Jumat, 29 Juli 2016

Sinopsis W Two Worlds Episode 4 Part 1

PS : All images credit and content copyright :MBC

Di sebuah tempat truk kontrainer lalu lalang.
Seorang pria sibuk menelp bertanya apakah seseorang yang dicarai tak ada disana dan kembali memastikan. Dua orang yang lainya sibuk merekam gambar plat nomor yang masuk. Kang Chul terlihat baru saja datang. Is pria mengomel di telp kaalau mereka belum melakukan pekerjaan apapun.
Kang Chul melambaikan tangan pada si pria, dengan wajah serius Si pria menunjuk ke sebuah tempat. Dia adalah Son Hyun Suk, direktur program investigasi kejahatan. Keduanya lalu jalan bersama, Hyun Suk pikir Kang Chul tak perlu datang kemari karena Semua orang benci melihatnya. Kang Chul heran menanyakan alasannya.
Mereka malu. Presdir mereka telah diserang, dan mereka belum mendapat petunjuk apapun. Mereka terlalu malu dan siap mengundurkan diri bersama. Termasuk juga Aku” kata Hyun Suk
Ya ampun. Kau mengatakan itu hanya untuk menghentikanku berbicara ‘kan” ejek Kang Chul, Hyun Suk menegaskan kalau ia serius.

Aku pikir kami kehilangan lagi dan Tidak ada jejak sama sekali. Aku punya rekaman video dari truk masuk ke sini, tapi tidak tahu kapan itu pergi dari sini. Ini membuat kami gila.” Ucap Hyun Suk binggung. Kang Chul seperti bisa mengerti.
Ngomong-ngomong, apa yang terjadi pada Oh Yeon Joo?” tanya Hyun Suk penasaran, Kang Chul pikir pasti So Hee mengatakan sesuatu.
Kasus ini tidak maju karena kau kehilangan wanita itu. Kau tahu bahwa kita semua putus asa mencarinya. Kenapa kau ingin menyembunyikan dia?” ucap Hyun Suk
Dia tidak dalam posisi untuk mengungkapkan identitasnya, jadi aku melindunginya.” Jelas Kang Chul sudah membuka kacamatanya.
Jadi, kenapa dia tidak bisa mengungkapkan identitasnya Dan kenapa kau ingin melindungi wanita itu? Bagaimana kalian berdua saling berhubungan?” kata Hyun Suk makin penasaran, Kang Chul binggung mendengar pertanyaan yang terakhir.
Aku lihat video yang diambil di toko Pasti ada sesuatu yang terjadi.” Akui Hyun Suk
Kang Chul tak percaya Hyun Suk juga melihatnya, Hyun Suk pikir So Hee itu  kesal. Kang Chul sudah tahu pasti kesal, Hyun Suk padahaln bertanya-tanya kapan mereka berdua akan menikah dan Tidak ada wanita seperti So Hee. Kang Chul hanya bisa tersenyum, Hyun Suk sadar kalau ia itu kuno dalam masalah ini dan membuatnya kebinggugan apa yang harus dilakukanya.
Kalian berdua cari tahu itu. Lagi pula, aku ingin kau menjelaskannya kepadaku. Kau tidak boleh menyimpan sesuatu dariku.” Tegas Hyun Suk
Itu sebabnya aku di sini, Ada sesuata yang ingin ku katakan kepadamu. Tentang perawat itu... Yang menyuntikkan obat salah.” kata Kang Chul dengan wajah serius.  

Flash Back
Perawat terlihat gugup saat di interogasi polisi. Detektif bertanya perawat mengganti obat. Perawat mengatakan sungguh tidak ingat apapun.Detektif terus menatap curiga. Perawat mengaku benar-benar tak tahu kenapa menganti obat itu.
Jika kau tidak tahu, kenapa kau lari?” kata Detektif
Aku bahkan tidak tahu kenapa aku mencoba melarikan diri. Setelah beberapa saat... kemudiaan aku menyadari ada sesuatu yang tidak benar.” Ucap Perawat gemetar seperti ada sosok orang yang masuk ke dalam tubuhnya

Hyun Suk tahu  Wanita itu masih bersikeras bahwa tidak tahu apa-apa tapi menuutnya Ini sebenarnya sangat aneh karena perawat tidak punya motif untuk membunuhnya dan hanya seorang perawat. Tapi Kenapa dia tiba-tiba ingin membunuh Kang Chul itu  tidak masuk akal membuatnya merasa terjebak.
Kau pasti terjebak sebernarnya Tidak ada konteks.” Ucap Kang Chul Hyun Suk binggung apa yang dimaksud dengan Konteks
Ya, konteks... Hal seperti ini terjadi padaku..Tidak ada yang memiliki konteks. Aku tiba-tiba ditusuk dengan pisau tanpa alasan lalu diselamatkan oleh seorang wanita aneh yang tiba-tiba muncul. Aku hampir ditabrak truk dan hampir mati lalu truk itu hilang begitu saja di sini.” jelas Kang Chul 

 “Aku sudah bilang bahwa itu seperti saat hari aku ditusuk. Aku ingat ada seorang pria yang meneleponku dan mengaku tahu tersangka sebenarnya. Tapi aku tidak ingat siapa itu dan kenapa aku percaya itu.
Flash Back
Kang Chul menerima telp di kamarnya wajahnya terlihat kaget lalu berjalan masuk ke dalam lift. Do Yoon ingin mengawalnya tapi Kang Chul menolak meminta agar tak mengikutinya.
Aku tidak tahu kenapa menolak membawa penjaga sebelum pertemuan berbahaya.
Kang Chul pun masuk sudah ada diatap berusaha menelp tapi dari belakang, tiba-tiba seseorang menyerangnya dengan pisau. Ia sempat membalikan badan ingin melihat wajah yang menyerangnya, tapi tak terlihat. Si pria mencoba menusuknya, dan Kang Chul terjatuh saat mendapatkan tusukan yang ketiga kalinya.
Itu sebabnya aku tak berdaya lalu diserang. Hari itu, aku bertindak bodoh seolah bertekad untuk mati.”
Kang Chul masih sadar melihat si pria yang berpikir dirinya sudah mati pergi meninggalkanya begitu saja. 
 Kang Chul merasa ada sesuatu aneh adalah ia tidak ingat kenapa melakukan itu Sama juga bagi perawat kemarin, kalau ia tidak tahu kenapa mencoba membunuhnya dan juga truk itu, entah datang dari mana bahkan Tidak ada plat mobilnya juga.
Aku melihat supirnya tapi dia bahkan tidak mencoba untuk berhenti. Dia hampir menabrak orang, tapi tidak berusaha untuk berhenti. Dia menghilang seperti asap ketika sampai di sini. Segala sesuatu yang terjadi padaku seperti itu sama seperti hari ini. Seharusnya ada motif dan tersangka untuk setiap pembunuhan, tapi itu hilangIni seperti yang terjadi 10 tahun lalu.” Ucap Kang Chul

Ia masih ingat saat semua orang tuanya di tembak dirumahnya saat menonton bola bersama dan membuatnya menjadi seorang tersangka.
Aku sudah berusaha keras menemukan jawaban untuk ini. Kita sudah melalui begitu banyak hal. Aku bahkan membeli stasiun penyiaran.” Jelas Kang Chul
Ia membeli sebuah TV dengan insial W  dengan membuat acara TV untuk melegalkan Bahkan, itu adalah markas penyelidikan. Bahakn ia sudah investasi miliaran di dalamnya.Tapi apa yang mereka dapatkan dari itu,
Tentu saja, kasus lain diselesaikan sementara itu. Mereka telah menangkap 99 persen dari tersangka. Berkat itu, aku diperlakukan seperti pahlawan.
Kang Chul mengatakan Tapi ia masih tidak memiliki petunjuk tentang orang itu, mereka tidak tahu motifnya tapi menurutnya pria itu tidak mungkin seorang psikopat. Selain itu mereka juga  tidak mendapat sehelai rambutnya atau saksi dari 10 tahun lalu. Hyun Suk lalu bertanya apa kelanjutanya.
Akhir-akhir ini, aku mulai berpikir seperti ini.... Mungkin, orang yang kita cari ada... di dalam dimensi lain. Ini sebabnya kenapa aku tidak bisa menemukannya.. bahkan setelah aku berusaha keras sekalipun.” Jelas Kang Chul, Hyun Suk tak mengerti yang dikatakanya.
Maksudmu tersangkanya itu alien atau sesuatu?” kata Hyun Suk bingung
Dia mungkin alien Tapi bukan alien yang kita bayangkan. Mereka tampak seperti kita dan berperilaku seperti kita. Seperti Yeon Joo contohnya. Dia tahu segala sesuatu tentang aku. Seolah-olah dia telah melihat ke bawah selama hidupku dari langit.” Jelas Kang Chul. 

 Flash Back
Yeon Joo yang setengah sadar menceritakan  adegan yang paling menyedihkan adalah Jembatan Sungai Han dan mengaku juga menangis saat itu merasa takut Kang Chul akan benar-benar bunuh diri.
Dia bahkan tahu perasaan dan pikiranku... yang tidak pernah aku beritahu pada orang lain.” Jelas Kang Chul, Hyun Suk bertanya bagaimana Yeon Joo bisa tahu.
Aku tidak tahu. Tapi beruntungnya, dia benar-benar baik padaku. Dia berusaha menyelamatkan hidupku.” Kata Kang Chul, Hyun Suk menanyakan alasan

Aku tidak tahu, Sepertinya ada orang yang melabuhkan permusuhan terhadapku. Orang itu memanipulasi peristiwa-peristiwa koheren dan sangat ingin membunuhku.” Ucap Kang chul, Hyun Suk pun bertanya siapa kira-kira yang akan melakukanya.
Aku tidak tahu siapa, Tapi aku menyadari satu hal yang pasti. Orang itu melakukan semua ini.” kata Kang Chul
Hyun Suk terdiam seperti terlihat shock. Kang Chul mengejek apakah penjelasanya itu  mengejutkannya. Hyun Suk pikir sudah pasti mengejutkanya. Kang Chul tahu Hyun Suk  akan berpikir secara berbeda jika kmelihat wanita yang selamat dari tembakan di dadanya jadi ia yakin Yeon Joo adalah kunci hidupnya satu-satunya yang dapat membuka pintu rahasia.

Yeon Joo menatap heran ke arah depanya, beberapa orang masuk ke dalam kamar dengan banyak barang dan melihat mulai dari sepatu heels yang berjejer dengan rapih, lalu bertanya pada pelayan apa ini.  Pelayan mengatakan semua barang yang diperlukannya  termasuk pakaian, sepatu dan kosmetik. Yeon Joo melonggo bertanya apakah semua ini untuknya, ada tas dan beberapa kotak parfum juga diatas tempat tidurnya.  
Ya ampun..... Aku tidak bisa memakai semuanya.” Kata Yeon Joo melonggo binggung.
“Presdir memerintahkan kami untuk mempersiapkan cukup barang. Jika kau memiliki selera tertentu, tolong beritahu kami.” Ucap pelayan 

Akhirnya Yeon Jo mencoba salah satu gaun masih mengingat  Gaun yang dibelikan untuknya kemarin itu harga lebih dari tiga ratus ribu won. Lalu bertanya-tanya berapa harga semua barang tadi mungkinkah sekitar 50 juta won atau mungkin lebih.
Tiba-tiba pelayan datang menyentuh bagian pungungnya, Yeon Joo yang berusaha menarik resleting dibelakang bertanya apa yang sedang dilakukanya. Pelayan mengatakan hanya ingin membantu saja. Yeon Joo pikir tak perlu karena  bisa melakukannya sendiri dan meminta agar menunggu diluar saja.
Pelayan mengatakan Mulai dari sekarang, diperintahkan untuk melayaninya. Yeon Joo kaget akan dilayani seperti orang kaya,  tapi menurutnya tidak perlu begitu. Pelayan pun ingin menolongnya, tapi Yeon Joo tak bisa berusaha menolaknya kalau bisa melakukanya. 

Pelayan menempukan bedak ke wajah Yeon Joo untuk mulai bermake up, Yeon Joo yang tak biasa merasa tidak perlu mendandaninya. Pelayan mengatakan akan segera selesai. Yeon Joo pikir tak perlu seperti itu karena merasa tidak nyaman dan akan melakukannya sendiri sambil mengambil bedak dari tangan pelayan.
“Presdir suka wanita dengan gaya feminin.” Kata pelayan. Yeon Joo binggung tiba-tiba pelayan mengatakan hal itu.
Kenapa aku harus berpakaian sesuai selera pribadinya?” tanya Yeon Joo.
“Aku mengira kau ini tunanganya” ucap pelayan, Yeon Joo menjerit kaget mendengarnya.
Pelayan mengatakan sudah mendengar kalau Yeon Joo tunangannya. Yeon Joo binggung karena dirinya itu dianggap sebagai tuangan Kang Chul, akhirnya memilih untuk  membenarkan saja. Pelayan akhirnya keluar dari ruangan. 

Akhirnya Yeon Joo duduk sendirian di kamar mandi sambil menatap ke cermin bertanya-tanya Kenapa ceritanya jadi begini, lalu bergumam padahal Komik W adalah manghwa action – heroic tapi Kenapa ini jadi seperti drama romantic.
Ini membuat jantungku berdebar.” Kata Yeon Joo sambil memegang pipinya, Pelayan masuk ke dalam kamar mandi dengan membawa ponsel yang berdering berpikir itu pasti dari Kang Chul.
Yeon Joo berdeham dulu sebelum mengangkat telpnya, Kang Chul bertanya apa yang sedang dilakukanya. Yeon Joo memegang dadanya sambil bergumam Bahkan mendengar suaranya saja membuat jantungku berdebar.  Kang Chul menanyakann keadaan Yeon Joo sekarang, Yeon Joo terdiam dengan memegang dadanya.
Kang Chul baru duduk di kursi pesawat memberitahu sengaja menelepon karena tidak akan dapat dihubungi sampai besok dan bertanya apakah Yeon Joo merasa nyaman. Yeon Joo bertanya  Sejak kapan ia jadi tunangannya. Kang Chul ingat kalau nanti para pelayan  mungkin merasa aneh dan tidak bisa mengatakan  kalau mengurung Yeon Joo.

Apa kau tersinggung dengan hal itu ?” tanya Kang Chul, Yeon Joo mengatakan tidak
Apa itu akan jadi masalah jika pacarmu tahu?” ucap Kang Chul. Yeon Joo mengaku tidak punya pacar. Kang Chul kembali bertanya kenapa tak punya pacar.
Apa aku harus punya pacar?” balas Yeon Joo kesal, Kang Chul mengatakan tidak tapi menurutnya Yeon Joo itu  seorang wanita yang menarik dan tidak mengerti kenapa masih sendiri
Apa kau sekarang sedang menggodaku? Kau mengatakan jika aku cantik, orang lain pasti cantik.” Ucap Yeon Joo
Kau bukan wanita cantik tapi wanita yang menawan. Bagaimana aku mengatakannya yah? Kau menarik dengan cara yang konyol.” Kata Kang Chul terkesan mengodanya.
Yeon Joo hanya bisa menghela nafas panjang, Do Yoon datang duduk disamping atasanya. Kang Chul memanggil Yeon Joo karena tak mendengar suaranya, lalu bertanya apakah Yeon Joo kesal dan mengatakan kalau hanya bercanda. Yeon Joo mengaku tak marah, tapi merasa benar-benar bodoh, jantungnya berdebar bahkan karena itu. Kang Chul tertawa mendengarnya.

Jangan tertawa.... Kau mengurungku tapi Kau terdengar begitu bahagia.” Keluh Yeon Joo
Jika kau ingin pulang, jangan ragu untuk menghubungiku. Kau tahu itu, kan? Selamat malam.” Ucap Kang Chul lalu akan menutup telpnya.
Aku mencintaimu.” Teriak Yeon Joo berusaha mengintip melihat apakah ada tulisan bersambung, Kang Chul bisa mendenganya.
“Berhentilah... Kau tahu itu tidak bekerja padaku ‘kan?” kata Kang Chul
Yeon Joo tahu dengan wajah melas, kalau ia hanya mengambil kesempatan karena Kang Chul memujinya menjadi wanita yang  menawan dan tidak mempan untuknya lagi. Kang Chul pun mengucapkan selamat malam.  Yeon Joo memegang dadanya menjerit kesal kalau ia sangat bodoh.
Kang Chul bersandar di kursinya, berkata kalau bisa mendengarnya sekali lagi mungkin akan bisa terpengaruh. Do Yoon yang duduk disampingnya bertanya mendengar apa. Kang Chul tak membahasnya memilih mengambil koran dari tangan pengawalnya. 

So Hee duduk disendirian di rumah kaca sambil memutar pulpenya, lalu akhirnya keluar dengan membawa ponselnya. Yeon Joo keluar dari kamar melihat sekeliling ruangan tak percaya ternyata seperti ini penampilan penthouse ternyata ini bagus.
“Ini Tiga hari sudah berlalu. Jadi Berapa lama itu di dunia nyata?  Apakah 5 menit atau 30 menit?” ucap Yeon Joo menghitung-hitung lalu merasa binggung karena  mulai terbiasa dengan kehidupan di dunia komik dan memikirka caranya bisa kembali
So Hee tiba-tiba datang mengagetkanya,  bertanya apa yang sedang dilakukanya. Yeon Joo merasa tidak bisa tidur, jadi  berkeliling hanya ingin melihat-lihat. So Hee menanyakan keadaan Yeon Joo sekarang. Yeon Joo mengaku sudah lebih baik. So Hee mengajak Yeon Joo pergi dan minum segelas wine bersamanya. Yeon Joo binggung. So Hee melihat kalau Yeon Joo bosan, Yeon Joo mengaku memang sedikit bosan. So Hee pun mengajak agar pergi. 

Didepan pintu
Pengawal bertanya kemana mereka akan pergi, So Hee mengatakan ke lantai atas, Pengawal ingat pesan dari Presdir Kang. So Hee menyakinkan mereka hanya pergi ke atas untuk minum segelas wine jadi tak akan ada masalah dan mempersilahkan pengawal untuk ikut bersamanya. Akhirnya ketiganya pun berjalan melewati seperti sebuah taman dalam gedung.
Aku anggap kau memiliki keluarga dan Mereka pasti mencemaskanmu. Kang Chul begitu egois untuk mengurungmu di sini.” ucap So Hee
Keluargaku mungkin belum menyadari kalau aku pergi.” Kata Yeon Joo karena tahu pasti hanya sebentar di dunia nyata.
“Tapi Ini sudah 2 hari.” Ucap So Hee heran, Yeon Joo dengan gugup mengaku keluarganya itu tidak terlalu peduli padanya.
So Hee teringat sesuatu harus  melakukan panggilan video jadi meminta Yeon Joo pergi lebih dulu karena hanya butuh waktu  5 menit saja dan meminta pengawal untuk menunjukan jalanya. Pengawal terlihat binggung tapi akhirnya mengikuti perintah So Hee mengantar Yeon Joo ke restoran yang ada diatas gedung. 

Yeon Joo pun akhirnya duduk di restoran, saat itu pengawal menerima telp memberitahu kalau Yeon Joo sudah duduk lalu berjalan keluar restoran. Yeon Joo melamun dengan menopang dagunya, merasa kalau kehidupan dalam komik itu sangat indah.
Ini memiliki beberapa poin bagus. Aku biasanya tidak akan datang ke tempat seperti ini.” kata Yeon Joo, Pelayan datang bertanya apakah untuk dua orang dengan memberikan buku menu, Yeon Joo membenarkan tanpa menatapnya.
Bukankah kau orangnya? Kau dokter yang di atap saat Presdir Kang diserang.” Kata Pelayan mengenali wajah Yeon Joo.
Yeon Joo mengingat saat masuk dunia Komik bertanya pada pengawal gedung apa ini. Pelayan mengatakan Ini hotel tepatnya Plaza Hotel di Seoul. Pelayan yakin itu Yeon Joo memberitahu Semua orang mencarinya karena menghilang, bahkan polisi sedang mencarinya dan bertanya apakah Yeon Joo tak mengetahuinya.
Kau juga ada di berita... Kenapa kau tidak kembali lebih awal?” kata pelayan
Yah...  Itu... Aku tidak tahu ini hotel yang waktu itu ternyata  itu atap dari hotel ini.” ucap Yeon Joo berusaha untuk tak gugup.

Pelayan pun meminta izin pergi lebih dulu, Yeon Joo panik karena keberadannya diketahui orang. Pelayan berjalan ke bar memberitahu pelayan lain kalau itu Yeon Joo adalah Wanita yang memberi pertolongan pertama pada Presdir Kang ketika ditusuk. Pelayan wanita melonggo kaget dan melihat Yeon Joo sudah tak ada ditempat duduk. 
Yeon Joo sudah berlari melalui dapur dan menelp Kang Chul, beruntungnya Kang Chul belum juga terbang. Kang Chul dengan senyumanya mengoda Yeon Joo apa yang ingin diakuinya kali ini. Yeon Joo panik memberitahu Polisi akan menangkapnya. Kang Chul kaget dan bertanya kenapa bisa. Yeon Joo hanya menjawab So Hee... sambil terus berlari.
Beberapa polisi akhirnya datang dan pelayan memberitahu agar mereka segera menangkapnya karena keberadaan Yeon Joo masih sangat dekat. Koki yang ada didapur memberitahu Yeon Joo berlari melewati dapur. Yeon Joo menuruni tangga darurat panik bertanya kemana harus pergi karna tidak bisa membiarkan polisi menangkapnya.
Kang Chul menyakinkan tak akan membiarkan polisi menangkap Yeon Joo, lalu menanyakan keberadaanya. Yeon Joo memberitahu baru saja menuruni tangga darurat lalu mendengar suara polisi yang sudah dekat denganya. Kang Chul meminta Yeon Joo tetap tenang dan bersembunyi di suatu tempat sampai ia mengetahui situasinya. Yeon Joo memberitahu sudah berada di lantai 28, Kang Chul mengatakan akan meneleponnya lagi.
Do Yoon bertanya apa yang terjadi, tapi Kang Chul lebih dulu menelp pengawalnya dengan marah kalau menyuruh untuk melindungi Yeon Joo, Pengawal memberitahu kalau So Hee mengatakan perintah dari Kang Chul. Akhirnya Kang Chul menyuruh pengawalnya Pergi ke lantai 28 karena Yeon Joo pasti bersembunyi di sana dan meminta untuk membantunya. Pengawalnya mengerti. 

Yeon Joo sedang berjalan dilorong, si Manager melihat dan langsung memberitahu polisi. Yeon Joo pun mencoba berlari menghindari kejaran polisi. Pengawal sudah berlari meminta agar memeriksa CCTV, sampai akhirnya melihat Yeon Joo yang berlari diujung lorong lalu berteriak memanggilnya.
Pengawal mengatakan akan mengunakan kamar 2816 lalu membukanya, Yeon Joo melihat pengawal yang melambaikan tanganya untuk cepat datang, lalu berlari. Di belakangnya polisi bisa melihat dan mengejarnya, Yeon Joo langsung melemparkan ponsel milik Kang Chul ke dalam kamar lalu berhenti berlari. Polisi akhirnya menangkap Yeon Joo dan membawanya. 

Pengawal yang ada di dalam kamar mengambil ponsel yang dilemparkan Yeon Joo, Kang Chul menelp menanyakan keberadanya. Pengawal mengangkat telpnya meminta maaf karena Yeon Joo tertangkap. Kang Chul sedikit kaget lalu bertanya kenapa ponselnya itu dipegang oleh pengawalnya.
Dia diam-diam melemparnya kepadaku sebelum tertangkap. Aku pikir dia tidak akan memberitahu apa yang terjadi di penthouse.” Jelas Pengawal.
Kang Chul menghela nafas panjang dengan wajah menahan amarah, Do Yoon kembali bertanya apa yang terjadi. Kang Chul memberitahu  So Hee membuat masalah. Do Yoon kaget dan Kang Chul hanya bisa menghela nafas panjang, saat itu pesawatnya pun terbang menuju Amerika. 

So Hee mondar mandir di rumah Kang Chul. Pengawal datang dengan wajah letih. So Hee bertanya keberadaan Yeon Joo sekarang , Pengawal mengatakan kalau Yeon Joo ditangkap polisi dan dengar kalau sebelumnya itu  bukan perintah Presdir Kang. So Hee mengataka akan mengurusnya jadi pengawalnya tak perlu khawatir.
Ponsel So Hee berdering, Detektif Park menelp memberitahu Yeon Joo sudah ditangkap. So He berpura-pura kaget bertanya dimana tertangkapnya dan tak percaya ternyata tertangkap di hotel. 

Ini berita pertama... Satu-satunya saksi kasus penyerangan Presdir Kang dari JN Global telah diidentifikasi. Karena belum terpecahkan selama berbulan-bulan, ada banyak asumsi dan rumor yang berkembang dalam kasus ini. “ 
Berita dari stasiun TV memperlihatkan Yeon Joo yang di ikat tanganya dengan tali dibawa masuk ke dalam kantor polisi. Beberapa orang yang menonton berita berkomentar akhirnya si pelaku ditemukan.
“Kita akhirnya dapat menemukan beberapa petunjuk. Nona Oh yang berpura-pura menjadi dokter... dikenal sebagai satu-satunya saksi di awal. Dengan berjalannya waktu, itu menjadi mungkin bahwa... dia  adalah tersangka.
Beberapa wartawan yang sudah menunggu didepan kantor meminta agar Yeon Joo memberitahu kebenaranya dan kasus yang terjadi.

Yeon Joo melihat kesekeliling ruangan interogasi karena pertama kali berada disana. Detektif Park bertanya namanyany, Yeon Joo menyebut namanya Oh Yeon Joo. Detektif mengatakan kalau itu bukan nama aslinya dan meminta sekali lagi menyebutkan namanya. Yeon Joo tetap menyebutkan namanya.
Berapa nomor jaminan sosial Anda?” tanya Detektif Park, Yeon Joo mengelengkan kepala mengatakan tak tahu.
“Dimana alamat rumah Anda?” tanya Detektif Park, Yeon Joo menjawab tak punya.
Detektif Park pun membahas kalau Yeon Joo itu pasti mengenal Kang Chul, mengatakan kalau pria itu lebih berkuasa daripada polisi dan Tidak ada yang bisa melakukan apapun padanya karena media, dan orang mengatakan bahwa Kang Chul itu adalah pahlawan mereka. Tapi ketika seorang Pahlawan ditikam oleh pisau, lalu mereka tidak bisa menemukan petunjuk apapun selama lebih dari dua bulan.
“Kau tahu pasti betapa buruknya itu?  Jadi Mari kita buat segalanya lebih mudah.” Ucap Detektif Park meminta agar Yeon Joo menyebutkan  nomor jaminan sosialnya. 

Detektif Park membawakan secangkir kopi pada So Hee mengaku tidak mengerti karena tak ada apapun yang didapatnya. Ia menceritakan Yeon Joo yang tidak menjawab apapun bahkan tidak dapat mengidentifikasi sidik jarinya. So Hee menduga kalau Yeon Joo itu  pasti imigran gelap.
Aku meminta bantuan dari kepolisian China, tapi itu berbeda. Aku merasakan sesuatu yang jelas berbeda. Kau bisa tahu hanya dengan melihat itu.” Ucap Detektif Park merasa ada sesuatu yang aneh. So Hee pun melirik sinis ke arah lain. 

Yeon Joo berjongkok didepan sel dengan beberapa tahanan yang terlihat mengerikan. So Hee diantar menemui Yeon Joo oleh Detektif Park, Yeon Joo langsung berdiri melihat So Hee yang datang menemuinya.   So Hee meminta maaf, tapi  menurutnya ini adalah yang terbaik dari perspektifnya,
Aku khawatir tentang Presdir Kang yang meremehkan polisi. Kita tidak bisa membuatmu terkurung selamanya dirumah.  Ini tidak masuk akal... bahwa dia tinggal dengan seorang tersangka. Dia bahkan tidak tahu siapa dirimu. Jika kau bekerja sama dengan polisi dalam penyelidikan, maka aku  akan membantumu. Tapi sekarang, aku tidak bisa membantumu.” Tegas So Hee

Bagaimana mungkin seorang korban membantu tersangka? Kau harus buktikan ketidakbersalahan dirimu dulu. Ungkapkan identitasmu. Beritahu mereka segalanya yang kau saksikan. Setelah itu, kita akan memberikanmu segala sesuatu... termasuk pengacara.” Ucap So Hee
Aku tidak punya identitas untuk diungkapkan.” Ucap Yeon Joo
So Hee tak percaya karena  Setiap orang punya identitas. Yeon Joo menyakinkan kalau memang sungguh tidak punya. So Hee menatap Yeon Joo tak percaya. 


Yeon Joo kembali lagi ke ruang interogasi, Detektif Park yakin  adan Seseorang pasti memberitahunya kalau perawat mengganti suntikan dan Bagaimana bisa Yeon Joo muncul tanpa mengetahui itu menurutnya  tidak masuk akal.
Diatas meja sudah ada nampan berisi makanan, tapi Yeon Joo seperti sama sekali tak menyentuhnya dan polisi kembali menginterogasinya.
“Lalu Kenapa kau membawa kartu nama palsu? Pasti ada alasan mengapa kau membawanya dengan informasi palsu.” ucap Detektif Park memperlihatkan kartu nama yang sudah lusuh, Yeon Joo hanya diam saja dengan helaan nafas.
Apa alasannya? Seseorang pasti ada di balik semua ini. Siapa orang sesungguhnya? Apa Kau tidak akan memberitahuku? Kau tidak bisa diam selamanya. Apa yang akan kau lakukan? Jawab aku!” teriak Detektif Park mulai tak bisa menahan amarahnya, Yeon Joo terlihat mulai tertekan dengan semua pertanyaan dari polisi. 

Polisi akhirnya membawa Yeon Joo masuk ke dalam bus untuk dipindahkan. Wartawan masih menungu menanyakan “Apa Oh Yeon Joo mengakui bahwa dia pelakunya?” dan ingin tahu keadaan serta alasan melakukan semua ini. Yeon Joo hanya diam dengan menaiki bus sendirian dan melihat banyak blitz kamera yang mengambil gambarnya. Berita pun mulai beredar di TV.
Setelah penyelidikan, kejaksaan maka menyimpulkan bahwa kemungkinan dia menghasut pembunuhan. Untuk mencegah dia melarikan diri dan menghancurkan bukti, mereka memutuskan untuk membawanya ke tahanan selama diinvestigasi. Nona Oh dibawa ke Pusat Penahanan Seoul hari ini. Korban dari kasus ini, Presdir Kang  mendengar berita itu saat ia dalam perjalanan bisnis ke US.
Yeon Joo sudah mengunakan pakaian tahanan berjalan dilorong dengan seorang polisi wanita, lalu dimasukan pada sebuah sel penjara. Terlihat empat orang yang wanita yang terlihat sangat menyeramkan, Yeon Joo menatap ke belakang karena tak percaya nasibnya sekarang berada dalam sel penjara. 

Pesawat Kang Chul pun mendarat di bandara, wartawan langsung mengerubungi Kang Chul saat keluar dari pintu kedatangan, bertanya apakah sudah mengetahui kasus yang beredar. Wartawan lain mengatakan Polisi berpikir dia seorang tersangka dan Apa ingat situasi pada saat itu. Kang Chul mengaku tak ingat.
Apakah kau pikir wanita itu pelakunya?” tanya wartawan wanita. Kang Chul menjawab tidak berpikir seperti itu.
Aku bukan seseorang yang akan diserang oleh seorang wanita.” Ucap Kang Chul, Semua wartawan langsung tertawa mendengarnya.
Sudah ada rumor tentang hubunganmu dengan Nona Oh. Apa yang kau pikirkan soal itu?” tanya wartawan wanita.
Kang Chul membuka kacamatanya, menjawab tak percaya dengan rumor dan meminta agar tak percaya dengan rumor itu sambil mengedipkan matanya, lalu berjalan pergi meninggalkan wartawan. Tapi beberapa wartawan tetap ingin Kang Chul memberikan pernyataan lebih banyak lagi. 

Pengawal yang ikut menjemput kembali meminta maaf, Kang Chul meminta sopir untuk pergi ke kantor polisi lebih dulu. Pegawal memberitahu kalau Yeon Joo mulai dipenjara siang ini. Kang Chul bertanya dipenjara mana. Pengawal menjawab Di Pusat Penahanan Seoul.
Kalian semua sangat cepat dalam melakukan kesalahan.” Kata Kang Chul kesal.
So Hee mengirim sms, mengatakan kau tidak menjawab telepon.” Ucap Do Yoon, Kang Chul dengan helaan nafas mengambil ponsel dari tangan Do Yoon.
 So Hee sedang rapat dengan beberapa orang di rumah Kang Chul, Ponselnya bergetar, berpikir Do Yoon yang menelp menanyakan dimana keberadaan Kang Chul. Kang Chul mengatakan kalau ia sendiri yang menelp. So Hee bertanya apakah Kang Chul sudah tiba karena semua sudah menunggunya. Kang Chul mengatakan kalau akan ke penjara dulu jadi menyuruh semuanya pulang. Mata So Hee melotot kaget dan memilih untuk menjauh sebentar.

“Seorang pengacara bahkan tidak tahu apa yang harus dilakukan tentang itu. Kita punya apa-apa untuk membela dirinya bahkan jika ia ditahan sekarang. Dia tidak mengatakan apapun.” Ucap So Hee
Makanya aku melindungi dia. Dia tidak bisa mengatakan apapun Dan kau terpojok ke dalam situasi yang mematikan.” Tegas Kang Chul
Itu bukan salahku. Kenapa tidak mengungkapkan identitasmu jika kau tidak bersalah? Dia tidak mengatakan apa-apa, dan mulutnya tertutup rapat. Bukankah sudah jelas sekarang? Yeon Joo bukanlah saksi tapi Dia tersangka. Dengan  alasan apapun, dia berpura-pura menyelamatkanmu. Dia mendekatimu karena suatu alasan lagi, dan kau benar-benar tertipu oleh klaim tidak logisnya.” Ucap So Hee membela diri
Ini adalah diriku yang hidupnya nyaris hancur seperti itu. Apa Kau lupa? Itu yang mereka lakukan padaku. Mereka bilang itu tidak logis sama sekali. Mereka bertanya kenapa aku pergi ke sekolah bukannya menonton sepak bola. Aku tidak bisa menjawab karena benar-benar tidak tahu apa-apa. Itulah cara korban tiba-tiba berubah menjadi tersangka.” Tegas Kang Chul yang membuat So Hee terdiam,

Yeon Joo mungkin juga akan seperti itu.Kau tidak dapat memahaminya secara logis. Semua orang melihat penampilan bukannya melihat konteks Dan mereka mempercayai itu sebagai fakta. Kau bilang bisa bersikap bijaksana. Namun kenyataannya, kau tidak mengerti konteks Yeon Joo sama sekali.” Ucap Kang Chul dengan menatap keluar jendela mobilnya.
Ia tahu Yeon Joo tidak ingin ada bahaya untuknya, jadi sengaja melemparkan ponsel tepat sebelum tertangkap menurutnya sekarang Bukan identitasnya yang penting.  Dan apabila So Hee bisa  memahami esensi dari tindakannya, maka tidak bisa meragukan Yeon Joo.
Aku memulai bisnisku untuk membantu orang yang dikorbankan oleh pengetahuan umum. Namun kau membuat korban lain. Sehingga kau tidak layak untuk menjadi asisten pribadiku. Kau hanya sebagai temanku Jadi Kau dipecat.” Ucap Kang Chul lalu menutup telpnya. So Hee terdiam seperti baru menyadari kesalahanya. Do Yoon duduk tegang disamping Kang Chul yang sedang memijit kepalanya yang terasa pusing. 
bersambung ke part 2 

 FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar