Minggu, 24 Juli 2016

Sinopsis Another Miss Oh Episode 17 Part 1

Aku cinta padamu.” Ucap Do Kyung, Hae Young terdiam dan berhenti melangkah, jantungnya berdegup sangat kencang.
Keduanya saling menatap, lalu sama-sama tersenyum. Do Kyung merangkul tangan pada pundak Hae Young, sementara Hae Young memeluk pinggang Do Kyung mengaku seperti merasa melayang diawan setelah mendengarnya. Keduanya berjalan dengan sebuah lagu yang di putarkan terlihat di dinding.
Hae Young mengejek akhirnya Do Kyung mengungkapkan juga dan  Butuh waktu lama. Do Kyung membalas Hae Young yang tak mengatakan apapun karena orang lain, biasanya bersikap berbeda. Hae Young bertanya haruskah memberikan jawabannya sekarang. Do Kyung mengangguk.
Aku juga,  mencinta Park Do Kyung ...” teriak Hae Young, seseorang lewat bisa mendengarnya. Do Kyung langsung meminta Hae Young menghentikan tak perlu menjawabnya, terlihat malu.
Kenapa ? Aku ingin menjawabmu.... Aku juga cinta Park Do Kyung ...” teriak Hae Young merasa semua orang harus tahu,Do Kyung kembali meminta agar Hae Young tak melakukanya. Hae Young binggung akhirnya Do Kyung berjalan memeluk erat Hae Young dengan hujan yang semakin deras. 

Di dalam bus
Hae Young senyum-senyum sendiri lalu saling menatap dengan Do Kyung yang duduk disampingnya. Hae Young merasa malang sekali karena serasa terbang ke langit seperti orang bodoh  setelah mendengar kata cinta dari Do kyung. Menurutnya itu karena Do Kyung tidak pernah memberikan apapun padanya. Do Kyung hanya bisa tersenyum.
Aku masih belum menjawabmu. Apa disini saja ?” kata Hae Young, Do Kyung memegang tangan Hae Young supaya tak melakukannya. Hae Young tak mau mendengar langsung membuka jendela
Aku juga  Cinta sekali pada Park Do Kyung ! Park Do Kyung milikku !” teriak Hae Young, Do Kyung langsung pindah ke tempat duduk belakang karena malu. Hae Young sadar Do Kyung sudah tak ada disampingnya, lalu berjalan pindah ke bangku belakang dan langsung merangkul, menyadarkan kepala di pundak pacarnya. Do Kyung hanya bisa tersenyum melihat tingkah Hae Young dan memegang erat tanganya.
[Episode 17-Aku Bisa Mati Hari Ini Tanpa Penyesalan]

Ibu Hae Young dan Tuan Oh baru selesai mencuci buah, ketika akan memindahkan mendengar sesuatu seperti orang yang sedang berciuman. Mata mereka langsung melotot kaget melihat anak mereka didepan pintu secara bergantian mengecup tangan kanan dan kiri Do Kyung. Sementara Do Kyung hanya bisa tertawa bahagia. Ibu Hae Young sempat sedikit lemas melihat tingkah anaknya.
Aku tidak ingin masuk rumah.  Apa Kita kerumahmu saja ?” ucap Hae Young mengoda.
Ibu Hae Young yang mendengarnya langsung menendang baskom membuat keributan. Hae Young sepertinya sadar kalau ibunya ada di halaman lalu memberikan kode agar Do Kyung segera pergi. Do Kyung berjalan pergi tapi sempat melihat Ibu dan ayah Hae Young lalu membungkukan badan, Hae Young mendorong Do Kyung untuk cepat pergi. Ibu Hae Young melotot marah melihat Do Kyung sampai pergi menghilang. Hae Young perlahan masuk ke dalam rumah, sempat melirik dan melihat ibunya masih melotot, akhirnya buru-buru masuk rumah. 

Tuan Oh pun bersama istrinya membawa buah yang sudah dicuci ke dalam rumah, Hae Young keluar kamar sudah berganti baju dan sempat kaget melihat ayah dan ibunya sudah ada diruang makan. Ibunya masih saja menatap sinis akhirnya Hae Young memilih untuk buru-buru masuk kamar mandi.
Ibu Hae Young yang kesal akhirnya memilih untuk mencuci kembali piring-piring yang sudah bersih. Tuan Oh membela diri kalau anak mereka itu sudah 32 tahun. Ibu Hae Young membalas kalau sudah  32 tahu apakah Hae Young itu bukan perempuan, menurutnya Hae Young Perempuan paling terbodoh sedunia.
“mmm... kau juga begitu waktu kita pacaran.”ucap Tuan Oh
Makanya itu dia tolol.” ucap Ibu Hae Young marah. Tuan Oh pun hanya bisa diam tanpa bisa membalasnya.

Do Kyung terlihat pulang ke rumah dengan bus dan masih tersenyum bahagia dengan yang dilakukan untuk Hae Young. Lalu membuka jendela dan mengucapkan Terima kasih. 

Jam setengah tujuh, weker dikamar berdering dengan keras tapi Hae Young mematikan lalu duduk diatas tempat tidurnya. Setelah itu duduk di meja belajarnya melihat ke arah cermin, memuji dirinya sendiri kalau wajahnya makin cantik saja.
Karena sedang jatuh cinta maka aku makin cantik.” Ucap Hae Young bangga dengan memegang wajahnya yang terlihat bersinar.
Ia berjalan ke halte bus, melihat bus yang dinaikinya akan berangkat langsung berteriak akan menunggu. Tapi supir bus tak mendengar dan langsung pergi. Dengan nafas terengah-engah sudah tahu pasti akan telat masuk kantor dan Paling hanya kena omel saja.

“Memangnya Kenapa kalau telat ? Yang penting cinta.” Ucap Hae Young penuh semangat lalu menatap langit sambil menghirup udara pagi, wajahnya benar-benar terlihat bahagia. 
Jin Sang tertidur di sofa kantornya dengan koper dan tas yang ada disampingnya. Do Kyung datang membangunkan temannya dengan menoyor kepalanya. Jin Sang masih tetap tertidur. Do Kyung berteriak sambil menarik jaketnya, Jin Sang akhirnya terbangun lalu tersadar kalau sekarang ada di kantornya.
Aku kira, aku ini mabuk dan pergi kerumahmu.  Aku kaget, dasar brengsek !” teriak Jin Sang kesal
“Apa kau tidak pulang kerumah ?” tanya Do Kyung
Kau tahulah, rumahku Banyak didatangi perempuan.” Ucap Jin Sang lalu mengeluh kepalanya terasa pusing. Do Kyung mengajak Jin Sang segera bangun dan mengajaknya untuk pergi ke Sauna.

Setelah dari sauna, Jin Sang mengatakan Hari ini berhati-hati sekali dengan membuka baju dulu,  baru buka celana karena berusaha meminta perhatian dari temanya tapi ternyata Do Kyung tak menyadarinya. Do Kyung hanya diam saja. Jin Sang tiba-tiba menarik baju Do Kyung dengan wajah tertunduk meminta agar memujinya karena membutuhkanya. Do Kyung mengelus kepala temanya dengan lembut lalu berjalan kembali.
Aku lelah....Aku bahkan tidak merasa senang meski sudah pesta semalaman.  Rasanya seperti jalan dengan cap "bajingan" di dahiku. Rasanya hatiku juga di cap kata itu.” Ungkap Jin Sang
“Kalau memang tahu begitu, kenapa pergi dari rumahku ?” komentar Do Kyung
Aku diusir dan tidak keluar sendiri.  Dia bahkan memberiku aba-aba agar tidak melihat kebelakang.  Dia bilang "Kiri, kiri, kiri ..."” keluh Jin Sang

Aku akan menikahi nuna, dan Kau tahu aku bukan bajingan besar. Tapi, nuna bilang begini ... "Jangan memaksakan dirimu menghadapi ini"” cerita Jin Sang sedih, Do Kyung sempat berhenti berjalan mendengarnya.
“Lalu Aku tertangkap basah saat merokok. Aku juga merokok saat gagal ujian advokat dan saat dipanggil wajib militer ...  Saat itu, kedua kalinya aku merokok lagi.  Dia sungguh bisa melihat diriku, Ini Memalukan sekali.  Aku merasa sangat bersalah.”ungkap Jin Sang dengan berusaha menahan air matanya lalu meminta Do Kyung untuk memeluknya.
Do Kyung melihat sekeliling lebih dulu dan sebagai teman yang terlihat sedih memberikan pelukan untuk menenangkanya. Jin Sang menangis meminta maaf karena menurutnya tingkahnya itu sangat memalukan. Do Kyung menepuk punggungnya, Jin Sang sambil menangis bertanya keadaan Soo Kyung sekarang. 

Soo Kyung sedang melakukan yoga dengan kepala dibawah dan membuat kakinya menyentuh lantai, lalu mensugesti anaknya untuk tak merasa kesepian. Lalu ia menarik kakinya ke atas dan menahanya, sambil berkata walaupun tidak punya ayah tapi punya ibu yang seperti ayah dan paman yang seperti ayah.
Meskipun kau butuh seorang ayah Ibu akan keliling dunia demi mencarikanmu, ayah terbaik yang pernah ada !” kata Soo Kyung membuat posisi lilin dengan karpet yoganya dan mengerakan kaki seperti sedang mengayuh sepeda.
Terdengar ketukan pintu, Soo Kyung langsung berguling dengan cepat memakai rok dan juga kemejanya setelah itu melempar karpet yoga dan mengunakan kembali sepatu hak tingginya, tak lupa merapihkan rambutnya dengan gayanya seperti pria maskulin tak lupa mematikan radionya. 

Manager Sung Jin memberikan laporan hasil analisa paruh pertama tren tahun ini. Soo Kyung dengan wajah sinisnya mengatakan  Kalau dari awal tidak bisa dibaca, berarti ada yang salah lalu menyuruh untuk mengulanginya dengan melemparnya. Manager Sung pun akan mengulannya. Soo Kyung juga meminta agar dibawakan kopi.
Setelah Manager Sung pergi, Soo Kyung kembali menyalakan radionya terlihat sangat menikmati kehamilanya walaupun tanpa suami. 

Do Kyung dan Sang Suk sedang serius mendengarkan suara pada adegan kejar-kejaran mobil. Disampingnya Park Hoon sibuk berbicara di telp. Do Kyun menyuruh Sang Suk untuk memasukan rekaman suara di bagian adegan yang diinginkanya. Sang Suk mengangguk mengerti.
Terdengar suara Park Hoon ditelp mengatakan tak perlu khawatir karena orang itu sudah pasti mengenal mereka semuanya, karena walaupun langit akan runtuh tapi pekerjaan mereka pasti akan tetap selesai dan beranji akan hubungi saat mereka pindah studio.  Do Kyung yang mendengarnya terlihat kaget.
Park Hoon menutup telp melihat tatapan wajah kakaknya lalu memberitahu  Joon Hee dan Ki Tae sedang cari studio baru seperti Tempat murah di basement atau sejenisnya dan memberikan info pada kakaknya kalau mereka  tidak akan pindah perusahaan.
Karena banyak yang mencari Presdir, aku yakin perusahaan bisa segera stabil.” Ucap Sang Suk yakin 

Nyonya Heo masuk ruangan melihat anaknya lalu menyindir kalau Do Kyung itu hebat karena masih bisa kerja. Do Kyung hanya bisa diam saja, Nyonya Heo mengejar anaknya memohon agar Minta maaf pada ketua Jang. Do Kyung mengatakan kalau semua itu tidak menyelesaikan masalah.
Suruh perempuan itu kembali ke asalnya Maka ini akan selesai.” Kata Nyonya Heo, Do Kyung meminta ibunya menyudahinya saja dan tak perlu membahasnya dan berjalan pergi.
“Apa Kau sedang menghukumku ? Apa Kau mau tunjukan kalau kau bangkrut karena ibu ? Apa Kau mau ibu merasa bersalah karena semua perbuatan ibu ? Begitukan ?!” teriak Nyonya Heo
Semua ini terjadi karena aku dan Bukan salah ibu.” Ucap  Do Kyung seperti pasrah menerima semuanya lalu berjalan pergi. Nyonya Heo binggung melihat sikap anaknnya. 

Nyonya Heo mondar mandir diruangan terlihat gelisah, lalu menelp Soo Kyung dengan panik bertanya apakah Do Kyung sedang sakit karena melihat tingkahnya itu sangat aneh dan merasakan pasti ada sesuatu.
Dia tidak marah padaku ! Pasti dia terjadi sesuatu, Cepat cari tahu.” Ucap Nyonya Heo menahan tangis dan terlihat benar-benar ketakutan. 

Hae Young sedang membereskan tasnya lalu melirik ke arah bunga yang diberikan Do Kyung lalu memujinya sangat bangga karena mereka semua itu  tidak layu. Dan mengajak ngobrol seperti adiknya sendiri, kala mereka itu bertahan demi menjaga perasaan kakaknya ini
Kalau malam jangan nangis sendirian. Besok, eonni akan datang lebih pagi.” Ucap Hae Young
“Lalu Bunganya bilang apa ? Jangan bicara dengan bunga.  Itu, terlihat lebih aneh dibanding menaruh bunga di kepalamu.” Ucap Manager Sung, Hae Young melirik sinis.
Semua pun sudah siap pulang setelah melakukan suit dan hasilnya  Sang Joo yang traktir makan malam. Hae Young pun siap untuk pulang dan Do Kyung menelp memberitahu baru saja akan pulang, bertanya kenapa menelpnya. Do Kyung mengajak untuk makan malam dengan kakaknya, Hae Young bertanya apakah itu maksudnya sang direktur.
Soo Kyung keluar dari ruangan berjalan didepan Hae Young menyuruh agar bicara pada Do Kyung tak perlu melakukanya. Hae Young hanya diam saja. 

Do Kyung datang bersama Park Hoon pulang kerumah, saat itu Hae Young dan Soo Kyung baru juga sampai rumah dengan mengunakan taksi. Park Hoon mengeluh kakaknya yang seharusnya bisa dijemput. Soo Kyung pikir untuk apa mereka bulak balik  karena bisa naik taksi.
Kau berbadan du... Maksudku...Kalian berdua. Jadi kami ingin menjemput.” Kata Park Hoon sadar kalau ada Hae Young yang belum mengetahui kakaknya itu sedang hamil.
Soo Kyung mengajak mereka untuk segera masuk, Hae Young pun mengambil tas plastik yang dibawa Do Kyung dan mengajak mereka untuk segera masuk. Park Hoon menahan kakaknya,  membahas kalau pacar Hae Young  yang sudah merusak studio mereka. Do Kyung menegaskan pacar dari Hae Young itu dirinya. Park Hoon mengumpat kakaknya itu sudah gila, Do Kyung memperingatkan adiknya Jangan katakan apapun kalau tidak akan membunuhnya. 

Do Kyung menatap buah di piring sementara, Hae Young memotong buah melon. Park Hoon dibelakang mengejek keduanya sudah seperti suami istri dan mengungkapkan sangat menyukainya, sambil menghela nafas mengatakan kalimat “ Studio kami ...” Do Kyung melirik sinis.
Park Hoon mengangkat jempolnya mengatakan Cinta memang hebat lalu berjalan ke meja makan. Soo Kyung bertanya kenapa mereka makan bersama padahal bisa langsung naik ke atas. Park Hoon mengatakan mereka bisa makan bersama karena keduanya tidak bisa berbuat apa-apa kalau sedang makan lalu tertawa lebar. Do Kyung terdiam dengan mata melotot.
Kenapa selalu melotot kalau aku bicara ? Dimana enaknya kalau tidak bisa menggoda sepasang kekasih ? Aku tidak akan sirik karena punya harga diri.” Ucap Park Hoon, Hae Young yang mendengarnya hanya bisa tersipu malu sambil memotong buah.  

Do Kyung pun mengajak Hae Young untuk duduk, Soo Kyung pun menyuruh Hae Young untuk segera duduk dan makan. Hae Young membawa sepiring melon karena tahu dari Do Kyung kalau Soo Kyung suka melon. Soo Kyung mengatakan suka daging dan ikan mentah serta banyak sekali yang disukainya.
Kalau dia tanya apa yang kau suka, jangan pernah menjawabnya.  Dia akan membelikanmu itu selama 365 hari. Aku ingat 30 tahun lalu, waktu aku masih 14 tahunAku bilang ke dia, kalu aku suka sekali makan melon.  Sejak itu, dia selalu membelikan aku melon !” cerita Soo Kyung, semua tertawa, Do Kyung pun tersenyum.
Aku cukup bilang satu kata.  Tolong beri Do Kyung, cinta yang berlimpah.  Dia malang sekali.” Kata Soo Kyung, semua pun terdiam mendengarnya.
Bolehkah aku.... mengambil dan memelihara dia ?” kata Hae Young, semua langsung menatap kaget pada Hae Young.

Hae Young mengaku kalau hanya bercanda, tapi Soo Kyung melihat Hae Young seperti serius lalu menyuruh untuk mengambil dan memeliharanya,  dan membuat Do Kyung sesak dengan cinta dari Hae Young yang berlimpah-limpah, Hae Young pikir Mungkin akan mati duluan karena terlalu berbunga-bunga. Semua kembali terdiam, Soo Kyun merasa Hae Young itu tidak terusik sedikitpun dan melihat kalau kalau sangat menyukai adiknya.
Bukan cuma itu,  Aku bahkan bisa bungee jumping tanpa tali Ah, tidak sendirian Tapi bersama-sama.” Kata Hae Young, semua kembali melonggo karena Hae Young mulai berlebihan.
Sepertinya ... kau agak gila.” Komentar Park Hoon, Soo Kyung pun tak bisa menahan tawanya.
Jangan berlebihan.  Meskipun dia adikku. Aku hanya bisa memberi semangat pada cintamu yang besar.” Pesan Soo Kyung,
Hae Young menganguk mengerti lalu melihat teman pengacara mereka itu telat datang hari ini. Park Hoon berkomentar kalau Kalau dicari pasti ketemu karena tahu Jin Sang itu sedang bersembunyi, lalu berteriak memanggil Jn Sang untuk keluar dan makan.  Soo Kyung mengatkan Jin Sang sudah tidak ada karena mulai sekarang tidak akan kemari lagi. Park Hoon dengan wajah marah merasa Manusia itu ... melarikan diri lagi. Soo Kyung beralasan kalau Jin Sang sedang pergi. 


Hae Young masuk kamar melihat kalau Jin Sang itu  sepertinya melakukan kesalahan besar dan penasaran memangnya melakukan apa. Soo Kyung hanya menjawab Sesuatu. Hae Young makin penasaran ingin mengetahuinya, Hae Young berjanji akan menceritakan nanti, tapi Hae Young ingin cerita sekarang dan merasa tersingung karena semua tahu kecuali dirinya.
“Kau Mau dengar apa ?” tanya Do Kyung masuk ke studio rekamannya,seperti ingin mengalihkan pembicaraan.
Daripada mendengar, lebih baik nyanyi dan rekam lagu itu ... Lagu yang kau nyanyikan saat kecil. "Mimpi musim semi" Saat kita tua, pasti akan terasa aneh kalau di dengarkan.  Suaramu saat 6 tahun Dan suaramu saat 36 tahun.  Itu Pasti menarik.” Ungkap Hae Young, Do  Kyung memilih untuk melupakan saja.
Kenapa ? Rekam saja dan Nyanyi untukku.  Suara lelaki yang aku cintai, terekam saat aku sangat mencintainya, Aku ingin kau merekamnya.  Aku mau dengar, ayolah Nyanyi untukku.” Kata Hae Young merayu sambil memeluk dari belakang pacarnya.
Do Kyung membuka sebuah kotak didepanya lalu memasangkan gelang ditangan Hae Young yang memeluknya, Hae Young binggung berpikir kalau itu borgol yang dipasang oleh Do Kyung lalu berpikir pacarnya itu menyukai cara yang seperti itu. 

Do Kyung membalikan badanya dengan tersenyum lalu memberitahu kalau itu bukan barang lama tapi baru dibelinya. Hae Young melihat tanganya yang sudah dipasang gelang, lalu berpikir Do Kyung akan mati dan menanyakan kalau akhir-akhir ini Do Kyung baik sekali, menurutnya kalau Do Kyung terlalu baik membuatnya jadi takut. Do Kyung mengaku kebetulan lihat dan Karena cantik jadi membelinya. Hae Young mengaku cemas, semakin merasa bahagia,  maka ia semakin cemas.
Apa aku gugup karena terlalu bahagia ?” ucap Hae Young terlihat sangat khawatir
Jangan berpikir terlalu jauh.” Perintah Do Kyung
Harusnya aku tidak boleh terlalu senang, tapi bahagia sekali.” Kata Hae Young, Do Kyung pun menyuruh Hae Young untuk bahagia saja.
Kalau begitu, aku akan bahagia.” Kata Hae Young menyakinkan dirinya setelah itu akan sikat gigi, sebelum pergi mengoda Do Kyung untuk mandi juga. Do Kyung hanya bisa tersenyum lalu mengajak Hae Young untuk segea pulang. 


Jin Sang terlihat mengila di club sambil menari dengan para wanita, lalu duduk ditemani wanita serta teman laki-lakinya sambil meminum bir. Temanya bertanya apakah Jin Sang mau bermain sepuasnya karena melihatnya hari ini habis-habisan. Teman wanitanya juga berpikir seperti itu lalu bertanya selama ini kemana saja. Jin Sang mengaku sibuk Tapi mulai sekarang, akan main sepuasnya.
Every day. Every night. Party, party. Crazy party! Minum ! Bersulang !” teriak Jin Sang mengajak semua bersulang. Pak Hoon masuk ke sebuah club dengan wajah marah, melihat Jin Sang sedang duduk dengan seorang wanita sambil berpelukan dan memegang tanganya.
“Kakak Ipar ! Jangan hidup begini.  Sebentar lagi punya anak ! Apa salahnya kakakku ?!” teriak Park Hoon sudah ada di dalam club. Semua orang melihatnya.
Semua orang yang ada didalam club bisa mendengarnya, Jin Sang panik berpikir kalau Park Hoon itu sudah gila dan langsung mengejarnya. Park Hoon bisa kabur dengan cepata. Jin Sang membiarkan Park Hoon dan kembali masuk. Park Hoon melihat Jin Sang masuk club. Jin Sang mengaku pada temanya kalau bukan masalah karena itu hanya adik dari temanya, dan suka iseng padanya, tapi tadi merasa sudah kelewatan.

Ayo pulang, Kakak ipar ! Meskipun kau sudah dibebaskan kakakku,  kau tidak boleh begini !” teriak Park Hoon dengan melambaikan tangan mengajaknya pergi.
Jin Sang tak bisa menahan amarahnya langsung mengejar Park Hoon sambil mengumpat. Park Hoon terus berlari sampai keluar dari club. Jin Sang berteriak agar Park Hoon berhenti dan akan membunuhnya kalau tertangkap. Park Hoon terus berlari sampai akhirnya melihat Jin Sang sudah berhenti mengejarnya karena kelelahan.
Pernikahan tanpa cinta, tidak selalu buruk !” teriak Park Hoon yang bisa didengar oleh orang-orang yang ada disekitar jalan, Jin Sang berteriak Park Soon sudah gila sambil melempar botol minum menyuruhnya untuk pergi.
Nuna masih cinta pada Kakak ipar ! Kenapa kau tidak mengerti hati wanita ?!” teriak Park Hoon, Jin sang berteriak kalau ia tak tahu lalu berjalan pergi

Park Hoon yang kelelahan akhirnya duduk di trotoar, Jin Sang yang melihat kesempatan ingin mengejarnya, Park Hoon menghindar berteriak marah karena Jin Sang tidak  mengatakan dan mengakuinya saja. Semua orang mulai melihat keduanya seperti orang gila. Jin Sang berusaha untuk menutup mulut Park Hoon tapi tak bisa akhirnya mulai memitingnya sampai menyentuh lantai.
Kau adalah ayahnya !” teriak Park Hoon masih bisa berteriak walaupun sudah ditutup mulutnya. Akhirnya Jin Sang melepaskan tanganya dan keduanya sama-sama kelelahan.
 Apa yang salah dengan keluarga kami ?! Hyung bangkrut  dan kakak  iparku kabur dari rumah ! Apa-apaan ini ?!”jerit Park Hoon tak terima, Jin Sang  bangun setelah berbaring diatas badan Park Hoon lalu beranjak pergi.

Temanya masih ada di club melihat Jin Sang yang kembali lagi terlihat kelelahan. Jin Sang mengeluh kalau Park Hoon itu gila lalu meminum kembali birnya, mengaku pada temanya-temanya pria tahu hanya kenalanya tapi selalu mengekorinya dan buat masalah terus, menurutnya itu pasti menyenangkan buat Park Hoon melakukan itu.
Pelayan membawakan satu nampan penuh buah, teman prianya pun mengajak mereka mulai menari di lantai dansa. Jin Sang masih kelelahan mengelap keringat denga syal lalu menatap ke arah buah melon, seperti pikiranya langsung teringat pada Soo Kyung yang menyukai buah itu.
Ia menatap wanita-wanita sexy yang menari bersama dengan teman-temanya, lalu kembali menatap buah melon yang ada dimeja. Akhirnya memutuskan untuk keluar dari club. 

Do Kyung dan Hae Young saling berpandangan didepan rumah, akhirnya Do Kyun memegang wajah Hae Young dan menyuruhnya untuk lekas masuk. Hae Young pun berpesan agar berhati-hati dijalan sambil melambaikan tangan dengan memperlihatkan gelang yang didapatkanya. Do Kyung hanya bisa tertawa melihat tingkah Hae Young lalu memastika kalau sudah masuk sampai ke dalam rumah.
Akhirnya Do Kyung mengendarai mobilnya lalu melihat sosok orang yang berjalan lalu terjatuh. Tae Jin terlihat mabuk dan berjalan sendirian lalu  terjatuh dan mengeluh sangat sakit pada Hae Young. Do Kyung hanya melihat dari mobil lalu memilih tak peduli dengan meninggalkanya tapi  dari kaca spion terus mengamatinya.
Sesampai di lampu merah, Do Kyung terdiam dan memutuskan untuk memutar balik mobilnya, pergi ke tempat Tae Jin tapi sudah tak ada disana. Ia pun turun ke mobil mencarinya dan berlari sampai ke jalan besar, tiba-tiba matanya melihat ke arah tangga penyebarang, Tae Jin berjalan sempoyongan sambil memegang penyangah jalan.
Do Kyung hanya menatap dari bawah dan teringat pengelihatanya kalau Tae Jin ingin menabrak mobil ke arahnya. Tae Jin membelakangi tiang seperti bersandar, air matanya mengalir dan tatapannya juga kabur. Badannya sudah siap untuk terjun kebawah, Sosok Do Kyung datang menariknya. Tae Jin tergeletak ditanah, hanya bisa melihat sepatu kets oleh orang yang menolongnya. Do Kyung pun memilih untuk segera pergi tanpa banyak berkata-kata.
Jika menengok kebelakang sebelum aku mati ...maka Aku tidak akan menyesalinya.... Aku tidak akan menyesalinya. Gumam Do Kyung sambil menuruni tangga penyebarangan. 


Hae Young berlutut didepan kamar dan terlihat Tuan Jang sedang makan dengan jepitan rambut sambil mengeluh  Semua orang yang kerumahnya  kenapa selalu mau minta tolong. Hae Young hanya diam saja dan terus berlutut, Tuan Jang mengomel Semua orang minta tolong lalu makananya pun jatuh dari sumpitnya.
Dulu aku suka padamu karena tidak pernah minta apapun. Kau membuatku sangat kecewa.” Komentar Tuan Jang
Ini semua dimulai karena aku.  Kalau hidup Oppa berantakan,  maka aku tidak sanggup. Aku mohon ... Aku ingin melupakan Oppa, Meskipun harus melakukan ini. Jadi Tolong bantu aku.” Ucap Hae Young memohon,
Tuan Jang tiba-tiba marah mengebrak meja menyuruh untuk mengambil sayur dan mengomel kalau pelayanya buat orang tua ini mati  setelah itu menyuruh Hae Young keluar. Hae Young terdiam dan masih berlutut di depan Tuan Jang seperti masih berharap.

Hae Young keluar rumah bertemu dengan Tae Jin yang baru turun dari mobil, dengan nada sinis menyindir Tae Jin itu  kekanakan  karena Membentuk tim melawan mereka berdua. Tae Jin pikir lebih baik  Bicara terus terang, apakah Hae Young tidak ingin mereka berdua putus. Hae Young membenarkan itu  mungkin saja.
Tapi, aku belum melihat hatiku mau melakukan sejauh itu dan Karena aku tidak ingin melihatnya. Karena aku tahu kalau melakukan maka aku akan jatuh lebih dalam.  Makanya aku melakukan sesuatu sebelum kebencianku keluar.  Aku selalu berkata u pada diri sendiri.  "Aku, sungguh ingin mereka bahagia Aku tulus, ingin mereka bahagia".” Tegas Hae Young dengan berani menatap Tae Jin.
Kau menyulitkan hidupmu sendiri.  Aku mengerti. Dulu aku juga begitu, sampai belakangan ini.  Tadinya aku merasa jahat karena sudah melakukan hal buruk padanya.  Jadi aku mencari tahu kenapa aku merasa buruk sekali.  Itu karena aku hanya bersikap jahat setengah-setengah.  Aku berkata pada diriku, "Aku bukan orang yang sejahat itu Aku cukup jadi setengah jahat, setengah baik Jadi menyerahlah saat ini juga"” ucap Tae Jin

Tapi tipe orang yang paling kubenci di dunia ini adalah orang yang setengah baik,  setengah jahat ... dan setengah kasar. Jangan berusaha menahan melakukan sesuatu yang tidak mau kau lakukan.  Ikuti saja hatimu. Berharap agar mereka putus, Itu akan lebih keren.” Kata Tae Jin sinis  dan akan masuk rumah
Hae Young merasa dengan bicara pada Tae Jin membuatnya tahu, kalau kata orang mereka bisa melihat sifar aslinya seseorang setelah putus hubungan. Ia mengaku setelah putus dengan Park Do Kyung, menjadi sadar betapa hebatnya mantanya itu dan menyesal putus dengannya.  Tapi menurutnya Hae Young tidak menyesal setelah putus dan menilai kalau Tae Jin itu masih jauh kalau dibandingkan dengan Park Do Kyung. Tae Jin hanya diam saja dan Hae Young pun pergi dengan masuk mobilnya. 
bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

2 komentar:

  1. Onni tolong dilanjutin dong sinopsisnya , lama bener di postnya padahl sudah sllu ditunggu ...

    BalasHapus