Rabu, 20 Juli 2016

Sinopsis Doctors Episode 9 Part 1

Hye Jung berlari berkeliling dan Ji Hong berusaha mengejarnya, sampai akhirnya Hye Jung berbaring ditengah lapangan mengaku  sudah tidak sanggup lagi. Ji Hong duduk disampingnya menatap Hye Jung lalu ikut berbaring dan menyuruh untuk melihat bintang yang bertaburan, Hye Jung tersenyum, Ji Hong melihat semua bintang terlihat cantik. Hye Jung mengangguk setuju.
Hye Jung. Tanganku panjang, kan ? Kau bisa memakai tanganku.” Ucap Ji  Hong mengoda, Hye Jung menjerit kata-kata Ji Hong membuatnya merinding.
Akhirnya Hye Jung menaruh kepalanya di pergelangan Ji Hong lalu gurunya itu menjerit kesakitan dan mengeser agar Hye Jung berbaring lebih ke atas. Hye Jung tertawa, keduanya berbaring dengan sangat dekat. Mata Hye Jung tiba-tiba merasakan lelah dan akhirnya tertidur dengan memiringkan tubuhnya. Ji Hong perlahan mengelus rambutnya lalu menatapnya dan kembali melihat ke langit sambil tersenyum.
Jika membalas dendam, kau dapat menemukan kedamaian dari rasa sakit dan amarah. Amarah membantumu menemukan kedamaian dan kekuatan untuk maju.  Aku, tidak dapat terus beristirahat sampai tujuanku tercapai. Tapi disisi lelaki ini, aku terlelap. Gumam Hye Jung 

Seo Woo meminta agar Dokter Pi membuka botol vodka, Dokter Pi mengambilnya menyuruh Seo Woo agar berhenti. Tapi Seo Woo merengek meminta agar Berhenti minum karena sudah banyak minum. Soon Hee akhirnya datang mengomel karena keduanya belum pergi padahal harus segera menutup restoran sekarang.
Kau datang telat tapi tidak mau pulang.” Ucap Soon Hee kesal pada Seo Woo
Semua ini karenamu.” Kata Seo Woo, Soon Hee mengerti dan akhirnya meminta maaf karena meladeni temanya yang sedang mabuk.
Apa itu ? Kau bersikap sarkastik, ya ? Hei... Dia sarkastik padaku !” jerit Seo Woo marah, Soon Hee pun meminta tolong pada Dokter Pi untuk melakukan sesuatu pada temanya.
Aku juga belum pernah melihatnya begini, jadi tidak tahu harus bagaimana.” Ucap Dokter Pi kebinggungan
Soon Hee makin kebingungan, Dokter Pi akhirnya mengajak Seo Woo segera pergi dengan membawakan tasnya, Seo Woo merengek tak mau pergi bahkan mengancam akan meledakan restoran milik temanya. Soon Hee binggung kenapa Seo Woo bersikap jahat padanya.

Semua ini salahmu. Kalau kau tidak membawa Hye Jung kemana-mana ,semua ini tidak akan terjadi dalam hidupku.” Ucap Seo Woo menyalahkan temanya, Dokter Pi menyuruh Seo Woo menaruh botol bir dan lekas pergi.
Kalau mau meledakkan tempat ini, besok saja.  Kau perlu beli bom dulu.  Pergi ke toko peledak dan beli bom.” Ucap Soon Hee membantu Seo Woo berjalan dengan Dokter Pi.
Setelah Seo Woo pergi, Soon Hee mengumpat Seo Woo itu  pembuat onar ketika akan membereska meja, tiba-tiba Dokter Ahn bangun dan berteriak “22”. Soon Hee kaget karena masih ada orang lagi di dalam restoranya lalu bertanya siapa orang itu. Dokter Ahn memberitahu namanya Ahn Joong Dae. Soon Hee bertanya apa yang mau ke berikan padamu.
“Apa Semuanya sudah pulang ?” tanya Dokter Ahn akhirnya berdiri melihat restoran sudah kosong, Soon Hee berteriak sudah dan menyuruh Dokter Ahn segera pergi.
Kenapa cuma aku yang tertinggal ? Tapi, apa disini ada ramyeon ? Aku lapar setelah bangun tidur.” Kata Dokter Ahn, Soon Hee berteriak marah tak akan memberikanya. Dokter Ahn yang sudah duduk akhirnya jatuh terjungkal karena kaget. 

Dokter Choi akhirnya membuka mata dengan melotot, lalu tersadar sudah ada di rumah sakit. Dokter Kang datang mengomel apa yang sudah dilakukan juniornya. Dokter Choi bertanya apa yang ada ditanganya.  Dokter Choi berteriak kalau itu Ini cairan glukosa.
Menurutmu memang apa ? Kau bilang jago minum.  Omong kosong apa itu ? Apa Kau bohong ?” ucap Dokter Kang marah, Dokter Choi seperti baru sadar kalau setelah minum langsung pingsan.
Ini soal hidup dan mati.  Kau bisa selamat karena Ahn Joon Dae membawa perlengkapan intubasi.  Kalau tidak ...” ucap Dokter Kang heran melihat juniornya malah kembali tidur.
Aku lagi sakit jadi Kalau sakit harus tidur.” Ucap Dokter Choi mengambil kesempatan untuk tidur.
Dokter Kang ingin memukul, Dokter Choi memperlihatkan infus yang tergantung. Dokter Kang tersenyum lalu menyuruh juniornya untuk kembali tidur dan pergi. Dokter Choi binggung melihat seniornya tiba-tiba bersikap baik padanya. 

Ji Hong melemaskan otot-otot lenganya sambil memutar-mutar tanganya, Hye Jung pikir tanganya sakit karena berbaring tadi. Ji Hong menyangkal kalau ia cuma ingin memutarnya. Hye Jung masih khawatir menanyakan keadaan tanganya karena sadar kepalanya itu pasti berat.
“Apa itu kepalamu ? Aku pikir hanya bulu.” Goda Ji Hong merasa kepala Hye Jung hanya seberat bulu.
Terima kasih dokter. Sudah lama aku tidak tidur nyenyak. “ ungkap Hye Jung

Soon Hee melihat Hye Jung baru pulang dan mengomel kalau ini terlalu larut untuk pulang ke rumah. Ji Hong berkomentar Soon Hee itu berkata seperti seorang kepala sekolah pada muridnya.  Soon Hee menegaskan kalau ia adalah  wali dari Hye Jung.  
Belakangan ini banyak sekali orang aneh.  Waktu itu disaat hujan ... Aku dengar ada gadis dan lelaki gila  menari di taman. Bagaimana kalau Hyejung-ku bertemu dengan orang aneh macam mereka ?” Ucap Soon Hee, Hye Jung dan Ji Hong hanya diam karena yang di ceritakan itu mereka berdua.
Ji Hong tak bisa berkata-kata lagi akhirnya memilih untuk pamit pergi saja. Hye Jung buru-buru menuruni tangga masuk ke dalam rumah. Soon Hee berbicara sendiri kalau ada orang yang bertemu dengan Hye Jung pasti sial karena bisa kena pukul lalu tersadar temanya sudah masuk rumah lebih dulu dan berteriak meminta agar menunggunya. 


Hye Jung sudah berganti pakaian dengan memastikan kalungnya masih menempel di lehernya, lalu mendekati temanya bertanya kenapa baru menutup restoran malam sekali dan sudah lewat jam tutup took dari biasanya. Soon Hee menceritakan Seo Woo mendadak muncul dan bikin keributan.
Dia tidak muncul saat pesta, ternyata datang terlambat.  Lalu Dia mabuk sekali saat pergi dan Dokter Pi Young Gook membawanya.  Dia baik sekali, selain itu tinggi dan tampan.” Uca Soon Hee kagum
“Aku raa Young Gook sepertinya tipemu?” komentar Hye Jung, Soon Hee tak menyangka kalau Hye Jung mengetahuinya. Hye Jung mengatakan kalau ia sudah pasti mengetahuinya.

“Kau Harusnya sering-sering membawanya.  Jangan cuma kau sendiri yang berkencan, Aku juga ingin sepertimu yang berkencan” ucap Soon Hee.
Ini yang namanya berkencan ?” ucap Hye Jung yang belum pernah merasakan berkencan.
Oh ! Apa Kau ingat lelaki tinggi yang datang telat ? Itu lelaki yang mirip anjing Siberian Husky” kata Soon Hee, Hye Jung menyebut nama  Dokter Jung Yoon Do.
“Jadi Namanya Jung Yoon Do ? Dia sedikit aneh.... Emm... dia menatapmu dan guru Hong sepanjang waktu.  Sebenarnya yang mana yang dia suka ? Aku taruhan 500 won kalau dia suka padamu.” Ucap Soon Hee yakin, Hye Jung hanya diam saja. 


Yoon Do berlari mengeliling  area rumahnya dan duduk didepan rumah sambil mengatur nafasnya, lalu melihat Ji Hong datang datang sambil bertanya apakah baru pulang. Ji Hong merasa Sepertinya Yoon Do marah karena ia baru pulang lalu bertaya apa yang sedang dilakukan malam hari bukannya tidur
Ada yang sedang aku pikirkan.” Ucap Yoon Do, Ji Hong bertanya apakahs udah selesai memikirkanya. Yoon Do mengatakan sudah .
Dokter, aku suka pada dokter Yoo Hye Jung.” Kata Yoon Do mengakuinya, Ji Hong heran kenapa Yoon Do malah mengatakan hal itu.
Aku dengar kau dan dokter Yoo Hyejung punya hubungan khusus.  Meskipun hubungan khusus berbeda dengan percintaan.  Aku dengar belum lama, hubungan kalian jadi hubungan antara lelaki dan perempuan.” Jelas Yoon Do, Ji Hong bertanya lalu kenapa.
Mungkin aku berpikir terlalu jauh. Kalian masih belum menikah.  Maka, aku yakin masih punya hak mendekati Hye Jung.” Kata Yoon Do Ji Hong bertanya apakah Hye Jung mengetahui hal ini, Yoon Do mengatakan sudah pasti Hye Jung mengetahuinya.
“Apa Kau kira aku cerita soal ini padamu lebih dulu sebelum padanya ?” ucap Yoon Do sinis.
Benar juga.  Lalu, kenapa kau cerita semua ini kepadaku ?” tanya Ji Hong seperti belum bisa mengerti

Aku sungguh tidak suka menusuk orang dari belakang.  Karena aku tahu diantara kalian ada sesuatu.  Aku bukan orang yang diam-diam ingin mencurinya. “ jelas Yoon Do 
Bagaimana caramu mencurinya ? Apa Kau kira akan kuberikan ?” kata Ji Hong percaya diri. Yoon Do binggung
“Aku menyukaimu, Kau itu jantan.  Lelaki harusnya seperti ini.  Tapi, asal kau tahu saja ... Aku seumur hidup belum pernah kehilangan sesuatu yang jadi milikku.  Aku senang karena kau tahu daya tarik Hye Jung.  Aku senang karena Hyejung tahu kalau dia populer di kalangan para pria.” Kata Ji Hong
Yoon Do binggung apakah Ji Hong itu tak cemas karena ia juga menyukai Hye Jung. Ji Hong pikir untuk apa cemas karena Yoon Do malah bisa membuat hubungan dengan Hye Jung menjadi semakin kuat. Yoon Do mengeluh melihat tingkah seniornya.  Ji Hong memberikan dukungan semoga sukses dengan usahanya lalu masuk ke dalam rumah. Yoon Do bingung melihat Ji Hong seperti memberikan perlawan dengan baik dan sangat percaya diri sekali. 
Kau tidak pernah tahu apa yang akan terjadi pada pria dan wanita sebelum mereka menikah ! Apa ini ? Rasanya aku sudah kalah sebelum berperang ?” ucap Yoon Do binggung 


Ji Hong mengambil sebotol bir dan berdiri didepan mesin boneka sambil menatap ponselnya, Hye Jung duduk dikamar sambil melihat catatan operasi milik neneknya, pesan masuk. Gambar anjing yang mengeluarkan tanda cinta, senyumnya terlihat berkomenta gambarnya sangat imut. 
Bagaimana mendapatkan emoticon seperti itu ? Aku hanya punya yang ini. balas Hye Jung dengan emoticon yang biasa
Besok ada rencana apa ?  Kau sedang libur. Tulis Ji Hong
Aku sibuk sekali dan Tidak akan ku bilang padamu” balas Hye Jung
Kalau begitu, besoknya ? tulis Ji Hong, Hye Jung membalas Aku mau belajar.
“Apa Bisa sisihkan waktu pagi untukku ? tulis Ji Hong, Hye Jung pun akhirnya setuju. Ji Hong pun tersenyum lalu mencoba kembali mengambil boneka dalam mesin. Hye Jung tersenyum melihat emoticon anjing yang gembira, setelah itu wajahnya terlihat serius melihat nama [KIM CHI HYUN]

[RUMAH SAKIT YANGJU GUKIL SELATAN]
Hye Jung menuliskan biodatanya lebih dulu dimeja receptionist dan terlihat sedikit ragu. Setelah itu masuk ke sebuah ruangan. Seorang pria datang menghampiri meminta maaf karena tidak bisa berikan data Kang Mal Soon. Hye Jung menanyakan alasanya.
Kami menghancurkan seluruh berkas yang berusia 10 tahun Jadi Semuanya sudah tidak ada.” Jelas si pria, Hye Jung mengangguk mengerti walaupun terlihat wajah kecewa tak bisa menemukan informasi sesuatu tentang neneknya. 

Hye Jung kembali ke mobilnya lalu menelp bagian  administrasi Rumah Sakit Gukil.  Ia menanyakan  lokasi Dokter Kim Chi Hyun, residen 13 tahun yang lalu. Perawat bertanya apakah yang dimaksud itu Kepala Bagian Kim Chi Hyun.
Akhirnya Hye Jung sudah menaiki eskalator rumah sakit dengan membawa amplopnya. Seorang perawat menahanya memberitahu  Sekarang masih ada pasien. Hye Jung memberitahu Junior dari Dokter Kim Chi Hyun. Dan hanya ingin mampir.  Perawat hanya bisa melonggo melihat Hye Jung masuk ruangan. 

Dokter Kim melihat Hye Jung yang datang tak mengenalnya lalu bertanya siapa. Hye Jung memastikan Dokter Kim adalah dokter bedah residen,  13 tahun lalu di rumah sakit Gookil. Dokter Kim tak percaya itu sudah 13 tahun yang lalu lalu bertanya bagaimana Hye Jung bisa mengetahuinya.
Aku dulu adalah wali seorang pasien.” Ucap Hye Jung
Tapi, waktu dulu sepertinya bukan aku. Kepala Bagian saat itu yang  seharusnya memberikan perawatan.” Kata Dokter Kim
Dokter yang mengisi berkas pasiennya, kan ?” ucap Hye Jung mengeluarkan lembaran kertas milik neneknya. Dokter Kim panik melihat berkasnya lalu bertanya siapa sebenarnya wanita yang ada didepanya.
Kenapa mendadak sensitif sekali ?” sindir Hye Jung
Kalau ingin bertanya ini, harusnya bawa surat resmi dulu.  Apa-apaan ini ?!” ucap Dokter Kim mulai mengomel menutupi rasa paniknya.
Jika aku meminta surat resmi, apa kau akan menemuiku ?” ucap Hye Jung sinis

Dokter Kim menegaskan bukan yang memimpin operasi jadi kenapa Hye Jung malah menemuinya. Hye Jung menegaskan Dokter Kim adalah dokter yang mengisi tabel pasien. Jadi ingin tahu segalanya yang terjadi hari itu di ruang operasi. Dokter Kim merasa tak mungkin  ingat kejadian 13 tahun yang lalu.
Aku sering melakukan operasi dan Pasienku ada juga yang meninggal saat operasi..” Tegas Dokter Kim
Meskipun tidak bisa ingat, kau harus memaksakan supaya ingat. Operasi 13 tahun lalu ini mungkin tidak berarti apapun padamu.  Tapi ada orang yang selalu mengingatnya setiap hari.” Ucap Hye Jung dengan mata melotot
Kau tidak bisa menggugat meskipun menemukan sesuatu.  Batas undang-undangnya sudah lewat, ini sudah terlambat.” Balas Dokter Kim
Aku tahu.... Meskipun ada kesalahan, hukuman legal tidak memungkinkan.  Tapi, hukuman legal bukan satu-satunya cara.” Ucap Hye Jung Dokter Kim bertanya apa yang dinginkan Hye Jung,
Permintaan maaf, kebenaran ... Membuat orang membayar kesalahannya.  Ini semua adalah aturan yang harus dipatuhi oleh masyarakat yang sehat. “ tegas Hye Jung
Pokoknya, aku tidak ada hubungannya dengan operasi ini dan Bukan aku pemimpin operasinya. Sekarang aku sibuk.” Ucap Dokter Kim sombong, Hye Jung akan meninggalkan surat milik neneknya serta nomor telpnya dan meminta Dokter Kim untuk memikirkan baik-baik lalu keluar dari ruangan. 


Hye Jung pergi ke sebuah toko kosmetik, memberitahu ingin terlihat lebi cerah jadi meminta dipilihkan warna yang cocok. Pegawai memberikan lipgloss untuk dicoba. Hye Jung pun mencobanya, Si pegawai menduga Hye Jung akan bertemu dengan pacarnya. Hye Jung mengatakan tidak karena ingin bertemu dengan neneknya karena Neneknya suka hal yang cantik. Si pegawai merasa iri karena neneknya itu sudah lama meninggal jadai akan memberikan banyak sample untuk nenek Hye Jung.
Akhirnya Hye Jung sampai ditempat abu milik neneknya dan membawa sebuket bunga kecil, Ia berbicara pada neneknya yang sangat menyukai bunga dan suka benda yang mungil dan cantik, tapi menurutnya selama ia meyukainya pasti neneknya itu juga akan menyukainya.
Saat nenek membelikan aku kalung ... nenek bilang, yang akan melihatnya.” Ucap Hye Jung sambil menangi menempelkan buket bunga.
Nenek, aku belum lupa. Hidup yang nenek cintai sampai akhir ... Aku tidak akan lupakan hidup itu.  Ahh... Kenapa aku terus bicara sendiri ? Mirip seperti nenek saja.  Aku rindu padamu.” Kata Hye Jung mengelus kaca yang didalamnya ada foto neneknya sambil menangis. 

Di dalam mobil
Dokter Jin meminta anaknya tak perlu mengejar laki-laki,  karena Tidak ada yang sayang pada Seo Woo melebihi sayang ayah padanya. Ia melihat  Yoon Do tidak punya etiket,  bersikap begitu pada orang yang lebih tua, kalau bukan karena melihata siapa ayahnya mungkin tak akan tinggal diam melihat sikap Yoon Do.
Tapi jangan jauhi dia.  Lelaki lemah pada wanita yang menunggunya.  kau Pura-pura saja menunggunya.” Pesan Dokter Jin
Mana bisa aku pura-pura ?” kata Seo Woo menatap keluar jendela.
Bisnis adalah cara orang menggerakan hati orang dengan berpura-pura.” Tegas Dokter Jin, Seo Woo menegaskan kalau ia adalah seorang dokter.
Kau dokter yang tahu soal bisnis.  Jangan fokus ke satu hal saja dan bersikap fleksibel.” Ucap Dokter Jin dengan mata liciknya. Seo Woo hanya bisa menghela nafas panjang. 

Hye Jung baru keluar dari rumahnya, melihat Ji Hong sudah menunggu didepan mobilnya menyapanya dengan senyuman lebar. Hye Jung pun tersenyum lalu Ji Hong membuka pintu mobilnya agar Hye Jung masuk.
Sebenci apa dirimu pada ikan sampai butuh bantuanku ?” ucap Hye Jung
Aku tidak benci. Hanya bosan.  Aku tidak ingin menghabiskan waktuku seharian dengan ayah.  Kalau ada kau, maka semuanya pasti akan beres.” Ucap Ji Hong yakin
Sesampai di parkiran Hye Jung melihat cara Ji Hong yang memarkira mobil dengan sangat sexy, Ji Hong melihat mobil ayahnya sudah ada jadi pasti ayahnya sudah datang lalu bertanya apakah Hye Jung mau turun sekarang. Hye Jung mengangguk. 
Tuan Hong sedang berjalan menyusuri pinggir danau dengan sekertarisnya, Ji Hong memanggil ayahnya dan memperkenalkan Hye Jung sebagai juniornya. Hye Jung memperkenalkan namanya. Tuan Hong merasa kalau Sepertinya pernah dengar nama itu
Apa dia yang waktu itu menelpon saat kita memancing ?” kata Tuan Hong, Ji Hong hanya bisa tertawa kalau ayahnya itu ternyata masih mengingatnya. Tuan Hong pun mengajak mereka jalan bersama-sama.
Apa yang kau suka dari Ji Hong-ku ?” ucap Tuan Hong, Hye Jung bingung. Ji Hong mengeluh Ayahnya malah membahas masalah itu. Tuan Hong mengejek kalau suka-suka dia mau menanyakan hal itu. Keduanya pun tertawa. 

Tuan Jin sudah berdiri di sebuah papan proyek pembangunan. Mobil anaknya pun datang, Dokter Jin dan Seo Woo turun menyapa Tuan Jin . Dokter Jin melihat ayahnya datang lebih awal, Tuan Jin mengatakan baru saja selesai golf dan ingin menunjukan hal hebat pada Seo Woo.
Disini adalah awal terwujudnya mimpi kita.  Perusahaan Medis Gukil.  Bagaimana menurutmu?” ucap Tuan Jin bangga pada cucunya.
Perjalanannya masih panjang.” Komentar Seo Woo
Tidak,ini sudah setengahnya.  Ayahmu dan aku sudah melakukannya. Dan Kau hanya perlu memanen buahnya, mengerti ?” kata Tuan Jin, Seo Woo mengangguk mengerti.
Aku akan jalani mimpi kakek, ayah dan aku, mulai sekarang.” Tegas Seo Woo,
Tuan Jin terlihat bahagia, Seo Woo nampak terpaksa melakukan semuanya. Tuan Jin bertanya pada anaknya apakah hari ini. Dokter Jin membenarkan jadi harus segera kembali karena harus melihat, bagaimana permainannya. 


Seorang pria seperti pemimpin berjalan di lorong rumah sakit dengan anak buah yang membawa kotak biru dan semuanya berdasi. Dokter Pi dan Dokter Choi yang baru keluar lift binggung apa sebenarnya yang terjadi. Dokter Choi melihat Di kotaknya tertulis Badan Pajak Nasional.
Akhirnya semua pria berdasi selesai bertugas dan keluar dari ruangan. Seorang pria dan Dokter Jin melihat dari atas, si pria tak menyangka akan sebesar ini. Dokter Jin menegaskan mengalami Rugi banyak demi pemasukan sedikit, menurutnya tak masalah kalau si pria menganggap mereka akan kehilangan lebih banyak karena menurutnya Ketua Hong sudah habis dengan senyuman liciknya. 

Ji Hong mempersiapkan makanan di meja lainya, Hye Jung duduk bersama dengan Tuan Hong lalu Tuan Hong bertanya apakah orang tua Hye Jung masih hidup melihat Hye Jung yang masih muda Pasti orang tuanya masih ada lalu merasa bersalah kalau sudah menanyakan hal seperti itu.
Ibuku sudah meninggal.” Akui Hye Jung
Aku sendiri, pasti semakin dekat dengan usia kematian.  Kapan pertama kali kau bertemu Ji Hong ?” tanya Tuan Hong, saat itu Ji Hong datang tanpa sempat Hye Jung menjawabnya.
Sup ikan pedas memang paling cocok jika ikannya ditangkap sendiri.  Berhentilah bertanya, Anak ini jadi gugup.” Komentar Ji Hong ternyata mendengarnya.
“Apa Kau gugup ?” tanya Tuan Hong, Hye Jung mengaku tidak lalu meminta agar menuangkan supnya. Ji Hong menolak karena ia yang akan menuankan sup ke dalam mangkuk.
Ya, tak perlu melakukanya. Kau hanya duduk diam saja biarkan dia yang berkerja” ucap Tuan Hong mengoda anaknya.
Ji Hong bertanya apakah Hye Jung bisa masak, Hye Jung mengelengkan kepala kalau tak bisa. Tuan Hong berkomentar itu tak masalah jadi Hye Jung hanya duduk saja. Ji Hong mengeluh ayahnya itu terlalu berlebihan, Tuan Hong pun tertawa lalu mengajak mereka semua untuk makan bersama. 

Saat itu ponsel Ji Hong bergetar, Dokter Kim menelp memberitahu Ada masalah kalau Badan Pajak Nasional datang kemari, mengenai saham milik Tuan Hong yang menjadi masalah besar. Ji Hong memberitahu sedang dengan ayahnya dan akan menghubunginya nanti. Lalu ia menatap Hye Jung yang sedang makan dengan ayahnya, wajahnya terlihat khawatir tapi mencoba tersenyum. Hye Jung pun memberikan senyuman pada Ji Hong.
Sementara Seo Woo pergi ke toko kosmetik ingin terlihat lebih berani jadi meminta riasan dengan gaya Smokey.  Pegawai melihat mata Seo Woo yang bagus jadi mengusulkan untuk Perona mata coklat cocok dan Eyeliner hitam, Seo Woo meminta segara membungkusnya.
Ji Hong berjalan di pinggir sungai memberitahu Supir ayah akan mengantar Hye Jung ke rumah sakit. Hye Jung pikir masih bisa naik taksi.  Ji Hong meminta maaf karena tidak bisa mengantarnya. Hye Jung merasa tak masalah baginya.
Haruskah aku bertanya ? Apa yang terjadi ? gumam Hye Jung merasa khawatir.
Hyejung, Terimakasih... Ayah sepertinya senang sekali.  Aku merasa bukan anak teladan, jadi rasanya sedih.” Kata Ji Hong
“Lebih baik Jangan tanya. Gumam Hye Jung mengurungkan niatnya 

Ji Hong akhirnya kembali, Tuan Hong bertanya apakah udah mengantar Hye Jung sampai naik mobil. Ji Hong mengangguk. Tuan Hong mulai berkomentar kalau semua ini konyol sekali karena Mana mungkin ia bisa merusak rumah sakit, menurutnya semua tidak masuk akal.
Seumur hidupku, aku kerja demi rumah sakit dan pasien.” Ucap Tuan Hong
Sepertinya ini rencana seseorang.  Kalau tidak, mana mungkin terlihat seburuk ini ?” komentar Ji Hong
Aku akan lakukan rapat direksi. Ini waktunya memutuskan.”kata Tuan Hong  
“Apa kau akan keluar ?” tanya Ji Hong, Tuan Hong menegasan harus segera keluar dari rumah sakit.
Aku yakin mereka senang, Orang yang merencanakan ini.” ucap Ji Hong sinis  

Dokter Ahn sedang asyik makan ramyon, Dokter Pi datang bersama Dokter Choi melihat juniornya itu seperti sedang bertarung makan karena banyak sekali makanan diatas meja. Dokter Ahn mengatakan kalau semua makanan miliknya jadi tak ada yang boleh memintanya. Keduanya langsung mengambilnya, Dokter Ahn mengeluh keduanya malah sengaja mengambilnya.
Aah Hyung, Hyungnim, apa rumah sakit kita akan hancur lebur ? Kalau pemerintah datang dan melakukan penyelidikan ...” ucap Dokter Choi kembali membahasnya, Dokter Pi yakin semua ini juga akan masuk berita.
Bagaimana kalau rumah sakit ini tutup dan kita jadi pengangguran ?” kata Dokter Choi khawatir
Tidak akan terjadi, Rumah sakit ini tidak mungkin ditutup.  Tapi Kita bisa dipecat.” Kata Dokter Ahn, Dokter Choi bertanya darimana bisa tahu seperti itu.
Aku belajar bisnis... Aku yakin, ada cerita lain dibalik ini.  Badan pajak Nasional biasanya tidak mengunjungi rumah sakit jadi Ada yang mengatur ini.” ucap Dokter Ahn yakin
“Ahh.. Benar, benar,  dia ganti jurusan ke kedokteran.  Jadi, menurutmu siapa pelakunya ?” kata Dokter Choi penasaran
Ada Direktur Hong dan Direktur Jin. Ini sebuah Gesekan kekuasaan.” Kata Dokter Ahn mencontohkan dengan kue lalu memakanya.
Dokter Pi menjerit tak percaya kalau ini pertama kalinya melihat juniornya bisa sepandai ini. Dokter Ahn hanya tersenyum, Dokter Choi yakin itu seperti sindiran untuk seniornya lalu menyuruhnya kembali makan yang banyak saja. Dokter Pi merasakan ponselnya bergetar lalu bertanya siapa kira-kira yang menelpnya.
Terlihat nama Seo Woo dilayar, Dokter Ahn berkomentar Seniornya memihak pihak yang tepat bahkan akan naik ke level professor,  Professor Pi. Dokter Pi berkomentar kalau Dokter Ahn menjadi Prof Dae yaitu Prof Dwaeji ( Babi ) lalu keluar ruangan. Dokter Choi ikut tertawa lalu ikut keluar. 


Seo Woo masuk lorong rumah sakit dengan celana pendek dan dandanan yang berbeda. Dokter Pi terlihat kaget bertanya apa apa sebenarnya dengan temanya. Seo Woo mengatakan mau belajar. Dokter Pi binggung temanya ingin belajar dengan pakaian seperti itu. Seo Woo membenarkan.
Disini rumah sakit.  Penampilanmu saat ini, bukan tampilan dokter.  Apa Kau mau memberontak melawan Dokter Jung ?” ucap dokte Pi
Memangnya dia siapa aku harus memberontak karenanya ?” kata Seo Woo, Dokter Pi bertanya lalu kenapa Seo Woo berpakaian seperti itu.
Aku mau hidup sesukaku.  Selama ini jadi orang baik, apa yang ku dapat sekarang ?” ucap Seo Woo benar-benar sakit hati. Hye Jung baru datang melihat dandan Seo Woo lalu melangkah pergi.
Aku selalu ada di sisimu,  kita adalah teman.” Kata Dokter Pi seperti berusaha menenangkanya. Seo Woo mengejek kenapa Dokter Pi berbicara seusuatu yang sudah pasti. 

Hye Jung melihat berkas diatas meja, lalu melihat Seo Woo masuk ruangan. Seo Woo menyindir Hye Jung yang terlihat kaget padahal ia masuk ruanganya sendiri. Hye Jung mengatakan baru ingin keluar. Seo Woo mengatakan mereka harus bicara.
Kau dan aku, mau sampai kapan seperti ini ? Kau pasti pernah melihatku di ruang konfrensi akademis Bedah Syaraf  Dan kau menghindariku ? Kalau tidak, mana mungkin aku tidak pernah melihatmu. Tidak banyak perempuan di bidang bedah syaraf.” Ucap Seo Woo
Benar, aku pernah melihatmu dan memang menghindarimu.  Aku mungkin membawa traumu bagimu, tapi kau juga begitu bagiku.” Akui Hye Jung, Seo menanyakan alasanya.
Karena aku suka padamu dan Aku iri juga padamu. Saat kau menerimaku sebagai temanmu, aku senang. Kejadian buruk diantara kita.  Aku baru tahu kalau kau ada di rumah sakit ini.  Aku menyiapkan diri untuk bertemu denganmu.  Meskipun begitu, rasanya tetap sulit saat bertemu denganmu.  Kau tidak menyiapkan diri, pasti lebih berat bagimu.” Kata Hye Jung

Aku tahu kau sudah merencanakan ini.  Kau datang kerumah sakit ini demi merebut semua milikku.  Kenapa ? Apa guru Hong tidak cukup ? Dulu kau juga tahu.  Kalau aku suka pada guru Hong.” Ucap Seo Woo sinis
Kau mungkin tidak percaya, tapi aku tidak tahu tentang hal itu.” Kata Hye Jung
Seo Woo tak terimak karena Hye Jung mengatakan kalau ia tak akan mempercayai perkataanya, menurutnya Hye Jung hanya berasumsi dirinya itu tidak akan percaya. Hye Jung menegaskan Alasan ke rumah sakit Goo Kil tidak ada hubungannya dengan Seo Woo. Seo Woo penasaran urusanya dengan siapa karena yakin Hye Jung kemari karena punya tujuan, kalu ia bisa mengerti tujuan itu maka akan mempercayainya. Hye Jung menegaskan tak akan bisa mempercayainya.
“Apa Kau ingin menyerah soal hubunganmu dengan aku ?” ucap Seo Woo, Hye Jung hanya diam, Seo Woo mengartikan tidak menjawa artinya jawabannya "yes"
Kita perjelas.  Saat ini, kau yang sudah menolakku.” Ucap Seo Woo, Hye Jung tak berkomentar memilih untuk pergi meninggalkan ruangan. 
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar