Jumat, 08 Juli 2016

Sinopsis Beautiful Gong Shim Episode 15 Part 2

Gong Shim sedih karena tak boleh minum juga, Dan Tae pikir Setelah Gong Shim kentut maka bisa pulang. Gong Shim yakin Dan Tae pasti lapar jadi lebih baik Pergi dan cari sesuatu untuk dimakan. Dan Tae tahu Gong Shim yang tidak boleh makan apapun jadia akan kelaparan bersamanya hari ini.
“Apa Kau tidak akan makan apapun?” ucap Gong Shim tak percaya, Dan tae mengangguk tapi suara perutnya terdengar sangat keras tanda lapar, Gong Shim menyuru Dan tae untuk makan.
Itu tidak penting sekarang, karena Kau harus dimarahi olehku. Apa kau tahu bahwa semuanya bisa jadi lebih buruk? Kau harus memberitahu orang lain saat kau sakit tapi Kau hanya menahan rasa sakitmu.” Ucap Dan Tae marah, Gong Shim mengatakan Rasa sakitnya masih bisa ditoleransi.
Lain kali saat kau sakit, segera beritahu aku, oke?” ucap Dan Tae, Gong Shim menganguk mengerti.
Kau sibuk bermain-main. Apa kau akan membiarkan ini terjadi lagi atau tidak?” ucap Dan Tae dengan nada tinggi, Gong Shim berjanji  tidak akan membiarkan ini terjadi lagi.
Tapi bukankah seharusnya kau menjagaku? Kenapa kau terus memarahiku?” keluh Gong Shim dengan wajah cemberut 
Apa kau perlu dimarahi atau tidak? Apa kau memiliki hak untuk cemberut atau tidak?” sindir Dan Tae
Gong Shim hanya bisa diam lalu melihat ponsel Dan Tae bergetar terlihat nama [Ratu Star]. Dan Tae tersenyum melihatnya lalu pamit pergi keluar sebentar untuk menerima telpnya. Gong Shim menebak-nebak siapa ratu star grup, berpikir Dan Tae itu punya rekan kerja wanita di tempat kerja.

Nenek Nam menelp menanyakan keberadaan cucunya sekarang karena tidak bisa menghubunginya sepanjang hari ini. Dan Tae memberitahu sedang ada dirumah sakit, Nenek Nam panik bertanya kenapa cucunya bisa ada dirumah sakit.
“Kau ingat aku mengatakan tentang gadis yang aku sukai saat itu? Dia baru saja  dioperasi.” Cerita Dan Tae
Kenapa? Apa serius?” tanya nenek Nam ikut khawatir, Dan Tae memberitahu hanya usus buntu.
Nenek Nam sedikit bisa bernafas lega lalu bertanya apakah keadaanya baik-baik saja sekarang, Dan Tae mengatakan baik-baik saja, Nenek Nam pun berpesan agar cucunya menjaganya dengan baik karena wanita menyimpan di dalam hatinya jika seorang pria membuat sedih. Dan Tae pun seperti baru mengerti. 

Gong Shim semakin cemberut mengetahui Dan Tae menerima telp dari ratu, menebak-nebak Ratu kecantikan, Ratu dansa, Ratu Hallyu. Dan Tae akhirnya kembali masuk dan menaruh ponselnya diatas tempat tidur dan bertanya apakah Gong Shim membutuhkan sesuatu karena akan mengambilkannya
Kau harus kelaparan, bahkan tidak boleh minum. Aku akan membawakanmu apa pun yang kau inginkan.” Ucap Dan Tae
Aku melihat layar ponselmu saat kau mendapat panggilan. Siapa "Ratu Star"? Apa itu seseorang dari pekerjaan?” tanya Gong Shim, Dan Tae membenarkan,
Gong Shim ingin tahu siapa orangnya, Dan Tae dengan wajah datar memberitahu itu hanya seseorang, lalu pamit pergi karena akan ke lantai pertama untuk mengambil beberapa barang. Gong Shim makin kesal karena Dan tae tidak mau memberitahu siapa orangnya padahal sebelumnya sudah bertanya. 

Ponsel Dan Tae kembali berdering, terlihat nama Ratu Star. Gong Shim memastikan kalau Dan Tae tak datang lalu mengangkat telpnya, lalu mengaku sebagai teman wanita Dan Tae dan meminta untuk memberitahunya apabila membutuhkan sesuatu yang akan dikatakan pada Dan Tae, tapi tak terdengar suara apapun. Akhirnya Gong Shim berbicara
“hallo”
Aku katakan, aku teman wanita Dan Tae. Aku akan menyampaikan pesan jika kau mau.” Ucap Gong Shim, Nyonya Nam tersenyum mendengar suara Gong Shim yang mengangkat telp.
Tidak apa-apa. Aku akan menutupnya.” Kata Nyonya Nam, Gong Shim binggung ternyata suara yang didengarnya itu seperti wanita yang sudah tua. Nyonya Nam tersenyum karena bisa mengetahui suara wanita yang disukai oleh cucunya. 
Gong Shim makin penasaran siapa ratu star dan buru-buru melempar ponsel ke tempat tidur saat Dan tae kembali datang. Dengan wajah sinis memberitahu Dan Tae meninggalkan ponselnya, Dan Tae tahu lalu memasukan ponsel ke saku celananya, lalu bertanya apa yang ingin diinginkan Gong Shim sekarang. Gong Shim pikir baik-baik saja jadi Dan tae bisa duduk dan beristirahat.

Dan Tae duduk dengan lemaskan otot lehernya, lalu melihat Gong Shim mengaku bagian bawah kepalanya, mengusulkan untuk melepas wignya. Gong Shim merasa tak perlu. Dan Tae menyuruh Gong Shim melepaskan saja, Gong Shim mengaku rambutnya berkeringat sebelumnya, dan tidak sempat mencucinya dan juga memiliki bekas botak. Dan Tae pikir siapa yang peduli tentang hal itu.
Apa kau ingin aku untuk mencuci rambutmu untukmu? Aku membeli Produk ini memungkinkanmu untuk mencuci rambutmu tanpa air.” Ucap Dan Tae memperlihatkan botol untuk rambut. Gong Shim sedikit tak percaya, tapi Dan Tae menyakinkan kalau bisa mencuci rambut tanpa air.
Berputarlah. Aku akan mencucinya untukmu.” Ucap Dan Tae, Gong Shim menolaknya, Dan Tae pun memaksa agar Gong Shim memutar badannya dan melepaskan wignya.
Gong Shim melihat Dan Tae mengeluarkan foam dari botol, Dan Tae mulai memijat seperti mengeramasi kepala Gong Shim, lalu bertanya apakah terasa enak, Gong Shim tersenyum mengaku rasanya sangat enak. Dan Tae pun bertanya sejak kapan perut Gong Shim itu terasa sakit, Gong Shim menjawab Dari pagi hari
Apa kau ingat saat kau pingsan di taman hiburan?” tanya Dan Tae, Gong Shim mengaku tak ingat karena Rasanya sangat sakit dan tidak tahan, serta tidak terlalu ingat sejak naik sepeda.

Dan Tae terdiam sambil memijat kepala Gong Shim, Gong Shim pun merasakan sangat luar biasa. Dan Tae akan melakukannya sebentar lagi dan kemudian mengeringkannya rambutnya. Setelah selesai Dan Tae mengeringkan dengan handuk dan melihat ada bagian botak yang tak tumbuh rambut, lalu bertanya-tanya kapan rambut itu tumbuh kembali.
Gong Shim terlihat malu, merasa tak tahu kapan akan tubuh padahal sudah merawatnya setiap hari, tapi sepertinya tidak menjadi lebih baik. Dan Tae bertanya apakah Gong Shim memiliki obatnya, Gong Shim menolak. Dan tae mengulurkan tanganya agar membantu memakainya. Gong Shim mengambil obatnya dan meminta Dan Tae mengoleskan sedikit saja.
“Mari kita pakaikan ini.... Aku berharap rambutmu akan segera tumbuh. Dengan begitu, kau bisa melepas wigmu.” Ucap Dan Tae sambil mengoleskan obat pada rambut yang botak bahkan meniupnya supaya kering. Gong Shim tersenyum bahagia menerima perhatian dari Dan Tae. Dan Tae tahu Gong Shim pasti lelah lalu membantunya untuk segera berbaring dan narik selimut, wajahnya tersenyum melihat Gong Shim yang berbaring di tempat tidur. 
Beberapa saat kemudian, Gong Shim hanya berbaring dengan wajah tersenyum di bawah Dan Tae sudah tertidur pulas. Gong Shim memiringkan badanya melihat Dan Tae perlahan memastikan dengan mengoyangkan tanganya di atas mata Dan tae kalau benar-benar tertidur.

Tangan Gong Shim pun menyentuh pipi Dan Tae, Dan Tae merasakan sesuatu sedikit bergerak. Gong Shim tersenyum menatapnya lalu kembali berbaring dengan wajah bahagia dan menutupi wajahnya. 

Pagi hari di rumah sakit
Dan Tae keluar dari kamar mandi dengan pakaian kerjanya, lalu melihat ke gantungan seperti kehilangan sesuatu. Gong Shim memperlihatkan dasi yang sudah ada ditanganya, Dan Tae tersenyum ingin mengambilnya. Gong Shim menjauhkanya ingin memasangkan. Dan Tae mengerti lalu menaikan kerah bajunya.
Gong Shim pun memakaikan dasinya seperti seorang istri pada suaminya dan bertanya apakah tidak terlihat ketat memasangnya, setelah itu memasang kembali kerahnya. Dan Tae menatap Gong Shim dengan senyuman dan sedikit merapihkanya.
Perawat datang menyapa Gong Shim lalu bertanya apakah sudah kentut. Gong Shim mengatakan belum , Perawat pun menyuruh Gong Shim kembali puasa dan tidak akan boleh keluar sampai kentut, serta memastikan kalau memang sudah benar-benar kentut. Gong Shim menganguk mengerti. Perawat pun keluar ruangan.
Dan Tae yakin Gong Shim pasti sangat lapar, Gong Shim merasa belum selesai memakaikan dasi lalu merapihkan kembali, memberitahu Dan Tae kalau baik-baik saja karena harus berpuasa. Dan Tae pun mengucapkan terimakasih karena sudah membantu memasangkan dasi dan berjanji akan datang kembali setelah bekerja. Gong Shim mengerti.
Dan Tae memakai jaket dan membawa tasnya, Gong Shim berpesan seperti istri pada suaminya agar mendapatkan uang yang banyak. Dan Tae menyambutnya, dengan lambaian tangan akan melakukan dengan baik lalu berangkat pergi. Gong Shim memegang perutnya berharap agar segera buang gas supaya bisa cepat-cepat pulang. 

Toilet Star Grup
Dae Chul mencuci tanganya terlihat tatto kupu-kupu ditanganya, Dan  Tae masuk menyapanya dan tak sempat melihat tattonya, Dae Chul menyapanya dengan tatapan sinis sambil mengambil tissue, teringat kata-kata keponakanya Kupikir Pengacara Ahn Dan Tae... adalah Joon Pyo. Dan Tae lalu mencuci tangan melihat tatapan Dae Chul yang berbeda,
Apa ada sesuatu yang ingin kau katakan kepadaku?” tanya Dan Tae, Dae Chul mengaku tak ada lalu keluar dari toilet. 

Kalau Dan Tae adalah Joon Pyo, ini akan jadi masalah besar. Aku memberi Joon Pyo cincin tentaraku... saat itu.” Ucap Dae Chul duduk di meja kerjanya.
Flash Back
Joon Pyo sedang duduk sambil makan permen, Dae Chul melihat kalung di leher Joon Pyo meminta agar meminjamkan. Joon Pyo menolak karena Nenek mengatakan untuk merahasiakannya Jadi ia bisa menemukan jalan pulang.Dae Chul menyakinkan hanya ingin melihatnya dan langsung mengembalikannya. Tapi Joon Pyo tetap tak memberikanya.
Dae Chul akhirnya memberikan cincin tentara dengan kode angka yang tertulis, Joon Pyo tertarik melihatnya seperti ada laser yang keluar dari batu cincinya. Akhirnya Dae Chul melepaskan kalung dan menelp dengan memastikan rumah Joon Pyo lalu meminta tebusan 100.000 dolar.
Cincin tentaraku... memiliki nama pasukan dan nomor divisi di atasnya. Kalau Dan Tae memilikinya, maka aku akan disalahkan atas semuanya.” Ucap Dae Chul sambil memegang tanganya. 

Petugas pembersih mengeluarkan tas dari lokernya memberikan pada Dan Tae karena tas itu yang diminta untuk disimpan. Dan Tae mengucapkan terimakasih, petugas pembersih mereka tak masalah dan pamit karena harus pergi bekerja, serta berpesan agar memastikan menutup pintu, Dan Tae mengerti dan petugas pun keluar.
Dae Taemengeluarkan tas dan melihat ada kaos lalu sebuah kotak besar didalamnya, lalu membuka ada selembaran kertas anak hilang dengan wajah dirinya saat masih kecil. sepasang baju dengan sepatunya dan ada cincin dengan tertulis [Pasukan Khusus 88, Divisi 207]

Dae Chul bertemu dengan temanya di cafe, Temanya bertanya apakah Dae Chul tidak bertemu Soo Yong di Blue Sky Arboretum saat memberitahu terakhir kali. Dae Chul mengaku pergi ke sana untuk menemuinya, tapi tidak bertemu.
Saat aku menelepon arboretum, mereka mengatakan dia tiba-tiba berhenti datang.” Cerita temanya, Dae Chul pun bertanya Apa ada orang yang bisa ditanyai lagi.
Aku tidak tahu,  Sebenarnya, Aku memiliki nomor telepon adik iparnya. Jadi Kau bisa meneleponnya, kalau kau perlu menghubungi Soo Yong.” Ucap temanya, Dae Chul seperti tak percaya ternyata masih memilih Adik iparnya lalu meminta agar memberikan nomor telpnya.

Ji Won keluar dari rumah sakit seperti mencari-cari seseorang, Dae Chul mencoba menelp dari kejauhan saat melihat Ji Won yang mengangatkanya bisa mengenal kalau Ji Won adalah wanita dari kantor Dan Tae.
Aku meneleponmu sebelumnya. Aku teman Soo Yong dari tentara.” Ucap Dae Chul, Ji Won memberitahu sudah di luar pintu masuk rumah sakit menunggunya.
Tiba-tiba ada sesuatu mendadak,  Aku harus memberinya hadiah ini tapi lebih baik lain kali.” Kata Dae Chul, Ji Won pun mengerti lalu kembali masuk ke dalam rumah sakit.
Dae Chul mengikutinya, saat melihat Ji Won berbicara dengan dokter, anak buah Dae Chul berdiri dibelakang ikut melihatnya. Dae Chul pun memerintahkan untuk mengikuti ruangan mana yang dimasukinya serta terus mengawasinya.

Tuan Suk kaget mengetahui Pengacara Gong adalah kakak dari Sekretaris Gong. Nyonya Yum mengeluh kesal karena sudah berapa kali memberitahu suaminya, Tuan Suk tidak mengerti karena keduanya tidak terlihat mirip sama sekali jadi Bagaimana bisa keduaya itu bersaudara.
Bukan itu yang penting sekarang. Masalahnya adalah bahwa dia menyembunyikan fakta itu dari kami.” Kata Nyonya Yum dongkol
Itu karena adiknya dipecat dari perusahaan. Dia mungkin tidak berani memberitahumu.” Kata Tuan Suk yakin
Karena itu, ibu dari Sekretaris Gong, Jae Boon, memperlakukanku dengan kasar.” Jelas Nyonya Yum, Tuan Suk tak mengerti.
Dia memukuliku di depan semua teman-temanku... karena aku memecat putrinya.” Cerita Nyonya Yum
Tuan Suk tak percaya ibu Gong Shim bisa memukul istrinya didepan teman-teman kontes kecantikan dengan memperagakan kalau Nyonya Yum dibanting sampai ke lantai. Nyonya Yum hanya bisa menghela nafas panjang, lalu ponselnya berdering terlihat nama (Joo Jae Boon) dengan sinis menyuruh Jae Boon menelp terus karena ia tidak akan pernah mengangkatnya.

Nyonya Joo pun terlihat kebingungan karena ternyata Tae Hee tidak mau mengangkatnya dan berpikir apa yang harus mereka lakukan. Suaminya  pikir Jangan khawatir dengan nada marah karena berani memperlakukan seperti sekarang.
Mereka memecat Shim dan kau memukul punggungnya untuk itu, tapi aku tidak akan membiarkan mereka juga memecat Mi. Aku akan mengurus ini.” kata Tuan Gong lalu meminta ponselnya.

Tuan Suk juga meminta istrinya memberikan telpnya agar bisa berbicara, karena akan memastikan Jae Boon tidak pernah mengganggunya lagi. Nyonya Yum tak percaya, Tuan Suk tak terima Jae Boon melemparkannya sampai ke lantai, jadi meminta istrinya menahan amarah karena  akan meminta Jae Boon datang dan meminta maaf. Tuan Gong kaget mendengar suara pria yang mengangkat telp Tae Hee, Tuan Suk juga binggung mendengar suara seorang pria. 
Akhirnya keduanya bertemu di sebuah cafe dengan tatapan dingin, Tuan Gong bertanya apakah Tuan Suk itu suami dari wanita itu yang memecat Shim yang tidak bersalah dengan menyalahgunakan kekuasaannya.
Kau Suk Dae Hwang yang tidak kompeten dan tidak punya pikiran?” Tuan Gong meremehkan, Tuan Suk tak terima dianggap Tidak kompeten menurutnya Tuan Gong yang Tidak punya otak.
Kalau begitu... apa kau suami dari wanita itu... yang secara vulgar melemparkan istriku ke lantai? Apa Kau adalah  Gong Hyuk yang pengangguran dan tidak berguna?” ucap Tuan Suk membalas mengejek
Tuan Gong tak terima karena dianggap tak berguna, Tuan Suk memperingatakan Kalau Tuan Gong tidak meminta maaf, maka memiliki catatan medis dari saat istrinya dipukul dan akan menuntutnya. Tuan Gong  membalas kalau Tuan Suk tidak meminta maaf maka mereka akan mengajukan petisi kepada Departemen Tenaga Kerja dan memulai protes di depan perusahaan.Tuan Suk mempersilahkan mengajak mereka lakukan ini secara hukum.Tuan Gong menegaskan tak takut. 
Terdengar musik dari piringan hitam. Pelayan datang bertanya apakah mereka ingin memesan minuman, Tuan Suk menyuruh pelayan itu diam dan menyuruh pelayan datang setelah lagu yang diputar selesai. Akhirnya pelayan itu pergi. Lagu dari Hye Eun Yi diputar, tuan Suk dan Gong memejamkan mata menikmati lagu lama yang diputar.
Flash Back
[Konser musim panas Hye Eun Yi]
Tuan Suk dan Tuan Gong yang masih muda menonton bersama, terlihat hanyut dalam lagu sampai keduanya terlihat menangis karena saking kagum pada lagu yang dibawakan Hye Eun Yi. Tuan Gong menempelkan tissue diwajahnya karena apabil menangis bisa langsung diserap, Tuan Suk yang melihatnya hanya bisa menatap heran dan kembali menonton konser.

Tuan Gong dan Tuan Suk sama-sama menyanyikan lirik “Cintamu adalah aku” sambil memejamkan matanya. Keduanya tiba-tiba saling menatap setelah lagu berhenti, Tuan Gong bertanya apakah Tuan Suk ikut dalam klub penggemar Hye Eun Yi, Tuan Suk memastikan yang dimaksud adalah "Bunga Hye" Tuan Gong tak percaya lalu memberitahu kalau ia juga ikut dalam club.
Keduanya tertawa dan langsung berjabat tangan, sudah tak ada lagi mata dingin dan adu mulut. Tuan Gong pun bertanya kapan Tuan Suk bergabung dengan "Bunga Hye" Tuan Suk mengatakan bergabung pada saat baru didirikan. Tuan Gong pun melakukan hal yang sama, keduanya sama-sama menyanyikan lagu dengan senang hati. 

Nyonya Joo bertanya pada suamianya apa yang terjadi tadi, Tuan Gong mengaku memberinya pelajaran dengan menceritakan  Saat mengatakan tentang insiden dengan Gong Shim, maka Tuan Suk tidak bisa berkata apa-apa.
Jangan khawatir tentang Gong Mi. Mereka tidak bisa memecatnya.” Kata Tuan Gong sengaja berbohong
Aku sudah tahu itu, 13 tahun belajar untuk ujian bar akhirnya terbayar.” Ucap Nyonya Joo lalu memuji suaminya yang luar biasa sambil memijat pundaknya.
Aku akan melindungi keluargaku.” Kata Tuan Gong bangga

Nyonya Yum penasaran apa yang dikatakan Tuan Gong saat bertemu suaminya. Tuan Suk pikir istrinya bisa menebak,  dengan menceritaka Tuan Gong yang memohon dengan berlutut meminta pengampunan dan langsung menangis.
Saat dia berlutut, Aku tidak bisa melihatnya lagi. Jadi aku mengatakan kepadanya bahwa itu tidak apa-apa. Jadi kita biarkan saja Pengacara Gong.” Kata Tuan Suk, Nyonya Yum terlihat tak percaya
“Tapi Baiklah kalau begitu... Setidaknya suami Jae Boon tahu posisinya.” Kata Nyonya Yum, Tuan Suk pun memuji istrinya memang gadis yang sempurna untuknya. 


Dan Tae kembali datang setelah pulang kerja, Gong Shim dengan penuh semangat menyambutnya turun dari tempat tidur, saat itu terdenga bunyi suara kentut. Suasana tiba-tiba hening sejenak, keduanya sama-sama memalingkan wajahnya sambil mengatakan akhirnya keluar juga.
Apa itu tadi? Apa itu suara sandal?” ucap Gong Shim pura-pura tak mendengar, Dan Tae pun berpura-pura tak mengetahui
“Apa Kau tidak mendengarnya?” kata Gong Shim memastikan, Dan Tae pun mengatakan tidak mendengar apapun. Gong mengerti merasa salah dengar.

Perawat datang bertanya apakah sudah mengeluarkan gas, Dan Tae dan Gong Shim dengan wajah panik sama-sama mengatakan belum. Perawat kaget dan binggung, menurutnya aneh karena seharusnya Gong Shim sudah mengeluarkannya sekarang.
Kau bisa pulang sekarang kalau kau sudah mengeluarkanya” ucap Perawat
Ya, sepertinya aku harus tinggal untuk satu malam lagi.” Ucap Gong Shim, Dan Tae setuju Gong Shim harus tinggal satu malam lagi. Perawat mengerti dan meminta agar mengeluarkan gas lalu keluar ruang rawat. 


Keduanya terlihat canggung, Gong Shim pun memulai pembicaraan dengan bertanya apakah Dan Tae sudah makan, Dan Tae tahu Gong Shim belum boleh makan jadi mana mungkin bisa makan sendirian. Gong Shim merasa baik-baik saja, jadi Dan Tae harus pergi makan karena pasti lapar dan tak perlu menyiksa diri.
Aku tidak bisa melakukannya.” Kata Dan Tae dan kembali terdengar bunyi perut yang kelaparan, Gong Shim pun mengeluarkan suara perutnya Dan Tae yakin pasti Gong Shim sangat lapar.
Kapan terakhir kali kau makan?” ucap Dan Tae, Gong Shim pikir harus cepat mengeluarkan gas karena tidak punya pilihan lain tapi Setidaknya ia bisa tinggal satu malam lagi dengan wajah tersipu malu.
Ia langsung mengubah kalimatnya kalau sangat sedih karena harus tinggal satu malam lagi dan keadaanya benar-benar sulit. Dan Tae tersenyum mendengarnya, lalu merasa kalau udara diruangan sangat pengap dan mengajaknya pergi jalan-jalan. Gong Shim setuju. 

Dan Tae menarik tiang infus ke taman, Gong Shim merasa diluar udaranya sangat nyaman menurutnya Malam hari di musim panas adalah yang terbaik. Dan Tae mengaku yang terbaik adalah bisa bersama Gong Shim di malam hari, Gong Shim terlihat kaget mendengarnya lalu berhenti berjalan.
Aku berkata kalau aku suka bersamamu... bahkan di malam hari seperti ini. Sebenarnya aku merasa sangat menyesal kepadamu Kupikir aku sudah bersalah kepadamu.” Ucap Dan Tae, Gong Shim binggung maksudnya.
Saat kita sedang menuju taman hiburan, Kau sudah sakit sejak dari rumah. Meskipun kau sakit, tapi kau tetap pergi bersamaku. Kalau kau bisa pergi kapanpun, maka kau bisa saja membatalkan. Kalau kau bisa mencari waktu lain, maka kau tidak akan pernah memaksakan dirimu. Ini semua terjadi karena aku gagal untuk membuatmu merasa nyaman. Ini semua salahku.” Ucap Dan Tae merasa menyesal
Tidak, itu karena aku tidak tahu ini adalah usus buntu, Sudah kukatakan. Kupikir itu akan membaik.” Kata Gong Shim
Tidak. Jangan membenarkanku dalam hal ini, Ini adalah kesalahanku. Daripada membenarkanku, lebih baik kau harus mengumpatku.” Ucap Dan Tae

Gong Shim mengatakan sudah mengumpat sebelumnya, dengan senyuman Dan Tae tiba-tiba mendekat seperti ingin menciumnya, lalu mengatakan ada sesuatu yang ingin diakuinya. Gong Shim tertunduk gugup, seperti jantungnya sudah mau copot. Keduanya saling menatap.
Aku... sebenarnya... mendengar kau mengeluarkan gas... di kamar rumah sakit tadi.” Akui Dan Tae, Gong Shim panik karena mengetahui Dan Tae mendengarnya.
Tiba-tiba terdengar suara bunyi kentut lagi, keduanya kembali memalingkan wajahnya. Dan Tae menutup hidungnya, Gong Shim malu dan terdengar suara perutnya kembali. Dan Tae pun tertawa mendengarnya, lalu bertanya apakah Gong Shim lapar. Gong Shim membenarkan, Dan tae pun bertanya apa yang ingin dimakanya, Gong Shim mengatakan ingin makan sandwich. Dan Tae pun mengajak mereka makan bersama. 


Gong Shim makan dengan lahap sandwich yang dibelikan Dan Tae, Dan Tae melihat cara makan Gong Shim menyuruhnya makan secara perlahan dan sudah mengatakan kepada perawat bahwa Gong Shim sudah mengeluarkan gas dan mereka tidak akan menyuruh pulang pada jam segini. Gong Shim mengaku karena sandwichnya itu sangat enak.
“Oh Yah... Apa kau ingin melihat ini? Ini gambar yang diambil di zona foto... saat kita pergi ke taman hiburan.” Kata Dan Tae, Gong Shim binggung.
Iya. Saat kita bergegas ke rumah sakit,Aku meninggalkan tasku disana. Saat aku kembali untuk mengambilnya, mereka mengalami satu peristiwa. Itu gratis, jadi aku mengambil salinannya.” Cerita Dan Tae

Gong Shim ingin melihat apakah fotonya bagus. Dan tae pikir lebih baik  Gong Shim tidak melihatnya. Gong Shim heran dan tetap ingin melihatnya. Terlihat foto Gong Shim yang pingsan dan Dae Tae terlihat menjerit panik, senyuman Gong Shim terlihat tapi Dan Tae menatap lesu. Menurutnya Gong Shim foto itu sangat lucu.
Dan Tae pikir Gong Shim yang lucu karena matanya menggulung ke keatas. Gong Shim mengataan bukan itu tapi sedang melihat Dan Tae karena pasti panik , menurutnya  Dan Tae terlihat sangat khawatir. Dan Tae mengaku hanya sedikit khawatir saja. Gong Shim merasa mimik wajah Dan tae tidak terlihat sedikit tapi gambarnya terlihat sangat panik. Dan Tae mencoba mengulanginya mimik wajahnya, Gong Shim tertawa terbahak-bahak melihatnya. 


Gong Shim sudah siap pulang, Dan Tae pun membawakan tas dan mengajak Gong Shim pulang. Dae Tae memuji Gong Shim yang sudah melakukannya dengan baik. Dan Tae pikir semua berkat Dan Tae. Dan tae mengodanya kalau mereka bisa tinggal lebih lama kalau Gong Shim tidak mengeluarkan gas. Gong Shim terlihat malu-malu lalu mengajaknya untuk pergi. 

Joon Soo pun mendarat kembali di korea, sambi menarik kopernya menelp bagian tes DNA dengan menanyakan hasilnya atas nama Shim Young Chul. Ternyata hasilya akan segera keluar, Joon Soo pun meminta menerimanya segera setelah selesai semuanya dan menurutnya Akan lebih baik kalau salah satu staf bisa membawanya sendiri.
Nyonya Nam dan keluarga duduk diruang tengah, ibu Tuan Suk heran melihat semuanya yang berkumpul dan bertanya-tanya apa sebenarnya yang terjadi, Kenapa Joon Soo mengumpulkan mereka semua, Dae Chul yang ikut terlihat gelisah. 
Joon Soo sedang menyupir mobilnya sambil menelp Dan Tae, memberitahu sudah kembali dari perjalanan bisnis dan memastikan Dan Tae tidak melupakan janji mereka. Dan tae mengatakan tentu saja tak lupa karena sudah menunggunya dan bertanya kapan mereka bisa bertemu
Apa kau sibuk malam ini?” tanya Joon Soo, Dan Tae mengatakan tidak dan karena ada waktu luang dan mengusulkan untuk pergi jam 6 sore
Baiklah... Aku lebih memilih untuk bertemu di suatu tempat yang tenang.” Ucap Joon Soo

Kalau begitu aku akan menemuimu di sana pada jam 6 sore.” Kata Dan Tae 

Joon Soo akhirnya pulang melihat semua anggota keluarga sudah berkumpul, Nyonya Nam bertanya Kenapa Joon Soo meminta semua untuk berkumpul seperti ini. Joon Soo mengatakan ingin mengumumkan sesuatu dengan menatap pamanya. Nyonya Yum bertanya pengumuman apa yang ingin dikatakan anaknya. Joon Soo meminta agar menunggu sebentar.
Seorang pria memberikan amplop dari Pusat Informasi Genetik Manusia, Joon Soo langsung melihat Hasil Uji Genetik Keturunan. Sementara dirumah Dan tae melihat selembaran anak hilang saat ia masih kecil.
Saat aku menemui Joon Soo jam 6 sore nanti, aku akan menceritakan semuanya. Aku akan mengatakan kepadanya bahwa aku Joon Pyo dan ibunya adalah tersangkanya. Itu akan mengakhiri segalanya. Joon Soo tidak perlu melakukan kejahatan untuk ibunya. Kupikir... itu akan menjadi yang terbaik.” Kata Dan Tae lalu melirik kearah pintu seperti merasakan ada seseorang yang datang 
bersambung ke episode  16

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

5 komentar:

  1. Can't wait for next episode :)

    BalasHapus
  2. ditunggu lanjutannya yuaaa,,,,btw suka bgt liat gong shim gak pake wignya

    BalasHapus
  3. Akhirnya dilanjut😄 next eps please

    BalasHapus
  4. Ditunggu ep 16nya mbak :) fighting!!!

    BalasHapus