hanya diam saat melihat paman Tae Cheol menculik Joon Pyo. Hanya itu saja kan?” kata Joon Soo sambil berlutut dan ikut menangis didepan ibunya.
Seharusnya aku mengatakan yang sebenarnya. Seharusnya aku mengatakan kepada semua orang apa yang terjadi. Aku... Aku membuat satu kesalahan besar.” Ucap Nyonya Yum menangis
Kau tidak pernah meminta siapa pun untuk membunuh... ayah Dan Tae, kan?” kata Joon Soo memastikan

Joon Soo... Jangan maafkan aku.... Kau tidak tahu apa-apa. Salahkan saja semuanya kepadaku Dan jangan sampai kau terluka, Joon Soo. Itu semua salahku. Jadi kau jangan sampai terluka, mengerti? Joon Soo, aku sangat menyesal dan minta maaf.” Ucap Nyonya Yum sambil memegang erat tangan anaknya.
Joon Soo langsung memeluk erat tubuh ibunya, Nyonya Yum terus meminta maaf pada anaknya. Joon Soo mengingatkan kalau ia adalah anaknya,  jadi Anak macam apa yang membenci ibunya sendiri, jadi tak akan membencinya. Nyonya Yum pasrah akan dihukum dengan apa yang sudah dilakukanya, jadi Biarkan ia dihukum untuk semuanya dan Jangan sampai  anaknya itu terluka serta akan membayar semuanya. Joon Soo memeluk ibunya kembali dan membiarkan menangis dipelukanya. 


Dan Tae menatap ponselnya sambil mengingat ucapan Gong Shim “Aku sudah memikirkannya Dan mengerti situasimu,tapi aku akan menghargai kalau kau lebih terbuka denganku.” Dan Tae mengerti menurutnya ia masih menjadi orang yang sama. Gong Shim pun pamit harus tidur dulu dan mengaku semuanya terasa seperti mimpi.

Gong Shim sedang sibuk di ruangan kerjanya, rekan kerjanya datang membawakan berkas bertanya apakah Gong Shim  akan mengatur semuanya sendiri menurutnya Gong Shi, tidak akan bisa melakukannya bahkan jika  terjaga sepanjang malam.
Kau tidak harus menyelesaikannya malam ini.” kata rekan kerja senior didepanya.
Jangan khawatir. Aku akan pulang setelah selesai mengatur semuanya. Kalau kau ingin aku melakukan apapun, jangan ragu dan minta saja. Kalian harus pulang.” Ucap Gong Shim 

Ponselnya bergetar dan melihat nama (Pengacara Mesum) lalu melirik ke teman kerjanya sedang sibuk dan mengangkatnya. Dan Tae menanyakan keberadaan Gong Shim sekarang. Gong Shim mengatakan sedang bekerja. Dan Tae bertanya apakah rekan kerjanya ada disampingnya. Gong Shim membenarkan.
Kalau begitu dengar saja apa yang aku katakan tanpa menjawab.” Kata Dan Tae, Gong Shim terlihat binggung.
Aku tidak tahu bagaimana semua hal akan terjadi di sekitarku mulai sekarang. Karena itu, aku juga merasa sedikit takut. Tapi bahkan kalau aku menjadi Suk Joon Pyo, denganmu, aku masih akan tetap seperti Ahn Dan Tae yang sama. Aku akan selalu... tetap sebagai Ahn Dan Tae. Aku masih akan memakan makanan yang jatuh di lantai dalam tiga detik. Aku juga akan terus mengedipkan mata kepadamu.” Ucap Dan Tae, Gong Shim bisa tersenyum mendengarnya.

Aku tidak akan berubah. Caraku berpikir tentangmu... dan caraku bersikap kepadamu tidak akan pernah berubah. Bahkan jika segalanya harus berubah, hatiku akan selalu tetap sama. Aku... akan selalu... menyukaimu, Gong Shim. Bahkan saat segala sesuatu di dunia ini berubah, cintaku padamu akan... tetap sama.” Kata Dan Tae mengeluarkan semua perasaanya.
Gong Shim terlihat bersemu merah mendengarnya lalu bertanya apakah Dan Tae sudah selesai berbicara. Dan Tae mengatakan belum, Gong Shim bertanya apa lagi yang dinginkanya.  Dan Tae mengatakan Aku sangat merindukanmu sekarang.Gong Shim mengerti lalu menunjuk tempat biasa mereka bertemu. 
Akhirnya Gong Shim bangun dari tempat duduknya, teman kerjanya bertanya apakah Gong Shim akan pulang lalu bertanya bagaiman dengan berkas diatas mejanya. Gong Shim membungkuk meminta maaf dan berjanji akan datang lebih awal besok dan mengatur semuanya setelah itu pamit pergi. 


Gong Shim berjalan dengan senyuman, begitu juga Dan Tae tak sabar akan bertemu lagi dengan pacarnya. Lalu Gong Shim tersadar Dan Tae berjalan diseberang jalan lalu memanggilnya, setelah 3 kali memanggil Dan Tae pun menengok melihat Gong Shim sudah ada diseberang jalan memlambaikan tanganya. Gong Shim maju ingin melihat Dan Tae lebih dekat. 
Dan Tae melihat sebuah truk dengan matanya dengan slow motion dan akan menabrak Gong Shim, akhirnya ia berlari sambil memeluk Gong Shim menyelamatkanya. Ponsel Gong Shim pun terbanting, dan Gong Shim terlihat shock dengan memejamkan matanya. Mobil Truk yang bisa berhenti memilih untuk mengambil jalur lain agar bisa jalan kembali.

Tiba-tiba ingatan Dan Tae kembali mengingat saat ibunya berlari ditabrak truk didepan matanya lalu terbaring di aspal dengan luka dibagian kepala. Setelah itu Dae Chul membawa dengan menemui Tuan Ahn meminta tolong agar menjaganya satu hari saja.
Apa kau baik-baik saja, Dan Tae?” ucap Gong Shim membalikan badan setelah Dan Tae melepaskan pelukanya. Dan Tae berkaca-kaca menatap pacarnya. Gong Shim binggung bertanya apa yang terjadi.
Aku ingat sekarang.” Ucap Dan Tae dengan air mata mengalir di pipinya, Gong Shim bertanya apa yang diingatnya.
Aku ingat semuanya... yang terjadi padaku di masa lalu.” Ucap Dan Tae dengan air mata terus mengalir. Gong Shim langsung memegang tanganya untuk  menenangkanya.

Dan Tae akhirnya berbaring dengan tangan yang dipegang terus oleh Gong Shim, melihat Dan Tae sudah tertidur akhirnya Gong Shim akan pergi tapi tangan Dae Tae menahanya agar tak pergi. Gong Shim melihat Dae Tae ternyata tak tidur. Dan Tae mengangguk lalu menarik Gong Shim untuk berbaring disampingnya, Gong Shim pun berbaring disamping Dan Tae.
“Gong Shim... Kalau kau melompat ke jalan seperti itu lagi, maka Kau akan dimarahi olehku, mengerti?” ucap Dan Tae sambil menempuk lengan Gong Shim
Kau memang tukang ngomel.” Keluh Gong Shim
Karena kau hampir memberiku serangan jantung,  jadi kau harus tetap tinggal di sini seperti ini sampai aku tertidur.” Ucap Dan Tae, Gong Shim pun mengerti lalu keduanya tertidur lelap dengan tangan Dan Tae yang memegang tangan Gong Shim.
Beberapa saat kemudian Gong Shim terbangun, memastikan Dan Tae sudah tertidur lelah dan menarik tangan yang digengam erat. Ia menatap Dan Tae berharap agar bisa tertidur dengan lelap dan mengucapkan selamat malam lalu dengan senyuman keluar dari kamar. 

Gong Shim bertemu dengan ayahnya yang sedang belanja di minimarket, Ayahnya memberitahu kalau akan minum bir dengan ibunya, lalu bertanya darimana saja anaknya karena tadi tak melihat ada dikamarnya. Gong Shim berbohong mengaku kalau ia sedari tadi ada dikamar kalau pergi ke minimarket dan baru keluar dari kamar.
Tuan Gong menganguk mengerti, Goo Nam selesai menghitung belanjaan Tuan Gong dan memberikanya, Tuan Gong mengatakan kalau melihat Gong Shim yang baru turun dari atap lalu mengodanya kalau bisa melihatnya kembali. Gong Shim hanya bisa diam karena ayah sudah kedua kalinya ketahuan.
bersambung ke part 2
FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar