Senin, 25 Juli 2016

Sinopsis Another Miss Oh Episode 18 Part 1

Hae Young dan Do Kyung berbaring di kasur dengan saling berpandangan kaki mereka saling terkait,tangan mereka saling berpegangan, seperti tak ingin berpisah.
Bulan Juni berlalu, kami tidak menapakkan kaki keluar rumah.  Disaat aku percaya semua perkataannya,  anehnya aku merasa tenang. Rasanya seolah aku telah menyentuh takdir dengan kedua tanganku.  Fakta bahwa dunia yang tidak pernah kutahu ini ternyata ada.  Fakta bahwa dunia yang aku lihat bukanlah segalanya. Rasanya aneh dan asing. Tapi anehnya terasa nyaman dan menenangkan.
Diatas meja sudah ada figura dengan foto Do Kyung bersama Hae Young, keduanya pun tidur terlelap dengan saling berpegangan tangan dan berhadapan. 

Hae Young mendengarkan suara Do Kyung yang sedang menyanyi Di awal musim semi ... Kau, datang padaku seperti mimpi .. Kukira kukira itu untuk selamanya.Lalu mengajak Do Kyung untuk mendengarkan lagu ini sampai sampai umur 100 tahun. Do Kyung hanya menatap lalu memilih untuk memejamkan matanya kembali di sofa, Hae Young bertanya apakah merasa malu. Do Kyung memilih untuk memperbaiki bentuk bantalnya, Hae Young hanya bisa tersenyum karena Do Kyung itu malu. 

Keduanya lalu menonton TV bersama sambil makan ramyun. Penyanyi Lee seperti memperlihatkan kepercayaan dirinya saat diwawancarai oleh reporter. Hae Young melayani Do Kyung denga menaruk daging didalam mangkuk ramyunnya, Do Kyung tersenyum bahagia.
Aku tidak punya kemampuan menyanyi yang bisa disombongkan. Tapi kepekaanku layak dibanggakan.  Jadi aku lebih cocok dengan konser skala kecil.” ucap Penyanyi Lee
Wah, anda rendah hati sekali. Bisa berikan beberapa pesan pada pemirsa.” Kata reporter, Penyanyi Lee berpikir apa yang harus dikatakanya.
Aku hidup karena saudara sekalian.  Terima kasih.  Mari berbahagia.  Semangat.” Pesan Penyanyi Lee
Hae Young melirik pada Do Kyung karena petunjuknya, bisa mencegah Penyanyi Lee yang akan bunuh diri. Do Kyung pun ikut tersenyum
Hanya selepas bulan Juni, kami pergi keluar.” 

Dokter menatap Hae Young dan Do Kyung terlihat binggung, lalu bertanya pada Do Kyung apakah wanita itu yang dilihatnya selama ini dalam pengelihatanya. Lalu ia berdiri menyapa Hae Young memperkenalkan namanya Park Soon Taek, keduanya pun saling berjabat tangan. Dokter Park mengatakan semuanya itu memang benar.
Keduanya pindah ke tempat Prof.
Melihat masa depan tidak mustahil  tapi bukan berarti, semua penglihatanmu akan jadi kenyataan. Mungkin diikuti oleh penglihatan lain atau juga alur yang berbeda.  Sebuah tindakan dapat mengubah penglihatan itu.  Apa Kau masih mendapat penglihatan lagi?” ucap Prof.
Tidak… Sekarang tidak lagi.” Kata Do Kyung, Hae Young pun bertanya apakah itu diartikan sudah selesai
Selama dia masih hidup, kita tidak bisa bilang sudah selesai.” Jelas Dokter Park, Hae Young meminta agar tidak mengatakan secara ambigu. Prof bertanya ambigu yang bagaimana maksudnya.
“Apakah supaya kami tidak perlu ... khawatir soal kematiannya ?” kata Hae Young
Maksudku, semua orang pada akhirnya mati.  Dia bukan burung phoenix.” Jelas Prof, Hae Young terpaku mendengarnya, Prof memilih menatap langit-langit kalau ia hanya bilang saja. 

Hae Young dan Do Kyung berjalan keluar sambil perpegangan tangan, Hae Young berhenti berjalan lalu menatap Do Kyung mengajak untuk tinggal bersama saja karena tidak bisa membiarkannya sendirian dan tidak suka memikirkan Do Kyung hidup sendiri dalam ketakutan, jadi lebih baik mereka tinggal bersama saja.
Aku tidak pernah hidup dalam ketakutan dan tidak ketakutan.  Aku bersyukur karena kau suka padaku lebih dulu. Tapi jangan katakan seperti itu lebih dulu.” Kata Do Kyung lalu kembali mengajak berjalan
Aku akan melamar dirimu” ucap Do Kyung, Hae Young hanya diam dengan tatapan sedih merapatkan pengangan tanganya agar tak kehilanganya. 

Ki Tae dan Sang Suk sedang mengangkat mesin mixing ke tempat baru dan merasa keberatan lalu memanggil Park Hoon untuk membantunya. Park Hoon merasakan ponselnya bergetar memilih untuk mengangkatnya lebih dulu. Ki Tae menjerit mengumpatnya tapi Park Hoon berjalan lebih jauh untuk mengangkat telp dari kakaknya.
Park Hoon memberitahu kalau semua barang sudah selesai tapi setelah itu langsung memukul bagian punduknya dan tersenyum bahagia. Ki Tae dkk sedang berusaha memindahkan bawah lewat tangga karena studio akan pindah dibagian basement. Park Hoon datang memberitahu Studio tidak jadi di sita.
Ki Tae melonggo, Sang Suk tak percaya studio tak jadi disita, semua lalu menjerit bahagia. Park Hoon melemparkan sarung tanganya menyuruh untuk memindahkan semua barang-barang ke studio mereka yang lama. Semua langsung jatuh lemas, Sang Suk mengeluh kalau seharusnya bilang dari awal karena mereka sudah memindahkan semuanya lalu memperlihatkan Tangannya sampai gemetar bahkan Ini pertama kalinya tangannya gemetar karena kelelahan.

Aey, Park Do Kyung brengsek.  Dia pasti bersembunyi dan memperhatikan kita. Setelah kita sudah selesai,  lalu baru dia sengaja memberitahu.   Jangan-jangan dia melihat kita pakai teleskop.  Aku yakin begitu  Dasar mesum !” teriak Ki Tae marah
Jadi apa kita kembalikan semuanya lagi ?” tanya Joon Hee, Ki Tae berteriak agar menyuruh orang saja.
Park Hoon duduk didepan gedung dengan senyuman bahagia karena semua kesialan untuk kakaknya tak akan terjadi. Petugas melepaskan semua label sitaan dari barang-barang yang ada distudio. Do Kyung melihatnya dari kejauhan kalau semua barangnya sudah kembali.
Pesan dari Tae Jin masuk Kau tidak bersalah. Hiduplah dengan tenang. Jauh-jauh dari Ketua Jang.


Tae Jin menemui Ketua Jang melaporkan 800 juta won yang dikeluarkan untuk membeli obligasi terbuang sia-sia setelah itu pamit pergi. Tuan Jang hanya melirik sinis, Tae Jin pun pergi meninggalkan rumah tuan Jang.
Kau harusnya jangan berbisnis pasti tidak akan berhasil.  Orang-orang tidak kompeten cuma bisa bicara.” Komentar Tuan Jang, Tae Jin tak mengubrisnya memilih untuk pergi dengan diantar beberapa pengawal Tuan Jang.
Didepan rumah, Nyonya Heo ingin menobos masuk tapi ditahan oleh para penjaga untuk tak boleh masuk. Tae Jin melihatnya, Nyonya Heo terus berusaha masuk dengan memukul pengawal mengunakan tas yang dibawanya. Tae Jin hanya bisa menghela nafas lalu berjalan pergi. 

Tuan Jang menjerit kesakitan, Nyonya Heo sudah berhasil masuk dan langsung menarik rambut Tuan Jang penuh amarah. Ia tahu kalau Tuan Jang yang membuat masalah untuk Do Kyung lalu berteriak marah kenapa ada manusia seperti itu dan langsung mendorongnya. Tuan Jang jatuh ke kursi sambil menjerit kesakitan.
Dua pengawal mencoba menghalangi Nyonya Heo agar tak menyerang tuan Jang lagi. Nyonya Heo kembali berteriak menyuruh mereka untuk minggir. Akhirnya dua pengawal melepaskanya karena melihat Nyonya Heo tak aka menyerangnya lagi.
Yaa, peduli amat uangmu banyak ! Kau tidak pernah keluar rumah ! Seharian cuma bisa main baduk dirumah ! Kau malah mengadu 2 anak muda untuk saling membunuh.” Teriak Nyonya Heo, kaki Tuan Jang sampai bergetar melihat Nyonya Heo ngamuk.
“Hei..., harusnya kau tidak main-main dengan wanita yang tidak akan rugi apapun ! Kau, kalau aku lihat kau main-main dengan Do Kyung lagi ...  Maka akan aku ... gunakan tubuhku ini.  Kau yang mati atau aku yang mati !” teriak Nyonya Heo mengangkat kakinya diatas tubuh Tuan Jang
Lalu ia mulai mencekiknya pengawal kembali menariknya. Nyonya Heo berteriak meminta untuk dilepaskan. Tuan Jang akhirnya bisa duduk  memuji Nyonya Heo memang selalu penuh tenaga membuatnya jadi tambah suka. Nyonya Heo mulai mengumpat mendengar Tuan Jang yang berusaha merayu dengan pujian, lalu kakinya kembali naik ke sofa karena tahu Tuan Jang itu pasti takut.
Tuan Jang kembali berbaring dengan kaki naik dengan wajah ketakutan, Nyonya Heo mengelus pipi tuan Jang memperingatakan Saat ia kembali lagi kemari maka Tuan Jang itu tahu hari apa, jadi jangan buat kemari lagi. Tuan Jang mengangguk mengerti. Nyonya Heo pun berjalan dengan langkah lebar dengan mengunakan high heelsnya keluar dari rumah.
Kalau aku nikah dengannya,  pasti aku tidak akan bertahan seminggu. benar, kan ?” kata Tuan Jang pada pengawal langsung gemetar membayangkanya. 


Soo Kyung berdiri di bus terlihat mengantuk lalu menepuk seorang pelajar yang ada didepanya meminta izin aga bisa berdiri. Pelajar itu terlihat binggung, Soo Kyung memperlihatkan buku yang dipeganganya berjudul YOGA UNTUK KEHAMILAN lalu megatakan sedang hamil. Pelajar itu langsung meminta maaf dan berdiri, Soo Kyung pun duduk sebagai wanita hamil dan mengucapkan terimakasih, tak lupa menganti sepatu kets juga.
Di halte pemberhentian, dua ahjumma sudah menunggunya. Salah seorang melambaikan tangan sudah siap mengantarnya, lalu matanya melirik pada sosok pria yang sudah menunggu, Jin Sang berdiri melihat Soo Kyung dengan gugup. Soo Kyung pun juga sebaliknya lalu perlahan berjalan lebih dulu dan Jin Sang tersenyum melihat Soo Kyung sudah mengunakan sepatu kets lalu mengikutinya dari belakang. 

Akhirnya keduanya berjalan bersama, Jin Sang terlihat canggung menawarkan diri untuk membawakan tasnya, Soo Kyung menolaknya. Tapi Jin Sang tetap mengambil dan membawanya. Lalu ia membahasa tentang Studio Do Kyung tidak jadi di sita. Soo Kyung mengatakan sudah mendengarnya.
Suasana kembali canggung lagi, Jin Sang mulai memuji  Pergelangan kaki Soo Kyung itu cantik.  Soo Kyung tertawa mengatakan Bagian lainnya juga cantik. Jin sang lalu melihat bintangnya berkilau, Soo Kyung juga melihat mereka sangat cantik. Tiba-tiba Jin Sang berkomentar jalan yang sudah rapih, Soo Kyung juga melihat dindingnya juga dirapikan.

Keduanya benar-benar canggung sampai tak tahu apa yang harus dibicarakan, Jin Sang terlihat ingin memeluk bahu Soo Kyung tapi mengurungkan niatnya, lalu mencoba untuk memegang bagian pinggangnya. Soo Kyung terkejut akhirnya berusaha jalan dengan berjinjit. Jin Sang pun terlihat kaku karea Soo Kyun mencoba memegang pinggangnya. Soo Kyung berhenti melangkah dengan gugup bertanya lebih baik memegang dimana.
Jin Sang pikir dimana saja boleh, Soo Kyung memegang di bagian bahu, Jin Sang mengangguk memperbolehkanya. Soo Kyung sedikit meloncat untuk memeluk bagian bahu Jin Sang, Keduanya berjalan terlihat kaku dengan Soo Kyung yang berjinjit dan Jin Sang sedikit membungkuk. 


Keduanya berjalan dengan posisi yang sama sampai rumah, terlihat tangan Jin Sang hanya memegang tanpa mendekapnya. Sementara tangan Soo Kyung juga hanya menyentuh bahu dengan jari telunjuknya. Akhirnya Soo Kyung berkata lebih dulu kalau mereka seharusnya sudah bisa melepaskanya. Jin Sang setuju lalu mengajak dalam hitungan ketiga mulai melepaskanya.
Keduanya pun langsung melepaskan tangan mereka dan terlihat benar lega sambil melepaskan otot yang pegang. Soo Kyung melambaikan tangan mengucapkan selamat malam. Jin Sang tiba-tiba memanggilnya lalu menarik dan membuat Soo Kyung berputar seperti sedang berdansa, Soo Kyung binggung dan tiba-tiba Jin Sang sudah membuat posisinya miring seperti ingin menciumnya.
Mata Soo Kyung mulai menutup dan siap untuk berciuman tapi Jin Sang terlihat binggung akhirnya mendorong Soo Kyung untuk kembali berdiri. Soo Kyung pun terjatuh dan langsung berdiri penuh semangat. Jin Sang megucapkan selamat malam juga pada ibu dari bayinya. Soo Kyung pun membalasnya dengan ciuman jauh lalu masuk ke dalam kamar. 

Jin Sang merenung dalam kamarnya, terlihat kebinggungan sendiri    menebak sebenanrya Perasaan macam apa ini karena sulit sekali, lalu frutasi sendiri dengan memegang kepalanya.
Beberapa saat kemudian Jin Sang keluar kamar dengan melepaskan dasinya, lalu masuk kamar Soo Kyung. Tiba-tiba ia keluar dengan kesal berteriak “Selamat malam ! Selamat tidur !” lalu membantingnya di kamarnya kembali dengan wajah kesal. 

Ibu Hae Young sibuk membersihkan kerak nasi di dalam panci. Hae Young tertunduk dengan mengatakan pada ibunya kalau ia ingin menikah dan ingin hidup dengannya. Ibu dan ayahnya binggung melihat Hae Young yang menangis meminta agar bisa menikah di meja makan.
Aku ingin pindah kerumahnya dan hidup bersama.” Ucap Hae Young merasa sangat khawatir dengan Do Kyung. Suasana hening sejenak.
Pergilah dan Keluar.” Ucap ibu Hae Young lalu menarik anaknya untuk bangun dari tempat duduknya.
Hae Young merengek, Ibunya menarik anaknya untuk segera pergi dan mendorongnya masuk ke dalam kamar. Tuan Oh terlihat binggung, Ibu Hae Young pergi ke tempat cuci piring seperti berusaha untuk menahan amarahnya.

Sementara Hae Young dikamar membereskan semua barang-barangnya ke dalam koper sambil menangis. Ibu Hae Young sibuk membereskan meja makan dan Tuan Oh melihat anaknya yang sedang beres-beres dikamar dengan tatapan sedih. Ibu Hae Young pun akhirnya memilih masuk kamar dan Hae Young tetap membereskan baju-bajunya di dalam koper. 

Hae Young sudah berganti pakaian sambil menangis merengek pada ibunya, harus bicara pada Do Kyung dan memberikan restu. Ibu Hae Young hanya diam dalam kamar, Ayahnya pun tak bisa apa-apa hanya melihat Hae Young bicara dengan menangis tersedu-sedu.
Kalau aku bilang padanya pergi dari rumah, maka dia tidak akan mau. Dia akan menyuruhku kembali ! Aku mohon ikut denganku, bicara padanya.  Bilang padanya, ibu memberi ijin  Aku tidak bisa membiarkan dia sendirian.   Tolong ikut aku, bicara padanya.” Ucap Hae Young merengek sambil menangis

Ibu Hae Young keluar dari kamar menyuruh Hae Young bangun dan mengajaknya pergi,Tangis Hae Young berhenti dan langsung segera bangun untuk pergi. Tuan Oh pun membantu anaknya membawakan koper keluar dari rumah.

Do Kyung berbaring di sofa dengan menatap kosong, sementara Jin Sang duduk disampingnya dengan mengangkat kaki. Jin Sang menceritakan Akhirnya mengerti Soo Kyung hari ini kalau respek padanya, seperti orang  yang respek pada  Jendral Lee Soon Shin.
Aku sedang kencan dengan orang seperti itu. Lalu  Aku harus melakukan apa pada Jendral Lee Soon Shin ? Haruskah merangkulnya Atau memegang pinggangnya ?” ucap Jin Sang binggung.
Gila.... Kau masih juga belum sadar.” Komentar Do Kyung lalu duduk disampingnya, Jin Sang binggung mendengar tanggapan temanya.

Bagi perempuan yang ingin hidup bersama tanpa menikah, Mana bisa kau bilang "aku akan melamarmu Dan membawamu pulang secara resmi" Pada wanita yang tiap hari ingin kau peluk, tidur bersama dan bangun bersama ? Lalu kau Apa kau mengatakan hal yang berlawanan dengan isi hatimu bersikap seolah ini demi dia? Mau berapa kali kau mati baru bisa sadar ?!” tegas Do Kyung terlihat sangat marah
Jin Sang binggung bertanya apakah yang dimaksud itu dirinya, Do Kyung menegaskan kalau yang dibicarkan itu adalah dirinya lalu mengambil kunci dan ponselnya, meninggalkan kamarnya. Jin Sang binggung dengan yang diucapkan temanya itu. 


Do Kyung sudah mengemudikan mobilnya, sementara Hae Young berada didalam taksi dengan orang tuanya merengek agar Nyonya Hwang jangan marah dan meminta agar tersenyum. Ibu Hae Young hanya diam saja, Hae Young mengatakan kalau harus tulus agar Do Kyung tidak merasa berat. Tuan Oh hanya diam saja menatap ke arah jalanan.
Seumur hidupku ... Kau terlihat paling konyol saat ini ! Hari ini aku membuangmu.” Ucap Nyonya Hwang, Hae Young merengek pada ibunya untuk tak berkata seperti itu.
Papan petunjuk memperlihatkan tanda JALAN SATU ARAH, Do Kyung mengemudikan mobilnya melihat sebuah taksi yang ada berjalan berlawanan arah denganya, keduanya sama-sama berhenti. Sopir taksi dengan lampu memberikan tanda agar Do Kyung memundurkan mobilnya. Do Kyung tersadar kalau melalui jalan satu arah akhirnya memundurkan mobilnya.

Tuan Oh melihat kalau yang didepanya itu mobil Do Kyung lalu berteriak mencoba memanggilnya. Tapi Do Kyung sudah memalingkan kepalanya kebelakang untuk memundurkan mobilnya. Hae Young tersadar kalau yang ada didalam mobil Do Kyung dan langsung mengeluarkan kepala dari jendela lalu memanggilnya. Do Kyung pun tersadar lalu membuka sabuk pengamanya.
Hae Young memohon pada ibunya untuk bisa tersenyum dan bahagia, lalu ketiganya turun dari mobil begitu juga Do Kyung. Hae Young berjalan mendekatinya, tiba-tiba Do Kyung langsung berlutut didepan orang tuanya.
Aku ingin menikahi Hae Young... Tolong restui kami.” Ucap Do Kyung, ketiga bingung karena Do Kyung lebih dulu yang memanggilnya.
Terima kasih sudah datang duluan ke kami.  Kami memberimu restu.  benar, kan ?” kata Tuan Oh, Hae Young berkaca-kaca mendengarnya.
Mulai hari ini,  kalian tinggal saja bersama.  Kalian berdua sudah tergila-gila karena cinta. Butuh waktu lama untuk mengatur tanggal dan pernikahan.  Mulai hari ini tinggal saja bersama.  Aku serius.” Ucap Nyonya Hwang lalu menyuruh Do Kyung untuk berdiri
Do Kyung masih berlutut, Nyonya Hwang kembali menyuruh Do Kyung untuk berdiri. Akhirnya Do Kyung berdiri, Nyonya Hwang langsung memeluknya mengucapkan harapan agar mereka berdua selalu bahagia. Hae Young menatap ibunya dengan berkaca-kaca. Ibu Hae Young langsung kembali masuk ke dalam taksi mengajak untuk segera pulang.
Tuan Oh meminta sopir taksi membuka bagasi mobilnya, Do Kyung membawa barang-barang Do Kyung dalam taksi. Tuan Oh pun pamit pergi lebih dulu, Do Kyung berpesan agar ayah mertuanya itu hati-hati dijalan. Hae Young menangis melihat kedua orang tuanya yang pergi. Tuan Oh sempat menatap keduanya dengan senyuman sebelum masuk mobil. Nyonya Hwang berteriak menyuruh keduanya segera masuk ke dalam mobil.

Do Kyung pun memundurkan mobilnya lebih dulu dan taksi pun berjalan didepanya, Hae Young melihat ke dalam taksi ayahnya yang terus menatapnya sementara ibunya memalingkan wajahnya tanpa mau melihat ke arah depan. Dalam hatinya bergumam agar ibunya bisa menatapnya, tapi ibu Hae Young terlihat hanya menatap keluar.
Mobil Do Kyung akhirnya bisa berbelok dan melihat taksi berjalan didepan mereka. Hae Young masih berharap ibunya mau menatapnya. Hae Young akhirnya bisa melihat ibunya yang menatapnya sebelum pergi, senyumanya pun terlihat. Ibu Hae Young tak bisa menahan rasa sedihnya mengetahui pasti Do Kyung itu sakit. Tuan Oh pikir makanya mereka harus biarkannya pergi. Ibu Hae Young pun mulai menangis.

Hae Young tersenyum bahagia mendorong Do Kyung ke sofa agar berbaring, lalu keduanya mulai berciuman. Do Kyung pikir harusnya ketempat yang bagus, Hae Young mengaku paling suka kamar pacarnya itu.  
Saat aku masih tinggal disebelah,  tiap malam aku frustasi.  Kenapa bisa sekalipun, kau tidak pernah datang kerumahku padahal kau tahu aku suka padamu ? Aku berpikir "Apa lebih baik ku rayu saja dia" ? Tapi pasti memalukan kalau ditolak.  Tiap malam rasanya aku marah sekali.”akui Hae Young sambil mengelus alis pacarnya, Do Kyung tersenyum mendenganya.
Lalu aku pikir ... "Bagaimana orang ini bisa tidur"?” ucap Hae Young,  
“Apa Kau kira aku bisa tidur ?” akui Do Kyung, keduanya pun kembali berciuman
Di balik sofa terlihat Jin Sang yang bersembunyi, melihat keduanya terlihat sedang asik berciuman. Do Kyun sambil memeluk Hae Young bertanya kapan mereka akan menikah. Jin Sang langsung kembali bersembunyi dibalik sofa dengan wajah panik. Hae Young mengatakan kapa saja dan Jin Sang medengar keduanya saling mengecup. Do Kyung mengatakan Harus secepatnya. Hae Young pun membalas dengan ciumanya, Jin Sang melihat temanya yang terus berciuman tanpa sadar kalau ada orang yang melihat keduanya, lalu menjerit dalam hati dengan wajah frutasi.

[3 MENIT YANG LALU]
Jin Sang berbaring di sofa mendengar suara pintu terbuka, lalu ingin bertanya tapi Do Kyung masuk kamar dengan Hae Young melempar koper dan tasnya langsung berciuman. Jin Sang melonggo kaget dan langsung berguling ke belakang sofa. Do Kyung dan Hae Young terus berciuman tanpa sadar kalau ada Jin Sang di dalam kamar. Jin Sang kebingungan ingin menyelanya.
Do Kyung mengendong Hae Young dan berjalan ke tempat tidur dengan terus menciumnya, Jin Sang merangkak mundur, mencoba bersembunyi dibalik meja. Hae Young menjerit bahagia ketika Do Kyung memutar tubuhnya agar bisa mengendong didepanya lalu kembali berciuman. Jin Sang menutup wajahnya karena tak mau melihatnya, tiba-tiba terdengar suara bentura yang membuatnya kaget.
Ternyata Do Kyung menaruh Hae Young diatas meja dengan posisi terus berciuman. Jin Sang berjalan berjalan jongkok dari belakang bersembunyi dibalik sofa. Hae Young akhirnya mendorong Do Kyung untuk berbaring disofa. Akhirnya Jin Sang mencoba mengirimkan pesan pada temanya.
“Hei.... Kawan, aku ada di belakang sofa. Bisakah beri aku kesempatan  untuk kabur diam-diam ?
Pesan masuk ke dalam ponsel Do Kyung yang tergeletak dilantai, Hae Young memberitahu ada pesan. Do Kyung tak peduli memilih untuk membiarkan saja, Jin Sang makin frutasi. Do Kyung dan Hae Young pun berciuman tanpa sadar ada Jin Sang dibalik sofa. 

Jin Sang mencoba memberanikan diri untuk kabur tapi saat itu juga ketukan pintu terdengar, Do Kyung bertanya siapa yang datang. Hae Young menjerit kaget mendengar kalau itu suara Soo Kyung yang datang. Do Kyung pikir tak perlu panik karena mereka akan bilang pada Soo Kyung akan menikah dan baru mendapatkan restu dari orang tua.
Hae Young memegang tangan Do Kyung memohon untuk besok saja saat siang hari memberitahunya, menurutnya kalau malam hari seperti tertangkap basah. Jin Sang mendengarnya dari belakang sofa. Hae Young pikir sekarang mereka pura-pura kalau ia mau pulang dan besok baru mereka katakan. Do Kyung pun setuju. Hae Young pun menyuruh Do Kyung mengambil kunci mobilnya agar memegangnya. Do Kyung mengatakan kakinya, Hae Young sadar sedari tadi duduk diatas kaki Do Kyung. 

Soo Kyung masuk kamar, Hae Young bersiap-siap untuk pulang dengan membawa tasnya. Soo Kyung berkomentar sudah malam. Hae Young mengaku baru mau pulang. Do Kyung bertanya kenapa kakaknya datang dengan menyakinkan kalau baru mau mengantarnya pulang dengan memperlihatkan kunci ditanganya.
“Apa Jin Sang ada disini ?” tanya Soo Kyung melonggo mencarinya, Do Kyung mengatakan tak ada. Soo Kyung menunjuk kalau sepatu Jin Sang ada didepan pintu.
Do Kyung dan Hae Young melotot kaget karena sedari tadi mereka berciuman ada Jin Sang didalam kamar. Jin Sang akhirnya keluar dari persembunyianya, Soo Kyung mengajak Jin Sang untuk mencari angin segar diluar. Do Kyung dan Hae Young melonggo melihat Jin Sang ada dibalik sofa. Jin Sang berjalan dengan menutup wajahnya karena malu, Soo Kyung mengajak jalan karena merasa Pencernaannya sedang terganggu.
Jin Sang melewati temanya mengaku kalau itu bukan salahnya lalu tak lupa memberikan selamat. Do Kyung dan Hae Young masih melonggo. Soo Kyung bertanya untuk apa memberikan selamat. Jin Sang menjelaskan mulai hari ini, akhirnya mengubah kalimatnya mulai besok kalau keduanya akan melakukan sesuatu. Do Kyung dan Hae Young saling menatap dengan mulut melonggo.

Soo Kyung penasaran apa maksudnya, Jin Sang berbisik kalau keduanya itu sudah direstui. Soo Kyung masih belum mengerti, Jin Sang mengatkan Besok mereka akan bilang dan Malam ini tidak bisa. Do Kyung memperingatakan Jin Sang Jangan berani masuk ke kamarnya lagi. Jin Sang membela diri kalau ia  tidak masuk diam-diam, tapi mereka itu sebelumnya sudah ngobrol dikamarnya.
Do Kyung dan Hae Young melotot panik karena ternyata Jin Sang sudah melihat mereka dari pertama kali masuk. Jin Sang meyangkla bukan berarti melihat semuanya dari awal  tapi akhirnya mengaku sudah melihat semuanya dari awal. Hae Young seperti tak bisa bernafas, Do Kyun memejamkan matanya.
Mereka berputar-putar disini, kau bisa bayangkan Nuna mereka berputar-putar lalu duduk, berdiri, gelayutan ! Tertawa cekikikan dan Semuanya ! Mereka patuk-patukan seperti ayam ! Aku lihat semuanya ! Kau Lihat saja nanti !” teriak Jin Sang kesal sendiri lalu mengajak Soo Kyung pergi, Hae Young malu bersembunyi dibalik bahu Do Kyung. 

Jin Sang pun berjalan diluar, mengucapkan terimakasih pada Soo Kyung karena sudah menyelamatnya  dan ia sampai berkeringat didalam kamar Do Kyung yang terkesan sangat panas dengan cinta. Soo Kyung bisa mengerti menurutnya Kalau ini kejadian lagi,  maka Jin Sang harus langsung menunjukan diri.
Kalau semakin lama, maka semakin sulit.  Langsung tunjukan diri dalam 3 detik. Apa kau Paham 3 detik ?” ucap Soo Kyung, Jin Sang menganguk mengerti.
Tunggu. Jin Sang, berdiri yang lurus.” Kata Soo Kyung lalu memegang pundaknya dan melemaskan otot-otot bagian pinggang. Jin Sang terlihat canggung.
Setelah itu Soo Kyung meminta Jin Sang tetap diam karena mungkin akan terluka, Kakinya pun naik ke pundak Jin Sang dan menyuruh untuk menahanya. Jin Sang binggung melihat cara Soo Kyung melemaskan otot dengan cara yang ekstrem. Beberapa saat kemudian Jin Sang menjerit dan Soo Kyung sudah berbaring diatas punggungnya. Soo Kyung mengaku kalau itu sangat enak dengan kaki dinaikan keatas lalu Jin Sang panik karena itu sangat bahaya, tapi Soo Kyung tetap merasa nyaman dengan posisinya sekarang. 

Anna melihat kearah pintu lalu melihat seseorang yang sudah datang, seorang pria berkacamata hitam masuk ke dalam cafe. Anna langsung berbicara sebelum pria itu memesan, yaitu Espresso Con Panna dan Whipped krim buatan tangan.
“Krim Bukan buatan tangan Dengan additional shot, benarkan ?”kata Anna dengan memperlihkan whisk ditanganya. Si pria mengatakan oke.
Kau sangat perhatian.” Komentar si pria lalu duduk menunggu pesananya.
Anna menelp seseorang menyuruh untuk cepat pergi dan harus berlari. Park Hoon terlihat kelelahan terus berlari dan masuk ke dalam cafe tempat Anna berkerja. 

Park Hoon duduk dengan wajah tegang menghapus keringat yang bercucuran dengan tissue yang menempel didahinya. Pria itu melihat tissue yang menempel menyuruh Park Hoon mengambilnya karena terlihat menyedihkan. Park Hoon langsung membersihkan dibagian dahi, si pria memberitahu masih ada satu lagi. Park Hoon pun menghapusnya
Aku tidak punya waktu membacanya Jelaskan padaku. Kita lihat apakah kau punya kemampuan menggugah orang dengan kata-kata.” Kata si pia melihat judul naskah  PEMBUKA BOTOL BERGAIRAH, Park Hoon nampak bingung memikirkan menjelaskan dengan kata-kata dan menarik nafas panjang.
Nomor 3 adalah  rumah nomor wanita yang dicintainya. Tapi, ini pertama kalinya orang desa ini pergi ke luar negeri. Agar orang tahu dia pernah luar negeri  Ia membeli pembuka botol berbentuk menara Eifel yang dapat digantung di kulkas.  Ia memberikan itu sebagai hadiah pada wanita itu.” Cerita Park Hoon

Tapi, suatu hari,  dia pergi kerumah nomor 1 dan pembuka botol itu ada disana.  Padahal Nomor 3 selalu setia padanya.  Saat pertama Ia melihat pembuka botol dirumah nomor 1 ... Dia terusik ... Rasanya seperti ada pengkhianatan dan konspirasi tapi sebenarnya, ini adalah kisah perjuangannya untuk mendapat pembuka botol itu kembali.  Ini film noir lelaki malang.” Jelas Park Hoon dengan perasaan sedihnya.
Anna yang melihatnya dari balik kasir pun ikut sedih. Si pria makan cream diatas kopinya berkomentar kalau ceritanya menarik dan setuju untuk langsung melakukan. Park Hoon melotot tak percaya, Anna terlihat gembira mendengarnya. Si pria menjelaskan  Hal seperti ini butuh banyak energy dan melihat Park Hoon itu juga memiliknya yang sama dan juga melihat Anna sebagai pacarnya.
Ia meminta agar Park Hoon mengatakan pada Produser Kim Hee Ran, kalau ia sudah menyetujuinya dan memuji Produser Kim Hee Ran pandai dalam pekerjaannya. Park Hoon melonggo langsung berdiri membungkuk mengucapkan terimakasih dan mengaku kalau pria itu sebagai penyelamat hidupnya.
Si pria mengatakan kalau Park Hoon yang menyelamatkanya, Park Hoon memuji Si pria keren. Pria itu sudah mengetahuinya lalu mengambil kacamatanya lalu berjalan pergi meninggalkan cafe. Park Hoon terus membungkuk mengikuti arah si pria pergi. Anna pun mengucapkan selamat jalan pada pelanggan cafenya. Park Hoon jatuh lemas dan menjerit dengan menutup mulutnya tak percaya. 


Hae Young menelp ibunya memberitahu akan bertemu dengan ibu Do Kyung lalu bertanya apakah ibunya punya waktu. Nyonya Hwang sedang mengepel lantai kalau sudah membuangnya, jadi buat apa peduli pada anaknya yang sudah dibuangnya.
Kemarin ibu menyuruh kami hidup bahagia.” Kata Hae Young  
Karena kau yang suruh.” Ucap Nyonya Hwang sinis, Hae Young memohon agar mereka bisa bersikap manis sedikit saja.  
Sejak kapan kita pernah saling bersikap manis ?” sindir Nyonya Hwang, Hae Young mengajak ibunya mulai sekarang melakukanya.
Karena aku tidak pulang kerumah lagi,  dan malah bertengkar di telpon, aku sedih kalau seperti itu.” Ungkap Hae Young
Nyonya Hwang menahan tangis, lalu bertanya apakah orang itu mengantarnya ke kantor atau tidak. Hae Young menjawab sudah pasti mengantarnya, sambil mengeluh ibunya selalu memanggil “orang itu” meminta agar tak boleh memanggil seperti itu lagi. Ibunya bertanya harus memanggil apa. Hae Youn menyebut panggilanya “menantu Park”. Ibunya langsung mengumpat dan menutup telpnya. 

Do Kyung sedang mengedit suara orang yang sedang berlari lalu menyuruh Sang Suk  untuk menghapus nomor 2 dan 3 Lalu atur kembali yang pertama.  Sang Suk mengerti. Ponsel Do Kyung bergetar dan melihat dari nomor yang tak dikenal, Tuan Oh menelp mengaku sebagai calon dari ayah mertuanya, Do Kyung langsung berdiri dan membungkuk.
Sang Suk binggung melihat Presdirnya tiba-tiba berwajah serius, Tuan Oh meminta Do Kyung menuliskanya. Do Kyung langsun meminta pulpen dan kertas pada Sang Suk.
Peras air akar vetch.” Ucap Tuan Oh, Do Kyung menulis dikertas sesuai dengan ucapan ayah Hae Young, Sang Suk yang duduk disampingnya melonggo binggung membaca tulisan [Bunga balon putih, sunroot]
Rebus lalu diminum, itu Bagus buat kesehatan.” Kata Tuan Oh lalu menutup telpnya. Do Kyung melonggo binggung. Tuan Oh kembali memperbesar volume Tvnya dan kembali mencatat resep dari TV. 


Anna dengan bangga menceritakan pada Hee Ran Begitu Oh Man Suk masuk  cafe  mengatakan langsung bilang "Oke  dan akan menggarapnya minggu ini !" menurutnya tak perlu membuat Man Suk terbebani tapi cukup membuatnyasenang.
Setiap hari, aku memperlakukan dengan lembut.  Lalu, Oppaku menulis skenario yang hebat...” cerita Anna bangga, Park Hoon meniup sedotan dalam gelasnya yang akhirnya membuat gelembung.
Pacarmu hebat sekali.” Komentar Hee Ran, Anna langsung merangkulnya dengan erat dan Park Hoon membiarkan Anna mencium pipinya. Park Hoon terlihat tak bisa menahan rasa bahagia. 

Anna mengepel lantai cafe dengan wajah bahagia, Park Hoon terlihat gugup melirik Anna lalu mengaku  ingin mengatakan hal yang sedikit memalukan bahkan sungguh memalukan. Anna berhenti mengepel dan menatap pacarnya dari belakang.
Aku ... cinta padamu.” Akui Park Hoon lalu buru-buru maka rotinya karena malu. Anna tersenyum dan kembali mengepel lantai berjalan mendekati Park Hoon.
Aku juga mencintamu.”bisik Anna lalu menjerit bahagia berlari mengepel lantai.
Park Hoon langsung berdiri membentangkan tanganya, begitu juga Anna keduanya sama-sama menjerit. Park Hoon berlari dan langsung meloncat ke pelukan Anna. Lalu Anna mengendongnya langsung berputar-putar lalu menciumnya sampai Park Hoon terjatuh di lantai. 
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

1 komentar: