Senin, 25 Juli 2016

Sinopsis Another Miss Oh Episode 17 Part 2

Soo Kyung sedang menari-nari di ruanganya tanpa mengunakan heels, terdengar suara ketuka pintu. Ia langsung kembali duduk dengan memakain heels dan menyuruh masuk dengan wajah dinginnya. Direktur Lee dan Manager Sung datang memberitahu tim R&D sudah menyelesaikan prototype jadi mengajak untuk melihatnya. Soo Kyung mengerti lalu berjalan pergi.
Direktur Lee membahas tentang produknya menurutnya tidak sesuai dengan musim saat ini. Tiba-tiba terdengar seseorang yang memanggil Soo Kyung dengan panggilan Nyonya. Soo Kyung melihat Jin Sang yang memanggilnya memilih untuk tak mengubrisnya lalu berjalan pergi. Jin Sang tak percaya Soo Kyung itu mengabaikanya. Direktur Lee sambil berjalan membahas produk.

Jin Sang lalu berjalan didepan Soo Kyung bertanya kenapa tak mengangkat telpnya. Soo Kyung menyuruh Jin Sang pergi karena sekarang ada dikantor. Jin Sang akhirnya mengunakan bahasa Prancisa melihat Soo Kyung yang mengunakan heels lalu mengumpat kakak temanya itu sudah gila.
Kau wanita 44 tahun yang sedang hamil.  Berani sekali pakai hak tinggi ?!!” ucap Jin Sang
Jadi ? Apa Kau tidak melakukan apapun pada wanita 44 tahun yang hamil ini ?” balas Soo Kyung dengan bahasa prancis juga. Jin Sang menegaskan kalau sudah melakukanya Soo Kyung mengumpat.
Sejak semalam,  aku sudah menelponmu ribuan kali.  Kau keras kepala sekali.  Kenapa kukuh tidak menjawab telponku ? Apa Kau mau berkelahi denganku ?” ucap Jin Sang kembali mengunakan bahasa korea.
Aku tidak perlu menerima telponmu.” Tegas Soo Kyung
Saat kau mengusirku dari rumah,  bukankah kita masih bisa jadi kakak adik ?” ucap Jin Sang
Soo Kyung mengejek itu lucu karena  Mana mungkin bisa begitu. Jin Sang mengeluh kalau tak menyangka Soo Kyung bisa sedingin ini. Soo Kyung menyuruhnya untuk pergi sekarang, lalu kembali mengunakan bahasa Prancisnya mengomel Mana ada orang yang tidur dengan lelaki, lalu hamil dan melakukan semua ini dan akhirnya tetap jadi kakak adik.
Direktur Lee tahu kalau Manager Sung itu dulu jurusan bahasa Perancis, lalu bertanya apa yang sedang mereka bicarakan. Manager Sung mengatakan sama sekali tidak mengerti. Soo Kyung menyuruh Jin Sang untuk enyah lalu berjalan pergi. Jin Sang hanya bisa menghela nafas lalu akhirnya berteriak di lorong.
Baiklah ! Kalau kau tidak mau jadi kakak adik lagi.  Kita tidak usah ketemu selamanya.  Aku tidak masalah.  Memangnya itu sulit ?! Hore ! Kita tidak perlu ketemu ! Jangan sampai mengubah pikiranmu nanti !” teriak Jin Sang lalu beranjak pergi. 

Soo Kyung dkk langsung berlari dan masuk ke dalam lift, orang yang ada didalam lift ikut binggung lalu bertanya apa yang terjadi. Saat pintu lift tertutup, terlihat seseorang menahan dengan tanganya. Jin Sang sudah berdiri melihat SooKyung yang berdiri paling belakang dengan memalingkan wajahnya.
Ayo coba lagi....Berciuman ...” ucap Jin Sang dengan bahasa prancis. Semua yang ada di dalam lift melonggo karena tak mengerti. Manager Sung seperti mengerti mengajak semuanya untuk segera keluar. Beberapa pria lainya bingung karena harus pergi rapat tapi manager Sung menarik untuk segera keluar.

Jin Sang masuk menatapnya, map yang dipegang oleh Soo Kyung terjatuh, pintu lift pun tertutup. Direktur Lee ingin tahu apa sebenarnya yang dibicarakan keduanya. Manager Lee mengatakan kalau Jin Sang ingin menciumnya. Direktur Lee tak percaya melihat Jin Sang itu terlihat seperti orang normal dan juga masih muda, lalu menekan tombol lift ke atas.
Pintu lift terbuka terlihat Jin Sang dan Soo Kyung sedang berciuman dengan sangat hot sekali. Semua menjerit tak percaya, Manager Jung kembali menutup membiarkan agar keduanya bisa berciuman. Direktur Lee masih tak percaya menekan tombol lift, keduanya masih terus berciuman, semua menjerit tak percaya keduanya terlihat sangat hebat. Beberapa kali pintu dibuka dan tutup sampai akhirnya Manager Jung menarik tangan Direktur Lee agar membiarkan keduanya. 

Hae Young bertemu dengan Si cantik Hae Young mengucapkan terimakasih. Si cantik Hae Young pikir tak perlu karena memang yang ingin berkunjung tapi mengucapkan Terima kasih pada Hae Young, sudah minta tolong padanya. Hae Young tertunduk sedih, Si cantik Hae young menyakinkan kalau semua akan baik-baik saja jadi tak perlu ada yang dikhawatirkan. Hae Young pun kembali mengucapkan terimakasih banyak. 

Do Kyung baru saja minum di pantry tiba-tiba kupingnya seperti merasakan ada suara yang menusuk telinga, matanya melotot karena merasakan Tae Ji yang mengemudikan mobilnya seperti ingin menabraknya. Ia mencoba melihat sekeliling, dimatanya Tae Jin yang berusaha untuk menabraknya dengan mobil.
Akhirnya ia berjalan mundur ketakutan sampai membuat gelas diatas meja pun jatuh ke lantai. Park Hoon dkk melihatnya lalu bertanya apa yang terjadi dengan Do Kyung. Do Kyung tersadar kalau tadi hanya halusinasinya lalu menutup wajahnya.
Do Kyung keluar dari gedung kembali melihat Tae Jin yang mengejarnya dengan mobil, sementara ia berlari untuk menghindarinya. Akhirnya ia masuk mobil dan pergi. 
Do Kyung mondar mandir didepan ruangan dan terlihat gelisah. Dokter Kim bertemu dengan Prof menceritakan Do Kyung terus mendapat penglihatan dan Sepertinya akan kejadian jadi lebih baik menghipnotis saja, karena tak mungkin hanya duduk dan diam saja. Do Kyung masih duduk diluar lal menengok kearah kanan, seperti melihat ambulance yang datang dan ia sudah tergeletak dengan luka dikepalanya.
Saat malam, bunga putih berguguran.” Ucap Do Kyung, Prof bertanya bunga apa.
Mirip seperti bunga sakura.  Aku tidak yakin ... Ada yang meninggal. Penyanyi, Lee Byung Joon.” Kata Do Kyung masih bisa melihat di layar besar saat terbaring di aspal.
Do Kyung sudah di hipnotis dengan Prof yang duduk didepanya dengan wajah serius. Do Kyung bisa melihat di layar  [Big sale bulan Juni 2016] pelahan Do Kyung pun membuka matanya.
Beberapa saat kemudian Do Kyung keluar dari Praktek si prof,  Dokter Kim mengerjarnya bertanya apakah itu sungguh terjadi di tahun 2016 lalu menahanya pergi karena menurutnya bunga sakuranya tidak masuk akal. Do Kyung berhenti berjalan menatap dokternya. Dokter Kim mengajak Do Kyung untuk pergi  ke luar negeri saja untuk melarikan diri.
Dia tidak akan pergi keluar negeri untuk membunuhmu.  Ayo ke bandara sekarang.  Kau sekrang Pulang lalu ambil paspormu, Aku akan antar kau ke bandara.” Ucap Dokter Kim berjalan ke arah kiri
Do Kyung memilih untuk ke arah kanan dan naik ke mobilnya. Dokter Kim pun membiarkanya walaupun di wajahnya terlihat sangat khawatir. 


Do Kyung mengemudikan mobilnya sambil bergumam “Aku harus cerita padanya. Aku harus katakan sebelum terlambat.” Hae Young sedang meditasi menenangkan pikiranya, pesan dari [Oppa tetangga] Keluar, Aku akan antar pulang saat matahari terbit
Hae Young tersenyum bahagia membacanya lalu keluar dari rumah, Do Kyung sudah menunggu didepan rumah, keduanya tersenyum sambil melambaikan tangan. Hae Young berlari dan langsung memeluk pacarnya. Do Kyung pun menarik Hae Young untuk masuk ke dalam mobil. Keduanya terlihat bahagia meninggalkan rumah diam-diam dimalam hari. 

Hae Young sudah duduk diatas tempat tidur sambil menopang dagu menceritakan Selama bertahun-tahun, Ini kedua kalinya ada lelaki yang  memanggilnya keluar ditengah malam, yang pertama adalah seniornya saat masih kuliah.
Dia bukan tipeku Tapi, dia suka sekali padaku.  Dia pertama kali melihatku saat masa orientasi bahkan ingat kalau kami sudah papasan selama 7 kali.  Kami papasan di perpustakaan.  Yang ketiga kalinya di gerbang depan, yang keempat di ...” ucap Hae Young di potong oleh pertanyaan Do Kyung
“Apa Kau ingat kita pertama kali ketemu dimana ?” Tanya Do Kyung  
Mana mungkin tidak tahu ? Kita pertama bertemu di kafe bersama Hee Ran dan Kau membuat hidungku berdarah !” ucap Hae Young masih mengingatnya.
Bukan disana.” Kata Do Kyung, Hae Younb binggung kalau bukan disana lau dimana mereka bertemu pertama kali.
Sebelum itu kita pernah ketemu ... di jalan ... Kau juga berbalik melihatku. Apa kau Tidak ingat ?” ucap Do Kyung masih mengingat saat Hae Young berpapasan dengannya lalu sempat menengok, Hae Young bertanya dijalan yang mana.
“Jalan Ye Yi Do, di depan kantor pos.” Kata Do Kyung, Hae Young pun ingat pernah lewat sana.
“Ada apa ini sebenarnya?! Jadi kau melihatku pertama kali di jalan  lalu jatuh cinta pada pandangan pertama dan selalu mengingatku ?” ucap Hae Young kegeeran.
Tidak… Bahkan sebelum itu, aku sudah melihatmu.” Ucap Do Kyung, Hae Young bertanya bagaimana bisa
Wajahmu selalu muncul di kepalaku, meskipun kita belum bertemu Lalu aku melihatmu di jalan. Akhirnya ketemu di kafe” jelas Do Kyung
Hae Young binggung Mana mungkin dirina muncul di kepalanya kalau belum bertemu. Do Kyung pikir terjadi begitu saja tanpa alasan, seperti mirip kenangan. Hae Young terdiam mendengarnya, Do Kyung mengaku terus merindukannya dan melihat Hae Young  pindah keruang sebelah  sebelum pindah.
Aku tidak melihat yang lain, Hanya dirimu. Awalnya, aku kira melihat masa depan. Aku kira, diriku punya kemampuan khusus.  Tapi akhirnya aku tahu ... apa yang aku lihat ... kenapa aku melihat dirimu.” Ucap Do Kyung, Hae Young ingin tahu alasan Do Kyung bisa melihatnya
Di masa depan ... Saat aku sekarat .. itu semua adalah kenangan terakhirku.  Semuanya muncul seperti kilatan dan Semua itu yang kulihat.” Jelas Do Kyung, Hae Young seperti binggung maksudnya Di masa depan
Sebelum aku mati.... aku hanya memikirkan dirimu.” Ucap Do Kyung, Hae Young sempat terdiam seperti patung mendengarnya.

Pikiran Do Kyung seperti melihat saat dirinya terbaring diaspal dengan luka dibagian kepalanya dan mengingat saat pertemuan pertama kali dengan Hae Young dijalan,
Karena aku sangat rindu padamu ... perasaan itu berjalan melintasi waktu.  Dokterku bilang hal ini tidak mustahil.  Kenanganku menjelang kematian, kita tidak pacaran tapi putus.  Kau pindah dari sini dan kita selesai. Saat aku sekarat maka Aku paling menyesali hal itu.  Kenapa aku selalu menahan perasaanku.  Kenapa aku selalu khawatir dan cemas pada segala hal ? Padamu.... Aku mengatakan hal yang berlawanan dengan isi hatiku.” Cerita Do Kyung
Do Kyung mengingat saat di pengelihatanya mengatakan akan beri berapapun dan tak mau menahan orang yang ingin pergi. Setelah itu saat mereka putus dengan sinis meminta maaf karena sudah mengenalinya. Ketika dirumah sakit pun berpesan agar jangan sampai sakit dengan tatapan dinginnya.
Apa yang sesungguhnya diinginkan hatiku ? Dengan Melupakan semua harga diriku.  Apa yang paling diinginkan oleh hatiku ? Apa yang sesungguhnya ingin aku katakan ?” kata Do Kyung ingin mengakuinya.

Do Kyung menceritakan saat dengan rendah hati, meminta  agar Hae Young kembali tinggal dirumahnya. Lalu ketika dirumah sakit setelah meluapkan perasaanya meminta maaf karena semua itu yang dirasakanya sekarang da mengaku sakit karena menahan ingin memeluk Hae Young.
Makanya kita bisa kembali berpacaran.  Aku belum pernah sungguh-sungguh mengungkapkan perasaanku.  Aku terkejut karena kau sangat terus terang.  Apa tidak masalah jika wanita seperti itu ? Tapi ... Aku menyukainya.... Aku tersentuh. Kalau aku mati tanpa merasakan cinta seperti itu. Aku pasti sedih sekali. Sekarang ... kalaupun aku mati  Aku tidak akan menyesal, Terima kasih...” Akui Do Kyung dengan mata berkac-kaca. Hae Young tersenyum mendengarnya.
Kalau semua ini benar ... ini sungguh kisah yang hebat.  Jadi apa kau tidak akan menikah ? Apa Karena aku satu-satunya yang kau ingat saat sekarat ?” tanya Hae Young terdengar masih tak percaya

Do Kyung pikir mungkin seperti itu, Hae Young mengodanya sambil berbaring kalau Do Kyung itu tidak menikah, karena tidak bisa melupakannya, lalu bertanya-tanya apakah harus mempercayai cerita itu. Do Kyung hanya menatapnya, Hae Young mengerti ternyata Do Kyung memanggil tengah malam karena ingin cerita tentang ini menurutnya itu pasti benar, lalu bertanya apakah semua cerita itu benar. Do Kyung mengangukan kepalanya. 
Hae Young pun mengatakan mempercayainya, Do Kyung tersenyum lalu berjalan mendekatinya, membiarkan Hae Young berbaring diatas lenganya. Keduanya pun saling berpelukan. Hae Young bertanya apakah Do Kyung tahu kalau selama ini memiliki sebuah diary. 

“Itu Karena tiap hari aku sangat bersyukur.  Ini pertama kalinya, lelaki yang kucintai setengah mati, mengisiku dengan cinta sebanyak ini.  Jadi setiap hari aku menulisnya di diari.  Aku harus merekam semua kenangan. Setiap hari aku dicintai. Jika hari ini aku mati, aku tetap bahagia.” Cerita Hae Young
Do Kyung mengucapkan terimakasih, Hae Young juga mengucapkan terimakasih dengan mengelus jari telunjuk pada tangan Do Kyung yang memeluknya erat. Keduanya berpandangan lalu saling mengecup bibir. Do Kyung tiba-tiba menahan tanan Hae Young dengan posisi berada diatasnya, Hae Young menutup matanya lalu Do Kyung mulai menciumnya dengan mengengam tangan Hae Young erat. Keduanya lalu berpindah posisi dengan Hae Young berada diatas tubuh Do Kyung dan terus berciuman. 

Ibu Hae Young menanak nasi dengan mengunaka presto didapur. Hae Young baru pulang mengendap-ngendap masuk ke dalam kamar, belum sempat masuk kamar suara Ibu Hae Young terdengar menyuruh Do Kyung masuk untuk sarapan bersama. Hae Youn melonggo melihat ibunya seperti tak percaya. Do Kyung terlihat masih menunggu didepan pintu rumah setelah mengantar Hae Young.

Akhirnya mereka berempat sarapan bersama walaupun dalam suasana hening, Hae Young melirik kedua orang tuanya. Ibu Hae Young menghela nafas panjang sambil mengeluh nasib apa berikan padanya ini, sambil menaruh daging babi diatas mangkuk Do Kyung.
Do Kyung seperti tersentuh dengan mata berkaca-kaca memakan daging pemberian dari ibu mertuanya. Tuan Oh dan anaknya ikut binggung melihat sikap Nyonya Hwang. Akhirnya Tuan Oh pun memberika sup tauco pada calon mantunya, Do Kyung pun mencobanya. Semua makan dengan keadaan diam. 


Tae Jin mengantar temanya bertanya kapan Chan Soo akan pulang, Chan Soo yang sibuk dengan ponselnya melihat perkiraan cuaca, mengatakan akan tahu kalau sudah disana karena perlu bertemu dengan orang dari Tiongkok lalu mengeluh Tiap hari pusing hanya mengirim dokumen. Tae Jin menatap temanya, lalu melihat ke sepatu yang dilepaskannya.
Ingatanya kembali saat di rumah Tuan Jang melihat sepatu yang sama ada didepan ruangan. Chan Soo masih sibuk dengan ponselnya.
Kau mau naik pesawat, kenapa memeriksa cuaca laut barat?” tanya Tae Jin heran, dari wajahnya terlihat menahan amarahnya. Chan Soo hanya melirik tanpa menjawabnya. 

Tae Jin masuk kantor langsung binggung karena beberapa orang sudah membereskan berkas dan dimasukan ke dalam kardus. Di ruangan Chan Soo pun semua barang akan disita, seorang pria duduk dengan wajah sinis lalu berjalan keluar. Tae Jin menahanya bertanya apa sebenarnya yang terjadi.
Lee Chan Soo mengambil semuanya dan kabur.  Kau juga sidaj dikadali ! Saat kau di luar negeri mengembangkan pasar asing.  Dia memanipulasi penjualan dan mendapat investasi dimana-mana. Ketua Jang tahu itu dan menarik investasinya. Tapi Dia tidak ingin kau tahu Makanya dia mengeluarkanmu !” teriak Si pria terlihat sangat marah lalu keluar ruangan.
Tae Jin menahan amarahnya dengan mengepalkan tanganya, lalu mencoba pergi ke rumah Tuan Jang tapi hanya diterima oleh mesin pesan kalau Ketua Jang terlalu lelah untuk menemuinya. Ia pun mulai mengumpat lalu mencoba menelp Chan Soo tapi ponselnya tak aktif. 

Mobil Tae Jin sudah sampai di pelabuhan, sambil mengumpat bajingan dan siap memberikan pelajaran pada temanya. Chan Soo terlihat berjalan didepan sebuah jembatan seperti kebingungan. Tae Jin sudah turun dari mobil lalu dengan nada menyindir bertanya mau kemana temanya itu. Chan Soo sempat menengok dan melihat Tae Jin berjalan mendekatinya memilih untuk berjalan cepat dan kabur .
“Apa Kau Tidak naik pesawat ?” sindir Tae Jin lalu berteriak memanggil temanya yang berusaha menghindarinya.
Aku kira bisnis kita sungguh berkembang dan barang kita laku keras, Chan Soo. “ kata Tae Jin, Chan Soo mengejek apakah barang mereka bisa sehebat itu da menegaskan kalau dari dulu tak pernah mau bisnis tapi cuma ingin uang dan kabur.
Tae Jin terus berjalan mengikuti temanya merasa kalau Chan Soo itu sudah gila, Chan Soo pun meminta maaf dengan bahasa informal. Tae Jin berteriak marah kalau seharusya Chan Soo meminta maaf dengan cara formal. Chan Soo pun mengikuti perintah Tae Jin meminta maaf dan langsung berlari cepat untuk kabur. Tae Jin bisa mengejarnya dan langsung menendangnya.

Chan Soo pun terjatuh sebelum masuk kapal, lalu berusaha memukul Tae In dengan tas tapi yang terjadi malah kena pukulan Tae Ji da kembali terjadi. Tae Jin bertanya apakah Chan Soo yang bicara ke Direksi untuk menggugatnya dan memenjarakannya. Chan Soo berteriak kalau seharusnya Tae Jin itu tutup mulut dan mundur jadi Presdir, karena hanya berpikir soal pernikahan,  jadi buat apa berusaha keras.
Aku berusaha keras karena mau menikah ! Lalu, apa masuk akal kalau aku bukan Presdir dari Perusahaan Han Tae Jin ?!” teriak Tae Jin marah, Chan Soo tertawa mengejek.
“Kau bilang Presdir apaan ? Apa Kau kira barangmu hebat ? Karena kau lamban sekali ... maka Ketua Jang menyeretmu kesana kemari.” Ucap Chan Soo mengejek, Tae Jin  mengumpat binggung
Kau dan Park Do Kyung  sama-sama jadi mainan Ketua Jang. Satunya batu putih, satunya lagi batu hitam. [Mengacu pada permainan baduk] Tapi setidaknya orang itu menang dalam hal cinta.  Dan Kau pecundang ...” kata Chan Soo tertawa mengejek
Tae Jin sempat terdiam memikirkanya, Chan Soo mengambil kesempatan untuk kabur tapi Tae Jin kembali menendangnnya, memukul dan melampiaskan semua amarahnya karena ternyata selama ini Chan Soo sudah membohonginya dengan Tuan Jang. 


Do Kyung menelp Hae Young mengajak pergi liburan hari ini.  Hae Young mengatakan Hari ini tidak bisa langsung pergi lalu berpikir pergi hari jumpat saja, tapi akhirnya setuju untuk pergi hari ini.  Do Kyung tersenyum mendengarnya, Hae Young pun berjanji akan bertemu lagi nanti, setelah menutup telpnya wajahnya terlihat gundah lalu memilih untuk keluar ruangan dengan membawa berkas. 

Hae Young membuat salinan berkasnya lalu tiba-tiba teringat saat Do Kyung datang kerumahnya mengembalikan ponselnya dan bertanya kalau merasa penasaran, Apa kau tahu ... dimana rumahku ? Hae Young terdiam karena memang sebelumnya belum pernah bertemu.
Do Kyung marah-marah sambil berteriak Kau kenapa ? Kenapa kau selalu muncul di kepalaku ? Kenapa aku melihatmu terus ?! Lalu  saat mabuk ia bertanya apakah Do Kyun mengupingnya tapi waalaupun menguping,  Do Kyung tidak tahu suara siapa itu. Hae Young terdiam mengingat kalau Do Kyung berpikir, seandainya dirinya sekarat.
Lalu ibunya yang mengancam saat datang ke pernikahan sepupunya Aku bilang begini padanya "kalau dia akan menikahimu meskipun dia akan mati, maka datanglah ke pernikahan Suhee Kalau tidak, jangan datang."  Tapi Dia tidak datang !
Hae Young mengingat pertemuan mereka kembali dirumah sakit dan pergi ke danau  Seandainya aku sedang sekarat ...ini bukan masalah lagi,   Tidak perlu berhati-hati. Aku akan ikut kemana hatiku pergi. Jangan menahan diri, ayo lakukan.
Do Kyung memeluk Hae Young dengan wajah babak belur meminta maaf karena tidak bisa ke pesta pernikahan dan mengatakan punya alasan. Lalu berjanji Sampai mati tidak akan meninggalkannya. Hae Young memeluk dirinya sendiri seperti merasa merinding karena yang diceritakan Do Kyung itu memang benar.
Hae Young membaca pesan dari Tae Jin Aku tidak akan minta kau memaafkan aku.... Maafkan aku” wajah Hae Young berubah jadi tegang.  Bunga diruangan Hae Young pun jatuh berguguran seperti suatu pertanda. 


Do Kyung keluar dari kantornya, lalu melihat Tae Jin dengan mata mendelik marah sudah ada didalam mobil. Keduanya saling menatap, Hae Young berlari dari kantornya berharap yang dipikirkanya tak akan terjadi. Do Kyung menatap dalam Tae Jin yang ada di dalam mobil.
Tae Jin menatap dalam Do Kyung dengan mata sinisnya mengingat kata-kata Hae Young Aku yang menyukainya lebih dulu, Aku memohon agar dia suka padaku. Jangan pukul dia... Aku mohon.Lalu perkataan Chan Soo yang mengejeknya  Tapi setidaknya orang itu menang dalam hal cinta dan Kau pecundang Komentar si cantik Hae Young Kau ... masih jauh dibandingkan Park Do Kyung.Tangan Tae Jin sudah siap memasukan gigi mobilnya
Do Kyung mengeluarkan ponselnya menelp Hae Young mengatakan sudah merekam sebuah lagu dan mengungkapnya kalau mencintainya dan menyesal karena mereka belum pernah foto bersama. Tae Jin sudah memasukan gigi mobilnya dan langsung melajukan mobilnya dengan cepat. Do Kyung menjatuhkan tasnya dan mencoba untuk kabur menghindarinya.
Hae Young terus berlari dengan suara nyanyian Do Kyung yang sengaja direkam pada malam hari dengan lagu yang sama saat umur 6 tahun.

Seperti mimpi di musim semi, kau datang padaku.  Kukira kau akan denganku selamanya. Saat musim semi di pantai, membuat istana pasir bahagia. Namun ombak, telah menerpanya. Aku tak masalah jika kau pergi. Aku tak masalah jika dilupakan. Hatiku selalu, jadi milikmu ...
Do Kyung terus berlari menghindari sampai ke jalan besar, mobil Tae Ji terlihat semaki mendekat. Terlihat foto penyanyi Lee dengan seseorang yang tanganya terlihat gemetar. Do Kyung akhirnya berhenti berlari seperti membiarkan Tae Jin untuk menabraknya. Prof yang membantu Do Kyung terlihat menahan kaki Penyanyi Lee dengan sekuat tenaga.

Saat itu juga mobil Tae Jin berhenti, lalu Tae Jin keluar dari mobilnya dengan mata berkaca-kaca. Keduanya saling menatap, Tae Jin melirik ke arah bawah dan melihat sepatu kets yang digunakan Do Kyung. Ia teringat saat hampi jatuh dari tangan penyebarang seseorang menariknya dan hanya melihat bagian sepatunya saja karena sedang mabuk.
Tae Jin seperti sadar kalau yang menyelamatkan adalah Do Kyung, lalu mulai mengumpat. Akhirnya ia kembali masuk mobil dan memundurkanya lalu memilih untuk pergi. Do Kyung terlihat membungkuk dengan nafas terengah-engah. 


Beberapa saat kemudian sudah berjala di pinggir jembatan dan terdiam melihat Hae Young yang berlari kearahnya dengan wajah ketakutan. Hae Young pun sadar Do Kyung berdiri di depanya tak terjadi apapun. Keduanya lalu berlari dan langsung berpelukan.
Prof bisa menyelamatkan penyanyi Lee dari bunuh diri, meminta agar  Tetap hidup ... Lebih lama lagi. Penyanyi Lee mengaku selama ini terus menderita dengan tatapan kosongnya.
Hae Young dan Do Kyung saling berpelukan sambil menangis diatas jembatan, lalu Hae Young mulai menciumanya setelah itu kembali berpelukan. Do Kyung melihat ke layar lebar melihat berita [LEE BYUNG JOON MENDADAK MEMBATALKAN KONSERNYA] bukan meninggal seperti yang dilihatnya.
Do Kyung masih merekam suaranya sebelum meninggal sebagai kenanganya.
Aku tidak bisa memberi cinta yang lebih dan lebih. Aku menyesali semuanya ... Aku masih cinta padamu ... Aku cinta padamu selamanya.
bersambung ke episode 18

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar